Friday, 8 June 2012

Sinopsis Dr Champ Episode 1

Ya ampun ga tahu kenapa jadi pengen menulis drama lama ini. Ga terlalu lama sih ini drama tahun 2010. Masih terkena virusnya Uhm Tae Woong, tapi menurutku bukan dia deh lead male-nya. Tapi tak apa Uhm ahjussi disini keren juga kok sekeren atlit-atlit judo tim Korea haha.
Tadinya mau post A gentelman's Dignity dulu tapi penulisannya belum selesai sementara Dr Champ ini aku sudah menulisnya sampai episode 3 sayang kalau ga segera dipost. keburu jamuran nanti hahaha. Awalnya cuma mau membuat review-nya aja, tapi kok sayang banget ya soalnya banyak yang dibahas ditiap episodenya. Jadilah dibuat tiap episode. Mau dibaca yo monggo terima kasih ga juga ga apa-apa... haha.

Sinopsis Dr Champ Episode 1
Park Ji Heon, atlit Korea dari cabang olahraga judo memulai pertandingan melawan pejudo Jepang. Pertandingan yang sulit baginya. Sulit rasanya untuk menjatuhkan lawannya. Jatuh bangun ia barusaha sampai akhirnya ia mampu mengunci kaki sang lawan dan menjatuhkannya.
Park Ji Heon pun dinyatakan menang. Penonton yang semula bersorak mengelu-elukan namanya, tiba-tiba terdiam. Ji Heon heran dan sang lawan yang ia jatuhkan pun menatapnya.

Dan ternyata celananya melorot wakakaka..... Ji Heon berteriak dan terbangun dari mimpinya. (ampun deh kenapa scene pertama udah ada adegan menggelitik kayak gini)
Park Ji Heon seorang pria dengan obsesi mendapatkan medali emas untuk cabang olahraga judo. Apapun ia akan melakukannya termasuk latihan yang berat padahal usianya tak lagi muda untuk seorang atlit. Ia pun berlari menuju tempat latihan.
Di tempat lain, disebuah rumah sakit ternama. Dr Kim Yeon Woo, Seorang dokter cantik dan pintar melakukan penanganan terhadap korban patah tulang. Kebiasaan dokter Kim kalau lagi tegang atau pun cemas adalah selalu meniup ujung rambut poninya dan juga selalu menendang kaki orang yang ia marahi.
Rekannya memberikan ucapan selamat atas sertifikasi untuknya. Tapi menurutnya itu perbuatan yang membuang-buang waktu dan meminta yang lain segera kembali ke pekerjaannya masing-masing (galak banget deh haha)
Setelah semuanya pergi ia tersenyum menatap layar komputer yang mengumumkan kelulusan sertifikasinya. Sepertinya dokter Kim lulus mendapatkan beasiswa untuk pendidikannya dan ia diperbolehkan libur oleh dokter Seo, dokter yang juga atasan sekaligus guru baginya.
Kim Yeon Woo merayakan keberhasilannya dengan kekasihnya yang juga dokter disana dokter Han Gi Young. Ia sadar kalau ia bukan dokter lulusan dari universitas ternama di Korea jadi banyak yang tak suka padanya. Tapi menurut kekasihnya itu karena sifat Yeon Woo yang kasar dan galak.

Sebagai ucapan selamat Yeon Woo minta Han Gi Young menciumnya tapi Gi Young terlanjur kesal karena tadi ketika menangani pasien patah tulang ia dimarahi dan ditendang oleh Yeon Woo. Yeon Woo berkelit Gi Young jangan mencampuradukan urusan pribadi dengan pekerjaan.

Han Gi Young akan mencium tapi tak jadi karena ponsel Yeon Woo berbunyi. Selama Yeon Woo menerima telepon ternyata diam-diam Han Gi Young menerima sms dari seorang wanita.
Ibu Yeon Woo menemui putrinya dirumah sakit. Yeon Woo langsung memberikan uang yang ibunya minta.

Park Ji Heon lari menuju tempat latihan. Di jalan ia melihat rok seorang wanita tak terpakai dengan benar. Ia pun membetulkannya (wakaka kurang ajar nih orang walaupun maksudnya baik tapi kan ga boleh gitu) Sambil berlari ia menerima telepon dari pelatihnya yang marah-marah karena dirinya belum sampai di tempat latihan.
Dan disini lah pertama kalinya Park Ji Heon dan dokter Kim Yeon Woo bertemu. Tas ibu Yeon Woo dijambret orang. Yeon Woo mengejarnya. Ji Heon yang melihtnya pun jadi serba salah karena ia sudah ditunggu oleh pelatihnya. Ia pun membantu Yeon Woo mengejar penjambret.
Karena fisiknya yang lebih kuat, Ji Heon dengan mudah mengejar si penjambret dan dengan kemampuannya sebagai seorang atlit judo ia pun dengan mudah melumpuhkan si penjambret menggunakan teknik judo-nya.
Ji Heon menyerahkan tas yang sudah ia dapatkan pada Yeon Woo yang tampak kepayahan lari mengejar penjambret. Ji Heon langsung berlari pergi karena memang ia terburu-buru. Yeon Woo berteriak mengucapkan terimakasih.
Mendengar ada yang mengucapkan terima kasih Ji Heon melambaikan tangan dan brak sepeda motor menabraknya. Tapi ia langsung berdiri dan memberi kode pada Yeon Woo kalau ia tak apa-apa.

Ji Heon benar-benar dimarahi oleh pelatihnya karena terlambat.
Kim Yeon Woo harus melakukan operasi pada pasien tapi si pasien (Jo Min Ji) ingin menundanya dulu karena ia harus melihat atlit favoritnya tambil di arena. Atlit senam Song Ah Reum. Min Ji sendiri adalah seorang pesenam.

Tapi apa yang terjadi sang atlit. Song Ah Reum kolaps di arena dan ini tentu saja membuat Min Ji down. Ia menyesal seharusnya ia tak melihatnya, ia jadi ketakutan.

Yeon Woo menyemangati kalau operasi yang akan dilakukan Min Ji ini hanya operasi penggabungan tulang belakang jadi Min Ji tak perlu khawatir karena dokter Seo akan melakukannya dengan baik karena dia sudah berpengalaman. Min Ji berharap ia akan kembali Ke arena senam dalam waktu satu tahun tapi Yeon Woo berjanji Min Ji akan kembali ke arena senam hanya dalam waktu 6 bulan saja.
Apakah operasi berjalan lancar? awalnya memang begitu. Dokter Seo dan Kim Yeon Woo kompak. Tapi ada kesalahan yang dilakukan dokter Seo, Yeon Woo mengetahuinya dan itu berakibat kelumpuhan bagi si pasien.
Atlit judo melakukan latihan. Mereka berpasangan Ji Heon mendapatkan lawan dengan tubuh yang lebih besar darinya. Ia ingin mencari lawan yang lain tapi si lawan langsung menariknya hehe.

Dan kita diperlihatkan dengan pertarungan para atlit judo, mengunci kaki dan membanting lawan. Disanalah atlit peraih medali emas berada, Yu Sang Bong. Pelatih timnas Judo mengamati mereka semua.
Sekarang giliran Ji Heon berhadapan dengan Sang Bong. Tapi latihan selesai, keduanya belum sempat saling menjatuhkan.
Ternyata Sang Bong dan Ji Heon sudah saling mengenal. Sang Bong sangat menyanyangkan Ji Heon memulai lagi judo diusia seperti sekarang karena diusia itu seorang atlit sudah saatnya untuk pensiun.
Pelatih memanggil anggota timnas dan tentu saja Yu Sang Bong termasuk didalamnya. Pelatih berharap atlitnya jangan gegabah dipertandingan nanti. Ia berharap ia melihat semua atlit nasional di pusat pelatihan nanti.
Dr Kim Yeon Woo harus membuat laporan pasca operasi Min Ji. Ia tak bisa berbohong mengenai kondisi gadis itu. Ia pun menemui dr Seo. Ia ingin tahu apa yang akan dilakukan dokter Seo terhadap Jo Min Ji. dr Seo menyuruh Yeon Woo diam dan membuat laporan tak terjadi apa-apa dengan Min Ji.
Yeon Woo melihat ayah Min Ji melapor pada petugas kalau putrinya tak bisa merasakan kakinya. Perawat penjaga berkata kalau dokter meminta menunggu perkembangan selanjutnya ya ayah Min Ji tunggu saja. Perawat penjaga seolah tak peduli. Yeon Woo langsung berbalik dan pergi, ayah Min Ji melihatnya.
Yeon Woo berpapasan dengan Gi Young. Ia bingung apa yang harus dilakukannya karena ia sama sekali tak bisa berfikir jernih, Jo Min Ji akan lumpuh karena dokter Seo menabrak syaraf pada saat operasi (ga ngerti saya) ia tak bisa menulis laporannnya. Gi Young meminta Yeon Woo tenang ia sudah tahu ada keanehan yang terjadi setelah operasi. Yeon Woo kaget Gi Young mengetahui dan hanya diam saja.
Yeon Woo marah karena Gi Young diam saja dan mereka sudah membuat seorang gadis berusia 14 tahun lumpuh. Tapi Gi young tak bisa berbuat apa-apa, apa ia harus mengatakan kalau sudah terjadi mal praktek. Ia menyarankan lebih baik Yeon Woo dan yang lain diam demi nama baik dokter Seo. Tapi Yeon Woo tak bisa melakukan itu, ia akan melaporkan masalah ini ke direktur rumah sakit dan disanalah ayah Min Ji mendengar semuanya.
Ayah Min Ji menyeret Yeon Woo. Ia marah-marah di depan dokter Seo yang sudah membuat putrinya lumpuh. Dokter Seo mengelak apa ayah Min Ji percaya dengan omongan mereka yang masih bekerja 5 tahun dan belum memiliki pengalaman tentang operasi dibandingkan dirinya yang sudah berpengalaman menyambung tulang lebih dari 20 tahun. Dokter Seo mengancam ia tak akan melakukan apa-apa terhadap Min Ji kalau kelakuan ayah Min Ji seperti ini.
Diberitakan bahwa pesenam Song Ah Reum mengalami mati otak karena terjadi kesalahan manajeman kesehatan dari pusat pelatihan atlit Taereung. (mungkin maksudnya salah mendiagnosa kali ya sebenarnya kondisi tubuhnya tidak fit tapi laporan kesehatan mengatakan fit dan siap untuk berada di arena pertandingan)

Para petinggi pusat pelatihan atlit pun akhirnya mengeluarkan direktur medis karena sudah salah mendiagnosa kesehatan atlit. Mereka pun harus mencari direktur medis yang baru. Direktur Jung mengusulkan siapa yang menjadi direktur medis yang baru yaitu menantu dari Direktur Oh. Tapi presdir memiliki calon yang menurutnya tepat. Dokter Lee Do Wook dari Jhons Hopkins.
Kim Yeon Woo bingung bagaimana ia harus membuat laporan kesehatan Min Ji. Akhirnya ia pun mengungkapkan apa adanya kondisi Min Ji dan kesalahan apa yang terjadi selama operasi berlangsung.
Kim Yeon Woo menemui direktur RS tapi disana sudah ada dokter Seo. Dir Myung (direktur RS) sudah mendengar semuanya dari dokter Seo. Yeon Woo minta maaf tapi ia benar karena ada kesalahan saat operasi dan dokter Seo memintanya menutupi itu. Tapi Dir Myung mencibir Yeon woo yang lulusan universitas daerah bukan universitas ternama korea tapi bisa masuk ke rumah sakit pusat (dan ini kemungkinan atas pengaruh dokter Seo) Ia pun malah mengancam kalau sikap Yeon Woo sampai melewati batas, itu artinya masa depan Yeon Woo di rumah sakit akan segera berakhir.

Yeon Woo kesal dan berlari menuju atap rumah sakit sambil membawa catatan operasi Min Ji. Ia mencoba menghubungi Han Gi Young. Ia merasa aneh karena suara ponsel Han Gi Young terdengar dekat. Han Gi Young tak jauh dari sana tengah bersama seorang wanita dan tak menjawab panggilan teleponnya.
Han Gi Young mengeluh pada wanita yang ada di depannya karena hidupnya jadi kacau setelah ia bersama dengan Yeon Woo. si wanita ternyata selingkuhannya Han Gi Young bukankah ia sudah meminta Gi Young untuk putus. Tapi Gi Young tak bisa mengatakannya ketika sudah berada di depan Yeon Woo ditambah lagi sekarang ia takut setelah kejadian ini ia akan di blacklist oleh dokter Seo karena ia dekat dengan Yeon Woo.
Han Gi Young harus menemui dokter Seo tapi ia terkejut melihat Yeon Woo sudah ada di sana mendengar semuanya. Yeon Woo jelas kecewa Gi Young berkhianat di belakangnya. Yeon Woo pun akhirnya tahu kalau wanita itu ternyata selingkuhannya Han Gi Young. Ia marah dan menendang kaki Gi Young. Selingkuhan Gi Young juga marah melihat pacarnya diperlakukan kasar oleh Yeon Woo. Ia mendorong Yeon Woo hingga terjatuh.
Yeon Woo memberikan catatan medis Jo Min Ji pada ayah Min Ji. Ia berharap ayah Min Ji bisa menggunakan itu sebagai bukti untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Yeon Woo harus menelan pil pahit meninggalkan rumah sakit tempat ia bekerja selama 5 tahun.
Park Ji Heon berkunjung ke rumah sederhana kakak iparnya, Lee Suk Ran dan keponakannya Park Yi Rum. Yi Rum sangat berharap kalau pamannya ini suatu saat akan mendapatkan medali emas.

Ji Heon dan keponakannya mengunjungi pameran lentera karena jika seseorang menulis permohonan pada lentera yang akan diterbangkan di langit, itu akan menjadi kenyataan.
Pikiran Yeon Woo jelas saja kacau setelah kasus Jo Min Ji. Ia pun harus meninggalkan rumah sakit dan kehilangan kekasihnya. Ia juga mengunjungi pameran lentera tapi ia tak kebagian lentera. Yeon Woo jelas kecewa karena ia sudah mengantri lama. Air matanya tak tertahankan lagi. Ia pun menangis sambil berteriak membuat semua orang memandangnya heran. Ji Heon langsung mengenali Yeon Woo karena ia pernah membantu mengejar penjambret.
Yi Rum menyentuh pundak Yeon Woo lembut dan mengajak menerbangkan lentera bersama dengannya.
Awalnya Yeon Woo tak menyadari kalau Ji Heon itu yang membantu mengejar penjembret tapi setelah Ji Heon mengatakannya ia pun jadi ingat. Yeon Woo menanyakan kaki Ji Heon yang kemarin sempat tertabrak motor.

Yi Rum dan Yeon Woo menuliskan permohonan mereka di lentera. Yi Rum memohon pamannya lolos masuk timnas dan mendapatkan medali emas. Sedangkan Yeon Woo berharap kalau semuanya akan baik-baik saja.
Ji Heon dan Yeon Woo melepas lentera mereka. Pandangan mata Ji Heon tak lepas dari Yeon Woo.
Langit malam pun dihiasi dengan lentera harapan yang membumbung ke langit berharap itu akan menjadi kenyataan.
Sebelum berpisah Yi Rum meminta nomor ponsel Yeon Woo. Yeon Woo berterima kasih karena Yi Rum sudah berbagi lentera dengannya, ia berjanji akan memberikan sesuatu untuk Yi Rum. Ji Heon iri, ia juga mau. Bukankah ia sudah mendapatkan tas itu dari si penjambret ia meminta balasannya. Yeon Woo mengira kalau Yi Rum itu anaknya Ji Heon tapi Yi Rum bilang kalau Ji Heon itu pamannya dan pamannya sekarang tidak punya pacar. Hehe.
Ji Heon terpaku menatap Yeon Woo yang sudah menjauh.
“Dia cantik kan?” tanya Yi Rum.
“Ya,” jawab Ji Heon pendek.
“Aku berhasil kan?”
“Ya,”
Tapi Yi Rum tak mengijinkan pamannya menjalin hubungan dengan wanita sebelum pamannya memenangkan medali emas. Wakaka.
Ji Heon dimarahi kakak iparnya karena membawa Yi Rum pergi tanpa sepengetahuannya. Lee Suk Ran, kakak ipar Ji Heon tak pernah mengijinkannya menjadi atlit judo. Ji Heon memberi tahu kalau besok ia akan mengikuti penjurian untuk masuk ke palatnas jadi ia berharap kakak iparnya datang walaupun itu hanya dibabak akhir.

Lee Suk Ran kembali mengatakan kalau ia tak pernah mendukung Ji Heon. Tapi Ji Heon sudah berjanji pada almarhum kakaknya kalau kakak iparnya akan datang dan mendukung disemua pertandingannya.
Di hari pertandingan, Pelatih melihat kaki Ji Heon yang tertabrak motor kemarin biru-biru. Ia takut kalau ini akan menjadi penghalang bagi Ji Heon selama pertandingan nanti. Ji Heon tersenyum mengingat pertemuannya dengan Yeon Woo. Melihat senyum Ji Heon pelatih mengira kalau Ji Heon baik-baik saja.
Karena sudah tak bekerja di rumah sakit Yeon Woo tak kemana-mana. Ibunya datang dan marah-marah karena Yeon Woo dipecat dari rumah sakit. Ibunya bingung kalau Yeon Woo tak bekerja bagaimana ia bisa membayar hutangnya.

Yeon Woo kaget ibunya memiliki hutang, apa kakaknya membuat masalah lagi. Ibunya tersenyum dan berkata kalau itu bukan masalah besar. Yeon Woo akhirnya tahu kalau uang yang diminta ibunya itu ternyata untuk membayar hutang kakaknya. Kini giliran Yeon Woo yang marah.
Direktur Jung menjembut Direktur Medis yang baru di bandara. Dokter Lee Do Wook.

Yang ditunggu pun datang seorang pria pincang dengan tongkat sebagai penyangga kakinya (Uhm Tae Woong disini cakep hihi) Direktur Jung heran melihatnya ternyata yang akan menjadi direktur medis seorang dokter dengan kaki pincang.

Dir Jung meragukan kemampuan Dr Lee dengan kondisi Dr Lee yang seperti itu. Dr Lee menyombongkan diri kalau ia sudah mengurus rehabilitasi Park Ji Sung dan Park Chan Ho.

Kita ke arena pertandingan judo.
Sebelum pertandingan Ji Heon mengingat ucapan terakhir kakaknya. Kakaknya pernah bermimpi kalau Ji Heon akan memenangi medali emas. (Ini yang jadi kakaknya Lee Ki Woo bukan ya mirip) dan Ji Heon berjanji akan membuat itu menjadi kenyataan.
Dengan penuh keyakinan Park Ji Heon sukses mengalahkan lawan-lawannya dibabak awal.
Yeon Woo mendapatkan telepon dari Yi Rum. Yi Rum meminta Yeon Woo mengantarnya melihat pamannya bertanding. Karena ia salah naik bis jadi ia menghubungi Yeon Woo.
Pelatih dan asisten pelatih timnas judo terus mengamati atlit yang bertanding. Asisten pelatih menduga dengan kemampuan Ji Heon yang seperti itu, Yoo Sang Bong pun akan bisa dikalahkan. Pelatih mendelik karena asistennya cerewet.
Oh tidak Ji Heon merasakan sakit di kakinya. Di ruang ganti ia mengompres kakinya yang sudah biru lebam. Ia menahan sakit yang amat sangat. Pelatih mengajak Ji Heon ke rumah sakit tapi Ji Heon menolak. Ia harus melanjutkan pertandingannya sampai babak akhir. Kalau ia keluar dari kompetisi ini ia tak bisa masuk ke Asian Games. Walaupun kakinya sekarang patah, ia harus tetap bertanding. Pelatih akan mencari bantuan medis.
Yi Rum dan Yeon Woo masuk ke ruang ganti. Yi Rum khawatir apa pamannya baik-baik saja. Ji Heon berkata kalau ia bisa masuk ke timnas. Yi Rum tentu saja senang. Melihat Yeon Woo juga datang tentu saja itu membuat Ji Heon tersenyum.
Setelah mengantar Yi Rum, Yeon Woo akan pergi tapi Ji Heon meminta lain kali keduanya bisa bertemu lagi. Yeon Woo sudah akan pergi tapi Ji Heon merasakan sakit yang amat sangat di kakinya, ia langsung duduk karena tak kuat berdiri.

Yeon Woo memeriksa kaki Ji Heon. Ia pun teringat kejadian dimana Ji Heon tertabrak motor. Seorang perawat datang, Yeon Woo langsung meminta alat. Ji Heon mengatakan kalau Yeon Woo itu dokter pribadinya. Perawat berkata kalau ia tak memiliki alat yang diminta Yeon Woo.

Yeon Woo mencoba menekan lukanya. Ji Heon menjerit kesakitan. Yi Rum khawatir. Pelatih langsung mengerti dan mengajak Yi Rum pergi dari sana.
Yeon Woo mengoleskan sesuatu di kaki Ji Heon dan mengambil pisau tajam. Ji Heon tanya apa yang akan dilakukan Yeon Woo. Yeon Woo akan membedah kaki Ji Heon kalau tidak itu akan sangat berbahaya.

Ji Heon berteriak ia tak mau. Yeon Woo berkata kalau luka itu tak segera ditangani lama kelamaan akan membusuk. Tapi Ji Heon menolak karena ia masih memiliki babak terakhir untuk bertanding. Sebelum ia bertanding Yeon Woo tak boleh melakukan apa-apa terhadap kakinya.
Yeon Woo tak ada jalan lain dan sret..... ia membedahnya. Darah mengucur.
“Apa kau gila?” Ji Heon berteriak.

2 comments:

  1. Jaksa Ma,,, kangen bener sama akting mu sebenernya,,, tapi,,tapi,, aku masih punya beribu alasan untuk nggak nonton drama ini,,, alasan yang paling utama sebenernya karena ada Cha Ye Ryun,, aku nggak tahan liat dia soalnya setiap liat dia,, keinget terus Lee Dong Gun Oppa yang dia tinggalkan ampe sakit dan menunda wamilnya 3 tahun lalu,,, huhuhuhu

    ReplyDelete
  2. asyik...asyik akhirnya mba anis nulis sinopsis nya... makasih banyak mba anis,, aq penasaran nich sm drama ini...

    semangat yach mba hehehe... aq baru komen belum baca coz aq lg di kantor, klo baca sinop buru2 ga enak kurang srek heeehhe, tar sampe rumah aq baca

    makasih mba anis is the best :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...