Monday, 16 June 2014

Sinopsis Triangle Episode 12 Part 1

Yang Ha yang mendapat tamparan dari Jung Hee mengatakan bahwa dirinya tak pernah menganggap Jung Hee sebagai mainan. “Satu hari saja. Berikan aku satu hari saja. Aku mohon padamu.” Pinta Yang Ha dengan tatapan penuh harap.

Young Dal mengatakan pada Man Bong bahwa Man Bong tak akan menghasilkan uang hanya dengan memukuli dirinya dan teman-temannya. Ia sudah sangat lelah jadi ia tak takut lagi.
Man Bong bertanya jadi apa yang Young Dal inginkan. Young Dal mengajak Man Bong berjudi dengannya. Man Bong menertawakan tawaran bertanding judi dari Young dal. Young Dal mengatakan kalau Man Bong bisa bertaruh sebanyak 5 juta dollar uang Do Ki Chan dan ia akan mempertaruhkan hidupnya.

Man Bong bertanya apa nyawa Young Dal semahal itu. Young Dal berkata entah 1 sen atau 5 juta dollar yang jelas ia hanya memiliki satu nyawa. Jadi terserah apa keputusan Man Bong. “Alasanku masuk penjara karena melakukan penipuan dan kasino ilegal, jika aku bebas nanti aku akan tetap melakukan hal itu. Jika aku sudah bebas aku akan membayarmu setelah satu tahun. Atau kalau tidak, kau bisa melakukan apapun pada hidupku.”

Jang Soo dan Jerry cemas Young Dal mempertaruhkan nyawa seperti itu.
Man Bong tertawa, ia menghampiri dan merangkul Young Dal. Ia pun setuju. “Jika kau tak bisa memegang apa yang kau katakan tadi aku akan terus mencari dan membunuhmu. Kau ingat itu.” Young Dal mengerti. Man Bong mengajak anak buahnya pergi. Jang Soo senang bukan main karena hari ini mereka aman, tidak dipukuli.
Jerry cemas bagaimana jika Young Dal tak bisa membayarnya. Jang Soo meminta jerry memikirkan itu nanti saja yang terpenting sekarang mereka aman.

Young Dal mengingat ucapan Jung Hee yang berharap dirinya tak akan mempertaruhkan hidup Young Dal lagi. Hmm tapi nyatanya sekarang Young Dal melakukan itu.
Jung Hee bersedia menjadi teman bicara Yang Ha hari ini. Yang Ha minta maaf karena sudah membuat Jung Hee kesal. Ia mengakui dirinya tak pandai dalam mengekspresikan perasaannya. Jung Hee menilai itu bukan karena Yang Ha tak pandai melakukannya tapi itu karena Yang Ha egois. Menurutnya Yang Ha tak menghargai perasaan orang lain.

Yang Ha tak menyangkal karena seperti itulah caranya ia dibesarkan. Ia tak pernah peduli perasaan orang lain. Tapi ia akan menghargai perasaan Jung Hee, ia akan mencobaya. Jung Hee bilang tak apa-apa, ia juga tak peduli bagaimana perasaan Yang Ha. “Memangnya apa bedanya jika aku memberimu 1 hari? Apa yang akan kau lakukan?”

Yang Ha  berkata kalau ia akan memberitahu kenapa ia bisa menyukai Jung Hee dan memberitahu bagaimana perasaannya. “Saat pertama kali aku melihatmu di kasino itu aku ingin memilikimu, bahkan jika bukan kau yang ada disana aku akan memiliki perasaan yang sama pada setiap dealer di meja hold’em itu. Aku tak pernah percaya sebelumnya dan jika aku mau aku bisa mendapatkan banyak wanita. Tapi kau yang pertama menolakku, saat aku membutuhkan seorang wanita.”

Jung Hee : “Jadi apa kau mau membuktikan rasa percaya dirimu itu?”
Yang Ha membenarkan, “tapi entah kenapa aku memang tertarik padamu. Kau mengatakan kalau level kita berbeda dan itulah kenapa kau menolakku. Saat kau mengatakan itu, kedengarannya lucu. Setiap orang mengemis untuk masuk ke duniaku tapi kenapa dia (Jung Hee) menolaknya? Menurutku duniamu itu sangatlah menyebalkan dan bodoh tapi kenapa kau marah padaku dan bahagia dengan duniamu itu? Dulu aku berpikir seperti itu dan aku menjadi lebih tertarik padamu.”
Jika Jung Hee mau ia akan menceritakan sebuah kisah. “Aku akan menceritakan kisahku. Kisah yang belum pernah kuberitahukan pada siapapun. Aku tahu, mungkin kau akan mendengar dan mengerti perasaanku. Apa kau mau mendengarnya?”

Jung Hee manatap Yang Ha. Keduanya pun bertemu pandang dalam tatapan sendu. “Kau adalah putra keluarga kaya yang tak peduli perasaan orang lain. Aku akan mendengar kisahmu itu.”

Yang Ha tersenyum, mungkin inilah gunanya ia memberikan kesempatan sehari ini. Ia akan menceritakannya perlahan. Ia menawarkan apa Jung Hee mau makan sesuatu.
Belum sempat Jung Hee menawab ponsel Yang Ha ada yang menelepon, dari Presdir Yoon. Yang Ha menjawab telepon ayahnya. Presdir Yoon menanyakan dimana Yang Ha, ia harus bertemu Yang Ha. Yang Ha mengatakan kalau ia sedang mengikuti workshop. Presdir Yoon berkata kalau hal yang akan ia bicarakan dengan Yang Ha ini mengenai Jang Dong Soo. Ia meminta Yang Ha segera pulang.
Usai menjawab telepon ayahnya, Yang Ha mengatakan pada Jung Hee kalau ayahnya memanggilnya untuk segera kembali. Jung Hee meminta Yang Ha sebaiknya pergi saja menemui Presdir Yoon. Yang Ha tak mau melewatkan kesempatan yang akhirnya ia dapatkan hari ini. Jung Hee berjanji kalau ia akan mendengarkan kisah Yang Ha nanti. Ia akan pergi ke tempat workshop saja dan sebaiknya Yang Ha kembali ke perusahaan.
Presdir Yoon mengatakan pada Yang Ha kalau Dong Soo sengaja membantu mereka. Dia (Dong Soo) tahu bagaimana ayahnya meninggal. Yang Ha bertanya apa saja yang Dong Soo katakan. Presdir Yoon mengatakan kalau Dong Soo mengancamnya dengan dana perusahaan Dae Jung dan tentang kegiatan politik mereka. Dong Soo juga memintanya untuk memberitahu publik tentang apa yang terjadi pada ayah Dong Soo. Yang Ha tertawa sinis ternyata hanya itu ancaman Dong Soo, ia akan mengurusnya dan meminta ayahnya jangan khawatir.

Presdir Yoon tanya bagaimana Yang Ha akan menyelesikan ini. Yang Ha berkata bukankah ayahnya ini tak setuju kera sama dengan Go Bok Tae. “Lihat saja bagaimana aku akan memanfaatkan Go Bok Tae.”

(Presdir Yoon pasti tahu kalau Yang Ha yang dia adopsi merupakan putra bungsu Jong Guk. Dan sepertinya dia ingin menggunakan Yang Ha untuk membantunya melawan Dong Soo)
Yang Ha menemui Go Bok Tae mengatakan bahwa Jang Dong Soo akhirnyamenunjukan belangnya juga. Go Bok Tae bertanya apa Dong Soo tahu tentang kematian ayahnya dan bagaimana hubungannya dengan Presdir Yoon. Yang Ha membenarkan Dong Soo tahu itu dan masuk ke perusahaan Dae Jung, “jika kita membiarkanya dia akan menghalangi kita.”
Go Bok Tae menilai itu tak boleh terjadi. “Lalu bagaimana kita menyingkirkannya?” Ia meminta pendapat sekretarisnya apa kita bisa menghabisi Dong Soo sekarang juga. Sekretarisnya menjawab untuk sekarang tidak bisa karena semua orang sudah tahu bagaimana hubungan antara Go Bok Tae dengan Jang Dong Soo, karena nantinya Go Bok Tae akan dituduh.
Yang Ha setuju pendapat Sekretaris. Go Bok Tae tanya lalu bagaimana. Sekretaris mengatakan bahwa sudah hampir 10 tahun Jang Dong Soo mengejar Go Bok Tae bahkan dulu sudah menyiapkan serangan untuk Dong Soo. Yang Ha bilang tak ada jalan lain sekretaris harus tetap menyerang Dong Soo.

Go Bok Tae menatap curiga Yang Ha. (hmmm kayaknya Go Bok Tae udah mulai membaca kalau Yang Ha memanfaatkannya)
Dong Soo menemui Yang Ha di tepi sungai. Yang Ha berkata kalau ia mendengar Dong Soo menemui Presdir Yoon, “Apa ancamanmu itu akan berhasil?”

Dong Soo berusaha mengelak, “ancaman apa? Aku hanya meminta keadilan.”

Yang Ha meminta Dong Soo menghentikan itu karena Dong Soo bisa saja terluka.

“Hei... Yoon Yang Ha.” suara Dong Soo meninggi. “Kau tak tahu apa-apa tentang masalahku dan ayahmu.”

Yang Ha tertawa mengatakan kalau ini adalah peringatan terakhirnya. “Jika kau berhenti sekarang aku anggap masalah ini tak ada. Jika kau melanjutkannya kau hanya akan terluka.”
Dong Soo marah dan menarik kerah baju Yang Ha, “kenapa kau sombong sekali? Apa Kau pikir aku tak tahu kau menusukku dari belakang? Ayahmu dan Go Bok Tae mungkin tak tahu apa yang benar dan salah tapi kau masih muda untuk hidup seperti ini.”

Suara Yang Ha juga tak kalah tinggi, “Untuk melindungi kehormatan tak memandang usia. Kenapa kau naif sekali?” cibir Yang Ha.
Emosi Dong Soo memuncak, ia memukul wajah Yang Ha sangat keras. Yang Ha terjatuh dan darah keluar di ujung bibir Yang Ha. “Memangnya kau mau melindungi kehormatan apa? Hanya uang. Apa bukan hanya uang yang kau coba untuk lindungi?” bentak Dong Soo.

Yang Ha : “Uang adalah kehormatan, kebanggaan dan semuanya. Aku mengataimu naif karena kau belum sadar juga.”
Dong Soo kembali menarik kerah baju Yang Ha, “Dengarkan aku baik-baik. Kau bukanlah siapa-siapa tanpa uang itu. Katakan pada ayahmu, Jika dia tak melakukan apa yang ku minta parusahaan Dae Jung akan hancur.”

Dong Soo meninggalkan Yang Ha sendirian. Yang Ha melihat dengan tatapan marah Dong Soo yang semakin menjauh.
Di penjara Young Dal menulis surat, sementara tahanan lain sudah terlelap. Beberapa kali ia meremas kertas karena kalimat yang kurang sesuai.

Young Dal berkata dalam hati, “Dengan taruhan nyawa yang kubuat aku menjadi lebih tenang. Aku bertemu Jung Hee dalam mimpiku, aku sangat merindukannya. Aku ingin dia datang mengunjungiku lagi. Tapi aku egois, aku menulis surat pada Jung Hee setiap malam, tapi aku tak bisa mengirimkan surat ini.”
Para narapidana mengisi kegiatan di halaman penjara. Ada yang bermain bola, ada yang hanya duduk-duduk atau bercanda saja. Jang Soo membantu Jerry melatih ketangkasan dan kekuatan tangan. Tangan di bawah menopang tubuh dengan kaki di atas. Young Dal yang melihat kedua temannya bercanda seperti itu hanya bisa tersenyum.
Jerry yang kepalanya di bawah terkejut melihat seseorang. Ia pun kembali berdiri. Ia yang terkejut mengatakan kalau dirinya melihat Detektif Jang Dong Soo. Jang Soo tak percaya dengan penglihatan Jerry, mana mungkin Dong Soo ada disini. Young Dal yang melihat ke arah yang dilihat Jerry pun terkejut. Benar itu Dong Soo yang mengenakan seragam narapidana. Young Dal berlari menghampiri Dong Soo. Ia heran bagaimana bisa Dong Soo masuk penjara.
Malam harinya disaat teman satu sel sudah terlelap, Young Dal masih terjaga seorang diri. Ia mengingat perbincangannya dengan Dong Soo tadi.

Flashback
Dong Soo mengatakan kalau dirinya masuk penjara karena Yoon Yang Ha. Young Dal tak mengerti kenapa bisa begitu, kenapa Yang Ha menyerang Dong Soo. Dong Soo mengatakan kalau Presdir Yoon Tae Joon dan Go Bok Tae yang membunuh orang tuanya. Peristiwa ini sudah 25 tahun berlalu dan hukum tak akan mempan pada mereka.  Jadi ia sendiri yang akan menghancurkan mereka berdua. Tapi hukum dan keadilan hanyalah debu di depan uang kotor. Ia tak menduga kalau Yang Ha akan menyerangnya hingga membuatnya tak berdaya seperti ini dan tak bisa berbuat apa-apa.

Dong Soo mengatakan kalau orang yang memasukan Young Dal ke penjara juga Yang Ha. “Dia bekerja sama dengan Go Bok Tae dan mengirimmu ke penjara. Go Bok Tae mengirimmu kesini setelah dia menerima tangan Yoon Yang Ha.”

Flashback end
Mata Young Dal merah marah pada Go Bok Tae dan Yang Ha.
Shin Hye mengunjungi Dong Soo di penjara. Ia menanyakan kabar Dong Soo. Dong Soo berkata kalau ia masih bisa bertahan. Ia juga menanyakan kabar Shin Hye. Shin Hye memberi tahu kalau ia sudah mengajukan cerai. Dong Soo tak tahu harus mengatakan apa mendengar kabar itu. Shin Hye tersenyum meminta Dong Soo memberinya selamat saja, sekarang ia hanya memikirkan bagaimana bisa membantu Dong Soo.
Dong Soo berkata kalau ia selalu menyesal, “aku menyesal kenapa aku tak mengungkapkan perasaanku dan hidup seperti pengecut. Aku juga kesal dengan hidupku.”

Flashback
Dong Soo masuk ke ruangan Presdir Yoon. Ia terkejut hanya melihat Yang Ha saja, tak ada Presdir Yoon. Ia heran kenapa hanya Yang Ha sendirian. Yang Ha memberi tahu kalau Presdir sedang dalam perjalanan menuju Tokyo.
Dong Soo tanya apa Yang Ha mau melakukannya. Yang Ha menjawab tidak, karena bukan dirinya atau Presdir Yoon yang harus melakukannya melainkan Dong Soo.
Tiba-tiba beberapa polisi masuk ke ruangan itu mengatakan kalau sekarang Dong Soo akan ditangkap dengan tuduhan tindak kekerasan dan korupsi (korupsi apa ya) Dong Soo tak mengerti apa maksud mereka menuduhnya begitu. Detektif memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Dong Soo.
Dong Soo segera diborgol, ia mencoba memberontak, ia marah. Yang Ha mencibir menurutnya Dong Soo sudah menyia-nyaiakan hidup dengan bersikap naif. Ia harap Dong Soo pergi saja dan memikirkan itu di penjara. Dong Soo marah sekali pada Yang Ha.

Flashback end
Shin Hye meminta Dong Soo jangan menyesal, karena Dong Soo yang ia suka adalah Dong Soo yang hidup seperti itu. Dong Soo yang marah berkata ketika keluar penjara, ia akan menjadi iblis dan tak akan setengah-setengah lagi, tentunya untuk membuka kebenaran kematian ayahnya.
1 tahun kemudian
Manajer Tim Hwa Ran memerintahkan Jung Hee untuk mewakili dealer kasino Dae Jung  untuk menjadi peserta di pertandingan Blackjack Baccarat. Di pertandingan itu akan dihadiri oleh dealer seluruh dunia. Ia harap Jung Hee bersiap-siap. Jung Hee terkejut dirinya dipilih mewakili teman-temannya. Chung Ja protes kenapa harus Jung Hee. Hwa Ran mengatakan kalau Jung Hee adalah pemenang workshop tahun lalu, jadi yang lain tak perlu protes.

Hwa Ran mengatakan kalau untuk pemenanag hadiahnya besar. Dan ini juga akan membuktikan kemampuan Jung Hee. Jadi ia harap Jung Hee melakukan yang terbaik. Jung Hee mengerti.
Teman Jung Hee yang bernama Mi Sun bertanya apa Jung Hee tak mau latihan dulu sebelum kompetisi dimulai. Hyun Mi mengingatkan Mi Sun kalau kemampuan Jung Hee dalam berjudi itu lebih hebat dari pemain biasa jadi tak perlu khawatir. Ia meminta Jung Hee jangan lupa kalau ia-lah orang pertama yang mengajarkan pada Jung Hee bermain judi. Jung Hee tersenyum mengiyakan.
Jung Hee sampai di rumah dan menyapa ahjusii yang ngobrol dengan nenek. Jung Hee menanyakan keperluan ahjussi datang ke rumah. Nenek mengatakan kalau ahjussi berniat menyewa kamar (kamar yang sebelumnya disewa Young Dal) ahjussi mengatakan sangat sulit mencari kamar kost, kalau Jung Hee menyewakan amar itu padanya maka Jung Hee akan menadapatkan keuntungan.

Jung Hee menegaskan kalau kamar ini tidak disewakan pada siapapun. Ahjussi tanya kenapa, bukankah kamar ini sudah kosong setahun. Jung Hee minta maaf, ia tak menyewakan kamar ini. Ia permisi akan masuk ke dalam.

Ahjussi heran kenapa Jung Hee tak mau menyewakan kamar ini. Nenek mengatakan kalau kamar ini milik seseorang. Ahjussi paham siapa orang yang dimaksud, bukankah kita tak tahu kapan Young Dal akan bebas jadi kenapa kamar ini dibiarkan kosong. Nenek mengatakan kalau barang-barang Young Dal masih ada di dalam. Ia tak bisa begitu saja mengeluarkan barang-barang Young Dal. (Nenek sepertinya sependapat dengan Jung Hee tak mau menyewakan kamar itu)
Hari dimana Young Dal bebas pun tiba. Ia, Jang Soo dan Jerry melangkah keluar dari penjara menghirup udara bebas.
“Hyung-nim!” Panggil anggota genk yang dibentuk Young Dal. Mereka datang menjemput dan mengucapkan selamat atas keluarnya Young Dal cs dari penjara. Young Dal heran siapa yang memanggil mereka. Jang Soo juga tak tahu, bukan dirinya. Jerry juga tak tahu siapa.
Mereka mengatakan kalau mereka tentu saja harus didatang disaat Young Dal, Jang Soo dan Jerry bebas dari penjara. Mereka memberikan tahu meminta Young Dal cs memakan itu.

Jang Soo melihat sekeliling dan bertanya pada anak buahnya apa mereka tahu dimana ayahnya. Mereka menjawab tidak tahu. Jang Soo kesal ayahnya sangat jarang mengunjungi dan sekarang bahkan lupa tanggal dirinya bebas.
Sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka. Seorang pria berjas rapi keluar dari mobil itu. Pria itu bertanya pada Young Dal, “Kau Heo Young Dal, kan?” Young Dal yang tak kenal pria itu melihat mobil yang dikendarai pria itu. “Benar. Kenapa?”

“Kau tahu Tn Ahn Chan Bong, kan?” tanya pria itu.

Young Dal berusaha mengingat siapa itu Ahn Chan Bong. Jang Soo menyahut ah itu pasti dia, si orang tua itu. Young Dal pun ingat, ya ia kenal. Pria itu mengatakan kalau Ahn Chan Bong memintanya untuk menjemput Young Dal.
Ny Kim menemui Go Bok Tae mengatakan berkat bantuan Go Bok Tae bisnisnya berjalan sangat lancar. Ia memiliki pelanggan pemain VIP. Go Bok Tae tertawa kalau ia dan Ny Kim bisa saling menguntungkan.

Go Bok Tae sepertinya tertarik pada Ny Kim, ia mengatakan kalau semakin hari Ny Kim kelihatan semakin cantik dan awet muda. Ny Kim tersenyum dan berkata kalau semua ini berkat Go Bok Tae.

(Rambut putihnya Go Bok Tae kayaknya di semir ya, jadi item gitu hahaha)
Ny Min marah karena semua pelanggan VIP sekarang beralih ke Ny Kim Ok Kyung. Ia bisa menebak kalau Go Bok Tae pasti berada di belakang semua ini. Ia merasa kalau Go Bok Tae ingin menghancurkannya. Hyun Tak juga tak bisa terima, apa Ny Min akan diam saja.

(Disini Ny Min dan Ny Kim kan profesinya ngutangin duit ke penjudi. Jadi kalau penjudi yang ga punya modal bisa pinjam ke dia gitu. Trus kalau menang ya ada bagi hasil, mungkin gitu kali ya hahaha)
Di kasino ilegal, banyak pelanggan yang datang. Man Kang bilang kalau mereka-mereka hanyalah pemain amatiran yang tidak terlalu menguntungkan. Madam Jang bertanya pada Ny Kim apa urusan Ny Kim dengan Go Bok Tae sudah beres. Ny Kim bilang kalau semuanya berjalan lancar karena ia orang yang tak pernah gagal.
Ny Min dan Hyun Tak datang ke kasino ilegal. Ia yang marah ingin bicara berdua dengan Ny Kim. Madam Jang mengingatkan kenapa Ny Min bersikap begitu di depan pelanggan lebih baik bicara di kantornya saja.

Ny Min memperingatkan Ny Kim, “jika kau tak mau mengembalikan pelangganku, aku tak akan membairkanmu begitu saja. Ini peringatan terakhirku. Kau pasti akan menyesal.”

Ny Kim tak peduli dengan ancaman Ny Min, ia tak perlu menyesal jadi lakukan saja apa yang Ny Min inginkan. Ny Min berkata kalau ia akan terus mengawasi Ny Kim. Ia yang marah berlalu pergi.

Man Kang menilai kalau Ny Min benar-benar menakutkan, apa Ny Kim baik-baik saja. Ny Kim bekata kalau Ny Min itu hanya orang tua jadi tak ada yang perlu ditakutkan.
Pria itu mengantar Young Dal menemui Tn Ahn Chan Bong. Young Dal senang sekali melihat Tn Ahn terlihat sehat. Tn Ahn berkata kalau ia selamat itu berkat Young Dal.
Young Dal dan Tn Ahn bicara berdua di bangku taman. Young Dal heran ada urusan apa Tn Ahn ingin menemuinya. Tn Ahn berkata kalau ia sangat berhutang budi pada Young Dal dan akan membalas budi baik Young Dal. Young Dal bilang kalau itu tak masalah jadi jangan khawatirkan itu.

Tn Ahn mengatakan kalau dirinya bisa membaca nasib seseorang. “Hidupmu selama ini pasti sangat sulit.”

Young Dal tertawa, ia tak tahu apa ia harus percaya itu, tapi jika memang begitu nasibnya memanglah sial. Tn Ahn menilai kalau kesulitan itu sekarang sudah pergi dan berkata kalau Young Dal tak selalu sial. Young Dal tak yakin apa benar kesialannya sudah berakhir.
Tn Ahn : “Jika kau tak melompat ke dalam api kau tak akan mati. Tapi hewan yang panik dan melompat ke dalam api, maka akan mati. Kau seperti itu. Ketika saatnya tiba hari dimana kau menghadapi pertempuran yang sangat penting aku bisa menjadi kartu tersembunyimu untuk memenangkan pertempuran itu. Jika kau membutuhkanku, datanglah padaku.”
Young Dal yang meresapi ucapan Tn Ahn kemudian berkata kalau Tn Ahn tak usah mengkhawatirkannya labih baik jaga diri sendiri dan hiduplah lebih lama lagi. Ia menyesal karena seharusnya ia membawakan Tn Ahn kue dan susu. Tn Ahn menyunggingkan sedikit senyum sambil terus menatap Young Dal.

Bersambung ke part 2


Kayaknya nih Tn Anh orang kaya yang berpengaruh ya. Semoga dia bisa membantu Young Dal ketika Young Dal berada dalam kesulitan.

11 comments:

  1. Semakin seru...di tunggu episode selanjutnya..

    ReplyDelete
  2. hmmm...gomawo author anis...aq nanti part 2 nya...alurx smakin trlihat n tmbh seru

    ReplyDelete
  3. Makin seru ...d tunggu lanjutn'a,fighting...

    ReplyDelete
  4. gomawo eonni..
    makin pensaran sama kelanjutan ceritanya
    semnagat eonni

    ReplyDelete
  5. eonii... Part 2 dong.. Sungguh penasaran..

    ~yanti~

    ReplyDelete
  6. penasaran sama lanjutannya..
    Tks eonii..
    Ditunggu yaaa

    ReplyDelete
  7. Lnjutin mbaa...qu tunngu Part 2
    X....

    ReplyDelete
  8. Seeeerrruuuu! gomawoo!

    ReplyDelete
  9. terima kasih updatenya..

    ReplyDelete
  10. wuahh.. akhirnyaaa!! Young Dal ktemu org yg bisa mnyupportnya dr blkang. Tn. Ahn mdah2an kelak ckup mmbantu Young Dal.

    hemm.. tuh kan si Yang Ha emg bner2 mngerikan!! lbh mngerikan dr Bok Tae!!

    suka dg prnytaan Dong Soo ke Yang Ha.
    "Tanpa uang itu, kau bkn apa2"

    Keep writing ya eon!! d tnggu trs lanjutannya :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...