Thursday, 23 January 2014

Sinopsis Prime Minister and I Episode 12

Kwon Yool yang mengalami luka tusukan segera dilarikan ke rumah sakit. Da Jung yang panik terus memanggil Yool meminta agar Yool tetap sadar.


Antara sadar dan tak sadar Yool samar-samar melihat Da Jung. “Apa ini sebuah mimpi? Benar ini pasti mimpi. Aku harap ini adalah mimpi.” Batin Yool.
Yool dibawa masuk ke ruang operasi. Dokter melarang Da Jung yang ingin masuk ke ruang operasi. Da Jung yang cemas dengan kondisi Yool hanya bisa menangis.

Di ruang operasi, dokter dan perawat segera memasang peralatan medis pada Yool.
Hye Joo yang mendengar apa yang terjadi pada PM segera datang ke rumah sakit. Ia yang cemas hanya bisa menitikan air mata khawatir takut terjadi sesuatu pada PM.
Di ruang operasi Yool masih antara sadar dan tak sadar. “Jika aku tahu ini akan terjadi aku tak akan mengatakan hal itu padamu.” Batin Yool.

Yool menyesal sudah mengatakan hal yang menyakitkan pada Da Jung. Ia menyesal telah menyuruh Da Jung untuk pergi dari rumahnya, dari sisinya dan dari sisi anak-anak.

Suara Yool : “Aku tak akan membuatmu menangis seperti itu. Dan aku akan mengatakan kalau aku tak bermaksud begitu. Jika ini mimpi, bisakah aku terbangun? Apakah aku bisa melihatmu lagi?”
Obat bius langsung bereaksi, dokter segera mengoperasi Yool. Di luar ruang operasi Da Jung duduk menangis mengkhawatirkan Yool.
Di kantor Menteri Park Joon Ki, ia terkejut mendengar kabar dari Sekretarisnya kalau Yool diserang oleh orang tak dikenal. Sekretaris Bae tak tahu dengan jelas tapi yang pasti sekarang PM sedang menjalani operasi di rumah sakit. Joon Ki makin terkejut, sampai di operasi segala. Tak peduli apapun, ia harus melihat keadaan Yool.
Tapi sebelum Joon Ki keluar dari kantornya tiba-tiba Hye Joo datang dalam keadaan marah. Joon Ki berkata kalau ia baru saja mendengar kabar tentang Yool, ia bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi.

Hye Joo yang marah berkata kalau pertanyaan itu yang ingin ia tanyakan pada Joon Ki. “Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana anda bisa melakukan ini? Tak peduli sebenci apapun anda pada PM, bagaimana bisa anda melakukan hal seperti ini?” tuduh Hye Joo dengan nada marah.

Joon Ki tak menyangka kalau Hye Joo menuduhnya yang melakukan semua ini. Hye Joo teringat ketika terakhir kali Joon Ki bertemu Yool bukankah Joon Ki memperingatkan Yool untuk bersiap-siap.

Joon Ki tiba-tiba ia teringat ucapan ayah mertuanya si pemilik Myung Shim Grup, Presdir Na. ‘Jika kau tak melakukan ini dengan baik. Aku tak punya pilihan cara selain menggunakan caraku.’

Hye Joo berkata apa ini yang Joon Ki maksud bahwa Presdir Na tak akan tinggal diam. “Tapi dengarkan saya baik-baik, saya… tanpa ada pertimbangan apapun akan mengungkapkan apa yang sudah anda dan Presdir Na lakukan. Dengan kata lain, sekarang giliran anda untuk bersiap-siap.” ucap Hye Joo memperingatkan Joon Ki.
Da Jung masih di rumah sakit, ia menelepon Woo Ri. Woo Ri yang mengetahui insiden penusukan ayahnya menjawab panggilan telepon Da Jung menjauh dari Man Se. Man Se sendiri asyik bermain tembak-tembakan.

Woo Ri yang khawatir menanyakan keadaan ayahnya, apa baik-baik saja. Da Jung menjawab tentu saja jadi Woo Ri tak perlu khawatir dan lebih baik di rumah menjaga adik-adik. Da Jung bertanya bagaimana keadaan Na Ra dan Man Se. Woo Ri mengatakan kalau Na Ra sudah tahu insiden penusukan itu melalui internet. Sedangkan Man Se belum tahu, ia mengatakan pada Man Se kalau ayah mereka sedang bepergian ke luar negeri bersama Da Jung. Da Jung menilai Woo Ri sudah melakukan hal yang baik dengan tak mengatakan yang sebenarnya pada Man Se. Ia berjanji akan kembali menghubungi Woo Ri setelah operasi selesai.

Sebelum menutup telepon Woo Ri mengucapkan terima kasih pada Da Jung. “Terima kasih dan juga… ayahku… tolong jaga dia baik-baik.” Da Jung tersenyum dan menilai kalau Woo Ri sudah tambah dewasa.
Dokter menemui Da Jung di ruang tunggu dan mengatakan kalau operasi PM sudah selesai.

Di ruang perawatan PM. Yool masih belum sadar. Dokter berkata kalau semuanya berjalan baik walaupun Yool kehilangan banyak darah.
Setelah dokter pergi Da Jung terus memandangi Yool yang belum sadar. Ia duduk di kursi di samping Yool terbaring. “Perdana menteri, kenapa anda seperti ini? Karena anda terbaring seperti ini sepertinya itu bukan dirimu. Ada sesuatu yang ingin kukatakan pada anda.” Da Jung mulai menangis, “Ada sesuatu yang ingin kuberitahukan pada anda. Jadi cepatlah bangun. Anda harus bangun.”
Malam harinya, perlahan Yool membuka matanya. Ia berusaha mengenali sekelilingnya. Ia mengingat saat dirinya yang secepat kilat merasakan tusukan benda tajam di perutnya. Yool menarik nafas karena ia masih diberi kesempatan untuk hidup kembali.
Kang In Ho berada di rumah sakit menemani Da Jung. Ia menyarankan agar Da Jung makan karena seharian ini Da Jung belum makan apapun. Melihat banyak orang-orang berpakaian jas di sekelilingnya Da Jung bertanya pada In Ho siapa mereka, apa sejak kejadian penyerangan PM, mereka meningkatkan keamanan. In Ho bicara pelan mengatakan kalau mereka itu gangster. Da Jung terkejut dan menoleh ke arah mereka. Ia heran kenapa gangster bisa ada disini.

In Ho : “Mereka bilang tak ada ruangan VIP itu karena pimpinan mereka. Pimpinan mereka ditusuk dan datang ke rumah sakit.”

Da Jung tertawa menilai kalau pimpinan mafia itu ternyata lebih baik daripada perdana menteri, dia punya lebih banyak pengawal. In Ho ikut tertawa dan senang karena Da Jung akhirnya tertawa juga. Da Jung heran apa tadi dirinya tertawa. “Ya ampun, aku sangat menyedihkan. Aku tertawa dalam situasi seperti ini.”
In Ho berkata memangnya apa yang salah dengan tertawa. “Tertawa dan makanlah yang banyak, jagalah energimu dan rawat beliau dengan baik.” In Ho memberikan makanan untuk Da Jung. Da Jung sangat berterima kasih atas niat baik In Ho, tapi ia merasa tak bisa makan dalam situasi seperti ini.

In Ho mengingatkan bukankah ia ini Guardian Angel-nya Da Jung, “Tolong dengarkan baik-baik apa yang akan kukatakan sekarang. Apa yang harus kau lakukan saat ini adalah makan yang banyak, kumpulkan energi dan jagalah perdana menteri. Dan juga, menjaga Nam Da Jung yang tak mau mendengarkan, itu adalah apa yang harus kulakukan.”

Da Jung : “Ketua Kang?”

In Ho kembali berkata kalau ia tak suka jika harus mengulangi ucapannya. “Sebelum aku menyerah menjadi Guardian Angel-mu dan pergi, maka makanlah!” Da Jung mengerti ia berterima kasih dan segera memakan makanan yang disipakan In Ho.
Da Jung kembali ke ruang rawat PM. Ia melihat Yool masih belum sadarkan diri, ia duduk di samping tempat Yool. “Dia belum juga sadar.” Guman Da Jung khawatir. (padahal udah hihi)

Da Jung yang sedih dan menangis melihat kondisi Yool merasa heran dengan dirinya, kenapa ia jadi seperti ini. Untuk mengusir kesedihannya, Da Jung pun protes pada Yool. “Memangnya hal baik apa yang sudah anda lakukan hingga terbaring seperti ini? Jika anda membuat rencana besar untuk negara ini bukankah seharusnya anda bangun dan menyelesaikannya? Apa anda pikir anda bisa melarikan diri karena sedang sakit? Cepat bangun!”

“Hentikan!” sahut Yool yang mendengar ocehan Da Jung.

Da Jung terkejut melihat Yool sudah sadar. Yool membuka mata dan bertanya apakah ucapan seperti itu yang Da Jung katakan pada seseorang yang terbaring di rumah sakit.

Da Jung senang Yool sudah sadar. Yool berusaha untuk bengun tapi ia merasakan sakit di perutnya. Da Jung meminta Yool tetap berbaring saja, ia khawatir apa itu sangat sakit. Yool berkata kalau ia baik-baik saja. Ia pun bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi.
Park Joon Ki akan menemui Presdir Na di perusahaan. Tapi sekretaris presdir memberi tahu kalau Presdir sedang tak di tempat. Joon Ki tahu kalau Presdir Na ada maka karena itu ia datang kesini. Sekretaris Presdir Na melarang Joon Ki masuk.

Joon Ki bertanya dimana Presdir sekarang. Sekretaris Presdir menjawab tak tahu (ga mau ngasih tahu) “Beliau mengatakan kalau beliau sudah melewati banyak masalah karena menahan seseorang, kita seharusnya membiarkan dia beristirahat.” jelas Sekretaris Presdir.

Joon Ki : “Apa katamu?”

“Persoalan mengenai investasi Myung Shim grupp yang ditinjau kembali dan juga penyerangan Perdana Menteri. Bukankah anda pikir seseorang harus bertanggung jawab? Anda mengerti apa yang kukatakan, kan?”

Joon Ki : “PM Kwon Yool diserang bukankah itu dilakukan atas perintah Presdir Na?”

Sekretaris bertanya apa Joon Ki punya bukti menuduh itu.
Berita di televisi menyebutkan bahwa pelaku penusukan terhadap PM Kwon Yool sudah ditangkap. Pelaku bernama Tn Park berusaia 40 tahun. Pelaku mengatakan alasan dia melakukan tindak kriminal ini karena sikap penolakannya terhadap kebijakan Perdana Menteri.

Yool menonton berita itu di ruang rawatnya. Da Jung yang melihat Yool menonton berita itu segera merebut remote dan mematikan TV-nya. Yool heran apa yang Da Jung lakukan, cepat nyalakan TV-nya lagi.
Da Jung berkata kalau sekarang bukan saatnya Yool mengkhawatirkan hal itu. Pelakuknya sudah ditangkap dan pihak kepolisian sedang menyelidikinya. Kang In Ho dan Seo Hye Joo juga bekerja keras untuk mencari tahu. Jadi ia harap Yool diam saja dan istirahat.

Yool yang merasa dirinya sudah baik-baik saja berkata kalau ia tak bisa diam begitu saja. Da Jung sewot, “Setelah mengkhawatirkan anda, aku pikir aku sudah bertambah tua 10 tahun. Apa anda tak melihat lingkaran hitam dan keriputku? Apa yang anda lakukan dengan itu?” ucap Da Jung sambil memperlihatkan lingkaran hitam di matanya.
Yool terkekeh. Ia kemudian diam dan menatap Da Jung. “Kau benar-benar terkejut kan?”

Da Jung menjawab ya.

Yool : “Kalau begitu, apa kau menangis lagi?”

Da Jung kembali menajwab ya.

Yool : “Aku benar-benar malu pada ayahmu. Aku sudah berjanji padanya bahwa aku tak akan membuatmu menangis.”

Hye Joo yang akan menjenguk PM, melihat semuanya dari luar kamar. Ia tak segera masuk.

Da Jung menggenggam tangan Yool. “Perdana Menteri, itu sama sekali tak masalah. Aku sangat bahagia melihat anda masih hidup.” Yool tertegun mendengarnya. Da Jung membenarkan dan menegaskan kalau apa yang ia ucapkan bukan bohong belaka. Yool berkata kalau ia tahu itu.
Hye Joo yang melihat dari luar kamar merasa kalau Yool sudah ada Da Jung yang menemani dan menjaga. Ia pun tak jadi masuk dan segera meninggalkan tempat itu.
In Ho.. ngapain ya dengan jam tangannya yang keren ini. Mau juga deh sama jam tangannya.
In Ho mengecek di ponselnya jadwal Perdana Menteri yang sudah diatur dalam seminggu ke depan. Ia melihat Hye Joo datang dan mengatakan kalau keduanya harus segera mengatur ulang jadwal PM setelah kejadian ini. Dan Tentang penyelidikan kasus ini, kepolisian sudah menyimpulkan bahwa tindakan pelaku adalah keinginan sendiri.
Hye Joo merasa kalau mulai sekarang hal ini akan sangat mengkhawatirkan. “Walaupun Presdir Na tak ingin jika perdana menteri mati. Tapi saat ini, ini adalah peringatakan untuk mengadakan perang.” Ia mengajak In Ho memikirkan hal ini.

Hye Joo akan pergi tapi In Ho bertanya apa Hye Joo akan pergi. Hye Joo mengiyakan. In Ho berkata kalau ini sangat mengejutkan karena ia berpikir Hye Joo akan tetap tinggal di rumah sakit untuk menjaga PM. “Kenapa kau membiarkan Nam Da Jung yang merawatnya? Apa karena para wartawan itu?”

Hye Joo menjawab bukan, “Aku pikir tak ada lagi tempatku untuk berada di sisi Perdana menteri. Dan juga, aku pikir tak ada lagi tempat untukmu berada di sisi Nam Da Jung.”

In Ho tak peduli dengan itu. Baginya ia merasa baik-baik saja jika bisa memandang Da Jung dari belakang. Hye Joo menilai hal itu benar-benar menyulitkan. Ia pun pamit pergi duluan.
Na Yoon Hee dan dua pengikutnya, Ny Lee dan Ny jang berada di rumah sakit berniat menjenguk PM. Yoon Hee tak suka apa ketiganya harus benar-benar menjenguk PM di rumah sakit.

Ny Jang mengerti kalau Yoon Hee tak mau melakukan ini tapi walau bagaimana pun mereka harus tetap melakukannya. “Beliau itu kan atasan suamimu.” Ny Lee membenarkan, “Popularitas PM sangat meningkat. Jadi jika kita tak datang maka kita yang akan di kritik.”

Yoon Hee cemas bagaimana kalau PM mengusir mereka karena perlakukan mereka terhadap istri PM di bazar. Ny Jang berkata untuk itulah mereka harus menjenguk PM, kita seharusnya minta maaf.

Yoon Hee mengeluh, karena pekerjaan suami kita makanya ini jadi tak mudah. Ah ya ampun diaman sih ruangannya?
Ketiganya melihat di depan ruangan banyak pengawal yang berdiri. Ketiganya meyakini bahwa itulah ruang rawat PM Kwon Yool.

Na Yoon Hee cs yang akan masuk ruangan dihalangi oleh pengawal. Pengawal itu bertanya siapa Yoon Hee cs ini. Yoon Hee malah balik bertanya, “Apa kau tak tahu aku? Aku Na Yoon Hee.” Pengawal yang bingung pun mempersilakan Yoon Hee cs masuk ke ruangan.

Setelah Yoon Hee cs masuk pengawal itu bertanya pada pengawal yang satunya, “Hyung, apa dia itu istri keduanya?”
Di dalam ruangan, Yoon Hee celingukan mencari keberadaan Da Jung. “Perdana Menteri, kami dari Lily Club.” sapa Yoon Hee yang melihat seseorang terbaring di tempat tidur.

Seseorang yang terbaring itu akan bangun tapi Yoon hee melarang, tak usah bangun. “Anda pasti sangat terkejut kan? Melewati semua kesulitan itu untuk negara dan rakyat anda. Ya ampun, pria brengsek seperti apa sih dia, tunggu saja sampai pelakunya tertangkap. Aku akan mempertaruhkan nama baik Myung Shim Grup untuk mematahkan kakinya.” ucap Yoon Hee menggebu-gebu.

Yoon Hee kemudian memelankan suaranya, “Bagaimanapun juga kuharap anda segera sembuh. Perdana menteri, anda adalah harapan dan cahaya bagi negera ini. Cepatlah sembuh. Anda harus cepat sembuh, Perdana Menteri.” Huhuhu Yoon Hee sebisa mungkin berakting nangis. Ny Jang dan Ny Lee juga ikutan berakting nangis.
Seseorang yang terbaring itu bangun dan membuat ketiga istri menteri ini terkejut. Ketiganya terkejut melihat pasien itu bukanlah PM Kwon Yool melainkan pria yang tak lain adalah Bos gangster yang dimaksud In Ho itu.

Boss Gangster itu bertanya siapa Yoon Hee. Yoon Hee yang melihat pria itu dengan tubuh bertato terkejut dan takut, ia pun menjauh hingga terduduk di kursi. Ia yang ketakutan terbata-bata bertanya, siapa kau?
Da Jung berada di luar ruang rawat PM bersama Hye Joo. Da Jung memberi tahu kalau anggota Lily Club akan datang, tapi ia heran kenapa mereka belum sampai juga. Hye Joo menebak kalau yang datang anggota Lily Club apa itu berarti Nyonya Na Yoon Hee juga akan datang kesini. Ia kesal dah.

Da Jung kemudian bertanya memangnya apa yang ingin Hye Joo tanyakan padanya. Hye Joo awalnya ragu mengatakannya, “Aku tak tahu bagaimana kali ini kau akan berfikir….”
Belum sempat Hye Joo mengatakannya dengan jelas tiba-tiba Ny Lee dan Ny Jang datang sambil berlarian. Keduanya senang bertemu dengan Da Jung dan Hye Joo. Keduanya yang panik mengajak Da Jung dan Hye Joo ikut dengannya. Ny Lee dan Ny Jang menarik tangan Da Jung dan Hye Joo.
Boss Gangster itu tak akan membiarkan Na Yoon Hee pergi begitu saja. Yoon Hee berteriak teriak ketakutan.

“Kenapa kau berteriak? Dari mana asalmu?” tanya si Boss Gangster sambil terus memegang tangan Yoon Hee. “Kau bilang Lily Club, kan? Dimana itu, Cheongdam-dong?”

Yoon Hee yang marah meminta Boss Gangster itu melepaskan tangannya. “Apa kau tak tahu siapa aku?” Yoon Hee berusaha menarik tangannya, tapi ia malah berputar-putar dan jatuh ke pelukan si Bos Gangster hahaha.

Bos Gangster sih asyik aja hahaha, “Kenapa kau seperti itu? kau sudah datang kesini dan menangis. Aku harus menolongmu mengikat rambut.”

“Apa maksudmu dengan mengikat? Apa kau tak lihat rambutku pendek?” omel Yoon Hee sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan Bos Gangster.
“Lepaskan dia!” ucap Hye Joo dengan suara lantang. Yoon Hee berusaha kabur tapi Boss Gangster itu menarik Yoon Hee tetap dalam dekapannya, “kau mau kemana?”

Hye Joo maju dan memperingatkan bukankah ia sudah mengatakan untuk melepaskan wanita itu. Boss Gangster tanya siapa Hye Joo ini. Ia pun melepaskan Yoon Hee. “Wah kau benar-benar cantik.” ujar Boss Gangster pada Hye Joo.
Da Jung ikutan marah melihat tindakan si Boss Gangster. “Hei kau!” bentaknya. Boss Gangster beralih menatap Da Jung. Da Jung jadi takut dilihatin kayak gitu, tapi ia berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk membentak, “apa yang kau lakukan?”

“Dan kau siapa?” tanya si Boss Gangster pada Da Jung. “Apa kalian dari toko yang sama? Keajaiban apa ini ya, hari ini bahkan bukan ulang tahunku. Ayo kita bersenang-senang bersama.” ucap si Boss Gangster sambil menarik tangan Da Jung dan Hye Joo.

Hye Joo dengan tangkas melepaskan tangannya dan tangan Da Jung dari si Boss Mafia. Ia meminta Da Jung dan Yoon Hee keluar dari ruangan ini. Hye Joo minta maaf pada si Boss Gangster karena sudah membuat si boss ini terkejut.
Hye Joo akan pergi tapi si Boss Gangster menahan tubuhnya. “Kalau kau pergi begitu saja, aku akan marah.” Hye Joo masih bersikap sabar, ia meminta si Boss Gangster melepaskan dirinya dan kalau tidak dilepaskan si Boss Gangster akan menyesal, ancamnya sambil mengibaskan rambutnya hahaha.

Kibasan rambut Hye Joo membuat si Boss Gangster menyukainya. “Ya ampun shampoo-nya, rasa dingin yang datang dari dirimu, aku yakin aku lebih menyukaimu.” hahaha.
Kesabaran Hye Joo sudah habis. Ia pun menggunakan keahliannya untuk melumpuhkan si Bos Gangster. Si Boss Gangster teriak-teriak kesakitan Hye Joo memiting tangannya. Ia berteriak memanggil pengawalnya.
Da Jung mengambil bingkisan yang dibawa Yoon Hee cs tadi. Ia memukulkan benda itu ke kepala si Boss Gangster. Hahaha.
“Ayo cepat pergi… cepat…” Yoon Hee segera keluar. Da Jung segera menarik tangan Hye Joo untuk segera lari dari sana.
Ny Jang dan Ny Lee bertanya apa Yoon Hee baik-baik saja. Ia malihat Yoon He begitu ketakutan. Yoon Hee yang masih ketakutan berkata kalau ia tak tahu betapa tak menyenangkannya hari ini. Ia benar-benar marah pada pria itu, “Ah dia benar-benar tahu mana yang cantik. Bagaimana dia bisa memilihku seperti itu?” (hahaha ke-pede-an)

Menyadari tangannya masih bergandengan dengan tangan Da Jung, Hye Joo segera melepasnya.
Na Yoon Hee berterima kasih atas bantuan Hye Joo. Ia tak akan melupakan pertolongan Hye Joo padanya. Hye Joo bertanya apa Yoon Hee benar tak akan melupakan kejadian ini dan akan memasang ini di papan buletin kalau ia melawan pimpinan Gangster. Yoon Hee terbata-bata menjawab tidak akan begitu, ia tak akan melakukan hal itu.

Yoon Hee meminta Da Jung memberi tahu PM kalau ia tak bisa menjenguk PM. Yoon Hee cs segera pergi dari sana.

Hye Joo marah melihat ketiga nyonya itu terutama Yoon Hee. Bagaimana dia (Yoon Hee) bisa berpikir untuk datang kesini setelah apa yang dialami oleh Perdana Menteri. Da Jung tak mengerti apa yang Hye Joo bicarakan. Hye Joo tak memberitahukan itu, ia merasa Da Jung tak perlu tahu itu.
Hye Joo melihat pakaian yang Da Jung kenakan ada noda darahnya. Da Jung mengatakan kalau ini adalah pakaian yang ia kenakan ketika PM dibawa ke rumah sakit. Ia tak punya waktu untuk pulang dan ganti baju. Hye Joo terdiam. Da Jung berkata kalau pakaiannya ini tak penting, yang penting baginya adalah keadaan PM baik-baik saja.

Hye Joo mengingatkan walaupun begitu Da Jung tak bisa menjaga PM dengan pakaian yang seperti itu. Ia akan membawakan pakaian ganti untuk Da Jung. Da Jung berterima kasih.

Da Jung ingat mengenai apa yang ingin Hye Joo katakan padanya, apa itu, apa ada hubungannya dengan PM. Hye Joo menjawab ya, tapi ia pikir kalau pertanyaan yang akan ia ajukan sudah ia dapatkan jawabannya jadi Ia tak perlu bertanya. Da Jung terdiam heran.
Di dalam ruangan, Yool menelepon rumah. Ia bicara dengan Man Se. Ia meminta putra bungsunya jangan membuat keributan di rumah dan jangan nakal.

(Yool ga bilang ke Man Se kalau dia di rumah sakit. Man Se juga tahunya kalau ayahnya dan Da Jung lagi di luar negeri. Hmm apa Man Se ga nonton TV ya, kan pasti berita mengenai penusukan terhadap Yool ada di TV)

Yool bertanya pada Da Jung apa Da Jung mengatakan pada anak-anak kalau ia dan sedang ke luar negeri. Da Jung menjawab tidak, ide ke luar negeri itu usulan dari Woo Ri. Woo Ri mengatakan itu agar Man Se tak terkejut. Da Jung berkata kalau Woo Ri sangat mengkhawatirkan Yool, dia itu sudah dewasa.

Da Jung kemudian memberi tahu kalau anggota Lily Club tadi datang tapi karena terjadi sesuatu mereka sudah pulang. “Mereka memintaku menyampaikan salam dan minta maaf karena tak melihat anda.”

Yool : “Benarkah? Mereka tak perlu datang kesini.”
Yool teringat sesuatu bukankah ada yang ingin Da Jung katakan padanya. Da Jung terkejut. Yool merasa kalau ia mendengar hal itu setelah dirinya di operasi. “Bukankah kau bilang ada yang ingin kau sampaikan?”

“Sesuatu yang ingin kusampaikan?” Da Jung tak menyangka dalam kondisi tak sadar Yool bisa mendengar itu. “Aku pikir anda masih bermimpi karena pengaruh obat bius. Aku…. Aku tak pernah mengatakannya.” 

(huwaaa Da Jung bo’ong dah, dia mungkin ga tahu mesti ngomongnya gimana)

Yoon heran, apa benar Da Jung tak mengatakan itu karena ia benar-benar mendengarnya. Da Jung tergagap berkata kalau itu pasti mimpi yang Yool alami ketika belum sadar.
Da Jung kemudian bertanya apa Yool sudah kentut. Kini Yool yang heran, “kentut? Kentut apa?”

Da Jung : “Bukankah seharusnya anda kentut setelah 2 atau 3 hari operasi? Jadi anda bisa minum atau makan.”

Yool : “Apa yang kau bicarakan? Aku akan kentut jika sudah waktunya. Itu terjadi secara alami. Apa itu penting?”

“Anda menahannya karena aku kan?” tebak Da Jung. “Kalau begitu, aku akan keluar. Jadi lakukan secepatnya.” Da Jung ngibrit lari keluar diiringi tatapan heran Yool.
Park Joon Ki terkejut mendengar dari istrinya bahwa istrinya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Kwon Yool. Ia marah apa Yoon Hee sudah gila. “Apa kau kesana tanpa tahu kenapa dia bisa terluka?”

Yoon Hee berkata ia tahu maka dari itu ia pergi menjenguk ke rumah sakit. Ia menjenguk perdana menteri karena ia selalu mendukung suaminya. Joon Ki tak memberi tahu istrinya mengenai kecurigaannya terhadap Presdir Na (ayah Yoon hee) sebagai otak utama insiden penusukan Yool.
Joon Ki menyampaikan pada istrinya kalau ia akan secepatnya menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Menteri Strategi dan Keuangan. Yoon Hee tekejut kenapa tiba-tiba akan mengundurkan diri, bukankah ayahnya sudah bekerja keras menempatkan Joon Ki pada posisi itu, kenapa Joon Ki ingin melapaskan posisi itu.

“Karena ayahmu yang memberikannya maka aku harus melepasnya ketika dia menyuruhku.” Joon Ki berkata kalau ia sengaja memberi tahu Yoon Hee agar bisa menyiapkan mental.

Yoon Hee tak setuju Joon Ki mengundurkan diri, “Aku tak tahu pembicaraan apa yang kau lakukan dengan ayah tapi kau tak bisa mengundurkan diri.” Yoon Hee akan bicara dengan ayahnya jadi ia harap Joon Ki tak melakukan hal itu.

Joon Ki : “Apa kau tak tahu orang seperti apa ayahmu?”

Yoon Hee tak mengerti.

Joon Ki : “Benar. Aku pikir lebih baik kau tak tahu.”

Yoon Hee pun jadi bertanya-tanya memangnya apa yang sudah dilakukan oleh ayahnya.
Kang In Ho menjenguk kakaknya di rumah sakit. “Hyung, aku sudah lama tak kesini kan? Aku punya banyak pekerjaan. Orang itu terluka. Tapi aku tak tahu kenapa aku mengkhawatirkannya. Apa ini karena Da Jung? Untukmu, aku seharusnya tak boleh seperti ini.”
In Hoo bicara dengan ayah Da Jung. Ayah Da Jung menyampaikan kalau ada seorang wanita yang datang ke rumah sakit. Ia menebak kalau dia pasti suster yang datang dari biara yang dengan suka rela mencukur rambutnya.

In Ho heran, suster biara?

Ayah menambahkan bahkan hari ini suster itu mencukur rambutnya dan dia melakukannya dengan sangat baik. In Ho berpikir kalau suster rumah sakitlah yang melakukannya pada ayah Da Jung sampai sekarang. Ayah menegaskan bukan, dia seorang suster akan menjaga kakak In Ho jadi jangan khawatir.

Ayah kemudian bertanya apa PM baik-baik saja. Da Jung bilang kalau dia akan keluar rumah sakit hari ini. In Ho membenarkan, ia mengatakan kalau Da Jung sudah bekerja keras untuk merawat PM. Ayah berkata apa maksud In Ho dengan bekerja keras, bukankah itu memang tugas Da Jung sebagai seorang istri.

Ayah berterima kasih pada In Ho yang sudah membelikannya makanan enak setiap kali datang ke rumah sakit.

In Ho pun menitip pesan untuk disampaikan pada suster yang merawat kakaknya, kalau ayah da jung bertemu suster itu lagi katakan kalau ia berterima kasih. Ia tak bisa datang pada akhir minggu nanti, jadi ia minta tolong pada ayah Da Jung. Ayah meminta In Ho jangan khawatir karena ia sangat mengingat wajah suster itu.
Ayah tiba-tiba melihat seseorang, “Eh itu sebelah sana. Suster.. suster..!” panggil ayah ketika melihat seseorang yang lewat. In Ho berusaha melihat tapi wanita itu sudah menghilang dari pandangan In Ho.
Yool yang sudah sehat diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Man Se yang belum tahu tentang keadaan ayahnya senang ketika melihat ayahnya sudah pulang. Ia segera memeluk ayahnya.

Pelukan Man Se itu terlalu keras membentur perut hingga membuat Yool sedikit mengaduh. Da Jung cemas apa Yool baik-baik saja. Yool berkata ia baik-baik saja.

Yool bertanya pada putra bungsunya apa tidak nakal selama ia tak ada di rumah. Man Se mengiyakan. Ia kemudian bertanya apa mulai sekarang ahjumma akan tinggal di rumah lagi, ahjumma tak akan kemana-mana kan. Yool mengiyakan, Da Jung akan tinggal di rumah lagi.
Yool kemudian beralih ke Woo Ri, apa putra sulungnya ini baik-baik saja. Woo Ri menjawab kalau ia baik. Ia yang sedari kemarin mengkhawatirkan ayahnya ingin tahu apa ayahnya sudah lebih baik. Yool mengiyakan dan berkata kalau ia mendengar Woo Ri sudah menjaga adik-adik Woo Ri dengan baik selama ia tak ada. Yool berterima kasih. Da Jung tak melihat Na Ra, kemana dia pergi.
Na Ra ternyata berada di gereja sedang berdoa. “Tuhan, terima kasih karena sudah menjawab doa ku dan membawa ayahku pulang ke rumah dengan selamat. Tapi, jangan pikir aku akan dengan mudah datang ke gereja. Karena aku masih punya satu harapan. Aku akan datang ke gereja jika Tuhan menolongku dengan Tae Woong oppa. Jadi kabulkan doaku ya. Amin.”
“Bukankah kau Kwon Na Ra,” orang yang disebut dalam doa Na Ra muncul. Na Ra terkejut melihat Tae Woong disana. Tae Woong menanyakan apa yang Na Ra lakukan di gereja disaat bukan jam pelayanan. Apa Nara melakukan pengakuan dosa.

“Pengakuan apa? Aku kesini untuk berdoa.” ucap Nara.

Tae Woong tanya apa Nara belum di pabtis. Nara menjawab iya, memangnya kenapa. Apa Tuhan tak akan menjawab doa jika belum dibaptis. Tae Woong bilang tidak begitu, ia hanya menebak kalau Nara pasti belum dibaptis. Nara bertanya seandainya ia sudah dibaptis apa ia akan mendapatkan nama seperti ‘Michael’. Tae woong menjawab sepertinya begitu.

Tae Woong ingin tahu kapan ulang tahun Na Ra. Na Ra malu-malu menjawab kalau ulang tahunnya itu 29 september. Tae woong terkejut, “Benarkah? Wah ini sangat menarik. Ulang tahunku juga 29 september.” Na Ra senang sekali ulang tahunnya sama seperti Tae Woong.

Tae Woong : “Karena perayaan Santa Michael jatuh pada tanggal 29 september jadi nama baptisku adalah Michael. Karena kau adalah wanita, jadi… ok, kita bisa memanggilku Michaela. Bagaimana? Itu adalah salah satu dari 3 malaikat terbaik Tuhan.”
Nara : “Malaikat? Bagaimanapun aku ini cantik seperti seorang malaikat.” (hahaha)

Tae Woong tersenyum, “Kau sangat imut.” Tae Woong pun permisi.

“Ya ampun dia bilang aku imut.” Na Ra senang sekali. Hahaha.
Yool berada di ruang kerjanya di rumah memeriksa pekerjaannya yang tertunda. Da Jung masuk ke ruang kerjanya. “Perdana menteri apa yang anda lakaukan?” Yool berkata apa Da Jung tak melihatnya kalau ia sedang bekerja.

Yool menunjukan beberapa dokumen yang harus ia tanda tangani. Da Jung merebut tab yang ada di tangan Yool. “Apa anda sudah lupa ucapan dokter bahwa anda harus istirahat total? Aku akan mengambil semua ini.” katanya sambil membawa tab dan dokumen-dokumen pekerjaan Yool.
Yool : “Kalau begitu, apa yang akan kulakukan?”

Da Jung menegaskan kalau Yool harus istirahat.
Park Joon Ki menemui Presiden di Blue House. Ia menyampaikan tentang rencana pengunduran dirinya. Presiden yang terkejut meminta Joon Ki seharusnya jangan bicara seperti itu.

Joon Ki berkata ketika Perdana Menteri menderita akibat penyerangan itu maka seseorang harus bertanggung jawab supaya beban Presiden lebih ringan. Presiden membenarkan tapi…

Joon Ki : “Jika aku, orang yang paling menolak rencana perdana menteri mangajukan pengunduran diri, apa anda tidak berpikir ini akan kelihatan bagus?”

Presiden langsung menggenggam tangan Joon Ki dan berterima kasih. “Keputusanmu untuk berkorban adalah sesuatu yang tak akan kulupakan.”

“Tidak masalah.” jawab Joon Ki. “Aku seharusnya menyerahkan surat pengunduran diriku ke kantor besok.”
Park Joon Ki keluar dari Blue House bersama Sekretaris Bae. Sekretaris Bae tak mengerti dengan jalan pikiran atasannya kenapa harus melakukan sampai sejauh ini. Joon Ki berkata kalau ia sudah lelah menjadi boneka ayah mertuanya, ia merasa ini adalah yang terbaik.

Sek Bae ingin tahu apa yang akan Joon Ki lakukan sekarang. Joon Ki tertawa, ya siapa yang tahu. Ia akan memikirkan itu pelan-pelan. Untuk saat ini ia hanya ingin beristirahat.

Sek Bae menerima telepon dari seseorang dan menyampaikan pada Joon Ki bahwa orang suruhan mereka sudah menemukan informasi tentang Kakaknya Kang In Ho. Joon Ki tanya apa ada hubungannya dengan Kwon Yool.
Park Joon Ki dan Kang In Ho bertemu disuatu tempat. In Ho menanyakan alasan Joon Ki ingin bertemu dengannya. Joon Ki berkata kalau ia sudah mengetahui alasan pribadi yang In Ho. In Ho tersenyum remeh, “sepertinya anda sudah menyatukan semua kepingannya.”

Joon Ki : “Kenapa tak terpikir olehku sebelumnya, Kang Soo Ho, dia adalah senior dan psikolog dari Na Young. Dan dia adalah orang yang bersama Na Young ketika kecelakaan. Aku benar kan?”

In Ho : “Anda melupakan satu hal, Park Na Young adalah orang yang dicintai olehnya.”

Joon Ki : “Kau bilang sebelumnya kalau orang yang membuat kakakmu seperti itu adalah Kwon Yool.  Kalau begitu katakan, terhadap Na Young, apa Kwon Yool juga bertanggung jawab atas kematiannya? Kecelakaan itu, apa kau pikir Kwon Yool penyebabnya?”

In Ho : “Apa yang anda inginkan dariku?”

Joon Ki : “Kang In Ho, bawa semua bukti yang kau miliki padaku. Kwon Yool, aku akan menghabisinya.”
Seo Hye Joo berada di toko bunga memesan karangan bunga. Pemilik toko bunga bertanya kepada siapa Hye Joo akan memberikan bunga itu. Hye Joo berkata kalau bunga itu akan ia berikan pada seseorang yang berjasa padanya.

Hye Joo menuliskan kartu ucapan yang akan ia letakan bersama bunga itu. Sebuah ucapan selamat karena sudah keluar dari rumah sakit. Ya tahu donk untuk siapa bunga itu.
Keluarga PM sekarang berada di gereja nih. Yool heran kenapa Da Jung tiba-tiba membawanya ke gereja. Ia membaca tulisan spanduk yang ada disana ‘Festival Liburan Musim Dingin” Apa kau pikir anak-anak akan bosan?”

Da Jung pun bicara jujur kalau sebenarnya Woo Ri akan tampil menyanyi. “Dia tak ingin mengecewakan anda jadi dia keluar dari band-nya. Tapi sepertinya dia sangat suka menyanyi. Anda tak pernah mendengar Woo Ri menyanyi, kan? Aku pikir akan sangat bagus jika anda mendengarnya menyanyi. Jadi aku membawa anda kesini.”
Woo Ri pun menyanyi dengan suara merduanya. Woo Ri terlihat bahagia bisa menampilkan itu di depan ayahnya, ia senang ayahnya melihatnya. Yool terdiam melihat putra sulungnya menyanyi. Lama kelamaan ia menikmati apa yang Woo Ri tampilkan, ia menyukainya.
Da Jung dan Man Se keluar dari gereja. Da Jung mencari-cari keberadaan Nara. Man Se bertanya kenapa ayah belum keluar dari gereja. Da Jung berkata kalau ayah Man Se ingin menyampaikan sesuatu pada Woo Ri, jadi keduanya masih berada di dalam gereja.
Yool dan putra sulungnya duduk beriringan. Woo Ri tak menyangka kalau ayahnya akan datang ke gereja.

Yool kemudian bertanya apa Woo Ri begitu menyukai musik. Woo Ri menjawab ya. Yool bertanya lagi, apa itu karena Woo Ri ingin memberontak padanya. Woo Ri menjawab kalau ia sedikit ada keinginan seperti itu (hehehe). Yool terkekeh mendengarnya, baik lakukanlah. Yool setuju Woo Ri menyanyi. Woo Ri terkejut senang.

Yool menatap putra sulungnya yang begitu cerah ceria mendengar persetujuan darinya. Ia sudah lama tak melihat wajah Woo Ri secerah itu. Hanya dengan alasan itu aku akan mengabulkan permintaanmu.

Woo Ri : “Ayah, apa itu artinya aku bisa bergabung dengan band ku lagi?”
Kwon Yool pun mengajukan syarat, “Kau harus mendapatkan rangking satu.” Woo Ri protes, ah apa itu. Yool pun mengancam kalau Woo Ri tak rangking satu maka ia tak akan setuju Woo Ri kembali ke band. Woo Ri terus protes, itu tak masuk akal, bagaimana ia bisa mendapatkan rangking satu.

Yool pun meringankan syaratnya, cukup peringkat satu di kelas saja. Woo Ri nawar, gimana kalau rangking dua saja. Ia berjanji akan mendapatkan rangking dua. 

(ah suka banget sama adegan ini)
Nara yang membawa bunga bertanya pada seorang apa melihat Han Tae Woong. Kedua pemuda itu tak melihatnya. Nara kecewa karena tak melihat Tae Woong.
Ketika Nara berbalik tiba-tiba ada 3 orang gadis yang mencegatnya. “Hei Kwon Nara, kau itu bukan anggota gereja kami apa yang kau lakukan disini?” tanya gadis yang di tengah.

“Memangnya kau tak bisa lihat? Dia itu kesini karena tartarik pada Tae Woong oppa.” sahut gadis yang memakai topi.

Nara marah, “apa kalian sudah selesai bicara?”

Gadis yang ditengah mendorong kepala Nara dengan telunjuknya. “Hei Kwon Jae Su, karena ini sudah liburan sekolah aku pikir aku bisa hidup tenang tanpa melihatmu. Tapi jika kau seperti ini, akan sangat menjengkelkan. Selagi aku masih bersabar, jangan ke gereja kami lagi, mengerti?” (Jae Su-menjengkelkan)
Nara tak takut ia malah menantang, “Kalau aku tak mau, kenapa? Apa yang akan kau lakukan?”

“Dasar anak ini.” gadis itu akan memukul Nara.
Tiba-tiba Da Jung datang bersama Man Se. “Hei kalian. Apa yang kalian lakukan?” tegur Da Jung pada ketiga gadis ini yang mengganggu Nara. “kalian ingin memukul Nara kan?”

“Siapa Eonni ini, tiba-tiba datang?” bentak gadis itu.

“Apa maksudmu siapa? Dia itu… dia… ibuku.” Sebut Nara terbata-bata.

Da Jung terdiam terkejut mendengar Nara menyebut dirinya adalah ibunya nara. Ketiga gadis itu kaget, ibumu?

Nara membenarkan, “Dia ibuku.” Nara pun mengadu pada Da Jung. “Ibu mereka akan memukulku.”

Da Jung yang masih terkejut pun segera memerankan sosok ibu yang akan memarahi ketiga anak yang mengganggu anaknya. Ia menegur ketiga anak itu, “Bagaimana kalian bisa berpikir akan memukul teman kalian di tempat suci ini? apa kalian ingin mendapatkan masalah dengan ku?” gertak Da Jung membuat ketiga gadis itu langsung lari takut hahaha.
Nara berkata kalau ia tadi menyebut Da Jung ibu bukankah Sa Jung tahu kalau ia hanya bercanda saja. Da Jung tersenyum tak mempermasalahkannya.
Man Se melihat ayahnya dan Woo Ri sudah menunggu mereka. Ia berlari menghampiri ayahnya. Man Se pun memberi tahu ayahnya kalau Nara baru saja memanggil ahjumma dengan sebutan ibu. Nara langsung membungkam mulut adiknya yang suka ceplas-ceplos. “Hei apa kau tak mau diam?”
Woo Ri yang sudah menunggu lama dengan ayahnya bertanya apa saja yang mereka lakukan kenapa lama sekali. Mereka tertawa bersama.
Hye Joo menunggu lama di rumah PM tapi Yool belum juga pulang. “Dia benar-benar pulang terlambat.” Ia pun meninggalkan bunga dan kartu ucapan itu di meja ruang tamu.
Yool sekeluarga sampai di rumah, Woo Ri masih protes dengan syarat yang ayahnya berikan. Ia merasa dirinya tak bisa mendapatkan peringkat pertama di sekolah. Yool tak peduli, kenapa tak bisa belajarlah dengan keras. Man Se penasaran lagu apa yang dinyanyikan Hyung-nya di gereja tadi. Da Jung pun menyuruh anak-anak segera masuk kamar dan tidur.
Da Jung melihat ada bunga di meja. Yool membaca kartu ucapan yang diselipkan di bunga itu, dari Sek Seo. Yool ingat kalau tadi ia bicara di telepon dengan Hye Joo dan Hye Joo bilang akan menunggu tapi sepertinya dia sudah pergi.

Yool pun mencoba menghubungi Hye Joo. tapi Hye Joo yang berjalan sendirian tak menjawab panggilan telepon Yool. Ia membiarkannya.

Flashback
Hye Joo mengingat saat pertama Kwon Yool terjun ke kancah politik. Hye Joo memberi ucapan selamat pada Yool yang berhasil masuk menjadi anggora DPR. Yool berkata kalau ini semua berkat Hye Joo juga.
Hye Joo yang ingin sekali membalas jasa-jasa Yool menilai kalau perjalanan ini masih panjang. “Aku yang selalu terlibat banyak perkelahian ketika SMP, Anda-lah yang membentukku menjadi manusia seperti sekarang.”

Yool mengingatkan kalau Hye Joo sudah mengungkit hal itu lagi. Tapi ia senang bisa membantu Hye Joo seperti itu.

Flashback end
Di kamar, Da Jung memegang kening Kwon Yool. Ia merasa kalau Yool demam lagi. “Sepertinya anda melakukan hal yang berat hari ini.”

Yool menatap Da Jung, ia berterima kasih pada Da Jung. “Terima kasih untuk hari ini. Aku akhirnya bisa mengerti tentang Woo Ri. Tidak. Faktanya, aku bia mengerti perasaanku sendiri.” Da Jung tak mengerti apa maksud ucapan Yool.
Yool : “istriku, dia seorang musisi. Itulah kenapa aku tak suka Woo Ri menjadi musisi. Karena dia mengingatkanku pada istriku. Hal itu sangat menyakitkan dan aku tak bisa menahannya. Tapi itu adalah masalahku.”

Da Jung pun mengerti, “Apa anda merindukannya? Teringat pada mendiang istri anda, apakah itu begitu menyakitkan dan menyusahkan?”

“Itu…” Yool ragu mengatakannya. “Itu karena aku sangat membenci mendiang istriku.”
Da Jung : “Hal yang biasa bagi orang yang pergi lebih dulu jika dia dibenci oleh orang yang ditinggalkannya. Aku juga. Karena sudah meninggalkan aku dan ayahku, aku sangat membenci ibuku. Tapi setelah memikirkannya dengan baik aku sadar bahwa orang yang paling kasihan adalah ibuku. Tapi kita masih hidup sekarang, anda tahu itu. Bahkan jika hari ini sangat berat karena kemarahan kita, ada hari esok yang harus kita jalani.”

Da Jung merasa kalau ini adalah pertama kalinya Yool membicarakan tentang mendiang istri Yool. Ia harap Yool menceritakan itu padanya mulai sekarang, ia akan mendengarkannya. Yool berkata kalau sekarang sudah malam, Da Jung harus lekas tidur.

Da Jung tak bisa pergi tidur begitu saja. “Sudah lama aku tak melakukannya, akan kubacakan buku. Dan jangan khawatir, aku tak akan ketiduran.” Da Jung mengambil buku Hikayat 1001 Malam. Da Jung mulai membacakan buku itu kembali…
Scheherazade membacakan cerita setiap malam. Setelah cerita tentang Aladin dan Lampu ajaib berakhir kemudian berjanjut ke Ali Baba dan 40 Pencuri.

Cerita Scheherazade tak ada habisnya. Karena….
Da Jung menoleh ke arah Yool yang terdiam mendengarkan tapi tak melihat ke arahnya. “….jika cerita yang panjang ini berakhir maka dia harus meninggalkan Sang Sultan. Dia tak ingin berpisah dari Sang Sultan. Karena…. Dia mencintai pria itu.”

Da Jung terus menatap Yool tanpa melihat tulisan di buku. “Scheherazade yang tak ingin meninggalkan sultan pada akhirnya memutuskan untuk mengatakan perasaannya.”
“Tunggu dulu.” sela Yool. Ia heran, “apa kalimat itu ada di dalam buku ini? Hikayat 1001 Malam. Aku juga sudah membaca buku ini. Tapi kisah Scheherazade yang mengakui perasaannya pada sultan, aku pikir itu tak ada dalam buku ini.”

Da Jung jadi salah tingkah karena sudah mengucapkan hal yang tak ada di buku. Ia pun mencoba melakukan pembelaan diri, “Perdana menteri, anda tak membaca keenam jilid buku ini. Ini adalah jilid yang kelima.”  (kalau yang versi Bahasa Indonesia ada 4 jilid)

Yool heran, “Jilid kelima? Kalau begitu lebih tak masuk akal lagi. Apa kau pikir Sultan akan membiarkan Scheherazade setelah dia mengaku? Dia akan membunuhnya di jilid keenam. Jika seorang wanita mengutarakan perasaannya pertama kali maka dia akan terlihat murahan.”

Da Jung : “Mu..murahan? bagaimanapun, dari sudut pandang Sultan yang pemarah, aku pikir dia akan membiarkan gadis murahan itu untuk tetap hidup.”

Da Jung menyudahi membaca buku ceritanya. Yool tanya kenapa Da Jung tak melanjutkan membacanya.
“Itu karena aku masih ingin hidup lebih lama.” Sahut Da Jung akan keluar dari kamar Yool.

Apa? Yool heran. Kalau begitu tinggalkan saja bukunya.  Da Jung keluar kamar sambil membawa buku hikayat 1001 malam.
Keesokan harinya, Kang In Ho sampai di depan rumah Perdana Menteri. Ia masih berada di dalam mobil mengeluarkan amplop berisi foto-foto kakaknya bersama Na Young dulu. Diantara foto itu ada sebuah dokumen ‘Pernyataan Saksi’

Tiba-tiba ada yang mengetuk kaca jendela mobilnya, Da Jung. In Ho yang terkejut segera menyimpan kembali foto-foto itu.
Di dalam rumah Yool mencari-cari Da Jung. Ia berulang kali memanggil Da Jung tapi tak ada sahutan dari Da Jung. Ia bahkan mencari Da Jung hingga ke kamar Man Se, tapi wanita itu tak ada disana. Yool melihat buku Hikayat 1001 Malam itu ada di samping meja tempat tidur Man Se. Ia mengambil buku itu dan membaca bagian yang semalam dibaca oleh Da Jung.
Cerita Scheherazade tidak ada habisnya. Scheherazade mulai memberi tahu Sultan cerita selanjutnya. Hari berikutnya, seperti biasa pelayan akan membangunkan permaisuri dan berkata…..

Yool mengingat apa yang Da Jung bacakan semalam.

Cerita Scheherazade tidak ada habisnya. Karena… jika cerita yang panjang ini berakhir maka dia akan meninggalkan sultan. Karena dia tidak ingin berpisah dari Sultan.

Yool merasa ini berbeda dari cerita yang Da Jung bacakan semalam.
Da Jung bicara dengan In ho. Ia bertanya apa ayahnya memberi tahu In Ho jika ayahnya sangat mengkhawatirkan tentang PM. In Ho berkata kalau ayah Da Jung sangat khawatir karena dia berpikir Da Jung juga akan khawatir seperti ini. “Dia bilang kalau dia baik-baik saja jadi tak perlu khawatir. Belikan saja ayahmu banyak makanan ketika kau menjenguknya akhir minggu ini.” Da Jung bertanya-tanya apa yang harus ia bawakan untuk ayahnya akhir minggu ini, ayam, sosis, atau jokbal.
In Ho : “Da Jung, aku benar-benar menyukai ini. Kenyataan bahwa kau melihatku dan tersenyum. Aku menyukainya. Ekspresimu, berapa lama kau pikir aku masih bisa melihatnya?”

Da Jung tak mengerti kenapa In Ho bicara seperti itu sekarang. In Ho tertawa tipis berkata kalau ia ingin saja mengatakan itu karena ada suatu saat dimana semua hal akan berubah. Tapi bahkan jika saat itu terjadi, apa saat itu Da Jung masih bisa melihatnya dan tersenyum seperti sekarang. Hal ini tiba-tiba saja muncul di pikirannya.

Da Jung menebak apa yang baru saja In Ho katakan, apa itu ada hubungannya dengan kakak In Ho. In Ho berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk mengatakan bahwa orang yang membuat kakaknya seperti ini… tapi ia tak jadi mengatakannya.

Da Jung kembali menebak apa sekarang In Ho ingin balas dendam. “Kalau memang begitu, maka jangan kau lakukan. Aku tak ingin mengatakan sesuatu seperti memaafkan adalah balas dendam yang terbaik. Tapi jangan lakukan itu. Demi dirimu sendiri jangan pernah melakukan sesuatu seperti balas dendam.”
Yool di ruangannya memikirkan cerita yang Da Jung sampaikan semalam yang ternyata berbeda dengan yang ada di buku.

Karena Jika cerita yang panjang ini berakhir dia akan meninggalkan sultan. Karena dia tak ingin dipisahkan dari Sang Sultan.

Apa yool memikirkan bahwa itu ungkapan perasaan Da Jung yang mengibaratkan Yool adalah Sultan Syahriar dan Da Jung adalah Scheherazade.
In Ho bergegas menemui Yool dan memberitahu bahwa Menteri Park Joon Ki mengundurkan diri. Yool terkejut mendengarnya.
In Ho bertanya pada Hye Joo kenapa tiba-tiba Menteri Park mengundurkan diri. Hye Joo merasa kalau ini pasti merupakan perintah dari Presdir Na untuk menyelesaikan masalah penikaman dengan cara diam-diam. In Ho merasa walaupun begitu tak akan ada yang menduga Menteri Park akan mengundurkan diri dengan begitu mudah.

Hye Joo berharap In Ho jangan terlalu terkejut dengan sesuatu yang tidak terduga yang akan muncul tiba-tiba seperti itu. Ia menyampaikan kalau hari ini PM Kwon akan memberikan kuliah di kampusnya. Ia meminta In Ho tetap di kantor biar ia yang mengurus keperluan PM di kampus.
Di kampus…. Yool merasa sudah lama sekali ketika ia terakhir kali mengunjungi tempatnya menuntut ilmu. Hal ini mengingatkannya pada kegiatannya selama kuliah dulu ketika membuat poster bersama Hye Joo dan juga Park Joon Ki.

Hye Joo bertanya kenapa Yool tak mengatakan apapun tentang pengunduran Menteri Park Joon Ki.

Yool malah berkata seandainya bisa mengembalikan waktu kemana kira-kira ia akan kembali. “Saat pertama kali akau bertemu Joon Ki di kampus? Atau saat aku menikahi Na Young? Saat aku harus mengambalikan waktu, aku akan menguraikan benang kusut yang terjadi sekarang.”
Hye Joo : “Jika anda bertanya padaku, aku akan mengulang waktu ketika aku berada di tahun kedua SMP.”

Yool mengingat-ingat, “Jika kau kembali ke tahun kedua SMP, bukankah itu saat Seo Hye Joo menjadi mafia di Ssang Moon dong?”

Yool tertawa.

“Apa anda ingat?” Hye Joo turut tertawa. “Aku sedang berkelahi dengan teman-temanku. Anda menyelamatkanku.”

Yool mengingat dengan jelas apa yang Hye Joo katakan saat itu, “Bukankah kau bilang kalau “ahjussi kurus’ pergi sana?”

Hye Joo membenarkan saat itu ia memanggil Yool dengan sebutan ahjussi dan tanpa terasa 20 tahun sudah berlalu. Yool tak menyangka kalau sudah selama itu.
“Dalam 20 tahun, untuk waktu yang lama karena aku bisa bersama dengan anda, aku sangat senang.” Hye Joo menyerahkan amplop pada Yool. Amplop berisi surat pengunduran dirnya. Yool tentu saja kaget.
Hye Joo : “Untuk seseorang yang selalu dipukul oleh ayahnya yang mabuk dan selalu lari dari rumah, orang pertama yang memberi tahu padaku bahwa masih ada harapan adalah anda, Perdana Menteri. Terima kasih karena aku jadi tahu apa itu harapan dan belajar tentang keadilan. Dan juga berani untuk menjalani kehidupan. Dan aku sangat menyukai anda. Sejak pertama kali melihat anda. Sejak saat itu… kapan aku bisa memberitahu anda tentang ini, aku selalu bertanya-tanya. Pada akhirnya, aku harus pergi. Jaga kesehatan anda. Walaupun aku tak bisa bersama anda, aku akan selalu mendukung anda.”

Hye Joo yang menangis membungkuk memberi hormat pada Yool dan berlalu dari sana. Yool melihat kepergian Hye Joo yang semakin menjauh dengan perasaan sedih.
In Ho melihat Hye Joo mmebawa barang-barang keluar dari kantor. Ia yang terkejut mengetahui pengunduran diri Hye Joo segera mengejar Hye Joo.

Hye Joo mengingatkan apa In Ho tak ingat apa yang ia katakan. “Hari dimana aku mengatakan perasaanku pada Perdana Menteri adalah hari dimana aku akan pergi. Dan hari ini adalah saat itu. Ketua Kang, jaga baik-baik Perdana Menteri.” Hye Joo melangkah keluar kantor perdana menteri.

In Ho menerima telepon dari seseorang. Ia terkejut, apa kau bilang?
In Ho segera ke rumah sakit. Ia bertanya pada perawat dimana kakaknya. Perawat mengatakan kalau Kang Soo Ho sudah dipindahkan ke ruang perawatan khusus satu jam yang lalu.
In Ho melihat kondisi kakaknya yang memburuk. Dokter mengatakan kalau Kang Soo Ho terus mengalami kejang jadi ia berinisiatif memindahkannya dan sekarang Soo Ho sudah melewati masa kritisnya. Ia pikir kalau meraka harus selalu mengawasi kondisi kesehatan Soo Ho untuk beberapa saat.
In Ho menitikan air mata melihat kondisi kakaknya yang memburuk. “Hyung kau tak bisa melakukan ini. Aku belum melakukan apapun untukmu. Aku bahkan belum sempat memulainya. Kau tak bisa pergi dengan cara seperti ini. Tak boleh.” Ucap batin In Ho penuh dendam.
Park Joon Ki berada di ruang kerja di rumahnya. Ia menerima telepon dari In Ho. In Ho berkata bukankah ketika ia dan Joon Ki terakhir bertemu Joon Kki menanyakan padanya untuk memberikan semua bukti yang ia miliki. Joon Ki tanya apa In Ho sudah memutuskan untuk memberikan bukti itu padanya. In Ho membenarkan, dimana ia harus menemui Joon Ki.
In Ho masuk ke mobilnya dan saat In Ho pergi, seorang wanita juga pergi dari sana. In Ho melihat wanita itu dari belakang.
In Ho menghentikan mobil dan segera keluar dari mobil untuk mengejar wanita itu. Tapi sayang sebuah mobil menghalanginya.
Da Jung berada di liar ke ruang piano yang terkunci. “Kapan, perdana menteri akan membuka hatinya?”
Yool yang masih berada di lingkungan kampus berjalan sendirian. Ia mengingat apa yang pernah Hye Joo katakan padanya.

Bagaimanapun aku lebih lama berada di sisi anda. Aku menghabiskan banyak waktu dengan anda. Kenapa anda memperlakukanku seperti orang lain? Bagi anda, Perdana menteri, apa artinya aku?

Kau tahu kalau julukanku adalah ksatria untuk Kwon Yool kan? Jadi mulai sekarang, aku akan mengurus segalanya.

Yang mencoba untuk menghalangi jalanmu, aku akan menjagamu, senator.

Yool beneran sedih deh.
Da Jung yang menunggu kedatangan Yool di halaman rumah melihat orang yang di tunggunya pulang. Yool tanya kenapa Da Jung berada di luar padahal udara sangat dingin.

Da Jung melihat ada kesedihan di wajah Yool, “apa terjadi sesuatu?” Yool pun menceritakan pada Da Jung kalau Hye Joo hari ini mengundurkan diri. Da Jung yang terkejut bertanya apa Yool baik-baik saja.
Yool : “Dia sudah berada di sisiku selama 20 tahun. Tapi selama ini ada banyak hal yang tak kuketahui tentangnya. Suatu saat nanti… Nam Da Jung, kau juga akan meninggalkanku kan?”

Da Jung : “Perdana menteri?”

Yool : “Jika saat itu tiba, aku ingin tahu lebih awal. Jika itu tiba-tiba kau lakukan tanpa mengatakan sebelumnya aku pikir akan sangat berat bagiku untuk menghadapinya.”

Yool merasa kalau dirinya sudah mengatakan sesuatu yang tak berguna.
“Itu tak akan terjadi.” ucap Da Jung. “Aku…. tak akan meninggalkan anda, Perdana Menteri.”

Yool : “Nam Da Jung-ssi?”

Da Jung menatap lekat-lekat Yool, “Itu karena aku mencintai anda.”

Yool tertegun mendengar pengakuan perasaan Da Jung. “Apa yang kau katakan? Aku… apa?”

Da Jung : “Aku bilang aku mencintai anda, Perdana menteri.”

“Hentikan itu hentikan.” Yool tak ingin mendengar sesuatu yang konyol, hal itu bukan sesuatu yang diucapkan sembarangan untuk candaan.

Tapi pengakuan cinta Da Jung bukanlah candaan, “Aku benar-benar menyukai anda, Perdana Menteri.”

Komentar :

Ya, sepertinya inilah yang ingin Da Jung sampaikan pada Yool. Uangkapan perasaan da Jung. Apakah Yool akan menerimanya karena ia pun mulai memiliki perasaan pada wanita itu.

Perlahan Yool mulai membuka hatinya, ia mulai bercerita pada Da Jung tentang istrinya. Ya walaupun masih belum semuanya. Tapi bukankah ini menandakan kalau ia ingin berbagi pada Da Jung, ia ingin melepaskan semua beban yang selama ini ditahannya. Perasaan sakit yang sekian lama dirasakannya.

Ketika Yool merasa dirinya berada di ambang kematian, ia takut tak bisa melihat Da Jung lagi. Ia jelas menyesal sudah mengucapkan ucapan yang menyakiti hati Da Jung. ia ingin kembali melihat Da Jung dan merubah semuanya. Dan ia pun melakukannya perlahan-lahan.

Walaupun dalam penyelidikan polisi mengatakan bahwa pelaku melakukan penikaman karena alasan sendiri, tapi sepertinya Presdir Na dibalik semua ini. Kita lihat apa yang akan Park Joon Ki lakukan selanjutnya setelah ia mengundurkan diri.

Walaupun adegan di kamar ketika Da Jung membaca buku adalah adegan yang sweetu tapi bagi saya adegan terfavorit di episode kali ini adalah adegan di gereja saat Yool menyetujui putra sulungnya bermusik. Ah itu sweetu n cute banget. Keduanya jadi akrab banget. Suka suka.

Jadi, wanita itu benar Na Young kah? wow dia adalah kunci penentunya. 

25 comments:

  1. Semakin gk sabar liat kelanjutannya... Aku rasa bukan PM yg mnyebabkan kclakaan... Trus klo na young masih hidup, trus gmana da jung :'( ? Gomawo unnie sinopnya

    ReplyDelete
  2. Mbk kpggn jam tgn in ho sama sek Seo ya?? Itu biasax dpke pasagan sma hp galaxi Note3 ya hp yg dpke ddrama in *hp incran q* 3jta'an tp sdh trn skrg kyk^^

    Pas jam 12mlm q ntn drama in,ngakak pas liat scanmadam Na slh msk kmr^^wkwkwk

    Drama in hmpr tamat,dan critae tmbh bgs,bnr2 g rela klo drama in mst berakhir hiks...hiks....

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha kalo ga salah itu hp galaxy gear yang baru ^^
      pertama kali liat itu karena dipromosiin infinite adi mv request
      trus waktu parodi heirs sama master sun kemaren juga ada *ketauan banget siapa yang komen wkwkwkwk
      btw, emang itu jam keren banget ya mbak,
      nyontek bisa jadi makin keren karena tinggal liat "jam" LOL *kidding
      tambah canggih aja ya jaman sekarang
      berasa tuanya ^^" (knp ga dulu aja sih muncul :P)

      Delete
    2. mian, mian jailnya dateng lagi...

      btw, in ho kok jadi tambah kesian aja menjelang ending ini
      gatau endingnya kayak gimana
      kecuali kalo ada cameo dari sm lagi :P

      mbak anis, coba kalo go hyun jung kemaren di queens classroom kayak ppnya mbak anis hehe cantik soalnya (so jisub dah dapet peran kocak, pingin tau go hyun jung juga dapet ^^")
      siap siap ya mbak kalo tayang di tv indo :)

      MAKASIH MBAK ANIS XD

      Delete
    3. wakakaka tiap drama pasti ada gadget canggihnya ya haha. bikin pengen yang nonton tapi apa daya sepertinya saya cukup dengan gadget yang bisa facebook, twitter n browsing sederhana saja.

      saya akan lebih suka jika ending untuk In Ho tak perlu diberi pasangan wekekeke... endingnya cukup berbahagia dengan kakaknya yang sudah sadar n main catur bersama (itu lho catur pemberian Da Jung) hihi...

      Eh Go Hyun Jung kan pernah main romcom tapi udah lama yang What's Up Fox bareng Chun Jung Myung, saya belum nonton cuma baca recaps nya di Blog Putri. Tapi kalau Mami mau main romcom dengan senang hati akan saya tonton, drama mami apapun saya tonton deh. tapi aura mami cocoknya main drama dengan karakter yang penuh wibawa. hehe.

      Delete
    4. itu juga yang dibilangin ortu hihihi^^

      hehe, kalo bukan yoonie mungkin tega ngomong gitu apalagi buat si jong ho *peace

      iya mbak, tapi pingin sesuatu jadinya karena ga pernah nonton, smeoga aja bisa nonton lain kali :)

      Delete
    5. Klo jamx itu emk galaxy gear,tp ponselx galaxy Note3^^ dheirsjg pake ponsel ini^^ kbtln kakaku pake ponsel in,jg akhr drama ad tulisanx kq^^

      Delete
    6. Ini hape bulan september kemaren kan baru keluar ya?? Setelah galaxy S4^^ Hape sekarang cangih2,harganya juga gila2 an^^ hbz ini sepertix bukan galaxy Note yg dibuat promo,galaxy 5 kayaknya ya??

      Delete
  3. mba anis,

    tanya donk link klo mau baca yang eng subnya dimana ya?


    Thanks,
    Deas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mb anis aq bantu jawab ya,, Gpp kn?

      Klo aku nntn online di dramafire.com, dramasub.com jg bsa, tp low mau donlot bsa di dramaload.com,

      Delete
    2. Terimakasih mba....

      Delete
    3. itu maksudnya nonton kan ya bukan baca. Kalau baca recaps versi bahasa inggris ada di dramabeans.

      Kalau mau nonton... di viki, gooddrama.net atau di drama.net juga bisa.

      Delete
    4. mian mb tp' ko belakangan ini di viki g bs y?? ktnya tdk bs dibuka di negara qt maksudny ap y, tolng pencerahannya... terims...

      mei"

      Delete
    5. maaf mba, mau numpang nanya jg. Kalo mau download drama gratis dimana ya ? kan kalo di dramaload.com harus jadi member premium. hhehehe.. makasih. :)

      Delete
    6. Saya Download drama di Indowebster n doramax264

      Delete
  4. suka2 banget ma couple yool-dajung....

    ReplyDelete
  5. kasihan dajung kalo bener na yong masih hidup sedih hik hik hik

    ReplyDelete
  6. hmm.. kira2 siapa yang paling terkejut kalo tau na young masih hidup?????

    smoga na young tidak berpikir untuk kembali ke posisinya, dan berharap bisa mengambil semuanya kembali...

    ^_^nur

    ReplyDelete
  7. Hubungan kakanya In Ho dengan Na young sepertinya hubungan yang serius, maka inilah alasan terbesar Na Young tdk berani muncul di hadapan PM.
    Selama ini mentri park tidak tau hal yang melatarbelakangi kecelakaan Na Young, di matanya Na Young lah yang benar dan PM yang salah.
    Dan mungkin kesalahpahaman ini akan berakhir ketika Mentri Park dan In Ho tahu kebenarannya, karena walaupun PM tau kebenarannya dia keukeuh utk menyimpannya sendiri..
    Maka sekalipun Na Young msh hidup tak akan ada jln utk dia kembali ke PM, Da Jung pasti akan tetap menjd pilihan PM setelah pengkhianatan yg di lakukan Na Young yg ternyata setia trhdp kakaknya In Ho wlupn sdg dlm kondisi koma...
    konflik akan trjd pd anak2 PM setelah menyadari kl ibunya msh hidup,.... hayooo pilih siapaaa...kl PM sih sdh jelas pilih Da Jung...hehehe...


    ReplyDelete
  8. lama2 kasihan banget ma yool kalo bener istrinya yg selingkuh n msh hidup,dia menderita sendiri kenapa joon ki ma in ho nyalahin yool gak mikir apa soo ho berada dimobil sm istri orang ...

    ReplyDelete
  9. Gomawo
    saya berterima kasih sekali atas sinopsis2nya selama ini yg bisa menemani hari2 saya ketika sakit..terutama prime minister and i ini, sekali lagi terima kasih

    ReplyDelete
  10. Haha..iya.. Aku setuju banget sama mbak anis...Gak mungkin mentri park melakukan melebihi batas kyak gitu..pastinya mentri park..masih punya hati... Udah ketahuan banget..yang ngelakuin itu Presdil Na...msa yang pas tadi Mentri Park gak boleh masuk ke ruangan Presdil Na..bukannya itu aneh???

    ReplyDelete
  11. mbak anis, kalo mau jam tangan itu ada kok yg murah..merk m*t* yang dipakek afghan hehehe :D

    ReplyDelete
  12. mbak anis.. lagu yang dinyanyikan woo ri di gereja apa ya judulnya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...