Monday, 29 August 2011

Baby Faced Beauty Episode 1



Hukum dalam dunia usia akan semakin bertambah sementara seorang berjuang di musim gugur yang telah berakhir. Musim dingin pun di mulai.

Orang akan selalu bertanya berapa usiamu? Kita tak akan kembali ke masa yang silam. Tapi kita semua menginginkan tetap selalu muda bukan?

Bicara kejujuran. Aku Lee So Young sangat beruntung. Aku tak perlu mencoba sesuatu yang kasar. Orang selalu mengatakan bahwa aku memiliki wajah bayi yang baik. Tapi bagaimanapun juga ada begitu banyak hal di dunia ini. Meskipun memiliki wajah yang Baby Faced tapi tetap saja tak akan bisa dipecahkan.


Lee So Young dipanggil menghadap atasannya. Atasan So Young mengatakan kalau So Young memiliki wajah seperti bayi dan pasti akan mudah mencari pekerjaan yang lain, “Atau segeralah menikah!” ucap atasannya.

“Kau tak terlihat seperti seseorang yang berusia 34 tahun. Akhir-akhir ini perusahan melakukan sesuatu yang tak baik. Tapi aku harus melakukan ini. Jika kau menikah kau harus menghubungiku. Pada hari bahagiamu bagaimana mungkin aku tak hadir!” Ujar atasan So Young. Ia masih tak mengerti ucapana atasannya.

“Kalau tidak aku akan menyanyikan lagu selamat untukmu!” sambung atasan So Young lagi.

Kepala Depertemen bernyanyi-nyanyi dengan yang lainnya. So Young menghampiri dan menghentikan semuanya ia mulai mengerti maksud dari atasannya.

“Aku minta tolong selamatkan aku!” ucap So Young. “Kau pernah mengatakan kau tak bisa memecat karyawan pria karena mereka orang2 yang sudah berkeluarga. Aku juga memiliki keluarga. Jika aku kehilangan pekerjaanku seluruh keluargaku harus hidup di jalanan!” ucap So Young.

Belum sempat Kepala Depertemen menjawabnya. Salah seorang karyawan berteriak... “Perhatian semuanya... dengar setelah 14 tahun perusahaan kita berkembang. Hadir seorang remaja bernama Cristina!” Dan wanita muda pun masuk.

Cristina menyapa semuanya termasuk So Young yang terkejut melihatnya. “Aku akan bergabung di perusahaan ini namaku Hye Mi!!” ( kenapa namanya Hye Mi Dream High Lover ya )

“Unnie, senang berkenalan denganmu!” ucap Hye mi. So Young masih terkejut melihatnya.


So Young pulang dalam keadaan mabuk. Ia berjalan sempoyongan. Karena terlalu banyak minum ia muntah. Ia menatap selebaran (mungkin Girls Band) yang ada di salah satu dinding yang dilewatinya dan mengatakan kalau ia tak memiliki kekayaan seperti artis itu.

Di sebuah warung tenda seorang pria sedang berbincang dengan seorang wanita. Ia mengatakan kalau dirinya tak dipecat dan mengatakan kalau ia mengundurkan diri. Wanita itu marah dan menyuruh pria itu pergi. “Memangnya aku ini istrimu!”

“Baik aku akan pergi. Aku akan mengatakan sekali lagi. Aku tak dipecat! Selamat tinggal!” ucap pria itu.

So Young masuk ke warung tenda itu dan memperhatikan pria tadi. Wanita itu masih mengoceh, “Itu bukan suatu hal yang pantas untuk dipamerkan. Dia dipecat karena memang tak mampu. Kenapa datang dan membuat keributan disini!”

So Young tak percaya mendengarnya. Ia juga sama di pecat. Ia memegang kepalanya, pusing.

Wanita itu melihat So Young dan bertanya kenapa So Young ada disini. So Young mengatakan tak apa-apa. Wanita itu Ibu So Young.


Keesokan harinya So Young terlambat bangun. Kemudian ia menyadari kalau hari ini ia tak berangkat bekerja.

So Young menatap kertas yang ada di atas meja. Itu formulir pandaftaran milik adiknya, Lee So Jin. So Jin masih berusia 25 tahun. Ia manatap adiknya yang masih tertidur dan berguman, 25 tahun adalah usia yang bagus (aku sekarang 24 tahun hehehe)


Di sebuah perusahaan design ternama ‘The Style’ Seorang pria tengah menerima telepon. Dan dia adalah Choi Jin Wook. Dia menerima telepon sambil berjalan dan menabrak orang yang membawa barang. Ia minta maaf.

“Apa manik-manik kalung?” ucapnya menerima telepon. “Seharusnya kau memeriksanya dengan baik! Hyung di mana barangnya?”

Jin wook mencari aksesoris manik2 ia memeriksa setiap ruangan dan menemukan aksesoris yang dimaksud tapi di sana banyak aksesoris ia jadi bingung. Jin Wook langsung membawa semuanya ke tempat pegelaran busana.

Jin Wook berjalan terburu-buru. Temannya menyapa. Jin Wook hanya menjawab, “Ya Hallo. Maaf aku buru2!”

Karena terburu-buru Jin Wook jatuh dan mengerang kesakitan. Seorang pria bertanya kenapa Jin Wook sangat lambat (padahal dia udah lari2 tahu). Pria itu tanya lagi kenapa Jin Wook membawa semua aksesorisnya dan meminta membantu mencarinya. Pria itu yang menelepon Jin Wook tadi. Jin Wook memanggilnya Hyung namanya Jang Ki Hong.

“Aku ini seorang MD Direktur Manajer, aku harus segera merancang!” ucap Jin Wook. Jang Ki Hong tak mengubrisnya. Ia sibuk mencari aksesoris. Jang Ki Hong menemukan aksesoris yang di maksud itu... ucapnya.

Seorang model berjalan cepat dan menginjak aksesoris yang dicari. Aksesoris itu meluncur cepat (bahasa kerennya nggelundung hahaha)

“Apa yang kau lakukan? tangkap itu cepat!” Perintah Jang Ki Hong pada Jin Wook.


Choi Jin Wook segera menangkap aksesoris itu ia berjalan menunduk. Ia berhasil mendapatkannya. Tetapi ia sadar kalau ia masuk ke arena Catwalk. Semua kamera mengarah padanya. Semua orang menatapnya.

Jin Wook bingung tak tahu apa yang harus dilakukannya. Jang Ki Hong menyuruh Jin Wook segera pergi. Jin Wook memperhatikan Hyung-nya sesaat, “Aku harus pergi!” ucapnya.


Mungkin sudah kepalang tanggung sampai di panggung Jin Wook berjalan memamerkan kebolehanya seperti model. Ia berjalan di atas Catwalk. Semuanya terkejut, bahkan sang Presdir Pun kaget di buatnya.


Jin Wook bergaya sangat konyol (wakakaka aku ngakak liatnya) gaya main pistol (kayak orang mau nembak)


Untuk menjaga kelancaran acara seorang model wanita masuk ke panggung mendampingi Jin Wook. Jin Wook mengambil topi model itu dan mengenakannya. Ia kemudian bergaya ala Michael Jackson wakakaka.

Jin Wook kembali ke belakang panggung ternyata banyak yang memeberinya tepuk tangan. Melihat banyak yang tepuk tanagn Si Presdir Ji Seung Il ikut bertepuk tangan juga. Direktur Hyun yang duduk di sebelah Presdir manarik nafas lega.

Di belakang panggung Jin Wook segera menyerhakan aksesoris yang membuat masalah tadi. Jin Wook duduk menenangkan diri.

Acara fashion show berjalan lancar. Jang Ki Hong menemui Jin Wook dan mengatakan kalau Jin Wook sudah bekerja keras. Keduanya tertawa bersama. Jang Ki Hong mengajak Jin Wook keluar nanti malam. Jin wook setuju.


Lee So Young mulai mencari pekerjaan, “Dunia begitu besar akan ada perusahaan yang akan menerimaku!” ia menyemangati dirinya sendiri.

So Young melamar ke sebuah perusahaan. Ia melakukan interveiw. Pria yang mengiterview So Young mengatakan kalau So Young memiliki pengalaman kerja yang baik.

So Young mengatakan kalau ia di calonkan sebagai karyawan terbaik 3 kali. Ia juga sudah bekerja di tempat sebelumnya selama 14 tahun. Tidak pernah datang terlambat atau pulang lebih awal. “Ketika ada kain yang datang padaku, aku akan menganggapnya suatu hal yang spesial bagiku!”

“Tapi karyawan tidak boleh lebih tau dari Bos!” ucap pria itu.

So Young terkejut, apa ?

“Usiaku 33 tahun!” ujar pria itu. So Young tak diterima bekerja.

So Young kembali melamar di pabrik garmen. Ia menemui bos pabrik yang tengah sibuk bekerja. Bos pabrik tak memperdulikan usia So Young. Itu tak masalah. So Young berterima kasih.

“Perusahaan hanya meminta satu hal darimu. Kau orang yang terpercaya?’ tanya bos perusahaan. Dan So Young pun masih belum di terima bekerja.

So Young duduk di taman. Ia memikirkan biaya hidup yang harus di tanggungnya. “500rb bunga dan bayar sewa 400rb dan juga pengobatan ibu! Apa yang harus kulakukan!” ucapnya bingung.

So Young menatap kebelakang dilihatnya seorang ibu bersama kedua anaknya bermain bersama. Kemudian lewat sepasang kekasih bersepeda tersenyum bahagia. So Young menatapnya. Mungkin dalam pikirannya terbersit usianya 34 tahun ia seharusnya sudah berkeluarga dan memiliki anak.


Direktur Hyun memuji Presdir sudah bekerja dengan baik dan mengatakan tidak perlu mengangkat sekertaris. masih ada yang harus dilakukannya, tapi bagaimanapun juga dewan direksi memiliki pendapat sendiri.

Presdir setuju mendatangkan sekertaris baru tapi harus ada salah seorang yang mengundurkan diri. Direktur Hyun terkejut mendengarnya. Presdir menambahkan kalau orang itu harus jujur dan bersedia tidak dibayar tinggi. Maka itu akan mengutungkan perusahaannya.

Direktur Hyun kembali ke ruangannya dan mengumpat presdirnya.


Di sebuah toko Loundry seorang pria tengah menyetrika pakaian. So Young berjalan melewati tempat tersebut. Pria itu memangggil So Young dan mengajak So Young ke suatu tempat.

Pria itu Sun Nam dan menunjuk tokonya. Tuan Sun Nam meminta So Young bekerja ditempatnya dan ia pikir ini cocok untuk So Young.

So Young bingung karena ia tak memiliki pengalaman. Tuan Sun Nam mengatakan itu tak jadi masalah karena ini hanya toko kecil.

Ibu pemilik Loundry keberatan menerima So Young dan mengatakan ia mencari orang yang berpengalaman. Tapi sesaat kemudian ia menerima So Young dengan syarat jika pekerjaan So Young mengecewakannya So Young harus pergi. So Young berterima kasih, ia akhirnya mendapatkan pekerjaan.

Ibu pemilik Loundry akan keluar sebentar ia meminta KTP So Young. Ia tak mau meninggalkan tokonya tanpa jaminan hahaha... takut di rampok kali tokonya.

So Young menyerahkan KTP-nya dan Ibu pemilik loundry segera pergi.


So Young menerima telepon dari Lee So Jin, adiknya. So jin menemui So Young di tempat kerja baru kakaknya. So Young membayar ongkos taksi So Jin.

So Jin tanya kenapa kakaknya bekerja di tempat baru apa kakakanya sudah di pecat. So Young membenarkan dan meminta So Jin tak mengatakan itu pada ibu.


So Jin meminta uang pada kakaknya. Ia ingin membeli pakaian baru.Tapi So Young tak memiliki uang dan mengatakan kalau hari ini, hari pertama ia bekerja. “Bukankah kau sudah memiliki banyak pakaian sampai2 sudah tak ada tempat lagi untuk mennggantungnya!” ucap So Young.


So Jin masuk ke toko dan melihat pakaian yang ada disana. So Jin berniat mengambil satu pakaian So Young melarangnya. So Young memukul adiknya. So Jin berteriak kesakitan.

Tepat saat itu seorang pelangan datang. So Young melayani pelanngan. Diam2 So Jin mengambil pakaian dari sana dan segera pergi.

Ibu pemilik Loundry kembali dan sadar kalau salah satu pakainnya hilang. So Young di marahi habis-habisan. So Young ditarik dan dibenturkan ke tembok.

Tuan Sun Nam tiba dan melerainya, ia meminta So Young cepat pergi. Dan kini giliran dia yang dimarahi.

So Young menelpon adiknya dan meminta segera mengembalikan pakaian itu.


Choi Jin Wook dan Jang Ki Hong pergi ke diskotik. Keduanya turun dari mobil Jin Wook. Ketika mobilnya akan diparkirkan petugas Jin Wook tanya sudah berapa lama orang itu membawa mobil petugas itu mengatakan tak usah khawatir. Ia sangat menyayangi mobilnya dan menganggapnya Baby hihihi....

So Jin juga ternyata ada disana. So Young menelepon teman So Jin dan mendapatkan informasi kalau adiknya ada di diskotik. Ia datang ke diskotik menyusul adiknya. Ia mencari-cari So Jin.

Jang Ki Hong melihat So Jin sendirian dan menyapanya, Ia mengatakan kalau So Jin itu mirip Kim Tae Hee dan Lee Hyo Ri wekekeke. So Jin mengacuhkannya.

So Young menelpon adiknya tapi So Jin mematikan ponselnya.

Jang Ki Hong melihat mantel yang di bawa So Jin dan mengatakan kalau mantel yang dibawa So Jin sangat bagus dan sangat berat Jang Ki Hong menawarkan bantuan membawakan mantel So Jin. So Jin masih mengacuhkannya.

So Jin melihat kakaknya berada di sana. Ia panik dan berubah pikiran. Dan menerima ajakan Jang Ki Hong pergi dari sana.

Jin Wook tanya kalian mau kemana ?

So Young melihat adiknya sedang berbicara dengan dua pria. Jang Ki Hong mengambil mantel So Jin dan memberikannya pada Jin Wook. Jang Ki Kong mengajak So Jin ke lantai disco.


So Young menepuk bahu Jin Wook dan meminta mantel itu dikembalikan padanya karena itu miliknya. Jin Wook menolak. So Young mengambil paksa mantelnya dari Jin Wook. Jin Wook mengejar dan kembali mengambil mantel itu dengan paksa pula dan mengatakan kalau itu milik temannya.

“Itu milikku!” kata So Young menarik mantelnya. Keduanya tarik menarik mantel. Jin Wook tanya kenapa ia harus menyerahkan mantel itu. Dan menunjuk siapa pemilik mantel itu.

Keduanya masih tarik menarik mantel So Jin dan Jang Ki Hong yang tengah berdisco memperhatikan. Dengan sedikit trik tipuan Jin Wook mendapatkan mantel tersebut.

Semua pengunjung memperhatikan dan Jin wook pun memberikan mantel tersebut dengan cara melemparnya ke arah So Young tapi mantel itu jatuh ke gelas besar berisi alkohol.


So Young panik. Ia berusaha menggapai mantelnya. Tapi tangannya tak sampai. So Jin memperhatikan. Jin Wook tanya apa yang So Young lakukan. Dengan tangannya dan berjinjit ke pagar pembatas So Young berusaha mendapatkan mantelnya.


Tapi naas bagi So Young dirinya malah tercebur ke gelas besar itu. Pengunjung berteriak dan banyak yang memotretnya.

Jin Wook membela diri dan mengatakan kalau ia tak mendorongnya. Jin Wook bingung dan akhirnya berusaha membantu So Young keluar dari gelas besar itu.


Jin Wook berusaha menggapai tangan So Young. Setelah berhasil menggapainya ternyata gelas itu goyang dan pecah ke lantai membuat lantainya terbakar. Keduanya terkejut.


Jin Wook dan So Young di bawa ke ruangan. Si pemilik diskotik tanya selain gelas apa ada yang dirusakan oleh keduanya. Tidak ada.

Si pemilik diskotik menahan marah dan mengatakan biaya kerugiannya itu sekitar 20 juta. So Young dan Jin wook kaget. Mendengar itu So Young langsung muntah dan mengenai pakaian yang dikenakan Jin Wook. Keduanya membersihkan diri di toilet.


Jin Wook membersihkan pakaiannya dan marah, “Berapa banyak yang kau minum ?”

So Young : “Memangnya siapa yang membuatku terjatuh ?”

Jin Wook membela diri, “Apa aku yang mendorongmu? Kau sendiri yang jatuh!”

So Young : “Bukankah akan lebih mudah kalau kau memberikan mantel itu sebelumnya!”

Jin Wook : “Kenapa aku harus memberikan mantel itu padamu! Dasar wanita gila..!”

So young marah : “Apa ? Wanita gila ?”

“Ahhh.. Lupakan saja!” ucap Jin Wook.


Jin Wook melihat ada kesempatan untuk kabur. Ia menoleh ke atas dan melihat ada jendela kecil yang bisa dilewati orang. Ia mengajak So Young untuk kabur.

Awalnya Jin Wook menyuruh So Young untuk jongkok terlebih dulu tapi So Young menolak, Jin Wook-lah yang harus jongkok dulu. Keduanya sepakat So Young naik terlebih dahulu.

Jin Wook jongkok membiarkan punggungnya diinjak untuk dinaiki So Young. Jin Wook sekuat tenaga mengangkat So Young. Ia mengeluh So Young sangat berat. So Young berusaha sekuat tenaga. Ia berhasil melewatinya. So Young meminta Jin Wook meleparkan mantelnya.

Wahahaha jadi inget adegan Dong Yi n Sukjong manjat pagar.

Jin Wook memanggil So Young untuk segera membantunya. So Young mengulurkan mantelnya dan membantu Jin Wook.


Belum sempat Jin Wook keluar penjaga diskotik melihat So Young. So Young panik ia ingin segera pergi membawa mantelnya. Dan dengan terpaksa So Young menendang wajah Jin wook kembali ke dalam toilet. Ia langsung mambawa mantelnya dan segera kabur dari sana.

Pipi jin wook terluka dan ia jatuh di lantai toilet. (kasihan....)

Jin Wook pulang ke rumahnya. Di sana ada Jang Ki Hong. Kedunya tinggal serumah.

Jin Wook tanya apa yang harus dilakukannya. Kalau ia tak mengganti rugi mungkin ia akan dikubur hidup2. Ia memegang pipinya yang sakit.

“Bicaralah denga keluargamu!” Jang Ki Hong memberikan saran. Jin Wook bingung ia tak mau melakukannya.

“Tak ada cara lain! Menjualnya!” seru Jang Ki Hong.

Jin Wook : “Menjual apa? Apa yang dapat ku jual ?”

Sesaat ia sadar mengerti maksud Jang Ki Hong. “Hyung! apa itu masuk akal ? bagaimana aku bisa melakukannya?”

“Maka aku yang akan menguburmu!” ucap jang Ki Hong.

Jin Wook frustasi mendengarnya. Ia ngambek menarik-narik sofanya. Ki Hong marah apa salah sofanya apa kau gila hahahaha

Jin Wook berangkat ke kantor. Ia memegang pipinya yang terluka. Ia menerima telepon. Ia berbicara memohon-mohon ia harus mendapatkan pinjaman uang 20 juta won secepatnya.

Jin Wook masih berbicara lewat teleponnya tiba2 Presdir Ji Seung Il tiba. Semua pegawai memberi salam tapi Jin Wook menghindarinya dan mengatakan pada temannya kalau sebentar lagi ia ada rapat. Jin Wook meminta mengirim pesan lewat sms saja.


Rapat di mulai salah satu pegawai-Pimpinan MD (atasannya Jin Wook-bener ga ya) menjelaskan materi rapat. Ia menyampaikan laporan penjualan Quartal ke empat.

“Pada Quartal keempat penjualan kita sedikit menurun 5 % jika dibandingkan tahun lalu. Tapi bagaimanapun juga pesaing kita mengalami penurunan 9 %! Merk kita masih lebih baik”

Presdir Ji Seung Il memperhatikan penyampaian materi rapat, tapi Jin Wook malah asyik sms transaksi pinjaman dengan temannya.

“Jadi apa kita beruntung karena perusahaan lain mengalami kerugian 9% dan kita rugi 5 % begitu maksudmu ?” tanya Presdir pada pegawai yang menyampaikan materi.

Jin wook tak serius mengikuti rapat ia sibuk membaca sms-nya mengirin nomor rekening pada temannya. Hp Jin Wook berdering lagi dan semua menatap Jin Wook.

Jin Wook mendapatkan sms kalau transaksi pinjaman 20 juta won telah berhasil. Ia senang bukan main. Ia membalas sms mengucapkan terima kasih.

Presdir masih bicara panjang tapi Jin Wook tak mendengarkannya.

Tapi sesaat kemudian Jin Wook mendapatkan sms kalau transaksinya tak jadi dan Jin Wook mendapat kiriman video ketika kecelakaan di diskotik.

Jin Wook kaget dan berdiri sambil memegang hp-nya dan berteriak membuat semua peserta rapat menatapnya tak terkecuali Presdir.

Presdir menatap tajam Jin Wook. Jin wook minta maaf. Presdir berdiri dan berjalan menuju Jin Wook.

Presdir : Choi Jin Wook!

Wajah Jin Wook tegang. Presdir memperhatikan pakaian yang dikenakan Jin Wook. Presdir bertanya dari mana Jin Wook membeli setelannya. Jin Wook menjawab ia membelinya lewat internet. Presdir mengangguk paham dan bertanya lagi apa warna dasi dan setelan yang dipakai Jin Wook itu sudah cocok? Karena menurut Presdir itu tak cocok hehehe. Dan rapat pun selesai.

Jin Wook kembali ke ruangannya bersama atasannya. Ia dimarahi atasannya.


Jin Wook menerima telepon dari temannya. Ia terus minta pinjaman dari temannya itu. Ia mengatakan akan membayarnya tapi temannya sudah menggugunakan uang tersebut dan tak bisa memberi pinjaman pada Jin Wook.

Jin wook kesal dan kembali melihat video kecelakaan di diskotik, “Gara-gara kau!!!”

So Young mengembalikan pakaian yang diambil adiknya pada Ibu pemilik Loundry. Ibu itu meminta So Young yang mengantar mantel itu ke pemiliknya dan meminta So Young menjelaskan pada pemiliknya supaya mendapatkan keringanan (mungkin barangkali pemilik mantelnya mau minta ganti rugi gitu)


So Young pergi mengantarkan mantel. So Young mengetuk ruangan tapi tak ada jawaban. So Young masuk ia melihat sekeliling ruangan.

Sesaat kemudian seorang wanita masuk dan bertanya siapa So Young.

So Young mengatakan kalau ia tadi sudah mengetuk pintu dan akan mengantarkan mantel. So Young minta maaf atas mantelnya.

Wanita itu menatap So Young. “Astaga!! Aku Ji Joo Hee. Aku senang bertemu denganmu!” Ucap Ji Joo Hee ternyata teman lama So Young.

So Young menatap tak percaya. Joo Hee tanya bagaimana So Young bisa berada di sana. “Aku kira kau masih sekolah. Semua orang berfikir kalau kau mahasiswa? Apa kau tak melanjutkan sekolah?”

So Young bingung menjawabnya dan mengatakan kalau ia tak melanjutkan sekolahnya dan Joo Hee sekarang sudah sukses, sudah mendapatkan pekerjaan.

Joo Hee : “Aku sukses ? Aku hanya bekerja disini ? Apa pekerjaanmu sekarang ?”

So Young tak menjawab. Joo hee melanjutkan kata-katanya. “Kau bisa bekerja disini jika kau berubah pikiran. Bukankah dulu kau pernah bercita-cita menjadi seorang fashion desaigner? Bukankah kau bermimpi menjadi perancang busana untuk pakaian sehari-hari?”

So Young hanya manjawab ia akan memikirkannya dan ia harus segera pergi. So Young meninggalknan ruangan Joo Hee. Ia menatap ruangan Joo Hee.

So Young kembali ke rumahnya. Ia langsung masuk ke kamar dan melihat adiknya tangah menonton tayangan televisi sambil memotong kuku.

So Young mematikan-nya dan So Jin tentu saja marah. Keduanya ribut. So Young marah tak bisa melanjutkan sekolahnya dan itu semua karena adiknya. So Young mengambil pakaian So Jin yang tergantung dan melemparkan pakaian itu. So Jin tambah marah, “Itu Baby-ku!”

Keduanya berkelahi jambak-jambakan.

Ibu So Young masuk dan menghentikan pertengkaran itu. Ia memarahi kedua putrinya. So Jin merengek pada ibunya kalau So Young sudah memukulnya. So Young dimarahi ibunya. So Young kesal dan mengatakan kalau ibunya sudah tak adil.

Karena sudah marah So Young keluar rumah dan membanting pintu. Dari dalam terdengar suara ibunya yang masih mengomel.

So Young menenangkan diri duduk di ayunan. Ia memikirkan kata-kata ibunya. Apa yang harus kulakukan usiaku sudah terlalau tua. Semua orang sudah menikah, tapi aku? So young tersenyum simpul. Lupakan tentang pernikahan.


“Lee So Young..!” Tiba-tiba ada yang memanggil So Young itu Tuan Sun Nam. Tuan Sun Nam tanya kenapa So Young ada disana.

Kemudian keduanya minum bersama. Tuan Sun Nam minta maaf, ia pikir ia bisa membantu So Young. So Young hanya menjawab kalau ia sudah berhutang sewa rumah selam 3 bulan (jadi itu rumah sewaan ya) So Young berterima kasih karena Tuan Sun Nam sudah baik padanya dan ia hanya bisa bergantung pada Tuan Sun Nam.

So Young meminum minumannya (jago minum dia haha tapi kalau udah Mabuk omongannya wakakaka)

Tuan Sun Nam ingin bertanya pada So Young tapi ia minta So Young jangan marah. Tuan Sun Nam memberikan So Young sebuah selebaran. So Young terkejut melihatnya.

Tuan Sun Nam : “Apa kau pernah berbohong tentang usiamu pada seseorang ?”

So Young tak mengerti, apa ?

Tuan Sun Nam menunjuk selebaran itu.


Selebaran itu di tempel di setiap jalan. Selebaran bergambar wajah So Young. So Young mengambil selebaran yang terpampang di mana-mana. Ia langsung menelpon nomor yang ada di selebaran dengan telepon umum. Itu nomornya Jin Wook. Jin Wook menerima telepon sambil mengendarai Baby-nya eh.. mobilnya hehehe.

So Young : “Hallo psiko. Apa kau baik2 saja ?”

Jin Wook heran , “Siapa kau ?”

So Young : “Kau sudah melakukan kesalahan untuk mencariku. Tapi kau tak mengenali suaraku ?”

Jin Wook sadar siapa yang menelponnya ia mulai marah, “Dasar penghianat! Dari mana kau tahu nomor teleponku ?”

So young menjawab dengan keras, “Sudah jelas ditulis di selebaran!”

Jin Wook tanya di mana So Young karena ia perlu bicara dan meminta So Young mendengarkan kata-katanya.

So Young menjawab Jin Wook tak perlu tahu dimana ia sekarang. Ia meminta Jin Wook tak mengganggunya. So Young juga mengatakan ia belum pernah melihat psiko seperti Jin Wook.

Jin Wook meminta So Young jangan kemana-mana. So Young tak takut ia mengatakan kalau ia menelpon dari telepon umum dan langsung menutup teleponnya.

Jin Wook marah dan ketika ia menoleh ke depan di depannya ada mobil ia mengerem mendadak tapi tabrakan tak dapat dihindari.

Seorang pria keluar dari mobil yang ditabrak Jin Wook. Pria itu marah-marah. Tambah lagi deh kesialan Jin Wook.


So Young kembali ke rumahnya dan langsung menyalakan lampu di mejanya. So Jin terganggu ia bangun dan bicara pada kakaknya.

So Jin mengatakan ia akan berkerja paruh waktu besok sebagai model. Orang itu akan memeberinya 100rb won. Kemudian ia mengatakan kalau ia memiliki toko besar dan juga memiliki banyak uang 1 jt perhari. “Jika uang itu sudah ditanganku aku akan memberikan semuanya padamu!” ucap So Jin. So Young diam tak menjawab ia hanya menggaruk kepalanya.

So Jin kembali mengatakan kalau ia tak mengatakan pada ibunya So Young dipecat. Ia hanya mengatakan pada ibu kalau So Young sedang mengambil cuti untuk istirahat.

Keesokan harinya ibu So Young sibuk memasak. So Young kaget mendengar kalau So Jin sudah pergi dari rumah sebelum fajar, “Tiba-tiba adikmu mengatakan kalau ia akan pergi untuk ikut audisi!”

So Young tanya apa ibunya masih percaya pada So Jin karena dia pasti sedang bersanang senang. So Young mendapatkan sms dari adiknya.

So Jin menyuruh kakaknya menggantikan dirinya kerja paruh waktu sebagi model. So Young tak percaya. Ibunya menyuruh So Young cepat pergi karena ini sudah siang. “Bagaimana aku harus pergi atas namanya. Aku bukan berusia 25 tahun!” ucap So Young.

So Young membaca sms-nya lagi, “Aku akan mendapatkan 1 juta dalam 20 jam!” Dan akhirnya So Young pergi menggantikan adiknya.

So Young mengenakan pakaian yang baik ia juga mengenakan rok. So Young berlarian menuju Perusahaan Fashion ‘The Style’

Presdir Ji Seung Il berada di depan lift ia akan ke ruangnnya. So Young berlari cepat menuju lift.

Karena terburu-buru dan tak melihat rok So Young sobek dan tersangkut pada gantungan pakaian dan itu membuat rok nya terlepas rok itu tetap tergantung dalam gantungan pakaian. Kok bisa ya ? Kalau robek lumrah lah lha ini masa ampe lepas hahaha


So Young berhasil masuk ke lift bersama Presdir. So Young sadar kalau roknya sudah tak ada. So Young berusaha membuka pintu lift tapi lift sudah berjalan. So Young menutupi pahanya dengan tas yang dibawanya. Ia menahan malu.

Presdir kaget melihatnya tak menyangka (ada orang yang kayak gitu kali ya hahaha..) Ia memberikan majalah yang dibawanya pada So Young. So Young menerima dan mengucapkan terima kasih. So Young menggunakan majalah itu untuk menutupi sebagian pahanya hehehe

Ketika lift terbuka Presdir langsung keluar dan So Young langsung menekan tombol untuk kembali ke lantai dasar.

Semua orang menatap So Young aneh. So Young mencari-cari roknya. Ia melihat roknya diambil seorang wanita Cleaning Service.


So young Langsung berlari mengejarnya dan berteriak, ”Jangan.. Ahjumma... berhenti!” So Young mendapatkan roknya kembali.


So Young sampai di tempat. Ia dimarahi karena datang terlambat dan roknya juga sobek. So Young minta maaf karena tadi ia mengalami kecelakaan. Wanita itu (Park Nara) terus memarahi So Young.

Park Nara memperhatikan biodata, “Lee So Jin. 25 tahun. Kau lebih menakutkan dari pada yang ku lihat!” ucapnya.

So Young tak mengerti. Park Nara nunjuk2 kepala So Young, “Jika kau berbohong, berbohonglah dengan orang yang kau percaya!”

Park Nara : “170cm ? Tinggimu hanya 160cm. Ambil manekin ini dan ikut aku!”

So young berjalan mengikuti Park Nara sambil membawa manekin.


Jin Wook menatap dan memeluk mobilnya, “Mobil indahku akan segera diambil. Bagaimana aku membiarkannya!”

Seorang pria datang mengampiri Jin Wook dan meminta Jin Wook segera memberikan kuncinya. Jin Wook memberikan kunci mobilnya. Tapi dia tak rela, jadilah tarik menarik kunci. Pria itu langsung menarik kuncinya dengan paksa dan langsung masuk ke mobil.

“Tunggu.. tunggu!” Jin Wook menahan pria yang sudah berada dalam mobil. Pria itu tanya ada apa. Jin Wook mengatakan kalau ia sangat menghargai mobilnya, “Seperti harta yang berharga dalam hidupku. Kau harus melakukan pemeriksaan rutin, menaiki mobil jangan terlalu cepat itu tidak aman!”

Jin Wook terus ngoceh tapi pria itu tak memperdulikan ucapan Jin Wook dan langsung pergi meninggalkan Jin Wook dengan cepat.

Jin Wook bereteriak, “Aku memintamu untuk hati-hati!”

Jin wook menangis meratapi kepergian mobilnya! (good job Choi Daniel keren ah aku sampe ngakak liat akting nangisnya lucu)

So Young menjadi model pakaian. Park Nara dan Jung Mi Soon ngobrol sementara So Young hanya diam. Keduanya terus ngobrol dan mengatakan kalau ini pertama kalinya melihat tubuh yang langsing (menurutku Jang Nara mungil hehehe)

Jin Wook tak bersemangat ia duduk lesu, Jang Ki Hong menghampirinya. Ki Hong tanya kenapa Jin Wook seperti memiliki banyak masalah.

Jin wook menjawab kalau ia bukan seseorang yang menjual anaknya sendiri untuk bertahan hidup. “Aku benar2 tak memandang Presdir, siapapun atau apapaun dalam masalahku sekarang. Itulah sebabnya aku mengatakan aku seperti orang yang menjual anakku sendiri untuk tetap hidup dan dipecat setelahnya!”

“Kau akan benar-benar di pecat!” jawab Jang Ki Hong melihat penampilan Jin Wook. Jang Ki Hong meminjamkan jas-nya yang lebih baik kepada Jin Wook.

Jin Wook : “Hyung, apa kau memiliki teman seorang polisi ?”

Jang Ki Hong heran. Jin Wook mengatakan kalau ia harus segera menemukan wanita itu. “Wanita itu tak meninggalkan Seoul. Dia melihat selebaran dan menelpoku. Dia masih di Seoul!”

Jang Ki Hong hanya mengingatkan agar Jin Wook tak terlambat mengikuti rapat dan pergi meninggalkan Jin Wook.

So Young masih menjadi model pakaian ia terus berdiri seharian. Saat Jung Mi Soon dan Park Nara pergi untuk makan So Young menyempatkan diri untuk beristirahat melemaskan kakinya. Sambil istirahat So Young melihat pakaian yang ada di sana. Ia teringat masa lalunya.

Flash Back


So Young kecil belajar membuat pakaian dan ia kenakan pada bonekanya. Kemudian So Young remaja membuat sketsa baju rancangan dan menjahitnya. Ia senang melakukan itu dan So Young pun mendapatkan sertifikat. Ia senang bukan main.

So Young berlari ke rumah membawa sertifikatnya. Sesampai di rumah ia melihat ibunya duduk di lantai dan So Jin menangis. Sertifikat Universitas Seni Pakaian pun terlepas dari tangannya.

Flash Back End

So Young tersadar dari lamunannya ketika mendengar telepon berdering. Selain dirinya tak ada orang disana. So Young memberanikan diri mangangkat telepon.

So Young : Hallo

Penelpon : Aku Agen Kim dimana Nona Lee So Jin ?

So Young : Ya. Aku Lee So Jin.

Agen Kim tanya apa So Young melakukan semuanya dengan baik. So Young menjawab ya. Agen Kim senang mendengarnya dan mengatakan akan mengontrak So Young selama seminggu.

So Young panik, seminggu ?


So Young menelpon adiknya dan berjalan ke arah tangga, “300rb won seminggu!” ucapnya. “Kau tak perlu takut aku hanya bekerja sebagai model tapi aku juga akan bekerja yang lain. Jadi kau harus bersyukur padaku, apa kau mengerti!” ucapnya Keras. “Hei. Psiko. Apa kau manusia, Kau benar2 buruk. Kau tahu?”

Jin Wook sedang berada di bawah tangga ia juga menerima telepon. So Young tak menyadari Jin wook yang berada di bawah tangga. Jin wook juga seperti mendengar suara So Young dari dekat ia celingukan. Ia tetap menerima telepon dari temannya yang mengatakan sudah mendapatkan kenalan polisi.

Presdir dan direktur Hyun memeriksa bagian designer.

Leader team design yang sedang hamil besar tanya kenapa Presdir datang. Presdir menjawab ia akan melakukan diskusi disana.

So Young datang dan menunduk kaget melihat presdir dan Presdir menatap So Young. Presdir mangatakan pada pegawainya, “Apa akan membuat pakaian untuk anak-anak? yang kita butuhkan adalah model!” ucap Presdir sambil menatap So Young. Ia sepertinya kurang menyukai modelnya.

Leader team design mempersilahkan presdir menuju ruangannya.

Park Nara meminta So Young menyiapkan kopi. So Young langsung mengerjakannya tapi air dalam galonnya habis ia kesulitan mengangkat galon.


Jin Wook lewat ia melihat seorang wanita tengah mengangkat galon. Jin wook terpesona melihat kaki So Young (wakakaka liat ekspresinya lucu)

Jin Wook akan membantu mengangkat galonnya. So Young senang dan tersenyum ada yang membantunya. Keduanya tersenyum dan bertatapan.


Lalu raut wajah keduanya berubah. Jin Wook menatap tajam So Young. So Young tak percaya ia bisa bertemu lagi dengan Jin Wook.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...