Saturday, 23 June 2012

Sinopsis A Gentleman's Dignity Episode 3 Part 2

Yi Soo menuju Gangneung menggunakan mobil Do Jin. Di tengah jalan ia melihat seorang pemuda meminta tumpangan, yah itu Collin. Yi Soo menghentikan laju mobilnya.
Yi Soo bertanya apa Collin murid SMA. Colin mengangguk. Yi Soo tanya lagi apa Collin kabur dari rumah. Collin menjawab liburan.
Yi Soo ingin tahu Collin mau kemana, ia mengatakankalau ia seorang guru SMA dan mengaku kalau baru saja ia mencuri mobil ini. Apa itu tak apa-apa kalau ia memberikan tumpangan untuk Collin.
Collin : “Aku kaki tangan yang baik. Tapi kau tak punya senjata kan?”

Kita ke lapangan baseball.
Tae San akkhirnya tahu kalau semua berangkat menumpang mobilnya Yoon kecuali Yi Soo. Yoon berpendapat kalau Do Jin melakukan semua ini kemungkinan karena dia memang serius dengan Yi Soo. Tae San juga berfikiran demikian tapi ia tak tahu kenapa ia merasa tak nyaman dengan semua ini. (wohoho)
Se Ra menghubungi Tae San menanyakan keberadaan Tae San. Tae San berkata kalau ia sedang berada di lapangan baseball dan bertanya dimana Se Ra. Se Ra mengatakan kalau ia berada di arena golf. Ia memberi tahu kalau Yi Soo mengatakan padanya akan pergi ke Gangneung untuk pertandingan baseball, “Apa kau disana?”

Tae San : “Apa Yi Soo melakukan pertandingan? Apa dia ke Gangneung? Kalau Yi Soo pergi ke pertandingan maka aku tertangkap tangan. Aku saat ini sedang memegang ponsel dengan kedua tanganku.”
“Im Tae San apa kau pemain baseball?” tanya Se Ra karena Tae San selalu mengedepankan baseball.

Tae San berkata kalau ia seorang insinyur. Se Ra ngomel-ngomel karena Tae San selalu bermain baseball tiap akhir pekan. Tapi Tae San berjanji kalau minggu depan ia tak akan melakukannya.

Tae San : “Kalau dua minggu berturut-turut apa itu masih insinyur namanya, itu sudah jadi pemain baseball. Minggu depan baiknya kita melakukan apa? Apa ciuman? Apa sentuhan kulit?” hahaha. (maksudnya kalau Tae San bermain baseball dua minggu berturut-turut barulah ia disebut sebagai pemain baseball dan ia berjanji minggu depan akan kencan dengan Se Ra)

Se Ra kesal dan mematikan teleponnya. Tae San bergumam kenapa ia menyinggung masalah ciuman. Apa ia terlalu egois. (Wakakaka....) Yoon membenarkan karena pada umumnya setelah sentuhan kulit datanglah ciuman.
“Panampilanku bagaimana?” seru Meari bergaya chiliders.
Yoon merbisik pelan ke Tae San kalau Meari juga salah satu kreasinya Do Jin.
“Kakak semangat!” teriak Meari jingkrak-jingrak menari ala chiliders. Yoon dan Tae San ke pinggir lapangan menutupi wajahnya menahan malu. Meari terus menari-nari jejingkrakan. Hahaha....
Do Jin sampai di Gangneung dan mendelik marah pada Yi Soo karena membawa mobilnya, ia tanya dimana mobilnya.

Yi Soo akan memberi tahu dimana mobil Do Jin tapi dengan syarat. Jangan ungkit-ungkit lagi soal kesalahan-kesalahannya bersama Do Jin, termasuk insiden yang sudah tak ia ingat. (padahal Yi Soo kan ingat) Yi Soo menyerahkan kunci mobil milik Do Jin.
Salah satu anak buah Do Jin meminta Yi Soo segera ke lapangan kalau sudah siap. Tapi ia terkejut melihat presdirnya ada disana.

“Aku mencintaimu Presdir.” serunya sambil memperagakan tanda love hahaha. Ini ia lakukan karena itu hukuman untuk kesalahan yang dibuatnya dalam pekerjaan.
Do Jin memberi tahu Yi Soo kalau setiap ia bertatapan mata bawahannya harus menunjukan kekaguman padanya. Ia pun memperagakan lagi menatap anak buahnya.
“Kau benar-benar tampan presdir.” sahut anak buah Do Jin sambil memberikan jempol untuk Do Jin hahahaha.
Yi Soo tak menyangka akan senorak ini.

Do Jin kembali menatap Yi Soo, “Tapi kapan kau akan melakukan sesuatu yang pantas untuk menerima hukuman seperti ini? Dimana mobilku?”

Dimanakah mobil Kim Do Jin.
Mobil Kim Do Jin ada di ujung dermaga di tepi laut. Lha kok di parkir disitu ya haha. Do Jin melongo melihat mobil kesayangannya ada disana. Ia bergegas lari melihat kondisinya apa ada yang penyok atau tergores.
Do Jin berputar-putar mengelilingi mobilnya untuk memastikan tak ada kerusakan atau goresan apapun.
Ia membukan pintu mobilnya dan ugghhh.... bau tak sedap menyeruak menusuk hidungnya. Disana tergantung cumi-cumi kering, “Betty!” sebutnya... wakakakak...
Arghhh.... Do Jin berteriak kencang kesal karena ada benda yang membuat si Betty, mobil kesayangannya jadi berbau tak sedap.
Do Jin membawa cumi-cumi kering itu ke kamar Yi Soo. Ia memasukkannya ke tas pakaian Yi Soo. Tak sampai disitu ia ingin agar pakaian yang ada di tas Yi Soo semuanya beraroma cumi-cumi kering. Ia melihat sekeliling mencari tempat yang kira-kira bisa membuat aroma itu tersebar.
Do Jin membuka tirai jendela dan membiarkan tas Yi Soo terkena sinar matahari agar aroma cumi-cumi itu menempel di semua pakaian Yi Soo. Do Jin menyeringai puas.

Ok sekarang saatnya pertandingan baseball.
Yoon jadi pelempar pertama. Bola berhasil dipukul lawan dan dengan tangkas Tae San berhasil menangkapnya. Do Jin tersenyum melihat penampilan sang wasit alias Seo Yi Soo. Ia sendiri tak ikut bermain.
Meari dipinggir lapangan terus berteriak-teriak histeris menyemangati dan menari-nari. Sampai-sampai Yoon tak tahan mendengar teriakannya hingga terpeleset. Tae San menduga adiknya sudah gila haha. Tapi Meari tak peduli ia terus berteriak menyemangati Yoon.
Dan bakkkk Tae San melakukan pukulan homerun... Blue Cat menang. Pertandingan usai.

“Oppa....” Meari berteriak berlari ke arah Yoon. Tepat saat itu Tae San melempar bola ke arah Yoon.
Tapi bola terlalu tinggi Yoon tak bisa menangkapnya.. dan pong... bola mengenai wajah Meari wakakaka... kasihan Meari.
Meari tergelatak di lapangan. Semua berlari ke tengah lapangan melihat kondisi Meari.
Perlahan Meari membuka matanya dan terbangun terbelalak kaget. Tae San mencemaskan adiknya ia melihat wajah Meari dan bertanya apa Meari baik-baik saja, dimana yang terkena. Mata Meari lebam, ia mendelik ke arah kakaknya, marah.
“Apa kau baik-baik saja? Apa kau bisa melihatku?” tanya Yoon ikut cemas.
“Aku tak baik.” sahut Meari tersenyum manis menatap Yoon. Ia merebahkan badannya perlahan ke tanah, “Sepertinya kau harus menggunakan ketulusan dan cintamu perlahan-lahan untuk membantuku sembuh.”
“Kau bisa lihat ini? Berapa ini?” tanya Tae San menunjukkan jemarinya.
“Aku tak bisa melihat... Kak Yoon.” sahut Meari pelan nan manja sambil tersenyum.
Tae San akan membawa Meari pulang. Yoon menyarankan lebih baik ke rumah sakit dulu untuk memeriksakan mata yang terkena bola. Tapi Meari menolak pergi dengan kakaknya, ia ingin pergi dengan Yoon.
Meari : “Pengacara Choi, aku ingin mengajukan gugatan. Kita bicarakan sambil jalan ke rumah.”
Do Jin setuju biarkan Yoon yang mengantar Meari, Tae San tinggal sebentar dan mengurus masalah disini. Yi Soo menawarkan kalau Tae San khawatir ia bisa ikut pergi bersama Meari dan Yoon.

“Apa yang kau lakukan guru, tak akan ada yang terjadi. Tapi syukurlah aku terluka.” sahut Meari tak ingin ada yang mengganggu dirinya berdua dengan Yoon. Yi Soo mengerti dan meminta keduanya pergi lebih dulu. Meari menitipkan tasnya pada Yi Soo dan segera masuk ke mobil Yoon.

Tae San minta maaf karena sudah merepotkan Yoon. Yoon tak masalah dan akan menghubungi Tae San nanti.

Anggota tim Blue Cat yang lain mencemaskan Meari. Tae San berkata kalau adiknya tak apa-apa, dia tak akan meninggal. Ia meminta anak buahnya menuju tempat istirahat dan membolehkan yang ingin mandi silakan, yang mau makan juga boleh.
Yi Soo ke kamarnya akan berganti pakaian. Ketika ia membuka tasnya bau tak sedap pun keluar dari dalam tasnya. Ia terkejut melihat cumi-cumi kering bersarang di dalam tasnya. Ia berteriak keras, arghhhhhh.....
Tim Blue Cat yang tengah makan pun kaget. Tae San tahu kalau teriakan itu berasal dari kamar Yi Soo, ia akan melihatnya tapi Do Jin melarang dan berkata kalau Yi Soo memanggilnya. Teriakan itu kode rahasia antara dirinya dengan Yi Soo.
Yi Soo mencium semua pakaiannya. Ia mendesis kesal karena semuanya bau. Do Jin mengetuk pintu kamar Yi Soo dan masuk dengan santainya. Yi Soo kesal dan membanting bajunya. Ia bertolak pinggang, “Saat ini apa kau memancing pertengkaran denganku?”

Do Jin : “Kau yang memancingku lebih dulu bagaimana cumi-cuminya?”
Yi Soo berkata kalau ia sudah menghancurkannya berkeping-keping. Do Jin melihat di lantai ada potongan cumi-cumi kering.
Yi Soo sungguh kesal pria seperti apa Do Jin ini. Saat ia memberikan kunci mobil bukankah sudah setuju untuk tak mengungkit masa lalu lagi. Do Jin bertanya apa yang membuat Yi Soo berfikiran kalau ia menyetujui perjanjian itu.

Yi Soo berkata itu karena Do Jin seorang pria lebih tepatnya pria terhormat.
Do Jin : “Apa aku terlihat seperti pria terhormat di matamu? Aku sungguh minta maaf, aku bukan pria terhormat.”

Yi Soo mendesah kesal, “Kenapa? Apa kau tak bersikap terlalu kritis pada dirimu sendiri? Kau akan... menempati janjimu kan?”
Do Jin : “Kau benar-benar bodoh. Kau juga payah terhadap kejelian pria.”
Yi Soo tak paham.

Do Jin berkata apa pria yang berdiri di hadapan Yi Soo sekarang menurut Yi Soo apa dia tidak lebih baik daripada pria di jalanan. Khususnya pada wanita yang menyembunyikan perasaan hatinya dengan pernyataan palsu. Bukannya menangani ini dengan benar malah wanita ini membuat situasi menjadi lebih sulit. “Bagaimana bisa dari mencuri pulpen langsung mencuri mobil? Seo Yi Soo kau perampok.”
Yi Soo beralasan waktu pertandingannya sangat mendesak. Kemudian ia tersadar dengan ucapannya dan menantang, “Jadi apa yang kau inginkan?”
Do Jin : “Kau lihat kan yang dilakukan pegawaiku tadi?”
Yi Soo : “Pegawaimu?” (kalau seseorang melakukan kesalahan harus terang-terangan memuji haha)
Yi Soo jelas tak mau melakukan hal yang norak kayak gitu.
Do Jin : “Lain kali saat aku meneriakkan ‘Seo Yi Soo’ tak menghiraukan kapan, dimana, apa dan kenapa kau harus memujiku. Kau harus menggunakan kata-kata sanjungan.”
Yi Soo bertanya bagaimana kalau ia tak melakukannnya apa Do Jin akan mengatakan semuanya pada Tae San.
Yoon mengantar Meari pulang. Meari melihat matanya lewat kaca mobil. Ia menilai kalau memar di matanya akan butuh waktu berminggu-minggu untuk sembuh dan juga harus membutuhkan waktu yang lama agar ia bisa mendapatkan uang perdamaian. “Mulai sekarang aku adalah klienmu. Dan kakak adalah pengacaraku.”
“Apa kita tersesat?” tanya Yoon sambil melihat jalanan di depannya. Meari melihat kalau jalanan yang mereka lalui benar menuju Seoul.
“Tak ada pendarahan, penglihatan baik. Aku rasa kau tak butuh pengacara tapi sebutir telur.” Ujar Yoon tahu kalau mata Meari tak apa-apa.
Meari merengut dan pura pura merasakan sakit di matanya, “Aku harus bagaimana? Mataku bengkak dan sakit. Mataku jadi hitam. Rasanya seperti mau loncat keluar.” Meari akan berbaring sebentar. Yoon tersenyum-senyum ia tahu kalau Meari hanya berbohong.
Meari berbaring di dalam mobil. Karena ia mengenakan rok mini pahanya pun terlihat. Yoon melihatnya, ia gugup dan mengalihkan pandangan ke depan.
Sambil terus menyetir Yoon mengambil jaket dan menutupkannya pada kaki Meari. Meari tersenyum senang atas perhatian Yoon. Tapi Meari menariknya dan kembali terlihat kaki mulusnya dan itu kembali membuat Yoon gugup tak tenang. (gimanapun yang namanya naluri lelaki ya gitu segimanapun alim orangnya hahaha)
Tim Blue Cat harus pulang. Mereka semua terkejut dan terkesima dengan pakaian yang dikenakan Yi Soo. Yi Soo memakai baju Meari lengkap dengan rok mininya. Wahaha mata Do Jin pun tak berkedip.

Yi Soo berusaha menurunkan rok yang sudah tak bisa lagi turun karena ukurannya segitu. Ia merasa tak nyaman apalagi tatapan mata pria-pria ini membuatnya kikuk.
Yi Soo menyerahkan tas milik Meari pada Tae San. Tae San tersenyum dan bertanya apa baju yang dipakai Yi Soo itu punya Meari. Yi Soo membenarkan dan mengatakan kalau tadi sudah terajadi sedikit kecelakaan. Tae San tak menyangka kalau Yi soo memiliki sisi lain seperti ini (sisi feminim haha)
Tae San menyarankan lebih baik Yi Soo pulang dengan Do Jin karena ia harus menemui Se Ra. Yi Soo menolak ia ingin ikut dengan Tae San. Do Jin menyela bukankah Yi Soo bilang ingin pulang ke rumah. Bukankah Yi Soo bilang mereka berdua akan tinggal disini dulu. Yi Soo kaget kapan ia mengatakan itu.

Do Jin minta Yi Soo jangan malu. Tae San juga pasti mengerti. Bukankah Yi Soo bilang karena sudah jauh-jauh datang ke sini Yi Soo ingin mencoba Sashimi dulu. Karena itulah ia mengatakannya ia setuju makan Shasimi dulu. Do Jin mendelik ke arah Yi Soo. Tae San mengerti, ia akan kembali lagi nanti.

Melihat Do Jin menyebut nama dan mendelik padanya Yi Soo harus menjawab dengan ungkapan sanjungan seperti anak buah Do Jin. Tapi ia bingung harus mengatakannya bagaimana, kalau ia tak mengungkapkan sanjungan Do Jin akan mengatakan semuanya pada Tae San.
Akhirnya Yi Soo berbisik ke telinga Do Jin. ‘Kepandaian Kim Do Jin sudah diakui tanpa pengecualian’ itulah ungkapan sanjungan Yi Soo untuk Do Jin. Do Jin tersenyum mengangguk-angguk.
Do Jin berseru kalau Yi Soo masih sangat pemalu.

Tae San : “Sejujurnya aku bisa mendengarnya. ‘Aku akan membelikanmu ayam’ apa dia mengatakan itu? (haha Do Jin paling ga suka sama ayam bahkan orang yang bershio ayam pun tak mau didekatinya hahaha)

Do Jin akan mengatakannya keras-keras tapi ia menilai Yi Soo masih malu-malu. Ia berkata kalau Yi Soo bahkan memujinya.
Do Jin menarik Yi Soo pergi. Seperti kejadian baju rajutan Yi Soo yang terurai, kali ini pun Do Jin berjalan di belakang Yi Soo menutupi rok mini yang Yi Soo kenakan.
Anggota tim Blue Cat yang juga pegawai Do Jin berseru kalau Yi Soo tampak berbeda, cantik dan keren. Tae San memarahi mereka dan berkata Yi Soo lebih cantik kalau dilihat dari depan, ini juga mengejutkannya. Bagaimana bisa mereka terlihat begitu serasi? Gumamnya.
“Hati-hati dengan pria tengik itu Yi Soo!” teriak Tae San.
Do Jin mengajak Yi Soo makan di warung makan di tepi laut. Tapi Yi Soo diam saja tak makan. Yi Soo menanyakan apa benar hanya karena Sashimi alasan Do Jin hingga membuatnya tetap tinggal.

(karena saya belum pernah nyobain makanan jepang sempet mikir apa bedanya sashimi dengan sushi, kan sama2 daging mentah. Setelah googling ternyata kalau sashimi itu makan daging dicocol pake sausnya n kalau shushi pake sekepal nasi haha.. maklum belum pernah makan daging mentah)

Do Jin : “Bagaimana mungkin seperti itu?”
Yi Soo : “Lalu apa?”
Do Jin : “Apa kau belum pernah jatuh cinta sebelumnya?”

Yi Soo tertawa dan mengatakan kalau ia itu dianggap sebagai anak jenius, teritama jenius dalam cinta. Kini giliran Do Jin yang tertawa dan berkata seharusnya Yi Soo tahu alasan seorang pria menahan seorang wanita di pantai yang jauh dan asing. Yi Soo mengeraskan suaranya itulah kenapa ia bertanya, sebenarnya apa alasan Do Jin.
Do Jin menilai Yi Soo sangat memalukan kalau tak mengetahui maksud dari situasi seperti ini apalagi diusia Yi Soo yang sekarang. Do Jin ingin Yi Soo yang mengemudi ketika pulang ke Seoul nanti. Yi Soo mendesah, Do Jin bergumam kelihatannya Yi Soo kecewa dengan permintaannya. Apa Yi Soo menginginkan sesuatu yang lain.
Yi Soo mendelik, Do Jin seakan tahu apa yang akan dilakukan Yi Soo. Ya, Yi Soo menolak mengemudi. Keduanya bersamaan mengambil minuman. Do Jin mengira Yi Soo akan mengambil gelas soju tapi ia salah Yi Soo mengambil sebotol soju yang ada di dekat Do Jin. Yi Soo tersenyum seolah menang dan mengambil sojunya. Ia langsung meneguknya. Yi Soo ingin membuat dirinya mabuk.
Do Jin : “Apa kau sungguh ingin tidur disini bersamaku? Aku sih siap-siap saja.” (kalau mabuk berarti kan ga pulang otomatis menginap disana hahaha)

Yi Soo jelas tak mau itu terjadi ia mengeluarkan lagi soju yang diminumnya. Do Jin jijik melihatnya (huek jorok ah masa yang udah diminum dikeluarin lagi di botolnya)
Keduanya berdiri di tepi pantai. Do Jin ingin tahu sebagai seorang wanita kenapa Yi Soo tak menentukan pandangan untuk jangka waktu panjang. Belum sempat Yi Soo menjawab angin pantai menyingkap rok-nya, ia pun berusaha keras menahannya.
Do Jin tersenyum menatap Yi Soo yang sibuk melindungi rok-nya, “Masalah wanita ini selalu ada di bagian bawah pakaiannya!”

Yi Soo cukup kesulitan membuat agar rok-nya tak tersingkap karena angin.
Do Jin melepas jaket miliknya dan memakaikannya untuk menutupi rok Yi Soo yang tersingkap karena angin. Yi Soo cukup terkejut atas apa yang dilakukan Do Jin padanya. Yi Soo terdiam terpaku.
“Terima kasih, kau baik sekali!” Do Jin mengucapkan kalimat yang seharusnya diucapkan Yi Soo. Yi Soo tertawa mendengarnya dan berujar kalau Do Jin ternyata cukup gigih juga.

Yi Soo : “Walaupun aku masih merasa kalau kita berdua sama-sama bersalah tapi bagaimanapun... terima kasih.”
Do Jin : “Pengakuan yang cukup mengagumkan!”
(apa Yi Soo mengatakan kalau ia mengingat kejadian hari ketika rok-nya terurai)
Do Jin tiba-tiba menanyakan kenapa Yi Soo menjadi seorang wasit baseball. Mengajar anak-anak saja sudah cukup melelahkan.

Yi Soo menjelaskan kalau disamping mengajar anak-anak, ia sangat mencintai baseball. “Dan aku juga menyukai pemain baseball, Im Tae San!”
Yi Soo minta maaf karena sudah membuat Do Jin merasa tak nyaman karena ungkapan perasaannya. Ia berharap Do Jin mengerti kalau sekarang dirinya bahkan sudah kehilangan kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya.
Do Jin terdiam tak menyahut apapun. Keduanya menikmati pemandangan laut bersama.
(adegan ini diiringin lagu Big Baby Driver-You Are Everywhere romantis deh)
Musim semi bunga-bunga bermekaran. Do Jin mencari inspirasi untuk rancangannya, ia memotret semua hal yang dilaluinya. Do Jin harus merenovasi sebuah toko roti. Ia mengatakan kalau ia akan menjadwalkan pekerjaan konstriksinya minggu depan. Si pemilik toko bertanya berapa usia Do Jin. Do Jin tersenyum dan menjawab kalau usianya 41 tahun.
Do Jin menyusuri jalanan yang sama ketika mambantu rok Yi Soo yang terurai. Ia berhenti disalah satu penjual aksesoris. Ia tersenyum mengingat kejadian itu dan memandang taplak mejanya.

“Sebagai orang yang berusia 41 tahun, jawaban ini adalah saat kau tak membiarkan dirimu dirugikan dan dipatahkan hatinya lagi. Sekarang sudah bulan Maret, dimana bunga-bunga musim semi bermekaran. Ini adalah musim yang paling cocok untuk pria berbunga-bunga sepertiku. Meskipun beberapa wanita mungkin akan tertawa akan hal ini.”

Tahun ajaran baru pun dimulai.
Yi Soo menuliskan namanya dipapan tulis. Yi Soo tahu kalau semua murid di kelas itu sudah mengenalnya sebagai dewi etika. Semua bersorak senang.
Yi Soo melihat disana ada Kim Dong Hyub, si murid bengal yang tersenyum padanya. Ia hanya bisa mendesah tahun sekarang ia harus kembali bertatap muka dengan Dong Hyub lagi.
Di jam istirahat sekolah Kim Dong Hyub CS asyik bercanda. Kemudian mereka berempat mendengar keluhan beberapa murid yang tak suka dengan mata pelajaran Yi Soo.
“Dewi apanya? Ini sungguh buang-buang waktu. Ini bukan bahasa China, Inggris atau Matematika. Dia hanya seorang guru BP. Pelajaran BP bahkan tak masuk dalam ujian perguruan tinggi. Apa gunanya mengikuti kelasnya.”

Dong Hyub mendengarnya dan meminta temannya untuk diam. Ia mendatangi mereka. Mereka sepertinya takut dengan Dong Hyub CS dan gemetaran ketika berhadapan dengan Dong Hyub.
“Maaf tapi apa boleh kau ulang apa yang baru saja kau katakan tadi?” Pinta Dong Hyub.
“Apa yang kukatakan?” kata si murid berkacamata gemetaran.
“Apa kau tak mau? Kau bahkan tak bisa melakukannya untuk temanmu? Mengecewakan sekali.” Dong Hyub menendang kaki si murid berkacamata hingga meringis kesakitan. Ia bahkan mengeluarkan umpatannya. (yang dari sananya udah disensor)
Dong Hyub mengatakan kalau ini kekerasan yang paling umum terjadi di sekolah-sekolah di Korea dan lain kali ia akan menunjukan yang versi Chinanya, “Jadi jangan meremehkan dia.” (Guru Seo)

Si murid berkaca mata mengangguk mengerti sambil memegangi kakinya yang sakit.
Lee Jung Rok meninjau kafenya. Ia bertanya pada anak buahnya apa semua berjalan lancar. Anak buahnya melaporkan kalau tak ada masalah dengan kafe tapi sepertinya ada masalah dengan Jung Rok.

Jung Rok : “Aku? Kenapa?”
“Sebelumnya nyonya datang dan mengambil tagihan kartu kredit.”

Jung Rok kaget, ia marah kenapa baru mengatakan padanya sekarang. Memangnya ia menggaji pegawainya hanya untuk menjual kopi saja. Ia tanya sudah berapa lama istrinya pergi dan pergi kemana dia.
Jung Rok menemui istrinya di tempat fitnes. Ia membawa bunga untuk istrinya. Ia melihat istrinya tengah bersama seorang pria, pelatih fitnes.

Jung Rok memandang kesal dan memarahi si pelatih fitnes agar menjaga jarak dengan istrinya. Min Suk mengenalkan kalau pria ini orang yang berbagi daftar keluarga dengannya.

“Kakak apa kau sudah menikah?” tanya pelatih fitnes.
“Jangan khawatir. Aku rasa kami akan segera memeiliki kartu keluarga yang berbeda.” sahut Min Suk.

Jung Rok : “Sayang, bagaimana bisa kau mengatakan lelucon yang mengerikan begitu. Apalagi didepan pria asing?”
Min Suk : “Kalau kau datang karena masalah tagihan kartu kredit, maka katakan padaku alasan yang sudah kau siapkan.”

Jung Rok pura-pura tak mengerti, “Tagihan karu kredit? Oh jadi kau yang mengambilnya.” Ia mencubit manja pipi istrinya tapi Min Suk menepis tangan suaminya dan menanyakan mengenai kimbab seharga 2 juta won. Apa suaminya sedang mengelola bisnis kimbab.

Jung Rok gelagapan, “Kau bicara apa? Itu apa?” ia pun memlimpahkan alasan ke tim Baseball Tae San, Blue Cat. Ia mengatakan kalau ia membelikan mereka semua makan siang dan mereka makan sangat banyak.

Min Suk membenarkan mereka memang makan sangat banyak. Masing-masing dari mereka makan kimbab 1000 won sebanyak 165ribu won. Jung Rok terkejut dan menjatuhkan bunganya.

Si pelatih fitnes ikut menyahut kalau sekarang-sekarang ini banyak klub malam atau tempat semacamnya yang akan menggunakan nama toko lain di kwitansi bukti pembayaran mereka. Jung Rok membentakn dan meminta jangan ikut campur.
Min Suk : “Apa kau ingin pergi ke surga? Apa kau ingin kukirim kesana sekarang?”
“Tidak.” kata Jung Rok. Ia ingat istrinya menyukai bunga. Ia memberikan bunga yang dibawanya. Min Suk mendelik diam. Jung Rok bersikap semanis mungkin.
“Pergilah ke surga dan berikan pada bidadari. Bukankah bidadari itu wanita?” Min Suk tak mempedulikannya.
Jung Rok mengejar istrinya, “Yobo, honey, kekasihku, Min Suk Noona!”
Yi Soo ke toko buku. Ia mengambil buku tentang benang merah. Disana juga ada majalah arsitek yang covernya Kim Do Jin. Ia pun membeli dan membacanya.

Yi Soo membaca majalah arsitek yang dibelinya di sebuah restouran sambil menunggu Se Ra. Artikel yang ia baca tentu saja wawancara Kim Do Jin.

‘Pandangan arsitek Kim Do Jin terhadap arsitektur modern Korea’
“Apa alasannya kau memutuskan untuk menjdsi seorang arsitek?” Yi Soo membaca pertanyaan yang ada di artikel wawancara.

Ia pun membaca jawaban Kim Do Jin, “Karena selama tahun 90-an usia kapitalisme... orang tuaku ingin aku menjadi seorang yang profesional. Aku berusaha keras bahwa seorang arsitek juga merupakan pekerjaan profesional.”

Kemudian terdengar suara Kim Do Jin, bukan hanya suara Kim Do Jin juga seolah sedang duduk di sebelah Yi Soo menjawab pertanyaan itu bersamaan dengan yang dibaca Yi Soo.

“Jadi dengan membawa semangat generasi-X aku memilih menjadi arsitek, itu pendapat resmiku. Sebenarnya aku hanya memilih bedasarkan ujian masukku.”
Pertanyaan, “Apa ada sebuah arsitek gedung yang ingin kau lihat sebelum meninggal?”
Kim Do Jin : “Kenapa aku harus melihat sebuah arsitek gedung sebelum meninggal? Waktu itu sangat berharga.”
Pertanyaan : “Lalu kau ingin melihat apa? Apa wajah istrimu yang tercinta?”
Kim Do Jin : “Aku seorang penganut lajang.”
Pertanyaan : “Itu sangat tak terduga apa ada alasan khusus?”
Kim Do Jin : “Rasanya aku tidak akan bisa hidup dengan seorang wanita seumur hidupku. Aku rasa aku juga tidak bisa hanya mencintai satu wanita. Aku tidak ingin berbagi uang yang kuhasilkan dengan seorang istri atau anak.”

Setelah Presidr Kim Do Jin menyelesaikan wawancaranya dia menambahkan komentar.
“Tolong pindahkan itu untukku,” uca Kim Do Jin sambil menunjuk sesuatu.
Yi Soo tertawa membacanya ia menilai kalau Do Jin itu pria yang jujur tapi ada apa dengan pria ini ia merasa seperti mendengar suara Do Jin ketika membaca artikelnya. Suara klakson mobil Se Ra membuyarkan bacaannya. Ia pun pulang bersama Se Ra.
Di dalam mobil Se Ra menyebut Yi Soo wanita yang malang. Ia mengerti kalau tak ada pria yang mengantar Yi Soo pulang, tapi bagaimana bisa bahkan pria untuk menemani Yi Soo minum kopi saja tak ada. “Apa kau dan Do Jin bener-benar sudah selesai?”

Yi Soo berkata kalau ia tak ada hubungan apa-apa dengan Do Jin. Se Ra menyarankan kalau lebih baik Yi Soo berkencan saja dengan Yoon. Walaupun Yoon sudah pernah menikah tapi nilai jualnya tinggi dan tampan. Tapi jujur menurutnya Yoon terlalu baik untuk Yi Soo. Dia bahkan seorang pengacara.

Se Ra kembali menyarankan bagaimana kalau Yi Soo pergi saja kencan buta. Ia mengenal seorang senior yang baik di tim golfnya. Tapi Yi Soo tak mau. Se Ra menebak apa ini karena pria 20 detik yang Yi Soo sebut sebelumnya. Yi Soo diam sejenak kemudian berkata bukan karena pria itu. Se Ra penasaran siapa dia. Apa dia seseorang yang ia kenal. Yi Soo akhirnya setuju untuk pergi kencan buta.

Se Ra tak menyangka Yi Soo akan setuju, “Tapi dengan usia kita ini, itu akan seperti pertemuan pernikahan, kau tahu kan?”
Yi Soo tahu itu dan bertanya kapan ia harus bertemu dengan pria itu.
Meari janjian dengan kakaknya. Ia melihat kakaknya sendirian. Tae San bilang kalau mereka sudah sampai. Meari menebak apa itu dengan Yi Soo. Tae San tanya apa Meari sangat menyukai Yi Soo.
Meari : “Benar. Kalau aku seorang pria aku ingin menikahinya. Semoga seseorang seperti dia menjadi kakak iparku.”

Tae San berkata kalau Se Ra juga baik. Tapi Meari tak suka, apa bagusnya Se Ra. Kakaknya saja yang berfikiran begitu. Tae San kesal, gadis yang dihidup di Amerika bagaimana bisa berfikiran joseon. Apa seperti itu bersikap Meari terhadap calon kakak ipar.
Se Ra datang ia mendengar namanya di sebut. Kenapa, apa Meari bicara buruk tentangnya. Meari tanya dimana gurunya. Se Ra mengatakan kalau Yi Soo pergi kencan buta. Tae San kaget. Meari tanya lagi kenapa gurunya pergi kencan buta padahal ada seseorang yang dia sukai.

Se Ra : “Siapa? Do Jin? Kelihatannya dia sudah didepak.”
Tae San : “Didepak? Oleh Do Jin?”

Meari ingin tahu dimana tempat gurunya kencan buta. Se Ra tanya kenapa Meari ingin tahu. Meari harus menyeret gurunya keluar dari sana seperti di film-film.
Se Ra : “Siapa? Kita bertiga?”
Tae San meminta dua wanita ini memesan makanan duluan ia harus menghubungi seseorang. Tae San menyingkir.
Setelah Tae San pergi Se Ra ingin tahu obrolan apa yang Meari katakan pada Tae San. Meari mengatakan kalau itu hanya obrolan tak jelas antara kakak dan adik.

Se Ra : “Kenapa kau sangat membenciku?”
Meari : “Apa kau sungguh ingin tahu?”
Se Ra : “Awalnya aku tak peduli tapi sekarang aku sedikit penasaran.”

Meari menjelaskan semuanya, ketika Se Ra ke New York dengan kakaknya untuk menemui dirinya dan waktu itu Se Ra dan kakaknya baru saja mulai berkencan. Kakaknya pergi menonton liga utama baseball. “Hari itu aku melihatmu mencium pria yang baru kau temui di klub. Aku tak pernah memberi tahu kakakku. Karena itulah aku sangat membencimu.”

Se Ra : “Jadi begitu, kau memang punya alasan tertentu, tentu saja kau membenciku. Aku mengakuinya. Tapi aku harus bagaimana? Aku sudah menciumnya. Haruskah aku tinggal disini atau pergi? Lakukan yang membuatmu merasa nyaman.”
Kim Do Jin berada di kantor Yoon. Ia menerima telepon dari Tae San yang mengatakan kalau Yi Soo tengah melakukan kencan buta. “Dia bilang dia didepak olehku?”

Yoon tanya apa itu telepon dari Tae San, “kenapa?”
“Seorang gadis pergi kencan buta.” sahut Do Jin.
“Siapa?” tanya Yoon ingin tahu.
“Kenapa? Apa kau khawatir kalau itu Meari?” tanya Do Jin.
Do Jin mengalihkan pembicaraan ia bertanya apa yang dikatakan pemilik gedung. Yoon menjelaskan kalau dia bilang tak seorangpun yang mengatakan padanya tentang penggantian pipa. Tapi karena dia berkata begitu ini jadi jauh lebih mudah untuk kita.

Do Jin : Kenapa?
Yoon : “Recordermu. Kau merekamnya kan? Kau memiliki semua filenya kan?”

Do Jin tersenyum jadi itu bisa juga digunakan untuk ini. Kalau begitu sudah beres. Apa Yoon mau minum kopi dengannya.
Yoon : “Apa Guru Seo, wanita yang akan pergi kencan buta?”
Do Jin terdiam.
Yoon : “Haruskan aku meyakinkanmu untuk tinggal diam saja? Atau memaksamu pergi?”
Do Jin berfikir.
Yi Soo menunggu pasangan kencan butanya di sebuah restouran mewah. Ada seseorang yang datang dan langsung duduk di hadapannya. Dia bukan pria kencan butanya tapi Kim Do Jin.

Do Jin melihat pakaian yang dikenakan Yi Soo, “Jadi kau berpakaian seperti ini saat bertemu dengan pria? Apa tak mencoba tampil cantik?”

Yi Soo terdiam ia masih terkejut Do Jin tiba-tiba berada disana.
Do Jin : “Sudah lama tak bertemu. Begitu lamanya hingga musim telah berubah.”

Yi Soo menyampaikan kalau ia disini untuk berkencan dan masih ada sisa 10 menit sebelum waktu janjiannya.
Do Jin : “Kau terlalu awal datang. Kenapa aku harus menyelamatkan seorang wanita yang sangat antusias melakukan kencan buta? Tae San menyuruhku untuk pergi menyelamatkanmu, Seo Yi Soo.”

Yi Soo terkejut, “Apa Tae San mengatakan itu?”
Do Jin : “Apa hanya itu saja yang tertarik di dengar telingamu? Aku tak perlu datang tapi aku tetap datang. Apa kau tak merasakan apapun?”
Yi Soo : “Kau tak perlu datang, jadi kenapa kau datang?”
Do Jin : “Aku memutuskan untuk memulai cinta bertepuk sebelah tangan.”
Yi Soo : “Pada siapa?”
Do Jin : Kau.
Yi Soo : “Kau siapa? Aku?”
Do Jin : “Kau tak boleh menolakku.”
Yi Soo jelas terkejut dengen pengakuan ini. Do Jin akan memulai cinta bertepuk sebelah tangan dengan Yi Soo. Sama seperti cinta bertepuk sebelah tangannya Yi Soo dengan Tae San. Bagiamana kisah cinta bertepuk sebelah tangan keduanya.

Reaksi:

16 comments:

  1. wow daebak.........

    ReplyDelete
  2. wkwkwk lucu bgt bgt, mereka berdua kaya anak2 saling ngerjain,, gimana yach kisah cinta mereka berdua yg bertepuk sebelah tangah jadi penasaran

    hehehehe:)
    lanjutkan ya mba anis,,, sinop nya di korea dah episode berapa mba anis?

    jgn lupa dr. champ juga (maksa.com) hehehehe
    SEMANGAT

    Kamsahamida :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tika : nanti malam AGD sudah memasuki episode ke 9

      ya Dr Champ nanti dilanjut.

      Delete
  3. good ..story,

    ReplyDelete
  4. good ..story,

    ReplyDelete
  5. kak, episode 4 mau dilanjutin kapan ?
    semangat ya kakak :) !!

    ReplyDelete
  6. bacanya aja udah ngakak apalagi nonton.. btw, thanks ya... :)

    ReplyDelete
  7. nggak nyangka drama ini lucu banget...
    ditunggu lanjutan sinopnya.
    fighting...

    ReplyDelete
  8. belum sempet nnt drama nie...nyoba baca dluw mbil nunggu kasetnya beredar ^^

    ReplyDelete
  9. udh dibaca sampai ep.3 part 2. ceritanya lucu banget, ngga berhenti ktawa liat aksi para ahjussi ini.
    buat anis, tetep semangat ya buat sinopsisnya :-)

    -mia-

    ReplyDelete
  10. walah ngambil scene yang sama dng secret garden........bertanya seolah-olah orangnya di dekatnya,,,,

    ReplyDelete
  11. hahahahaahahaaa.......
    konyol benar nie cerit6a........

    ReplyDelete
  12. suka bgt deh liat doo jin ngerjain yi soo....

    ReplyDelete
  13. suka bgt lihat ahjussi" ini...:-)

    ReplyDelete
  14. nntn dvdnya ngakakak abiesss... hahahahah seruuuu lain dr pd yg lain..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...