Monday, 18 February 2013

Sinopsis May Queen Episode 35 Part 2

Dalam perjalanan menuju ke pabrik San menanyakan perihal hubungan Bong Hee dengan Jung Woo, apa semuanya berjalan lancar. Bong Hee tersenyum malu menjawab kalau ia juga tak tahu.

Senyum Bong Hee tiba-tiba berubah menjadi kengerian ketika ia menatap ke depan. Ada mobil yang ngebut ke arahnya. “San awas!” teriak Bong Hee.
San yang melihat ke depan dan langsung banting setir untuk menghindari tabrakan. Ternyata yang di dalam mobil itu Il Moon yang tengah kabur usai menyebabkan kebakaran di pabrik. San ngerem mendadak dan marah-marah si brengsek mana itu yang ngebut sembarangan.
Bong Hee melihat ke depan, ia melihat ada kobaran api. “Lihat disana, ada kebakaran. Apa yang harus kita lakukan?”

“Bukankah itu pabrik kita!” San terkejut melihat dari kejuahan pabriknya terbakar. San langsung tancap gas menuju pabrik.
San dan Bong Hee keluar dari mobil untuk menuju ke lokasi kebakaran. Keduanya cemas, apa yang terjadi disini. Bong Hee berteriak, “Kebakaran. Kebakaran.”
San teringat pada Hae Joo, ia berteriak memanggil Hae Joo. Ia mencoba menghubungi Hae Joo dengan ponselnya. “Hae Joo, cepat angkat teleponnya,” San panik.

Bong Hee melihat sesuatu di dalam ruangan yang terbakar, “Bukankah itu Hae Joo? Lihat disana!” Bong Hee menunjukan seseorang yang tergeletak di dalam ruangan. San yang melihat itu langsung menjatuhkan ponsel akan masuk ke dalam ruangan. Tapi Bong Hee melarang karena itu berbahaya. San tak peduli, ia nekat masuk kesana.
San mencoba mencari sesuatu untuk pijakan agar ia bisa membawa Hae Joo keluar. Ia mengangkat lemari untuk menghalangi api yang berkobar. San membopong tubuh Hae Joo dan menggunakan lemari tadi sebagai pijakan agar ia dan Hae Joo bisa keluar dengan selamat.
San berhasil membawa Hae Joo keluar dari ruangan. Bong Hee khawatir bukan main, apa keponakannya baik-baik saja. San mengguncang-guncangkan tubuh Hae Joo. Ia meminta Bong Hee untuk menghubungi ambulans.
Jung Woo berlari tergesa-gesa di rumah sakit setelah mendapat kabar tentang Hae Joo.
Jung Woo yang terkejut bertanya bagaimana kejadian ini bisa terjadi. Bong Hee berkata kalau pabriknya terbakar. Kalau ia dan San terlambat sedikit saja, yang terjadi bisa lebih parah. Jung Woo yang cemas ingin tahu seberapa parah luka Hae Joo.
San bersyukur kalau semuanya baik-baik saja kecuali tangan kanan Hae Joo. Jung Woo sedikit lega, tapi kenapa keponakannya belum sadar. San memberi tahu kalau tadi Hae Joo sudah sadar sebentar, dokter memberi obat penenang karena tadi Hae Joo shock.
Ibu dan Sang Tae sudah ada disana. Ibu berkata kalau ia langsung menuju rumah sakit begitu mendengar apa yang terjadi. Ia bersyukur Tuhan masih menolong putrinya. Tapi ia masih shock hingga jantungnya masih berdetak kencang. Sang Tae ingin tahu apa pabriknya terbakar semua. San mengatakan kalau hanya gudangnya saja yang terbakar. San melihat kalau ibu kelihatan lelah, ia menyarankan lebih baik ibu pulang saja. Ia menyuruh Sang Tae untuk membawa ibu pulang. “Ibu, kau jangan khawatir aku akan menjaga Hae Joo!”

Tapi ibu masih khawatir, bukankah Hae Joo sangat shock. Apa ia tak seharusnya berada disini kalau Hae Joo sadar. Bong Hee mengatakan kalau ia juga akan ada disini, ia berjanji kalau Hae Joo sadar ia akan menghubungi ibu.
 
Chang Hee menemui Presdir Jang di rumah sakit. Ternyata Presdir yang memanggilnya. Presdir Jang menyuruh Chang Hee untuk memindahkan brankas yang ada di kantor agar dipindahkan ke rumahnya. Chang Hee ingin tahu memangnya itu brankas apa. Presdir Jang tak mengatakannya dan berkata kalau pemerintah sedang menyelidikinya, jadi hal itu terus mengganggunya. Chang Hee merasa kalau mereka ingin menyelidiki bukankah sudah jelas mereka juga akan memeriksa rumah. Itu berarti di rumah juga tak akan aman. Tapi menurut Presdir Jang di rumah jauh lebih aman daripada di kantor.
“Apa mungkin microfilm-ya ada di dalam brankas itu?” tebak Chang Hee.
Presdir Jang tak menjawab, ia malah bertanya memangnya apa yang akan Chang Hee lakukan setelah tahu. Pokoknya suruh orang untuk memindahkan brankas itu dari kantor ke rumah. Chang Hee tak bertanya lagi, ia mengerti dan akan melaksanakan perintah Presdir Jang.
Hae Joo membuka matanya perlahan. San dan Jung Woo masih berada disana menjaga Hae Joo. Hae Joo menanyakan dimana ia sekarang. San mengatakan kalau Hae Joo berada di rumah sakit. Sadar kalau ia berada di rumah sakit Hae Joo langsung bangkit dari tidurnya.
“Apa kau sudah menangkap orang itu?” San dan Jung Woo tak mengerti apa maksudnya. Apa maksudnya dengan orang itu. Hae Joo berkata kalau yang ia bicarakan ini adalah seseorang yang membakar pabrik. Jung Woo terkejut, apa yang Hae Joo bicarakan, bukankah itu kecelakaan. Hae Joo bilang itu bukan kecelakaan. Ia melihat orang lari begitu apinya mulai membakar.
Jung Woo ingin tahu apa Hae Joo melihat wajah orang itu. Tapi sayang sekali Hae Joo tak melihatnya, ia hanya melihat punggungnya karena waktu itu sangat gelap. San juga merasa kalau itu bukan kecelakaan. Ia tak mengatakan hal ini karena ibu masih ada disini. Ia tak mau melihat ibu khawatir. Ketika ia kembali ke pabrik bersama Bong Hee, ia melihat mobil yang mencurigakan. Mobil itu pergi terburu-buru.
Jung Woo pun menyimpulkan hanya ada satu orang yang akan melakukan kejahatan seperti itu, siapa lagi kalau bukan Jang Do Hyun.
Hae Joo merasakan sakit di tangan kanannya. Ia terkejut melihat tangannya diperban. “Apa yang terjadi dengan tanganku?” San mengatakan kalau tangan Hae Joo sedikit terluka. “Semuanya baik-baik saja kecuali tanganmu.” Hae Joo tak mau tangannya diperban, ia ingin perbannya segera dibuka. “Sebentar lagi Kita akan ada presentasi dengan perusahaan minyak, aku harus membuat bor secepatnya. Bagaimana bisa aku membuatnya dengan tangan seperti ini?”
San meminta Hae Joo tenang. Ia mengatakan kalau tulang di tangan Hae Joo ada yang patah. Ada beberapa syaraf di tangan yang terluka. Menurut dokter itu akan kembali pulih sepenuhnya dalam waktu 2 bulan.
Hae Joo tak mau menunggu selama itu, karena semuanya akan terlambat. “Aku harus membuat bor-nya sekali lagi. Aku menyuruhmu membuka ini secepatnya. Cepat panggil dokter untuk membuka ini!” Hae Joo memaksa.
 “Kau ini, kalau kau tak membiarkannya pulih dengan benar bagaimana kalau semakin parah?” San kesal dengan egoisnya Hae Joo.

Jung Woo membenarkan ucapan San. Kalau Hae Joo tetap ngotot bekerja disaat tangan terluka itu hanya akan membuat luka semakin parah. Ia harap Hae Joo bersabar, “Jalanmu masih panjang, pikirkan masa depan.”

Hae Joo berkata kalau membuat bor dan memenangkan hak atas pengeboran minyak adalah caranya untuk membalas dendam pada Jang Do Hyun. Itulah cara balas dendam terbaik yang bisa ia lakukan. 

San harap Hae Joo tak terlalu mengkhawatirkan itu. Tak peduli apapun ia akan menyelesaikan bor-nya. Jadi lebih baik Hae Joo menjaga tubuh agar sehat dulu. Jung Woo mengatakan kalau gudangnya habis terbakar jadi tak ada bukti yang mengarah ke orang yang memulai pembakaran. Ia bertanya apa Hae Joo mengingat sesuatu. 
Hae Joo berkata kalau orang itu sangat tinggi, “Oh iya siang itu Jang Il Moon datang mencariku. Dia datang dan menyuruhku untuk mengembalikan saham yang ibu berikan padaku. Dia marah meributkan tentang itu.” 
Jung Woo menghubungi anak buahnya. “Cepat cari dimana Jang Il Moon berada. laporkan kembali padaku. Tangkap dia untukku. Bawa dia padaku tak peduli apapun.” Jung Woo marah meninggikan suaranya. 
Brankas yang berasal dari kantor pun dipindahkan ke ruang kerja Presdir Jang di rumah. Geum Hee bertanya pada pelayan apa ini. Pelayan mengatakan kalau Presdir yang memerintahkannya membawakan brankas dari kantor ke rumah. Setelah pelayan keluar ruangan, Geum Hee segera mengunci pintunya. 
Geum Hee berusaha membuka brankas. Ia mencoba memasukan kode angka tapi tak berhasil. Ia panik, takut, kalau ada seseorang yang memergokinya. Ia mencoba lagi dengan kode angka yang lain. Tapi tiba-tiba suara ponsel mengegetkan dirinya.
Geum Hee menerima telepon dari adiknya yang mengabarkan kalau Hae Joo masuk rumah sakit. Geum Hee pun segera menuju rumah sakit.
Sampai di ruang perawatan Hae Joo, Geum Hee menanyakan apa Hae Joo baik-baik saja. Hae Joo berkata kalau ia tak apa-apa. Geum Hee melihat tangan kanan Hae Joo terluka, “Kenapa tanganmu seperti ini? apa kau terluka? Seberapa parah lukamu?” Geum Hee khawatir. Hae Joo mengatakan kalau tangannya tak sakit. Semuanya akan baik-baik saja dalam waktu 2 bulan jadi ibunya tak perlu khawatir.

Geum Hee yang cemas menanyakan apa yang terjadi sebenarnya karena kata Bong Hee pabriknya terbakar. Ia tak bisa tenang karena hal seperti ini selalu terjadi pada Hae Joo. Geum Hee yang masih khawatir berkata pada San, bukankah ia sudah meminta San untuk menjaga Yoo Jin. San minta maaf. Geum Hee tak mengerti kenapa pabriknya bisa tiba-tiba terbakar. “Kau harus hati-hati. Bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi?” 

Jung Woo memberi tahu kalau ini bukanlah kecelakaan. Geum Hee terkejut apa maksudnya ini bukan kecelakaan. Jung Woo meminta Geum Hee ikut dengannya sebentar. Ia akan menjelaskannya. Keduanya pun keluar dari kamar rawat Hae Joo.
Jung Woo dan Geum Hee berada disebuah kafe. Geum Hee terkejut kalau pelaku kebakaran mengarah ke Il Moon. Jung Woo yakin pelakunya Il Moon walaupun ditempat kejadian tak ada bukti. Ia mengatakan kalau siang harinya Il Moon datang mencari Hae Joo meminta mengembalikan saham. Sekarang kejaksaan sedang mencari keberadaan Il Moon. 
Geum Hee merasa bersalah, Il Moon sudah diusir keluar dari rumah dan perusahaan. Dia pasti sangat marah dan ia semakin menyudutkan Il Moon. Jadi itulah kenapa Yoo Jin yang menjadi korban. Jung Woo menyarankan lebih baik Geum Hee keluar dari rumah itu. Tapi Geum Hee tak bisa melakukannya. “Dia membawa brankas perusahaan ke rumah, aku tak tahu apa microfilm itu ada disana atau tidak?” Jung Woo bilang kalau ia akan mengurus tentang itu jadi ia harap Geum Hee segera keluar dari rumah itu karena hal ini juga akan membahayakan Geum Hee. “Dan kau harus tinggal dengan Hae Joo. Jadi Jang Do Hyun tak bisa melakukan apapun yang membahayakan Hae Joo dengan mudah.”

Geum Hee memohon agar Jung Woo bisa melindungi Yoo Jin. Ia tetap harus mencari microfilm itu. Karena benda itu, ayahnya Yoo Jin meninggal. Ia harus menemukannya. “Sekarang orang yang dia percaya hanya aku. Akan lebih mudah kalau aku sendiri yang mencarinya.” 
“Kakak ipar, aku minta maaf.” Ucap Jung Woo lirih. Ia sudah mendengar semuanya dari Bong Hee. Sekarang ketika ia melihat Geum Hee sepeti ini, ia menilai kalau ia memang selalu salah paham terhadap Geum Hee. Geum Hee tak mengerti apa yang Jung Woo bicarakan. 

Jung Woo : “Pertama kali aku pulang ke rumah ketika liburan wajib militer....” 
Geum Hee tersentak Jung Woo mengatakan ini. 

Flash Back
Jung Woo kembali ke rumah dalam liburan wajib militernya. Di depan pintu ia berpapasan dengan Jang Do Hyun yang baru keluar dari rumah kakaknya tergesa-gesa dengan pakaian tak terpakai rapi. Jang Do Hyun yang terkejut menyapa Jung Woo karena keduanya sudah lama tak bertemu. 
Jung Woo heran apa yang membawa Do Hyun datang ke rumah kakaknya. Jang Do Hyun bingung menjawabnya bagaimana. Jung Woo bertanya lagi apa kakaknya ada di rumah. Do Hyun bingung, “Entahlah!” jawabnya kemudian berlalu dari sana beralasan kalau ia sedang sibuk.
Jung Woo masuk ke rumah dan tak melihat siapapun. Ia lewat di depan kamar kakaknya yang pintunya sedikit terbuka. Ia terkejut melihat kakak iparnya (Geum Hee) menangis gemetaran di pojokan kamar. Jung Woo tercengang melihatnya dan mulai berfikir yang macam-macam.

Flash Back End
Jung Woo berkata kalau setelah kakaknya pulang dari perjalanan bisnis bukankah Geum Hee meminta cerai. Jadi ia mulai mencurigai ada hubungan antara Jang Do Hyun dengan kakak iparnya. Ditambah lagi tak lama setelah Yoo Jin dinyatakan meninggal, Geum Hee menikah dengan Do Hyun. Itu membuatnya tambah yakin kalau Geum Hee memiliki hubungan dengan Jang Do Hyun. Karena hal itu sulit baginya untuk menerima perasaan Bong Hee. Tapi sekarang melihat Geum Hee berani mengambil resiko untuk Hae Joo dan kakaknya, ia berfikir kalau apa yang dikatakan Bong Hee memang benar.
Tangan Geum Hee gemetaran mendengar Jung Woo mengungkit masa lalu. Ia menyembunyikan tangannya yang gemetaran.
Jung Woo tersenyum berkata kalau sekarang ia akan membuka hatinya untuk Bong Hee. Ia sadar kalau Bong Hee memiliki waktu yang sulit karena dirinya.
 
Hae Joo menatap tangannya yang terluka. Apa ini benar-benar membutuhkan 2 bulan utntuk sembuh. Apa yang harus ia lakukan. Ia khawatir kalau nanti ia tak bisa membuat mata bor.
San meyakinkan bukankah ia sudah bilang kalau Hae Joo tak perlu khawatir. Karena siapa tahu, bukan 2 bulan tapi 2 minggu tangan Hae Joo bisa sembuh. 
San memberi semangat. Ia mengangkat kedua tangannya untuk memberi semangat Hae Joo. Hae Joo tertawa dan menabok kaki San dengan tangan kirinya. 
San meringis kesakitan, “Lihat ini, tangan kirimu begitu kuat.” San mengatakan kalau tangan kiri Hae Joo saja bisa digunakan untuk menebang kayu. Siapa tahu, mungkin Hae Joo akan menemukan bakat yang besar dari tangan kiri. Tapi tetap saja Hae Joo kesal karena tangan kanannya terluka ditambah lagi ia sama sekali belum pernah di opname di rumah sakit. San berkata kalau Hae Joo seharusnya mengambil kesempatan ini untuk istirahat dan memeriksakan tubuh. Hae Joo kesal meminta San jangan bicara santai begitu.
San : “Hei. Kau itu istri masa depanku dan kau akan menjadi ibu dari anak-anakku. Jadi, siapa lagi yang akan memeriksakan kesehatanmu selain aku?” 
 “Oppa?” Hae Joo kaget dengan apa yang San katakan barusan. 
“Apa?” San juga kaget dengan apa yang dikatakannya. Ia jadi serba salah dan salah tingakh. “Ah itu, ya ampun. Batalkan itu. Ya ampun, itu cara yang konyol untuk melamar. Aku minta maaf ya, anggap saja kau tak pernah mendengarnya.” 
Hae Joo tersenyum malu-malu. San pusing deh, ga tahu mesti ngomong gimana lagi. Tapi karena sudah terlanjur diucapkan, ia pun meneruskannya. 
San mendekat dan menggenggam tangan kiri Hae Joo, “Kalau aku terlambat sedikit saja. Aku mungkin bisa kehilangan kau selamanya. Kalau itu terjadi, aku juga tak akan bisa hidup di dunia ini. Kau adalah dunia bagiku.” 
Dengan malu-malu Hae Joo berkata, “Oppa... Untukmu aku akan selalu hidup sehat dan panjang umur.” 
Keduanya tersenyum, San mengecup pipi Hae Joo. San mengingatkan, “Hei... kau belum pernah mendengar aku melamar sebelumnya lho ya. Mengerti?” Hae Joo tertawa, Iya aku mengerti. 
Di butik In Hwa melihat seorang anak kecil yang lucu. In Hwa menanyakan usia anak itu. Ibunya si anak menjawab kalau anaknya berusia 7 tahun. In Hwa memakaikan topi dan mencibit kedua pipi si anak, “Ah lucu sekali.” 
Chang Hee datang menemui istrinya. In Hwa senang melihatnya, tapi kenapa Chang Hee datang kesini. Chang Hee mengatakan kalau ia sengaja datang untuk melihat istrinya apa baik-baik saja. In Hwa  menunjukan anak kecil tadi, “Oppa bukankah dia lucu?” 
Chang Hee tersenyum membenarkan. In Hwa berkata kalau ia juga ingin melahirkan anak yang mirip dengan Chang Hee. Chang Hee tersenyum dan mengajak istrinya minum teh bersama.
Chang Hee memberikan setangkai bunga mawar pada istrinya. In Hwa terkejut, “Apa ini?” Chang Hee mengatakan kalau hari ini adalah 100 hari peringatan pernikahan keduanya. In Hwa tak menyangka ternyata Chang Hee mengingat itu. Chang Hee berkata kalau mulai sekarang ia akan mengingat semua hari-hari yang berhubungan dengan keduanya.
 
Chang Hee mengaku kalau ia pernah meninggalkan In Hwa. “Ketika aku memikirkannya sekarang, kupikir aku sama sekali tak cukup memperhatikan keluargamu. Karena itu, aku ingin tahu semua hari ulang tahun di keluargamu.” Ia sudah tahu hari ulang tahun ayah mertuanya (Presdir Jang) tapi ibu mertuanya, Nenek, Kakek dan hari peringatan meninggalnya mereka. Ia sama sekali tak tahu. Ia harap In Hwa memberi tahu semua hari peringatan keluarga dan ia akan mengurus semuanya.
In Hwa terharu Chang Hee memperhatikan keluarganya. Begitu sampai di rumah ia akan membuat daftarnya. 
In Hwa mengecup pipi suaminya. Chang Hee berusaha tersenyum di depan In Hwa. Alamak ini tulus apa tidak.... tatapan matanya mencurigakan. 
Geum Hee kembali ke kamar rawat Hae Joo. Ia melihat Hae Joo sudah terlelap. San juga tertidur duduk di sampaing Hae Joo. Geum Hee membangunkan San. 
Geum Hee berterima kasih karena San sudah menjaga Hae Joo. Karena San ada di samping Hae Joo, ia bisa merasa tenang. San berjanji kalau dimasa depan ia akan melindungi Hae Joo. 
San teringat sesuatu, ia berfikir kalau Hae Joo akan khawatir jadi ia tak mengatakan apapun. San memberi tahu kalau Hae Joo melakukan tes darah dan hasilnya menunjukan kalau kadar gulanya tinggi. Geum Hee membelai putrinya yang terlelap. San mengatakan kalau akhir-akhir ini anak muda seperti Hae Joo juga bisa memiliki gejala seperti ini. Jadi Geum Hee jangan terlalu khawatir. Geum Hee mengangguk mengerti. 
Ponsel Geum Hee berdering dari suaminya. Terdengar suara Presdir Jang berkata bukankah Geum Hee bilang akan datang ke rumah sakit tapi kenapa belum sampai juga. “Aku merindukanmu. Cepat datang!” Geum Hee berkata kalau ia hampir sampai. Geum Hee harus pergi sekarang. Ia mohon San menjaga Yoo Jin. San berkata kalau ia akan menjaganya, Geum Hee tak perlu khawatir. 
Geum Hee sampai di kamar rawat suaminya. Disana ada dokter yang sedang memeriksa Presdir Jang. Geum Hee kesal kenapa suaminya bertingkah seperti anak-anak. Presdir Jang berkata kalau ia kesepian di rumah sakit, ia harus ngobrol dengan istrinya. Ia bisa mati kalau tak ngobrol dengan istrinya. 
 “Kau ini bukan anak-anak lagi!” seru Geum Hee. Ia kemudian bertanya pada dokter bagaimana keadaan suaminya. Dokter mengatakan kalau Presdir Jang sudah lebih baik dari sebelumnya, tapi kadar gula darahnya tinggi dan itu mengkhawatirkannya. “Apa anak-anak kalian sudah dicek sebelumnya? Kadang-kadang ini bisa menurun dari orang tuanya. Ya tentu saja, faktor lingkungan juga mempengaruhi.” 
Geum Hee terdiam tercengang mendengar penjelasan dokter. Presdir Jang tertawa mengatakan kalau anak-anaknya tak mengalami gejala seperti dirinya. Jadi mereka itu baik-baik saja. Presdir Jang melihat istrinya diam saja, “Yeobo ada apa denganmu?” 

Geum Hee yang melamun tersentak dengan sapaan suaminya. Ia pun mohon diri akan ke kamar mandi. 
Di kamar mandi Geum Hee gemetaran, “Tidak mungkin. Itu tidak mungkin!” Geum Hee menangis berusaha menepis pikiran buruknya. 

Flash Back 
Geum Hee meminta cerai dari Hak Soo. Tapi Hak Soo tak mengabulkannya. Geum Hee menangis mengatakan kalau ia bukan orang yang layak untuk Hak Soo. Hak Soo mempertanyakan apa maksud Geum Hee dengan layak. 
Hak Soo : “Apa sebenarnya yang kau katakan? Aku mencintaimu. Kelayakan seperti apa lagi yang kau butuhkan?” 

Hak Soo memohon agar Geum Hee jangan membicarakan tentang perpisahan lagi. “Aku tahu kalau kau tak akan bisa melupakan Jang Do Hyun. Tapi aku memilih ini, aku melihat kalian saling mencintai waktu itu. Kau tak tahu betapa sakitnya hatiku. Apa kau mengatakan ini karena kau tak tahu perasaanku?” 
Geum Hee yang menangis mengatakan kalau ia seperti ini bukan karena ia membenci Hak Soo. 

Hak Soo : “Lalu apa masalahnya? Hubunganmu dengan Jang Do Hyun itu semuanya masa lalu dan.....” 

“Kubilang itu bukan masa lalu!” Geum Hee meninggikan suara menyela ucapan Hak Soo, Ia terus menangis, “Orang itu... dia... padaku....” 
Hak Soo memeluk Geum Hee yang menangis, “Jangan katakan apapun. Sekarang kau memiliki aku di sampingmu. Tak peduli apapun yang terjadi aku tak akan meninggalkanmu. Kau harus mengingat ini.” 
Yoo Jin kecil pun lahir. Geum Hee sama sekali tak mau menggendongnya. Pengasuh yang berusaha menenangkan tangis si bayi kecil itu. Geum Hee yang mendengar tangis itu hanya berdiri menatap dari pintu kamar. Pengasuh bilang kalau bayinya bahkan menangis seperti ini, kenapa Geum Hee tak mau menggendong bayi Geum Hee sendiri. Karena bayi juga akan tahu kalau ibu mereka yang menggendongnya. 
Hak Soo menunjukan pada Geum Hee hasil tes DNA dirinya dengan Yoo Jin. Hasil tes DNA menyebutkan kalau Yoo Jin adalah putrinya. 
“Aku tahu kenapa kau menangis. Karena itu aku memeriksanya. Yoo Jin adalah putriku. Aku tak pernah meragukannya. Meskipun kau tetap mengingat kenangan cinta pertamamu seumur hidupmu. Aku tak peduli karena Yoo Jin adalah putriku. Karena itu kumohon, kalau kau memikirkan Yoo Jin jangan lagi bicara tentang meninggalkanku. Selama hidup, aku akan melindungi hatimu yang terluka.” 
Geum Hee menangis. Air matanya tak henti-henti mengalir. Hak Soo memeluknya erat. 

Flash Back End 
Geum Hee menangis di kamar mandi mengingat masa lalu. Ia berusaha menenangkan dirinya membenarkan kalau hasil tes mengatakan Yoo Jin adalah putri Hak Soo. 
San menemani Hae Joo duduk menikmati udara segar di luar rumah sakit. Karena cuaca dingin San memakaikan jaketnya ke Hae Joo. Hae Joo yang sudah pakai sweater merasa kalau San akan kedinginan. Ia akan melepas jaket tapi San tak membolehkannya. San mengatakan selama Hae Joo ada di sampingnya darahnya jadi menghangat jadi ia akan baik-baik saja. Hae Joo bertanya lalu apa ada darah orang yang dingin. Ia akan melepas jaketnya. “Hei kau ini. Apa kau mengabaikan cintaku?”
San memasukkan tangan kiri Hae Joo ke kantong jaket agar lebih hangat. Hae Joo menemukan sesuatu disana, “Apa ini?” Hae Joo menunjukan minuman kaleng. San berkata kalau untuk membuat tangan Hae Joo hangat, suami masa depan Hae Joo ini sengaja membelikan itu untuk Hae Joo. “Bagaimana hangat kan?” Hae Joo tersenyum dan menggenggam minuman kaleng itu dengan kedua tangannya, “Ini hangat seperti hatimu.” 
San mengambil kaleng itu dan menempelkan di wajah Hae Joo. “Bagaimana? Hangat tidak? Kau tak boleh kedinginan!” 
Dari kejauhan Geum Hee melihat keduanya yang tersenyum gembira. Ia menangis. 
Geum Hee masuk ke kamar rawat Hae Joo. Ia celingukan mencari sesuatu. Ia menemukan sisir yang digunakan Hae Joo, disana ada beberapa helai rambut Hae Joo yang tertinggal. Geum Hee mengambilnya, ia membungkus sisir yang ada rambutnya dengan sapu tangan. 
Geum Hee kembali ke kamar rawat suaminya. Presdir Jang yang tengah membaca heran kemana saja istrinya pergi. Kenapa baru kembali sekarang, ia sudah menunggu lama. Geum Hee berkata kalau ia pergi membeli sikat gigi. 
 
Presdir Jang heran kenapa membeli lagi, bukankah ia punya sikat gigi di kamar mandi. Geum Hee berkata kalau suaminya ini sudah tua bukankah suaminya tak bisa memakai sikat gigi yang biasa. Geum Hee ke kmaar mandi mengambil sikat gigi bekas suaminya. 
Bawahan Jung Woo melapor kalau ia berhasil menangkap Jang Il Moon. 
Jung Woo ke ruang introgasi. Disana sudah ada Il Moon yang cemas kenapa ia ditangkap. Jung Woo membanting map yang dipegangnya. Il Moon tak mengerti bagaimana bisa Jung Woo menangkap orang tanpa surat perintah. 
“Surat perintah? Dasar brengsek, kau orang yang tak ikut wajib militer, apa maksudmu dengan surat perintah?” Il Moon makin tak mengerti kenapa Jung Woo bersikap seperti ini. Jung Woo menanyakan dimana Il Moon semalam diantara jam 7-8. 
Il Moon terkejut dengan pertanyaan Jung Woo, ia berbohong menjawab kalau ia bermain kartu dengan temannya. Jung Woo menilai kalau sekarang Il Moon sedang membuat alibi. Ia sudah mendengar kalau Il Moon menemui Hae Joo dan bertengkar di pabrik siang harinya. “Kenapa kau menanyakan itu?” tanya Il Moon. 
“Kau pergi lagi mencarinya di malam hari kan?” tebak Jung Woo. “Kau yang menyebabkan kebakaran itu kan?” bentak Jung Woo. Il Moon ikut membentak, “Apa yang kau bicarakan sekarang?” 
Amarah Jung Woo meledak, ia melompat ke meja mencengkeram baju Il Moon. “Dasar brengsek, Hae Joo bisa mati karena kau. Katakan padaku yang sebenarnya. Kalau tidak, aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.” Jung Woo berteriak di depan wajah Il Moon. 
 
Il Moon menyangkal tuduhan Jung Woo. Mata Jung Woo membesar menatap marah. Il Moon tak berani menatap tatapan mata itu. Ia mencoba memalingkan wajahnya. 
Chang Hee masuk ke ruang kerja Presdir Jang, ia mengunci pintunya. Ia mengeluarkan selembar kertas dan mencoba membuka brankas. Berkali-kali ia mencoba memasukan kodenya tapi selalu gagal. Chang Hee mencoba berfikir dan memasukan angka lain tapi masih gagal. (aha, apa dia tanya In Hwa ini itu untuk melakukan ini) 
Keesokan harinya, Geum Hee datang ke kamar rawat Hae Joo tapi disana ia tak menemukan putrinya. Di kamar itu hanya ada seorang perawat yang tengah membereskan tempat tidur. Geum Hee menanyakan dimana pasien kamar ini. 
Perawat memberi tahu kalau pasien kamar ini sudah keluar dan pergi dengan pacarnya. Geum Hee masih khawatir dengan kesehatan Hae Joo, apa tidak apa-apa kalau dia keluar dari rumah sakit secepat ini. Perawat mengatakan kalau pasien bersikeras meminta keluar dan dokter membolehkannya. Perawat permisi keluar. Bersamaan dengan itu dokter masuk dan senang melihat Geum Hee ada disana. 
Dokter mengatakan kalau hasil tes semalam sudah keluar. Dokter menyerahkan hasil tesnya. Geum Hee terkejut ternyata hasil keluar cepat. Dokter berkata kalau sekarang tes itu hanya membutuhkan waktu sehari saja. Dokter permisi.
Geum Hee yang penasaran segera membukanya. Ya itu hasil tes DNA yang ia lakukan sembunyi-sembunyi. Hasilnya menunjukan kalau Hae Joo dan Jang Do Hyun memilki hubungan darah. 
Geum Hee tercengang gemetaran. Perutnya langsung mual, ia hampir muntah. Ia menutup mulutnya segera keluar menuju toilet. 
Ketika Geum Hee menuju toilet, Hae Jo kembali lagi ke kamar rawatnya.
Geum Hee memuntahkan semuanya di toilet. Ia menangis tersedu-sedu mengetahui ternyata Yoo Jin adalah putri kandung Jang Do Hyun. Ia menangis tak percaya, ternyata hal yang ia takutkan adalah kenyataannya. 
 
Hae Joo melihat ada tas milik ibunya disana, tapi ia tak melihat ibunya. Ia berusaha menelepon tapi tak dijawab. 
Hae Joo melihat ada kertas yang berserakan, ia mengambil hasil tes DNA itu dan membacanya. Mata Hae Joo membesar membaca hasil tes DNA yang menyebutkan dirinya dan Jang Do Hyun memiliki hubungan darah. 
Hae Joo melempar kertas itu, seluruh tubuhnya gemetaran.
Komentar :

Ok, jadi apa Hak Soo memalsukan hasil tes DNA yang dulu. Kalau iya berarti Hak Soo sudah tahu kalau Yoo Jin bukan putri kandungnya. Lalu bagaimana dengan balas dendam mereka.

San, oh no jelas disini dia yang paling akan dibuat dilema. Orang yang sudah menghancurkan keluarganya adalah ayah kandung dari orang yang dicintainya. Sungguh ketika setelah mengetahui episode ini, aku sendiri ga bisa menahan tangis. Ini tak adil untuk San.

Chang Hee bagaimana? Apa dia akan melanjutkan aksi balas dendamnya.

Hae Joo, apa dia akan menerima Jang Do Hyun sebagai ayahnya.  Lalu bagimana dengan Jung Woo, dia begitu menyayangi Hae Joo. Apa dia akan membenci Hae Joo.

14 comments:

  1. hwaaach
    bnr2 dech ne drama ada j konflik.ny.
    knp bs jang donghyun??
    T.T ug'adil,bs x y hae joo lhir dr mrk br2 jd pny haksoo+donghyun.
    ada ug'y mbk kmungkinan spt 2.??
    ug'rela neh kl hae joo jd ank kndungny presdir jang,stlh smua hl yg udh dlalu.ny gra2 presdir jang.
    san oppa kta2ny mnies bgt sih bt hae joo.^^
    neeeeext dtnggu mbk
    faighting
    #amre^^

    ReplyDelete
  2. thanks sinopsis nya mbak,,,
    fighting buat ep berikutnya,,,

    ditunggu,,,,

    ReplyDelete
  3. Ayo anis 3 episode lg!!

    semangat!!!
    ~Arma~

    ReplyDelete
  4. waduh.., ternyata selama ini hae joo adalah anak kandung Jang Do Hyun..,dan ternyata pula Hak Soo menyembunyikan kenyataan..,
    iyaw yaw gmana dengan San, klau nanti dia tahu ternyata pembunuh orang tuanya adalah ayah kandung Hae joo.., dan gmana juga dengan reaksi Jung woo Samchoon...,

    q jga berhrap kali ini Chang Hee bnar2 tulus mencintai In Hwa.., ksian In Hwa low dbohongi trus..

    smakin menegangkan.., smangat mb.., tnggal 3 episode lagi kan...

    ReplyDelete
  5. Y ampun,,ya ampun,,ya ampuuunnn....
    Ini crita bnar2 mmbuat dilema...
    Saya sndri jd ikutan bngung...

    Gk kbayang gmna prasaan haejo,,org yg dy bnci stgh mati ingin dblasi dndam tyt mlah ayh kndung ny sndriii...

    San,,aaahhh,,dy lbih ksian lg,,gmna mw bls dndam sm ayh kndung dr istri masa dpan ny,,org yg dy cintai... (╥﹏╥)

    ReplyDelete
  6. Mba anis udah pernah posting 2 episode terakhir kan ya.. Happy ending buat san dan hae jo :-)

    ReplyDelete
  7. ya ampun ini bner2 buat aku terkejut...
    knp harus sedarah se...
    smuanya pasti bakalan kecewa..
    gmna nasib nya hee jo y stelah smuanya tau...
    kasihan san oppa jg..

    mba nis trusin sinopnya ya... gumawo..

    ReplyDelete
  8. Bener tuh nis ga adil buat San Oppa... :(

    Seneng pas San Oppa ngomong
    " kau ini istri masa depanku dan ibu dari anak2 ku,jadi siapa lagi yg menjaga kesehatanmu,selain aku."

    Oh so sweettt San Oppa
    3 Episode lagi anis semangat yach.. :)

    Biar pun dah nonton dvd nya,tetep aja penasaran pengen baca sinop nya hehehehe :)

    Gomawo,,,, Chukae San Oppa HAPPY BIRTHDAY :)

    ReplyDelete
  9. kenyataan terungkap di episode2 terakhir.. Hmm jadi penasaran sisa 3 episode apa ga terlalu padet buat diberesin semua masalahnya? kurang keknya.. hahahaa *blg aja pgn liat San Opa terus hehehehe

    fighting mbak Anis :)

    ReplyDelete
  10. ga nyangka ternyata Hae Joo anak kandungnya Jang Do Hyun.
    Semakin penasaran sama kelanjutannya.
    Gomawo Mbak Anis...

    ReplyDelete
  11. Kenapa mesti dibuat kalo hae joo anaknya do hyun ya.....complicated bgt deh drama ini. Paiting mbak anis!!^-^
    -annisa-

    ReplyDelete
  12. Wuaah.. Gak nyangka hae je ankx jang do hyun,. Yg bwt drma emank bner2 gla.. Bkin pnton emosi.. Bkalan gmna nie akhirx?

    ReplyDelete
  13. drama koea bikin galau!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  14. makin ruwet aja masalahnya,
    ah unnie-ya malang kali nasibmu :(

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...