Saturday, 28 June 2014

Sinopsis Triangle Episode 16

Petinggi perusahaan Dae Jung sudah menunggu di ruang rapat kedatangan Tn Ahn Chang Bong dan Direktur eksekutif yang baru. Mereka penasaran orang seperti apa yang akan Tn Ahn bawa untuk masuk ke perusahaan mereka.
Tn Ahn pun datang bersama Young Dal yang berjalan di belakangnya. Mata Yang Ha membesar terkejut melihat kedatangan Young Dal bersama tn ahn. Bukan hanya Yang Ha, bahkan Direktur dan Manajer yang sudah tahu tentang Young Dal pun terkejut.
Presdir Yoon menyambut ramah mengucapkan selamat datang atas kedatangan Tn Ahn. Tn Ahn tak menyangka kalau Presdir Yoon sendiri yang secara langsung menyambut kedatangannya. Presdir Yoon mengatakan kalau ini peristiwa yang penting untuk masa depan Kasino Dae Jung.
Bagaimana dengan Yang Ha dan Young Dal. Keduanya saling menatap tajam. Yang Ha masih tak percaya dengan penglihatannya. Benar-benar kaget deh.
Tn Ahn memperkanalkan Young Dal pada Presdir Yoon begitu pun sebaliknya. Young Dal menyapa sopan memperkenalkan namanya. Presdir Yoon pun memperkenalkan Young Dal pada karyawannya terutama yang berhubungan langsung dengan Kasino Dae Jung. Ia memperkenalkan Yang Ha yang merupakan Direktur Kasino Dae Jung.
Young Dal menunduk menyapa Yang Ha. Yang Ha menatap tak suka Young Dal masuk akan masuk ke Kasino Dae Jung.
Yang Ha memprotes hal ini pada Presdir Yoon. “Ayah, aku tak bisa menerima orang ini.”

Presdir Yoon heran apa maksud Yang Ha. Yang Ha mengatakan kalau ia kenal betul siapa Young Dal. Apa ayahnya ini tahu bagaimana reputasi Young Dal yang buruk di sabuk, “Dia itu seorang preman. Bagaimana mungkin dia menjadi bagian dari eksekutif di kasino Dae Jung?”

Tn Ahn ikut angkat bicara membela Young Dal, menurutnya tak penting orang menilai Young Dal bagaimana selama itu menjadi keputusannya. “Heo Young Dal memiliki kemampuan khusus, dia sangat berbakat dalam bisnis kasino.”
Yang Ha mencela, kalau pengalamannya di kasino ilegal maka ia akan mengakuinya. Tapi ini kasino Dae Jung, bukan kasino ilegal. Kasino kami salah satu yang terbesar di Korea. Melakukan bisnis di kasino bukan untuk sembarang orang.

Tn Ahn tanya jadi apa yang Yang Ha inginkan, apa Yang Ha tak bisa menerima Young Dal menjadi bagian di eksekutif Kasino Dae Jung. Yang Ha dengan tegas menjawab ya, ia tak menerima Young Dal. Tn Ahn pun apa boleh buat, kalau Young Dal tak diperbolehkan masuk maka ia akan menarik kembali investasinya. Ia pun mengajak Young Dal pergi dari sana.
Presdir Yoon terkejut, ia tak bisa kehilangan investasi yang sangat perusahaannya butuhkan. Ia menahan Tn Ahn agar tak pergi, ia setuju dengan syarat yang Tn Ahn ajukan menempatkan Young Dal menjadi bagian dari eksekutif di kasino.

“Presdir...?” Yang Ha tetap memprotesnya.

Presdir Yoon menyuruh Yang Ha diam. Yang Ha tak bisa membantahnya.

Presdir Yoon meminta Young Dal untuk memperkenalkan diri pada pegawai eksekutif lain.
Young Dal berdiri di depan, “Aku pernah hidup sebagai pengemis berkeliaran di Kasino Dae Jung. Aku memperkenalkan pelanggan kasino pada rentenir dan aku hidup dengan uang itu. Karena itu, tak ada yang tidak aku ketahui mulai dari dasar Kasino Dae Jung. Aku yakin pengalamanku akan membantu kasino. Aku akan berusaha keras untuk memajukan kasino ini. Mohon kerja sama dari kalian semua.”
Mereka memberikan tepuk tangan, ya walaupun ada beberapa yang ikut-ikutan tepuk tangan. (terpaksa gitu)

Yang Ha terlihat menahan marah.
Lee Soo Jung mengantar Tn Ahn dan Young Dal ke ruangan dimana Young Dal akan bekerja. Soo Jung berpesan kalau membutuhkan sesuatu Young Dal bisa menghubunginya. Soo Jung memberikan kartu namanya dan permisi.
Tn Ahn bertanya apa Young Dal menyukai ruangan yang menjadi kantor Young Dal ini. Young Dal menjawab ya. Tn Ahn mengingatkan kalau sekarang ada banyak orang yang akan mengawasi dan menyelidiki semua yang Young Dal lakukan. Ia harap Young Dal mampu mengatasi itu. Young Dal berjanji ia tak akan mengecewakan Tn Ahn.
Di ruangan Presdir, Yang Ha masih memprotes karena tak setuju Young Dal masuk ke perusahaan mereka. Menurutnya itu karena ayahnya tak mengenal Young Dal, ia tak bisa mengatakan itu di depan Tn Ahn. “Heo Young Dal itu sampah. Bagaimana bisa kita memberikan posisi eksekutif padanya?”

Presdir Yoon mengingatkan apa Yang Ha tadi tidak dengar kalau Tn Ahn akan menarik investasi kalau mereka menolak menerima Young Dal. Kalau sumber dana tidak ada maka kasino Dae Jung dan pembangunan resor Yeongjongdo akan hancur. Ia melihat Ahn Chang Bong tidak berencana menghancurkan perusahaan menggunakan Young Dal setelah menginvestasikan uang sebanyak itu. Kita bisa mengawasi dia selama itu.

Presdir Yoon memerintahkan Direktur Kim untuk mencari tahu semua hal tentang Young Dal. (Saya bingung manggilnya siapa, tapi kayaknya dia bukan sekretaris hahaha salah satu direktur gitu kayak Hyun Pil Sang)

Presdir Yoon juga memerintahkan Hyun Pil Sang untuk terus mengawasi semua hal yang Young Dal lakukan.
Jung Hee di ruangan dealer memikirkan kenapa Young Dal tiba-tiba ada di perusahaan Dae Jung. Apa yang dilakukannya dengan pakaian rapi begitu.
Kim Sun Joo, Si pengkutnya Chung Ja menyampaikan kalau sekarang ada berita besar, “kalian sudah dengar tentang eksekutif baru kan? Apa kalian tahu siapa orangnya? Dia Heo Young Dal.”

Jung Hee yang ada di ruangan itu terkejut mendengar nama Young Dal disebut sebagai Direktur eksekutif yang baru. Chung Ja tak percaya, mana mungkin sampah seperti Young Dal menjadi eksekutif di Dae Jung grup.
Hyun Mi yang juga terkejut bertanya pelan pada Jung Hee, apa Jung Hee sudah tahu tentang ini. Jung Hee menggeleng, ia sama sekali tak tahu. Hyun Mi merasa kalau apa yang Sun Joo katakan ini benar, maka hal ini benar-benar berita yang mengejutkan.

Jung Hee mengingat ucapan Young Dal padanya. Bahwa sekarang Young Dal tahu siapa yang membuat perasaannya gelisah, kalau ia memikirkan semuanya ia bisa gila.

Saat itu Jung Hee berharap agar Young Dal jangan terlampau emosi karena masa lalu hingga menyakiti Young Dal sendiri. Ia ingin Young dal memikirkan saja bagaimana masa depan dengannya karena itu bisa menghilangkan kegelisahan di hati Young Dal. Tapi Young Dal tak bisa melupakan begitu saja masa lalunya, ia minta maaf pada Jung Hee karena tak akan dan tak bisa memaafkan mereka yang membuatnya seperti ini.
Jung Hee berpikir apa karena alasan itu Young Dal masuk menjadi eksekutif di Dae Jung. Ia yang khawatir hanya bisa menarik nafas.
Jun Ho menemui Jang Soo dan Jerry yang sudah menunggunya. Jun Ho memberi tahu kalau situasi kasino sekarang sedang gempar. Jang Soo tertawa yang membuat Jun Ho heran, apa Jang Soo dan Jerry sudah tahu ini. Jang Soo menjawab tentu saja karena itulah ia menjadikan Jun Ho sebagai informannya. Ia meyakinkan kalau karir Jun Ho di perusahaan ini akan lancar.

Jun Ho khawatir karena direktur (Yang Ha) menentang sekali masuknya Young Dal ke perusahaan. Jang Soo cuek, memangnya si Yang Ha itu mau apa, karena Young Dal akan tetap berada di Kasino Dae jung. “Dan kalau Young Dal diterima kau harus melakukan yang terbaik, mengerti?” Jun Ho menjawab mengerti.
Di rumah sakit, kondisi Jang Dong Soo memburuk. Para dokter yang merawat Dong Soo berlari menuju ruang perawatan Dong Soo. Mereka berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan Dong Soo. Shin Hye yang berada di ruangan itu sangat cemas, takut sesuatu yang lebih buruk lagi terjadi pada Dong Soo.
Manajer Bae menemui Ny Min. Ny Min tahu kalau Manajer Bae pasti teekejut dengan kedatangan Young Dal di Dae Jung. Ia mengatakan kalau informasi yang selama ini Manajer Bae berikan padanya itu untuk Young Dal. Jadi meskipun Manajer Bae tak tahu tapi secara tak langsung Manajer Bae berada di tim yang sama dengannya, terlibat dengannya. Manajer Bae terdiam cemas.

Ny Min meminta Manajer Bae jangan terlalu cemas memikirkan itu karena sekarang Manajer Bae tinggal mendukung Young Dal saja, maka Manajer Bae akan aman.
Man Bong menemui Young dal. Ia memberikan tepuk tangan memuji kalau Young Dal sudah melakukan hal yang bagus. “Kau memang hebat!” puji Man Bong. “Aku tak perlu khawatir menjadikan nyawamu sebagai jaminan, Young Dal-ah.”
Young Dal berkata kalau ia baru saja memulai permainannya. Man Bong mengatakan kalau apa yang Young Dal lakukan ini, Young Dal lakukan bersamanya, jadi ia akan melakukan semua rencana Young Dal supaya mereka bisa menang. Young Dal tanya bagaimana dengan Go Bok Tae.

Man Bong : “Jika kita mencoba mengalahkan Go Bok Tae, kita memerlukan Go Dae Chul (yang nusuk Dong Soo) yang bekerja untuk Go Bok Tae. Itu akan sulit. Kalau aku menjadi Go Bok Tae, Dae Chul akan jatuh kali ini atau aku akan menyuruhnya bersembunyi. Hanya ada satu cara mengalahkan Go Bok Tae.”

Young Dal mengerti maksud yang Man Bong katakan.
Young Dal menerima sms dari Shin Hye mengabarkan kalau kondisi Dong Soo sekarang sedang kritis. Shin Hye memintanya untuk segera datang ke rumah sakit. Young Dal pun segera ke rumah sakit.
Di rumah sakit, Detektif Tak Jae Gul bertanya pada Shin Hye mengenai kondisi Dong Soo sekarang. Shin Hye mengatakan kalau kondisi Dong Soo sekarang sudah stabil. Detektif Tak Jae Gul menarik nafas lega.

Shin Hye kemudian bertanya apa sudah mengetahui dimana keberadan Go Dae Chul. Detektif Tak menjawab belum, pihak kepolisian tak bisa menemuukan Dae Chul. Menurut analisanya pasti Go Bok Tae sudah menyingkirkan Dae Chul. Shin Hye cemas kalau begitu tak ada cara untuk membuktikan kalau ini perbuatan Go Bok Tae.

Ada sesuatu yang ingin Detektif Tak sampaikan pada Shin Hye, ia sudah lama ingin mengatakan ini. “Ini tentang ibu Jang Dong Soo, meskipun dia tahu dimana ibunya aku pikir dia tak mau menemuinya. Kalau Jang Dong Soo tak sadar juga dan tak melihat ibunya itu akan menyakitkan bagi Dong Soo.”
“Dimana dia?” tiba-tiba Young Dal bertanya.

Shin Hye dan Detektif Tak terkejut. Young Dal berkata kalau ia akan menemui wanita itu jadi katakan dimana dia.
Young Dal berdiri di depan warung makan. Ia ragu akankah ia masuk ke warung itu untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa rupa ibunya.

Flashback
Sebelum mendatangi tempat itu, Shin Hye mengatakan pada Young Dal kalau Dong Soo sudah tahu tentang keberadaan ibunya tapi tak bisa menemuinya. Dong Soo ingin tahu keadaan ibunya, tapi Dong Soo membenci ibunya karena sudah meninggalkan dirinya dan adik-adiknya.

Shin Hye bertanya apa Young Dal mengingat sesuatu tentang ibu Young Dal itu. Young Dal menjawab kalau ia tak bisa mengingatnya meskipun sudah berusaha mengingatnya. Ia sudah melihat foto ayah di rumah Dong Soo sekali.

Shin Hye ingin tahu apa yang akan Young Dal lakukan ketika bertemu dengan ibu Young Dal nanti. Young Dal menjawab tak tahu, ia tak tahu harus bagaimana ketika bertemu ibunya nanti.

Flashback end
Young Dal pun memantapkan hatinya untuk masuk ke rumah makan itu. Ahjumma pemilik rumah makan menyambut ramah Young Dal. (Ini yang jadi si Ibu itu mertua jahatnya Chae Won di AHYI n Neneknya Ha Bin di Golden Rainbow hehehe)

Si ibu tersenyum manis pada Young Dal dan juga pada pelanggan lain di rumah makannya. Ia bertanya Young Dal mau pesan makan apa. Young Dal memesan ayam dan bir. Si ibu itu berjalan berlenggak-lenggok mengambilkan pesanan pelanggannya.

Young Dal melihat sekeliling tempat itu. Jadi wanita itu ibu kandungnya, ibu yang selama ini meninggalkan dirinya dan meninggalkan saudara-saudaranya.
Si ibu heran karena belum pernah melihat Young Dal makan di tempatnya, “kau bukan dari kota ini kan?”

Young Dal menjawab bukan, “aku sedang mencari seseorang.”

Si ibu tersenyum manis bertanya, “siapa? Pacarmu ya? Aku kenal semua gadis di kota ini. Katakan padaku!”

Young Dal : “Aku rasa anda tak akan mengenalnya,”

Si ibu tersenyum, “hmmm kau tampan sekali, anak muda.”

Young Dal menatap wanita yang kini berada di depannya, yang terus tersenyum menggoda padanya.
“Hei Ny Kim!” panggil ahjussi pelanggan di meja sebelah. “Jangan menggoda anak muda itu, kesini saja!”
Si ibu ngomel-ngomel, ia pun berjalan berlenggak-lenggok ke meja pelanggannya dan duduk di samping mereka. Bahkan ia pun tersenyum tak keberatan ketika si ahjussi merangkulnya dan tertawa-tawa bersama.

Young Dal menunduk sedih, tak sanggup melihatnya.
Seorang pemuda masuk ke rumah makan kecil itu. Si ibu kesal melihat anak muda itu, ia memarahinya, “kau bermain biliar semalaman lagi?”

Pemudi itu meminta uang pada si ibu. Si ibu tak sudi memberikannya, pemuda itu marah ia menendang pintu. Takut terjadi sesuatu, si ibu pun memberikan uangnya. Karena tak cukup pemuda itu mengancam akan memukul dan menghancurkan tempat ini. Si ibu pun memberikan semua uangnya pada pemuda itu.
Ahjussi pelanggan heran dengan tingkah anak muda itu, “Dia bahkan bukan anak kandungmu. Kenapa kau takut sekali padanya?”

Si ibu duduk kembali di samping ahjussi dan mengeluh, “Karena ini adalah hukuman untukku.” keluhnya.

Ahjussi tambah heran, “apa kau melakukan sesuatu hingga pantas dihukum?”

“Benar.” jawab si ibu. “Aku melakukan sesuatu yang membuatku pantas masuk neraka.”

Young Dal yang menyaksikan semua itu terdiam sedih. Ia pun akan pergi dari sana.
Si ibu heran, apa Young Dal sudah mau pergi. Ia minta maaf atas keributan tadi. Young Dal bilang tak apa-apa. Ia membayar makanan dan minuman yang di pesannya dengan uang 100rb won. Si ibu bilang tak ada kembaliannya. Young Dal tak usah dikembalikan kembaliannya. Young Dal keluar dari tempat itu dengan perasaan sedih. Kebalikan untuk si ibu yang senang bukan main karena mendapatkan pelanggan makan yang bayarnya gede. (ya ampun Young Dal ga menatap lawan bicaranya, sungkan kah atau memang ga mau melihatnya)
Young Dal berdiri terdiam di depan rumah makan itu. Tanpa terasa air matanya menetes karena pada akhirnya ia bisa kembali melihat ibunya meskipun dengan perasaan kecewa dan sedih.
Young Dal mendatangi tempat biliar dan menghajar si pemuda yang minta uang ke ibu itu. Young Dal memperingatkan teman-teman pemuda itu agar jangan ikut campur kalau tak mau terluka. Mereka pun diam.
Pemuda tu heran, siapa Young Dal kenapa tiba-tiba melakukan menghajarnya. Young Dal terus menghajar dan menendang pemuda itu. Ia menyuruh pemuda itu berlutut.
Young Dal menggaplok kepala pemuda itu, “Kau sadarlah dan bersikap baiklah pada ibumu!”

Pemuda itu masih tak mengerti kenapa Young Dal melakukan ini padanya, siapa Young Dal.
Young Dal : “Karena kau hidup seperti sampah. Maka surga akan menghukummu.”

Pemuda itu tertawa remeh. Tapi takut juga pada Young Dal. Young Dal pun meninggalkan tempat itu.

(Walaupun kecewa dengan sikap ibunya tapi Young Dal masih memiliki kasih sayang, dia tak terima seorang ibu diperlakukan seperti itu)
Young Dal menjenguk Dong Soo di rumah sakit. Dong Soo masih belum sadarkan diri.

“Hyung.... Aku tidak ingat apapun tentang ayah dan ibu. Jadi aku hanya membayangkannya. Ketika pertama kali masuk penjara aku ikut perpeloncoan di hari pertama, badanku memar hingga tak bisa tidur. Untuk pertama kalinya aku menangis dan ingin bertemu ibu. Saat masalah semakin sulit, ibu dan ayah adalah bagian terbesar dalam bayanganku. Kalau aku tak begitu, aku tak akan bisa bertahan. Kalau tebakanku benar, kau mungkin juga seperti itu. Karena itu, lebih baik kau tak menemui ibu. Lebih baik kita biarkan dia berada dalam bayangan kita.”

Air mata Young Dal menetes ketika mengatakan itu semua pada Dong Soo.
Jung Hee sampai di rumah ketika Nenek dan Byung Soo sedang makan malam. Jung Hee heran kenapa Nenek dan Byung Soo baru makan. Nenek bilang kalau mereka menunggu Jung Hee. Jung Hee akan masuk kamar tapi nenek memintanya untuk duduk sebentar.
Nenek berkata kalau ia mendengar dari Jang Soo bahwa Young Dal sekarang mendapatkan posisi tinggi di perusahaan Dae Jung, apa itu benar. Jung Hee yang tak begitu jelas tahu hanya menjawab ya begitulah. Nenek heran apa Young Dal tak mengatakan itu pada Jung Hee. Jung Hee menjawab tidak. Nenek tambah heran dan menilai ini aneh sekali, bukankah Jung Hee dan Young Dal ini pacaran, masa Young Dal tidak menceritakan itu pada Jung Hee.
Byung Soo menebak kalau Noona-nya ini pasti dicampakan oleh Young Dal. “Dia mencampakanmu demi pekerjaan.”

Plok, Jung Hee menggetok kepala adiknya karena bicara tak sopan. “Hei habiskan saja makananmu!”

Byung Soo kesal kenapa kepalanya selalu saja digetok. Nenek menasehati agar Byung Soo berhati hati kalau bicara.
Jung Hee melamun di depan meja riasnya. Ia benar-benar tak mengerti kenapa Young Dal sampai masuk ke perusahaan Dae Jung menjadi salah satu eksekutif disana.
Yang Ha minum-minum sendirian di bar. Ia mengingat perbincangannya dengan Young Dal.

Flashback
Young Dal mengatakan kalau langit tak akan runtuh dengan dirinya bekerja di perusahaan Dae Jung jadi kenapa Yang Ha tak tersenyum. “Apa kau bersikap berlebihan hanya karena kemunculanku?”

Yang Ha mencibir Young Dal jangan terlalu sombong dulu karena ia masih belum menerima Young Dal masuk ke perusahaan.

Young Dal tak masalah, “Meskipun aku bodoh, tapi aku masih bisa bermain catur. Ada yang namanya langkah skakmat dalam catur. Jangan bergerak seperti itu, kau sudah skakmat sekarang.”

Yang Ha bilang kalau ia tinggal membalikkan papan caturnya saja.

Young Dal membenarkan, “Kau sudah pernah menusukku dari belakang dengan memanfaatkan Go Bok Tae. Trik pengecutmu tak akan mempan lagi untukku. Jadi jangan coba-coba. Sangat memalukan mengelabui aku, disaat kau berada di tempat tinggi dan aku yang hanya seorang sampah.”

Flashback end
Di kantor polisi, kepolisian membebaskan Go Bok Tae karena kurangnya bukti tuduhan yang mengarah ke Go Bok Tae. Mereka melepaskan borgol yang ada di tangan Go Bok Tae dengan terpaksa. Go Bok Tae memperhatikan satu persatu wajah kekecewaan mereka.

Go Bok Tae menyindir kalau para detektif itu sangat mudah ditebak, “pajak yang aku bayar untuk gaji kalian terbuang sia-sia.”
“Diam kau.” Detektif marah, ia mencengeram baju Go Bok Tae. “Kalau kau masih bicara, wajahmu akan babak belur lagi.”

Detektif Tak meminta rekannya lebih bersabar jangan terlampau emosi.

Go Bok Tae memperingatkan kalau kali ini ia tak akan membiarkan begitu saja. “Kalian sebaiknya bersiap-siap. Detektif-detektif itu menatap kepergian Go Bok Tae dengan tatapan kesal.
Kang Jin menggerutu, Jang Dong Soo sedang berjuang antara hidup dan mati tapi si brengsek Go Bok Tae itu malah... haruskah kita melepaskannya?

Detektif Tak Jae Gul tak ada pilihan lain, “kita masih belum menemukan dimana Go Dae Chul.”
Go Bok Tae bertanya pada sekretarisnya bagaimana keadaan Dong Soo. Sekretaris Gong mengatakan kalau Dong Soo masih koma. Go Bok Tae mencibir kalau nyawa Dong Soo ternyata panjang juga, ia sedikit khawatir apa tidak akan ada masalah dengan Dae Chul. Sekretaris berkata kalau Go Bok Tae tak usah khawatirkan itu.
Go Bok Tae mengingat apa yang Young Dal katakan sebelum menghajarnya. Bahwa Young Dal yang sekarang bukanlah Heo Young Dal melainkan Jang Dong Chul, putra Jang Jong Guk yang Go Bok Tae bunuh dan adik Jang Dong Soo, orang yang coba Go Bok Tae bunuh.
Go Bok Tae menyampaikan pada sekretarisnya kalau Young Dal itu adiknya Dong Soo. Sekretaris Gong kaget mendengarnya. Go Bok Tae mengatakan kalau di hari seharusnya ia menemui Ny Min, Heo Young Dal lah yang datang. Saat itu Young Dal berusaha membunuhnya, Young Dal mengatakan padanya kalau dia adiknya Dong Soo.
Ny Min dan Hyun Tak keluar dari kantornya tapi dicegat oleh beberapa orang suruhan Go Bok Tae. Keduanya terkejut, Hyun Tak memprotes apa yang mereka lakukan kenapa menghalangi jalan. Hyun Tak tak mendapatkan jawaban ia malah dipukuli hingga babak belur.

Salah satu dari mereka berkata pada Ny Min kalau Go Bok Tae ingin bertemu. Ny Min tak mau diperintah untuk menemui orang seperti itu, kalau Go Bok Tae ada perlu padanya lebih baik datang sendiri menemuinya.
Mereka akan membawa paksa Ny Min. Ny Min jelas menolak dan menampar salah satu dari mereka. Tapi akibatnya perut Ny Min malah ditonjok. Ny Min dan Hyun Tak pun terpaksa ikut dengan mereka.
Ny Min dan Hyun Tak disekap di gudang. Go Bok Tae dan sekretarisnya sampai disana. Ny Min marah sekali pada Go Bok Tae, kalau suaminya tahu tentang ini dia tak akan melepaskan Go Bok Tae.
Go Bok Tae tak takut dengan ancaman Ny Min. Ia sudah tahu kepribadian Ny Min yang buruk. “Aku berhati-hati terhadap suamimu, Yook Chul Ahn. Tapi aku sudah kewalahan mengurus semuanya sekarang. Jawab saja yang aku tanyakan atau tutup mulutmu. Heo Young Dal dan Jang Dong Soo ternyata bersaudara. Katakan padaku yang sebenarnya.”

Ny Min diam cuek menutup rapat-rapat mulutnya.
Go Bok Tae maju mendekati Ny Min, plak.. ia menampar Ny Min keras. Hyun Tak yang sudah dipukuli oleh anak buah Go Bok Tae tak bisa berbuat banyak untuk membantu Ny Min.

Go Bok Tae murka, “aku tak akan bertanya 2 kali, aku tak ingin mendengar omong kosong.” Tapi Ny Min tetap menutup mulutnya rapat-rapat membuat Go Bok Tae benar-benar murka.
Young Dal menemui Tn Ahn disebuah restouran, disana Tn Ahn bersama seorang pria. Tn Ahn mengatakan kalau ia meminta Young Dal datang agar bisa membantu Young Dal. Ia memperkanalkan pria di sampingnya sebagai seorang yang bisa mengajarkan Young Dal semua tentang bisnis kasino.
Pria disebelah Tn Ahn memperkenalkan dirinya bernama Moon Peter. Ia sudah bekerja di kasino Las Vegas selama 30 tahun. Karirnya bermula menjadi dealer, kemudian menjadi manajer dan pit boss hingga eksekutif. Tidak banyak orang yang tahu tentang kasino sebanyak yang ia tahu.

Tn Ahn : “Aku sudah melihat bagaimana Yoon Yang Ha memperlakukanmu. Kau akan dalam masalah kalau tak ada persiapan. Belajarlah setiap kau punya waktu.”

Young Dal mengerti dan akan melakukannya.

Moon Peter memberikan laporan tentang kekurangan kasino Dae Jung. Dokumen laporan itu akan membantu jika Young Dal mempelajarinya. Young Dal sangat berterima kasih atas bantuan ini.
Hingga malam Young Dal masih di kantornya mempelajari dokumen laporan yang ia terima dari Moon Peter.
Young Dal menerima telepon dari yang menanyakan apa Young Dal tahu kalau Go Bok Tae sudah bebas dari penjara. Young Dal menjawab belum. Ny Min yang masih marah mengatakan kalau ia disekap oleh Go Bok Tae dan ditanyai. Young Dal kaget dan segera menemui Ny Min.
Ny Min ternyata dibebaskan juga oleh Go Bok Tae. Young Dal terkejut melihat wajah Hyun Tak yang babak belur. Ny Min merasa kalau Bok Tae pasti terkejut mendengar kenyataan bahwa Young Dal dan Dong Soo bersaudara. “Ayahmu pernah menjadi korbannya, mungkin karena itu dia kaget. Dia memaksaku mengatakan hubungan kalian.”

“Lalu Apa yang anda katakan?” tanya Young Dal.

“Aku bilang aku tak tahu.” Jawab Ny Min. “Tapi tatapan Go Bok Tae sudah menggila.”

Hyun Tak yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya berkata kalau dirinya hampir mati dipukuli dan memperingatkan kalau sekarang Young Dal sudah menjadi targetnya Go Bok Tae.
Sekretaris Gong melapor pada Go Bok Tae kalau sekarang Young Dal menjadi eksekutif baru di kasino Dae Jung. Go Bok Tae tak mengerti bagaimana Young Dal bisa diposisi itu. Sekretaris mengatakan syarat yang diajukan Ahn Chang Bong adalah Young Dal harus menjadi eksekutif di Kasino Dae Jung. Go Bok Tae menilai ini hambatan yang besar, ia kesal apa saja sih yang Yoon Yang Ha lakukan.
Ji Yeon (belum tahu nama peran disini Ji Yeon T-ARA siapa hehehe) bersenang-senang di diskotik. Ia yang menari di lantai dansa melihat Yang Ha hanya duduk diam sambil minum. Ia tersenyum menghampiri Yang Ha.
Ji Yeon tanya apa Yang Ha tak turun ke lantai dansa. Yang Ha menjawab dingin tidak. Ji Yeon tersenyum menebak apa Yang Ha membenci bertemu dengannya. Yang Ha menjawab tidak juga, hanya saja ini sedikit membosankan. Ji Yeon tanya apa ada seorang gadis yang menyenangkan. Yang Ha menjawab tak ada.
Ji Yeon tiba-tiba mengcup bibir Yang Ha, “Kalau aku melakukan ini apa masih bosan?”

Yang Ha masih bersikap dingin dan cuek, “ah aku tak tahu dengan ciuman. Mungkin tidur bersama akan membantu.” (hahaha)

“Baiklah.” Ji Yeon tersenyum setuju.
Yang Ha terkejut ucapan asal-asalannya direspon baik oleh Ji Yeon. Ia tertawa. Ji Yeon tanya kenapa. Yang Ha berkata kalau ia menyukai orang seperti Ji Yeon.

Ji Yeon : “Kau akan bersenang-senang denganku dan semakin menyukaiku.”

Ji Yeon kembali ke lantai dansa.
Yang Ha menerima telp dari Go Bok Tae yang meminta bertemu. Tapi Yang Ha sedang malas bertemu orang karena suasana hatinya sedang jelek. Go Bok Tae tak peduli dengan suasana hati Yang Ha karena yang akan ia bicarakan adalah masalah Young Dal.
Yang Ha sampai di kantor Go Bok Tae. Go Bok Tae sudah mendengar tentang Young Dal yang masuk ke kasino dae jung. Ia tak mengerti kenapa Yang Ha menerima Young Dal. Ia ingin Yang Ha mengeluarkan Young Dal dari kasino sekarang juga. Tapi tak ada yang bisa Yang Ha lakukan sampai Young Dal keluar sendiri.

“Kalau begitu paksa dia keluar!” tuntut Go Bok Tae emosi.

Yang Ha heran kenapa Go Bok Tae ngotot begitu, memangnya apa masalahnya.

Go Bok Tae : “Heo Young Dal itu adik kandung Jang Dong Soo.”

Yang Ha tentu saja kaget mendengar kenyataan yang mengejutkan itu.

Go Bok Tae : “Kalau dia bekerja disana, dia akan sangat berbahaya.”
Tn Yang berada di ruangan Madam Jang di kasino ilegal. “Bukankah itu keterlaluan? Kenapa kau tak mengerti perasaaku? Aku memberimu waktu dan uangku, juga hatiku. Kenapa kau malah tertarik pada preman itu ketika kau memiliki aku?” (hahahaha)

Tn Yang cemburu karena melihat Madam Jang dan Man Bong makan malam bersama. Madam Jang kesal apa Tn Yang ini menguntitnya, kenapa melakukan itu.

“Madam Jang, ini karena aku menyukaimu.” Ucap Tn Yang (hahaha)

Madam Jang cuek bebek.
Tn Yang berkata kalau putranya bahkan tak tahu ini, “kau tahu gedung 5 lantai di 3 ruas itu kan? Sebenarnya itu miliku.”

Madam Jang terkejut tapi tetap cuek, benarkah?

Tn Yang berkata untuk apa ia berbohong. Ia menyadari kalau dirinya ini pantas untuk Madam Jang. Madam Jang tersenyum menilai kalau gedung itu sangat mahal. Tn Yang menjawab tentu saja, ia menggenggam tangan Madam Jang, “kalau kita bersama gedung itu akan kubuat atas namamu.” Madam Jang tertawa walaupun ia agak jengah juga hahaha.
Man Kang tiba-tiba masuk ke ruangan Madam Jang. Tn Yang lansgung melepas genggaman tangannya. Man Kang memberi tahu kalau sesuatu telah terjadi di kasino mereka, Preman-preman dari Jungang dong datang dan menghancurkan semuanya.
Madam Jang melihat melalui kamera cctv dan terkejut preman-preman itu menghancurkan kasinonya. Ia marah.
Madam Jang yang marah tak terima kasinonya dihancurkan seperti itu. Salah satu dari mereka mengatakan kalau mulai hari ini mereka mengambil alih kasino. Man Kang ikut marah tapi naas dia malah mendapatkan pukulan di wajahnya. Madam Jang tambah marah dan akan melawan tapi Tn Yang menahannya.
“Hei...” Tiba-tiba Man Bong datang berteriak. Mereka tanya siapa Man Bong. Man Bong menyebutkan namanya, Han Man Bong. Preman itu tertawa, ia tak peduli siapa Man Bong, lebih baik menyingkir sana.

Man Bong : “Kau pasti bukan dari planet ini sampai tak tahu siapa aku. Kau harus dihukum.”
Terjadi pekelahian diantara mereka. Man Bong menghajar mereka satu persatu. Madam Jang terkesan dan semakin terpesona pada Man Bong. Mereka pun kabur.
Madam Jang khawatir dan bertanya apa Man Bong baik-baik saja. Man Bong balik bertanya apa Madam Jang tidak terluka (hahaha lebay). Madam Jang melihat Man Bong berkeringat dan mengusapnya.
Jelas ini membuat Tn Yang kesal, “Berani sekali dia menerima semua pujian itu. Si gurita itu....” Tn Yang mewek mewek. (wakaka sebenarnya nih adegan seru berantemnya tapi malah jadi lucu liat mereka)
Jung Hee menemui Manajernya, ia menanyakan tentang surat pengunduran dirinya. Hwa Ran mengatakan kalau itu belum diproses. Jung Hee minta maaf tapi bisakah surat pengunduran dirinya itu dicabut kembali. Hwa Ran tanya kenapa, apa proses masuk ke Kasino Lucky tidak lancar. Jung Hee bilang bukan itu, ia hanya ingin tetap bekerja disini.

Hwa Ran menilai itu keputusan yang bagus, ia mengerti kalau Jung Hee pasti berat dengan rumor antara Jung Hee dengan direktur karena menurutnya itu bukan sesuatu yang harus dibawa sulit. Ia akan membatalkan surat pengunduruan diri Jung Hee, jadi tak usah khawatir. Jung Hee berterima kasih.

(ini Jung Hee kenapa ga jadi pindah, apa karena tahu Young Dal juga kerja di Dae Jung. Jadi dia mutusin buat tetap kerja disana, biar sama-sama, biar bisa men-support hahaha)
Jung Hee berpapasan dengan Young Dal. Sepi, tak ada suara yang keluar dari keduanya.

Jung Hee membuka obrolan bertanya apa Young Dal baik-baik saja. Young Dal menjawab pendek ya. Jung Hee juga menayakan kabar saudara Young Dal. Young Dal menjawab kalau saudaranya masih belum sadar. Jung Hee berharap saudara young dal segera sehat kembali.
Jung Hee juga menanyakan apa Young Dal tak pulang lagi ke rumahnya. Young Dal berkata kalau ia sedang mempelajari bisnis jadi ia akan sangat sibuk. Jung Hee mengerti ia tak memaksa, ia tersenyum mengatakan meskipun Young Dal sibuk ia harap Young Dal makan teratur dan jangan terlalu berlebihan.
Jung Hee akan pergi tapi Young Dal memanggilnya, “aku tak mau menarikmu masuk ke dalam hidupku yang berantakan. Aku tak bisa memintamu menungguku lagi. Lupakan saja aku.”

Jung Hee terkejut mendengar perkataan dari Young Dal. Tapi ia tak mau melakukan apa yang Young Dal katakan. “Yang aku sesali saat ini adalah tidak ada yang bisa kulakukan dan hanya melihatmu saja dan juga menunggumu. Selesaikan pertarunganmu secepatnya.”

(Sangat wajar Young Dal mengucapkan itu pada Jung Hee. Ia tak ingin Jung Hee ikut terjerat dalam masalahnya. Ia ingin membebaskan Jung Hee. Tapi Jung Hee disini seperti Shin Hye, yang mendukung pasangannya untuk menyelesaikan masalah dan mungkin dengan dirinya tetap berada di kasino Dae Jung itu akan membantu Young Dal)
Yang Ha menyampaikan pada ayahnya tentang Young Dal yang merupakan adik Jang Dong Soo. Presdir Yoon tentu saja terkejut. Yang Ha memberi tahu ayahnya kalau nama Heo Young Dal yang sebenarnya adalah Jang Dong Chul. “Walaupun kita membutuhkan dana tapi kita harus mengusir dia.”

Presdir Yoon yang terkejut mencoba bersikap tenang, “Kenapa aku harus membuang bawahanku? Apa kau tak percaya diri? Kau bilang dia hanya sampah. Apa masuk akal kau tak mampu mengendalikan dia dan malah takut padanya? Tak peduli trik apa yang dia miliki kau hanya perlu menyerangnya lebih dulu.”

(Presdir Yoon pasti tahu kalau Yang Ha yang dia adopsi itu anaknya Jang Jong Guk si Jang Dong Woo. Kalau enggak kenapa dia bisa santai begitu. Dia bakal membuat dua bersaudara melawan adik kecilnya yang ternyata hanya dijadikan senjata oleh Presdir Yoon. Tapi yang saya heran kalau benar Yang Ha di adopsi untuk senjata, kenapaPresdir Yoon akan mewariskan Dae Jung pada Yang Ha. Apa itu hanya gertakan saja supaya Yang Ha nurut dan takut didepak. Kasihan Yang Ha, apalagi kalau dia lagi stresss)
Jun Ho masuk ke ruangan Young Dal. Ia menyampaikan kalau Presdir Yoon akan hadir dalam rapat pegawai eksekutif. Young Dal tanya apa Presdir Yoon selalu menghadiri rapat seperti itu. Jun Ho menjawab tidak selalu, ia merasa kalau Presdir ingin melihat hasil kerja Young Dal. Young Dal mengerti.

Sebelum Jun Ho keluar dari ruangannya Young Dal berterima kasih pada Jun Ho yang sudah memberikan informasi padanya. Jun Ho tersenyum dan berterima kasih kembali.

Hmmm jadi itu dokmen yang Jun Ho copy dari laptopnya Yang Ha ya hehehe.
Ketika Tn Yang sampai di pegadaiannya, ia terkejut begitu melihat putranya dan Jerry mengenakan setelan jas rapi. Ia heran apa yang Jang Soo dan Jerry lakukan, apa ada yang menikah? Jang Soo menyahut mana ada pernikahan di hari kerja. “Anakmu ini Yang Jang Soo, mendapatkan pekerjaan.”

“Kerja?” Tn Yang tertawa remeh. Ia menilai kalau putranya ini sudah berlebihan karena Young Dal.

Jerry berkata kalau ia dan Jang Soo tidak berlebihan, karena ini sungguh terjadi. “Ini beneran terjadi.” Jerry terlihat sangat semangat.

Saking lebay karena bersemangat Jang Soo juga mengatakan kalau jantungnya sampai hampir meledak. Hahaha

Ayahnya heran, “Kalian ini salah makan ya? Ada apa dengan kalian?”

Jang Soo dan Jerry tos semangat sebelum pergi hingga membuat Tn Yang semakin heran, ada apa dengan mereka berdua.
Di rumah sakit, ketika Shin Hye sedang membetulkan selimut Dong Soo ia melihat jemari Dong Soo bergerak.
“Dong Soo-ssi, Dong Soo-ssi..!” Shin Hye berulang kali memanggil Dong Soo.

Perlahan Dong Soo membuka matanya. Shin Hye senang Dong Soo telah sadar, “Dong Soo ini aku.. apa kau bisa mengenaliku?”

Dong Soo berusaha mengenali sekelilingnya dan melihat Shin Hye di depannya.
Yang Ha mempersiapkan diri sebelum mengikuti rapat anggota eksekutif nanti. Ia tampak serius menyiapkan segalanya. Yoon Ah masuk memebri tahu kalau Presdir sebentar lagi sampai di ruangan rapat.
Jang Soo dan Jerry sampai di Dae Jung. Keduanya gugup. Young Dal mengajak kedua temannya masuk ke ruang rapat. Tapi Jang Soo cemas, takut kalau kehadirannya dan Jerry hanya akan menambah masalah bagi Young Dal. Young Dal bilang tidak karena ada sesuatu yang harus Jang Soo dan Jerry lakukan.
Young Dal masuk ke ruang rapat bersama Jang Soo dan Jerry. Yang Ha dan yang lainnya terkejut melihat teman Young Dal ikut hadir. Mereka bertanya siapa yang Young Dal bawa. Young Dal berkata kalau ia akan memberitahukannya langsung pada Presdir nanti. Jang Soo dan Jerry pun duduk di tempat mereka diantara para peserta rapat.
Presdir Yoon sampai di ruangan bersama Direktur Hyun dan Direktur Kim. Rapat pun dimulai.

Direktur Hyun Pil Sang : “Sejak kasino dae jung dibuka penjualan kita meningkat 30%. Tapi 3 tahun terakhir peningkatan kita hanya 4% dan tahun ini mungkin akan minus. Rapat ini untuk menganalisis penjualan kita dan juga penanggulangan rencana.”
Di tempat lain, dilakukanlah perjamuan antara Ny Min dan Man Bong di depan anggota gengster.
Ny Min : “Bos kalian dalam penjara dan memintaku menyampaikan ini. Sekarang kita akan mulai berperang melawan Go Bok Tae.”

Man Bong : “Kalian dengar itu? Ini adalah perang. Perang!”

Terdengar suara serempak menjawab ya dari anggota gengster.

(Syukur deh kalau Man Bong ga dipihak yang berseberangan dengan Young Dal. Man Bong disini posisinya ingin mengambil alih wilayah yang dipimpin oleh Go Bok Tae gitu. Biasa lah kalau preman kan punya anak buah dan wilayah, Man Bong ingin menguasai itu dari Go Bok Tae)
Shin Hye bertanya pada Dong Soo yang sudah sadar, apa Dong Soo kenal dengan Go Dae Chul karena pria itulah yang menusuk Dong Soo. Dong Soo menebak ini pasti atas perintah Go Bok Tae.

Shin Hye tahu itu, makanya ia menahan Go Bok Tae di penjara dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Tapi kami tak bia menemukan Go Dae Chul untuk menghubungkan dia dengan Go Bok Tae.

Dong Soo menebak kalau benar Go Bok Tae pelakuknya, pasti Go Dae Chul suah mati untuk menyingkirkan bukti.

Dong Soo kemudian bertanya bagaimana dnegan kasino Dae Jung. Shin Hye mengatakan kalau Young Dal yang menggantikan Dong Soo. Dong Soo bersyukur lega. Ia menyadari kalau dirinya tak bisa bertarung dengan kondisi seperti ini.
Shi Hye kemudian bicara jujur bahwa Young Dal telah menemukan ingatannya yang hilang, juga mengingat nama hyung dan adiknya. Dong Soo menyahut kalau itu bagus, jadi ia dan Shin Hye bisa membantu mencari mereka. “Siapa nama mereka?” tanya Dong Soo.

“Jang Dong Soo dan Jang Dong Woo.” Jawab Shin Hye.

Dong Soo tak mengerti. Shin Hye melanjutkan bahwa nama asli Young Dal adala Jang Dong Chul.

Dong Soo terdiam terkejut mendengar bahwa Dong Chul, adiknya yang hilang adalah Young Dal. “Maksudmu Young Dal adalah Dong Chul?”

Shin Hye mengangguk.
Kembali ke rapat, Yang Ha menyampaikan alasan terbesar penurunan penjualan mereka, itu karena pemasaran yang buruk. “Seperti yang kalian ketahui di kasino Las Vegas seluruh keluarga datang dan menikmati banyak hal yang bisa ditawarkan di kompleks resor. Tapi di Kasino Dae Jung selalu mendahulukan perjudian dan itu memberikan suasana negatif. Karena itu, kalau taman hiburan kita dilengkapi dan melakukan pemasaran dengan baik aku yakin penjualaan kita akan meningkat.”

Mereka tepuk tangan menyambut baik ide Yang Ha.
“Aku punya pendapat yang berbeda.” sahut Young Dal. Ia pun berdiri. “Menurutku alasan penurunan penjualan adalah strategi bisnis.”

“Atas dasar apa kau mengatakan itu?” tanya Direktur Hyun Pil Sang.

Young Dal : “Dalam 3 tahun terakhir jumlah pelanggan VIP menurun hingga 30%. Pelanggan VIP ini lebih memilih kasino di luar negeri karena kita tidak mampu menjaga pelanggan kita sehingga penjualaan menurun. Kebanyakan pelanggan kasino Dae Jung warga asing nyaris mencapai 5%. Kalau kita tidak menargetkan pelanggan China yang kaya maka akan sulit menaikan penjualan. Sekali lagi, kita harus mengembalikan pelanggan kita yang hilang dan pelanggan kaya untuk menyelamatkan kasino Dae Jung.”

Yang Ha mencibir pendapat dan saran yang Young Dal sampaikan.
Semua pesera rapat diam. Presdir Yoon kemudian memberikan tepuk tangan untuk Young Dal diikuti tepuk tangan peserta rapat lain.

Yang Ha terkejut tak menyangka dengan raksi mereka atas pendapat dan ide yang Young Dal sampaikan.
Young Dal melanjutkan, “aku sudah membentuk tim untuk menarik pelanggan asing.” Ia menyuruh temannya untuk memperkenalkan diri.

Jang Soo dan Jerry pun berdiri gugup. Keduanya menyapa ramah. Young Dal mengatakan kalau Jang Soo dan Jerry sangat berpengalaman bekerja di Macau, jadi keduanya akan menarik pelanggan kaya di Macau.

Peserta rapat terdiam, diam remeh gitu. Dalam hati mereka mungkin bertanya-tanya, apa orang seperti Young Dal cs bisa melakukannya.
Usai rapat Presdir Yoon heran kenapa Yang Ha menyebut Young Dal sebagai preman dan sampah, karena menurutnya pertarungan pemasaran ini Yang Ha sudah kalah. Yang Ha tentu saja kesal dan kecewa karena tak bisa menunjukan yang terbaik di depan ayahnya. Ditambah lagi Young Dal lah yang mengalahkannya.
Young Dal dan kedua temannya masih di ruangan rapat. Jang Soo tak percaya ini, karena jujur saja ia hampir menangis karena Young Dal terus bicara. “Terimalah penghormatanku direktur eksekutif.” Jang Soo membungkuk pada Young Dal. I Love You, Young Dal, my friend.” lanjut Jang Soo.

“I love you juga.” Ucap Jerry. hahaha

Young Dal tertawa meminta kedua temannya jangan bicara omong kosong. Lebih baik atur rencana untuk menarik pelanggan dari Macau. Jang Soo dan Jerry mengerti.
Young Dal menerima sms dari Shin Hye yang mengabarkan bahwa Dong Soo sudah sadar. “Aku harus ke Seoul.” ucapnya pada kedua temannya. Tanpa pikir panjang Young Dal bergegas menuju rumah sakit.
Young Dal berjalan cepat, seolah tak percaya ia kembali membaca sms kiriman Shin Hye. Ia tersenyum bahagia kakaknya sudah selamat dari maut. Ia sesegera mungkin berlari agar sampai disana.
Shin Hye membantu Dong Soo membetulkan letak bantal. Tepat saat itu Young Dal sampai disana dengan perasaan campur aduk. Dong Soo yang terkejut melihat kedatangan Young Dal hanya bisa terdiam menatap pemuda itu.
Mata Young Dal berkaca-kaca saking bahagianya melihat Dong Soo sudah sadar. Air matanya hampir jatuh.

“Dong Chul-ah...!” sebut Dong Soo pada Young Dal.

“Hyung....!” ucap Young Dal dan air matanya pun jatuh.

Dong Soo tak menyangka bahwa pemuda yang ada di depannya kini adalah adiknya yang selama ini ia cari.
Young Dal menghampiri Dong Soo dan memeluknya. “Hyung...” ia tak kuasa lagi menahan tangisnya.

Dua saudara ini pun menangis tersedu-sedu melepas rindu yang teramat dalam.
Shin Hye yang ada disana tak kuasa membendung air matanya.

Bersambung di episode 17

Sumpah nangis liat ending episode ini... bagaimana dengan Yang Ha? Hyung... tolong selamatkan adik kecilmu.

Penasaran bagaimana cara kedua saudara ini tahu kalau Yang Ha itu Dong Woo. Ga mungkin Yang Ha dihipnoterapi seperti Young Dal kan?

9 comments:

  1. The best ending ever !!!
    Fighting mba :)

    ReplyDelete
  2. Hiks...hiks...mengharukan....baru kali ini liat LBS nangis keras klo Ydal klo nangis tetep keren(mulai aneh)...gomawo author Anis udh bikin sinop eps ini lgsg lgkap \^_^/...

    ReplyDelete
  3. kyaaaaa sedihnya...urri Ahjusi dah bangun...nggak makan gaji buta lagi kan Sis?#colekAnis hihihi...

    ReplyDelete
  4. mengharukan... sampai nangis aku di endingnya... meskipun cuma baca tp bisa ngerasain...
    jd pengen liat.. huhu

    ReplyDelete
  5. g tau mengapa tiap kali liat YD nangis q ikutan nangis...tinggal menunggu DS 'n YD tau kl YH adl mangnae'y...trus bersatu membalas dendam pd pres Yoon juga Go Bok tae...hancurkaaaanN...!!!

    ReplyDelete
  6. Wah.... Ending nya mengharukan...
    Young dal saranghae hehehe

    ReplyDelete
  7. Gereget sama Yang Ha apa hatinya gak merasa aneh gitu secara kakak-adek sama mereka.
    Tapi kasian juga sama dia kalau tau sebenernya orang yang mau dia hancurkan sehancur-hancurnya itu kakak-kakaknya sendiri ;(

    ReplyDelete
  8. cuman baca aja nangis yah ???? gmn liat filmnya yah ???

    keren nih drakor...padahal awalnya ga akan bagus ceritanya

    kayu 2 hyung selamtkan yang ha...trs barengan lawan presdir yoon n kroninya....

    san

    ReplyDelete
  9. Wuahh.. liat episode ini cengen ahh aku -_-
    dr Young Dal yg ktemu ibunya Trz Young Dal bisa mnggil Dong Soo 'Hyung' saat Dong Soo udh sdar.

    hahha.. ktwa wkt Madam Jang, Man Bong & ayah Jang Soo momen. :D

    wuahh.. suka dg Young Dal cs!! kompak bgt!!
    Jang Soo + Jerry yg mulai lebay.. hahhaa.

    wuahh.. suka sma kata2 Jung Hee "Aku tak bisa mlakukan apapun, aku hanya bisa melihat dan menunggumu" wuahh.. Jung Hee ttep stia. pdhl wkt Yang Ha curhat kn dy mulai goyah (eps.14)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...