Saturday, 11 October 2014

Sinopsis Temptation Episode 13 Part 1

Seok Hoon yang akan membuat kopi menemukan botol obat di atas meja. Ia heran kenapa Se Young meminum obat seperti ini. Se Young yang keluar dari kamar mandi terkejut melihat Seok Hoon memegang botol obatnya. Ia merebut benda itu.

Seok Hoon tanya sudah berapa lama Se Young mengkonsumsi obat-obatan ini. Se Young bilang kalau ini hanya obat sakit kepala. Tapi Seok Hoon yang sudah membaca botol obat itu bilang bukankah ini pil terapi hormon yang diresepkan oleh dokter kandungan. Se Young bilang kebanyakan orang setidaknya memiliki resep obat seperti ini ketika mereka sudah mencapai usia sepertinya. Obat itu bisa saja untuk mencegah osteoporosis dan bisa juga meningkatkan jumlah hormon.

Seok Hoon ngomel, “apa kau bercanda, kau tak menjaga tubuhmu dan bekerja siang dan malam tanpa menghiraukan kondisi fisikmu. Kenapa kau begitu bodoh?”

Se Young berkata agar Seok Hoon tak khawatir bahwa ia bisa menjaga tubuhnya sendiri. Seok Hoon tanya apa itu sebabnya Se Young dibawa ke UGD beberapa waktu lalu. Se Young terdiam.

Seok Hoon yang mengerti kemudian mengalihkan topik pembicaraan kembali mengenai bisnis hotel. Ia akan mengurus memilih lokasinya, rencana bisnis dan rencana keuangannya.

Se Young berkata kalau ia lah yang memilih untuk mengundurkan diri sebagai presdir ini bukan kesalahan Seok Hoon jadi Seok Hoon tak perlu bertanggung jawab atas itu. Seok Hoon bilang tidak, ia akan menerima tuduhan dan merasa lebih bertanggung jawab atas Se Young. Apa Se Young pikir ia hanya akan melihat Se Young jatuh, itu tak akan terjadi. Ia tak akan pernah membiarkan itu terjadi.
Melihat kesungguhan Seok Hoon, Se Young pun mengerti. Ia mendekat dan memeluk Seok Hoon, ia minta Seok Hoon jangan marah padanya, mulai sekarang ia akan melakukan semuanya bersama Seok Hoon. Seok Hoon meminta Se Young berjanji. Se Young tersenyum menyanggupinya.
Min Woo dan Hong Joo kembali dari bulan madu keduanya. Ibu Min Woo tanya apa Hong Joo lelah karena perjalanan. Hong Joo tersenyum bilang tidak apa-apa.

Ibu Min Woo mengingatkan putranya bahwa yang namanya menikah dua kali itu bukanlah sesuatu yang memalukan tapi juga bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Mulai sekarang ia harap Min Woo bertindak lebih bijaksana, “kau sudah cukup tua untuk bermain-main dan membuat kesalahan seperti kehidupan di masa lalu.” Min Woo membela diri kapan ia bermain-main (hahaha). Ibu Min Woo berharap putranya ini mengingat kata-katanya. Min Woo mengerti.

Ibu Min Woo berkata kalau sekarang Hong Joo merupakan salah satu anggota keluarga Kang jadi Hong Joo harus berkelakuan dengan berkelas kemanapun Hong Joo pergi. “Kau harus menjaga caramu berpikir dan bertindak, anggaplah kau diawasi terus-menerus dan berhati-hatilah.” Hong Joo mengerti ia akan melakukan yang terbaik.

Ibu Min Woo melihat Hong Joo belum terlalu tua untuk memiliki seorang bayi ia harap Hong Joo merencanakan program memilki anak dengan baik. Hong Joo terdiam. Min Woo heran apa maksud ibunya ini. Ibu Min Woo berkata Roy memang putra Min Woo tapi Roy ini bukan putra istri Min Woo. Ia akan lebih suka jika Min Woo memiliki seorang putra yang sah.
Hong Joo berkata jujur bahwa ia tak bisa memiliki anak. Min Woo dan ibunya terkejut. Hong Joo menjelaskan bahwa ia tak subur, alasan ia tak pernah memiliki keturunan dengan suami pertamanya itu karena kesehatannya.

Ibu yang terkejut bertanya pada Min Woo apa sudah tahu tentang ini. Min Woo yang baru mengetahuinya berkata tentu saja ia tahu. Ibu Min Woo kesal sekali mendengarnya. Ia tak bisa mempercayai ini, kenapa Min Woo menikahi wanita yang tak bisa memberikan keturunan.
Min Woo dan Hong Joo berada di dalam kamar. Min Woo menanyakan alasan kenapa Hong Joo tak mengatakan bahwa Hong Joo tak bisa memiliki anak. Hong Joo bilang ia tak memiliki kesempatan yang baik untuk mengatakannya lagi pula masalah ini sangat sensitif terlebih lagi Min Woo sepertinya tak ingin memiliki anak darinya. Min Woo mengingatkan bukankah keduanya sudah menjadi suami istri dan seharusnya ia dan Hong Joo berbagi pemikiran juga. Hong Joo mengerti dan mengakui ini salahnya tak mengatakan hal ini pada Min Woo lebih dulu. Ia minta maaf.

Min Woo ingin ia dan Hong Joo berusaha untuk tidak terlalu banyak mengatakan maaf mulai sekarang. Ia mengajak Hong Joo berbagi tentang hal-hal terkecil dan saling mendengarkan dengan penuh perhatian. Hong Joo tanya kalau begitu bisakah ia mengatakan satu hal. Ia melihat kamar ini begitu mewah untuknya. Min Woo tertawa dan berkata kalau Hong Joo akan segera terbiasa dengan situasi kamar ini. Ia kemudian memeluk istrinya.
Se Jin marah pada Han Soo yang belum mendapatkan informasi mengenai Hong Gyu. “Jika kau sudah dibayar untuk menyelesaikan suatu pekerjaan seharusnya kau cepat menyelesaikannya.” Ia memprotes ini sudah beberapa hari tapi belum ada hasilnya.

Han Soo merasa kalau si Hong Gyu itu mungkin naik kapal selam ke bagian laut yang terdalam. Ia sudah menghubungi semua teman-teman Hong Gyu dan tak ada yang mengambil umpan agar ia bisa menghubungi Hong Gyu.

Se Jin meminta alamat rumah Hong Gyu, ia sendiri yang akan pergi kesana jika Han Soo memberikan alamat rumah Hong Gyu padanya. Han Soo beralasan tak bisa, dan meminta Se Jin santai saja lebih baik percaya saja pada Han Soo Research, “jika kau membayar upah layanan tambahan kau bisa mendapatkan informasi yang lebih cepat dan hasil yang lebih akurat.”

Se Jin tertawa kesal uang yang ia berikan terakhir kali pada Han Soo itu semua gajinya bulan ini. Han Soo mengerti ia akan berusaha mencari tahu keberadaan Hong Gyu lebih banyak lagi.

Han Soo akan pergi tapi Se Jin menahan tangan Han Soo supaya tak kabur. Ia memberi waktu Han Soo 48 jam, jika dalam waktu selama itu Han Soo tak juga mendapatkan informasi mengenai Hong Gyu, ia akan menuntut Han Soo atas tuduhan penipuan.

Han Soo mengenggam tangan Se Jin, ia mengatakan jantungnya berdebar-debar dipegang Se Jin seperti ini. Ia tadi mengira Se Jin akan memukulnya. Se Jin menarik tangannya karena jijik hahaha. Han Soo berjanji akan segera menemukan Hong Gyu.
Se Jin sampai di rumah, ayah tanya apa sjin baru pulang drai toko. Sejin manjawab malas ya. Tn Yoo memperingatkan putrinya agar jangan coba-coba untuk membolos kerja. Se Jin yang akan naik menuju kamarnya turun lagi menghampiri ayahnya.
Se Jin menilai ayahnya benar-benar jahat. Ayah memecat kakak dan bahkan tak membiarkan dia datang ke rumah. Tn Yoo menyahut sejak kapan Se Jin memiliki kakak karena ia hanya memiliki satu putri.

Se Jin dengan ragu mengatakan bagaimana jika ia ingin menikah dengan pria miskin dan sangat biasa, apa ayahnya juga tidak akan mengakui dan mengusirnya. Tn Yoo berkata kapan ia pernah mengatakan bahwa pacar Se Jin harus orang kaya, “kakakmu itu bersama-sama dengan pria yang sudah menikah dan pria itu meninggalkan istrinya karena ambisinya. Aku tak tahan dengan kenyataan itu.”

Se Jin menyahut itu karena mereka saling mencintai. Apa lagi yang akan dilakukan jika mereka bersedia mati demi yang lain. Cinta bukanlah suatu kejahatan. Dia akhirnya menemukan sorang pria yang dia cintai dan ia merasa tidak senang melihat kakaknya kehilangan semuanya. Tn Yoo kesal mendengarnya.
Se Young menerima sms dari Seok Hoon yang menanyakan Se Young tidak lupa kan, ia akan menemani Se Young ke kantor untuk menemui investor. Se Young membalas mengirims sms ia akan menunggu Seok Hoon.
Hong Joo yang tak memiliki kerjaan di rumah melakukan bersih-bersih rumah. Ibu Min Woo yang melihat apa yang dilakukan Hong Joo menegurnya, bukankah ada ahjumma pembantu, Hong Joo bisa menyuruh mereka melakukan itu, kenapa Hong Joo yang memegang lap dan membersihkan meja. Hong Joo mengatakan tak ada lagi yang bisa ia lakukan di rumah. Ibu Min Woo berkata Hong Joo bisa mulai melakukan sesuatu di luar dan mempelajari hal-hal baru. Kalau Hong Joo malas melakukan sesuatu pergi saja ke spa dan manjakan diri.

Ibu Min Woo juga mengomentari pakaian yang Hong Joo kenakan terkesan biasa, “apa kau ingat apa yang kukatakan padamu? Berkelakuanlah dengan berkelas karena kau adalah ratu dari Ajin.” Hong Joo menunduk minta maaf. Ibu Min Woo mencibir kesal.

Ketika ibu Min Woo akan pergi Hong Joo memanggilnya.
Hong Joo menandatangani dokumen penolakan warisan yang semula ia tolak untuk ditandatangani. Ibu Min Woo heran karena sebelumnya Hong Joo mengabaikan ini ketika ia pertama kali memintanya. Ia penasaran apa yang membuat Hong Joo berubah pikiran. Hong Joo berkata ia merasa sangat menyedihkan jika menikah dengan syarat bahwa ia akan membatalkan warisan, ia tak pernah mengubah pemikirannya, ia memang berencana menandatanganinya setelah menikah. Ibu Min Woo tahu bahwa Hong Joo ini bukan orang gampangan.
Jo Young Chul menjelaskan pada bawahannya mengenai strategi pemasaran mereka terhadap produk baru Dongsung untuk kesuksesan di pasar domestik dan melebarkan sayap ke pasar internasional. Salah satu dari mereka menyahut bukankah ini strategi yang disarankan Manajar Cha Seok Hoon sebelumnya. Young Chul mengangguk membenarkan.

Mereka menanyakan kabar Seok Hoon. Young Chul tak tahu tapi sepertinya Seok Hoon baik-baik saja. Mereka beranggapan kalau Seok Hoon dan Se Young itu mengagumkan. Young Chul mengingatkan mereka agar tak membahas hal lain dikala sedang rapat.
Se Young dan Seok Hoon menemui investor yang ternyata adalah Presdir Jang, presdir yang beberapa waktu lalu mereka kunjungi dan bertemu dengan Min Woo bersama Hong Joo. Se Young mengatakan ia meninggalkan Dongsung untuk memulai langkah baru. Presdir Jang menanyakan rencana baru Se Young. Se Young menjawab kalau ia akan memulai bisnis hotel, karena itu keahliannya.

Presdir Jang menilai Se Young pasti akan membutuhkan keberuntungan. Se Young berkata ia akan menjual semua sahamnya di Dongsung dan juga beberapa propertinya disana, ia merasa itu akan cukup untuk dana awalnya dan sisanya ia membutuhkan bantuan Presdir Jang sebagai investor. Presdir Jang nampak berpikir. Se Young meyakinkan bahwa ia tak mungkin akan gagal, bukankah Presdir Jang tahu bagaimana cara dirinya bekerja.

Presdir Jang menanyakan rencana bisnis yang akan Se Young mulai ini. Seok Hoon menjawab kalau ia sedang mengerjakannya. Ia bisa segera menunjukan rencana bisnis itu pada Presdir Jang. Presdir Jang mengerti, ia akan bicara lagi dengan Se Young setelah ia melihat rencana bisnis ini. (Proposal kali maksudnya ya hahaha)
Presdir Jang menyampaikan apa yang sedang Se Young rencanakan pada Min Woo. Ia juga menyampaikan bahwa Se Young meminta dirinya menjadi investor di bisnis yang akan dimulai oleh Se Young. Min Woo menilai apa yang Se Young lakukan ini lebih cepat dari yang ia harapkan. Tadinya ia mengira Se Young akan bersembunyi di kamar setidaknya untuk sebulan.

Presdir Jang melihat kalau Se Young tampak putus asa. Bukankah Min Woo melihatnya, karena Yoo Se Young biasanya tidak seperti itu. Min Woo merasa pembicaraan Se Young dengan Presdir Jo dari Sungjin investment tidak berjalan dengan baik makanya Se Young menemui Presdir Jang karena Presdir Jo benar-benar memiliki standar yang tinggi, dia tidak akan bekerja dengan Yoo Se Young yang tidak terhormat.
Presdir Jang tanya apa ia harus membangkitkan harapan Se Young. Min Woo berkata pelan-pelan saja lalu tinggalkan ketika waktunya tepat. Presdir Jang mengerti namun ia heran sejak kapan Min Woo dan Se Young menjadi seperti musuh bebuyutan begini, ia ingat Min Woo dan Se Young memang cekcok tapi tidak pernah separah ini. Min Woo berkata kalau cinta itu seperti penyebab air mata dan menggusarkan seekor kupu-kupu.

Presdir Jang tak mengerti ungkapan yang Min Woo sebutkan itu. Min Woo berkata Se Young sudah kehilangan posisi sebagai Presdir dan ia sedang menembak lagi untuk memastikan bahwa Se Young habis dan ini semua terjadi karena hal kecil yang disebut cinta.
Hong Joo akan berbelanja di mall dan itu ternyata mall yang dikelola oleh Han Ji Sun. Hong Joo tampak memilih-milih pakaian namun ia terkejut begitu melihat harganya. Ia tak jadi membelinya.

Ji Sun yang melihat Hong Joo menghampirinya bertaya kenapa Hong Joo terkejut melihat harga baju itu. Hong Joo terkejut melihat Ji Sun dan menyadari bahwa ini adalah mall yang dikelola oleh Ji Sun.
Ji Sun berkata kalau sekarang Hong Joo adalah ratu dari Ajin, salah satu perusahaan terbesar di Korea, Hong Joo bisa membeli semua yang dijual disini jika Hong Joo sudah menetapkan pilihan. Hong Joo menyahut itu ide yang bagus ia akan mempertimbangkannya.

Hong Joo akan pergi namun Ji Sun memintanya untuk minum teh bersama karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Hong Joo. Hong Joo merasa tak ada yang ingin ia bicarakan dengan Ji Sun. Ji Sun bilang kalau apa yang akan ia katakan ini juga akan membantu Hong Joo nanti.
Keduanya pun ngobrol di kafe dekat mall. Ji Sun berterima kasih pada Hong Joo karena ia sudah mendapatkan hadiah yang menakjubkan berkat Hong Joo. Memiliki sebuah mall sebagai seorang wanita seperti memiliki taman hiburan bagi anak kecil.

Hong Joo tak ingin berbasa-basi lebih baik Ji Sun katakan langsung apa yang ingin Ji Sun sampaikan karena sebentar lagi anak-anak akan segera pulang. Itu dia yang ingin Ji Sun bicarakan, anak-anak. Hong Joo tak mengerti apa maksudnya.

Ji Sun : “Yoon Ah, Song Ah, aku ingin mengambil mereka. Lebih baik aku yang membesarkan mereka daripada membiarkan mereka bersama nenek mereka yang hanya bermain dengan cucu laki-laki tersayangnya dan menantu barunya.”

Hong Joo mengingatkan bukankah Ji Sun sudah kehilangan hak asuh atas mereka. Ji Sun menyahut itu tak pernah menjadi pilihannya karena Min Woo yang memaksanya. Hong Joo merasa ini bukan sesuatu yang perlu ia campuri.
Hong Joo akan pergi tapi Ji Sun meminta Hong Joo meyakinkan Min Woo terhadap permintaannya ini. Hong Joo tanya kenapa ia harus melakukan itu. Ji Sun berkata Hong Joo akan menyingkirkan beban jika anak-anak pergi. Ia akan senang memastikan anak-anaknya bukan itik buruk rupa. Hong Joo berkata kalau ia sedang berusaha yang terbaik untuk lebih dekat dengan anak-anak. Ji Sun menilai itu sungguh munafik, apa maksud Hong Joo mereka berharga seperti permata meskipun mereka itu anak dari istri yang sebelumnya.

Ji Sun memberikan saran pada Hong Joo, “sebagai seorang wnaita yang telah melakukan kesepakatan dengan Kang Min Woo pikiran dan tubuhmu akan tersobek-sobek setelah dianiaya oleh ibu mertua dan mengasuh anak-anak. Tapi Kang Min Woo akan menjadi bosan pada wanita yang kehilangan kecantikan mereka dan bertambah tua. Dia benar-benar bukan seorang suami. Dia hanya seorang pria yang lebih suka wanita yang lebih muda dan lebih segar.”

Hong Joo mencibir itu hal yang paling menjijikan dan kotor yang ia dengar belakangan ini. Ji Sun tersenyum dan berkata kalau itu kenyataan karena hal itu akan segera menjadi kenyataan pada Hong Joo.

Hong Joo meminta Ji Sun tak perlu mengkhawatirkan anak-anak, “aku tak bisa berbohong dan mengatakan bahwa aku akan mencintai mereka seperti anak kandungku sendiri tapi aku akan berusaha yang terbaik. Jika kau ingin mengambil mereka kau bisa mencoba melawan atas hak asuh itu.” Hong Joo pamit pergi.
Se Young mengunjungi ayahnya, ia menanyakan kabar ayahnya. Tn Yoo tak suka sikap basa-basinya Se Young, jangan coba-coba Se Young berusaha memperlihatkan senyum dengan wajah seperti itu di depannya. Se Young berkata kalau ia merasa lega bisa bebas dari Dongsung. Tn Yoo tampak kesal mendengarnya.

Se Jin yang ada disana mengajak ayah dan kakaknya untuk tak membahas masalah bisnis yang membosankan itu. Ia mengajak keduanya untuk pergi liburan bersama,  ia mengusulkan haruskah kita pergi ke pantai yang indah di Asia Selatan. e Young berkata bukankah ayahnya ini tak suka naik pesawat terbang. Tn Yoo menyahut ketus kakak Se Jin ini pasti tak akan pergi kemana-mana tanpa pria itu. Se Young tak suka ayahnya membicarakan Seok Hoon dengan kasar seperti itu. Tn Yoo mengingatkan bahwa sekarang masih belum terlambat, ia harap Se Young meluruskan pikiran. Tapi Se Young tak mau. Tn Yoo tambah kesal dan berkata sepertinya Se Young perlu merasakan dunia yang keras untuk menyadarkan Se Young.

Se Young heran apa ayahnya memanggilnya keseini untuk mengutuknya seperti itu. Tn Yoo menyahut kalau begitu apa Se Young datang untuk membalas semua ucapannya. Se Young melihat ayahnya tetap bersikeras jadi lebih baik ia pergi sekarang. Se Young pun pergi membuat Se Jin kesal, kenapa ayahnya bersikap begitu pada Se Young.
Ayah membuat ektrak plum sangat banyak. Hong Gyu heran untuk apa membuatnya sebanyak ini, apa mau dijual, ucapnya sambil mencelupkan jari ke minuman itu. Tentu saja ayah ngomel karena Hong Gyu sudah jorok begitu. Ia akan memberikan ini pada Hong Joo.

Hong Gyu mencoba minuman itu menggunakan jari yang ia celupkan ke dalamnya, ia meringis mengomentari rasa minuman itu sungguh asam. Hong Gyu heran apa ayahnya pikir tak ada yang bisa Hong Joo minum di rumah sebesar itu, kenapa repot-repot membuat minuman ini. Ayah bilang ada perbedaan besar antara apa yang dibeli dengan buatan ayah sendiri bahkan akan lebih baik jika Hong Joo meminumnya bersama menantu Kang dan anak-anak mereka.
Hong Gyu menilai ayahnya ini cepat menyesuaikan diri, bukankah belum terlalu lama kehilangan menantu Cha tiba-tiba berubah memiliki menantu Kang. Ia sendiri masih belum terbiasa dengan sebutan itu. Ayah sewot dan menabok Hong Gyu, ia meminta putranya menjaga mulut, seharusnya Hong Gyu mengharapkan kakak Hong Gyu beruntung memulai kehidupan rumah tangga yang baru. “Kita tak perlu lagi mengkhawatirkan dia, semua sudah berubah sekarang, dasar pria tak punya hati.” Ucapnya dongkol tentang Seok Hoon.
Seok Hoon mengecek lahan yang akan dibeli Se Young yang akan mereka gunakan untuk memulai bisnis hotel. Ia kemudian menerima telepon dari Hong Gyu yang meminta bertemu dengannya.
Seok Hoon pun menemui Hong Gyu. Keduanya tersenyum menyapa tidak seperti sebelumnya yang penuh emosi. Hong Gyu mengatakan kalau sekarang kakaknya sudah menikah. Seok Hoon sudah mendengar itu. Hong Gyu tanya bagaimana dengan Seok Hoon, ia agak canggung karena terbiasa menyebut Seok Hoon dengan sebutan kakak ipar. Seok Hoon pun menyarankan lebih baik Hong Gyu memanggilnya ‘hyung’ saja.

Hong Gyu mendengar kalau Seok Hoon sudah dipecat. Seok Hoon membenarkan tapi ia juga mengundurkan diri, kenapa Hong Gyu menanyakan itu apa Hong Gyu memanggilnya kesini untuk mengetahui itu. Hong Gyu bilang tidak, ia memanggil Seok Hoon kesini untuk memprotes hal lainnya.

“Kau mungkin berselingkuh dan bercerai karena itu. Itulah kehidupan. Aku benar-benar marah karena itu tentang kakakku. Tapi katakan saja bahwa itu bisa terjadi. Tapi... kenapa harus dengan kakaknya Se Jin dari sekian juta wanita?” Hong Gyu kesal ia hampir kehilangan akal karena Se Jin. “Dulu kau adalah kakak iparku dan mereka berdua bersaudara, jadi aku tak bisa berbuat apapun. Aku tak mau mengkhainati kakakku hanya karena ingin menemui seorang gadis, tapi aku tak bisa menyingkirkannya (Se Jin) dari pikiranku.”
Seok Hoon minta maaf karena sudah membuat Hong Gyu menjadi susah seperti ini. Sebagai seorang Hyung ia ingin memberikan beberapa nasehat untuk Hong Gyu. “Lakukan apa yang dikatakan hatimu. Pergilah menemui dia jika kau ingin mengatakan kau menyukainya, jika memang itu perasaanmu. Kau tidak mengkhianati kakakmu jika kau melakukan itu. Bagaimana pun juga kakakmu akan menjalani kehidupannya sendiri. Kau juga harus membuat satu pilihan yang tidak akan kau sesali. Itulah yang terbaik untuk kau lakukan.”

Hong Gyu tanya apa keputusan seperti itu yang Seok Hoon ambil. Seok Hoon membenarkan walaupun itu bukan pilihan terbaik.

Hong Gyu memberi tahu kalau skandal antara Seok Hoon dan Se Young, Presdir Kang Min Woo yang memulainya (yang menyebarkannya). Hong Gyu tahu Seok Hoon dan Hong Joo sekarang sudah berpisah jadi ia tak mengerti kenapa kakaknya harus melakukan hingga sejauh itu. Ia juga kecewa terhadap kakaknya.
Seok Hoon menunggu Min Woo di depan Perusahaan Ajin. Ketika Min Woo keluar dari kantor Seok Hoon membunyikan klakson mobil agar Min Woo tak pergi dulu. Ia keluar dari mobil menghampiri Min Woo.
Min Woo heran melihat Seok Hoon menunggu di depan kantornya, kalau mau bukankah Seok Hoon bisa datang ke ruangannya jika memang ada yang ingin dibicarakan. Seok Hoon bilang keperluannya dengan Min Woo tidak lama jadi tak perlu ke kantor Min Woo. Ia mengucapkan selamat atas pernikahan Min Woo dengan Hong Joo. Min Woo minta maaf karena tak mengundang Seok Hoon. Seok Hoon bilang ia tidak memberi Min Woo hadiah pernikahan tapi malah ia mendapatkan hadiah dari Min Woo. Ia mendengar kalau Min Woo lah yang memulai rumor antara dirinya dengan Se Young, apa itu benar.

Min Woo merasa Seok Hoon sudah tahu itu jadi ia tak bisa mengelak dengan mengatakan bukan ia pelakunya. Seok Hoon kecewa dengan tindakan Min Woo, ia pikir tadinya ia dan Min Woo akan bertarung dengan mengikuti aturan. Min Woo berkata kalau ia hanya memiliki satu aturan, yaitu menang. Seok Hoon merasa terlalu dini menyebut ini sebagai suatu kemenangan. Min Woo tahu itu karena Yoo Se Young akan melakukan apapun.

Min Woo akan pergi tapi ia kemudian berterima kasih pada Seok Hoon. Ia menyebut bahwa Hong Joo itu wanita yang menakjubkan, ternyata Hong Joo lebih baik dari yang ia kira. Ia tak mengerti kenapa Seok Hoon meninggalkan wanita seperti itu.

Seok Hoon yang mendengarkan itu tak menanggapinya, ia malah berkata kalau dirinya sudah kehilangan pekerjaan karena Min Woo tapi walaupun begitu ia harus tetap memberi Min Woo hadiah pernikahan. Seok Hoon mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya. Ia menyelipkan uang itu ke saku jas Min Woo. Sekali lagi ia mengucapkan selamat atas pernikahan Min Woo dan ia juga memperingatkan agar Min Woo menunggunya dengan tenang. Ia akan segera berada disana dan mengalahkan aturan Min Woo.
Seok Hoon berada di apartemen Se Young membahas rencana pekerjaan mereka. Se Young berkata kalau Presdir Jang mengatakan bahwa investasinya tidak akan menjadi masalah jika ia dan Seok Hoon memenuhi beberapa persyaratan yang diusulkan oleh kantor pusat di New York.

Seok Hoon diam menatap Se Young. Se Young heran ada apa, apa tempat yang dijual itu kurang bagus. Seok Hoon bilang tempat itu memiliki lalu lintas dan nilai yang bagus. Se Young semakin heran lalu kenapa, apa yang Seok Hoon pikirkan. Seok Hoon menyarankan agar Se Young jangan terlalu percaya sepenuhnya pada Presdir Jang. Se Young tersenyum apa maksud Seok Hoon mengatakan itu. Seok Hoon menilai semua yang ia dan Se Young bicarakan dengan Presdir Jang tak ada satupun yang tertulis, ia takut Se Young akan berada dalam posisi yang tidak baik jika Presdir Jang lepas tangan.
Se Young meyakinkan itu tak akan terjadi, bukankah terakhir kali ketika ia dan Seok Hoon membutuhkan dana Presdir Jang yang memberikan pinjaman. Seok Hoon menyela mengatakan waktu itu Se Young adalah Presdir Dongsung tapi sekarang bukankah tidak lagi, sekarang Se Young ini bukan kandidat yang menarik bagi seorang investor.

Wajah Se Young berubah dingin, ia menatap tajam Seok Hoon. “Kau tak suka rencanaku, atau kau sedang menghinaku?”

Seok Hoon bilang bukan itu maksudnya tapi begitulah Se Young memahami apa yang Seok Hoon ucapkan. “Bahwa aku tak bisa melakukan apapun tanpa dukungan Dongsung, itu yang sedang kau katakan.”

Seok Hoon berkata bahwa yang ia maksud adalah agar ia dan Se Young tak terburu-buru hanya untuk membuktikan sesuatu. Se Young meminta Seok Hoon tak perlu khawatir sebanyak itu, ia bekerja dengan langkahnya sendiri berdasarkan rencananya.

Ya keduanya berbeda pendapat nih...

Se Young kemudian mengatakan kalau tadi ia pulang ke rumah. Ia rasa dirinya menjadi sensitif setelah bertemu ayahnya. Seok Hoon yang mengerti meminta Se Young untuk bersantai dan beristirahat saja untuk hari ini. Ia yang akan menyelesaikan semuanya.
Min Woo dan Hong Joo berada di kamar berdua. Min Woo memanggil istrinya agar segera ke tempat tidur namun Hong Joo sedikit canggung.
Hong Joo mematikan lampu dan berbaring di samping suaminya. Ia bersandar pada Min Woo. Min Woo membuka obrolan dengan menanyakan apa saja yang Hong Joo lakukan hari ini. Hong Joo bilang ia pergi ke mall. Min Woo menilai itu bagus, menyenangkan jika Hong Joo sesekali pergi keluar.

Hong Joo memandang wajah suaminya seolah ingin mengatakan sesuatu. Ketika Min Woo bertanya ada apa, Hong Joo bilang bukan apa-apa. Min Woo merasa kalau Hong Joo ini pasti belum mengenal diri Hong Joo sendiri. Hong Joo heran tentang apa. Min Woo menyahut kalau Hong Joo sama sekali tidak tahu betapa seksinya Hong Joo ketika menatapnya begitu. (wehehehehe bisa aja nih)

Min Woo akan mencium istrinya namun tiba-tiba pintu kamar dibuka.
Yoon Ah masuk ke kamar ayahnya sambil membawa bantal. Hahaha.
Yoon Ah langsung naik ke tempat tidur ngedesel di tengah antara Min Woo dan Hong Joo. Ia langsung berbaring disana. Min Woo menatap anak itu dengan tatapan heran.

Yoon Ah mengatakan ia tak bisa tidur karena bermimpi buruk. Min Woo menyuruh putrinya untuk tidur di kamar sendiri namun Yoon Ah tak mau, ia ingin tidur dengan ayahnya. Hahahaha.
Ketika sedang membuat rencana pekerjaan Seok Hoon menerima sms dari Se Young yang mengatakan bahwa Se Young akan pergi tidur sekarang. Seok Hoon membalas sms itu menyruuh Se Young lekas beristirahat menggantikannya yang masih bekerja.

Se Young beranjak ke tempat tidur namun sebelum itu ia menyalakan rekaman, seperti puisi untuk pengantar tidurnya.

-Aku selalu gelisah saat kau bersamaku. Masa depanmu akan jadi tak menentu karena aku. Masa depanku akan jadi tak menentu jika kau terus berusaha meninggalkan aku. Tapi aku juga tak bisa melepaskanmu pergi. Aku selalu mengkhawatirkan hari saat kau mungkin meninggalkanku. Kau selalu mengatakan padaku sesuatu saat kesulitan menyerang kau tak punya anggota tubuh jadi aku akan memegangmu erat. Aku tahu bahwa kau harus meninggalkanku tapi aku tak bisa melepaskanmu pergi-
Keesokan harinya Hong Joo menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Anak-anak sepertinya menyukai makanan yang disiapkan. Hong Joo meminta Yoon Ah menikmati sarapan. Yoon Ah cuek saja sambil mengunyah sarapannya.
Hong Joo tak tahu apa Yoon Ah menyukai makanan ini atau tidak, ia mendengar Yoon Ah menyukai kari jadi ia memutuskan untuk menjadi koki membuat kari. Mengetahui masakan yang dimakannya dibuat oleh Hong Joo, Yoon Ah jadi terdiam tak melanjutkan makannya.

Yoon Ah menghentikan makannya dan berlari ke toilet. Disana ia memuntahkan semua makanan yang dimakannya tadi.
Hong Joo yang mengejar Yoon Ah dan mengetahui Yoon Ah sengaja memuntahkan makanan buatannya hanya bisa terdiam sedih.

Di ruang tamu, ibu Min Woo memperhatikan apa yang terjadi.


Bersambung ke part 2

Beneran deh saya susah membangun semangat buat nulis lagi setelah libur nulis hehehe. Memulainya itu lho susah banget. Semoga saya bisa menyelesaikan sinopsis drama ini sampai akhir bulan Oktober karena di bulan November ada drama baru yang rencananya akan saya recaps. Semangat.... Semangat.... 

Drama ini sudah tamat, jadi saya harap readers tidak berkomentar yang mengandung spoiler karena saya sendiri belum tamat nontonnya. Trims ya...

5 comments:

  1. TRIMS TOO mbak anis sudah membangun semangat buat ngelanjutin drama ini lagi meski kali ini tanpa mbak inda hehe
    kebaca tuh drama novembernya, tapi gatau lagi ada berapa drama di bulan november yang mau direkap LOL
    SEMANGAT ya mbak anis ^^ *peluk,peluk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. SEMANGAT... SEMANGAAT... SEMANGAAAT....!!!

      Delete
  2. DITUNGGU PAKE BANGET BANGET BANGET PART 2 NYA YAAAA... TENGKIYUUU...!!!

    ReplyDelete
  3. Mksih mb sinopx...setelh sekian lama bolak-balik untuk ngecek akhirx dilnjutin lgi...
    Smngat mb..dan sehat selalu..

    ReplyDelete
  4. Makasih ya nis, dah lanjutin sinopnya.
    Semoga kami2 yg tetap setia menanti sinop ini bs jd penyemangat Anis tuk terus nulis :)
    Tetep jg kesehatan coz kegiatan di dunia nyata jg pasti berat.

    Ita

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...