Sunday, 1 April 2012

Sinopsis Can You Hear My Heart Episode 29 Part 1

Dong Joo sampai di pabrik Pucheon. Pabrik itu terlihat sangat sepi. Dong Joo keluar dari mobil dan ia meninggalkan ponselnya begitu saja. Sepertinya Dong Joo lupa kalau ponselnya ia letakkan di jok samping. Dan ponsel itu terus menampilkan banyak panggilan dari Joon Ha.
Dong Joo mengamati sekeliling pabrik yang sangat sepi. Ia mencari keberadaan Joon Ha. Dong Joo merogoh saku celana mencari ponselnya, kemudian terlintas dalam pandangannya seseorang berada di dalam pabrik. Dong Joo mengira itu Joon Ha.

“Jang Joon Ha!” panggil Dong Joo. Tapi pria itu tak bergeming, Dong Joo pun masuk ke dalam pabrik mengikuti arah masuk seseorang yang disana. Ya itu orang suruhan Choi Jin Chul. Dia membawa Dong Joo masuk ke dalam ruangan pabrik lebih dalam lagi.
“Dia disini, aku yakin!” sahut orang itu menelepon Choi Jin Chul.
“Lakukan sesuai rencana,” sahut Choi Jin Chul berada di dalam mobilnya. Kemudian ia menelepon Shin Ae dan menyuruh Shin Ae keluar rumah.
Shin Ae keluar rumah di bawah guyuran hujan dan segera masuk ke mobil Choi Jin Chul. Shin Ae langsung bertanya ancaman apa lagi yang akan dikatakan Choi Jin Chul padanya. Choi Jin Chul melihat jamnya dan berkata kalau Shin Ae harus berada di dalam mobil bersamanya. (wohoho alibi untuk mengalihkan tuduhan nih)
Dong Joo terus mencari Joon Ha dan masuk ke sebuah ruangan gelap, “Jang Joon Ha.” panggilnya tapi tak ada respon. Pria itu ada di ruangan yang sama dengan Dong Joo. Dong Joo berbalik badan dan dengan cepat pria itu langsung memukul Dong Joo hingga jatuh tersungkur. Pria itu segera keluar menutup pintu dan menguncinya.
Dong Joo menggedor pintu berusaha membukanya tapi tak bisa pintu itu terkunci dan digembok. “Buka pintunya, siapa kau?”
Pria itu menyalakan korek api dan melemparkan koreknya ke lantai sepertinya sebelum itu ia sudah menyiramkan minyak terlebih dahulu di lantainya. Api mulai membesar. Dong Joo terus menggedor pindu, “Buka pintunya! buka pintunya!” teriak Dong Joo. “Mungkinkah, Choi Jin Chul?” Dong Joo langsung bisa menebak siapa dalangnya. Sekuat tenaga Dong Joo berusaha membuka pintu.
Dari sela-sela bawah pintu masuklah kepulan asap. Dong Joo kaget bukan main dan terus berusaha membuka pintu agar ia cepat keluar.
Woo Ri dan ayahnya sampai di pabrik. Keduanya melihat mobil Dong Joo terparkir di depan pabrik dan mencari keberadaan Dong Joo. Tapi kemudian keduanya dikejutkan dengan suara alarm tanda kebakaran.
Keduanya panik. Woo Ri akan masuk tapi Young Kyu tak membolehkannya. Ia meminta Woo Ri tetap diluar, ia yang akan masuk ia yang akan menyelamatkan Dong Joo. Tragedi Mi Sook tak boleh terjadi lagi. Young Kyu langsung bergegas ke dalam.
Tepat saat itu Joon Ha datang. Joon Ha panik dan bertanya dimana Dong Joo. Woo Ri berkata kalau Dong Joo ada di dalam dan ayahnya sudah masuk kesana. Joon Ha meminta Woo Ri jangan kemana-mana, disini saja. Tapi Woo Ri ingin masuk bersama.
Joon Ha tak bisa membiarkan Woo Ri dalam bahaya, ia melepas pegangan Woo Ri segera masuk dan mengunci pintu. Ia mencegah agar Woo Ri tak masuk ke dalam pabrik. Joon Ha berpesan agar Woo Ri segera mencari bantuan. Joon Ha langsung ke dalam mencari Dong Joo. Woo Ri menggedor-gedor pintu berusaha untuk masuk.
Asap yang masuk ke ruangan dimana Dong Joo disekap semakin banyak. Ia mulai batuk-batuk dan kesulitan bernafas. Dong Joo terus menggedor pintu berharap cepat ada yang menolongnya.

Young Kyu masuk ke ruangan yang lebih dalam lagi dan mulai merasakan adanya kepulan asap. Ia terus berteriak memanggil Dong Joo. Young Kyu melihat ruangan di depannya sudah penuh dengan api. Ia berusaha masuk kesana dan celingukan mencari Dong Joo. Kemudian terdengar olehnya suara pintu digedor. Ya, ia tahu kalau yang di dalam ruangan itu Dong Joo.
Young Kyu akan kesana tapi api malah tambah besar, ia pun ketakutan dan mundur menjauh. Ia teringat kejadian dulu dimana Mi Sook terjebak dalam kebakaran. Ia melihat bayangan Mi Sook yang ketika itu minta tolong. Young Kyu menyebut nama Mi Sook dan Dong Joo sambil menangis panik.
“Ayah kau dimana? Cha Dong Joo kau dimana?” teriak Joon Ha mencari keberadaan Dong Joo dan Young Kyu.
Di luar Woo Ri berteriak panik dan dilihatnya api sudah mulai merambat keluar. Woo Ri terus berteriak memanggil ayahnya dan berusaha membuka pintu yang terkunci dari dalam.
Dong Joo sudah lemas di ruangan yang penuh asap. Joon Ha menemukan Young Kyu dan bertanya dimana Dong Joo. Young Kyu panik dan menunjukan ruangan tempat Dong Joo berada. Joon Ha akan kesana menyelamatkan Dong Joo tapi Young Kyu melarangnya. Ia yang akan kesana menyelamatkan Dong Joo.
Young Kyu akan membuka pintu tapi handle pintunya panas. Ia tambah panik dan menangis, tak tahu harus berbuat apa. Joon Ha menggedor pintu dan berteriak, ia berusaha membuka pintunya dengan badannya. “Dong Joo apa kau di dalam?” Teriak Joon Ha sambil menggedor pintu. Dengan sisa tenaga Dong Joo terus menggedor pintu memberi tanda kalau ia ada di dalam.
Joon Ha langsung mencari alat untuk membuka gemboknya, ia menemukan tabung pemadam kebakaran dan memukulkannya agar gembok terbuka. Sementara api terus membesar.
Tiba-tiba lampu di atas mereka memercikan apinya. Joon Ha tepat berada di bawahnya dan terkena percikan api tepat di matanya. Joon Ha berteriak kesakitan sambil memegang matanya. Young Kyu tambah panik melihatnya.
Tak hanya itu, sesaat kemudian ambruklah rak besi yang ada di samping. Keduanya tertindih rak.

Dong Joo sekuat tenaga mendorong pintu dengan badannya. Ia berhasil keluar dari ruangan sekapan. Ternyata Joon Ha behasil membuka gemboknya.

Dong Joo melihat Joon Ha dan Young Kyu tertindih rak besi. Ia segera menyingkirkan benda itu. Young Kyu langsung bangun.
Dong Joo melihat Joon Ha mengerang kesakitan sambil memegang mata, “Kakak apa kau tak apa-apa?” Young Kyu juga merasakan sakit di lengannya akibat tertindih rak besi tadi. Dong Joo langsung menggendong kakaknya agar segera keluar dari sana. Young Kyu menangis khawatir dan terus menyebut nama Ma Roo.
Dong Joo dan Young Kyu berjalan tertatih tenaga mereka hampir habis. Dong Joo sekuat tenaga menggendong kakaknya keluar dari sana.

Bantuan pemadam kebakaran pun datang. Mereka membantu ketiganya keluar dan memadamkan api. Dong Joo lemas dan jatuh tak sadarkan diri. Woo Ri berteriak cemas.
Nenek dan Mi Sook tidur berdua di kamar. Terdengar suara telepon berdering. Nenek bangun dan akan mengangkat teleponnya. Tapi Shin Ae masuk kamar dan segera menyalakan lampu untuk mengangkat telepon. Ia terlihat terkejut, “Kenapa Young Kyu kecelakaan?” Nenek cemas mendengarnya dan bertanya apa yang terjadi.

Ternyata itu yang menelepon adalah Woo Ri. Shin Ae meminta Woo Ri bicara lebih jelas lagi, “Kau bilang Ma Roo kenapa? Dimana kau? seberapa parah lukanya?” Nenek cemas mendengarnya dan bertanya siapa yang terluka. Mendengar keributan Mi Sook langsung bangun.

Shin Ae mendengarkan penjelasan Woo Ri, kalau mereka semua pergi ke pabrik. Nenek langsung lemas mendengaranya, Mi Sook langsung memegangi Nenek. Woo Ri meminta Shin Ae cepat datang.

Woo Ri membawa jas yang dipakai Joon Ha. Ia memeriksa saku jas Kakaknya untuk mencari ponsel. Ia menemukannya dan mencari kontak nama Ny Tae. Woo Ri menemukan nama kontak atas nama ‘Ibu’.
Ny Tae melihat jam tangan, pukul 1 dini hari. Ia menuangkan anggur untuk dirinya sendiri, entah firasat atau ia tak hati-hati ketika menuangkannnya. Gelas itu tersenggol botol anggur dan pecah. Ia berfikir apa terjadi sesuatu dengan putranya. Ia segera mengambil tisu untuk membersihkan tumpahan dan pecahannya.
Woo Ri membernanikan diri menelepon Ny Tae dan memberi tahu kalau Dong Joo dan Joon Ha mengalami kecelakaan. Ny Tae shock mendengarnya. Woo Ri meminta Ny Tae segera datang ke rumah sakit. Ny Tae panik kenapa putranya kecelakaan, di mana, seberapa parah.
Dong Joo sadar dari pingsan, Woo Ri menemaninya. Dong Joo melihat sekeliling dimana ia berada dan menoleh ke samping dimana Woo Ri duduk menjaganya. Dong Joo melepas bantuan oksigen dan langsung bertanya bagaimana dengan Kakaknya.
Dong Joo langsung bangun tapi Woo Ri melarang. Dong Joo tak boleh banyak bergerak dulu. Perawat datang dan mengatakan kalau Dong Joo harus menjalani beberapa tes. Dengan wajah yang masih sangat pucat Dong Joo melepas jarum impusnya dan akan menemui Joon Ha. Woo Ri membantu memapah Dong Joo berjalan.
Ny Tae datang dan terlihat sangat panik. Ia sangat mencemaskan putranya. Dong Joo malah berkata kalau Kakaknya yang terluka parah. Lalu terdengar tangis Young Kyu menyebut nama Ma Roo. Woo Ri langsung menemui ayahnya.
Joon Ha keluar dari ruangan dalam kondisi tak tak sadarkan diri dengan mata diperban. Dong Joo langsung bertanya pada dokter seberapa parah luka Kakaknya. Dokter mengatakan kalau Joon Ha terlalu banyak menghirup asap dan ia tak sadarkan diri. Tapi yang menjadi masalah utama adalah luka dimatanya, kalau tidak dioperasi matanya bisa mengalami kebutaan.
Ny Tae terkejut mendengarnya, “Joon Ha ini tak boleh terjadi.” Ia ikut terpukul melihat kondisi Joon Ha. Joon Ha segera di bawa ke ruang operasi.
Dong Joo sangat sedih dengan kondisi kakaknya. Ny Tae ingin tahu bagaimana Joon Ha bisa sampai seperti ini. Dong Joo menjelaskan kalau ini terjadi karena Joon Ha ingin menolong dirinya. Shin Ae tiba di rumah sakit dan mendengar percakapan Dong Joo dan Ny Tae.

Dong Joo kembali mengatakan kalau Choi Jin Chul mencoba membunuhnya dengan cara menyekap dirinya dalam kebakaran. Tapi Joon Ha datang dan mencoba menyelamatkannya. Shin Ae langsung lemas mendengarnya.

Dong Joo juga mengatakan kalau telepon yang ia terima adalah perbuatan Choi Jin Chul yang sudah mengelabuinya dengan menjadi Joon Ha. “Kakak tahu dan langsung mencariku. Aku tak mengangkat teleponnya, karena aku tak bisa mendengarnya.”
Ny Tae merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Joon Ha. Lalau terjadi sesuatu yang buruk pada Joon Ha ia tak tahu harus bagaimana. Ia sangat takut hal buruk terjadi pada Joon Ha. Ny Tae memeluk putranya, ia merasa sangat bersalah. Shin Ae tak bisa berkata apa-apa hanya airmatanya yang hampir menetes.
Semua menunggu di depan ruang operasi. Woo Ri tampak cemas, Dong Joo langsung mengerti perasaan Woo Ri dan berusaha menenangkannya. Dong Joo menggenggam tangan Woo Ri keduanya saling menguatkan.
Young Kyu juga menunggu cemas. Shin Se berdiri tak jauh dari sana. Semenara Ny tae, ia tak sanggup mendekati ruang operasi. Ia berdiri menjauh.
Operasi Joon Ha selesai, ia dibawa ke ruang perawatan. Semua menungguinya harap-harap cemas. Keluarga Lee datang berkunjung.
Paman dan Bibi Lee sedih melihat kondisi Joon Ha dengan mata masih diperban. Woo Ri bertanya bagaimana dengan Neneknya. Bibi Lee berkata kalau Woo Ri tak perlu mencemaskan Nenek. Seung Chul menambahakan kalau sekarang Nenek tengah bersama Na Mi Sook.
Seung Chul menatap Dong Joo dan bertanya apa Dong Joo tak apa-apa. Dong Joo tak tahu Seung Chul mengajaknya bicara, ia terus menatap Joon Ha. Seung Chul langsung diam tak melanjutkan pertanyannya.
Perawat datang mengingatkan kalau Dong Joo juga harus menjalani pemeriksaan. Woo Ri menyentuh pelan tangan Dong Joo dan berkata Dong Joo harus ikut perawat itu. Woo Ri juga meminta ayahnya memeriksakan diri. Tapi Young Kyu menolak ia hanya ingin manjaga Ma Roo, menurutnya ia tak terluka sama sekali.
Dong Joo akan pergi dan berpesan Woo Ri jangan kemana-mana. Woo Ri ingin tahu Dong Joo akan kemana, bukankah Dong Joo harus diobati dulu. Dong Joo berkata kalau ia harus pergi ke suatu tempat.
“Ayo sama-sama!” sahut Shin Ae yang mengerti betul kemana tujuan Dong Joo. “Aku ikut.”

Di kantor Woo Kyung Choi Jin Chul menerima telepon dari anak buahnya yang memberi tahu kondisi Joon Ha yang masih belum sadar. Choi Jin Chul mengerti dan meminta anak buahnya terus mengawasi. Sek Kim berjalan tepat di belakang Choi Jin Chul dan terus menatapnya.
Dong Joo dengan kemarahannya datang ke kantor Woo Kyung dan berpapasan dengan Choi Jin Chul. Choi Jin Chul membentak kenapa Dong Joo datang dengan sikap seperti itu. Dong Joo langsung mencengkeram baju Choi Jin Chul, “Sudah kubilang kalau kau menyentuhku aku akan membunuhmu.”
Choi Jin Chul meminta bantuan pada Sek Kim agar menyingkirkan Dong Joo. tapi Sek Kim diam saja tak bergeming, ia mengacuhkannya. Choi Jin Chul memandang tak percaya terhadap orang kepercayaannya ini.
Dong Joo langsung menyeret Choi Jin Chul dan mendorongnya hingga jatuh. Banyak karyawan dan para direktur yang melihat.
Dong Joo mengatakan kalau Choi Jin Chul sudah tak berhak berada di Woo Kyung hari ini. Dir Kang dan Min Soo terheran-heran melihatnya. Mereka ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Presdir Choi marah dan membentak, ia mengatakan kalau Dong Joo sudah gila. Ia meminta Dong Joo diseret keluar dari kantor.
“Kau yang sudah gila!” suara Dong Joo tak kalah keras. “Kau pernah menjadi Ayahku, tapi kenapa kau tega? Teganya kau memerangkapku di pabrik kosong yang terbakar.”
Choi Jin Chul menyangkal, “Apa yang kau katakan? Apa kau punya bukti? Apa kau punya bukti kalau aku yang menyebabkan kebakaran?”

Dengan wajah yang masih pucat Dong Joo berkata apa Choi Jin Chul perlu bukti. “Anakmu Jang Joon Ha sekarang dirawat di rumah sakit karena berusaha menolongku dan sekarang matanya terluka. Apa bukti itu tak cukup?” Dong Joo kemudian membentak, “Apa kau tetap tak mau mengaku?”
Choi jin Chul mengajak para pemegang saham memulai pertemuan mereka dan tak usaha menghiraukan Dong Joo. Ia akan segera pergi tapi Dong Joo mengatakan tentang peristiwa 16 tahun yang lalu dan itu membuatnya terkejut karena Dong Joo sudah berani mengungkapkannya. “16 tahun yang lalu. Kau membunuh Kakekku!”
Para pemegang saham langsung kasak-kusuk. Dong Joo menunjukan bukti surat perjanjian pranikah, “Aku menyimpan ini untuk membuktikan kejahatanmu 16 tahun lalu. Apa kau pikir dengan membunuhku kejahatanmu akan lenyap begitu saja?”

Dong Joo melempar surat itu ke arah Choi Jin Chul. Choi Jin Chul berteriak kalau itu semua bukti palsu, Dong Joo sudah mengada-ada dan menjebaknya. Dir Kang menyuruh Choi Jin Chul menghentikan semuanya.
“Tidak. Kau harus mengakhiri apa yang sudah kau mulai.” sahut Shin Ae datang bersama Woo Ri dan Sek Kim. “Apa kau ingat? Itu kata-katamu ketika membunuh Presdir Tae.”
Choi Jin Chul menatap marah Shin Ae.
Shin Ae beralih memandang Dong Joo, “Dong Joo. Choi Jin Chul, aku melihatnya menarik oksigen Presdir Tae. Aku melihat semua.”
Choi Jin Chul murka dan akan menyerang Shin Ae. Tapi secepat kilat Sek Kim menahannya. Choi Jin Chul meronta tapi Sek Kim memeganginya kuat-kuat.

“Dokumen yang dirobek Choi Jin Chul, aku mengambilnya. Itu kertas perjanjian Kakekmu dengan Choi Jin Chul. Aku memang perempuan jahat, aku juga pantas dihukum.” Kemudian Shin Ae menatap tajam Choi Jin Chul, “Tapi setelah kau mencoba membunuh anakku, aku bukan sampah yang mau saja menjadi alibimu. Alasanmu memintaku menemanimu adalah alibimu atas kebakaran itu kan? Supaya kau tak dituduh melakukan kejahatan. Beraninya kau melakukan itu.”

Choi Jin Chul menyangkal ia tak melakukan itu. Ia menatap Dong Joo penuh kemarahan dan berkata kalau Dong Joo sudah merencanakan semua ini untuk merebut kedudukannya. Ia memerintahkan memanggil polisi, ia akan memenjarakan mereka semua.
Dong Joo : “Kau bilang aku yang merencanakan semua ini? Kejahatanmu adalah alasan semua orang berada disini.”

Dong Joo menarik Woo Ri ke sampingnya, “Kau kenal dia kan? 16 tahun lalu kebakaran di pabrik Pucheon. Karena kau memerintahkan menutup pintu pabrik, seorang wanita meninggal. Dia putri wanita itu.”

Mata Woo Ri berkaca-kaca menatap Choi Jin Chul. Choi Jin Chul berkata kalau ia tak mengenal Woo Ri, “Kalian semua bersekongkol.”
“Kembalikan dia!” ucap Woo Ri menangis. “Ibu, Ibuku sekali lagi. Aku ingin melihatnya sekali lagi. kembalikan Ibuku. Dia tak mengerti kenapa dia harus mati. Dihadapan putrinya dia meninggal kesakitan dan hanya bisa menangis.”
Dong Joo menatap tajam Choi Jin Chul, “Tamatlah riwayatmu Choi Jin Chul!”
Dong Joo dan Woo Ri berada di dalam mobil di parkiran kantor Woo Kyung. Woo Ri akan memasang sabuk pengaman tapi Dong Joo memintanya menunggu sebentar. Woo Ri mengerti dan bertanya apa Dong Joo lelah, Dong Joo harus segera dirawat di rumah sakit (bener wajah Dong Joo pucat banget)

Dong Joo mengangguk mengerti tapi ia ingin menunggu sebentar saja, “Kita istirahat dulu. Kau juga belum tidur.” Woo Ri menyarankan lebih baik Dong Joo tidur di rumah sakit. Dong Joo memohon 10 menit saja. Woo Ri menggenggam tangan Dong Joo.
“Woo Ri kalau Kak Joon Ha sudah sembuh. Kita pergi tamasya ke tempat yang jauh dan sepi, tidak perlu berfikir sepanjang hari.” Sesaat kemudian Dong Joo langsung memejamkan matanya dan tertidur.

Woo Ri tersenyum, ”Baik kita akan kesana. Kita harus melakukannya.” Dong Joo sudah tertidur pulas. Woo Ri melanjutkan ucapannya, “Cha Dong Joo kau bagus sekali. Aku bangga padamu. Kalau aku sendiri, mungkin aku tak sanggup melakukannya. Walaupun ibuku tak bisa kembali. Semua beban disini rasanya sudah hilang.”
Lama kelamaan air mata Woo Ri menetes, “Setelah ibuku pergi, aku menyesal. Aku menyesal.”
Dong Joo membuka matanya, ia melihat Woo Ri tertidur pulas di sampingnya. Dong Joo mengusap air mata yang ada di pipi Woo Ri dengan lembut.

Choi Jin Chul merenung di ruangannya. Dua orang masuk dan menunjukan identitas mereka. Keduanya polisi yang akan menangkap Choi Jin Chul.
“Choi Jin Chul kau ditahan karena percobaan pembunuhan, pembunuhan dan pembakaran. Kau harus ikut kami ke kantor polisi!”
Polisi itu akan memasangkan borgol tapi Choi Jin Chul menolak. Ia tak mau diborgol sampai ia berada di luar kantor. Polisi mengerti dan menurutinya.

Choi Jin Chul berjalan dengan kepala tegak, di belakangnya kedua polisi mengawalnya. (agar tak kabur  mungkin hehe)
Di lobi kantor banyak karyawan dan juga ada wartawan yang mengambil gambarnya.
“Choi Jin Chul!” terdengar seseorang berteriak memanggilnya. Itu Young Kyu, ia datang ke kantor Woo Kyung bersama Paman Lee.
Dengan kondisi tangan yang digendong dan masih terluka Young Kyu berlari ke arah Choi Jin Chul dan langsung menyeruduk seperti banteng hingga Choi Jin Chul jatuh terjengkang.
Paman Lee tak menyangka sohibnya berani melakukan ini.

Bersambung ke Part 2

9 comments:

  1. tinggal part 2 n 1 episode lgi...
    semangat fren!!!
    dtunggu kelanjutan feast of god nya hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya Feast Of The Gods bakalan tertunda deh.... Ga apa-apa ya...

      Delete
  2. kok gak ada kapok2nya sih sih choi jin chul itu,
    kok tetep kagak nyadar ya dia....

    salut deh ma young kyu, berani juga' dia kesana

    -PHEEBBY-

    ReplyDelete
  3. ye ye ye ye senengnya aq jd orang pertama comment,

    mbk anis.....sengaja ya dibikin epi 29 dng part 1, mau bikin kita penasaran......

    nangis aq mbk liat pengorbanan jang jon ha......, apa jang jon haa ntr buta....

    klo iya....b'arti dong jo ma jang jon ha..memang akan saling membutuhkan satu sama lain,

    wahh aq jd kagum sama Shin Ae...langsung tobat dia, mendengar anaknya dicelakai bapaknya sendiri, wahh ntr jang jon ha gimn ya, hidup ma ny tae + dong jo, atau sama shin ae +nenek

    ReplyDelete
  4. .smangat mba, tinggal dikit lgi..
    .rekha

    ReplyDelete
  5. jadi g sabar pengen liat endingnya.
    arti

    ReplyDelete
  6. ceritanya dinamis banget....
    TQ sinopnya jg keren banget, mBak....
    Jadi nyandu neh hehehe....

    Pipiet

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...