Sunday, 10 June 2012

Sinopsis Dr Champ Episode 2

Lho kok Dr Champ lagi, mana A Gentelman's Dignity-nya. Hehehe ini sekalian nulisnya. Tadi baru dapet setengahnya trus capek bingung mau ngapain, ya sudah ngepost yang udah ada aja dulu .

Sinopsis Dr Champ Episode 2
Park Ji Heon jelas marah Yeon Woo membedah kakinya tanpa izin. Bukankah ia sudah mengatakan ia tak mau kakinya diapa-apakan sebelum pertandingannya usai karena pertandingan ini sangat penting baginya. Pelatih datang dan memarahi Yeon Woo. Tapi Yeon Woo tak bisa menundanya ini masalah darurat. Kalau ia menundanya Ji Heon bisa-bisa akan kehilangan kakinya.

Terdengar pengumuman kalau pertandingan terakhir Ji Heon akan segera dilaksanakan. Park Ji Heon melawan Yoo Sang Bong. Melihat kondisi Ji Heon yang seperti ini pelatih melarang Ji Heon bertanding.


Di bangku pentonton Yi Rum berdoa agar pamannya dapat melakukan semuanya dengan baik.
Kaki Ji Heon dibalut. Pelatih akan mengatakan pada panitia kalau Ji Heon mundur dari perandingan, tapi Ji Heon bersikukuh untuk melanjutkan pertandingannya. Ia harus masuk timnas. Melihat yang dilakukan Yeon Woo padanya itu sudah cukup membuatnya marah. Karena apa yang sudah Yeon Woo lakukan itu adalah sebuah kesalahan. Ia tak akan membiarkan Yeon Woo pergi begitu saja. Ia akan memastikan kalau Yeon Woo akan kehilangan praktek sebagai seorang dokter.
Dengan kaki terpincang Ji Heon memasuki arena pertandingan. Ia tersenyum sumringah ketika melihat Yi Rum memberikan semangat untuknya. Tapi pelatih masih saja cemas. Ji Heon sudah memantapkan hatinya, ia sudah menunggu 2 tahun untuk saat seperti ini setiap hari setelah kakaknya meninggal ia selalu menunggu momen ini.
Park Ji Heon dan Yoo Sang Bong pun berhadapan. Yeon Woo penasaran, ia pun menonton pertandingannya.
Kedua atlit mencari celah untuk saling menjatuhkan. Yoo Sang Bong jelas diuntungkan dengan cidera yang dialami Ji Heon. Dengan mudah ia menjatuhkan Ji Heon. Sang Bong dinyatakan sebagai pemenangnya.
Ji Heon tergeletak di arena. Kaki yang diperban pun mengeluarkan darah. Juri segera memanggil tim medis. Yeon Woo akan masuk ke arena tapi dilarang oleh petugas.
Yi Rum menangis melihat kondisi pamannya tak sadarkan diri. Yoo Sang Bong diam terpaku melihat lawannya diam tak bergerak. Park Ji Heon segera ditandu keluar arena dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Ji Heon membuka mata dan ia melihat pelatih menemaninya. Pelatih mengatakan meskipun Ji Heon kalah tapi nama Ji Heon tetap masuk ke daftar pemain yang masuk pelatnas. Kalau bukan karena wanita itu (Yeon Woo) Ji Heon pasti dalam masalah besar.
Ibu Yeon Woo menyiapkan makan untuk putrinya tapi Yeon Woo yang masih kesal mengacuhkannya. Ia tak bisa membayarkan hutang kakaknya lagi. Ibunya sewot dan berkata siapa yang membiayai kuliah kedokteran Yeon Woo. Yeon Woo tambah marah siapa yang menyuruh kakaknya menggunakan uang perusahaan untuk membiayai kuliahnya.
Direktur Jung ke tempat penginapan Dr Lee Do Wook untuk memberikan catatan medis atlit pelatnas. Direktur Jung ingin tahu apa yang terjadi dengan kaki Dr Lee.

“Aku terkena ledakan bom di Afganistan. Aku adalah penjinak bom untuk CIA,” jawab dokter Lee membuat direktur Jung terbengong-bengong dan itu mmbuat dokter Lee tertawa karena ia cuma bercanda.

Setelah direktur Jung pergi dokter Lee membaca buku yang berisi daftar pelatih yang menjadi pelatih timnas semua cabang olahraga. Disana ada seseorang yang dikenalnya, pelatih Kang Hee Young. Seorang pelatih cabang olahraga renang.
Presdir menyambut kedatangan dokter Lee sebagai direktur medis yang baru.

Direktur Lee (sekarang kita menyebut dokter Lee sebagai direktur Lee) tak bisa melakukan pekerjaannya sendirian, ia membutuhkan dokter agar bisa membantunya karena di pelatnas ini ada 352 atlit. Direktur Jung jelas tak suka ada tambahan orang lagi. Direktur Lee juga menginginkan berbagai alat kesehatan yang tentu saja membuat Direktur jung selaku perencana kelimpungan. Tapi Direktur Lee tak peduli karena ia direktur medis dan masalah dana itu urusan perencana keuangan.

Ada satu hal lagi yang harus dilakukan Direktur Lee. Ia akan memilih rumah sakit yang akan bekerja sama dengan pelatnas. Tapi Direktur Jung menolak karena ia yang bertugas menentukannya. Tapi Direktur Lee mengungkit masalah atlit senam Song Ah Reum dan itu membuat Direktur Jung terdiam kesal.
Dan dua orang yang pernah memiliki kenangan masa lalu pun bertemu direktur Lee Do Wook dan pelatih Kang Hee Young. Pelatih Kang Hee Young jelas terkejut melihat seseorang yang pernah singgah dihatinya sekarang muncul dihadapannya lagi.

Pelatih Kang langsung menghampiri dan bertanya kenapa direktur Lee ada di pelatnas. direktur Lee menjawab dengan sikap dingin ia datang bukan karena dirinya terpilih sebagai atlit karena seperti yang pelatih kang lihat dirinya tak mungkin menjadi atlit. Pelatih Kang menebak apa direktur Lee dokter yang baru. direktur Lee membenarkan. Pelatih Kang tak menyangka kalau direktur Lee sudah bisa berjalan.

“Apa hidupnya baik-baik saja?” tanya direktur Lee. “Si brengsek tak berguna itu, aku lupa namanya.”
“Kalau si brengsek tak berguna yang kau maksud itu suamiku. Dia baik-baik saja.” Jawab pelatih Kang.
“Itu mengejutkan. Kupikir itu tak akan bertahan lama.” sahut direktur Lee.
Ya dan ternyata dokter Lee adalah first love nya pelatih Kang dulu.
Direktur Lee mengunjungi tempat latihan renang. Di kolam renang tak ada atlit yang latihan. Ia berdiri di tepi kolam sambil mengenang masa indahnya dengan Kang Hee Young dulu. Pacaran sembunyi-sembunyi. Pahit rasanya ia mengenang masa indahnya itu.
Ji Heon yang masih di rumah sakit mengatakan pada Yi Rum kalau ia baik-baik saja. Ia harus keluar sebentar tapi ia bingung karena ketika ia masuk rumah sakit ia menggunakan seragam judo dan tak membawa baju. Akhirnya ia pun meminjam baju pasien sebelahnya.
Yeon Woo menemui seniornya yang bekerja di sebuah rumah sakit karena Yeon Woo sudah mengajukan surat lamarannya di rumah sakit tempat seniornya bekerja. Yeon Woo mengatakan kalau ia ada masalah hingga ia keluar dari rumah sakit tempatnya bekerja dulu. Seniornya paham pasti tak mudah bagi Yeon Woo bekerja disana.
Ji Heon menelepon Yeon Woo dan mengatakan kalau kakinya tak bisa digunakan lagi dan ini tentu saja membuat Yeon Woo panik. Ia pun segera menemui Ji Heon yang ternyata kakinya baik-baik saja. Ji Heon berjalan melenggang tak masalah. Ji Heon heran bukankah Yeon Woo bekerja di rumah sakit tempatnya dirawat.

Yeon Woo jelas kesal Ji Heon sudah membohonginya. Tapi Ji Heon mengatakan kalau ia sudah memesan tempat di resouran. Dan keduanya pun makan malam bersama di restouran mewah.
Yeon Woo memilih makanan yang harganya 99rb won. Ji Heon jelas terkejut melihat harganya. Tapi Yeon Woo sudah memilih makanan yang paling murah di restouran itu.

Ji Heon minta maaf karena sudah membuat Yeon Woo marah tapi bagaimanapun juga ia sudah bekerja keras untuk menuju final. Kalau ia tak bisa menyelesaiakan turnamen itu ia tak bisa masuk ke timnas atau Asian Games.
Perasaan Yeon Woo sudah lebih baik tapi ia melihat Han Gi Young dengan pacar barunya dan itu membuat kekesalan Yeon Woo muncul lagi. Pacar baru Han Gi Young mengatakan kalau mereka akan makan malam untuk merayakan hari jadi mereka yang ke 100 hari pacaran.

Mendengar itu Yeon Woo tambah marah, itu berarti selama 3 bulan Han Gi Young sudah mempermainkannya. Yeon Woo langsung menampar Gi Young dan membuat Ji Heon terbengong-bengong tak mengerti. Kemudian Ji Heon sadar apa yang terjadi dan memarahi Gi Young.
Yeon Woo keluar dari restouran sambil menangis, Ji Heon mengejarnya. Yeon Woo marah kenapa Ji Heon mengajaknya ke restouran itu bukankah masih ada restouran yang lain. Ji Heon jadi serba salah karena ia tak tahu kalau akan bertemu dangan mantan pacar Yeon Woo. ia memilih restouran itu karena Yeon Woo bekerja dimana ia dirawat dan ia pikir itu restouran yang tepat untuk Yeon Woo. Yeon Woo membentak mengatakan kalau ia sudah tak bekerja lagi di rumah sakit, ia sudah mengundurkan diri.
Untuk melampiaskan kekesalan sekaligus kesedihannya Yeon Woo minum soju. Ji Heon ikut menemaninya. Yeon Woo minum beberapa gelas soju. Ia pun menumpahkan semua perasaannya, ia hanya bisa menangis.

Ji Heon kembali menuangkan soju ke gelas Yeon Woo dan oh lihat tangan Ji Heon mengganggam tangan Yeon Woo. hihi curi-curi kesempatan.. Yeon Woo minum banyak sedangkan Ji Heon hanya sedikit. Yeon Woo melihatnya dan Ji Heon segera meneguk sojunya tapi sepertinya ia tak kuat minum dan langsung tak sadarkan diri.
Pemilik warung meminta keduanya segera pergi tapi Yeon Woo memohon ia akan pergi kalau Ji Heon sadar. Si pemilik warung yang memang genit berharap Ji Heon dibiarkan saja menginap di warungnya. Yeon Woo tentu saja takut kalau kalau Ji Heon diapa-apakan sama pemilik warung yang sangat mengagumi tubuh atletis Ji Heon haha. Ia pun membawa Ji Heon pulang ke rumahnya.
Yeon Woo membaringkan Ji Heon di kursi. Tak sengaja Ji Heon membuka sedikit kaosnya dan Yeon Woo melihat sekilas sixpack Ji Heon. Tapi ia heran kenapa tubuh sebesar itu tak bisa minum.
Ji Heon terbangun dan mengambil ponselnya ia melihat sekeliling ruangan dan merasa aneh dimana dirinya. Ji Heon terkejut melihat Yeon Woo yang tengah mengikat rambut. Ia panik dan merogoh saku jeansnya tapi ada yang keluar terjatuh dari saku jeansnya. Sebuah kondom hahaha. Ia panik dan segera mengambil untuk menyembunyikannya.
Yeon Woo tanya apa itu, ia merebutnya dan melihat ada kondom di tangan Ji Heon. Yeon Woo langsung berfikiran yang tidak-tidak. Ji Heon membuang benda itu dan berkata kalau itu bukan miliknya dan juga baju yang ia kenakan itu bukan miliknya. Tapi Yeon Woo tak percaya ia mengusir Ji Heon agar segera pergi dari rumahnya.
Esok harinya Ji Heon mencoba meluruskan salah paham dengan meminta pasien yang sekamar untuk menjelaskan milik siapa benda itu. Yeon Woo tak peduli tapi ia tersenyum sepertinya ia tahu kalau benda itu bukan milik Ji Heon. Tapi Ji Heon masih merasa kalau Yeon Woo masih salah paham dengannya.
Senior Yeon Woo mengatakan kalau Yeon Woo tak bisa mengikuti wawancara karena kasus Yeon Woo di tempat kerja lama. Yeon Woo juga tak akan diterima bekerja di rumah sakit manapun karena masalah Yeon Woo dengan dokter Seo. Karena dokter Seo sangat berpengaruh di rumah sakit tempat Yeon Woo akan melakukan wawancara.

Yeon Woo jelas tak terima ia langsung menemui dokter Seo tapi dokter Seo tak ada di ruangannya.
Di saat yang bersamaan Direktur Lee Do Wook juga tengah bertemu dengan Direktur rumah sakit, Direktur Myung dan Dokter Seo. Kedatangannya untuk membahas kerja sama antara rumah sakit dengan pelatnas.
Yeon Woo bertemu dengan Dokter Seo di lorong rumah sakit tak jauh dari lift yang akan digunakan Direktur Lee. Yeon Woo sangat marah ia memang tak pernah berharap kalau Dokter Seo mau mengakui kesalahan tapi kalau Dokter Seo memiliki hati nurani Dokter Seo tak akan menahan masa depan muridnya. Direktur Lee melihat pertengkaran keduanya.

Dokter Seo mencibir apa Yeon Woo pikir Yeon Woo sudah benar, karena orang berfikir Yeon Woo itu murid yang sudah menghianati gurunya. Yeon Woo menantang kalau suatu hari nanti kenyatan yang sebenarnya pasti akan terungkap. Ia akan membantu proses hukum Jo Min Ji sampai akhir. Dokter Seo tersenyum dan mengatakan kalau keluarga Min Ji sudah menyerah dan tak akan menempuh jalur hukum.
“Pada akhirnya kau yang kalah, sebagai dokter kau sudah tamat.” Ucap Dokter Seo.
Yeon Woo masuk di lift yang sama dengan Direktur Lee. Direktur Lee yang sudah mendengar percakapan Yeon Woo dengan Dokter Seo mengatakan kalau tak seharusnya Yeon Woo mengkhianati rekan kerja. “Seorang dokter perlu bekerja sama dangan dokter lainnya. Keadilan tak bisa membawamu menuju sukses.”

Direktur Lee menyarankan lebih baik Yeon Woo bekerja yang lain saja daripada menjadi dokter. “Kecuali ada orang yang ditembak kepalanya tak akan ada orang yang mau menerimamu.”
Han Gi Young mengajak bicara Yeon Woo. Ia tahu kesulitan yang tengah dialami Yeon Woo. Ia memberi Yeon Woo formulir lamaran pekerjaan pencarian dokter di pelatnas Taereung. Oh oh lagi-lagi Direktur Lee berdiri tak jauh dari sana dan mendengarnya. Tapi Yeon Woo tak mau ia menolaknya dengan kasar. Pandangan mata Yeon Woo bertemu dengan Direktur Lee yang tersenyum remeh padanya.

Yeon Woo melamar ke berbagai rumah sakit tapi tak ada yang menerimanya. Karena memang dokter Seo sudah memberikan pengaruh terhadap rumah sakit lain agar tak menerima Yeon Woo. Ia pun frustasi. Ia duduk melamun dan membiarkan dirinya basah terkena hujan.

Di tempat lain disebuah pemakaman umum. Park Ji Heon berziarah ke makan kakaknya.
Park Ji Heon mengunjungi rumah keponakannya, ia membuatkan makanan untuk Yi Rum. Ji Heon bertanya mana yang lebih baik ia datang mengunjungi Yi Rum setiap hari atau masuk pelatnas dan memenangkan medali emas. Dengan penuh senyuman Yi Rum ingin pamannya berada di pelatnas dan memenangkan medali emas.
Kakak iparnya mendengar kalau Ji Heon lolos masuk pelatnas. “Aku berharap kau tak datang ke rumah kami lagi setelah kau masuk ke tim itu.”

Ji Heon bicara panjang lebar tapi tangannya diam-diam menaruh amplop di meja kamar kakak iparnya. Ia kemudian keluar kamar, Lee Suk Ran sadar kalau Ji Heon menaruh sesuatu di mejanya.
Yeon Woo menerima pesan dari Ji Heon yang mengatakan kalau Ji Heon masuk ke palatnas. Membaca pesan itu ia jadi berfikir ulang apa ia harus melamar pekerjaan disana.

Latihan ketahanan fisik atlit tim judo.
(Betah liat scne ini haha... Yoo Sang Bung keren haha... tapi Ji Heon juga keren kok... eh ada member suju juga Shindong, dia berperan sebagai Kang Woo Ram atlit judo yang masuk pelatnas bareng sama Ji Heon keduanya jadi junior. Kang Woo Ram memiliki badan yang kurang atletis untuk dikatakan sebagai atlit, badannya subur dan larinya lambat)
Dan inilah ketua dari tim judo Heo Taek Woo. Karena ia pemimpinnya ia meminta si junior Ji Heon dan Woo Ram untuk menuruti perintah senior. Kedua junior ini harus membawa barang-barang yang digunakan selama latihan tadi.
Heo Taek Woo tanya ke temannya Eom Dong Ho apa Ji Heon itu orangnya. Dong Ho menjawab ya. Sekali melihat Taek Woo langsung tak suka. Dong Ho berujar bukankah dia tampan. Itulah yang Taek Woo tak suka karena Ji Heon tampan haha... hubungan atlit tim judo paling seru hihi...

Lalu keduanya dikejutkan dengan seorang atlit wanita yang tiba-tiba memeluk Ji Heon. Seorang atlit dari cabang renang, Kwon Yoo Ri (diperankan oleh Kang Sora, yang udah nonton Dream High 2 tahu donk) Ia berjalan sambil merangkulkan lengannya (Yoo Ri naksir sama Ji Heon) Jelas ini membuat Taek Woo kesal hahaha...
Ji Heon ternyata sekamar dengan Yoo Sang Bong. Keduanya terlihat tak akur. Taek Woo menyuruh keduanya untuk segera berkumpul di gunung. Taek Woo walaupun ia pemimpim tim judo tapi ia sangat menghormati Sang Bong rasanya seperti Sang Bong lah pemimpinnya.
Setelah semuanya berkumpul Taek Woo mengatakan kalau pelatih sudah menunggu mereka di puncak dan mereka semua harus ke puncak dalam waktu 50 menit kalau tidak latihan besok akan semakin berat.

Semua berlari, Park Ji Heon lari semangat dan mendahului mereka semua. Ia yang terdepan. Bahkan Kang Woo Ram pun bisa mendahului mereka semua. Hmm mencurigakan.

Dan ternyata benar. Anggota senior lagi ngerjain anggota juniornya. Mereka membiarkan Ji Heon dan Woo Ram lari kencang semantara yang lain tak lari.
Ji Heon melepas kaosnya dan sampai di puncak tapi ia heran karena di puncak tak ada siapa-siapa. Ia sadar kalau dirinya tengah dikerjain.
Malam hari Ji Heon baru turun dari puncak dan melihat Woo Ran duduk dengan kaki terkilir. Ia pun memapah Woo Ram.

Taek Woo membawa makanan dan heran karena Ji Heon dan Woo Ram belum kembali. Mereka semua berpesta makan dan minum.
Ji Heon dan Woo Ram pun sampai dimana rekannya makan dan minum. Ji Heon kesal karena sudah dipermainkan tapi lain halnya dengan Woo Ram ia menerima saja atas perlakuan seniornya. Ji Heon benar-benar kesal karena ia sudah dibuat turun dari gunung malam-malam dan siapa yang bertanggung jawab kalau salah satunya ada yang terluka.

“Park Ji Heon ini tradisi kami,” sahut Yoo Sang Bong. “Semua anggota harus lari ke atas dan harus turun sebelum matahari terbenam. Alasan kalian turun sangat lama itu karena kalian lamban.”
“Dia terluka,” bentak Ji Heon.
“Kalau kau terluka apa kau mau bolos dari latihan,” Sang Bong tertawa sinis.
Mereka semua kembali ke asrama pelatnas.

Keesokan harinya Yeon Woo memutuskan untuk melamar pekerjaan di pusat pelatihan atlit taereung.
Tim judo kembali latihan fisik. Ji Heon terjatuh dan diam di tengah lapangan merasakan sakit di kakinya. Pelatih berteriak agar Ji Heon segera berdiri.

Ada 4 kandidat calon dokter yang akan mengisi posisi dokter di pelatnas salah satunya Kim Yeon Woo. Yeon Woo terkejut melihat Direktur Lee ada disana dan memperkenalkan diri sebagai direktur medis. Ia pun kembali teringat ucapan Lee Do Wook ketika di lift. Ia cemas karena itu bisa membuatnya tak akan diterima disana.
Direktur Lee melihat salah satu dari mereka itu Yeon Woo. ‘jadi kau mau pergi ke pusat pelatihan taereung kan?’ Dir Lee mengulang pertanyaan yang ajukan Gi Young pada Yeon Woo.

“Aku rasa aku ingat kau tak akan mau datang ke tempat seperti pusat pelatihan Taereung. Pada akhirnya apa tak ada tempat lain yang bisa kau datangi? Melihat bagaimana kau datang untuk wawancara ditempat seperti ini?”
Dir Lee tersenyum remeh. Yeon Woo hanya bisa menatap cemas.

Bersambung Dr Champ Episode 3

4 comments:

  1. Dr. Champ Ok neeh,,
    Kira-kira sinopsis Dr. Champ bisa dilanjutin sampai tamat gak ya??
    Ayo Anis unnie, lanjutin donk sinopsisnyaT_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Do'a-kan ya mudah-mudahan bisa dilanjutkan sampai tamat....

      Delete
    2. saya doakan mba anis biar dua Drakor bisa diselesaika sampai tamat Aminn :D

      Delete
  2. Akhirnya bisa bca sinop Dr. Champ nya mba anis stelah seminggu ini bergulat dgn pekerjaan :D

    keren filmnya,, uhm tae wong di sini kelihatan keren yach n manis hehehehe tp dia kayanya bukan pemeran utma pria ya mba anis,,, jgn2 happy end Yeon woo sm Ji hieon bukan sama Dir Lee

    berhrap nya sma Dir Lee hehehehe cocock sich

    sEmangat yach mba aq tunggu sinop selanjutnya

    Kamsahamnida

    Lanjutkan ya mba anis sampai tamat :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...