Sunday, 1 June 2014

[KBS Drama Special] Why I'm Getting Married Part 3 -End-

Ji won bicara berdua dengan Joon ki, Ji won merasa kalau Joon ki adalah kebaikan dan keburukan baginya. Ia menyadari bahwa selama dirinya menerima voucher hadiah, itu ada yang aneh. Joon ki minta maaf karena ia ingin melakukan sesuatu untuk Ji won tapi tak tahu bagaimana caranya.

Ji won menuntut penjelasan Joon ki kenapa melakukan itu untuknya, karena ia bukan siapa-siapa Joon ki. Joon ki tak bisa menerima kalau dirinya bukan siapa-siapa bagi Ji won.
Ji won : “Joon ki, tak bisakah kau lihat, aku ini bukan wanita yang sama dengan wanita yang 6 tahun lalu. Aku ingin pria yang kunikahi orang kaya. Aku ingin pernikahan yang mewah. Aku ingin hidup nyaman dan aman. Itu yang kumau. Itu yang sangat kuinginkan.”

Joon ki menggenggam tangan, “Kalau begitu kenapa kau ragu? Kau hanya perlu mendekat. Kau tahu, aku bisa melakukannya untukmu. Aku akan memberikan semuanya. Apa tidak mungkin? Perasaanku, tak bisakah kau menerimanya?”

Keduanya saling menatap.
Seung wook berada di dalam mobil seorang diri. Ia mengeluarkan (apa ya namanya) yang kemarin dipakai untuk ngilangin mabuk. Di benda itu ada foto Ji won bersama ayah Ji won.

Flashback
Seung wook mendatangi Iluso menanyakan paket VVIP yang Ji won pesan. Pegawai heran apa Ji won tak mengatakan itu pada Seung wook. Pegawai iluso menyapa pimpinannya yang baru saja lewat. Seung wook menoleh dan terkejut mengetahui kalau Pimpinan Iluso itu seseorang yang pernah menyukai Ji won 6 tahun lalu, Lee Joon ki. Tapi Joon ki tak melihat keberadaan Seung wook disana.
Dan malam itu, ketika hujan deras. Seung wook melihat semuanya, kebersamaan Ji won dengan Joon ki. Hatinya sedih dan sakit melihat semuanya itu.

Flashback end
Seung wook mencengkeram tangannya. Ia menarik nafas dalam-dalam berusaha menenangkan hatinya.

Seung wook menerima telepon dari Manajer Kim yang mengatakan bahwa direktur Daesung sedang menunggu Seung wook. Seung wook mengerti ia akan segera kesana.
Ji won bersama dua orang temannya. Ia menceritakan perihal Joon ki pada kedua temannya. Hye jung lebih berpihak pada Joon ki, sementara teman Ji won yang satunya lebih memilih Seung wook.

Hye jung meminta temannya jangan bodoh dalam memilih, “dia itu barang mewah keluaran terbaru. Limited edition.”

Teman Ji won mencibir, “Barang mewah apanya. Akan sulit membawa itu sepanjang waktu.” Ia berharap Ji won segera menemui Seung wook.

Hye jung berkata kalau ini (Joon Ki) kesempatan sekali seumur hidup. Lebih baik Ji won segera mengatakan ‘ya’ sebelum Joon ki sadar. (hahahah)

Ji won bingung harus bagaimana, ini bisa membuatnya gila.
Hye jung memberi tahu kedua temannya kalau ia memiliki berita baik dan berita buruk. “Berita baiknya, aku mendapatkan berlian seharga apartemen. Berita buruknya, aku merusaknya.” Kedua teman Hye jung terkejut.

Hye jung dengan kesal berkata kalau pacarnya terus saja bersuara ketika mengunyah, Dan celana yang dia pakai juga terlalu pendek. Teman Hye jung menilai Hye jung sungguh gila karena merusak berlian.

Ji won heran memangnya kenapa. Hye jung yang kesal berkata kalau ia sudah berusaha untuk bertahan dengan pacarnya yang seperti itu tapi ia terus berpikir, bisakah ia bertahan dengan pria ini sepanjang hidupnya. Tapi ia menyadari sesuatu, “cinta bisa membuatku bertahan pada sesuatu yang kusukai dari pria selamanya. Kau harus menikahi pria seperti itu.”

Ji won teringat ucapan Seung wook malam itu, ‘tak peduli apa yang terjadi padaku, tak peduli apa yang terjadi pada wanita itu, wanita ini untuk selamanya, untukku, itulah pernikahan.’
Joon ki menelepon Ji won, Hye jung meminta Ji won segera menjawab telepon dari Joon ki. Tapi teman Ji won yang satunya bilang jangan.
Joon ki dalam perjalanan menuju suatu tempat, ia segera memacu mobilnya agar cepat sampai di tempat tujuan.
Seung wook dan bawahannya, Manajer Kim selesai menjamu direktur di sebuah bar. Manajer kim mengeluh kalau ia hampir mati karena terlalu mabuk ketika menjamu direktur itu. Ia mengluarkan rokok, tapi Seung wook merampas rokok itu, bukankah ia sudah bilang agar Manajer kim berhenti merokok.

Manajer kim heran karena malam ini Seung wook sama sekali tak minum. Seung wook berkata kalau hari ini adalah hari yang sangat penting. Manajer kim tambah heran apa Seung wook ada rapat lagi, apa Seung wook akan menghabiskan uang. Seung wook hanya tersenyum memuji kalau Manajer kim sudah bekerja dengan baik. Ia pamit harus segera pergi.
Joon ki sampai di bar tempat Ji won tadi berada. Tapi Ji won sudah tak ada disana. Joon ki menemukan voucher wedding VVIP Ji won. Di sana tertulis kata ‘maaf’ dari Ji won. Joon ki terdiam kecewa.
Ji won sampai di rumah dalam keadaan sedikit mabuk. Ibu mengomelinya, “apa kau tak tahu sekarang ini hari apa? Kenapa kau mematikan teleponmu?” Ibu mengeluhkan sikap Ji won pada suaminya, “aku kan sudah bilang kalau putri kita ini tak berguna.”
Ji won menoleh dan terkejut hari ini hari peringatan kematian ayahnya. Ibu menilai kalau suamianya sungguh beruntung memiliki menantu yang baik. Ji won terkejut apa Seung wook datang kesini. Ji young bilang tentu saja Seung wook datang kesini, Seung wook itu tak pernah melewatkan acara ini. Apa Eonninya ini menderita dementia sampai lupa hari dimana ayah mereka meninggal.

Ibu berkata kalau ia tak pernah meminta Seung wook melakukan ini. “Aku tak pernah menyuruhmu untuk menyewakan rumah untuk kami. Katakan terima kasih dan kembalikan ini pada Seung wook. Kenapa kau mau tinggal dekat kami?” (Ibu memberikan surat sewa rumah kah?) Ji won terkejut, ibu lebih terkejut lagi apa Ji won tak tahu tentang ini.
Ji won di kamar menatap foto ayahnya. Ibu masuk ke kamarnya dan bertanya kenapa Ji won belum tidur. Ji won bertanya apa ibunya pernah berpikir kalau ini semua akan lebih baik jika ibunya menikahi pria lain. Ia sedih karena ayahnya meninggal dengan cepat.  Ibu membenarkan, jika ia tahu hal ini akan terjadi ia akan menjadi istri yang lebih baik. Melakukan ini dan tak melakukan itu tapi seperti itulah hidup.

Ibu meminta Ji won lekas tidur. Ia keluar dari kamar Ji won.

Ji won menangis memandang foto ayahnya. “Ayah maaf.”
Ji won menyandarkan kepalanya ke meja, matanya terpejam. Bola kaca sinterklas ayahnya menyala dan Ji won pun kembali bermimpi.
Ji won berada di depan kamar rawat ayahnya. Ia membuka pintu itu dan masuk ke dalam. Ia melihat dirinya yang menangis di samping ayahnya yang sakit. Ayah yang lemah dengan sabar berkata ada JI won muda kalau ia baik-baik saja. Ji won muda yang menangis berkata kalau ia, ibu dan Ji young tak bisa hidup tanpa ayahnya.

Ibu dan Ji young kecil menghampiri Ji won muda yang menangis. Ayah menoleh ke arah kedatangan Ji won. Ia terkejut. Ibu mengajak Ji won muda pergi dari sana.
Tapi bukan Ji won yang dilihat ayah tapi seseorang. Ji won menoleh dan terkejut melihat kedatangan Seung wook.
Seung wook menghampiri ayah Ji won yang terbaring sakit. Ia membungkuk memberi salam dan mengatakan namanya. Ayah yang lemah bertanya apa kedatangan pemuda itu hanya untuk mengatakan nama saja.
Seung wook yang membawa bingkisan ragu-ragu untuk memberikan itu pada ayah Ji won. Ayah yang melihat itu bertanya apa yang dibawa Seung wook. Seung wook mengeluaran bingkisan yang dibawanya, ia berkata kalau Ji won bilang padanya bahwa ayah sangat menyukai musim dingin. Seung wook memberikan ayah hadiah bola kaca sinterklas.

Ji won terkejut benda milik ayahnya itu ternyata pemberian Seung wook.

Ayah menerima benda itu dan membenarkan kalau ia menyukai musim dingin dan merasa kalau musim dingin sekarang mungkin juga menjadi musim dingin terakhir untuknya.
Seung wook bilang bukan begitu maksudnya, “Anda mungkin tak bisa pergi keluar. Jadi saya...” tiba-tiba Seung wook berlutut. Ayah terkejut melihat yang Seung wook lakukan.

Seung wook minta maaf, “saya tahu anda sedang sakit tapi saya ingin bertemu anda. Saya tahu ini tidak sopan, tapi saya ingin anda bertemu dengan saya secara pribadi.”

Ayah berusaha untuk bangun tapi sulit, Seung wook membantunya. Ayah terkejut, “apa kau mau menikah dengan Ji won?” tebak ayah.

Seung wook dengan tegas menjawab ya. “Mohon berikan restu anda!”
Ayah memandang Seung wook dari ujung kepala hingga kaki. Ia mengulurkan tangannya pada Seung wook. Seung wook menerima uluran tangan ayah. Ayah menggenggam erat tangan Seung wook. Seung wook duduk di samping ayah.
Dengan suara lemah ayah berkata kalau ia memegang tangan Seung wook lebih awal. Ia minta maaf karena sudah memegang tangan Seung wook secepat ini.

“Ya, Pak.” Jawab Seung wook tanpa ragu-ragu.

Ayah menggeleng meminta Seung wook jangan begitu, “Abeonim.” Pinta ayah pada Seung wook.

Seung wook mengangguk mengerti, “Ya abeonim.” Ucapnya dengan suara bergetar.

Ayah berkata pada Seung wook tentang Ji won, “Kau boleh membuat dia kelaparan, membuat dia sedih, tapi aku mohon hiduplah di samping Ji won untuk waktu yang lama. Seharipun, jangan meninggal sebelum Ji won meninggal meskipun untuk satu hari. Hiduplah di sampingnya untuk waktu yang lama. Karena itulah cinta. Tolong kabulkan permintaanku ini.”

Dengan mata berkaca-kaca dan tegas Seung wook mengangguk menyanggupi permintaan ayah.
Ji won yang melihat semua itu menangis.
Ayah memberikan (nah lho apa ini namanya) pada Seung wook. Benda itu bergambar drinya dengan Ji won. Ayah berpesan pada Seung wook, berhentilah merokok. Ia menyadari kalau dirinya sudah terlambat.

Huwaaaa sedih banget liat scene ini.

Dalam tidurnya Ji won menangis sesenggukan.
Dan masih dalam mimpi, Ji won melihat Seung wook menggantikan dirinya dan keluarganya menerima ucapan belasungkawa dari pelayat. Seung wook sudah menempatkan dirinya menjadi bagian keluarga Ji won.
Seung wook melihat Ji young kecil sendirian. Ji young memanggil Seung wook dengan sebutan Oppa, ia mengatakan kalau ibu dan Eonninya terus saja menangis. Sedangkan ia sudah sangat lelah dan ngantuk. Seung wook meminta Ji young jangan memanggilnya Oppa. Ji young heran dan mencoba memanggil Seung wook dengan sebutan Kakak ipar. Seung wook tersenyum dan menggenggam tangan Ji young, “aku kakak iparmu untuk selamanya.”
Seung wook memberikan punggungnya untuk Ji young yang sudah kelelahan. Ji young naik ke punggung Seung wook. Dengan sabar Seung wook berusaha menghibur Ji young dan kembali menegaskan kalau sekarang ia adalah kakak iparnya Ji young.

Ji won yang melihat itu dari mimpinya menangis menyaksikan apa yang Seung wook lakukan pada keluarganya. Sebuah tindakan yang tulus dari seseorang yang mencintai apa adanya.
Seung wook berada di kamarnya mengingat ucapan mendiang ayah Ji won padanya sambil memandang benda pemberian ayah Ji won. ‘Jangan sehari pun kau meninggal sebelum Ji won meninggal.’
Seung wook mendengar pintu rumahnya dibuka. Ia segera keluar dan tak melihat siapapun. Ia mengambil jaket dan akan keluar tapi langkahnya terhenti begitu melihat Ji won sudah ada di depannya.

Karena pertemuan terakhir kemarin keduanya cek cok Seung wook tanya ada apa Ji won datang, ia mengira Ji won itu pencuri yang masuk rumah. Ji won melihat Seung wook membawa jaket akan keluar dan bertanya kenapa Seung wook membawa jaket. Tapi Seung wook tak mengatakan apapun. Seung wook malah berdiri membelakangi Ji won.

Ji won berkata kalau Seung wook tak perlu menjawab itu. “Alasan kau menikahiku, kau tak perlu memberitahuku lagi.”

Seung wook berbalik menatap tajam, “dasar kau ini...”
Belum sempat Seung wook melanjutkan ucapannya Ji won sudah menyela, “terima kasih.” Ji won menangis mengucapkan terima kasih, “terima kasih karena sudah ada di sampingku. Kumohon, hanya sehari lebih lama dariku, hiduplah denganku selamanya.”

Mata Seung wook berkaca-kaca tapi ia berusaha untuk tak terlihat menangis, “Kim Ji won, ada apa denganmu?”

“Menikahlah denganku, Han Seung wook-ssi!” Pinta Ji won. Tangis Ji won semaki pecah, ia terduduk menangis.
Seung wook membantunya berdiri, “kalau begitu makanlah rumput laut karena itu bagus untuk wanita.”
Ji won menunduk mengangguk menyanggupi.

“Aku tak mau beli tempat tidur baru. Setidaknya untuk 3 tahun ke depan.” Sambung Seung wook.

Ji won yang masih menangis kembali mengangguk setuju.

Seung wook mengusap air mata Ji won dengan kedua tangannya, “aku minum susu kambing hitam.”
Ji won mengangkat wajahnya akan protes, tapi secepat mungkin Seung wook mencium Ji won sebelum Ji won sempat bicara.

Ahhh so sweetu... hehehe
Kedua pasangan ini sudah menikah dan akan berbulan madu (tebakan saya). Ji won panik karena ia tak menemukan dimana paspor keduanya. Ji won pun membongkar kembali koper yang sudah rapi. Seung wook ngomel-ngomel.
Seung wook heran kenapa Ji won meletakan paspor di dalam koper. Ia protes kenapa Ji won membawa banyak sekali baju, apa Ji won mau mengungsi.

Ji won mengeluh karena tak menemukan dimana paspornya, ia merasa kalau dirinya sudah membawa paspor tapi dimana, ia lupa.

Seung wook yang ikut membantu mencari tersenyum, “apa kau akan berenang dengan paspormu?” Seung wook menunjukan paspor yang ia temukan diantara tumpukan baju renang Ji won. (hahaha)

Ji won bersikap jutek, “memangnya kenapa?”

Seung wook bilang bukankah keduanya akan pergi selama seminggu kenapa berenang segala. “Pria menyukai wanita tak berpakaian.” Ucap Seung wook.
Suara Ji won : “Pada akhirnya tak ada janji... tak ada pernyataan cinta yang manis. Dia hanya bilang akan hidup sehari lebih lama dariku.”

Ji won tersenyum melirik pria yang sekarang menjadi suaminya. Seung wook yang dilperhatikan kayak gitu heran, kenapa?
Ji won tersenyum bertanya, “kenapa kau menikahiku?”

“Jangan lagi. Kau masih mabuk ya?” Seung wook bertanya balik. “Ayo cepat pergi!”
Ji won cemberut tapi Seung wook segera menghampiri dan menciumnya, “kau senang?”

Ji won tersenyum bahagia.

Suara Ji won : “karena pria ini alasannya. Alasan aku menikah.”

Kedunya pun berangkat berbulan madu.

Komentar :

Bulan madu, hmm itu tebakan saya saja sih.

Bagaimana dengan Joon ki, sepertinya dia sudah rela dengan pilihan Ji won karena sejak awal Ji won tak memiliki perasaan padanya, hanya menganggapnya sebagai junior saja.

Permintaan untuk sehari hidup lebih lama sepertinya seperti menentang takdir ya. Karena sampai kapan kita hidup tidak ada yang tahu. Siapa yang akan meninggal lebih dulu dari pasangan kita tidak tahu.

Tapi disini Seung wook berusaha untuk melakukan itu, bukan untuk menentang takdir apakah ia akan meninggal lebih dulu atau tidak. Tapi setidaknya disini dia mencegah untuk tidak sakit agar bisa terus berada disamping Ji won dalam waktu yang lama. Untuk melakukan itu, ia mengurangi minuman alkohol, tidak merokok dan minum susu kambing hitam sebagai tonik kesehatan. Hmmmm patut dicontoh ya hehehe.

Ketika awal menonton Drama Special ini saya sempat bertanya-tanya lihat dimana ya yang berperan jadi Ji won ini. Cek ricek profilnya ternyata dia yang jadi kakaknya Tae Gong Shil di Master’s Sun, Tae Gong Ri hehehe. Pantes mukanya familiar gitu. Hahaha.


Song Jong Ho, seneng banget deh bisa lihat dia banyak tersenyum di drama pendek ini, walaupun ada sedihnya dikit hehehe. Semoga dia dapat proyek drama dimana dirinya sebagai Lead Male dan tentu saja dengan ending drama yang membahagiakan.

15 comments:

  1. so sweet bgt ceritanya. awalnya ga sreg ama hubungan ji won-seong wook krm aku lbh suka jong ho. tapi di part ini langsung banting setir heheee

    oya salam kenal nis :) jung ho dikonfm ikut wgm lho. penasarannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya Jong Hyun ya, Hong Jong Hyun. heheh. Iya dia di cast WGM hehehe...

      Delete
  2. Kereeeeeen..... Suami idaman itu.....

    ReplyDelete
  3. Janji yg sulit, karena nggak ada yang bisa menolak maut, tapi itu manisss sekali mb anis! :")

    Btw iyaa, yang maen kakaknya Tae Gong Shil sama kakaknya Yoon Yoon Jae.. :D

    ReplyDelete
  4. Huaaa nemu sinopsis ini seminggu sebelum nikah

    Bantu saya buat ga bimbang lagi, thanks mbak Anies :)))

    Dramanya simple tapi maknanya dalem

    ReplyDelete
  5. Saat mengantri dibank hari ini ku buka blognya anis'sshi dan ada postingan special drama ini... aku baca sambik nunggu antrian dan tak terasa aku menangis baca sinoo drama ini sunnguh meyentuh ...
    ~sundari~

    ReplyDelete
  6. Katanya sih cowok emang paling sulit nyatain cintanya..entah krn gengsi atau apalah..saya setuju kalo perasaan gak selamanya hrs diungkapkan krn yg penting adalah tindakan yg menunjukkan kalo kita bener2 sayang ama orang yg kita cintai :)

    Benda yg ada fotonya Ji won sama ayahnya itu kalo gak salah korek gas utk nyalain rokok krn ayahnya Ji Won kan pesan sama Seung Wook supaya gak merokok..Kalo gak salah ya...

    Makasih banyak mbak anis sinopsisnya ^_^

    _Sari_

    ReplyDelete
  7. Keren sumpah
    Singkat cerita nya tapi ngenah bgtt

    gomawo eoni

    ReplyDelete
  8. jiahhhhh~~~~ >w< cuteee bangetttt..

    hahaha~ makasih kakak buat recapnya :)
    btw, template barunya keren :D

    ReplyDelete
  9. Wuih ....dalem banget...mpe mewek...selalu ditunggu Ÿå°˚ mba sinopnya ma recapnya..

    ReplyDelete
  10. ini keren ceritanya, aku yang cuman baca aja ampe nangis :'( so sweet banget. ah suka pokoknya :D makasih udah mau recap ^^

    ReplyDelete
  11. Aigo,,,ampe merembes nich aer mata saking tharu ny scene pas mmpi bola kaca hiks,,hiks,,
    trnyt nglamarny ud dr jaman kapan taun,,,terharu pake bgt n so sweet gtu

    ReplyDelete
  12. bagus banget deh ceritanya, sederhana tapi ngena banget...so sweett... ^^

    ReplyDelete
  13. Suami idaman ni..😊
    Jd mewek krn mimpix Ji Won..
    Thx sinopsisx mb Anis...

    ReplyDelete
  14. Keren bgt mb critanya
    Sangat bmanfaat bwt yg blm nikah,trutama aku,he...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...