Monday, 1 December 2014

Sinopsis Mr Back Episode 7 Part 1

Shin Hyung melihat wajah tuanya di cermin namun itu semua ternyata hanya mimpi. Ia pun jadi bertanya-tanya, ia tak akan mendadak menjadi tua lagi kan.


Mr Back Episode 7
Woo Young tergesa-gesa berangkat bekerja. Ia berseru meminta Ha Soo cepat. Ha Soo berlari di belakang Woo Young namun Shin Hyung bertanya apa Ha Soo sudah akan pergi bekarja.

Ha Soo membenarkan, ia terkejut melihat Shin Hyung sudah rapi memakai jas, apa Shin Hyung akan pergi ke suatu tempat. Shin Hyung bilang ia akan menemui seseorang.
Ha Soo melihat Shin Hyung belum rapi mengenakan jasnya. Ia pun membantu merapikannya. Shin Hyung tersenyum menatap Ha Soo yang penuh perhatian terhadapnya.

Shin Hyung bertanya apa yang akan mereka makan untuk makan malam hari ini. Ha Soo balik bertanya apa yang ingin Shin Hyung makan. Shin Hyung menjawab apa saja, buatkan apa saja yang enak. Ha Soo mengerti, ia pun pamit akan bekerja karena sudah terlambat.
Shin Hyung melihat Ha Soo yang berjalan keluar rumah, “Dia cantik.” Sahut Shin Hyung seraya tersenyum.
“Choi Shin Hyung-ssi...!” tiba-tiba Ha Soo masuk ke dalam rumah lagi. Shin Hyung terkejut, ada apa.
Ada acara di perusahaan Daehan, Red Day Faestival. Sebagai penyelenggara acara Choi Dae Han bicara di depan.

Dae Han mengucapkan selamat datang pada semuanya di acara Red Day Festival yang akan berlangsung selama musim dingin. “Warna merah mewakili panas dan kemarahan. Bagi mereka yang sering mengalami situasi kemarahan dalam masyarakat modern ini, acara ini bisa meringankan stres. Mulai sekarang lepskan semua stres dan perasaan tak suka pada orang lain.”
Dae Han berhenti sejenak karena melihat Shin Hyung datang, dan bersama Ha Soo. “Kita bisa benar-benar bisa bebas dari itu. Aku berharap bahwa ini akan menjadi kesempatan besar bagi kita semua.”

Semuanya bersulang mata Dae Han tak lepas dari Shin Hyung yang berdiri di samping Ha Soo. Huwaaa sebel donk ya hahaha.
Caranya, lemparkan tomat sambil memikirkan orang yang paling kita benci. Wah asyik banget tapi ga sayang tuh sama tomatnya, kan bisa bikin jus tomat atau paling ga sambel gitu hahaha.

Woo Young ngelemparin si Nan Hee dan Gi Chan. Gi Chan melempari dirinya dengan pecahan tomat. Tampak pula Ji Yoon pun melempar-lempar tomat. Yi Gun yang masih belum sehat bener cuma berdiri ga ada yang ngelempari tomat ke dia hahaha.
Sementara mereka bersenang-senang melepas stres, Shin Hyung malah jongkok di pojokan sembunyi agar tak dilempari tomat. Dia takut kotor.
Ha Soo yang melihat Shin Hyung sembunyi menariknya keluar dari tempat persembunyian. Shin Hyung tak mau ikutan kotor kotoran begini, ia ingin pulang saja.
Plok... Ha Soo melempar Shin Hyung dengan tomat.

Shin Hyung berteriak-teriak tak karuan melihat kaos yang dikenakannya jadi kotor, “Apa yang kau lakukan?” Ha Soo tertawa lebar. Shin Hyung mengambil tomat dan akan menyerang Ha Soo.
Tiba-tiba plok... ada yang melempar tomat pada Shin Hyung dari belakang. Shin Hyung menoleh dan itu Dae Han.
“Kenapa kau disini?” tanya Dae Han.

Shin Hyung jelas saja tak terima Dae Han mengotori bajunya. “Beraninya kau mengatakan itu pada pelanggan.”
Plok... Shin Hyung nguwek-nguwek kepala Dae Han menggunakan tomat wahahaha.

Dae Han pun membalasnya, ia melumuri tubuh Shin Hyung dengan tomat.
Keduanya tertawa-tawa dan saling menyerang menggunakan tomat. Ha Soo yang melihat itu berusaha melerai. Namun licin, ia sendiri terpelesat karena licinnya lantai terkena tomat.

(wakakak benar-benar perang ini mah)
Acara serang-serangan menggunakan tomat usai. Mereka membersihkan sisa-sisa tomat yang masih menempel di wajah dan rambut. Ha Soo membawakan handuk untuk Shin Hyung.

Shin Hyung ngambek seperti anak TK karena seluruh badannya kotor terkena tomat. “Kubilang aku tak mau melakukan ini. Lihat ini!”
Ha Soo tertawa, omong kosong apa itu, ia melihat Shin Hyung senang sekali melakukannya. Ia membersihkan sisa-sisa tomat yang ada di rambut Shin Hyung menggunakan handuk.

Dae Han yang melihat kedekatan Ha Soo dan Shin Hyung merasakan panas di hati alias cemburu berat.
Ji Yoon datang membawakan handuk untuk Dae Han. Dae Han mengatakan pada Ji Yoon kalau Shin Hyung harus kembali ke rumah. Ji Yoon melihat Shin Hyung yang bersam Ha Soo, ia bertanya kenapa tiba-tiba Dae Han memutuskan begitu. Dae Han bilang tak tahu, pokoknya ia hanya berpikir lebih baik seperti itu. (hiyaaa cemburu nih ye, pengen Shin Hyung biar ga deket-deket terus sama Ha Soo)
Ha Soo smapai di rumah tapi tak menemukan keberadaan Shin Hyung. Kamar pun kosong. Ia menemukan catatan dan uang yang Shin Hyung tinggalkan. (mungkin uang sebagai biaya sewa selama dia tinggal di rumah Ha Soo)

Terima kasih atas kebaikanmu. Terima kasih. Choi Shin Hyung.

Ha Soo tentu saja kecewa Shin Hyung pergi, “bagaimana dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun?”
Shin Hyung tersenyum lebar karena diminta kembali ke rumahnya. Ia menanyakan kabar kedua pelayan. Ia tak mengerti kenapa Dae Han terus berubah pikiran, itu menjengkelkan. Pelayan Yoon akan menunjukan dimana kamar Shin Hyung, tapi Shin Hyung tak mau kamar lain.
Shin Hyung menanyakan alasan kenapa Dae Han memintanya kembali ke rumah. Dae Han berkata kalau ia merasa buruk ketika Shin Hyung menjadi gelandangan ditambah lagi itu tak membantu imej-nya.

“Kau seharusnya melakukan ini lebih cepat.” seru Shin Hyung sambil berlalu menuju kamar. “Aku akan makan malam terlebih dahulu, jadi atur mejanya. Segelas jus sayuran.”

Dae Han menelepon ha soo, ia memerintahkan Ha Soo untuk datang ke rumahnya membawakan dokumen karena ia membutuhkan dokumen itu malam ini.
Shin Hyung pun menikmati makan malamnya. Namun tiba-tiba Dae Han mengganggu dengan mengambil sendok yang ada di tangannya. Dae Han berkata ada sesuatu yang almarhum ayah sering katakan setiap waktu, ‘mereka yang tidak bekerja tidak harus akan’.
Dae Han berkata Shin Hyung bisa bekerja di Daehan. Ia tak memilki kepentingan apapun dalam manajemen tapi sepertinya Shin Hyung memiliki minat yang besar jadi ia memberi Shin Hyung kesempatan. Shin Hyung bilang kalau ia menghargai itu, itulah yang ia inginkan.

Dae Han bilang ada hal lain yang almarhum ayah katakan padanya dulu, tidak peduli jenis pekerjaan apa, selalu mulailah dari bawah. Ia pun menyuruh Shin Hyung memulai pekerjaan di perusahaan Daehan dari bawah, jika Shin Hyung tak bisa melakukan itu, silakan keluar.

Shin Hyung menghela nafas kesal. Dae Han tanya kenapa, apa Shin Hyung tak bisa melakukannya. Shin Hyung pun setuju ia akan bekerja di Daehan dengan memulainya dari bawah. Tapi masalahnya, almarhum ayah kita mengatakan ini juga, jangan hidup tanpa tujuan, sebenarnya apa tujuan Dae Han.
Dae Han : “Tujuan? Aku awalnya ingin menjadi seorang penari profesional tapi aku tak bisa mengejarnya karena ayah menentang ide itu. Dia mengatakan anak yang tidak mendengarkan orang tuanya bukanlah manusia. Tapi karena dia sudah tak ada, aku sedang berpikir untuk meraihnya lagi.”

Shin Hyung terkejut sekali. Dae Han tanya memangnya kenapa bukankah itu keren, Shin Hyung belum pernah melihatnya menari kan, apa ingin ia menunjukannya di depan Shin Hyung.
Shin Hyung yang menatap tajam dengan tegas menajwab tidak, “aku tak tertarik melihatmu menari. Kenapa kau tak bertindak seperti seorang manusia lebih dulu?” Shin Hyung yang marah melempar sapu tangan ke meja dan berlalu dari sana.

Shin Hyung membanting pintu kamarnya. Ia mengumpat kesal, dasar anak itu. Kemudian terdengarlah suara musik klasik.
Ha Soo sampai di rumah Dae Han membawa dokumen yang Dae Han minta. Ia melihat Dae Han menunjukan kebolehannya dalam menari. Shin Hyung pun terkejut melihat dae han yang tengah menari. (Ga nyangka lee joon bisa balet-gerakannya juga luwes banget)

Paling suka pas lihat Dae Han muter berkali-kali (jadi inget movie My Little Hero)
Shin Hyung menarik nafas kesal melihat kelakuan Dae Han. Ketika ia menoleh, ia terkejut melihat Ha Soo ada disana, kenapa Ha Soo ada disini. Ha Soo bilang Dae Han yang memintanya datang. Shin Hyung heran malam-malam begini. Ha Soo mengangguk. Shin Hyung pun meminta Ha Soo lebih baik pulang saja.

Ha Soo tanya bagaimana Shin Hyung bisa pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya. Bukankah Shin Hyung memintanya untuk membuatkan makan malam sebelumnya. Shin Hyung lupa, apa ia bilang begitu. (haha maklum dah kakek-kakek jadi pikun)
Dae Han meraih tangan Ha Soo agar ikut dengannya. Tapi Shin Hyung mengeraskan suara, apa yang Dae Han akan lakukan terhadap Ha Soo. Dae Han mengatakan Ha Soo ini tamunya. Ia pun menarik Ha Soo menuju kamarnya.
Ha Soo menyerahkan dokumen yang Dae Han minta. Dae Han meminta Ha Soo jangan berkeliaran disekitar Choi Shin Hyung lagi. Ha Soo tanya kenapa. Dae Han menjawab itu karena Ha Soo mulai mengubah hidupnya sebesar 1%. Ia menyerahkan kembali dokumen itu pada Ha Soo.
Shin Hyung penasaran apa yang dilakukan dua orang itu di dalam kamar. Ia akan membuka pintu namun tak ia lakukan. Ia pun menguping.
Ha Soo menyerahkan kembali dokumennnya. Tiba-tiba terdengar suara dari luar Shin Hyung yang mendehem. Ha Soo pamit ia akan pergi namun Dae Han menahannya, “Jangan keluar dulu!”

Shin Hyung yang menguping jadi kesal, ia mengetuk pintu dengan tujuan Ha Soo segera keluar dari kamar itu. “Sepertinya pembicaraan kalian jadi cukup panjang, apa kau ingin minum teh?” Ha Soo menyahut tidak, ia akan pulang saja.

“Kalian berdua tampaknya hidup bersama. Apa kalian pacaran?” tanya Dae Han.

Ha Soo akan keluar namun Dae Han kembali menahannya.

Shin Hyung : “Teh jujube, teh murbei dan teh quince, yang mana yang kau suka?”

“Jawab.” Dae Han meminta Ha Soo menjawab pertanyaannya.

“Teh quince.” Ha Soo malah menjawab pertanyaan Shin Hyung.
Ha Soo membuka pintu dan karena Shin Hyung mengupingnya sambil menyandarkan tubuh ke pintu, dia hampir jatuh hahaha. Shin Hyung dengan sigapnya tak sampai jatuh dan langsung keluar kamar. Ha Soo pun permisi pergi.
Shin Hyung tanya apa Ha Soo sudah akan pergi, ia ingin tahu kenapa Dae Han menelepon Ha Soo malam-malam begini. Ha Soo mengatakan Dae Han memintanya untuk mengerjakan tugas pekerjaan. Shin Hyung mengumpat, berani-beraninya dia menyuruh siapapun untuk mengerjakan tugas di jam segini.

Shin Hyung minta maaf karena tak mengucapkan selamat tinggal sebelum meninggalkan rumah Ha Soo. Ia harap Ha Soo menyampaikan itu pada ibu Ha Soo. Ha Soo mengerti, karena Shin Hyung sudah memutuskan untuk tinggal disini maka lakukanlah lebih baik lagi. Ia juga berharap Shin Hyung dan Dae Han berhenti berkelahi. Ha Soo pun pamit pulang.
Shin Hyung masuk ke kamar Dae Han, “apa yang kau lakukan? Jangan mengganggu dan mempermainkannya karena aku.”

Dae Han : “Memangnya siapa kau? Apa kau punya perasaan padanya?”

Shin Hyung terdiam tak menjawab dan hanya menatap Dae Han.

Dae Han menebak sepertinya tebakannya benar. Shin Hyung mengelak, bukankah sudah saatnya bagi Dae Han sendiri untuk merasakan perasaan seperti itu. Jangan mendekati dan menyakiti seeorang jika kau tak serius.
Dae Han : “Apa yang bisa kukatakan? Aku menyukainya.”

Shin Hyung terkejut terdiam.

Dae Han : “Kenapa? Apakah aneh bagi seorang pemuda menyukai seorang gadis? Aku belum menikah dan aku tak memiliki pacar. Kenapa kau berpikir kalau aku akan menyakitinya? Atas dasar apa?”

Shin Hyung hanya bisa menatap Dae Han. Benarkah pemuda ini memilki perasaan yang sungguh-sungguh seperti itu.
Ha Soo melamun, ia teringat saat-saat dirinya bersama Shin Hyung. Ia menghela nafas dan teringat pula akan ucapan Dae Han bahwa dirinya mulai mengubah kehidupan Dae Han sebesar 1%.
Keesokan harinya, di taman Gold House. Shin Hyung melakukan tarian Choi Go Bong untuk olahraga paginya. Dae Han yang juga tengah berolahraga heran dengan gerakan itu. Dua pelayan juga ada disana menemani. Shin Hyung ingin mengenalkan tarian Choi Go Bong itu pada Dae Han. Tapi Dae Han cuek.
Dae Han lebih memilih ber-jogging sendirian. Shin Hyung ikutan berlari mengimbanginya. “Seberapa cepat kau bsia berlari sejauh 100 meter?” tanya Shin Hyung.

Dae Han malas meladeni Shin Hyung. Ia menambah kecepatan larinya. Shin Hyung mengejarnya dan langkah lari keduanya seimbang lagi. Shin Hyung mengatakan kalau belakangan ini kondisi tubuhnya sedang hebat.

Dae Han kesal kenapa Shin Hyung terus mengikutinya, pergi sana. Ia pun menambah kecepatannya lagi.

Shin Hyung mengejarnya lagi dan mengimbangi langkah lari. Begitu seterusnya, Dae Han lari, Shin Hyung ngejar. Asyik banget lah pokoknya nih dua orang.
Dua pelayan pun tersenyum-senyum melihat tingkah keduanya. "Keduanya tampaknya menjadi lebih dekat saja, benarkan?” ucap pelayan Yum.

“Entahlah.” sahut Pelayan Yoon. “Mereka menyalakan api.”

Pelayan Yum kaget, “api? Dimana? Kita harus memadamkannya.”

Pelayan Yoon : “tak ada satupu yang mungkin bisa memadamkan apinya.”

Kedua pelayan ini pun tertawa.
Lee In Ja berada di ruangan Presdir bersama suaminya. Ia membaca artikel yang memberitakan tentang Red Day Fastival yang sukses kemarin. Gara-gara Red Day Festival imej Dae Han pun berubah menjadi lebih baik. Ia merasa jika ia dan suaminya ini membiarkan Dae Han maka Dae Han pasti akan datang lagi dan menurunkan posisi suaminya dari jabatan presdir. Apa suaminya ini ingin diberhentikan oleh keluarga sendiri dan kembali dikenal menjadi seseorang yang tak terlihat di perusahaan. Apakah Young Dal ingin mengecewakannya lagi. Ia mengaakj Suaminya melakukan sesuatu untuk mereka.

Young Dal tentu saja tak ingin itu terjadi, ia pun menelepon orang suruhannya untuk segera mengeluarkan pemumuman.
Pengumman di tempel. Para pegawai terkejut membaca pengumuman itu. Ada yang di pecat dan ada yang mendapatkan promosi jabatan. Yang di pecat mereka mereka yang dekat ketika bekerja dengan Presdir Choi Go Bong. Salah satunya adalah hong ji yoon.

Ji Yoon tentu saja kaget dengan pemecatan yang tiba-tiba ini. Namun ia tak bisa berbuat banyak. Mereka yang dipecat mengeluh, apa yang harus mereka lakukan. Pemberitahuan pemecatan ini juga mereka  dapatkan melalui pesan singkat, sms.
Ruangan Ji Yoon pun harus dikosongkan. Ji Yoon terdiam pasrah. Dae Han yang sudah mendengar itu meminta orang-orang yang membereskan barang-barang Ji Yoon agar segera keluar.

Ji Yoon akan pergi sambil membawa kotak berisi barang-barangnya namun Dae Han merebutnya. Ia menilai pemecatan ini omong kosong, menurut Ji Yoon apa ini alasan kenapa ia menyerahkan posisi itu pada pamannya. Ji Yoon tanya lalu apa yang harus keduanya lakukan. Dae Han bilang kalau ia akan menanganinya.
Suara Ji Yoon meninggi, “Memangnya apa yang mungkin yang bisa kau lakukan?”

Dae han terdiam tak menyangka Ji Yoon bicara seperti itu. Ji Yoon berkata tak ada apapun yang bisa Dae Han lakukan. Ia mengambil kembali kotak barang-barangnya dan keluar dari ruangannya.
Shin Hyung harus memulai semuanya dari bawah. Dari mana? Ya dia menjadi petugas kebersihan. Dan sekarang ia ditugaskan untuk membersihkan kolam renang. Ia melihat sekeliling kolam renang yang luas itu. Ia harus membersihkan itu sendirian. Hahaha.
Bukan Shin Hyung namanya kalau tak bisa menyelesaikan masalah. Ia pun memanggil Sekretaris Sung untuk melakukan pekerjaannya. Sekretaris Sung yang mengepel kolam renang menggerutu, “aku sudah memilih orang yang salah untuk bekerja. Kenapa mereka menyuruh kita membersihkan kolam renang dicuaca yang dingin? Berapa lama kau akan memanfaatkanku seperti ini?”

Shin Hyung sendiri tak ikutan membersihkan kolam renang. Ia duduk di tepi kolam sambil berpikir, “apa yang terjadi dengan Direktur Jung Yi Gun?” tanya Shin Hyung. Sekretaris Sung berkata kalau Yi Gun sepertinya bekerja untuk Choi Young Dal. Shin Hyung menghela nafas, “Jika Choi Young Dal mulai mencuri perusahaan. Itu hanya masalah waktu sampai perusahaan ini hancur.”

Sekretaris Sung : “Jika kau benar-benar Presdir Choi Go Bong, kau akan menggunakan kelemahan saudaramu dna melawan.”
Shin Hyung pun menemukan ide atas ucapan Sekretaris Sung tadi. Ia turun ke kolam dan menepuk pantat Sekretaris Sung. Sekretaris Sung tentu saja kaget pantatnya tiba-tiba ditepuk begitu. Shin Hyung tersenyum lebar Sekretaris Sung ini benar-benar seperti yang diharapkan, “kau benar-benar orang yang aku butuhkan.” Sekretaris Sung menggerutu, ”kau hanya mengataan itu saat kau membutuhkanku.”
Ha Soo terkejut melihat dua orang yang membersihkan kolam renang itu Shin Hyung dan Sekretaris Sung. Shin Hyung juga terkejut kenapa Ha Soo ada disini. Ha Soo bilang ia datang kesini untuk memeriksa kebersihan, ia mendapat tugas itu pada minggu ini.

Ha Soo juga terkejut Shin Hyung dipekerjakan kembali, tapi melihat ukuran kolam yang cukup luas, apa yang terjadi dengan para pekerja hingga membuat Sekretaris Sung ikut-ikutan membersihkan kolam. Sekretaris Sung mengangkat tangan ga tahu, dan menunjuk bahwa itu semua Shin Hyung yang menyuruhnya. Shin Hyun kesal, ia langsung mengarahkan selang air ke arah Sekretaris Sung.
Nasib Hong Ji Yoon berbanding terbalik dengan Jung Yi Gun. Yi Gun malah mendapatkan promosi. Ji Yoon mengucapkan selamat atas promosi yang Yi Gun dapatkan. Yi Gun berkata kalau ia akan melakukan apapun untuk Ji Yoon. Ji Yoon berterima kasih karena Yi Gun sudah memikirkan itu untuknya. Yi Gun tanya apa Ji Yoon tak percaya padanya. Ji Yoon balik beranya kenapa Yi Gun mencampuri urusannya, ia tidak ingin ini menjadi bumerang bagi Yi Gun.
Ha Soo ikut membantu membersihkan kolam bersama Shin Hyung. Shin Hyung menyikat lantai sementara Ha Soo yang menyirami lantainya dengan air. Ha Soo bilang tempat yang Shin Hyung sikat itu sudah disikat, bukan disitu tapi disana. Berjalan di lantai kolam bersabun membuat Shin Hyung terpeleset. Bukannya membantu berdiri Ha Soo malah menertawakannya. Haha. Shin Hyung tentu saja seweot, dimana? ucapnya dengan suara keras. Shin Hyung yang sewot pun menyikat kasar lantai kolamnya.
Karena kerja Shin Hyung yang tak becus, Ha Soo pun akhirnya membantu menyikat. Ia heran bagaimana mungkin Shin Hyung begitu buruk melakukan pekerjaan ini. Shin Hyung berkata bahwa ia tak biasanya melakukan sesuatu seperti ini. Ha Soo meminta Shin Hyung mempelajari bagaimana kolam ini dibersihkan, jadi ikut dengannya. Shin Hyung menggerutu Ha Soo selalu saja membual karena merasa pandai melakukan itu.
Keduanya pun membersihkan kolam bersama-sama...
Seru deh, apalagi ini hahaha lompat-lompat kayak kodok haha.
Dan ini nih yang sweetu. Pas keduanya nyikat lantai eh pantat keduanya bertemu. Hihi. Keduanya langsung berdiri kikuk deh.
Ada moment sweetu lain. Keduanya terpeleset. Shin Hyung akan membantu Ha Soo namun ia tersenyum begitu menatap wajah Ha Soo karena ada busa sabun di hidung Ha Soo. Shin Hyung pun membersihkan itu menggunakan jari telunjuknya. Ha Soo terkesima, keduanya kemudian tersenyum.
Shin Hyung dan Ha Soo beristirahat setelah membersihkan kolam. Shin Hyung merasa ia benar-benar kelelahan, ini sudah lama sejak ia bekerja sampai berkeringat. Ia melihat Ha Soo membawa sesuatu. Ha Soo bilang yang ia bawa ini makanan ringannya. Ia pun mempersilakan Shin Hyung mencobanya. Namun Shin Hyung menolak, karena makanan itu tak sesuai seleranya haha.

Tapi Ha Soo memaksa, coba saja dulu karena makanan yang kau makan setelah bekerja sampai berkeringat selalu terasa lebih enak. Shin Hyung mencobanya dan ia memuji itu benar-benar enak. Memakan itu membuat Shin Hyung haus. Ha Soo pun memberikan minuman kaleng pada Shin Hyung.
Ha Soo ingin tahu bagaimana Shin Hyung bisa dipekerjakan kembali disini. Shin Hyung berkata seperti itulah Choi Dae Han. Dae Han yang melintas tak jauh dari sana mendengar suara keduanya. Ia pun sembunyi dibalik tembok menguping pembicaraan keduanya.

Shin Hyung menyarankan jika Dae Han meminta Ha Soo datang untuk menemui Dae Han katakan saja tidak. Ha Soo heran kenapa tidak.

Shin Hyung : “Hanya saja kau tak seharusnya. Apa kau tahu berapa banyak wanita yang patah hati karenanya?”

Ha Soo : “Bagaimana kau tahu itu?”

Shin Hyung : “Almarhum ayahku yang mengatakannya. Saat dia masih di sekolah gadis-gadis akan menangis mengeluarkan air matanya hanya karena dia tak mau menemui mereka.”
Ha Soo terkesan ternyata Dae Han sangat populer. Dae Han yang mendengarkan itu mengangguk bangga hahaha.

Shin Hyung : “Apa maksudmu populer? Beberapa gadis melompat di depan mobil karena dia. Apakah kau tahu berapa banyak uang yang dihabiskan untuk itu?”

Dae Han kaget bagaimana Shin Hyung bisa tahu itu.

Shin Hyung : “Aku menyia-nyiakan uang milyaran karena hal itu.”

Ha Soo terdiam heran. Shin Hyung langsung meralat, “maksudku almarhum ayahku yang melakukannya.”
Shin Hyung penasaran apa Ha Soo tertarik pada Dae Han. Dae Han yang menguping terkejut mendengar pertanyaan itu dari Shin Hyung, ia pun penasaran apa jawaban Ha Soo. Ha Soo menjawab tidak dan itu membuat Dae Han kecewa.

Shin Hyung harap Ha Soo jangan pernah jatuh cinta pada Dae Han karena dia orang yang bertanggung jawab.

Dae Han kesal sekali dengan perkataan Shin Hyung tentangnya. Ia akan melabrak Shin Hyung namun tiba-tiba Woo Young menyapanya. Ia yang kesal pun memutuskan pergi dari sana.
Woo Young yang tergesa-gesa menemui Ha Soo, ia cemas. “Aku baru saja tahu kalau semua pegawai magang akan dipecat.” Ha Soo terdiam kaget, begitu pun Shin Hyung.
Masih di lingkungan resort, disebuah kolam renang seorang pria berenang sendirian. Dia adalah Jung Yi Gun. Tampak seorang wanita yang mengenakan cincin yang sama dengan wanita yang menjenguk Yi Gun di rumah sakit.

Sekretaris Sung masuk ke tempat itu mencari Shin Hyung, kemana dia menghilang setelah memanggilnya kesini.
Yi Gun duduk disebelah wanita itu dan bertanya kenapa datang kesini, karena ia disini hanya berolahraga. Wanita itu balik bertanya memangnya apa yang terjadi, ia menyukai ini karena ini mendebarkan. Ia bertanya berapa lama Yi Gun akan menunggu, “apa kau tak tahu bagaimana cerobohnya kakakku?” tanya wanita itu yang ternyata Choi Mi Hye.

Yi Gun berkata kalau menendang Choi Young Dal dari perusahaan itu perkara mudah. Yang menjadi kesulitan keduanya adalah tak bsia membeli semua saham Daehan.

Sekretaris Sung yang berada ditempat itu penasaran siapa yang lagi ngobrol. Ia pun mendengarkan obrolan keduanya dibalik tembok. Ia heran kenapa Yi Gun disini, dengan siapa dia.

Mi Hye meminta Yi Gun tak usah khawatr, karena ia sudah memiliki rencana untuk bergerak.

Sekretaris Sung terkejut begitu melihat dengan jelas bahwa wanita itu adalah Mi Hye. Ia marah sekali dua orang itu sedang berencana menguasai perusahan Daehan. Ia pun berusaha menghubungi Shin Hyung.
Dae Han memanggil Ha Soo ke ruangannya, ia berterima kasih karena Red Day Festival yang sangat sukses hal itu sangat membantu reputasinya yang meningkat pesat. Ha Soo berkata kalau ia hanya melakukan pekerjaannya saja.

Dae Han kemudian mengatakan bukankah Ha Soo sudah tahu kalau Shin Hyung bekerja disini lagi. Ha Soo mengiyakan.

Dae Han : “Kau mungkin akan sering bertemu denganya setiap hari, jangan pedulikan apapun yang dia katakan tentangku. Jangan dengarkan dia atau mempercayai apapun yang dia katakan. Dia pasti mengatakan hal buruk tentangku.”

Ha Soo mengangguk mengerti. Dae Han tanya apa Shin Hyung sudah mengatakan sesuatu. Ha Soo menjawab tidak. Dae Han terdiam heran kenapa Ha Soo tak mengatakan kalau Shin Hyung sudah mengatakan hal buruk tentangnya tadi.
Ha Soo permisi akan keluar, tapi masih ada yang ingin Dae Han sampaikan, “Kau dengar kalau pekerja magang akan dipecat, kan? Aku yang akan mengurusnya jadi jangan mengkhawatirkan itu.”

Ha Soo terdiam terkejut, Dae Han bisa membaca raut wajah Ha Soo, itu apa artinya Ha Soo tak percaya padanya. Ha Soo tersenyum. Dae Han berkata setidaknya ia bisa melakukan sesuatu yang seperti itu. Ha Soo tak mengatakan apapun lagi, ia yang tersenyum permisi keluar dari ruangan Dae Han.
Shin Hyung mengepel lantai disalah satu tempat. Ia mengumpat tindakan Young Dal yang seenak sendiri memecat pegawai. Ia yang lagi mengepel juga kesal karena ada tumpahan kopi mengotori lantai hotelnya. Haha.
Sekretaris Sung yang mencari Shin Hyung kesana kemari akhirnya menemukan keberadaan Shin Hyung, “Kenapa kau tak menjawab teleponmu?” ucapnya terpogoh-pogoh. Shin Hyung tanya memangnya kenapa. Sekretaris Sung bilang ini tentang Direktur Jung Yi Gun. Shin Hyung memberi kode agar Sekretaris Sung jangan keras-keras bicaranya.
Sekretaris Sung membisikan sesuatu pada Shin Hyung. Shin Hyung kaget, “Dengan Mi Hye?” Sekretaris Sung membenarkan, jantungnya sampai berdebar kencang karena kaget dan segera kesana kemari mencari Shin Hyung.

Shin Hyung tak menyangka Mi Hye melakukan itu dan bekerja sama dengan Yi Gun. Ia pun akan membuat perhitungan dengan keduanya.

Bersambung ke part 2


Scene episode ini yang paling suka Red Day Festival sama jogging di pagi hari hahaha. Sweetu banget Dae Han n Shin Hyung-nya haha.

Seneng liat kebersamaan bapak n anak ini pas jogging. Ya walaupun Dae Han belum tahu Shin Hyung itu ayahnya setidaknya Shin Hyung melakukan hal yang belum pernah ia lakukan bersama Dae Han dulu.

5 comments:

  1. Kreeen..kreeeen deh sinopsis yg plng ditunggu2,,jd ga sabar nunggu part2nya maksh mba anis dn salam kenal

    ReplyDelete
  2. ditunggu terus sinopsisnya mbak.nuwun

    ReplyDelete
  3. hahaha...suka suka....
    lnjut terus eon, Fighting!!

    ReplyDelete
  4. kl liat ep 8-9 q kok jd ngenes ati nih, HS kayaknya pny rasa ma SH n SH masa gk mo ngalah ma DH yg sdh jelas" ngomong kl dia suka ma HS. pak ngalah dong ma anaknya, kl nnt tiba" berubah kasian jg tuh HS ngedate ama kakek" , DH q bantuin do'a wes dr sini biar cintamu terbalas ha.....ha....ha...ha...

    ReplyDelete
  5. Daebak.. lanjut ya eonni

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...