Monday, 26 May 2014

[KBS Drama Special] Why I'm Getting Married Part 1

Hai readers, jumpa lagi di recaps saya yang pertama setelah lama tak menulis recaps. Saya akan mengawali penulisan recaps ini dengan KBS drama special, cuma 1 episode dan kisahnya ok banget, terutama bagi kalian yang akan melangsungkan pernikahan. Hmm special banget buat saya karena pemeran uama prianya adalah Song Jong Ho. Hihihi. Kesampaian juga liat Song Jong Ho jadi LM, hehehe.

Yukh cekidot...



  • Title: 내가 결혼하는 이유 / Naega Gyeorhonhaneun Yiyoo
  • Also known as: The Reason I'm Getting Married
  • Genre: Romance, family
  • Episodes: 1
  • Broadcast date: 2014-Mar-23

Cast


---Why I'm Getting Married Part 1---
Tiga orang wanita terlibat perbincangan yang cukup santai di sebuah restouran. Yang ketiganya perbincangkan adalah pria yang menjadi pacar salah satu dari mereka. Kim Ji Won bertanya apa pria itu seorang pengacara. Apa itu sebabnya baru 3 bulan berhubungan sudah memutuskan untuk menikah.

Teman JI Won yang bernama Hye Jung itu menjawab kalau orang tua pacarnya tinggal di seberang samudra pasifik. Dia anak bungsu dari dua bersaudara tanpa saudara perempuan dan dia juga akan membuka firma hukumnya sendiri. Hye Jung bertanya bagaimana dengan apa Ji Won iri. Ji Won menjawab tidak, ia hanya mengucapkan selamat karena ia tahu Hye Jung ini sudah menunggu lama untuk bisa menikah.

Teman Ji Won yang satunya berkata kalau ini pasti hanya kesepakatan besar dalam keluarga. Tapi ia berharap kalau pernikahan Hye JUng akan langgeng.
Hye Jung berkata kalau kedua temannya bertemu dengan seorang pria maka kedua temannya ini akan mengerti. Jika dipertemuan pertama tak terlihat baik, walaupun setelah pertemuan ke 100 pun tetap tidak. Tapi ketika Kalian bertemu dengannya (yang cocok) dan wow... kalian tak perlu ragu, kalian bisa lihat sekali lalu hidup bersama.

Ji Won tertawa dengan pemikiran Hye Jung dan bertanya kapan pacar Hye Jung akan datang, karena sampai sekarang belum tiba juga. Ia menebak apa dia meniup balon dulu. Hye JUng menebak pacarnya belum datang mungkin juga karena lilin di atas kue yang tak bisa menyala. Ia meminta temannya ini pura-pura tak tahu kalau pacarnya nanti benar-benar akan melamarnya.
Pacar Hye JUng pun datang dan benar saja, pria itu datang sambil membawa sesuatu yang dihiasi dengan berbagai macam balon. Hahahaha. Hye JUng melongo melihat halyang mereka pikirkan benar-benar terjadi. Karena sulit mendorong troli yang membawa kue pria itu membopong trolinya hahaha.

Ji Won dan teman yang satunya berusaha menahan tawa. Tapi Hye Jung yang akan dilamar menampilkan ekspresi takjub dan terharu walaupun ia sudah bisa menebaknya hahaha. Ia pun berakting seterkejut mungkin. Ji Won dan teman yang satunya pun begitu, pura-pura terkejut dengan kejutan lamaran untuk Hye Jung.
Ji Won mengambil foto temannya yang dilamar hahahaha.

Suara Ji Won : “Kita pergi dengan orang lain untuk cinta, tapi pernikahan bukan sekedar tentang cinta. Ketika cinta mekar lewat suatu hubungan dan berproses pada suatu sistem tanggung jawab yang disebut pernikahan, tapi Wanita.... mereka membutuhkan suatu bukti. Seumur hidup terlalu lama untuk hidup berdasarkan cinta. Hidup selalu berbatu.”

Ji Won menerima sms dari seseorang yang ia sebut ‘suamiku’.

-Aku selesai dalam 30 menit- Bunyi sms yang diterima Ji Won.
Disebuah bar Han Seung Wook (Song Jong Ho) dan temannya, Manajer Kim sedang menjamu calon nasabah asuransi di bar ditemani wanita-wanita. Mereka minum bersama. Pia itu berkata kalau Manajer Kim bilang kalau Seung Wook sudah membawa formulir perencanaan asuransi. Seung Wook melirik ke temannya, Manajer Kim mengerti dan menyerahkan formulir yang dimaksud melalui bawah meja. Seung Wook kemudian menjelaskan semuanya tentang asuransi secara singkat, bahkan ketika pria itu ingin melihat formulir Seung Wook malah menawarkan pria itu minum. Hahaha.
Seung Wook berada di toilet bersama manajer kim. Ia memberikan sesuatu hmm apa ya, mungkin seperti obat penghilang mabuk. Seung wook menyuruh manajer kim menyiapkan fax salinan kontrak perpanjangan dan perencanaan. Manajer Kim menawarkan akan mengatar Seung Wook pulang, tapi Seung Wook menolak karena ia punya supir hehehe.
Han Seung Wook ternyata pacarnya Kim Ji Won. Seung Wook pulang bersama Ji Won. Ji Won yang mengendarai mobil heran melihat Seung Wook yang sedikit mabuk, “apa kau tak mau melihatku?”
Seung Woo mendekatkan wajahnya untuk melihat Ji Won dengan mata sedikit terpejam, “Berat badanmu turun banyak sekali.” sahut Seung Wook kemudian merebahkan tubuhnya lagi karena sedikit mabuk.

Ji Won kesal, “Maksudku kita tak bertemu dalam beberapa hari. Tapi, kau bilang aku cantik meskipun aku gemuk.”

“Aku tak pernah bilang kau cantik.” ucap Seung Woo. “Kubilng tak ada yang salah denganmu.” sahutnya sambil mencubit pipi Ji Won. (hahaha)

Ji Won yang sedikit kesal meminta Seung Wook jangan berusaha mengalihkan pembicaraan seperti itu.
Ji Won mengingatkan waktu itu ia sudah bertanya kenapa Seung Wook menikahinya. Bukannya menjawab Seung Wook malah minta maaf, kalau ini semua salahnya. Dan itu membuat Ji Won semakin kesal dan mencubiti Seung Wook. hahahaha,

Seung Wook bangun dan membuka matanya, “Jadi apa kau ingin tahu kenapa aku mau menikahimu? Kenapa malam kita sebut malam?” tanya Seung Wook.

Ji Won heran, “Ya karena malam.”

Seung Wook tersenyum, “Lha itu kau tahu.” Ia pun kembali memajamkan matanya membuat Ji Won semakin kesal. Ji Won ingin Seung Wook mengatakannya dengan benar, lebih meyakinkan, lebih emosional.

Seung Wook pun bisa menebak pasti ada sesuatu, “Apa ini tentang Hye Jung? Apa dia menikahi pecundang yang sukses?” Ji Won heran kenapa Seung Woo malah membicarakan temannya. Seung Wook pun bisa menebak kalau Ji Won pasti sedang iri pada Hye Jung.
Tiba-tiba Ji Won melihat sesuatu di depan, polisi. Tes pernafasan diakhir pekan yang me-razia mengemudi mobil mabuk gitu. Tapi Seung Wook cuek karena ia yang sedikit mabuk sedang tak mengemudi. Tapi ia kemudian terkejut, apa Ji Won juga sedikit mabuk. Ji Won berkata kalau ia tak bisa memberi selamat pada temannya hanya dengan meminum air biasa. Seung Wook pun jadi kesal dan mencubiti pipi Ji Won hahaha. Ji Won jadi cemas, ia malah menyalahkan Seung Wook.
Dan ketika mobil mereka berhenti di depan polisi, Ji Won menutup mulut dengan tangan tak mau meniup untuk tes pernafasan. Seung Wook yang sedikit mabuk menyuruh Ji Won untuk meniup benda itu karena bagaimana pun mereka akan ketahuan kalau mengemudi dalam keadaan mabuk. Tapi Ji Won tak mau hingga membuat pak polisi hilang kesabaran.
Seung Wook mengambil alat itu dan meminta Ji Won meniupnya. Tapi Ji Won tak mau karena Seung Wook belum menjawab pertanyaannya, “Kenapa kau mau menikah denganku? Katakan. Cepat jawab!” ucap Ji Won dengan nada tinggi.

Seung Wook mengembalikan alat itu pada polisi, Pak polisi jadi serba salah juga karena melihat pasangan ini bertengkar. Seung Wook tak menjawab pertanyaan Ji Won, ia kembali menyandarkan kepalanya ke kaca dan mencoba memejamkan matanya membuat Ji Won kesal bukan main dan menghentakan kepalanya ke setir dan membuat klakson bunyi. Seung Wook pun tersingkap kaget. Hahahaha

(Lucu lihat Song Jong Ho disini)
Keduanya sampai di rumah Seung Wook. Seung Wook mengambil tonik (susu kambing gitu) dari dalam kulkas dan meminumnya. Ia menilai kalau Ji Won sungguh bodoh, kenapa menyetir kalau Ji Won sedang mabuk. Ji Won berkata kalau polisi hanya memberi mereka peringatan jadi Seung Wook tak perlu ngomel-ngomel begitu. Tapi kemudian Ji Won menyadari sesuatu yang Seung Wook ucapkan padanya, bodoh? Seung Wook berkata kalau ia tetap akan menikahi Ji Won meskipun Ji Won bodoh jadi jangan khawatir.

Ji Won melihat kamar Seung Wook yang berantakan, ia pun ngomel-ngomel. Bukankah ia sudah bilang simpan kaos kaki dengan benar.
Ji Won melihat sesuatu di keranjang tempat sampah (embeeekkkk-suara kambing hahahah), kambing hitam lagi?

Seung Wook berkata kalau ia tak bisa melakukan dua pekerjaan tanpa minum itu. Karena itu bagus untuk tubuhnya. Tapi Ji Won tak suka dengan bau-nya yang membuatnya ingin muntah.
Ji Won pun ingin Seung Wook memilih, “aku atau kambing hitam? Aku tak bisa hidup di rumah yang sama dengan ini.”

Seung Wook yang sudah membaringkan tubuhnya di tempat tidur tampak berfikir. Benarkah?

Ji Won jengkel, “kau mau mati ya?” Ucapnya sambil mengacungkan kepalan.
Seung Wook menunjukkan perabotan yang ada di kamar, yang warna perabotannya itu terlalu cewek banget. “Orang akan salah paham dan mengira aku tak normal. Lebih baik kita buang saja persoalan cantik ini.”

Ji Won berkata kalau orang-orang yang saling mencintai berakhir dengan petengkaran karena persoalan cantik. Kita harus berusaha untuk saling membiasakan diri. Ji Won membereskan baju Seung Wook yang ada di tempat tidur. Seung Wook akan memprotes tapi tak jadi ia ucapkan.
Ji Won sangat penasaran apa Seung wook ingin hidup dengan wanita lain. Apa Seung Wook ingin ia memberikan kesempatan itu. Seung Wook tersenyum semangat, apa benar begitu? (Hahaha) Ji Won pun langsung akan memukul tapi Seung Wook segera menghindar. Seung Wook pun menggerutu kalau Ji Won sama sekali belum berubah sejak 6 tahun terakhir.
Ji won pun mengerutu karena marah-marah pada Seung Wook itu membuatnya lapar. Seung Wook berkata bukankah ia sudah meminta Ji Won makan, “Lupakan tentang gaunnya. Pria tak suka wanita berpakaian lengkap. Mereka lebih memilih yang telanjang.” (wakakakaka)

Seung Wook tersenyum nakal dan meminta Ji Won mendekat. Ji Won tambah kesal, ia pun pamit pulang. Seung Wook meminta Ji Won menginap saja di tempatnya. Tapi Ji Won tak mau, “Kau memintaku menginap karena kau tak mau repot-repot mengantarku pulang kan.”

Seung Wook tak membantah. Tapi ia kembali berkata meminta Ji Won menginap. Ji Won yang kesal melempar sesuatu ke arah Seung Wook, “ah dasar kau, kenapa kau mau menikah denganku?” tanya Ji Won lagi. “Apa kau merasa kasihan karana aku sudah tua?”

Seung Wook tak menjawab dan mengeluh kalau ia lelah sekali. Ia pun bersembunyi dibalik selimutnya.
Sampai di rumahnya, Ji Won heran melihat barang-barang di kardus. Ia bertanya pada ibunya apa ibunya protes karena ia memakai uang sewa untuk pernikahannya. Ibu menyindir melihat Ji Won cemas seperti itu ia mengira kalau Ji Won ini benar-benar akan menikah. Bukankah kamar ini akan kosong begitu Ji Won pindah.

Ji Won heran kenapa ibunya sudah melakukan itu, ia masih punya waktu 3 bulan untuk tetap tinggal di rumah ini. Ibu berkata kalau ia ingin mulai beres-beres lebih awal. Ia sudah membersihkan beranda dan menemukan barang-barang almarhum ayah Ji Won.
Ibu memberikan buku rekening ayah Ji Won untuk Ji Won. Ibu berkata kalau tabungan di rekening itu tak mendapatkan banyak bunga, ia harap Ji Won menggunakan uang itu untuk menyiapkan pernikahan. Ia harap Ji Won tak marah karena ayah Ji Won tak bisa menggandeng tangan Ji Won di pernikahan nanti.

Terdengar suara kalau Ji Young, adik Ji Won baru saja pulang. Ibu marah karena putri bungsunya terlambat, ia keluar dari kamar Ji Won dan segera mengomeli anak bungsunya.
Ji Won menemukan bola kaca yang didalamnya ada boneka sinterklas di kardus yang ibunya bereskan. Itu milik ayahnya. Ia mengocok bola itu dan salju di dalam bola itu terlihat sangat cantik berada di sekeliling sinterklas. Ji Won menatap sedih foto ayahnya.
Di tempat kerjanya, Ji Won bicara di telp dengan Hye Jung tentang Iluso Wedding (wedding organizer gitu) Hye Jung yang terkejut menilai apa yang Ji Won lakukan hebat, karena ia bahkan tak bisa memesan konsultan pernikahan sama sekali, bukankah tempat itu sangat mahal. Ji Won berkata kalau ia tak bilang ia akan memesan tempat pernikahan disana. Ia hanya ingin mampir dan melihat-lihat.
Ketika sedang bicara dengan Hye Jung, Seung Woo menelepon Ji Won. Ji Won pun menyudahi obrolan dengan temannya itu. Gangnam Iluso wedding jam 12. JI Won dan Seung Wook ternyata janjian akan datang ke tempat itu.

Tapi Seung wook sangat sibuk di kantornya dan berkata kalau ia akan memberikan Ji Won pilihan, “Pria yang ada di sampingmu hari ini atau insentif di rekening bankmu.”

Manajar Kim memanggil Seung Wook untuk segera pergi. Seung Wook bicara pelan agar Manajer Kim segera menyiapkan mobil. Ji Won yang mendengar suara pelan Seung Wook marah, bukankah ia bilang kalau hari ini Seung Wook harus mengambil cuti kerja. Mendengar suara cerewet Ji Won, Seung Wook melepas headset-nya hahaha. Ia jadi bingung. Ia pun bergegas ke suatu tempat.
Ji Won sampai di Iluso Wedding sendirian. Seorang petugas parkir membukakan pintu mobil dan bersikap ramah pada Ji Won. Ia yang akan memarkirkan mobilnya.
Di dalam gedung Iluso, Ji Won berkonsultasi atau lebih tepatnya bertanya mengenai paket pernikahan di tempat itu. Ia terkejut, bukan paket spesial tapi paket dibawahnya saja. Pegawai mengatakan kalau paket spesial itulah paket paling dasar di Iluso. Karena diatas paket itu ada royal spesial, kemudian VIP dan VVIP.

“Oh, jadi spesial itu yang terendah ya?” Sahut Ji Won.

Pegawai itu tanya paket mana yang Ji Won sukai. Ji Won menarik nafas dan menunjuk sebuah paket, kalau begitu paket VVIP.
Pegawai itu terkejut, apa anda yakin?

Ji won tersenyum berkata kalau uang itu hal yang termudah di dunia ini.
Tapi itu hanya khayalan Ji Won saja karena sedari tadi pegawai Iluso memanggil-manggil Jiwon yang tersenyum-senyum geje hahaha. Jiwon yang menyadari itu langsung terdiam kaku. hahaha

Pegawai itu kembali bertanya. Jiwon bingung menjawabnya, ia pun mengatakan kalau ia tak bisa memutuskan hal ini sendiri.

Ji won yang akan pergi berbalik lagi bertanya, apa boleh ia mencicil biayanya. Pegawai Iluso melongo kaget hahahaha.
Ji won berada di depan sebuah ruangan yang di dalamnya ada gaun pengantin indah. Ji won pun mencoba memakai gaun itu dibantu pegawai Iluso. Terdengar suara Ji won yang terbatuk-batuk menahan nafas (Ji won terlalu gemuk begitu hahaha)
Pegawai mengatakan kalau gaun ini hanya di import 1 saja di Korea ini, itu sebabnya ukurannya pun ukuran model yang langsing hehehe. Tapi ia memuji Ji won terlihat sangat cantik mengenakan gaun itu, ia melihat kalau Ji won memiliki bentuk tubuh seperti orang Eropa, Ji won tak perlu menggunakan bantalan dada. hahaha

“Jika anda menikah di Iluso anda akan mendapatkan diskon 10%.”

Ji won tertarik mendengar diskon.

“10.800 dollar.”
“10rb dolar?” Ji won kaget. Ji won berkata kalau ia hanya mau menyewa gaun bukan membelinya. Pegawai tertawa dan mengatakan kalau itu biaya sewanya.
Tirai dibuka dan tampaklah seorang pria tampan masuk ke ruangan itu. Pria itu terpesona pada kecantikan Ji won. Ji won jadi tak enak dilihat seperti itu. Ia ingin segera ganti pakaian. Tapi pegawai meminta Ji won menahan sebentar karena ada yang harus ia rapikan.

Pria itu terua tersenyum menatap Ji won. “Kau terlihat sangat cantik!” puji pria itu. Ji won yang terlihat canggung dan malu mengucapkan berterima kasih.
“Kim Ji won-ssi?” sebut pria itu yang ternyata kenal dengan Ji won.

Ji won tentu saja kaget, “siapa ya?”

Pria itu tersenyum lebar karena tak salah mengenali orang, “Lama tak bertemu!”

“Kau...” Ji won pun mengenali pria itu.

Siapa pria itu? Pria itu bernama Lee Joon Ki.

Flashback
Ketika masih di bangku kuliah, Joon Ki adalah juniornya Ji Won. Lee Joon Ki memberikan surat cinta pada Ji won. Ji won tertawa membaca surat cinta dari Joon ki.

-Aku ingin menjadi tempat tidur di kamarmu untuk sehari saja-

Joon Ki yang ada di depan Ji won terdiam penuh harap cintanya akan diterima. Ji won heran kenapa harus diumpamakan seperti perabotan.

Joon Ki meralat, “Noona, bukan itu maksudnya.”

Ji won tahu itu, ia menilai kalau Joon Ki ini lumayan, “kau tampan, keren, tapi....”
“Tapi aku terlalu muda.” Joon Ki menyela. Ia sadar kalau usianya lebih muda dari Ji won, “tapi hatiku tidak muda.” (hahaha)
Tepat saat itu Han Seung Wook datang. Ji won heran kenapa Seung Wook datang. Seung Wook bertanya apa Ji won sudah mulai berselingkuh darinya dengan anak ingusan ini. Dia bilang apa untuk merayu? Siapa namamu? tanya Seung Wook pada Joon Ki.

Joon Ki berusaha tak terlihat seperti anak kecil, ia berusaha melawan Seung Woo, “bagaimana denganmu?”
Seung Wook mengatakan namanya, begitupun Joon Ki mengatakan namanya juga.

Fashback end
Ji won di kafe bersama Joon Ki. Joon Ki penasaran kenapa Ji Won berada di Iluso, “Noona apa ini pernikahan keduamu?” tebak Joon Ki.

Ji won herana apa Joon ki pikir ia akan menikah lagi. “Apa aku sudah setua itu?” Ji won menyentuh wajah dengan kedua tangannya.

Joon ki tersenyum, bukan begitu maksudnya, “kau bilang kau akan menikahi pria itu. Itu lho 6 tahun yang lalu.”

Ji won berkata kalau ini pernikahan pertama dan masih dengan orang yang sama. Bagaimana bisa Joon ki bertanya kalau ini pernikahan yang kedua, “Bukankah kau pernah menyukaiku?”

Joon Ki merasa kaau seharusnya ia tak bertanya, tapi ia penasaran dan mengaku kalau ia memang menyukai JI Won. Ji won berkata kalau ia akan bersikap baik karena Joon ki tampan.

Joon ki bertanya apa Ji won akan menikah disana (Iluso). Ji won menjawab tidak, ia kesana hanya konsultasi saja. Ia mengira kalau dirinya tak akan menikah di tempat itu, karena itu tidak mungkin.

Joon ki memuji kalau tadi Ji won terlihat cantik. Ji won sedikit canggung, “ya itu tadi karena bajunya lebih cantik dari aku.”
Ji won ingin tahu apa pekerjaan Joon ki sekarang. Joon ki bingung mengatakannya. Ia pun mengaku kalau dirinya bekerja di Iluso. Ji won penasaran bekerja sebagai apa. Ji won pun ingat dengan pria yang memarkirkan mobilnya. Ia pun menebak kalau pekerjaan Joon ki seperti itu.

Ji won memuji kalau Joon ki bekerja untuk menghidupi diri, ia bangga pada Joon ki. Ji won bicara pelan mendekat, “tapi aku menyadari jika mereka (iluso) memilih orang karena tampangnya bukan karena kemampuan menyetirnya. Hatiku berdebar selama 3 detik tadi.” Joon ki tertawa, ia juga begitu.
Dalam perjalanan pulang dari Iluso, Ji won memuji kalau Joon ki sudah tumbuh dengan baik. Ia melihat foto dirinya bersama Seung wook yang terpasang di mobilnya, ia merasa kalau Seung wook juga dulu pernah seperti itu.

Flashback
Seung Wook tiduran dipangkuan Ji won. Ji won menyuapi Seung wook es krim. Seung wook berkata kalau mereka membutuhkan waktu 3 atau 4 tahun untuk belajar di luar negeri dan ia tak bisa hidup selama itu tanpa Ji won. Ji won menebak pasti orang tua mereka tidak tahu.

Seung wook bangun dan berkata kalau mungkin ini lebih buruk dari pada mendapatkan beberapa pukulan. Ji won membenarkan dan meminta Seung wook tak perlu khawatir karena ia akan ada di samping Seung wook dan mendapatkan pukulan juga. Seung wook gemes dan mencubit pipi Ji won.

Flashback end
Ji won makan siang bersama Seung wook. Sambil makan Seung wook tanya apa Jiwon tidak makan, karena makanannya hanya diaduk-aduk saja. Ji won tak suka makan tiram ataupun rumput laut, bukankah Seung wook tahu itu. Seung wook berkata kalau beberapa orang tak mampu makan makanan seperti ini, jadi Ji won makan saja karena bersyukur masih bisa makan sup rumput laut. Ditambah lagi makanan ini bagus untuk wanita.

Seung wook bertanya apa yang mereka katakan di gedung pernikahan. Ji won yang agak kesal berkata, agar menikah disana mereka bilang merekalah yang terbaik.
“Apa kita membutuhkan yang terbaik?” tanya Seung wook.

“Ya tidak juga.” jawab Ji won. Ji won menyindir, “Pria yang akan kunikahi bahkan tak tahu kenapa dia mau menikahiku.”

Seung wook meminta Ji won jangan memulai lagi membahas itu.

Ji won kemudian mengatakan kalau di Iluso ia mencoba sebuah gaun. Seung wook tanya seberapa mahal gaun itu hingga membuat Ji won ragu. Ji won berkata kalau harga sewa gaun itu 10.800 dollar.
“Apa? 10.800 dolar?” Seung wook kaget hingga makanan yang ada di mulunya muncrat semua mengenai Ji won hahaha

“Apa kau akan hidup dengan pakaian itu?” omel Seung wook.

Ji won berkata kalau gaunnya luar biasa cantik. “Mereka bilang gaunnya cocok untuku. Apa kau mau memberikannya?”

Seung wook merasa dari pada untuk menyewa gaun lebih baik ia memberikan uang itu langsung pada Jiwon. Ia sama sekali tak mengerti dengan sistem pernikahan.
Ji won kemudian mengeluarkan kertas untuk mencatat perabotan rumah yang akan diganti. Haruskah lemari pakaiannya diganti, karena ia tak bisa memutuskan itu sendiri. Ia ingin tahu sudah berapa lama Seung wook memiliki lemari es yang ada di rumah. Seung wook menjawab itu sekitar 4 atau 5 tahun. Ji won menandai kalau lemari es itu harus diganti.

Ji won kemudian bertanya tempat tidur. Seung wook berkata kalau tempat tidurnya belum satu tahun, ia sudah menggantinya menjadi ukuran queen ketika berencana menikah. Tapi Ji won langsung menandai kalau ia akan menggantinya menjadi ukuran king.
Seung wook tersenyum menatap Ji won, “ada sesuatu yang berumur 6 tahun.”

“Ah buang saja. Apa itu?” tanya Ji won.
“Kau kau kau...” ucap Seung wook sambil mendorong kepala Ji won beberapa kali wakakakaka

“Apa?” Ji won kesal.
Seung wook meminta Ji won jangan merengek untuk barang-barang baru. “Aku sudah terbiasa dan akan hidup denganmu. Aku tak mau pernikahan menjadi masalah besar. Kita mengalir saja seperti ketika kita pacaran.”

Seung wook langsung terdiam begitu melihat tatapan tajam Ji won. Ia pun langsung segera meralat ucapannya.... maksudku..

“Mengalir saja... seperti menempel di lidah.” Ji won tak sependapat.

Seung wook berkata tentu saja bukan seperti itu.

“Menempel di hati? Kapan hati itu akan kau tunjukan padaku? Berapa lama kau berencana untuk hidup?” tuntut Ji won.
Seung wook menjawab santai, “Hanya sehari lebih lama darimu. Itu motto hidupku sampai aku mati.” ucapnya sambil menunjukan botol yang isinya mungkin vitamin.
Ji won pamit pergi lebih dulu karena ia harus menyiapkan banyak hal. Seung wook heran kenapa banyak sekali persiapan, “kita mengalir saja...”

Mendengar itu Ji won langsung marah, “apa aku akan menikah sendirian? Apa kau ini mempelai prianya?”

Seung wook langsung diam mendengar omelan Ji won. Ia tak enak karena mereka berada di tempat umum dan diperhatikan orang.
Disebuah apartmen mewah dimana Lee Joon Ki tinggal. Ia mengingat kenangannya bersama Ji won dulu.

Flashback
Ji won yang duduk di ayunan menutup mata atas permintaan Joon ki. Karena sudah tak sabar Ji won pun membuka penutup matanya. Dan ketika ia membuka mata, Ji won kaget melihat apa yang sudah disiapkan Joon ki untuknya.
Ji won tertawa melihat Joon ki diantara lilin yang membentuk tanda love. Tak lupa Joon ki pun membawa boneka dan kalung untuk melamar Ji won. Ji won yang terus tertawa bertanya apa ini.

“Noona,” Joon ki menyodorkan kalung yang dibawanya, “Menikahlah denganku!”

“Apa?” Ji won terkejut dengan lamaran Joon ki.
Joon ki berjanji kalau ia akan membuat Ji won bahagia. Ji won heran bukankah Joon ki bilang kalau Joon ki itu populer kenapa malah melamar dirinya. Ia akan mundur, lebih baik untuk wanita lain saja.

Joon ki berusaha sebaik mungkin mengeluarkan ucapan manis walaupun terkesan kaku. “Kau mengingatkanku pada bayi. Kupikir aku satu-satunya untukmu.”

Ji won kembali tertawa, “kalau aku bayi, lalu kau ini apa?”

“Aku anak satu-satunya di keluargaku.” ucap Joon ki tegas. “Keluargaku sangat kaya, aku akan mewarisi semuanya.”

“Kau ini seberapa kaya?” tanya Ji won.
Joon ki semakin semangat dan duduk di ayunan sebelah Ji won, “Yang kumiliki hanyalah uang.”

Ji won heran, “Yang kau miliki hanya uang? Lalu kenapa? Aku akan senang menerima hal-hal seperti itu. Tapi aku tak akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini.”

Joon ki terdiam Ji won menolak lamarannya. Ji won menyuruh Joon ki segera pergi sebelum ia benar-benar mengambil apa yang Joon ki bawa. “Bayi pergi dulu ya!” Ji won pamit.

Tapi sebelum pergi Ji won mengambil boneka yang ada di pelukan Joon ki.

Flashback end
Joon ki tersenyum mengingat kenangan lamarannya terhadap Ji won dulu.

Komentar :

Saya melihat sisi yang lain dari akting Song Jong Ho. Dia biasanya mendapatkan peran dingin tapi disini sedikit fun, saya suka. Dan akhirnya saya pun melihat dia sebagai Lead Male hehehe.

Back to drama, Kim Ji Won ini merupakan penggambaran wanita masa kini yang ingin pernikahannya sempurna. Sementara Seung Wook kebalikannya, dia cowok cuek, ngapain sih ribet2 yang penting sah. Mungkin gitu pemikirannya, tapi tidak bagi Ji Won hehehe. Walaupun dia pengen pernikahan yang indah tapi dia tidak tergoda dengan pria kaya lho hahaha.

Sementara Ji won kesana kemari mempersiapkan pernikahan yang 3 bulan lagi, ia pun bertemu kembali dengan seseorang yang menyukainya sedari dulu. Orang itu hanya ia anggap sebagai adik saja.

Lalu bagaimana dengan persiapan pernikahan Ji won dan Seung wook setelah kehadiran Joon ki, akankah keduanya tetap menikah atau mungkin batal. Kenapa juga Seung wook tidak mau mengatakan alasan dirinya akan menikahi Ji won. Sulitkah bagi Seung wook untuk mengatakan 'Aku menikahimu karena aku mencitaimu' hehehehe. 

10 comments:

  1. Part selanjutnya di tunggu mba
    Kya nya seru

    ReplyDelete
  2. YAAAAAAAAAAAAY
    kenapa saya kelewatan download yang ini ya?padahal yang main song jong ho! jadi lead male pula ahahaha
    btw, thanks a lot udah comeback sama drama special ini mbak xD

    ReplyDelete
  3. Mbak Anis... ditunggu part 2 nya..
    Jangan lama-lama ya..
    Terima kasih...

    ReplyDelete
  4. yg jadi joon ki yg jadi LM di her high heels yah ??????

    ReplyDelete
  5. What? Song Jong Ho,sukaaa deh :) Disini ceritanya ringan2 saja ya.Oya mbak,kalo gitu ini drama kedua Song Jong Ho jd LM mbak,yg pertama ada drama spesial "Spoonbill Flies" bkn drama seri,satu kali main juga sama kayak ini.Produksi tahun 2012.

    _Sari_

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sari : ini Special buat dirimu hahahaha

      Delete
  6. Akhirnya mbak anisshuchie turun gunung jg haha,,, lanjut ya, mbak.

    Ditunggu part 2 nya.

    *irma di Jkt @irmaleoizma

    ReplyDelete
  7. Hahahahaha...sbnrnya dh nton wktu itu, pas bca judulnya lgsg ingat filmnya...crtanya ringan, kaget jga wktu LM nya SJH ( suer wktu ntn filmya ga yakin )...tp happyly ever after koq....:), ttp diljt ya mba part 2 n 3 nya..

    ReplyDelete
  8. Gomawo anis dah rekap drama ini.
    Lumayan menghibur di tengah drama yg lg airing sekarang, berat semua (dr smua sinopsis yg ita baca) ;)
    Kalo ita yg jd ji won pasti dah bilang " seung wook ngeselin!"
    Tapi mang ada tipe cowok kaya gini, ga romantis. Buat mereka, dah berani nikah dan mau bertanggungjawab atas seseorang itu dah romantis. Tapi.. mungkin bener juga daripada cowok yg bentar2 bilang I love you, n dah pacaran bertahun2 tapi ga berani nikah, hayoo pilih yg mana??
    tapi ntar diceritain ga nis, kenapa seung wook nikah ma ji won pdhal ga pernah bilang I love you?..
    Jadi kepanjangan komennya. Ga pa pa ya :)

    Ita

    Ita

    ReplyDelete
  9. miss u much,,,,ahir ny anis come back lg
    lama bgt teh anis ga update tulisan
    blom baca tp pengen say hai dlu ama teh anis,,, HAI ,,,, hehe
    pokony seneng bgt deh ahir ny anis nulis lg

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...