Friday, 5 December 2014

Sinopsis Mr Back Episode 7 Part 2

Woo Young bingung akan kebenaran tentang pegawai magang jadi dipecat atau tidak. Ini membuatnya gugup. Ha Soo mengatakan kalau Direktur Choi Dae Han bilang padanya akan menangani masalah ini, jadi kita percayakan saja pada Dae Han. Tapi Woo Young tak percaya Dae Han akan mampu mengurus itu karena Dae Han sendiri adalam pembuat masalah yang tak mampu mengurus diri sendiri.

Ha Soo terkejut begitu mengetahui di dalam tasnya ada kalung Dae Han yang selama ini ia cari. Ia heran bagaimana kalung ini bisa ada di dalam tasnya.
Di parkiran, Shin Hyung dan Sekretaris Sung melihat Dae Han pergi dengan teman-temannya. Shin Hyung kesal karena Dae Han bisanya hanya bersenang-senang dengan temannya padahal situasi perusahaan sedang gawat.
Dae Han pergi minum-minum bersama teman-temannya. Mereka ditemani beberapa wanita namun Dae Han mengabaikan wanita disebelahnya hingga membuat wanita itu kesal. Ia terus saja minum sementara teman-temannya berkaraoke.
Dae Han teringat ucapan Ji Yoon yang tak percaya ia akan membantu para pegawai yang akan dipecat karena menurut Ji Yoon tak ada hal apapun yang bisa Dae Han lakukan.

Wanita di samping Dae Han tanya apa Dae Han terganggu karena kemunculan saudara tiri Dae Han yang entah dari mana asalnya itu. Dae Han tak menanggapinya.
Pintu ruangan dibuka, Shin Hyung yang datang. Semuanya berhenti berkaraoke begitu Shin Hyung datang. Dae Han mendongakkan wajahnya dan melihat Shin Hyung berdiri di depannya dengan tatapan marah.

Shin Hyung membentak apa sekarang waktunya Dae Han bersenang-senang dan minum-minum ditempat seperti ini. Dae Han tertawa memangnya apa peduli Shin Hyung.

Teman Dae Han mengenali Shin Hyung sebagai kakak Dae Han yang banyak dibicarakan orang-orang. Teman-teman Dae Han mengajak Shin Hyung bergabung dengan mereka. Shin Hyung tak sudi, ia jelas saja menolak ajakan itu. Dae Han meminta teman-temannya tak usah pedulikan Shin Hyung lebih baik lanjutkan saja senang-senang ini.

Dae Han berjalan diatas meja menghampiri Shin Hyung. Ia meminta Shin Hyung keluar bersamanya.
Dae Han tertawa, ia tak mengerti bagaimana mungkin Shin Hyung begitu mirip dengan almarhum ayah, bukankah Shin Hyung tak pernah hidup serumah bersama ayah. Ternyata yang namanya garis keturunan itu sangat kuat. Shin Hyung mengumpat marah.

Dae Han tanya apa Shin Hyung sekarang akan bertindak sebagai seorang kakak, kelihatannya Shin Hyung ingin mencoba merubahnya. Ia meminta Shin Hyung tak perlu melakukan itu, karena dulu ayah juga mencobanya dan dia menyerah melakukan itu. “Jika kau menjelek-jelekan aku pada Eun Ha Soo seperti itu, bukankah itu curang?”

Shin Hyung : “Curang? Apa memiliki perasaan terhadap seseorang itu semacam permainan untukmu?”
Dae Han tak tahu apa yang Shin Hyung dengar dari almarhum ayah. Ia mengatakan ada seorang gadis itu dari masa lalunya saat mengalami kecelakaan mobil. Ia pergi membawa uang ayah karena ia merasa kasihan pada gadis itu.

Shin Hyung tak mengerti apa maksudnya.

Dae Han kembali ke dalam ruangan dan keluar tak lama kemudian sambil menggandeng seorang wanita. “Lihat dia, apa dia terlihat seperti seseorang yang nekat berdiri di depan mobil mencoba memenangkan hatiku? Tidak, kan? Dia gadis itu.” Wanita itu kesal, apa sih yang Dae Han bicarakan. Ia kembali ke dalam ruangan.
Shin hyung : “Lalu, apa dulu kau berbohong untuk mendapatkan uang sebanyak itu?”

Dae Han tersenyum dan itu membuat Shin Hyung marah, “Bagaimana mungkin kau jatuh pada seorang wanita seperti itu yang mengambil uang ayahmu yang susah payah dia dapatkan?”

De Han : “Tapi dia seorang gadis yang membuatkanku sup rumput laut pada hari ulang tahunku setelah ibuku meninggal. Ayahku bahkan tak ingat ulang tahunku.”

Shin Hyung terkejut, ia tertunduk tak bisa menatap Dae Han. Dae Han berkata kalau ia melakukan itu karena ia berterima kasih pada wanita itu dan ia juga melakukan itu karena ia membenci ayahnya.
Shin Hyung menilai Dae Han seorang anak yang belum dewasa. Dae Han berharap Shin Hyung tak memberi tahu Ha Soo tentang apa yang Shin Hyung dengar tentang dirinya dari ayah karena semua itu akan menjadi lebih baik.

Shin Hyung menatap tajam Dae Han, “Kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnaya? Bahkan tak mengatakannya sama sekali.” Bentak Shin Hyung.

Dae Han menatap Shin Hyung dengan tatapan tenang, “itu karena dia tak akan pernah percaya padaku. Bahkan tidak sama sekali.”

Shin Hyung terdiam kaget.

(Huwaaaaa ini Shin Hyung (Choi Go Bong) akhirnya sedikit demi sedikit tahu isi hati anaknya)
Ha Soo melihat Shin Hyung duduk di tangga di depan rumahnya. Ia berjalan pelan dan mangagetkan Shin Hyung yang melamun. Ia menanyaan apa yang Shin Hyung lakukan disini, Shin Hyung tidak diusir dari rumah lagi kan. Shin Hyung berkata orang-orang mungkin berpikir kalau ia ditendang keluar dari rumah.

Ha Soo tersenyum berkata itu karena Shin Hyung dan Dae Han kelihatan selalu bertengkar jika bertemu. Shin Hyung menyahut itu karena Dae Han tak mau mendengarkannya.
Ha Soo : “Bisakah kau membayangkan betapa sedihnya almarhum Presdir choi melihat kalian berdua bertengkar seperti itu?”

Shin Hyung : “Seberapa besar dia membenci almarhum ayahnya, apa sebesar itu juga dia membenciku? Aku bisa mempercayai itu.”

Ha Soo merasa Dae Han pasti membutuhkan waktu untuk menerima semuanya. Setelah dia selesai membenci almarhum ayahnya, dia akan mulai merindukannya.

Shin Hyung bertanya lirih, “Benarkah dia akan seperti itu?”
Ha Soo tersenyum, “apa kau tahu apa yang ayahku suka saat aku masih SD? Aku ingin memakai pakaian yang bagus tapi ayah membuatkanku pakaian dari sisa bahan daripada membelikanku yang baru. Aku sangat malu pergi ke sekolah dengan baju seperti itu. Aku benar-benar membenci ayahku pada saat itu. Tapi aku menemukan kenangan yang sangat berharga sekarang.”

Shin Hyung terdiam mendengarkan cerita Ha Soo. Ha Soo menyadari situasinya berbeda dengan apa yang Dae Han alami. Shin Hyung berterima kasih pada Ha Soo karena sudah berbagi kisah dengannya.
Shin Hyung meminta Ha Soo segera masuk karena malam semakin dingin. Ha Soo melihat syal yang dikenakan Shin Hyung tak tertata rapi, ia pun merapikannya. Ia ingin Shin Hyung memakai beberapa lapis pakaian lagi biar hangat.
Ha Soo melihat Shin Hyung yang berlalu, ia terus menatap punggung Shin Hyung yang semakin menjauh. Ia berdiri naik di pagar untuk terus melihat Shin Hyung. Ia ingin terus melihatnya. Perasaannya tak nyaman begitu ia berpisah dengan Shin Hyung.
“Koong koong da. Koong koong da.” ucapnya pelan sambil memukul dadanya. Ha Soo heran dengan dirinya, “apa yang terjadi denganku?” Kenapa ia ingin terus melihat dan bersama Shin Hyung.
Ha Soo naik lagi ke pagar agar bisa melihat Shin Hyung yang berjalan semakin menjauh. karena terlalu semakin maju, “woaaaaa...” ia berteriak dan hampir saja terjatuh karena hilang keseimbangan, untung ia bisa menguasai badannya agar tak jatuh. Untung saja Shin Hyung tak mendengarnya.

Ha Soo tersenyum malu melambaikan tangan untuk Shin Hyung. Ada bintang jatuh di atas sana.
Choi Mi Hye ada di Gold House, ia beralasan ingin menemui Dae Han. Namun Shin Hyung mencegatnya dan berkata ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Mi Hye.
Shin Hyung berkata kalau Mi Hye sudah melaksanakan rencana Mi Hye malam itu dengan menendangnya keluar dari rumah. Sejak saat itu ia banyak belajar dan juga menyadari banyak hal. Mi Hye tanya sebenarnya apa yang ingin Shin Hyung bicarakan dengannya.

Shin Hyung berkata kalau ia mengatakan ini sebagai bagian dari keluarga Choi. Yang akan ia katakan ini adalah tentang Direkur Jung Yi Gun. Mi Hye yang tengah memegang gelas minum terkejut, tangannya gemetaran, ia gugup. Ia pun meletakan gelas itu kembali ke meja.
Kang Gi Chan melapor pada Yi Gun bahwa ia menemukan identitas Shin Hyung, “Sepertinya Choi Shin Hyung memalsukan identitasnya.” Yi Gun melihat apa yang ditemukan Gi Chan, itu adalah kartu identitas seseorang yang bernama Choi Shin Hyung. Gi Chan menebak kemungkinan Shin Hyung menggunakan identitas pria itu. Yi Gun tanya siapa pria ini. Gi Chan masih belum yakin, ia akan menyelidikinya kembali.
Shin Hyung berkata sepertinya Hung Yi Gun ingin menyingkirkan keluarga kita dan mengambil alih perusahaan Daehan untuk dirinya sendiri. Mi Hye tak mengerti apa sebenarnya maksud perkataan Shin Hyung.

Shin Hyung : “Aku hanya khawatir dia bisa saja pada akhirnya mendapatkan seluruh harta ayahku yang diambil dari kita.”

Mi Hye menilai Shin Hyung tak tahu apa yang Shin Hyung bicarakan. “Meskipun kakakku menawarkan Jung Yi Gun posisi CEO dan saham, dia tidak mengambilnya. Kau tak tahu apa-apa tentang Direktur Jung.”

Shin Hyung menatap Mi Hye, “Kenapa dia tidak menerimanya? Itu tawaran yang menggiurkan.” Mi Hye tergagap berkata mungkin itu karena Yi Gun orang yang baik dan memiliki hati nurani yang bersih, dia mungkin tak ingin bekerja dengan seseorang seperti Choi Young Dal. Shin Hyung tersenyum tipis sambil mengangguk-angguk.
Yi Gun dan Mi Hye malakukan pertemuan rahasia di tangga. Yi Gun menyerahkan buku pada Mi Hye. Mi Hye tanya apa Yi Gun yakin ingin menukar buku ini dengan itu. Yi Gun teringat perbincangannya dengan shin hyung.

Flashback
Shin Hyung pernah mengatakan pada Yi Gun bahwa Presdir Choi Go Bong meninggalkan beberapa bisnis yang sangat penting, salah satunya Hotel Cruise. Mulai dari perencanaan, dana, kepegawaiaan dan pembangunan, semuanya sudah lengkap. Yi Gun bisa melihat itu sebagai permata utama kehidupan ayahnya.

Flashback end
Yi Gun berkata jika ia dan Mi Hye bisa mencapai tujuan yang sama maka kita harus membuatnya dalam keadaan sama-sama menang. Terserah Mi Hye, mau menggantinya atau tidak. Mi Hye mengerti, “kau percaya padaku, kan?” Yi Gun mengangguk.
Shin Hyung dan Sekretaris Sung menemui Dokter Kim. Dokter Kim berkata setelah Shin Hyung memintanya, ia melakukan penelitian untuk mencari tahu masalah lain yang sama seperti yang terjadi pada Shin Hyung.
Di Afrika, tepatnya di negara Zimbabwe, ada seorang kepala desa pada tahun 1984 dia mengalami kecelakaan pada usia 78 tahun. Tapi suatu hari dia bangun dan tiba-tiba menyadar dirinya berubah menjadi pria muda. Para penduduk desa percaya bahwa dia telah diberkati oleh Tuhan. Jadi mereka merayakannya selama 3 bulan 10 hari.

Shin Hyung tanya pada Dokter Kim, selanjutnya apa yang terjadi.
Seorang dokter dari Amerika menyatakan kasus yang menakjubkan ini pada konferensi. Dia benar-benar diabaikan. Ini benar-benar omong kosong tanpa alasan medis yang jelas. Tapi ada kebenaran yang lebih mengejutkan, apa anda tahu apa yang terjadi di dekat lokasi kejadian kecelakaan?

Shin Hyung berfikir, “sebuah meteor. Ada banyak meteor?”

Dokter Kim membenarkan, pada waktu itu didekat desa, lubang besar misterius muncul.
Sekretaris Sung menebak kepala desa itu jatuh ke dalam lubang tersebut. Dokter Kim membenarkan. Tak salah lagi deh, ini sama seperti apa yang terjadi pada presdirnya.

Shin Hyung semakin penasaran lalu apa yang terjadi. Dokter Kim menjawab tidak tahu. Shin Hyung kaget, bagaimana mungkin tidak tahu.

Dokter Kim : “Dokter amerika itu tidak tahan menerima ejekan dan meninggalkan dunia medis.”

Shin Hyung memerintahkan Sekretaris Sung untuk memesan tiket ke Amerika dan Afrika. Sekretaris Sung tanya apa Shin Hyung akan pergi kesana sendiri. Shin Hyung berkata bagaimana mungkin ia pergi ke luar negeri tanpa paspornya, Dokter Kim yang harus pergi.
Dokter Kim kaget kenapa ia yang ditugaskan ke luar negeri. Shin Hyung berkata jika Dokter Kim menulis tesis tentang apa yang terjadi padanya bukankah Dokter Kim akan mendapatkan nobel. Dokter Kim menyahut itu tidak mungkin, namun ia kemudian tampak memikirkannya, “Nobel dalam ilmu kedokteran?” ia pun tertarik.

Shin Hyung juga memiliki alasan lain kenapa ia harus mengungkap ini. Ia benar-benar tak tahu apakah ia akan menjadi tua lagi atau ia akan tetap berada didalam tubuh muda ini.
Sekretaris Sung tanya Shin Hyung menginginkan yang mana, “apa anda ingin kembali menjadi pria tua dan mengambil jabatan dan kekayaan anda?”

Shin Hyung terdiam.
Karyawan hotel akan melakukan kerja di Silver Town. Kang Gi Chan mengomentari bawaan makanan Woo Young dan Ha Soo yang banyak, memangnya mereka akan pergi bersenang-senang. Woo Young malah memasukan makanan yang ia makan ke mulut Gi Chan hehe.
Shin Hyung lari-lari karena ia hampir ketinggalan bus. Mereka yang di dalam bus terkejut Shin Hyung ikut dengan mereka. Begitu pun dengan Ha Soo, ia juga terkejut ternyata ikut dengan mereka para pegawai, padahal Shin Hyung kan anggota keluarga petinggi perusahaan. Shin Hyung bilang tentu saja ia ikut, ia juga kan pegawai di hotel ia tak boleh melewatkan acara ini.
Shin Hyung melihat Gi Chan duduk di sebelah kursi Ha Soo. Ia menyuruh pemuda itu pindah. Gi Chan tak mau tapi Shin Hyung memaksa apa Gi Chan tak melihat ia membawa tas besar. Walaupun kesal, Gi Chan pun akhirnya pindah duduk juga. Bis pun berangkat.
Gi Chan yang sewot karena tak bisa duduk di dekat Ha Soo, akhirnya memilih untuk tidur selama perjalanan hahaha. (naksir Ha Soo juga dia nih)
Dalam perjalanan menuju tempat tujuan Shin Hyung kelaparan. Ha Soo yang membawa banyak makanan menawarkan pada Shin Hyung apa mau makan sesuatu. Ia memberikan telur rebusnya.
Shin Hyung merasa cita rasa Ha Soo sama seperti dirinya. “Pancake kacang hijau, kentang manis, telur rebus. Kau seperti orang tua saja.” ucapnya sambil memakan telur rebus pemberian Ha Soo. Ha Soo mengakui kalau cita rasanya dalam hal makanan memang seeperti orang tua. Ia juga memberikan minum untuk Shin Hyung.
Ha Soo memberikan Shin Hyung permen mint. Shin Hyung tekejut menerima itu dan teringat saat Ha Soo memberinya permen mint ketika dirinya masih di dalam tubuh tua.

“Apa kau memberikan ini pada setiap orang?” Shin Hyung kesal, “apa kau memberikan permen pada pria manapun di luar sana?” Omelnya.

Ha Soo heran kenapa Shin Hyung tiba-tiba bersikap begitu.
Shin Hyung yang kecewa pun ngambek karena Ha Soo memberikan permen seperti ini ke semua orang (pengennya dia doank kali ya yang nerima haha) Ha Soo tambah heran memangnya salah memberikan permen ke orang lain, Shin Hyung ini sebenarnya mau tidak sih, kalau ga mau ya sudah kembalikan sini. Shin Hyung tak mau itu dikembalikan lagi ke Ha Soo.

Shin Hyung mewek-mewek ngambek hahaha.
Mereka pun sampai di Silver Town. Shin Hyung tersenyum melihat sekeliling tempat itu. Ha Soo menebak kalau Shin Hyung pasti baru pertama kali datang ke tempat ini. Shin Hyung mengangguk membenarkan. Ha Soo memberi tahu kalau ini adalah tempat dimana ia pertama kali bertemu dengan almarhum Presdir Choi Go Bong.
Ha Soo menunjukan tempat dimana ia dulu mencuci tangan Presdir Choi. “Dia sedikit galak pada waktu itu, tapi dia mengulurkan tangannya juga. Mengingat dia melakukan apa saja yang aku minta padanya, dia kelihatannya berhati lembut.”

Shin Hyung tersenyum mengingat saat itu dan mengangguk setuju apa yang Ha Soo katakan. (hehe)
Gi Chan memerintahkan pegawai yang lain agar cepat menyiapkan makanan. Ha Soo berlari menyusul teman-temannya untuk segera menyiapkan makanan.
Ada mobil yang berhenti di depan Shin Hyung. Presdir Choi Young Dal keluar dari mobil itu. Yi Gun juga ada ditempat ini menyambut kedatangan Young Dal. Shin Hyung menatap tajam kedua orang itu, tertama Jung Yi Gun, seseorang yang dulu ia percayai menjadi tangan kanannya sekarang ia ketahui bahwa orang itu berniat mengambil semua miliknya.
Dae Han menemui Ji Yoon. Ji Yoon tanya kenapa Dae Han datang kesini. Dae Han memberikan map besar pada Ji Yoon. Ji Yoon membukanya dan terkejut. Surat pembatalan pemecatan, ia heran bagaimana Dae Han bisa melakukan ini.
Dae Han berkata kalau ia berkeliling untuk mendapatkan itu. “Kita tak bisa tinggal diam dan menderita seperti orang bodoh.” Ia tersenyum dan berkata sampai jumpa di tempat kerja.

Ji Yoon melihat DaeHan akan pergi, ia tanya apa Dae Han akan pergi ke suatu tempat. Dae Han berkata kalau ia akan bekerja, ia akan menemui Presdir Choi Young Dal.

Ji Yoon hampir menangis, ia terharu Dae Han melakukan ini untuknya.
Para pegawai menyiapkan makanan untuk para orang tua yang ada di Silvertown. Choi Young Dal tersenyum menyapa orang tua yang ada disana dan mempersilakan mereka menikmati makanan yang disediakan.
Shin Hyung tersenyum ketika memandang Ha Soo yang begitu perhatian pada seorang nenek.

Senyum Shin Hyung tiba-tiba menghilang ketika ia melihat kedatangan Dae Han. Apalagi Dae Han langsung terlihat ngobrol dengan Ha Soo.
Ha Soo heran untuk apa Dae Han kesini. Dae Han bilang kalau ia hanya mampir kesini. “Aku juga ingin menemuimu.”

“Aku?” Ha Soo kaget.

Dae Han membenarkan, “aku kesini karena aku ingin menemuimu.”

Ha Soo jadi kikuk, “kau mungkin ingin mulai bekerja juga. Kau bilang padaku untuk mempercayaimu bahwa kau akan mengurus masalah para pegawai magang.”

Dae Han tersenyum apa ia harus mendengar sesuatu yang seperti itu dari Ha Soo. Ha Soo bilang kalau ia hanya khawatir, Dae Han tak tahu sih seberapa banyak ketidakstabilan dalam pekerjan.
Dae Han tertawa, “ketidakstabilan kerja?” Tok... Dae Han menjitak pelan kepala Ha Soo. (jitakan mesra euy hahaha)

“Apa kau baru saja memukulku?” Ha Soo tak terima.

“Ya ampun, apa kau baru saja melotot padaku?” Dae Han akan mencolok mata Ha Soo menggunakan dua jarinya tapi dengan sigap Ha Soo menahannya.

Ha Soo dan Dae Han tampak tertawa-tawa dan itu membuat Shin Hyung kesal setengah mati karena cemburu. Ia tak bisa membiarkan ini. Ia menghampiri keduanya.
Ha Soo dan Dae Han terus bercanda hingga candaan kedua terhenti begitu melihat Shin Hyung berada di samping mereka. Shin Hyung yang cemberut meraih tangan Ha Soo dan menariknya pergi dari sana. Ha Soo heran kenapa Shin Hyung tiba-tiba menariknya begini.

Shin Hyung menarik Ha Soo sampai ke belakang gedung. Ha Soo menarik tangannya, apa sih yang Shin Hyung lakukan.
Shin Hyung marah apa yang Ha Soo lakukan bersama Dae Han tadi. Ha Soo bilang kalau ia dan Dae Han hanya ngobrol saja. Tapi yang dilihat Shin Hyung bukan sekedar ngobrol. Ia kesal sekali.

“Kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya Ha Soo.

Shin Hyung tak menjawab, ia cemberut.
Ha Soo menatap Shin Hyung, “apa mungkin.... kau menyukaiku?”

Shin Hyung terkejut mendengar pertanyaan Ha Soo. Ha Soo terdiam menatap Shin Hyung untuk menunggu jawaban. Shin Hyung tak bisa menjawab, ia tak tahu apa yang harus dikatakannya.
“Apa yang kalian lakukan disini? Tiba-tiba Dae Han datang mengagetkan keduanya.

Shin Hyung jadi bingung apa yang harus ia katakan. Sementara Ha Soo menunggu jawaban darinya. Shin Hyung yang bingung menatap Dae Han dan Ha Soo bergantian.

Dengan suara kerasnya Shin Hyung menyuruh Ha Soo pergi untuk kembali bekerja. Ha Soo jelas kecewa karena itu bukanlah kalimat perkataan yang ia harapkan. Ia yang kecewa pun pergi dari sana.
Shin Hyung menanyakan alasan Dae Han berada di tempat ini. Dae Han mengatakan kalau kedatangannya itu untuk bekerja.

“Apakah mengejar seorang gadis adalah bekerja?” ucap Shin Hyung tajam.

“Dan apakah kau tidak mengejar Eun Ha Soo juga?” balas Dae Han.

Shin Hyung menyangkal, itu omong kosong. Dae Han tak ingin membahasnya ia pun pergi dari sana.
Shin Hyung menghela nafas, ia tak mengerti dengan dirinya, apa yang salah dengannya, kenapa ini terjadi padanya. (Tidak ada yang salah kok, dirimu lagi jatuh cinta, Kek haha)
Untuk mengisi acara di Silver Town dilakukanlah yang namanya perlombaan. Lombanya berpasangan, pasangannya tua muda gitu. Ha Soo berpasangan dengan seorang nenek.

Shin Hyung mendorong pemuda yang menjadi pasangan Choi Young Dal. Ia minta maaf dan menggantikan pemuda itu mengikat kakinya bersama kaki Young Dal. Shin Hyung tersenyum pada Young Dal.
Mereka pun balapan berjalan. Jalan berpasangan gitu. Shin Hyung dengan sengaja berjalan seenak sendiri hingga membuat Young Dal kepayahan hampir jatuh. Young Dal kesal, apa yang Shin Hyung lakukan, bukankah Shin Hyung ini pria muda.

Shin Hyung pura-pura kakinya kram. Ia berteriak memegangi kakinya. Young Dal yang kesal mengingatkan kalau ia dan Shin Hyung harus kompak dalam menyelesaikan sesuatu.
“Lalu haruskah kita mencoba untuk kompak?” Shin Hyung merangkul Young Dal. Young Dal risih dan menyingkrikan tangan Shin Hyung.

Sambil berjalan pelan melanjutkan perlombaan Shin Hyung mengatakan kalau ia memiliki buku kas rahasia. Haruskah ia mengungkapkan itu semua pada wartawan yang kebetulan ada disini.
Young Dal menghentikan langkahnya, ia kaget, apa maksud Shin Hyung dengan buku kas rahasia. Shin Hyung tersenyum mengatakan kalau itu buku kas yang Young Dal gunakan sebagai simpanan darurat. Young Dal semakin kaget, apa sebenarnya mau Shin Hyung.
Shin Hyung tersenyum merangkul Young Dal dan berjalan maju lagi untuk melanjutkan lomba. Tapi ya jalan seenak sendiri. Hingga membuat keduanya jatuh terjengkang. Hahaha.

Dae Han yang melihat itu heran, apa yang Shin Hyung lakukan karena sebelumnya Shin Hyung berolahraga sangat baik bersamanya.

Dan yang menjadi pemenang balapan adalah Ha Soo dan pasangannya yang seorang nenek.
Shin Hyung yang membawa tas besar masuk ke mobil Young Dal. Young Dal tanya sebenarnya apa yang Shin Hyung inginkan, apa Shin Hyung benar-benar memiliki buku kas rahasia itu.

Shin Hyung menunjukan buku itu, ia benar-benar memilikinya. Young Dal kaget bagaimana mungkin buku itu ada di tangan Shin Hyung.

Flashback
Shin Hyung mendapatkan buku kas rahasia itu dari Mi Hye. Mi Hye ingin menukar buku itu dengan sesuatu yang ia inginkan. Hotel Criuse, proyek terakhir yang dikerjakan Presdir Choi Go Bong. Ia meminta Shin Hyung memberikan itu sekarang padanya.

Shin Hyung pun menyerahkan semua dokumen yang berhubungan dengan Hotel Cruise. Mi Hye gembira sekali mendapatkan itu. Shin Hyung menatapnya tajam.

Flashback end
Shin Hyung berkata Young Dal tak perlu tahu ia mendapatkan buku kas ini dari mana. Ia menyadari hidupnya yang menyedihkan, tapi ternyata Young Dal lebih menyedihkan lagi. “Adikmu dan istrimu... ckckckc...”

Young Dal tak mengerti apa yang Shin Hyung bicarakan. Ia ingin merebut buku itu tapi Shin Hyung mengamankannya.

Shin Hyung marah melihat banyak uang yang sudah dikorupsi oleh Young Dal. Bahkan untuk pembangunan Silvertown saja, Young Dal mengambil seluruh biaya pembangunan itu. Young Dal menahan kesal karena Shin Hyung mengetahui korupsinya.
Shin Hyung mengancam akan membuka ini di depan publik. Young Dal memohon Shin Hyung jangan melakukan itu, sebagai gantinya ia berjanji akan memberikan apapun yang Shin Hyung inginkan.

Shin Hyung : “Jika kau memberikan semua sahammu dan turun dari jabatanmu sebagai presdir, aku akan menyerahkan buku ini.”

Apa yang Young Dal putuskan?
Setelah bicara dengan Young Dal, Shin Hyung berkeliling Silvertown mencari seseorang. Ia melihat Ha Soo berada di dalam ruangan bersama seorang nenek. Ha Soo memijit-mijit lutut si nenek.
Nenek senang sekali dengan perhatian Ha Soo, “bagaimana kau bisa begitu cantik dan baik?”

Ha Soo tersenyum membenarkan, ia memang sedikit cantik dan baik. Mendengar itu membuat Shin Hyung tertawa.

Ha Soo berkata kalau nenek juga cantik. “Semua pria pasti mengejarmu ketika kau masih muda.”

Nenek tersenyum, ia pernah mendengar sebuah lagu di radio. “Ketika aku masih muda aku tak tahu tentang masa muda.”

“Ketiak aku jatuh cinta, aku tak melihat cinta.” Ha Soo yang tahu lagu itu ikut mendendangkannya.

Shin Hyung tersenyum melihat keakraban Ha Soo dengan nenek itu.
Nenek bilang ya seperti itulah menjadi orang yang sudah tua. “Hanya setelah waktu berlalu, apa kau mempelajari begitu banyak hal dalam kehidupan? Jadi jika ada hal apapun yang ingin kau lakukan, maka lakukan semuanya. Jika kau bertemu seseorang yang kau sukai, jatuh cinta. Hiduplah bersama dan bahagia. Jika kau hidup seperti itu ketika kau muda, kau tak akan menyesalinya ketika kau tua.”
Shin Hyung terdiam meresapi ucapan si nenek. Begitupun Ha Soo, ia tersenyum mengangguk. Ia akan mengingat nasehat itu.

Shin Hyung juga mengangguk mengerti. Ia tak ingin mengganggu kebersamaan Ha Soo dengan si nenek. Ia pun pergi dari sana dengan berbagai macam hal di pikirannya. Apa yang harus ia lakukan di tubuh mudanya ini. Apakah ini sebuah kesempatan baginya untuk merasakan sesuatu yang sebelumnya tak pernah ia rasakan.

Ha Soo menoleh melihat Shin Hyung yang berjalan menjauh.
Di depan Hotel Daehan, ada banyak reporter. Ketika Dae Han dan Ji Yoon keluar dari mobil, reporter memberondong berbagai pertanyaan pada Dae Han.

Kenapa Presdir Choi Young Dal turun dari jabatannya? Siapa yang akan mengambil alih jabatan Presdir sekarang? Apakah anda yang akan mengambil alih jabatan itu?

Dae Han menatap reporter, “aku yang akan bertanggung jawab mulai sekarang. Aku akan bertanggung jawab atas Daehan dan memajukannya”

Ji Yoon terkejut dengan keputusan Dae Han.
Jung Yi Gun yang berdiri tak jauh dari sana menatapnya tajam. Ia harus menjegal langkah Dae Han mengambil alih perusahaan.
Ha Soo yang akan berangkat kerja terkejut ketika mendengar Shin Hyung memanggilnya. Ia heran apa yang Shin Hyung lakukan disini. Shin Hyung berkata kalau ia datang untuk membicarakan sesuatu dengan Ha Soo. Ha Soo tanya bicara tentang apa. Shin Hyung tak ingin membahasnya disini, ia mengajak Ha Soo masuk ke mobilnya.
Di dalam mobil Ha Soo tanya apa yang ingin Shin Hyung sampaikan padanya. Shin Hyung gugup tak tahu harus mengatakannya dari mana. Ia yang terbata-bata mengatakan tentang pertanyaan Ha Soo padanya kemarin di Silvertown. Ia ingin memberikan jawaban itu pada Ha Soo. Ha Soo juga jadi ikutan gugup.

Shin Hyung menghentikan laju mobilnya karena lampu merah. Ia menghela nafas, “Sebenarnya.... aku tak tahu apa aku bisa melakukan ini, jadi yang ingin kukatakan adalah....”
“Lihat itu di sebelah sana!” seru Ha Soo ketika memandang keluar mobil.

Terpampang jelas di layar lebar tepi jalan foto Dae Han tidur dengan seorang wanita. Shin Hyung kaget sekali.
Dae Han sampai di kantor kejaksaan, disana wartawan sudah banyak yang menunggu. Reporter langsung menanyai Dae Han. Bagaimana Dae Han mengenal wanita itu, dimana itu terjadi, apa Dae Han akan menuntut wanita itu karena menyebarkan foto ini. Dae Han tak menjawab satu pun pertanyaan wartawan.
Jung Yi Gun juga sampai disana. Seorang jaksa (yang saya kira tadinya dia itu detektif) mengangguk pada Yi Gun. (yah Yi Gun kayaknya kerja sama nih sama tuh jaksa)
Shin Hyung sampai di depan kantor kejaksaan. Ia berteriak lantang bahwa pria yang di dalam foto itu adalah dirinya. “Itu bukan Choi Dae Han, tapi aku Choi Shin Hyung.”

Semua terkejut.....
Bersambung ke episode 8

Hah, lama ya update nya... maaf, cuaca sekarang lagi ga mendukung buat buka laptop.

Kenapa Shin Hyung mengakui kalau itu fotonya, apa dia ingin melindungi Dae Han? Bisa ditebak ya ini pasti kerjaannya Jung Yi Gun.

Heran deh kenapa kasusnya malah yang memeriksa Kejaksaan, bukannya kepolisian dulu. hahaha.

11 comments:

  1. Penasaran sama lanjutannyaa! Kira2 Shin Hyung bakal berubah tua lagi gak ya?

    ReplyDelete
  2. Kayknya hasoo suka deh sm sinyung,gmn nanti klo tau siapa sinyung yg sbnrny,,lucu lht ayah sm ank merebutin satu cewk..mksh n teteop semamgat

    ReplyDelete
  3. Makin penasaran..makasi mba...ttap semangat

    ReplyDelete
  4. ... ska law lht dae han sma ha so ...
    Mohon d lnjut ...

    ReplyDelete
  5. Aaaa... Aku pengennya Hae Soo sma Dae Han. Kira" Shin Hyung bakal balik tua lgi gak ya?! Klo iya, tolong relakanlah Hae Soo untuk anakmu Presdir! :D

    ReplyDelete
  6. penasaran sanget euy

    ReplyDelete
  7. di tunggu kelanjutannya mbak.....

    ReplyDelete
  8. dtunggu klanjutan sinopx sista...

    ReplyDelete
  9. Mbak, mama nothing nya tdk dilanjut lg ya?
    Maaf semua....comentnya disini.....

    ReplyDelete
  10. Ini drama yang paling aq tunggu2...bkin penasaran...seru....^_^

    ReplyDelete
  11. Please lanjutin yaaah #puppyeyes
    kamsahamnida :)
    soalnya aku fans nya Lee Joon alias Dae Han :*

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...