Tuesday, 11 October 2011

The Musical Episode 1 part 1


TV Show: The Musical
Revised romanization: Deo Myujikeol
Hangul: 더 뮤지컬
Director: Kim Kyung-Yong
Writer: Kim Hee-Jae
Network: SBS
Episodes: 16
Release Date: September 2, 2011
Runtime: Fri. 21:55
Language: Korean
Country: South Korea

Cast
Go Hye Sun as Go Eun Bi
Choi Daniel as Hong Jae Yi
Park Ki Woong as Yoo Jin
Ock Joo Hyun as Bae Gang Hee
Ki Eun Se (기은세) as Seo Ra Kyung
Park Kyung Rim as Sa Bok Ja
Kim Hyun Sung as Han Sang Won
Oh Jung Se as Goo Jak
Kim Yong Min (김용민) as Joon Hyuk
Kim In Seo as Sang Mi
Lee Do Kyung as Eun Bi’s father
Jung Young Sook as Yang Soon Yi (Eun Bi’s Grandma)
Kang Ji Hoo as Hyun Kwang Seo
Cha Kwang Soo as Yoo Jin Young (Yoo Jin’ father)
Ahn Yeo Jin as Sun Hee (Yoo Jin’s mother)
Park Geun Hyung as President Yoo (Yoo Jin’s Granddad)
Jo Won Hee (조원희) as yoo Jin’s Uncle
Lee Ji Hyung (이지형) as Yoo Jae Joon (Yoo jin’s cousin)
Kim Jin Ho (김진호) as President Seo
Choo So Young
Jung Tae (정태)

Production Credits
Director: Kim Kyung Yong (김경용)
Screenwriter: Kim Hee Jae


Episode 1

Adegan di buka dengan sebuah kamar penuh dengan buku-buku kedokteran, piano dan poster opera.
Hari ini tema musiknya adalah ‘hantu’. Hantu gedung opera. Untungnya yang muncul pagi ini adalah hantu tempat tidur, terkadang aku berhayal tentang Dr. Jekyll dan Mr. hyde.


Seorang gadis bangun dengan senyum yang merekah. Membereskan tempat tidur dengan semangat, menggosok gigi sambil terus menyanyikan lagu opera kesukaannya. Ia pun bersiap berangkat ke kampus sambil terus menyanyi dan menyanyi.

Ia ke kampus menggunakan kereta. Di dalam kereta pun ia menyanyi. Apa yang ia nyanyikan ? Ia menyanyikan isi buku kedokteran yang sedang dibacanya.


Mitokondria dalam sitoplasma. Mereka ada di dalam sel. Nukleus dan endoplasma retikulum juga ada di dalam sel.

Sambil menyanyikan bacaan bukunya ia juga menghentakkan kakinya membuat penumpang yang lain heran. Ia sadar kalau sudah diperhatikan banyak orang dan langsung terdiam.

Di kepalaku hidup banyak pahlawan musik opera, dalam mimpiku ada Phantom of The Opera. Gadis itu keluar dari kereta dan menggerutu, sangat memalukan. Ia berjalan menuju kelasnya sambil menari ala opera.


Ketika di dalam kelas pun ia tak fokus memperhatikan dosen, ia hanya melihat rekaman pertunjukan opera drama musical yang dibawanya. Kau tahu siapa aku?

Namaku Go Eun Bi, aku mahasiswi kedokteran tahun ketiga. Aku akan menjadi dokter.


Go Eun Bi terus memperhatikan rekaman pertunjukan opera drama musical dan kemudian terdengar olehnya teman-teman sekelasnya menyanyikan lagu yang dibawakan oleh aktor drama musical tadi (sumpah bagus suaranya apa mereka semua kelompok paduan suara ya?)

Tak hanya teman mahasiswanya yang menyanyikan lagu itu, Ibu dosen pun turut menyanyikannya dengan suara yang... (menurutku keren) dan meminta Eun Bi melanjutkan nyanyinya. Eun Bi bingung tapi ia kemudian melanjutkan lagu yang dinyanyikan dosennya tadi. Eun Bi dan dosennya berduet berbalasan menyanyi, juga teman yang lain. Hingga menjadi paduan suara yang keren.


Tapi saat Eun Bi menyanyikannya sendirian lagi. Semua teman menatapnya heran tak terkecuali Ibu dosen yang dari tadi menjelaskan materi kuliah. Semua teman sekelasnya tertawa. Eun Bi sadar kalau dirinya tadi hanya berkhayal.

Bu dosen tanya apa yang dilakukan Eun Bi. Bu Dosen bertanya tentang materi kuliah, apa ini sambil menunjuk ke arah alat peraga tengkoraknya.

“Itu adalah hidung dan pipi!” jawab Eun Bi simple seperti tak ada masalah hahaha.


Disebuah Bandara munculah seorang pemuda berkaca mata hitam. Ia menengok kesana kemari tapi ia tak menemukan seseorang, ia kembali berjalan. Di sana juga ada seorang pria berambut kriwil yang juga menengok kesana kemari.

Pria berkaca mata membeli minuman kemudian ia langsung meninggalkan kios dan melupakan uang kembaliannya. Pria berambut kriwil menyambar uang kembalian itu dari tangan pelayan dan mengatakan kalau itu adalah temannya, “Hong Jae Yi!” teriak pria kriwil tadi pada pria berkaca mata hitam.


Pria berkaca mata hitam menengok. “Kau masih belum berubah sediktipun masih melupakan uang kembalian!” ucap si pria kriwil. “Kau juga selalu muncul tiba-tiba!” ujar Hong Jae Yi.

“Jadi kau mau diberi ucapan selamat datang ala New York?” tanya si kriwil sambil membuka tangan ingin memeluk. “Lupakan saja!” ujar Jae Yi sambil tertawa. Tapi si kriwil tetap saja merangkul Jae Yi dan mengatakan kalau ia sangat merindukan Jae Yi.

Si Kriwil ini bernama Goo Jak. Ia memasukkan barang-barang Jae Yi ke bagasi mobil, “Untuk menyambut kembalinya komposer musik terbaik di Korea Selatan, aku Goo Jak datang khusus membawakan kopermu. Bagaimana? katakan terima kasih!”

“Musik? Musik apa? aku tak mengerti!” ucap Jae Yi.
“Tak mengerti musik? Kalau begitu bintang musik populer yang sedang naik daun. Bagaimana? Aigoo kau memang jenius. Musik dengan musik, lagu dengan lagu tak ada yang bisa kau lakukan!” Sambung Goo Jak.
“Aku pergi dulu!” Jae Yi meninggalkan temannya. “Hey! aku ikut ke Seoul, boleh kan?” tanya Goo Jak. “Hanya ke Seoul. kau paham!” Jae Yi mengingatkan.


Go Eun Bi menonton pertunjukan Drama Musical. Ia duduk di kursi depan. Lampu padam dan artis musical Bae Kang Hee pun muncul dan mulai menyanyikan lagunya dengan ekspresi yang tentu saja sangat baik ditunjang dengan kualitas vokal yang ok punya. Eun Bi memperhatikan dengan seksama. Ia terharu matanya berkaca-kaca.


Pertunjukan selesai semua memberikan tepuk tangan tak terkecuali Eun Bi. Disana juga ada seorang pemuda tampan bersama kakeknya yang juga memberikan tepuk tangan. Pemain drama musical memberi hormat pada penonton.

Satu per satu penonton meninggalkan tempat pertunjukan tapi Eun Bi masih saja duduk di kursinya tak beranjak sedikit pun.


Si kakek bertanya pada cucunya tentang pertunjukan tadi, “Bagaimana menurutmu?”
“Nyanyiannya bagus sekali!” ucap sang Cucu. Kemudian keduanya beranjak dari kursi dan meninggalkan ruangan pertunjukan. Sementara Eun Bi tetap duduk di kursinya memandang panggung.

Seorang pelayan menghampiri artis musical Bae Kang Hee dan mengatakan kalau ada tamu yang mencarinya. Tapi Bae Kang Hee menolak karena belum membuat janji.


“Oh maafkan aku. Aku belum membuat janji untukmu!” ucap si kakek tadi diikuti cucunya.
“Oh.. Presdir kenapa tak mengatakan dari tadi!” Ternyata keduanya saling mengenal, “Apa kau melihat pertunjukanku ?”
“Tentu. Tepuk tanganku paling keras!” Ucap kakek. Si kakek memperkenalkan cucunya pada Bae kang Hee.
“Namaku Yoo Jin!” ucap si ganteng hahaha... keduanya berjabat tangan.
Kakek minta maaf karena datang hanya membawa bunga, lain kali ia akan mengajak minum di tepi sungai Han.


Bae Kang Hee memandang Yoo Jin, “Jadi kau Yoo Jin. Apa kau tahu maksud Presdir?” Sambil tersenyum Yoo Jin menjawab ia akan menanyakannya sendiri nanti.
Bae Kang Hee menatap ke arah Presdir, “Kau ingin hubunganku dengan Yoo Jin sedikit lebih akrab kan?” Kakek menjawab sambil tertawa, Benar dan Yoo Jin pun hanya tersenyum.


Hong Jae Yi dan Goo Jak minum bersama. “Bagaimana mungkin musik tak ada hubungannya dengan seni?” Tanya Goo Jak.
Jae yi : “Ingin terkenal dan memiliki banyak uang apa itu buruk ?”
Goo Jak mengaku kalau ia juga pernah memikirkan itu tapi jiwa raganya mencintai seni. Seni yang murni ...
“Kau jujur sajalah!” potong Jae Yi. “Bukankah kau menciptakan musik populer hanya untuk mencari uang?”
“Benar!” jawab Goo Jak. “Ya betul. Jadi..!!”
Jae Yi : “Jadi jangan pernah lagi mengatakan Cinta atau hasrat. Realistislah dan jangan lagi mencap orang lain sok!”
“Sok ? siapa ? Bae Kang Hee? Dia...” Goo Jak sadar sudah keceplosan bicara ia langsung terdiam dan menutup mulutnya. Jae Yi memandang tak suka.

Karena sudah terlanjur menyebutkan namaya Goo Jak ingin bertanya, “Apa karena Bae Kang Hee kau jadi seperti ini? Kau tak main musik opera, hanya musik pop biasa saja. Apa kau takut bertemu lagi dengannya?”
“Aku tak jadi mentraktirmu minum!” ucap Jae Yi.
“Ah lupakan saja. Memangnya kau benar-benar mau mentraktirku minum? Sesama artis miskin, kau memperlakukanku seperti ini, ayo kita minum lagi!” Seru Goo Jak. Keduanya terus minum.


Go Eun Bi menyusuri jalanan malam sambil mendengarkan lagu lewat headsetnya. Langkahnya terhenti di sebuah toko. Ia memandang dirinya dalam kaca. Dan ia pun mulai berkhayal kembali.

Eun Bi melihat sosok aktor yang tadi bermain drama musical. Aktor itu mengulurkan tangannya menembus kaca. Eun Bi menerima uluran tangan itu dan sang aktor pun menarik Eun Bi masuk ke dalam menembus kaca.


Dan ternyata Eun Bi sudah berada di panggung drama Musical. Ia mengenakan pakaian Bae Kang Hee yang bermain opera tadi. Eun Bi berbalik ke arah penonton dan ia pun mulai menyanyikan lagu yang sama yang dinyanyikan Bae Kang Hee. (Terakhirnya Maria Maria gitu)

Kualitas vokal Eun Bi masih kalah dengan suara Bae Kang Hee. Ketika Eun Bi akan mengambil nada tinggi ternyata suaranya tak sampai, kelemahannya ternyata di nada-nada tinggi. Eun Bi tersadar ternyata ia hanya berkhayal.


Goo Jak sudah mulai mabuk. “Hong Jae Yi, Karena kau pernah ditolak cinta. kau melupakan semua orang yang mencintai musik. Kau sudah sewenang-wenang!”
Jae Yi : “Mau sewenang-wenang itu hakku, kenapa kau mengaturku?”
Goo Jak : “Aku bukannya mengaturmu aku hanya ingin memperbaiki dirimu!”
Jae Yi : “Sampai mati aku tak akan menciptakan musik lagi!”
“Sekali saja!” pinta Goo Jak. Jae Yi menyuruh Goo Jak pulang tapi Goo Jak menolak. Jae Yi kesal dan meninggalkan temannya sendirian.
Goo Jak teriak, “Hong Jae Yi. Lupakan saja kisah cintamu yang 6 tahun lalu itu. Cinta itu ada masa kadaluarsanya!” Goo Jak terus berteriak, “Aku menicintaimu Hong Jae Yi!”
Jae Yi hanya menggerutu kau yang membayar minumannya.


Eun Bi berdiri di tepi sungai dan mulai menyanyi keras-keras dengan nada tak karuannya. Suaranya kacau. Aneh. Dan Hong Jae Yi ada di sana terganggu oleh suara yang tak enak didengar.
“Bukan begitu cara menyanyikannya!” ujar Jae Yi pelan mengomentari. Eun Bi terus menyanyi dengan suara lantangnya tapi dengan nada yang tak karuan.

Jae Yi tak tahan mendengarnya, “Hey agashi (Nona). Suaramu jelek sekali!”
Eun Bi tak memperdulikannya ia malah terus menyanyi. Setengah mabuk Jae Yi mengatakan bukan seperti itu cara menyanyikannya, “Bagian itu harus pelan. Pelan sekali!”
Eun Bi minta maaf, “Ahjussi kau siapa?”
“Aku ? aku penulis lagu yang kau nyanyikan itu!” jawab Jae Yi.
Eun Bi : “Maksudmu kau komposer Hong Jae Yi. Jadi Hong Jae Yi itu kau?”
Jae Yi : “Apa kau tak percaya. Kalau aku benar Hong Jae Yi memangnya kenapa?”
“Jadi kau Hong Jae Yi? Hong Jae Yi berkaca mata dan aku adalah... Bae Kang Hee!” Eun Bi menjawab asal-asalan sambil tertawa. Terserahlah. Eun Bi tak percaya kalau pria di depannya itu benar-benar Hong Jae Yi.


Eun Bi bejalan pergi tapi Jae Yi mengingatkan, “Nona. Jangan menyanyi kalau tak memiliki bakat!” Eun Bi tersenyum kecut dan berjalan meninggalkan Jae Yi.

Mungkin gara-gara pemabuk berkacamata semalam itu aku jadi marah. Jangan menyanyi kalau tak memiliki bakat. Lihat saja nanti kalau kau benar-benar komposer ‘Maria Maria’ aku akan menjadi Bae Kang Hee.


Eun Bi merapikan buku-buku kedokterannya ia akan cuti kuliah. Eun Bi menelpon neneknya minta ijin cuti kuliah, ia minta neneknya jangan memberi tahu ayahnya. Satu tahun. Tolong rahasiakan pada ayah satu tahun saja kalau aku tak berhasil aku akan menyerah.

Dan 1 tahun kemudian.............


Eun Bi membuka lemari tempat ia menyimpan buku-buku kedokteran, debunya banyak. Eun Bi duduk tersenyum memandang poster Bae Kang Hee dan mengatakan kalau ia tak akan menyerah, “Tunggu aku guru!”


Disebuah pesta perayaan pertunjukan drama musical ‘The Queen’ Para pemain menggunakan pakaian ala Eropa jaman dulu.
Han Sang Won yang berdiri di samping Bae Kang Hee meminta Yoo Jin mengucapkan sesuatu pada para pemain.
Yoo Jin : “Drama Musical The Queen akan melaksanakan tur. Dalam satu tahun akan tampil di seluruh negeri.”
Semua tepuk tangan dan bersulang. Han Sang Won berkomentar di tangan Yoo Jin tak ada yang tak bisa.


“Juga pendidikan, latar belakang keluarga, kekayaan, dan penampilan. Hanya Kepribadiannya yang masih belum jelas. Tapi kalau hal itu saja jadi masalah baginya, bukankah IQ nya hanya 2 digit!” sambung Bae Kang Hee.
“Kau mencoba merayuku ?” tanya Yoo Jin. “Otaknya pun sangat tajam!” ujar Bae Kang Hee. Ketiganya tertawa.


Ada seorang pria menghampiri Yoo Jin dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Yoo Jin pada kebudayaan. Kemudian pria itu bertanya, “Kau sudah tak melaksanakan bisnis gelas lagi?”
Dengan enteng Yoo Jin mengatakan kalau biaya di bisnis gelas sangat tinggi, pasarannya kurang bagus dan penjualannya 30 % di bawah target. Mereka juga harus membuat kontrak baru setiap tiga tahun.

“Kerja di sini sangat bagus. Penonton drama musical meningakat, tapi sekarang bukan musimnya!” ujar si pria.
Yoo Jin kembali menjelaskan sampai tahun 2007 pasar drama musical tumbuh. Tahun 2008 sempat terhenti. Dibandingkan opera lain pertumbuhan drama musical tak pernah melebihi 36 %. Di bandingakan dengan 254 % dikategori drama tradisional dan 128 % di konser musik klasik. Bukankah ini terlalu kecil?

“Ahhh kau menggunakan angka untuk mengerti musik?” Tanya si Pria.
“Ini bukan masalah angka!” sahut Yoo Jin. “Aku tahu aku bisa menghasilkan uang dari bisnis ini karena perputaran investasi dan pendapatannya pendek. Semakin panjang waktunya semakin banyak hasilnya.”
“Ya aku mengerti!” sahut pria itu.


Di tempat counter minuman Eun Bi bekerja di sana. seorang pelanggan mendatangi counter di mana Eun Bi bekerja. Pelanggan celingukan ia tak menemukan pelayan dan akan segera pergi dari sana.
Tapi sesaat kemudian ada yang memanggil, Haloo. Eun Bi ternyata tengah melakukan latihan kayang. Eun Bi berdiri dan menyapa pelanggan, “Mau minum apa?”


Setelah pelanggan pergi Eun Bi duduk di bawah dengan kaki di atas bersandar pada meja ia melihat-lihat majalah siapa tahu ada audisi drama musical.
Audisi ? ternyata ada audisi drama musical tapi yang dibutuhkan dalam audisi itu adalah seorang aktor.
Eun bi melihat wajahnya di cermin. Ia berfikir ternyata wajahnya mirip dengan pria. Jadi ia memutuskan untuk mengikuti audisi dengan menyamar menjadi pria, kalau begitu aku akan menjadi Go Eun Dol saja. Tapi kedengarannya jelek. Go Eun Jo. Go Eun Ho. Go Eun Ho kedengarannya bagus. Go Eun Ho.


Hari audisi pun tiba. Di tempat audisi banyak pria-pria berlatih sebelum audisi. Terlihat pula Go Eun Bi yang tengah menyamar. Eun Bi memperhatikan pria-pria di sana. Ia merasa canggung. Dan pria-pria itu ada yang tengah membicarakan pacarnya hehe... Eun Bi berusaha menenangkan diri.


Yoo Jin berniat masuk ruangan tapi pintunya terhalangi oleh badan Eun Bi, “Kau bisa menyingkir dari sana tidak?”
Itu membuat Eun Bi terkejut dan langsung menyilangkan tangan di depan dadanya. Tapi ia kemudian sadar dan segera bersikap santai. Yoo Jin masuk ke ruangan.


Eun Bi akan ke toilet. Ia akan masuk ke toilet wanita tapi terkejut karena ada seseorang yang baru keluar dari sana, “Ini toilet wanita!” ucap wanita itu dan menunjukan dimana letak toilet pria. Eun Bi minta maaf.
“Dasar berandalan!” umpat wanita itu. Eun Bi akan masuk toilet pria tapi ia melihat peserta audisi yang lain masuk ke toilet itu dan Eun Bi pun tak jadi masuk. Eun Bi sudah tak tahan dan ia pun masuk ke toilet wanita.


Audisi pertama menari. Semua peserta audisi menari bersama. Tarian mereka bagus, kompak hehe. Eun Bi pun tak kalah keren. Bae Kang Hee menjadi salah satu juri di sana.
“Nomor 27!” penata tari memanggil dan ternyata itu nomor peserta Eun Bi. Penata tari meminta Eun Bi maju. Eun Bi mengangguk dan berjalan maju.


Yoo Jin masuk ke ruang audisi dan menyuruh Eun Bi keluar. Yoo Jin minta maaf pada juri yang lain karena sudah menyela waktu. Yoo Jin mengatakan pada Eun Bi kalau ia sedang menyeleksi aktor jadi wanita tidak masuk persyaratan.
Semua juri terkejut, “Apa dia wanita?”
“Aku ini pria tulen!” jawab Eun Bi.
“Kalau begitu buka bajumu!” pinta Yoo Jin. “Bentuk badanmu harus terlihat!”
“Jadi gadis ini berbohong?” tanya Han Sang Won.


Yoo Jin menyeret Eun Bi keluar. Tunggu Eun Bi menahan, “Kalau kau memilihku aku akan berusaha sebaik-baiknya!” Eun Bi memberi hormat pada juri. “Aku bisa melompat seperti pria, aku bisa menyanyi seperti pria!”
“Tidak bisa!” ucap Yoo Jin tegas. Eun Bi memohon kalau ia harus audisi. Jika tidak ia harus kuliah lagi.
Yoo jin : “Jadi kau mahasiswa?”
Eun Bi hanya menjawab maaf.
Yoo jin : “Apa status mahasiswamu juga palsu?”
Eun Bi : “Tidak. itu benar!”
“Kalau begitu kembalilah ke kampus!” Yoo Jin menarik kerah baju Eun Bi dan menyeretnya keluar. “Kalau aku terpilih aku akan berusaha karas. Aku harus melakukannnya!” Bae Kang Hee hanya memperhatikan.


Yoo jin menyeret Eun Bi keluar dan melemparkan tas Eun Bi. Dompet Eun Bi terjatuh dan Yoo Jin memungutnya. Yoo Jin melihat kartu identitas milik Eun Bi.
Eun Bi bertanya, “Tuan siapa kau? Mengapa kau memperlakukanku seperti ini?” Yu Jin menjawab kalau ia adalah investor disana. Ia yang mendanai drama musical ini.
Eun Bi : “Tapi selama produser setuju aku bisa naik ke panggung kan?”
Yoo Jin : “Biarpun mereka setuju tetap tak bisa, karena aku yang mendanai drama musical ini. Kalau aku mengatakan tidak mereka tidak bisa berbuat apa-apa!”
Yoo jin mengatakan kalau ia sering menghadapi hal seperti ini. Aku tak bertingkah bantah Eun Bi.
Yoo Jin bertanya, “Tapi kenapa dari sekian banyak audisi kau mendaftar untuk pemeran pria?”

Wanita yang tadi berpapasan dengan Eun Bi di toilet menguping.
“Aku sudah mencoba!” kata Eun Bi
Yoo Jin : “Apa?”
Eun Bi : “Sudah kucoba tapi tak lulus. Aku harus bermain dalam drama musical agar tak mengulang daftar kuliah. Situasinya sangat rumit..”


“Bagiku sederhana!” ujar Yoo Jin. “Mahasiswa kedokteran yang membohongi orang tuanya, menyukai musik tapi tak mampu. Terjebak dalam keadaan harus mendaftar ulang kuliah. Pergilah ini bukan tempat bermain!”
Eun Bi : “Maaf, permisi. Kau berhak menolakku dan aku juga tak memenuhi syarat. Sebagai investor kau memiliki hak!”
Yoo Jin : “Jadi?”
Eun Bi : “Berikan aku satu kesempatan saja!”
Yoo Jin : “Sudah berapa kali kau mengikuti audisi? Katakan berapa kali kau mengikuti audisi dan tidak lulus? Sudah berapa kali kau mencoba?”
“80!” kata Eun Bi, “Dan ini yang ke 81!” ( wow )
Yoo Jin : “Mencoba 80 kali dan kau masih belum mengetahui kelemahanmu. Nona, KAU TAK MEMILIKI BAKAT!”

                                                                                     Episode 1 Part 2 >

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...