Tuesday 25 December 2012

Sinopsis May Queen Episode 25 Part 2

Jung Woo menemui kakek. Kakek terkejut atas apa yang disampaikan Jung Woo. Jung Woo merasa kalau yang membunuh kakaknya adalah Jang Do Hyun.


Kakek bertanya apa Jung Woo memiliki bukti. Jung Woo berkata kalau ia menemukan peluru dari sisa abu kakaknya. Pada waktu itu agen intelejen menggunakan senjata yang model dan nomor seri-nya sama. Jung Woo tak tahu bagaimana caranya Jang Do Hyun menyingkirkan bukan hanya kakaknya tapi putra kakek juga. Kakek makin terkejut kalau putranya kemungkinan korban pembunuhan Presdir Jang juga.
Jung Woo bertanya apa San tak mengatakan apapun pada kakek. Kang Woon (ayah San) memberikan sebuah buku memorandum pada Hak Soo. Kakek tak mengerti memorandum. Jung Woo berkata kalau kakek melihat memorandum itu disana akan menemukan jeda sehari antara kematian kakaknya dengan putra kakek. Bukankah itu aneh untuk sebuah kejadian yang terjadi pada mereka berdua seperti itu.

Jung Woo mengungkapkan kalau kejadian ini terjadi 30 tahun yang lalu. Sulit baginya untuk memecahkan kasus ini sendirian. Ia ingin kakek membantunya. Ia bertanya apa kakek kenal dengan orang-orang dari mantan intelejen.
Kakek bersedia membantu, apa yang harus dilakukannya. Jung Woo akan memberi tahu langkah selanjutnya tapi untuk saat ini ia minta kakek jangan memberi tahu San dulu. Karena ini bisa berbahaya.
Keluarga Chun makan bersama. Sang Tae memberikan nasinya pada Hae Joo. Ibu dan Hae Joo heran karena biasanya Sang Tae makan dua mangkuk nasi seperti anjing. Sang Tae berkata karena ia manusia ia ingin melakukannya sebagai tanda penyesalannya.
“Aigoo air mataku keluar!” sahut ibu mendengar Sang Tae berkata yang mengharukan. Ia menyarankan kalau Sang Tae ingin menunjukan penyesalan seharusnya jangan makan apapun.
Hae Joo mengembalikan nasi yang tadi Sang Tae berikan. Ia tak apa-apa sebaiknya kakaknya makan lagi. Sang Tae bilang kalau ia akan makan setengah porsi makanannya karena ia harus segera pergi bekerja. Tapi Sang Tae malah berulang kali memasukan makanan ke mulutnya.
Ibu jengkel dan menyingkirkan makanan yang selalu diambil Sang Tae, “Lauk yang kau makan ini sudah terlalu banyak. Kalau kau ingin menunjukan penyesalan makan saja kacang ini!”
Hae Joo ingin tahu apa kakaknya masih menyimpan uang yang diterima dari Il Moon. Sang Tae bilang kecuali daging babi yang ia beli, ia bersumpah belum menggunakan uang itu. Sang Tae akan mengambil kembali makanan tapi ibu melarang dan menepis tangan Sang Tae.
Geum Hee menemui Chang Hee di kantor. Chang Hee terkejut dengan kadatangan Geum Hee yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Geum Hee sengaja datang ke kantor menemui Chang Hee karena ia tak ingin bicara di depan ayah Chang Hee. Chang Hee mempersilakan Geum Hee duduk, tapi Geum Hee bilang tak perlu.
Geum Hee : “Aku.... menentang pernikahanmu dengan In Hwa!”

Geum Hee mendengar kalau Chang hHe memasangkan borgol di tangan ayah In Hwa.

Chang Hee berkata kalau hal itu karena jaksa Yoon Jung Woo yang memerintahkannya jadi ia tak punya pilihan selain melaksanakan tugasnya. Karena ia bawahan Jung Woo, ia tak punya pilihan selain mematuhinya.
Geum Hee menilai itu sama saja, bagaimana bisa Chang Hee berbuat seperti itu. Chang Hee berkata itu sebabnya ia berhenti menjadi jaksa dan bekerja dengan Presdir Jang.

Geum Hee tak mengerti karena ia berfikir kalau ia dan Chang Hee saling mengenal baik. Ia tak tahu lagi tentang hal itu. Ia juga merasa terganggu dengan putusnya hubungan Chang Hee dan Hae Joo. Bagaimanapun juga Chang Hee sudah mencoba memenjarakan ayah In Hwa dan sekarang tiba-tiba ingin menikahi In Hwa. Ia sulit untuk mempercayainya.

Geum Hee : “Bahkan orang yang menikah dengan cinta dan tujuan yang baik masih sering bertengkar. Bagaimana aku bisa membiarkan In Hwa melakukan hal itu.”

Geum Hee sudah selesai bicara ia pun pamit.
Il Moon menyapa ibunya. Geum Hee memuji putranya sudah bekerja keras. Il Moon bertanya apa ibunya sudah bicara dengan Chang Hee. Geum Hee mengiyakan dan sekarang ia akan pergi, Il Moon tak perlu mengantarnya.
Il Moon mengenggam tangan ibunya dan berkata kalau cuaca semakin dingin. Ia berpesan agar ibunya mengenakan baju yang hangat karena ia melihat ibunya tak terlalu sehat. Geum Hee tersenyum sennag dan berterima kasih karena Il Moon sudah mengkhawatirkannya. (haha basa-basi palsu, sok perhatian)
Chang Hee keluar dari ruangannya. Il moon tersenyum remeh pada Chang Hee. Chang Hee membalas menatapnya dingin.

(Il Moon : Loe liat kan itu yang bakal terjadi.

Chang Hee : Oh ternyata loe nantang gw nih...

haha kira2 mungkin kayak gitu yang ada dipikiran keduanya)
Geum Hee melihat Hae Joo di lobi perusahaan, ia menyapanya. Hae Joo canggung bertemu ibu kandungnya tapi ia berusaha bersikap normal dan menyapa Geum Hee dengan sebutan Nyonya. Geum Hee menanyakan kesehatan Hae Joo dan ibu Hae Joo. Hae Joo berkata kalau ia dan ibunya sehat. Hae Joo tak tahu lagi apa yang harus dikatakannya, ia pun mohon diri.
Geum Hee berbalik menatap Hae Joo yang berlalu. Ia menggelengkan kepalanya berusaha menepis hal yang tak mungkin terfikirkan olehnya (apa Geum Hee masih kepikiran kalau Hae Joo itu Yoo Jin)
Setelah Geum Hee berlalu kini giliran Hae Joo yang berbalik menatap kepergian ibu kandungnya.
Hae Joo ke kantor dan melabrak Il Moon. Ia melemparkan uang yang Il Moon berikan pada kakaknya. Il Moon marah apa yang Hae Joo lakukan.
Hae Joo mengungkapkan kalau Ketua Tim Jang Il Moon telah memberikan uang pada kakaknya. Il Moon menyangkal kapan ia melakukannya. Hae Joo mengatakan kalau Il Moon sudah menyuruh kakaknya mencuri thruster yang ia buat. “Apa itu perbuatan manusia? Aku akan mengirimmu ke kantor polisi. Aku menahan diri karena kakakku,”
Hae Joo memandang sekeliling pegawai disana, “Aku pikir tempat ini adalah tempat berkumpulnya orang berpendidikan dan mengembangkan penemuan baru. Tapi dengan otak seperti kalian, kalian hanya bisa mencuri? Kalian seharusnya malu.” Hae Joo yang marah segera meninggalkan kantor.

Il Moon kesal melihatnya bagaimana mungkin orang bodoh seperti Hae Joo itu ada. “Yang Do Ri!” Il Moon memanggil Asisten Yang. Ia menyuruh Asisten Yang untuk membereskan uang-uang yang berserakan ini.
Hae Joo ke kapal yatch San dan menemukan pemuda itu terbaring disana. Perlahan Hae Joo menyentuh dahi San. Ia ingin tahu apa demamnya sudah turun. San terbangun karena sentuhan itu.
Hae Joo menanyakan kenapa San ada disini bukankah seharusnya berada di rumah sakit. San berkata kalau ia khawatir mereka akan mencuri benda lain di kapalnya.

Hae Joo yang khawatir dengan kondisi San berkata seharusnya San menyuruhnya saja. “Yang namanya orang sakit tak boleh keluar dari rumah sakit. Bukankah dokter memintamu untuk istirahat.”
San tertawa ia mengingatkan bukankah ia dan Hae Joo harus segera bekerja. Bukankah keduanya harus segera membuat thruster. Hae Joo menyerah dengan keras kepalanya San (ah sama aja keras kepalanya haha)
Hae Joo bertanya apa San sudah makan. San menggeleng ia tak nafsu makan, perutnya masih terasa kurang nyaman. Ia akan tidur sebentar. San minta maaf dan kembali beristirahat. Hae Joo mengambil selimut dan menyelimuti San. Hae Joo melihat kondisi kapal berantakan, kertas berserakan disana-sini. Ia membereskannya. Dan eng ing eng apakah yang ditemukan Hae Joo.
Bando ungu miliknya. Ia tak menyangka ternyata San masih menyimpan benda ini. Ia teringat ketika hari terakhir ia bertemu dengan San, 15 tahun lalu. Hae Joo menatap San yang terlelap. Dalam hati ia berkata, “Siapa aku ini sampai dia menyimpanku dalam hatinya? Dengan latar belakangmu, kau bisa mendapatkan siapapun yang kau inginkan. Kenapa kau seperti ini, terluka secara fisik dan emosional!”
Hae Joo mendekat ke arah San, “Tolong jangan terluka lagi!” batinnya. Tangan Hae Joo akan menyentuh wajah San tapi ia mengurungkan niatnya dan pergi dari sana.
Chang Hee berada di ruangan Presdir Jang. Presdir Jang berkata kalau si brengsek Kang San itu karena dia begitu benci padanya tak peduli berapa besar ia membayar San tak akan pernah berpihak padanya. Bagimanapun ia memikirkannya perusahannya harus mendapatkan Hae Joo.
Chang Hee mengingatkan bukankah ia sudah mengatakan sebelumnya kalau Hae Joo itu sama sulitnya seperti Ryan Kang. Presdir Jang bertanya lalu apa yang akan Chang Hee lakukan, apa Chang Hee mau melepaskan mereka berdua begitu saja hingga mereka berdua bisa bersama-sama membuat azimuth thruster lagi.
Chang Hee : “Kalau mereka berdua tak mau mendengar, kita harus mengikat tangan dan kaki mereka.” 

Presdir Jang tak mengerti apa yang dikatakan Chang Hee.

Chang Hee punya ide, “Kita tak boleh membiarkan mereka kembali ke pabrik. Kita harus mengancam mereka seperti ini. Dengan begitu mungkin mereka akan merubah keputusan. Tak akan ada gunanya kalau kita bertemu dan membujuk mereka.”
Kakek marah mendapat laporan dari Sek Kim. Sek Kim memberi tahu kalau mereka mengirimkan pemberitahuan tentang pembayaran hutang.

Kakek marah bukankah pabriknya masih memiliki waktu. Sek Kim membenarkan tapi yang aneh adalah sepertinya ini direncanakan bersama karena pihak lain juga melakukan hal yang sama.
San makan bubur yang disiapkan oleh Hae Joo. Hae Joo bertanya apa San bisa memakan bubur itu. San mengangguk dan berkata kalau bubur ini adalah bubur terenak yang pernah ia makan. Hae Joo menilai kalau San mulai berlebihan lagi.
Tiba-tiba kakek datang. kakek berkata kalau San harus secepatnya menjual baling-baling itu (kakek belum tahu nih kejadian pencurian yang mengakibatkan San masuk rumah sakit) San heran memangnya kenapa. Kakek mengatakan kalau tiba-tiba pihak bank menekan pabriknya dan hal ini tidaklah main-main. Kalau seperti ini kita akan hancur. Ia berencana akan menjualnya ke Cheon Ji. Ia mengajak San kesana untuk bernegosiasi.
Hae Joo dan San terdiam. Dengan nada suara lemas San berkata kalau kita harus membuat thruster itu lagi. Kakek tak mengerti apa maksud San dengan membuatnya lagi, bukankah San bilang padanya kalau sudah berhasil. Hae Joo memberi tahu kalau thruster-nya sudah dicuri.

Kakek kaget bukan main, bencana apa ini. San menyahut tentu saja ini ulah Cheon Ji, siapa lagi kalau bukan mereka dan sekarang kita harus membuatnya lagi secepatnya.

San mengatakan kalau Cheon Ji belum bisa menganalisa bagaimana membuat thruster yang mereka curi. San ingin kakek mendapatkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat thruster-nya.
Kakek menelepon laboratorium dan mendapatkan kabar buruk. Laboratoriumnya tak bisa dipakai. Laboratorium menolak nih. (Hmm.. San tak bisa mendapatkan laboratorium untuk penelitian dan bahan materialnya juga nih)
Kakek menebak dengan pasti kalau ini ulah Jang Do Hyun. Dia mengincar ini sejak awal. Kakek sudah menebak dari mudahnya mendapatkan laboratorium penelitian yang biasanya sulit diperoleh, ternyata Jang Do Hyun di belakang semuanya. (Hmmm bener kan pantes aja kemarin2 Presdir Jang memerintahkan anak buahnya untuk memudahkan San dan Hae Joo meneliti)

Hae Joo ingat bukankah Presdir Jang bilang dia akan membelinya dari kita kalau kita berhasil membuatnya. San menyahut dan ternyata dia lebih memilih untuk mencuri daripada membeli, orang seperti itulah dia. Tuntutan untuk membayar pinjaman yang datang tiba-tiba, dia pasti ada di belakang ini. Kakek membenarkan ia juga berfikiran sama.

Hae Joo harus pergi ke suatu tempat. San tanya kemana, Hae Joo tak menjawabnya. San akan mengejar tapi kakek minta San duduk sebentar karena ada yang ingin ia katakan.
Kakek bertanya kenapa San tak mengatakan padanya tentang buku memorandum. San terkejut kakek mengetahui tentang buku itu, ia balik bertanya dari mana kakek mendengar ini. Kakek menjawab ia mengetahui ini dari Jung Woo.

San tanya apa Jung Woo menemukan sesuatu karena sebentar lagi dia memperoleh hasil analisa peluru. Kakek ingin mengatakan kalau hasil analisa peluru sudah keluar tapi ia ingat pesan Jung Woo agar San jangan sampai tahu dulu, ia pun tak mengatakannya dan berkata kalau Jung Woo belum banyak tahu tentang hasil analisa peluru itu.

Kakek ingin melihat buku memorandumnya. Bukankah itu ditulis oleh putranya, apa menurut San ia tak punya hak untuk melihatnya.
San menunjukan buku itu. Kakek membukanya disana ada foto putra, menantu dan San yang masih bayi. Kakek ingin tahu dari mana San mendapatkan ini.

San menebak sepertinya ini dikirimkan oleh Jang Do Hyun dengan tujuan memisahkan dirinya dengan kakek. Kakek geram mendengar nama Presdir Jang, ingin rasanya ia membunuh orang itu.
Hae Joo mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Kemana dia pergi.
Ternyata Hae Joo menemeui Presdir Jang. Presdir Jang menanyakan keperluan Hae Joo menemuinya. Hae Joo bisa menebak alasan Presdir Jang mengirim dirinya untuk bekerja di pabrik San, apa karena thruster itu. Presdir Jang pura-pura tak mengerti apa yang Hae Joo bicarakan.
Hae Joo tahu kalau Presdir Jang memberikan fasilitas laboratorium dan bahan-bahan, apa Presdir Jang berencana untuk mengambilnya ketika semuanya berhasil.

Presdir Jang menyangkal bukankah ia sudah bilang ia tak ada hubungannya dengan ini. Hae Joo berkata kalau saat ini pihak bank menginginkan pembayaran pinjaman pabrik, ia bertanya apa hal ini juga tak ada hubungannya dengan Presdir Jang.
Presdir Jang tertawa memangnya kalau ia mengacaukan pabrik San, apa yang bisa ia peroleh, untuk apa ia melakukannya. Hae Joo meminta kalau perkataan Presdir Jang ini benar, ia minta Presdir membantunya. Dari mulai pabrik, bahan-bahan dan pinjaman, bukankah Presdir Jang akan dengan mudah bisa melakukannya.
Presdir meminta Hae Joo jangan seperti itu, ia pun memberi penawaran bagaimana kalau Hae Joo yang membantunya. Hae Joo tak mengerti maksudnya. Presdir berkata kalau ia menyadari bakat Hae Joo dari awal, sekarang ini ia akan memberikan posisi Ketua Tim untuk tim penelitian dan pengembangan pada Hae Joo dan ia minta Hae Joo membuat azimuth thruster disana. Bukankah sejauh ini Hae Joo sudah bersusah payah, ia berjanji akan menjamin masa depan Hae Joo dan keluarga Hae Joo sepanjang hidup mereka.
Hae Joo jelas menolak memangnya Presdir Jang pikir ia ini apa, meskipun ia sering mendengar berita buruk tentang Presdir Jang tapi karena Presdir membuat kapal-kapal besar ia sangat menghormati Presdir. Karena ia berfikir kalau orang yang membuat kapal-kapal besar di laut tidak akan pernah berbuat buruk. Tapi kalau smeua hal yang ia pikirkan ternyata Presdir Jang berada di belakang samua ini dan kalau memang ini semua perbuatan Presdir Jang berarti ia sudah salah menilai Presdir Jang. Hae Joo keluar dari ruangan Presdir. Presdir Jang menarik nafas panjang ternyata sulit menarik Hae Joo untuk berpihak padanya.
Park Gi Chul dan Jung Woo bertemu. Jung Woo berkata pada awalnya ia ingin ke rumah Gi Chul tapi ia putuskan untuk bertemu di tempat ini (seperti restoran) karena hal yang akan ia katakan bisa membuat Gi Chul tidak nyaman.

Gi Chul bertanya memangnya ada masalah apa. Jung Woo berkata bukankah Gi Chul ini teman kakaknya, disaat semua orang merendahkan Gi Chul bukankah Gi Chul tinggal bersama kakaknya, karena kakaknya berfikir kalau Gi Chul adalah sahabatnya. Gi Chul heran kenapa Jung Woo tiba-tiba membicarakan Hak Soo.
Jung Woo : “Kakak, kau menyaksikan pembunuhan kakakku 28 tahun yang lalu. Katakan padaku apa yang terjadi saat itu tanpa kurang satu pun.”

Gi Chul bilang kalau ia sudah membuat pernyataan mengenai kejadian itu bukankah Jung Woo juga sudah mendengarnya. Tapi Jung Woo ingin Gi Chul mengatakannya sekali lagi secara detail.
Gi Chul mulai bercerita, “Kami dikejar oleh para pembunuh, kami melarikan diri dengan anak-anak kami. Presdir Jang datang menolong. Kami membiarkan Nyonya membawa pergi anak-anak. Aku kembali menemukan Hak Soo dan Presdir Jang. Saat itu Hak Soo sudah tertembak dan berdarah.”

Jung Woo ingin tahu apa yang dikatakan Jang Do Hyun waktu itu. Gi Chul berkata kalau Presdir Jang sedang menangani Hak Soo, sementara ia mengejar para pembunuh bersama agen intelejen. Itu sebabnya ia juga tertembak. Jung Woo tak percaya apa orang seperti Gi Chul mengejar para pembunuh. Gi Chul terbata-bata mengatakan kalau saat itu ia sedang menggila karena Hak Soo terluka di depan matanya.
Jung Woo terus bertanya apa Gi Chul ingat saat Gi Chul tertembak dari jauh. Gi Chul berkata kalau itu cukup jauh, ia mengira-ngira kalau jaraknya sekitar 20 sampai 30 meter, ia tak begitu tahu berapa pasti jaraknya. Jung Woo ingin Gi Chul menunjukan dimana luka tembaknya. Gi Chul terkejut kenapa Jung Woo melakukan ini, ia sudah menceritakan yang sebenarnya.

“Cepat tunjukan!” bentak Jung Woo marah.
Gi Chul melepas celana dan menunjukan letak luka yang berada di paha kanannya. Jung Woo memakai kaca mata dan melihatnya dengan teliti. Gi Chul bergumam kalau ini sungguh memalukan.
Jung Woo melepas kaca mata dan berkata kalau disekitar luka ada bekas luka bakar, “Kau tak tertembak dari jauh. Itu artinya kau ditembak dari dekat.”

Gi Chul terkejut, “Omong kosong apa itu? apa maksudmu aku berbohong? Apa tentang kematian Hak Soo, apa aku harus mati juga seperti dia?”
Jung Woo menahan marah menatap tajam dan itu membuat Gi Chul terdiam.
In Hwa berada di butiknya, ia ingin beberapa baranng dipajang sesuai keinginannya. Ia memarahi pegawainya. Chang Hee datang dan melihat In Hwa sedang memarahi pegawai.
Chang Hee menghampiri In Hwa dan berkata kalau In Hwa ini benar-benar putri Presdir. In Hwa terkejut melihat kedatangan Chang Hee yang tiba-tiba, ia tersenyum senang.
Chang Hee menyindir kalau seorang atasan galak seperti In Hwa apa pegawainya mau bekerja. In Hwa berkata kalau sebagai atasan itu harus selalu menarik. Ia bertanya apa yang membawa Chang Hee datang ke butiknya.

Chang Hee : “Apa kau lupa? Bukankah hari ini kita harus kencan!”
In Hwa senang, “Benarkah?”
Keduanya jalan-jalan menyusuri jalanan ramai. Mencoba banyak makanan dan memilih beberapa aksesori. Ah so cute deh hehee.... keduanya tertawa bersama.
Tiba-tiba ada pengendara sepeda yang ngebut, Chang Hee menarik In Hwa agar tak tertabrak. Alhasil In Hwa jatuh ke pelukan Chang Hee. In Hwa gugup. Chang Hee khawatir apa In Hwa tak apa-apa. In Hwa mengangguk.
Keduanya masuk ke photo box hehe. keduanya berfoto berbagai pose yang so sweet hehehe.
Kemudian keduanya masuk ke kios ramalan. Peramal berkata kalau sudah sejak lama sejak keduanya bertemu Chang Hee sudah menyukai In Hwa. Sepertinya ini cinta bertepuk sebelah tangan karena In Hwa tak menyadarinya.

Peramal itu meramalkan kalau kehidupan percintaan keduanya akan penuh dengan kebahagiaan. In Hwa tersenyum senang. Wahaha ini peramal benar apa ga ya. Apa udah disogok duluan ya.
Setelah lelah berjalan-jalan keduanya makan di restouran. In Hwa menilai kalau peramal tadi sangat hebat, “Bagaimana dia bisa tahu kalau aku ini cinta pertamamu sejak kecil? Dia bilang kalau kau akan mencintaiku seumur hidupmu. Aku bahagia sekali. Dia bilang kalau aku tak menyadari kesempatan yang ada tepat di sampingku.”
In Hwa mengambil ponsel Chang Hee dan mencoba menekan panggilan cepat nomor 1, siapakah itu. Ternyata panggilan cepat nomor 1 Chang Hee adalah kepala jaksa. In Hwa heran bukankah Chang Hee sudah keluar dari kejaksaan tapi kenapa masih menyimpan nomor ini.

Chang Hee tahu kalau In Hwa memeriksanya ia pun beralasan kalau ia lupa menghapusnya. In Hwa menggati panggilan cepat nomor 1 dengan nomor dirinya. ‘Pemilik Chang Hee’ sedangkan di ponselnya kontak nama Chang Hee tertulis ‘milikku’
In Hwa mencoba menelepon ke ponsel Chang Hee, setelah berdering Chang Hee melihat ponselnya dan nama In Hwa telah berubah menjadi ‘pemilik Chang Hee’. Raut wajah Chang Hee langsung terdiam. In Hwa tanya apa itu, apa Chang Hee tak mendendengarnya. Chang Hee bilang kalau ia benar-benar ingin melakukan ini tapi In Hwa bukan miliknya. “Oppa aku milikmu!” seru In Hwa.
“Tak seorang pun menerimaku!” ucap Chang Hee seraya menunduk. Semua orang menentang kita. Ia tak mau berhubungan dengan In Hwa secara diam-diam. In Hwa tak mengerti apa maksudnya diam-diam. Ia harap Chang Hee tak khawatir karena ia akan mengatasi orang tuanya.

Chang Hee : “Aku tahu apa yang orang tuamu pikirkan. Karena itu, ibumu datang memberitahuku kalau... kita tak bisa bersama. Tak ada yang bisa kujawab.”

In Hwa terkejut, “Apa ibu menemuimu? Ah keterlaluan, kenapa semua orang seperti itu?”
In Hwa akan menghubungi ibunya tapi Chang Hee melarang karena itu akan membuatnya terlihat lebih menyedihkan. “Sejak kau masuk ke hatiku, aku sudah tahu kalau hal ini akan terjadi. Tapi karena aku sangat mencintaimu, sulit bagiku untuk menyerah,”

In Hwa terharu mendengarnya. (ah cewek aman yang ga klepek-klepek coba)
San berada di kapalnya, ia menatap bando ungu Hae Joo. Hae Joo melihatnya dari kejauhan. Ia menghampiri San dan bertanya apa kakek sudah pergi. Apa San belum makan. San tersenyum mengangguk.
“Apa kau ingat ini?” tanya San sambil menunjukan bando ungu Hae Joo. Hae Joo mengangguk diam. San mengatakan kalau selama dirinya di Amerika ia tak memiliki banyak teman. Tapi bando ini memberinya kekuatan untuk bertahan dan bisa hidup sendiri dalam waktu yang sangat lama.
San : “Aku juga tahu. Aku bodoh. Tapi aku tak bisa melarang hatiku. Hatiku yang terus memikirkanmu, aku tak bisa menahannya. Untuk memiliki orang yang ada di depanku hari ini, orang yang sangat kurindukan selama 15 tahun. Untuk menggapaimu aku bisa gila.”
Hae Joo berkata kalau hubungannya dengan Chang Hee, ia tak bisa dengan mudah menghapus kenangannya. San mengangguk mengerti tapi yang lebih penting dari waktu adalah diri Hae Joo sendiri. Hae Joo-lah yang tak bisa melepaskannya. Hae Joo berkata kalau ia takut, takut memberikan cinta dan menerima luka. “Kalau aku mendapatkan luka lagi, aku merasa kalau aku akan hancur. Aku takut.”
San berjanji kalau ia tak akan pernah menyakiti Hae Joo. Hae Joo berkata kalau kemungkinan ia bisa menyukai San adalah yang paling membuatnya takut. “Kau berada dalam posisi dimana kau bisa menyukai siapaun lebih baik daripada aku. Bukan orang miskin dan tak berpendidikan seperti aku.”
San meyakinkan kalau itu tak penting. Hae Joo berkata kalau Chang Hee juga mengatakan itu, tak peduli dengan kemiskinannya dan latar belakang pendidikannya tapi kenyataannya Chang Hee meninggalkannya.
Hae Joo : “Aku, tak ingin terluka dan menangis karena pria lagi. Aku hanya ingin menjadi rekan kerja yang baik saat kita bekerja. Kalau aku terluka, aku ingin dihibur dan kalau sesuatu yang baik terjadi aku ingin kau berbahagia bersamaku sebagai teman. Tak bisakah kau seperti itu?”

Hae Joo minta maaf, ia hanya ingin berteman. Kalau hubungannya dengan San lebih dari itu ia tak yakin bisa bertemu dengan San lagi.
San menunduk sedih matanya berkaca-kaca hampir menangis. Hae Joo berlalu dari sana.
Hae Joo mengendarai sepeda motornya. Ia sedih sudah mengatakan hal yang menyakitkan pada San.

Di kapal San terdiam menatap bando ungu Hae Joo.

Hae Joo menghentikan laju motornya, ia berdiri menatap lautan (lautan apa danau ya)
Sampai malam San masih terdiam, ia berdiri di samping kapalnya. Ia memikirkan perkataan Hae Joo tadi.
Jung Woo resmi masuk kantor lagi. Di meja kerjanya ada bunga, ia bertanya pada bawahannya apa ini. Bawahannya mengatakan kalau mereka (kemungkinan teman-teman yang lain) menyuruhnya untuk menyiapkan ini sebagai ucapan selamat datang pada Jung Woo.
Jung Woo tertawa, “Ada apa denganmu? Kau membuatku malu saja.” Ia bertanya apa ada aktifitas dari ponsel itu. Bawahannya bilang tak ada sama sekali.
Jung Woo menyerahkan dokumen dan meminta bawahannya untuk menyelidikinya. Bawahan Jung Woo membuka dokumen itu dan bertanya siapa nama oran-orang yang dimaksud ini. Jung Woo berkata kalau mereka itu daftar nama anggota agen intelejen Jepang di tahun 80-an. Ia menyuruh bawahannya untuk mencari mereka, cari tahu aktifiktas mereka sekarang dan segera laporkan padanya. Bawahannya mengerti.
Chang Hee menemui Presdir Jang. Ia mengatakan kalau nasib Ryan Kang akan berakhir hari ini. Presdir Jang terkejut campur senang, ia tertawa.
San, Hae Joo dan kakek berada di kantor pabrik. San mengatakan kalau untuk menutupi pinjaman saat ini ia sudah menjual apartemen dan kapalnya.

Hae Joo kaget karena San sampai harus menjual apartemen segala, “Lalu dimana kau akan tidur?”

San tersenyum dan melihat sekeliling kantor, “Disini kita harus membuat thruster yang baru.”
Kakek berkata bukankah kita sudah kehilangan segalanya apa rencana San untuk bisa membuat thruster itu. San berkata kalau kakek lah yang seharusnya mencari cara. Itu kan pekerjaan kakek. Kakek kesal mendengarnya.
Ketika ketiganya sedang berdiskusi Sekretaris Kim datang terburu-buru melapor kalau ada masalah gawat.
Pihak bank datang ke pabrik dan menyegel semua barang yang ada disana, semuanya disita. Kakek marah, “Apa yang kalian lakukan?” Orang itu menunjukan kalau ini perintah dari pengadilan untuk menyita semua properti pabrik. Tak ada yang diperbolehkan menyentuh barang yang sudah disita.
Mereka semua terkejut dengan penyitaan yang dadakan ini. Kakak dan San membaca surat penyitaannya. Sang Tae tak mengerti ia baru saja akan dipromosikan jabatannya bagaimana orang-orang ini bisa melakukan hal ini. kakek dan San kebingungan.
San menatap baling-baling yang dibuat pabriknya yang sudah ditempel cap sita. San menatapnya sedih. Ia menangis tak bersuara, harapannya hilang. Hae Joo melihatnya dari jauh, ia bisa menebak siapa dalang dibalik semua ini. Ia pun bergegas ke tempat orang yang menyebabkan semua ini.
Hae Joo menemui Presdir Jang. Presdir menanyakan keperluan Hae Joo. Hae Joo berkata kalau ia akan menerima posisi sebagai Ketua Tim yang Presdir Jang tawarkan padanya.
Hae Joo : “Azimuth thruster, aku akan membuatnya disini!”

Presdir Jang tersenyum puas, “Benarkah?”

Hae Joo : “Tapi ada syaratnya!”

Apakah syarat yang akan diajukan oleh Hae Joo.

Bersambung di episode 26

Komentar :
Sepertinya episode kali ini ga berpihak pada San. Mulai dari azimuth Thruster dicuri, dia masuk rumah sakit karena terluka. ungkapan perasaannya yang tak bisa dibalas oleh Hae Joo. Sampai penyitaan properti pabrik yang begitu tiba-tiba. Seolah semua harapannya hancur.

Hae Joo sebenarnya menyukai San, tapi ia masih takut untuk mencintai. Ia takut kalau orang yang mencintainya itu akan kembali meninggalkannya. Bukti menunjukan dengan kemiskinan dan latar belakang pendidikannya Chang Hee meninggalkannya (padahal kita tahu Chang hee meninggalkan Hae Joo bukan karena itu) tapi Hae Joo tetap saja masih belum bisa mencintai orang lain lagi. Semoga hati Hae Joo cepat terbuka untuk San.

Sepertinya kita bisa menebak apa syarat yang akan diajukan oleh Hae Joo, dia mungkin akan barter siap memproduksi azimuth thruster di Cheon Ji asal Presdir Jang membantu pabrik San. 

5 comments:

  1. mbak download video my queen yang episode 38 dimana ?
    wulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di idws ada, di doramax ada, medium quality ada.

      Delete
  2. mba eps 26 kpn ya? ga sbr nih nunggu kelanjutanny....smangattt mba!

    ReplyDelete
  3. Ramalannya benar-benar kejadian..,
    Untuk episode ini bener2 minim adegan lucu, bahkan San..

    Sinopnya dibuat sampe End kan Unnie?
    Soalnya kan preview ep.38 udah dibuat.

    Gimana nasib Dr.Champ nih?

    "wah Unnie bakat nebak ekspresi nih, Lanjutkan!"

    ReplyDelete
  4. lam kenal, seneng deh ma sinopsisnya, lanjutin terus ya !

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...

Sapaan di Tahun 2018

Assalamu'alaikum kawan, apa kabarnya? Buat teman-teman muslim Selamat Menjalankan Ibadah Puasa.