Tuesday, 3 June 2014

Sinopsis Triangle Episode 8 Part 2

Lee Soo Jung memimpin rapat, ia mengatakan bahwa masih banyak pelanggan VIP kasino yang mengeluhkan tentang kompensasi. Ia harap pegawainya segera menyelesaikan masalah ini. Salah satu pegawainya mengatakan kalau ada kalanya pelanggan menginginkan kompensasi dalam bentuk uang. Jadi mereka harus meangani masalah ini. Soo Jung meminta pada Yoon Ah untuk melaporkan semua masalah yang ada.
Manajer Tim dealer mengumumkan pada para dealer bahwa Jung Hee dkk sudah resmi menjadi dealer baru disana. Ia memerintahkan Go Chung Ja untuk mengantarkan mereka ke ruang loker dan mengajak mereka berkeliling. Chung Ja mengerti.
Manajer Tim memerintahkan Hyun Mi untuk ikut dengannya ke ruang VIP. Hyun Mi menebak apa Tn Cha dari Busan datang. Manajer Tim membenarkan. Hyun Mi mengeluh kalau Tn Cha dari Busan itu sikapnya kurang sopan sekali. Manajer Tim berkata walaupun begitu dia memberikan tip yang banyak. Manajer Tim dan Hyun Mi pun menuju ruang VIP.
Chung Ja dkk berdiri di depan Jung Hee cs. Ia memperingatkan dealer baru terutama Jung Hee, “kalian salah jika kalian pikir sudah berhasil menjadi dealer sekarang. Kalian bisa jadi dealer kalau kalian melewati masa orientasi selama seminggu.” (kayak orang sekolah aja pake ospek hahaha)

“Selama orientasi itu kalian harus datang satu jam lebih awal dan membersihkan ruangan ini dan jangan bicara kecuali kami yang menyuruhmu. Jangan berkeliaran. Dan layani kami, buatkan kami kopi,”

Dealer baru ini diam mendengarkan.
Chung Ja menatap tajam Jung Hee, “kenapa kau diam saja? Apa kau tak mau menjawab ucapanku tadi?”

Jung Hee berkata kalau ia tak akan mengulangi kesalahannya. Chung Ja heran dengan Jung Hee yang tanpa perlawanan seperti ini, karena hal ini membuatnya kesal. “Kalian harus ingat ucapanku, aku bisa mentolerir apapun itu tapi tidak untuk sikap kasar kalian. Jangan sampai aku marah, mengerti?”

Dealer baru serempak menjawab ya.
Dealer baru yang bersama Jung Hee mengeluhkan kalau ia mendengar menjadi dealer itu sulit tapi ia tak menyangka kalau akan sesulit ini.

Mereka bertanya apa Jung Hee kenal dengan Chung Ja. Jung Hee mengiyakan, ia berasal dari kota dan sekolah yang sama. Mereka melihat kalau Chung Ja cs sepertinya sangat membenci Jung Hee.

Jung Hee berkata kalau mereka hanya harus sedikit bersabar. “Jika saatnya tiba aku akan membalasnya.” ucap Jung Hee tajam.
Yang Ha memanggil dua manajer untuk menemuinya. Ia bertanya apa pelatihan untuk dealer baru sudah selesai. Manajer tim menjawab sudah. Ia sudah menyuruh dealer baru untuk berlatih dengan dealer senior.

Yang Ha ingin tahu apa Oh Jung Hee lolos menjadi dealer baru. Manajer tim menjawab ya. Yang Ha menugaskan manajer tim untuk menempatkan Jung Hee ke ruang VIP. Manajer terkejut bukankah VIP itu hanya untuk dealer yang sudah senior. Ditambah lagi taruhan di ruang VIP sangat tinggi jadi dealer tak boleh membuat kesalahan. Yang Ha tak mau tahu, pokoknya Jung Hee harus dtempatkan di ruang VIP. Apapun caranya, latihlah dia dengan keras.
Manajer penasaran apa hubungan Yang Ha dengan Jung Hee. Manajer tim tak tahu. Manajer mengeluh, ia sudah lelah mengurus satu direktur ditambah lagi ia harus mengurus dealer baru. Ia berpesan pada Manajer tim agar jangan membuat kesalahan apapun.
Jang Soo menunjukan peralatan yang akan digunakan untuk melancarkan aksi rencana mereka. Kamera pengintai, headset dll. Young Dal tak yakin apa alat-alat itu berfungsi dengan baik. Jang Soo berkata kalau benda itu berfungsi walaupun kelihatan tidak bagus. Ia bahkan sudah mengujinya.Ia yakin kalau Young Dal tak akan ketahuan.
Jerry datang memberi tahu kalau dia (orang yang akan membantu) mau menerima tugas dari Young Dal. Young Dal memuji kalau itu bagus sekali.

Jang Soo berkata kalau sekarang mereka akan menyiapkan segala sesuatu untuk penipuan mereka. “Kau tak takut kan?” tanya Jang Soo.

“Apa yang kutakutkan? Aku ini Young Dal. Heo Young Dal.” Ucap Young Dal tegas.

Terdengar panggilan Byung Soo dari luar yang mengatakan bahwa Nenek mengajak Young Dal makan malam bersama. Jang Soo menyahut kalau Young Dal sudah makan. Tapi Young Dal segera memukul mulut Jang Soo dan berkata pada Byung Soo kalau ia akan segera kesana.

Young Dal mendelik pada Jang Soo. Jang Soo heran bukankah Young Dal sudah makan. Young Dal kesal dan menaboki Jang Soo sebelum ia keluar kamar.
Jerry heran ada apa dengan Young Dal. Ia menebak apa Young Dal menyukai Jung Hee. Jang Soo berkata kalau Young Dal menyangkal itu, tapi ia mulai curiga. Jerry menilai itu tak boleh terjadi, ia memang menyukai Young Dal tapi Young Dal tak boleh menyakiti Jung Hee. Jang Soo merasa kalau Jung Hee harus berhati-hati terhadap Young Dal.
Young Dal berterima kasih pada Nenek karena sudah repot-repot mengajaknya makan malam. Nenek bilang kalau ini tak repot sama sekali. Young Dal berjanji ia akan membayar makanan yang nenek sajikan. Nenek bilang kenapa Young Dal harus membayar itu bukankah mereka tinggal di atap yang sama, kita ini sudah seperti keluarga. Jung Hee membenarkan ucapan nenek jadi Young Dal tak perlu sungkan.

Byung Soo menagih janji Young Dal yang akan membelikannya daging iga, kapan itu. Mendengar ucapan seperti dari cucunya nenek menggaplok kepala Byung Soo hahaha. Young Dal berjanji ia akan membelikan daging sapi yang banyak untuk Byung Soo. Byung Soo senang sekali.
Hyun Mi datang berkunjung ke rumah Jung Hee dan terkejut begitu melihat Young Dal si preman jalanan ada disana.
Young Dal kembali ke kamarnya dan tersenyum bahagia, “Hei Young Dal, kau beruntung sekali!” ucapnya senang.
Hyun Mi berada di kamar Jung Hee. Hyun Mi benar-benar tak mengerti kenapa Young Dal bisa makan bersama Jung Hee. Jung Hee berkata bukankah ia sudah bilang kalau Young Dal menyewa salah satu kamar di rumahnya.

Hyun Mi semakin terkejut, apa Jung Hee sudah gila membiarkan orang seperti Young Dal tinggal disini. Jung Hee meminta Hyun Mi jangan seperti itu dalam menilai orang, dari yang ia lihat Young Dal itu bukan orang jahat.

Hyun Mi berusaha menasehati Jung Hee, semua orang di Sabuk sudah menganggap Young Dal sebagai sampah. Jung Hee bilang tidak begitu, kalau Hyun Mi sudah mengenal Young Dal maka Hyun Mi pun akan beranggapan bahwa Young Dal adalah orang baik.

Hyun Mi menilai Jung Hee sudah gila dan menebak apa Jung Hee menyukai Young Dal. Jung Hee bilang bukan seperti itu, tapi itulah yang dilihat Hyun Mi bahwa Jung Hee menyukai Young Dal karena itu terlihat jelas di wajah Jung Hee. “Kau tak boleh menyukainya, kau punya si anak presdir itu?” Jung Hee meyakinkan kalau bukan seperti itu.
Di perusahaan Daejung, sekretaris menyampaikan pada Presdir Yoon bahwa salah satu pemegang saham mereka sudah dihubungi oleh Go Bok Tae. Presdir Yoon meminta sekretaris agar melakukan persiapan, cari tahu siapa yang sudah dihubungi Go Bok Tae. Sekretaris mengerti.
Hyun Pil Sang bertanya apa benar Presdir Yoon meminta bantuan pada Jang Dong Soo. Presdir membenarkan karena tak ada yang tahu mengenai sejarah Go Bok Tae sebaik yang Dong Soo ketahui. Kenapa Hyun Pil Sang menanyakan itu. Hyun Pil Sang mengatakan kalau ia mendengar Dong Soo mendapat masalah, dia di skors tapi sekarang dia memilih untuk berhenti, lalu apa bantuan Dong Soo masih diperlukan.

Presdir Yoon : “Kita memerlukan elang utuk menangkap burung pegar. Elang itu adalah Jang Dong Soo.”
Jang Soo mengatakan pada ayahnya kalau Young Dal akan melakukan permainan dengan taruhan besar di kasinonya Madam Jang. Tn Yang bertanya berapa uang yang Young Dal punya. Jang Soo mengatakan kalau Ny Min akan membantu Young Dal. Tn Yang menila kalau Ny Min pasti sudah gila, banyak orang lain yang bisa dibantu kenapa malah mau membantu Young Dal.

Jang Soo berkata itu karena ayahnya belum mengenal Young Dal, Young Dal itu punya bakat jadi ayahnya jangan meremehkan Young Dal, apa ayahnya mau melihatnya. Tn Yang pun akan ikut tapi bukan untuk mendukung Young Dal melainkan Madam Jang.
Jerry mengecek persiapan, ia memberi tahu Hyun Tak agar memulai rencana mereka sekarang. Hyun Tak berada didalam sebuah mobil dengan peralatan lengkapnya. Ia mengatakan pada Jerry kalau semuanya sudah siap.
Young Dal bersama Ny Min, Tn Yang, Jang Soo dan Jerry sampai di kasinonya Madam Jang. Madam Jang menyapa ramah Tn Yang kenapa ikut datang ke tempatnya. Tn Yang mengatakan kalau ia mendengar disini akan ada acara besar, jadi ia datang.

Young Dal heran melihat ada beberapa orang bodyguard disana. Madam Jang mengatakan kalau ini adalah pertandingan besar, jadi ia menghubungi beberapa bodyguard, kalau di kasino resmi itu bisa disebut sebagai penjaga keamanan.

Ny Min menilai Madam Jang hanya ingin menakut-nakuti mereka saja. Ia bertanya pada Young Dal apa perlu ia memanggil beberapa orang juga. Young Dal bilang tak perlu karena tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Young Dal beralih ke Ny Kim, “Nyonya kalau aku kalah apa kau bisa meminjamkan aku uang?” Ny Kim berkata kalau Young Dal butuh uang batalkan perjanjian Young Dal dengan Ny Min dan segera temui dirinya. Young Dal mencibir kenapa Ny Kim menganggapnya begitu serius. Young Dal heran kenapa ia tak melihat Man Kang. Madam Jang memberi tahu kalau Man Kang ada urusan lain di Macau.

Young Dal pun siap mamulai permainannya. Madam Jang meminta dealer untuk bersiap-siap.
Yang menjadi dealer ternyata sudah disuap oleh Young Dal agar mau menggunakan kamera pengintai di kancing bajunya, yang kemudian akan merekam dan membaca urutan kartu. Hyun Tak bertugas mengamati urutan kartu itu dengan kamera pengintai dan menyampaikannya pada Young Dal melalui headset yang terpasang sembunyi-sembunyi di telinga Young Dal.
Pak Hwang menemui putrinya di sebuah kafe. Shin Hye bertanya bagaimana hasilnya. Pak Hwang mengatakan kalau ia menemukan orang yang Shin Hye cari. Ia memberikan nomor telepon orang itu pada Shin Hye. Shin Hye minta maaf karena sudah merepotkan ayahnya. Pak Hwang berkata tak banyak yang bisa ia lakukan untuk Dong Soo setidaknya ia bisa melakukan ini.
Shin Hye mengajak Dong Soo menemui orang itu disebuah rumah makan. Seorang pria yang dulunya pekerja di penambangan Dong Jin.

Ahjussi itu bertanya apa Dong Soo putra dari Jang Jong Gook. Dong Soo membenarkan. Ahjussi berkata kalau ia pernah ke rumah Dong Soo dan Jong Gook memiliki 3 putra. Dong Soo membenarkan ia memiliki dua adik.

Ahjussi menjelaskan kalau itu sudah lama terjadi, sudah 30 tahun lamanya. Dong Soo berkata kalau saat itu penambangan Dong Jin sedang menghadapi masalah, saat ayahnya meninggal, ia tak mengerti kenapa saat itu ayahnya ada disana.

Ahjussi menarik nafas, “Dulu... tak ada yang mengira Jong Gook meninggal karena tambang yang runtuh. Kami percaya ini adalah ulah dari Yoon Tae Joon (Presdir Yoon), Pemilik pertambangan Dong jin. Yoon Tae Joon menyewa gengster bernama Go Bok Tae untuk membunuh Jong Gook.”

Dong Soo heran kalau semua orang tahu tentang itu, kenapa kasus ini dijadikan sebagai kasus kecelakaan. Ahjussi berkata itu karena ini adalah permainan orang kaya. Mereka menyuruh kami menutup mulut tentang kebenaran itu. Kami memang pengecut.

Dong Soo lemas mendengar kebenaran kematian ayahnya yang ternyata dibunuh. Ia tampak menahan marah dan mengepalkan tangannya. Shin Hye yang melihat ke arah Dong Soo terlihat khawatir.
Shin Hye berkata pada Dong Soo kalau ia dan Dong Soo sama sekali tak punya bukti kuat untuk membawa kasus ini kembali ke hukum. Ia harap Dong Soo jangan terlampau marah. Dong Soo bilang kalau ia sama sekali tak marah, walaupun kita menemukan bukti hukum tak bisa memperbaiki semuanya. Jika bukan hukum maka ia sendiri yang akan menghancurkan merreka.

Dong Soo berterima kasih atas bantuan Shin Hye hari ini. Shin Hye yang cemas hanya bisa menatap Dong Soo yang pergi menjauh.
Hasil permainan curang Young Dal tentu saja membuat Young Dal menang besar. Dan itu membuat Madam Jang panik.
Madam Jang mengambil ponselnya dan menuju ruangan sepi. Ny Kim mengikuti Madam Jang dan panik kalau Madam jang sudah kalah 1,9juta dollar, apa Madam Jang akan meneruskan permainan ini.

Madam Jang menghubungi pemilik kasino dan mengatakan kalau ia sudah kalah 1,9 juta dolar. Madam Jang pun menerima pesan kalau ia harus berhenti sebelum kalah lebih banyak lagi.

Ny Kim tanya apa Madam Jang punya uang untuk membayar kekalahan itu. Madam Jang yang cemas menggeleng. Ny Kim panik bagaimana ini bisa terjadi. Madam Jang pun bingung tak tahu harus bagaimana.
Madam Jang bertanya pada Young Dal karena sudah memang besar apa Young Dal tak mau berhenti. Young Dal bilang kalau ia akan berhenti bermain. Ia pun menyuruh Jang Soo untuk menghitung chip. Jang Soo bilang kalau ia sudah menghitungnya, totalnya mereka menang 1.924.000 dolar. Young Dal pun mengajak mereka menukar chip itu dengan uang.
Tiba-tiba Madam Jang mengatakan kalau ia tak menyimpan uang sebanyak itu. Ny Min marah, apa maksud Madam Jang, lalu bagaimana dengan kemenangan Young Dal ini.
Dong Soo celingukan disuatu tempat. Ia menerima telepon dan mengetahui dimana keberadaan Go Bok Tae.
Go Bok Tae tengah bersama salah satu pemegan saham Perusahaan Daejung. Pemegang Saham itu mengatakan kalau keberhasilan Go Bok Tar bukankah itu karena Presdir Yoon yang membantu, apa Go Bok Tae mau ia mengkhianati Presdir Yoon.

Go Bok Tae berkata kalau kita bisa menyebut hal itu dengan penghiakanatan tapi nyatanya bukan hanya Presdir Yoon yang membantunya karena ia juga sering membantu Presdir Yoon. Pemegang Saham itu menanyakan apa rencana Bok Tae.

Go Bok Tae : “Pertama, aku akan merebut kasino Dae jeon.”

Pemegang Saham : Lalu?

Go Bok Tae  : “aku akan merebut resort Yeong jong-do.”

Pemilik saham itu tampak tertarik. Go Bok Tae berkata bukankah Pemegang Saham tahu kalau ia ini hebat dalam masalah perundingan, “Jika kau mau membantuku aku akan menjamin sahammu.” Pemilik saham itu pun setuju ia juga akan melakukan sedikit perundingan. Go Bok Tae tertawa puas.

Kemudian masuklah seorang wanita cantik yang diminta Bok Tae untuk melayani pemilik saham itu.
Go Bok Tae keluar dari ruangan dan meminta sekretarisnya untuk menyiapkan mobil. Tapi kemudian ia terkejut begitu melihat Dong Soo ada di depannya.

Go Bok Tae awalnya menyapa Dong Soo dengan sebutan Detektif Jang tapi kemudian ia mencibir kalau sekarang Dong Soo hanya orang biasa bukan detektif lagi. Ia ingin tahu ada urusan apa Dong Soo datang ke tempat ini.

Dong Soo yang tampak menahan marah berkata kalau ia sengaja datang untuk menemui Go Bok Tae. “Karena aku tak bisa membawa masalah ini ke hukum aku akan mengurusnya dengan tinjuku.”
Go Bok Tae tertawa remeh, “Kau ini masih belum sadar juga ya? Dulu aku sopan padamu karena kau itu seorang detektif. Tapi apa kau pikir sekarang aku akan sopan. Kau tak pantas menjadi lawanku sekarang. Jadi enyahlah dari hadapanku!” Bok Tae menepuk-nepuk wajah Dong Soo beberapa kali sambil meniup-niup.
Hal itu tentu saja membuat amarah Dong Soo memuncak. Dong Soo langsung menghajar Bok Tae habis-habisan. Hingga membuat Go Bok Tae hampir mati.
Go Bok Tae dilarikan ke rumah sakit, ia terluka parah akibat pemukulan yang dilakukan Dong Soo. Sekretarisnya datang memberi tahu kalau Pengacara Han sedang menyiapkan gugatan terhadap Dong Soo.

Tapi Go Bok Tae tak mau ada gugatan, ia tak mau media mengetahui ini jadi batalkan gugatan itu. “Si bengek Jang Dong Soo juga harus babak belur. Mata dibalas mata, gigi dibalas dengan gigi.” Bok Tae sangat murka.
Madam Jang mengatakan kalau ia tak bisa membayar kemenangan Young Dal karena ia tak memiliki uang sebanyak itu sekarang. Ia ingin ini dibicarakan baik-baik penyelesaiannya.

Young Dal mencibir apa sekarang Madam Jang sedang mempermainkannya. “Kau sudah mengambil uangnya dan sekarang kau tak bisa mengembalikannya?”
Madam Jang berkata kalau Young Dal tak kehilangan apa-apa, utangnya pada Young Dal sekarang adalah 1,9 juta dollar. Ia harap Young Dal mengerti keadaannya.
Ny Min marah dan meminta Madam Jang jangan banyak omong, cepat serahkan saja uangnya sekarang. Ia pun mengancam kalau uang tak segera diberikan ia akan memberi tahu pelanggan lain bahwa kasino ini tak bisa membayar kemenangan pelanggan.

Tn Yang membenarkan tak baik kalau Madam Jang menunggak pada pelaggan. Kalau pelanggan tahu hal ini, siapa yang akan datang ke kasino ini.

Madam Jang bertanya lalu apa yang Young Dal inginkan. Young Dal berkata kalau ia bisa memberikan solusinya.
Young Dal : “Bagaimaa pun kau harus mengembalikan uangku. Jadi itu artinya kasino ini akan kuambil alih. Bagaimana?”

Madam Jang terkejut, ternyata ini yang menjadi incaran Young Dal darinya. Young Dal tersenyum licik.

Bagaimana selanjutnya, apa young dal berhasil menambil alih kasino...???

Hahaha saya ga begitu ngerti dengan permainan kartu, jadi bagian main kartunya saya cepatkan saja.

3 comments:

  1. Hem, young dal curang, (-_-)
    Lanjut mba anis, yg semangat yach nulisnya

    ReplyDelete
  2. semangat eonni...
    ela selalu menggu sinopsismu
    hahahaha lebay

    ReplyDelete
  3. wahh.. mkin seru drama ini..

    gak sbar pngen liat Bok Tae perang dg Yang Ha.
    liat Dong Soo melawan Bok Tae.
    dan Young Dal yg jebak Bok Tae..

    Ttep smangat nulis sinopsis eonni!!

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...