Monday, 24 October 2011

The Musical Episode 3 part 1



Eun Bi sudah berada di rumahnya. Bok Ja tertidur pulas di kursi. Eun Bi memandangi foto dirinya bersama ayah dan neneknya.

Kemudian Eun Bi teringat kecupan Jae Ti ketika di kereta. Eun Bi menutup mulutnya dan menggeleng-gelangkan kepala berusaha melupakan kejadian itu.


Eun Bi kembali mengantar susu dari rumah ke rumah. Sampai di sebuah rumah yang biasa Eun Bi antarkan susunya ia menuliskan pesan pada kotak susunya.


Dan ketika Eun Bi akan pergi dari rumah itu Jae Yi datang. Jae Yi tersenyum melihat Eun Bi.


Jae Yi mengajak Eun Bi sarapan. Jae Yi membahas masalah latihan menyanyi. Apakah Eun Bi akan latihan. Eun Bi menjawab, “Tentu saja aku akan latihan. Bukankah aku ke sini untuk itu!”
“Di usia 23 tahun mungkin itu bukan ciuman pertamamu!” sahut Jae Yi mengungkit masalah ciuman di kereta. Eun Bi kaget mendengarnya dan hampir menyemburkan isi minuman dari dalam mulutnya, dengan cepat Jae Yi menyodorkan tisu ke mulut Eun Bi seperti tahu apa reaksi Eun Bi.
Jae Yi : “Mungkin ciumanku bagimu seperti ciuman anak muda. Kau panik!”


Eun Bi berusaha setenang mungkin, ia tertawa dan mengatakan kalau ia tidak panik. “Seperti orang yang mengucapkan ‘halo’ seperti itu rasanya bagiku!”
“Tapi aku tak begitu!” kata Jae Yi. “Aku melakukannya bukan hanya sekedar mengucapkan halo. Aku bukan pria gampangan!”
Eun Bi mulai berkata jujur. Ia berfikir kalau ia berterus terang tentang ciuman itu Jae Yi akan malu. Jae Yi mengatakan ia tak malu karena itu adalan ciuman pemberi semangat bagi calon bintang yang baru saja membuat keputusan penting dalam hidupnya.
Jae Yi meminta supaya menikmati sarapan tanpa suara tawa hahaha. Eun Bi tersenyum setuju.


Yoo Jin mendapat kunjungan dari seorang pria (Aku belum tahu namanya, sepertinya temannya Jae Joon)
Yoo Jin mengatakan pria itu akan mendapat dana sebesar 50rb dolar setelah proposalnya diputuskan.
Yoo Jin : “Untuk project B kau akan menerima 170rb dolar 4 bulan kemudian. Dan kau menerima tambahan 30rb dolar untuk project A!”
“Rasanya totalnya 200rb!” ucap pria itu.
Yoo Jin : “Kau telah menerima totalnya 320rb dolar untuk project A, B, C, D!”
Pria itu minta minum tapi Yoo Jin tak menggubrisnya, “Kau belum pernah membuat kontrak untuk sebuah lagu kan?”
Pria itu menjawab pernah tapi aturannya sudah berubah. Yoo Jin tanya dimana semua uang yang sudah diterima. Pria itu menjawab kalau uangnya sudah dipakai untuk biaya administrasi.
“Whiskey dan wine yang kau minum, biaya hotel tempat kau tidur!” sahut Yoo Jin. Pria itu tertawa dan mengatakan kalau itulah dunia seni, Yoo Jin tak akan mengerti.
Yoo Jin menjawab ia tak perlu mengetahui dan tak mau tahu yang ia inginkan hanya pria itu menyerahkan semua bukti pengeluaran dananya.
Yoo Jin : “Kau harus mengakui kalau kau sudah menggelapkan dana kalau kau tak bisa membuktikannya!”
“Kau juga harus membuktikan kalau aku sudah menggelapkan dana 320rb dolar!” Ujar pria itu.
Yoo Jin tanya apa maksudmu?
“Sama seperti yang kukatakan, kau bukan satu2nya orang yang menggerakkan dana ini dari awal. Uang itu kugunakan atas sepengetahuan saudara sepupumu Yoo Jae Joon. Apa dia tak mengatakannya padamu?” tanya pria itu.


Sang Mi dan Bok Ja latihan menyanyi di markas mereka. Goo Jak dan Jae Yi mendengarkan. Jae Yi menyarankan keduanya agar jangan lupa mengatur nafas.
Eun Bi tiba di sana. Jae Yi mengenalkan Eun Bi pada Goo Jak.


Eun Bi latihan di rumah Jae Yi. Jae Yi menyerahkan berkas lagunya. Ia mengatakan kalau itu adalah lagu saat artis utama masuk ke tengah panggung. Eun Bi memperhatikan not yang tertulis di sana.
Jae Yi memulai memainkan pianonya. Eun Bi menyanyi. Jae Yi menjelaskan isi lagu itu, “Kau terpikat oleh seorang pria yang tak dapat kau cintai!”
Eun Bi berhenti menyanyi dan berkomentar ia merasa seharusnya tak seperti itu menyanyikannya.
Jae Yi meraih tangan Eun Bi dan meletakan di dadanya, “Temponya agak cepat kan?” Tanya Jae Yi. Eun Bi mengangguk. “Kau suka lagunya?” tanya Jae Yi lagi. Eun Bi tersenyum dan menarik tangannya.


“Adakah seseorang yang menarik perhatian Hong Jae Yi di Korea ini?” tiba2 Bae Kang Hee datang.
Eun Bi terkejut dan senang melihatnya karena Bae Kang Hee adalah idolanya. Tapi tidak dengan ekspresi Jae Yi.
Eun Bi sumringah dan menanyakan kabar Kang Hee. Kang Hee balik bertanya pada Eun Bi apa mengenalnya. Eun Bi menjawab kalau ia mengetahui semua lagu2 Bae Kang Hee
Kang Hee berterima kasih dan meminta Eun Bi keluar sebentar karena ia ada urusan dengan Jae Yi. Jae Yi menolak karena ia sedang latihan tapi Eun Bi merasa tak keberatan pergi dan meminta keduanya untuk mengobrol.
Setelah Eun Bi keluar Kang Hee mulai bicara. Kang Hee mengingatkan Jae Yi jangan mempermainkan anak kecil. “Tapi kalau kau bilang tidak sedang bermain dengannya kau malah menyakitiku!”
Kang Hee melihat-lihat lagu baru Jae Yi. Jae Yi meminta Kang Hee mengatakan maksud kedatangannya setelah itu Kang Hee boleh pergi.


Yoo Jae Joon panik ia mondar mandir. Ayahnya memintanya untuk duduk.
Jae Joon : “Kalau mau ditutupi kenapa tak ditutupi. Dana sebesar itu diambil untuk keperluan pribadi. Seperti itukan ayah? Mana ada kesepakatan tanpa biaya perantara!”
Ayah Jae Joon mengatakan tak penting Jae Joon menggunakan uang itu apa tidak, yang penting apakah ketahuan atau tidak Jae Joon menggunakan uang itu.


Dan jreeenggg...... Yoo Jin sudah berdiri disana membuat ayah dan anak ini kaget.
Ayah Jae Joon tanya sejak kapan Yoo Jin berada di sana. Yoo Jin menjawab kalau keduanya sangat sibuk mengobrol jadi tak tahu kedatangannya. Ayah Jae Joon meminta Yoo Jin untuk duduk.


Ayah Jae Joon : “Kudengar kau mengurusi dana yang dulu dikerjakan Jae Joon!”
Yoo Jin membenarkan. Ayah Jae Joon berfikir kalau anaknya sudah berbuat salah dalam penggunaan dana itu. Jae Joon membela diri kalau itu semua bukan kesalahan.
“Ya itu kesalahan!” sahut Yoo Jin. “Kalau kau berulang kali berinvestasi pada perusahaan yang tidak berniat untuk usaha. Itu sudah pasti sebuah kesalaahan!”
Jae Joon marah dan berteriak, hey.... Sedangkan Yoo Jin tetap tenang. “Itu kesalahan, Kesalaahn Jae Joon!” sambung ayah Jae Joon.
Jae Joon kesal dan segera pergi meninggalkan ruangan.


Ayah Jae Joon percaya kalau Yoo Jin akan memutar dana dan menghasilkan keuntungan yang bagus. Jadi kalau Yoo Jin menyalahkan Jae Joon atas kesalahannya, Yoo Jin juga sebenarnya tak mampu seperti Jae Joon.
Yoo Jin : “Paman, dalam permainan baseball kalau pitcher pertama diganti maka pada pitcher pengganti skor akan dicatat!”
Ayah Jae Joon membenarkan, “Ya skornya dimulai dari hasil pitcher pertama. Dimulai dari sana. Bagaimanapun juga pitcher masuk ke permainnan ketika dia menggantikan pemain yang sebelumnya. Berhasil dan gagal dalam permainan itu dialami semua orang!”
“Pitcher seperti apa kau ini? Kau kah yang mampu mendapatkan 3 strikes. Menyelamatkan tim dan menghadapi pitcher pertama. Kau yang mencatat kemenangan. Tunjukan pada orang2 kemampuanmu. Bukankah seperti itu caranya berkarir!” kata ayah Jae Joon. Yoo Jin mendengarkan ucapan pamannya.


Kang Hee masih berada di rumah Jae Yi. Kang Hee tanya apa dengan lagu itu Jae Yi akan kembali ke musical. Jae Yi membenarkan.
Kang Hee : “Kalau kau tak menyukai Yoo Jin kau bisa melakukannya denganku. Selama kau memang ingin kembali terjun ke musical!”
Jae Yi : “Kau tahu apa artinya kalau kita berdua kembali ke musical? Kau pasti sudah mengerti!”
“Ya aku benar2 paham!” kata Kang Hee.


Kang Hee jalan mendekati Jae Yi dan mengatakan kalau bagi Hong Jae Yi musik adalah Bae Kang Hee. Bae Kang Hee adalah musik. Kang Hee semakin dekat dengan Jae Yi, spontan Jae Yi mundur.
“Itu yang akan kubuang!” sahut Jae Yi dan meminta kang Hee membantunya.
“Membantumu dengan apa?” Tanya Kang Hee. “Membantumu menjauh dariku!”
“Kau yang sudah meninggalkanku!” kata Jae Yi. Kang Hee mengatakan waktu itu ia tak ada pilihan lain. Kang Hee memeluk Jae Yi.
Jae Yi melepaskan pelukan Kang Hee, “Karena kau sangat mencintai dirimu sendiri, kau lalu menikahi suamimu itu!”
Kang Hee : “Tidak seorang priapun. Tak seorangpun dapat memiliki Bae Kang Hee.. tapi.... aku bisa memberikanmu sebagian besar!”
Jae Yi menolak ia dulu pergi karena masalah yang rumit dan sekarang ....
“Sekarang? Apa masalahmu sudah hilang?” Tanya Kang Hee.
Jae Yi menjawab tidak. Kang Hee menebak apa karena anak tadi, mungkin ia tak tahu kalau masalah Jae Yi sudah hilang.


Yoo Jin mengunjungi Sang Won. Ia mengatakan kalau ia membenci orang yang tak bertanggung jawab dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Sang Won berpendapat kalau orang yang seperti itu sangat banyak terutama dibidang yang mereka tekuni.
“Bakat kalau tidak ditunjukan pada orang lain, pada dunia maka itu tak ada gunanya!” sahut Yoo Jin.
“Itulah gunanya kau, kau membuat orang menunjukan bakatnya!” kata Sang Won. “Investasimu memberikan mereka kesempatan!”


Yoo Jin tanya apa Sang Won sudah menerima telepon. Sang Won menjawab ia selalu menerima telepon.
Sang won : “Karena orang egois yang menyukai dirinya sendiri, karena tetap akting dan menyanyi walaupun mereka lapar. Dalam suatu proses ketidakadilan bisa terjadi, ada saja situasi yang tidak akan kita mengerti. Ketika tirai terbuka dan penonton bertepuk tangan kau akan melupakan semuanya!”
Yoo Jin tanya apa yang harus ia lakukan. Sang won menjawab kalau Yoo jin tak usah melakukan apa-apa untuknya. Sang won menyarankan supaya Yoo jin tidak perlu bersikap keras pada orang lain.

Yoo Jin bersiap memimpin rapat. Ketika ia memasuki aula rapat semua orang memandangnya remeh.


Rombongan Goo Jak keluar dari gedung pertunjukan. Mereka menyukai pertunjukannya. Goo Jak memuji aktris utamaya ia pun sampai hafal dialognya.
Sang Mi memuji Goo Jak karena dengan sekali menonton sudah hafal dialognya. Goo Jak menyombongkan diri kalau orang sepert dirinya dengan sekali melihat sudah langsung nempel di otak dan mengatakan tidak semua orang bisa melakukannya dan ternyata Goo Jak sudah beberapa kali melihat drama musical itu.



Peserta rapat protes kenapa Yoo Jin berinvestasi di perusahaan yang hanya sekali membuat pertunjukan di tahun 1991, “Kau bilang perusahaan ini potensial!”
“Direktur Lee, yang memproduksi ‘The Man of The King’ adalah perusahaan yang tidak pernah berproduksi selama 15 tahun. Bagi seniman keajaiban selalu terjadi!” ucap Yoo Jin.


Salah seorang peserta rapat menggebrak meja, “Orang bilang kau ular paling beracun dibidang ini. Kau pasti sudah tahu kalau Yoo Jae Joon tidak akan berinvestasi disini, kenapa kau pura2 bodoh?”


Direktur Lee : “Kau selalu bicara kejujuran Public entrepreneurship sama halnya dengan bisnis keluarga, hal kotor juga bisa terjadi!”
“Dana 50juta hasilnya -37% itu adalah 20juta. Apa kau masih belum paham juga!” ucap Direktur Lee keras.


Yoo Jin mengatakan kalau project Dae Hak Ro masih berjalan dan bisa meminimalkan kerugian itu. Ia juga masih berharap pada Amour Found.
Direktur Lee masih tetap meragukannya bagaimana bisa investasi 10juta bisa menutupi kerugian 50 juta. “Kau tahu berapa keuntungan yang harus kau dapatkan? 300%. Apa kau yakin bisa mendapatkan 300% dari Amour Found? teriak Direktur Lee. Yoo Jin hanya bisa mendesah.


Eun Bi masih jalan bersama Jae Yi. Jae Yi mengingatkan kalau besok sudah mulai latihan lagi dan bertanya Eun Bi akan datang jam berapa.
Eunbi menjawab bukankah sudah sepakat latihan bersama, Eun Bi mengatakan kalau latihan di kantor akan lebih baik.
Mendengar itu Jae Yi menghentikan langkahnya. Eun Bi mengerti maksud Jae Yi yang menginginkan latihan tetap di rumahnya. Eun Bi beralasan kalau banyak tamu yang datang ke rumah Jae Yi.



Jae Yi menangkap maksud Eun Bi dan mulai bercerita kalau Bae Kang Hee dulu spesial baginya. Eun Bi menjawab ia mengerti hal itu.
Eun Bi : “Bae Kang Hee bagiku adalah wanita yang menakjubkan. Dia sangat keren!”
Jae Yi meminta Eun Bi mendengarkan ceritanya, “DULU dia spesial bagiku. DULU!” Keduanya tersenyum.
“Itu bukan satu2nya alasan!” sahut Eun Bi. “Lagipula memang lebih baik latihan di kantor!”
Eun Bi lari berniat pulang. Jae Yi memanggil, “Eun Bi..!”
Eun Bi pun berbalik sambil memanggil, “Guru...!”
“Aku sudah membuat keputusan tersulit bagiku. Kurelakan semuanya demi musik. Jadi aku ingin fokus pada musik!” kata Eun Bi.
Kemudian Eun Bi berjalan pulang meninggalkan Jae Yi seorang diri. Jae Yi pun berjalan berlawanan arah sambil tersenyum dan bergumam, “Jadi menurutnya demi musik aku juga salah satu pengganggu baginya!”


Rapat selesai tapi Yoo Jin masih duduk di kursinya tak beranjak sedikitpun. Ia mendapat telepon dari Ra Kyung.
Ra Kyung tanya Yoo Jin dimana, “Kudengar pembelaanmu sukses!” Yoo Jin tanya Ra Kyung tahu dari siapa.
Ra Kyung ternyata menelpon Yoo Jin dari diskotik. Ra Kyung mengatakan kalau gosip itu sangat cepat menyebar. Ra Kyung minta maaf tidak bisa menemani Yoo Jin karena ia tengah menghadiri ulang tahun Soo Ryung dan meminta Yoo Jin datang.
Yoo Jin menolak ia beralasan kalau ia masih memiliki pekerjaan dan meminta Ra Kyung pulang hati-hati.


Teman Eun Bi Hyun Kwang Seo menelpon Eun Bi dan mengatakan kalau Eun Bi mendapat kiriman paket dari nenek. Eun Bi mengatakan kalau ia akan terlambat pulang ke rumah.
Kwang seo akan menunggu Eun Bi di rumah. Eun Bi mengingatkan kalau di rumahnya itu ada temnnya dan mengatakan kalau temannya itu aneh tapi telepon sudah terputus.

Di Departemen of Anatomy & Neurobiology


Eun Bi pergi untuk membersihkan mayat. Dokter mengatakan mayat yang pertama korban kecelakaan lalu lintas, di bahunya terluka jadi Eun Bi harus hati-hati. Eun Bi mengerti.
Mayat di sebelahnya lebih baik karena meninggal biasa dan yang disebelahnya lagi meninggal karena bunuh diri.
Dokter mengingatkan Eun Bi kalau ini sampai ketahuan ia bisa kehilangan pekerjaannya. Eun Bi paham dan meminta dokter jangan khawatir bukankah ini bukan pertama kalinya untuk kita kata Eun Bi.

Eun Bi selesah membersihkan mayat dan segera keluar dari sana. Ketika Eun Bi keluar dari gedung Jae Yi menunggunya di sana. Keduanya saling melemparkan senyum.


Jae Yi mengajak Eun Bi menikmati pemandangan malam di tepi sungai sambil tetap duduk di mobil. Jae Yi tanya berapa uang yang Eun Bi dapat per orang?
“Per mayat!” ralat Eun Bi. “Orang yang sudah meninggal tidak disebut orang, tapi mayat!”
“Jadi kau memandikan mereka dengan tanganmu?” tanya Jae Yi penasaran.
Eun Bi memperhatikan tangannya dan mulai menggoda Jae Yi dengan tangannya. Eun Bi mengarahkan tangannya ke wajah Jae Yi.
Jae Yi spontan menghindar dan Eun Bi melakukannya beberapa kali untuk menakuti Jae Yi (hahaa)


Eun Bi tertawa dan mengatakan sebenarnya itu tidak boleh. Ahli forensik yang harus mengerjakannya sendiri. Ia kebetulan kenal dengan seniornya dan meminta Jae Yi jangan mengatakannya pada siapapun.
“Jadi itu ilegal!” sahut Jae Yi. Eun Bi mengangguk. “Kalau begitu berapa yang kau dapat per mayat?” Jae Yi kembali bertanya.
Eun Bi : “Kenapa? Apa kau mau membantuku?”
Jae Yi : “Ya akan kupinjamkan kau uang!”


Kwang Seo sampai di rumah Eun Bi dan di sana ada Sa Bok Ja.
Bok Ja membuka paket kiriman nenek Eun Bi yang isinya ternyata buah2an, “Ini buah-buahan mahal ini semua dari Dae Gu?”
“Ini tak ada hubungannya denganmu!” sahut Kwang Seo.
“Kau kejam sekali, aku tinggal seatap dengan Eun Bi!” sahut Bok Ja. “Apa kau temannya? Kami sudah seperti keluarga!”


Kwang seo akan menunggu Eun Bi di luar tapi Bok Ja menarik Kwang seo dan bertanya kenapa buru2. Bok Ja tersenyum, “Kau tampan juga. Namamu?” hahaa
Kwang seo : “Kwang seo. Hyun Kwang seo!”


Jae Yi dan Eun Bi masih duduk di mobil. Kaki Eun Bi enak banget nangkring di kaca mobil haha.
Eun Bi : “Hanya untuk mencari sesuap nasi. Bukan untuk biaya rumah sakit karena ada yang sakit. Supaya bisa terus hidup, seluruh tubuhku arus diberdayakan. Kalau aku pinjam uang supaya bisa terus hidup itu namanya pemalas!”
Jae Yi : “Kau sangat lucu!”
Eun Bi tertawa dan mengatakan kalau itu adalah nasehat neneknya. Jae Yi berkata bukankah Eun Bi tak punya waktu. Eun Bi menegaskan kalau ia tak akan terlambat latihan.
Jae Yi : “Inikah egomu?”
Eun Bi mengangguk.

Bok Ja sudah mengbiskan beberapa apel dan mengatakan kalau rasanya enak. Bok ja bertanya seberapa sering nenek mengirim ini. Kwang seo diam tak menjawab. Bok Ja berharap ini akan sering.


Goo Jak CS latihan di kantor (semacam kafe) mereka menyebutnya kantor atau lebih tepatnya markas hehe.
Bukan hanya latihan vokal tapi juga olah raga untuk mengatur pernafasan. Mereka juga melatih tariannya.
Kagiatan Eun Bi juga padat. Ia masih harus memberikan les privat. Ketika ia mengajar les ia juga menghentakkan kakinya hehe.


Yoo Jin berada di ruang baca bersama kakek, ayah Jae Joon, Jae Joon dan Ra Kyung.
Ra Kyung mohon diri ia akan membantu bibi (Ibunya Jae Joon) tapi ayah Jae Joon mengatakan itu tak perlu. Ra kyung tak jadi beranjak pergi. Kakek juga menyuruh Ra Kyung untuk tetap di sana.


Jae Joon memuji masakan kepiting Ra Kyung. Ia mengatakan pada Yoo Jin kalau yang terbaik dalam hidup Yoo Jin adalah mendapatkan Ra Kyung.
Ra Kyung beranggapan kalau yang beruntung adalah dirinya. Jae Joon menolak anggapan itu semua sudah tahu. “Ini adalah pernikahan yang diharapkan keluargamu. Kapan kalian akan menikah?”
“Kami belum memikirkannya!” jawab Ra Kyung.
Ayah Jae Joon menganggap kalau ini (pernikahan) harus dipikirkan. Yoo Jin belum memberikan kontribusi untuk keluarga. “Paling tidak dia bisa membuat keluargamu bahagia!”
Ra Kyung mengalihkan pembicaraan. Ia membicarakan Yoo Jin yang sudah berhasil meredam masalah isu penyelewengan dana investasi dan mengatakan ayahnya senang mendengarnya.
Ayah Jae Joon memuji kalau ayah Ra Kyung sangat baik hati. “Paling tidak kau harus ikut rapat itu!” kata ayah Jae Joon pada Yoo Jin.


Yoo Jin menatap tajam Jae Joon, “Karena aku harus bicara pada posisimu aku seperti orang yang mencari-cari alasan. Seharusnya kau sendiri yang berdiri di sana dan mempertanggungjawabkan investasi itu!”
Jae Joon tertawa dan bertanya kenapa Yoo Jin mengungkapkan masalah anggaran project itu. Kalau ia masih memegangnya hasilnya pasti tak akan seburuk ini.
Yoo Jin kesal mendengarnya. Ra Kyung mengerti suasana hati Yoo Jin ia menggenggam tangan Yoo Jin mencoba menenangkan.


Yoo Jin Young tengah duduk bersama istrinya. Keduanya membaca buku. Sun Hee memulai pembicaraan, “Apakah tak apa kalau kau tak bekerja seperti ini?”
Suaminya heran. “Kalau kau keluar dari pekerjaanmu ayah tak akan senang!” sambung Sun Hee.
“Ayah dan perusahaan?” Jin Young terkejut mendengar istrinya mengatakan ini.


Sun Hee : “Kalau kau pergi karena mau melukis, lalu kau menikah denganku. Ayah pasti akan membenciku. Dia bahkan akan membenci anak kita nanti!”
Jin Young sedih mendengar ucapan istrinya. “Tidak akan. Tidak apa-apa!” sahut Jin Young.
“Baguslah!” kata Sun Hee. Ia kemudian mengambil sebuah foto. “Anak kita!” sahut Jin Young.


Sun Hee memandangi foto itu dan di sebauh meja terpasang foto Yoo Jin ( kedua orang tuanya Yoo Jin nih)


Yoo Jin mengantar Ra Kyung pulang. Ketika sampai di rumah Ra Kyung tak segera turun.
Ra Kyung merasa takut dengan paman (ayah Jae Joon) “Kelihatannya dia sudah bersikap kasar padamu!”
Yoo Jin mengungkapkan alasan kenapa sikap pamannya seperti itu, “Itu karena ayahku dulu selalu mengalahkannya dan kakek tak pernah mengakuinya. Kakek selalu mendahulukan anak bungsunya, ayahku dari pada paman! Suatu hari ayahku tiba2 meninggalkan segalanya karena ia ingin melukis!”
Ra Kyung menyela bukankah itu masa lalu. Yoo Jin menangguk dan mengatakan ia tak apa-apa karena ini bukan pertama kalinya terjadi (diperlakukan pamannya)
Ra Kyung tanya kenapa Yoo Jin tak marah padahal Yoo Jin sudah membersihkan masalah yang dibuat Jae Joon, dia bahkan tak berterimaksih.
Yoo Jin tersenyum mendengarnya dan menyuruh Ra Kyung masuk. Ra Kyung mengingatkan bukankah besok lombanya dimulai. Yoo jin mengangguk. Sebelum keluar dari mobil tak lupa Ra Kyung mengecup pipi Yoo Jin.

< Episode 2 Part 2                                                        Episode 3 Part 2 >

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...