Sunday, 22 June 2014

Sinopsis Triangle Episode 14

Shin Hye melakukan hipnoterapi pada Young Dal untuk membantu memulihkan ingatan masa lalu Young Dal. Ia memberi tanda pada Dong Soo yang baru datang agar jangan bersuara. Ia mulai menghitung mundur dari 5 sampai 1. Young Dal pun sudah berada di alam bawah sadarnya.

Shin Hye memulai pertanyaannya, “Saat pintu terbuka kau bisa mengingat semuanya.  Sekarang, apa yang kau lihat?”
Young Dal yang matanya terpejam berada di alam bawah sadar menjawab pertanyaan Shin Hye berdasarkan apa yang dilihatnya, “aku melihat anak kecil. Anak kecil yang menggendong bayi.”

“Dimana?” tanya Shin Hye.

“Aku tak tahu.” jawab Young Dal. “Saat itu masih malam, gelap dan dingin. Anak kecil itu menangis.”

“Apakah ada orang lain disana?” Shin Hye bertanya lagi.
“Hyung-ku ada disana. Dia berbicara padaku. Dia memintaku menjaga adikku. Dia kemudian pergi.” Air mata Young Dal menetes disela sudut matanya yang terpejam. Ia sesenggukan. “Aku takut,” tangis Young Dal.
Dong Soo memperhatikan dengan tatapan heran dan penuh tanda tanya.
Shin Hye bertanya apa Young Dal akan terus melanjutkan ini, katakan saja jika memang sudah tak kuat lagi. Young Dal tampak menarik nafas. Shin Hye pun melanjutkan, “Pintu kedua akan terbuka, apa yang kau lihat?”
“Sebuah mobil hitam.” jawab young dal. “Sebuah jeep masuk ke halaman. Seorang pria membawa adikku. Aku harus melindungi adikku. Tapi dia malah dibawa pergi dariku.”
Dong Chul berlari mengejae jeep yang membawa pergi Dong Woo. Ia tak sanggup berlari, ia terduduk dan menangis keras.

“Jeep itu membawa pergi adikku.” Young Dal kembali terisak. “Aku tak bisa melindungi adikku.” Tangis Young Dal semakin menyesakkan. “Ini salahku. Maafkan aku.”

Shin Hye bertanya apa Young Dal baik-baik saja.
Young Dal yang masih menangis dan berada di alam bawah sadar berkata, “Saat Hyung-ku kembali nanti, aku tak tahu apa yang akan kukatakan padanya. Maafkan aku. Dan aku sangat takut.”

Shin Hye pun menyudahi hipnoterapi-nya. Ia mengembalikan Young Dal agar kembali sadar dalam hitungan 5.
Young Dal membuka mata dan melihat sekeliling. Ia mengusap air matanya yang menetes. Ia terduduk melamun berusaha mengingat apa yang dilihat olehnya.

Dong Soo tak mengerti apa yang Shin Hye lakukan. Shin Hye mengatakan kalau ia menerapkan hipnoterapi untuk membawa kembali ingatan Young Dal. Dong Soo heran apa itu bisa. Shin Hye berkata bukankah Dong Soo melihatnya sendiri bahwa ingatan itu bisa kembali.

Shin Hye bertanya pada Young Dal apa ingat dengan apa yang Young Dal lihat tadi di alam bawah sadar. Young Dal berusaha mengingat-ingat, ia menggeleng menjawab tidak. Shin Hye bertanya lagi, bagaimana dengan orang tua Young Dal, bagaimana tampilan mereka. Young Dal menjawab tak tahu.

Dong Soo ikut penasaran, “kau punya kakak dan adik. Apa kau tak ingat nama mereka? Jika kau ingat. Kita bisa mulai menyelidiki mereka. Ingat siapa nama aslimu dan bukan nama Heo Young Dal.”

Young Dal menarik nafas, ia belum bisa mengingat itu. Shin Hye menilai itu tak apa-apa dan menurutnya hari ini sudah cukup. Ia merasa kalau Young Dal pasti lelah dengan terapi emosional seperti tadi. Ia meminta Young Dal istirahat.

Dong Soo terus menatap Young Dal dengan tatapan curiga dan penuh tanda tanya.
Setelah Young Dal pulang, Dong Soo memikirkan apa yang Young Dal ucapkan ketika melakukan hipnoterapi. Shin Hye tanya apa yang Dong Soo pikirkan. Dong Soo menjawab kalau ia sedang memikirkan Young Dal, “saat dia bilang dia memiliki kakak dan adik, aku jadi merinding.”

Shin Hye heran memangnya kenapa. Dong Soo mengatakan kalau Young Dal mengingatkan hal itu pada adiknya, saat ia kehilangan adik-adikknya. Shin Hye bertanya apa menurut Dong Soo, Young Dal adalah adik Dong Soo. Dong Soo berkata secara sepintas ia memiliki pikiran seperti itu.

Shin Hye bertanya lagi bagaimana jika Young Dal benar adik Dong Soo. Dong Soo berkata kalau sekarang ia tahu bagaimana penderitaan Young Dal, apa hak-nya meng-klaim diri sebagai kakaknya Young Dal. Shin Hye merasa kalau saja kita tahu dimana terjadinya kenangan itu semuanya pasti akan terlihat jelas tapi itu tak akan mudah.

Dong Soo bertanya apa Shin Hye akan melanjutkan hipnoterapi itu pada Young Dal. Shin Hye menjawab kalau Young Dal mau, ia akan melakukannya.
Young Dal sampai di kamarnya, di rumah Jung Hee. Ia berusaha mengingat masa lalunya, namun sulit. Pintu kamarnya diketuk. Jung Hee bertanya dari luar apa ia boleh masuk. Young Hal membolehkannya.

Jung Hee mambawakan minuman beras manis untuk Young Dal. Young Dal menyahut kalau ia suka minum gamju. Jung Hee heran disebutnya gamju. Young Dal menjawab tak tahu, kenapa sejak dulu ia menyebutnya dengan nama gamju.

Young Dal mencoba meminumnya dan memuji itu enak sekali. Ia ingin Jung Hee belajar masak daging babi pedas, sup tauge, dan gamju dari nenek. Jung Hee tanya kenapa ia harus melakukan itu. Young Dal menjawab itu supaya ia bisa memakannya kapan saja. (hahahaha)
Jung Hee ingin tahu untuk apa tadi Young Dal pergi ke Seoul. Young Dal mengatakan kalau ia menerima hipnoterapi dari seorang psikiater. Jung Hee heran kenapa menerima hipnoterapi. Young Dal menjelaskan kalau dirinya tak bisa mengingat masa kecilnya jadi ia tak tahu apakah ia memiliki keluarga atau dimana ia lahir, tapi psikiaternya bilang kalau dirinya bisa mengingat kembali dengan hipnoterapi ini.

Jung Hee penasaran bagaimana hasil hipnoterapinya. Young Dal mengatakan kalau ia bisa mengingat sedikit kenangan singkat. Jung Hee tambah penasaran kenangan seperti apa. Young Dal berkata bahwa ia mengingat kalau ia memiliki kakak dan adik.

Jung Hee bertanya apa sekarang Young Dal bisa menemukan mereka. Young Dal menjawab tidak, itu hanya sekilas saja yang bisa ia ingat. Jung Hee berharap Young Dal bisa menemukan mereka.
Go Bok Tae mengingat apa yang dikatakan Presdir Yoon padanya,

Flashback
Presdir Yoon : “Dulu saat masa pertambangan Dong Jin, Jang Jong Guk adalah ancaman terbesarku dan kau yang menyingkirkannya. Sekarang anaknya menjadi ancaman yang lebih besar. Kau harus segera menyingkirkannya. Aku tak bisa membiarkanya begitu saja.”

Go Bok Tae menanyakan imbalan jika ia melakukan perintah itu. Presdir Yoon berkata dulu ketika Go Bok Tae berhasil menyingkirkan Jang Jong Guk, ia menjadikan Go Bok Tae sebagai gengster di bawah komandonya. Sekarang, ia akan memasukan Go Bok Tae ke dalam bisnis kasino Dae Jung dan Resor Yeongjongdo. Ia menilai kalau ancaman Jang Dong Soo tak hanya mengganggunya tapi pasti akan mengganggu Go Bok Tae juga.

Go Bok Tae berkata kalau ia hampir lupa bahwa Dong Soo merupakan ancaman baginya juga. Ia pun akan melakukan apa yang diminta Presdir Yoon. Presdir Yoon berharap Go Bok Tae jangan sampi lengah terhadap Dong Soo karena Dong Soo sudah menyusun rencana yang sempurna.

Flashback end
Sekretaris Go Bok Tae datang bersama seorang pria misterius. Sekretaris mengatakan kalau mereka menyerahkan masalah ini pada pria itu maka semuanya akan beres. Go Bok Tae tanya apa pria itu hebat dalam bermain pisau. Pria itu menunduk (menunduk apa menganggukya). Go Bok Tae menyuruh pria itu pergi.

Sekretarisnya bertanya ada apa. Go Bok Tae mengatakan kalau Jang Dong Soo meninggal sekarang siapa yang akan menjadi tersangka utamanya (pasti dirinya yang jadi tertuduh gitu). “Kita tak bisa menyelesaikannya hanya dengan pisau. Kita harus menggunakan otak bukan otot. Jadi yang tepat untuk pekerjaan ini adalah kau, Gong Soo Chang.”

Sekretaris terkejut dirinya ditugasi untuk menyelesaikan masalah Dong Soo. Go Bok Tae menegaskan kalau masalah ini harus dituntaskan oleh sekretarisya. (kira-kira apa yang akan si sekretaris ini lakukan)
Tn Yang bermain kartu (main Go Stop gitu hahaha) bersama Madam Jang dan Man Kang di pegadaiannya. Tn Yang seneng banget karena terus menang. Madam Jang sewot dan menuduh Tn Yang berbuat curang. Man Kang juga kesal karena ia kalah terus. Tn Yang heran memangnya apa yang salah.
Ketika sedang bermain kartu tiba-tiba Detektif Gook masuk ke pegadaian. Ketiganya panik dan berusaha menutupi kartu yang mereka mainkan. Madam Jang menanyakan alasan kedatangan Detektif Gook, apa sedang butuh uang, apa mau menggadaikan sesuatu.

Detektif Gook malah balik bertanya apa mereka bertiga sedang berjudi. Tn Yang tak menyangkal dan menilai kedatangan Detektif Gook tepat sekali, ia mengajak Detektif Gook makan babi goreng bersama. (hahaha mau nyogok)

Detektif Gook menanyakan kabar Young Dal. Man Kang heran kenapa menanyakan Young Dal. Detektif Gook merasa curiga karena setelah bebas Young Dal tak melakukan apa-apa. Tn Yang heran apa hal itu juga termasuk kejahatan. Detektif Gook berkata kalau ia sangat mengenal Young Dal, jika Young Dal bersikap tenang begitu dia pasti sedang merencanakan sesuatu. Ia berpesan kalau ketiganya bertemu Young Dal harap sampaikan agar Young Dal meneleponnya.
Setelah Detektif Gook pergi, Man Kang membenarkan pemikiran polisi itu, rasanya ada yang aneh jika Young Dal tenang seperti ini. Madam Jang juga berpikiran sama, setelah Young Dal bebas dari penjara sikap Young Dal sangat berbeda.

Tn Yang heran dengan kedua orang ini, memangnya salah kalau Young Dal mau berubah. Ia kembali mengajak keduanya untuk memasang taruhan. Tapi keduanya tak mau dan pamit pergi.
Tn Ahn Chang Bong berada di kantornya Ny Min. Ny Min ingin tahu bagaimana Tn Ahn bisa kenal dengan Young Dal. Tn Ahn mengatakan kalau ia bertemu Young Dal di penjara. Ia berhutang nyawa pada Young Dal. Ny Min menebak apa karena itu Tn Ahn meminjamkan banyak uang pada Young Dal.
Tn Ahn balik bertanya apa yang sudah Ny Min pelajari darinya, “Aku tak meminjamkan uang hanya karena hubungan pribadi saja, memangnya peminjaman uang itu apa? Diatas kertas ini adalah tentang obligasi dan investasi. Tapi pada kenyataannya ini sama saja dengan judi. Dia (Young Dal) tahu apa itu taruhan besar. Menurutmu, kenapa aku bisa sesukses ini walaupun tak bersekolah? Kau tak bisa begitu saja melakukan taruhan besar. Tapi kau harus mempunyai kemampuan.”

Ny Min : “Jadi menurut anda, Young Dal bisa melakukan taruhan besar itu?”

Tn Ahn menjawab ya dengan yakin, “dia (Young Dal) hanya tak tahu bagaimana kemampuannya itu.”
Dong Soo berada disuatu tempat menunggu seseorang. Ia teringat apa yang Young Dal katakan padanya setelah ia melakukan peringatan  hari kematian ayahnya.

Flashback
Dong Soo tanya apa sebenarnya rencana Young Dal. Young Dal berkata kalau Dong Soo mendengar rencananaya, maka Dong Soo pasti akan menyebutnya orang gila. Dong Soo terkekeh berkata kalau ia sudah tahu Young Dal itu gila jadi katakan saja. (hahaha)

Young Dal : “Menurutmu, apa aku bisa merebut kasino Dae Jung?”

“Kau gila ya?” Sahut Dong Soo. “Apa kau pikir Kasino Dae Jung itu kasino kecil?”

“Lihat kan? Aku tahu kau akan menganggapku gila.” ujar Young Dal.

Dong Soo penasaran jadi apa ini rencana Young Dal sekarang. Young Dal mengangguk mengiyakan. Dong Soo tanya bagaimana caranya. Young Dal tersenyum mengatakan kalau ia memiliki kartu As. dong Soo tak mengerti apa maksudnya kartu As. (saya ga pake Kartu As, sayapake simpati #eh hahaha)

Flashback end
Orang yang ditunggu Dong Soo pun datang, Young Dal. Dong Soo ngomel-ngomel kenapa Young Sal lama sekali. Young Dal tertawa minta maaf, ia agak sibuk. Plok, Dong Soo memukul perut Young Dal, apa Young Dal pikir ia tak sibuk. “Dimana kartu as mu?” tanya Dong Soo.

“Ah ya ampun kenapa buru-buru sekali.” sahut Young Dal. “Jika kau mau menang kau harus bersabar.”

Dong Soo tertawa, “apa kau mau mengajariku?”

Young Dal pun mengajak Dong Soo ke suatu tempat.
Tak jauh dari sana setelah Young Dal dan Dong Soo pergi, Sekretarisnya Go Bok Tae memperhatikan keduanya dengan tatapan curiga. Ia heran kenapa kedua orang itu terlihat akrab.

Sekretaris Gong menghubungi Go Bok Tae, ia memberi tahu kalau sekarang dirinya berada di Sabuk, disini Dong Soo ketemuan dengan Young Dal. Go Bok Tae bertanya kenapa mereka berdua ketemuan. Sekretaris menjawab tak tahu tapi sepertinya mencurigakan. Go Bok Tae memerintahkan sekretarisnya untuk mencari tahu apa yang Dong Soo dan Young Dal rencanakan.
Ternyata di ruangan Go Bok Tae sudah ada Hyun Pil Sang. Go Bok Tae menanyakan apa yang ingin Hyun Pil Sang sampaikan padanya. Hyun Pil Sang menilai kalau sepertinya Yoon Yang Ha sangat memanfaatkan Go Bok Tae. Go Bok Tae tertawa, ya mau bagaimana lagi Yang Ha itu memiliki kekuasaan, sekarang ia bisa bergabung dalam kasino Dae Jung dan bisnis Yeongjongdo, tapi ia sadar dirinya harus tetap waspada terhadap Yang Ha.

Hyun Pil Sang pun menawarkan kerja sama pada Go Bok Tae, “Jka kau mau bekerja sama denganku, kita bisa saja menang.” Go Bok Tae tak mengerti maksudnya.

Hyun Pil Sang : “Yoon Yang Ha bukanlah anak kandung Presdir Yoon. Dia anak adopsi.”

Go Bok Tae terkejut, ia malah berpikir kalau Yang Ha itu anak haramnya Presdir Yoon. Hyun Pil Sang berkata kalau itu lah rumor yang menyebar bahwa Yang Ha anak haram Presdir Yoon tapi nyatanya Yang Ha adalah anak adopsi. “Presdir Yoon mengadopsi Yang Ha untuk menjadi ahli warisnya. Jika Yang Ha tak memiliki kemampuan, Presdir tak akan memberikan warisan itu pada Yang Ha. Alasanku bisa bersabar atas perlakuannya adalah karena hal ini.” Go Bok Tae menilai ini sangat menarik.
Dong Soo dan Young Dal saat ini berada di rumah makan. Tak lama kemudian seorang pria tua tiba di rumah makan itu, Tn Ahn Chan Bong. Dong Soo heran melihat pria tua yang belum dikenalnya. Young Dal tersenyum memperkanalkan Tn Ahn sebagai seseorang yang ia bicarakan.

Dong Soo terkejut bertemu dengan Ahn Chang Bong, seseorang yang pernah Shin Hye ceritakan sebagai seorang rentenir kaya yang memilki saham di Yeouido yang sangat diinginkan oleh Presdir Yoon untuk melakukan pinjaman pribadi.
Dong Soo dan Young Dal bicara berdua, Dong Soo tak mengerti bagaimana Young Dal bisa kenal dengan Tn Ahn. Young Dal memberi tahu kalau ia bertemu Tn Ahn di penjara. Menurut Young Dal ini sama seperti dirinya bermain hold’em dan kalah banyak, tapi memiliki kartu as tersisa, ia seperti mendapatkan kemenangan mutlak.

Dong Soo heran kenapa Tn Ahn ingin membantu Young Dal. Young Dal tak tahu alasannya. Ia mengatakan kalau syarat yang diajukan pada kasino Dae Jung adalah mempekarjaan salah satu anggotanya Tn Ahn disana. Ia merasa kalau Dong Soo bisa bekerja di kasino Dae Jung.
Dong Soo tak mengerti kenapa bukan Young Dal saja. Young Dal bilang kalau ia tak pernah sekolah sementara Dong Soo memiliki banyak pengetahuan maka Dong Soo lah yang harus menghadapi Yang Ha. Ditambah lagi bukankah Dong Soo sudah belajar banyak tentang kasino ketika di penjara. Dong Soo pun setuju, ia akan menggunakan kartu as Young Dal dengan baik.
Tn Ahn berada di kantor Ny Min. Ia menanyakan alasan kenapa harus mempekerjakan Dong Soo di kasino Dae Jung. Young Dal berkata bukankah Tn Ahn tahu kalau dulunya Presdir Yoon adalah pemilik pertambangan Dong Jin. “Ayah Jang Dong Soo adalah kepala pekerja pada saat itu, tapi selama demontrasi, Presdir Yoon menyewa Go Bok Tae yang sekarang merupakan salah satu pemegang saham kasino Dae Jung untuk membunuh ayah Jang Dong Soo.”
Tn Ahn pun mengerti, jadi Jang Dong Soo akan membalas dendam pada Yoon Tae Joon dan Go Bok Tae. Ia menilai kalau Dong Soo bisa saja tak bisa berfikir rasional karena kemarahan untuk membalas dendam. Young Dal berkata kalau Dong Soo yang dulu mungkin tak bisa, tapi Dong Soo yang sekarang sudah berubah setelah dia di penjara. Ia yakin kalau Dong Soo tak akan lepas kendali dan mengacaukan semuanya.

Tn Ahn pun setuju atas usulan Young Dal mempekerjakan Dong Soo sebagai anggotanya di Kasino Dae Jung. Ia mempercayai keyakinan Young Dal. Ia pun pamit pulang.
Ny Min berkata kalau Young Dal sudah bertingkah gila, kenapa melewatkan kesempatan ini dan malah diberikan pada Dong Soo. Young Dal sangat yakin kalau ini akan berhasil jadi Ny Min tak usah khawatir. Ny Min masih tak yakin apalagi Young Dal menempatkan orang lain.

Young Dal tak egois terhadap bidang yang tak dikuasainya, “apa seseorang akan menang pada permainan yang tak dikuasainya? Aku akan tetap berjalan pada rencanaku.”
Yang Ha menyampaikan pada ayahnya mengenai syarat yang diajukan Tn Ahn. Presdir Yoon merasa jika Tn Ahn ingin mempekerjakan anggota ke dalam kasino Dae Jung bukankah itu artinya Tn Ahn ingin masuk ke bagian manajemen kasino. Ia bertanya apa Yang Ha tahu siapa orang yang diajukan Tn Ahn ini. Yang Ha menjawab tak tahu. Presdir Yoon meragukan keputusan Yang Ha apakah ini tepat atau tidak. Yang Ha sangat percaya diri dan meminta ayahnya tak perlu khawatir karena siapapun orang suruhan Tn Ahn, dia tak akan menganggu manajemen kasino.

Yang Ha menanyakan masalah Jang Dong Soo yang terus menganggau mereka. Presdir Yoon bilang kalau ia akan mengatasi Dong Soo. Yang Ha ingin tahu apa rencana ayahnya terhadap Dong Soo. Presdir Yoon mengatakan kalau ia meminta Go Bok Tae untuk menyingkirkan Dong Soo.

Yang Ha khawatir bagaimana kalau Dong Soo menyerang balik. Presdir Yoon memastikan itu tak akan terjadi karena kali ini ia juga akan menyingkirkan Dong Soo seperti ia menyingkirkan ayah Dong Soo.
Sebelum Yang Ha pergi Presdir Yoon meminta Yang Ha mengosongkan jadwal akhir pekan ini. Yang Ha tanya kenapa. Presdir Yoon mengatakan kalau Presdir Song dari Perusahaan Han Chang mengajak bermain golf bersama putrinya, bukankah Yang Ha tahu putri Presdir Song. Ia merasa kalau Yang Ha sudah harus memikirkan masa depan. Yang Ha tahu kalau maksudnya adalah dirinya akan dijodohkan, ia pun menjawab tak bisa karena ia sudah menyukai seseorang tapi ia tak mengatakan pada ayahnya siapa wanita yang ia sukai itu. Jika sudah tiba saatnya ia akan memberi tahu ayahnya.
Shin Hye mengunjungi panti asuhan dimana Dong Soo. Ia sempat ngobrol dengan pengurus panti disana. Shin Hye melihat sekeliling halaman panti yang dijadikan oleh anak-anak untuk brmain.
Dong Soo menemui Shin Hye di mana ya ini, toko buku apa kafe ya hahaha. Shin Hye memberi tahu kalau ia pergi ke panti asuhan Dong Soo. Dong Soo heran untuk apa Shin Hye kesana. Shin Hye mengatakan kalau ia ingin menemui direktur panti asuhan itu.

Dong Soo menebak kalau Shin Hye tak akan menemukan apa-apa, karena dulu saat ia masih menjadi detektif, ia sudah berusaha untuk mencari adik-adiknya tapi semuanya percuma. Shin Hye berkata itu karena Dong Soo belum berusaha keras, ia sudah menemukannya. Dong Soo terkejut, bagaimana bisa. Shin Hye belum bisa memberitahukan itu pada Dong Soo karena ia harus mengkonfirmasinya dulu, jadi ia harap Dong Soo bersabar.

Shin Hye kemudian menanyakan apakah ada kabar baik. ia melihat Dong Soo sedang senang. Dong Soo tersenyum mengatakan kalau hari ini ia sedang beruntung, karena berkat Young Dal apa yang ia rencanakan akan menjadi lebih mudah.
Pengikutnya Chung Ja mengatakan pada Chung Ja kalau Jung Hee akan ke Las Vegas. Perusahaan memberiJUng Hee paket liburan karena memenangkan kompetisi workshop tapi yang paling mengejutkan Jung Hee akan pergi bersama direktur (Yang Ha). Chung Ja menebak kalau mereka berdua pasti akan melakukan liburan romantis bersama.
Orang yang dibicarakan pun sampai disana. Chung Ja langsung mengatakan itu pada Jung Hee bahwa ia mendengar Jung Hee akan pergi ke Las Vegas bersama Yang Ha. Hyun Mi yang berada di samping Jung Hee bertanya apa itu benar. Jung Hee menjawab kalau itu berita salah paham.

Pengikutnya Chung Ja mengatakan kalau ia sudah mendengar hal itu dari Yoon Ah, pegawai dari bagian pemasaran. Chung Ja heran bukankah Jung Hee bilang tak memiliki hubungan apa-apa dengan Yang Ha tapi kenapa ada kabar seperti ini. Jung Hee bingung harus menjelaskannya bagaimana. Semua mata menatap ke arahnya menunggu penjelasannya. Jung Hee pun menjawab kalau itu pasti salah paham.
Hyun Pil sang memanggil Hwa Ran, keduanya bicara sembunyi-sembunyi. Hyun Pil Sang menanyakan bagaimana pekerjaan Yang Ha. Hwa Ran berkata kalau dari yang ia lihat direkturnya ini sangat tertekan, tapi setelah mendapatkan dana pinjaman suasana hatinya berubah baik. Ada gosip kalau sekarang Yang Ha sudah punya pacar. Hyun Pil Sang terkejut, siapa. Hwa Ran mengatakan kalau wanita itu seorang dealer bernama Oh Jung Hee. Dia menjadi dealer karena berasal dari kota ini, ayahnya adalah penambang dan meninggal karena sakit. Hyun Pil Sang heran, Anak seorang penambang?

Hwa Ran melihat kedatangan Jung Hee dari jauh dan menunjukan pada Hyun Pil Sang kalau itulah dealer yang benama Jung Hee. Hyun Pil Sang melihat sekilas Jung Hee yang berjalan menuju suatu tempat.
Jung Hee mendatangi kantor pemasaran. Ia bertanya pada Jun Ho mana yang namanya Choi Yoon Ah. Jun Ho menunjukan yang mana teman satu timnya yang bernama Yoon Ah.

Jung Hee yang kesal melabrak Yoon Ah, kenapa Yoon Ah suka sekali menyebarkan gosip. Yoon Ah heran apa maksudnya. Jung Hee mengatakan kalau Yoon Ah sudah menyebarkan gosip tentang dirinya akan ke Las Vegas bersama Yoon Yang Ha. Yoon Ah bertanya bukankah itu benar karena ia mendengarnya sendiri dari direktur. Jung Hee menegaskan kalau itu tidak benar, jadi ia harap Yoon Ah jangan menyebarkan hal yang tidak-tidak.

Jung Hee pun pergi dari sana. Yoon Ah heran kalau tidak benar ya sudah kenapa sewot begitu.
Lee Soo Jung berada di ruangan Yang Ha meminta maaf. Ia tak tahu kalau ayahnya (Direktur Lee) akan membuat keputusan ini. Yang Ha melihat kalau Direktur Lee membuat leputusan yang tak terduga tapi semuanya sudah beres jadi Soo Jung tak perlu khawatir.

Ada yang mengetuk pintu ruangan Yang Ha, itu Jung Hee. Soo Jung pun permisi kembali ke kantornya.
Jung Hee langsung ke pokok permasalahan, ia mengatakan kalau semua orang berpikir ia dan Yang Ha akan pergi ke Las Vegas bersama, kalau demikian rencana Yang Ha maka ia tak akan pergi. Yang Ha menawarkan berkata kalau Jung Hee pergi sendir tanpa dirinya. Tapi Jung Hee menolak. Jung Hee aka keluar dari ruangan tapi Yang Ha memintanya duduk sebentar karena ada yang ingin ia sampaikan.

Yang Ha menyadari kalau di kantor bukanlah tempatnya membicarakan ini, tapi ia tahu kalau Jung Hee pun tak akan mau walaupun sudah pulang kerja jadi ia akan mengatakannya sekarang.
Yang Ha : “Jika kita pergi bersama ke Las Vegas, aku berniat melamarmu disana. Tentu saja, aku sangat mengenalmu jadi aku tahu kau tak akan menerima lamaranku ini. Tapi jika aku tak melakukannya sekarang, aku mungkin akan kehilanganmu. Jadi aku sudah memutuskannya, aku tak akan berpikir dua kali lagi sekarang, aku akan tetap memenangkan hatimu sebelum kau jatuh di tangan Heo Young Dal.”

Jung Hee yang terkejut dengan pengakuan Yang Ha menatap pemuda itu dengan tatapan sendu.

(Eh eh kalau Jung Hee mau pergi ke Las vegas bukannya nanti ada syuting di luar negeri ya. Hehehe. Syuting di Las vegas begitu, kan keren tuh liat kasino-kasino disana hihihi...)
Jang Soo dan Jerry mengajak Jun Ho ke kasino ilegal. Jun Ho yang merupakan pegawai Dae Jung merasa dirinya tak boleh berada ditempat seperti ini. Jang Soo meminta Jun Ho tak perlu takut bukankah ia dan Jun Ho ini sudah menjadi keluarga. Jerry membenarkan dan berkata kalau mereka bertiga harus bersenang-senang.

Jang Soo juga mengatakan kalau ini adalah hadiah yang ia berikan untuk Jun Ho kareana sudah menjadi informan memberikan daftar pelanggan VIP. Ia mempersilakan Jun Ho bermain, ia yang akan mentraktir. Jun Ho tentu saja mau, apalagi uang kemenangannya juga akan menjadi miliknya.
Man Kang bertanya pada Jang Soo dan Jerry dimana Young Dal karena ada pelanggan yang mencari Young Sal. Jang Soo tanya siapa yang mencari Young Dal. Man Kang menunjuk seorang pria yang sedang bermain. Siapa itu?
Man Bong.

Jang Soo dan Jerry yang melihat itu Man Bong bergidik ketakutan dan menjauh agar tak terlihat Man Bong. Man Kang heran kenapa dengan keduaya. Jang Soo dan Jerry meminta Man Kang jangan bersuara. Jang Soo cemas sekali bagaimana ini, ia mengira Man Bong masih lama bebas dari penjaranya tapi sekarang Man Bong sudah bebas dari penjara.
Jang Soo dan Jerry menemui Young Dal. Keduanya yang tergesa-gesa bilang kalau sekarang situasinya gawat, kita akan hancur. Young Dal heran dengan kedua temannya, ada apa. Jang Soo pun memberi tahu kalau Man Bong sudah bebas dari penjara dan dia mencari Young Dal di kasino ilegal. Young Dal tentu saja kaget tak menyangka Man Bong akan bebas dari penjara secepat ini.
Madam Jang penasaan siapa sebenarnya Man Bong, kenapa mencari Young Dal. Man Kang melihat kalau Man Bong terlihat menyeramkan, ditambah lagi Jang Soo dan Jerry ketakutan ketika melihat Man Bong. Madam Jang berharap kalau Man Bong kesini untuk menyingkirkan Young Dal.
Young Dal, Jang Soo dan Jerry sampai di kasino ilegal. Jang Soo menunjukan dimana Man Bong bermain. Young Dal menyapa ramah Man Bong, begitu pun dengan Jerry dan Jang Soo.

Man Bong melihat kalau sepertinya Young Dal hidup dengan bahagia. “Kabarmu baik kan?” tanya Man Bong. Young Dal menjawab ya dan bertanya bagaimana bisa Man Bong tiba-tiba ada disini.
Man Bong tersenyum, “kenapa aku bebas lebih cepat? Begitu?” Man Bong mengatakan kalau langit sudah membantunya jadi ia bisa bebas dan bisa berjudi dengan Young Dal.

Man Bong menuangkan minuman dan diberikan pada Young Dal, “apa kau siap untuk mempertaruhkan hidupmu?” Young Dal menjawab ya dan meneguk minuman pemberian Man Bong. Ia terlihat cemas, begitu pula dengan Jang Soo dan Jerry.
Go Bok Tae bertanya pada sekretarisnya apa sudah menyelidiki Young Dal dan Dong Soo. Sekretarisnya menjawab sudah, “sebelum Young Dal bertemu anda, dia itu informannya Jang Dong Soo. Tak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Go Bok Tae pun tak mempermasalahkannya karena ia juga tak punya waktu untuk memikirkannya. Ia meminta sekretarisnya segera menyingkirkan Dong Soo.
Nenek memilah-milah tauge, sementara Byung Soo asyik bermain game di ponsel. Nenek menegurnya, jika Byung Soo tak belajar dan hanya bermain game terus bagaimana Byung Soo bisa mencari kerja nanti. Byung Soo menilai neneknya ini tak tahu apa-apa. Dengan benda ini ia bisa mencari kerja nanti. Nenek tak mengerti bagaimana bisa. Byung Soo mengatakan kalau impiannya itu menjadi gamer profesional. Jika sudah berhasil nanti ia bisa mendapatkan banyak uang. Ia juga bisa menghidupi neneknya.
Tepat saat itu Jung Hee pulang dan langsung menabok Byung Soo karena terus bermain game di ponsel. Ia mengancam kalau Byung Soo bermain terus maka ia akan menyita ponselnya. Byung Soo cuek dan lansung kabur masuk ke kamarnya.
Jung Hee melamun di kamar mengingat ucapan Yang Ha tadi padanya bahwa Yang Ha akan terus berusaha memenangkan hatinya sebelum dimiliki oleh Young Dal.
Di pegadaian Jang Soo terlihat panik. Ia terus mondar-mandir membuat ayahnya yang sedang menghitung heran dan kesal karena sudah membuatnya pusing. Jang Soo yang sedang banyak pikiran heran kenapa ayahnya tak bisa bicara lembut pada anak sendiri. Tn Yang tambah kesal dan malah mengatai anaknya. Jang Soo yang sedang tak selera bergurau dengan ayahnya meminta ayahnya lebih baik diam saja dan menghitung uang itu.

Tn Yang menebak anaknya pasti sedang ada masalah lagi. Jang Soo menjawab belum tapi sebentar lagi akan ada masalah, masalah yang benar-benar besar.
Jerry sampai di pegadaian, Jang Soo bertanya apa Jerry sudah menyelidikinya. Jerry menjawab ya, Ny Min dan Hyun Tak ternyata mengenal Man Bong. Jang Soo merasa kalau ini bisa membuat mereka selamat. Jerry bertanya apa tidak apa-apa kalau mereka tidak memberi tahu Young Dal. Jang Soo berkata kalau ia dan Jerry saja sudah bisa mengatasi masalah ini, labih baik Jerry percaya saja padanya.
Jang Soo dan Jerry berada disebuah kafe. Keduanya mengamati gerak-gerik Man Bong yang juga ada disana.
Tak lama kemudian datanglah Ny Min dan Hyun Tak menyapa Man Bong. Man Bong yang terkejut menyapa sopan pada Ny Min, ia membungkuk 90 derajat lho ke Ny Min. Man Bong heran kenapa Ny Min kesini. Ny Min berkata kalau ia sengaja datang untuk menemui Man Bong.

Jang Soo dan Jerry tampak tersenyum puas. “Wah Ny Min benar-benar hebat. Man Bong benar-benar takut padanya.” Jerry memberi tahu kalau suaminya Ny Min itu sipir penjara.
Hyun Tak sedikit berbasa-basi dengan memuji Man Bong yang terlihat semakin gagah saja. Ny Min langsung to the point, ia tahu kalau Man Bong sedang menunggu Young Dal. Man Bong heran apa Ny Min mengenal Young Dal. Ny Min menjawab tentu saja, ia mengatakan kalau Young Dal sedang bermain permainan yang hebat jadi ia meminta Man Bong jangan mengganggu Young Dal. Man Bong berkata kalau Young Dal berhutang 1 permainan dengannya. Dia sudah mempertaruhkan hidupnya.

Jang Soo dan Jerry yang mendengar itu terlihat tegang.

Hyun Tak menyahut kalau pemainan yang Young Dal lakukan sekarang jauh lebih besar dari permainan bersama Man Bong. Ny Min berkata kalau ia yang akan bertanggung jawab jadi jangan ganggu Young Dal. Man Bong pun tak bisa membantah. (tapi apa iya Man Bong akan menyerah begitu saja, hmm kayaknya ga mungkin deh. Jangan sampai dia malah bekerja sama dengan Presdir Yoon atau Go Bok Tae)
Young Dal dan Dong Soo janjian bertemu di atap. Young Dal mengatakan kalau tanggal Dong Soo masuk ke kasino sudah ditetapkan yaitu senin depan (ya Senin itu kan hari dimana Drama ini tayang hahaha). Dong Soo tanya apa mereka (pihak Dae Jung) sudah tahu kalau ia yang akan datang. Young Dal menjawab tidak, saat ia memikirkan wajah Yang Ha ketika melihat Dong Soo nanti itu pasti sangat menarik.
Dong Soo terkekeh, “apa itu yang kau rasakan?” Ia melakukan ini untuk balas dendam. Tapi apa alasan Young Dal melakukan ini. Apa karena Yang Ha yang memasukan Young Dal ke penjara. “Apa kau sangat ingin menghancurkanya hingga kau melakukan semua ini?”

“Kenapa kau bertanya? Aku tak tahu harus menjawab apa.” ujar Young Dal bingung sendiri.
“Apa impianmu?” tanya Dong Soo.

Young Dal menjawab tidak tahu. Mungkin ini karena ia masih belum cukup dewasa. Dulu ia ingin menjadi juara dunia hold’em, tapi sekarang impiannya adalah ingin menikahi wanita yang ia cintai dan hidup bahagia selamanya. Menjadi tua dan mencari saudaranya.

Dong Soo terkesan dengan impian sederhana Young Dal, “Jika mimpimu hanya sesederhana itu, kau sudah memilih lawan yang salah. Pikirkan sekali lagi dan beritahu aku perasaanmu.”

Young Dal berkata kalau darahnya terus mendidih jika ia diam saja. Ini mungkin karena memang ia menyukai taruhan. Keduanya tersenyum.
Sekertaris melapor pada Yang Ha kalau Tn Ahn akan mengirim anggotanya hari senin depan. Yang Ha bertanya apa sekretaris sudah tahu siapa yang akan Tn Ahn kirim kesini. Sekertaris menjawab belum tahu, tapi karena mereka belum juga memberi tahu siapa dia mereka pasti memiliki tujuan yang lain. Menurutnya ini sangat mencurigakan. Yang Ha merasa kalau kita tak ada urusan dengan apa yang akan Tn Ahn lakukan, jadi jangan khawatir.
Yang Ha bertanya pada Manajer Bae tentang Young Dal, apa ada kabar lain tentang Young Dal. Manajer Bae mengatakan kalau ia bertemu dengan Detektif Gook yang sering menangani kasus Young Dal, Detektif Gook mengatakan padanya kalau Young Dal sekarang terlalu tenang dan itu sangat mencurigakan. Detektif Gook juga mengatakan padanya kalau Young Dal pasti sedang merencanakan sesuatu. Yang Ha mencibir kalau ia akan menunggu rencana Young Dal tersebut, karena dengan begitu ia memiliki alasan untuk melawan Young Dal.
Hwa Ran mengajak Jung Hee ke restoran mewah. Jung Hee bertanya memangnya keduanya ini akan menemui siapa. Hwa Ran mengatakan kalau ia dan Jung Hee akan bertemu dengan kepala sekretaris perusahaan (Hyun Pil Sang). Jung Hee heran kenapa ia harus bertemu dengan Direktur Hyun Pil Sang. Hwa Ran menjawab tak tahu, ia ditelepon oleh Direktur Hyun yang ingin bertemu dengan Jung Hee.
Hyun Pil Sang pun sampai disana. Jung Hee memperkenalkan namanya. Hyun Pil Sang sudah mendengar kalau Jung Hee sudah masuk ke ruang VIP walaupun masih baru menjadi dealer. Dan juga ia mendengar Jung Hee memenangkan kompetisi dealer ketika workshop. Hwa Ran memuji kalau Jung Hee ini yang paling kompeten diantara dealer yang lain di kasino Dae Jung. 

Jung Hee menanyakan alasan kenapa Direktur Hyun Pil Sang ingin menemuinya. Hyun Pil Sang mengatakan kalau ia adalah kepala sekretaris yang membantu Presdir jadi ia harus mengatur semuanya. Mulai dari anak presdir itu sendiri. Ia mendengar kalau Jung Hee dan direktur (Yang Ha) memiliki hubungan khusus. Jung Hee menilai kalau Hyun Pil Sang sudah salah paham dengan gosip itu, ia sama sekali tak memiliki hubungan dengan Yang Ha. Jika ini adalah alasan Hyun Pil Sang menemuinya sebaiknya sekarang ia pulang saja. Jung Hee pun permisi pulang.

Setelah Jung Hee pergi, Hyun Pil Sang menggerutu kesal, ia mengira kalau permainan ini akan menjadi seru tapi ternyata tidak. “Yoon Yang Ha, apa ini cinta bertepuk sebelah tangan?”
Di loker kasino, Jung Hee menemui Hyun Mi. “Kau masih bisa menghubungi manajer Kasino Lucky di Seoul kan?” Hyun Mi menjawab bisa, ia heran apa Jung Hee mau bekerja di kasino itu. Jung Hee bilang kalau ia ingin menemui manajer kasino itu dulu. Hyun Mi menilai kalau Jung Hee sudah membuat keputusan yang tepat. Jika Jung Hee mau ia akan menemani.
Di rumah, Jung Hee menyampaikan keinginannya pindah kerja menjadi dealer di kasino Lucky di Seoul. Nenek terkejut mendengar keinginan pindah ke Seoul dari Jung Hee.

Jung Hee : “Bagaimana kita bisa pindah ke Seoul dalam keadaan sekarang? Rumah di Seoul sangat mahal, hasil penjualan rumah ini tak akan cukup. Aku akan kesana sendiri. Jika aku sudah punya rumah, kalian juga bisa kesana.”

Nenek menolak pindah ke Seoul, ia sudah tua dan tak memiliki banyak waktu. “Jika kau mau pergi, kau bisa membawa Byung Soo dan Byung Tae.”

Jung Hee menggenggam tangan nenek, ia tak bisa meninggalkan nenek sendirian. Nenek bilang kalau Jung Hee tak perlu khwatir ia lebih nyaman tinggal disini.
Young Dal membaca sebuah buku, tapi kayaknya susah banget. Ia ngomel-ngomel kenapa satu halaman saja belum selesai ia baca. Ia pun menyemangati dirinya, ayolah Young Dal, ini supaya kau tak terlihat bodoh.
Young Dal mendapat sms dari Jung Hee

Heo Young Dal-ssi, jika aku pindah kerja di Seoul bagaimana denganmu?

Young Dal yang tak mengerti maksud sms Jung Hee, ia membalas sms tersebut.

Apa maksudmu? Kenapa kau mau ke Seoul.

Aku diterima kerja di Kasino Lucky di Seoul. Gaji dan bonusnya lebih tinggi, bukankah kau sudah muak di Sabuk?

Ada yang harus aku selesaikan disini, jangan lewat sms. Ayo bertemu sekarang.

Tidak. Aku sedang ingin sendiri. Selamat malam.
Young Dal menemui Shin Hye di kafe. Shin Hye tanya apa Young Dal sedang sibuk. Young Dal menjawab tidak. Shin Hye berkata kalau ia ingin membantu Young Dal mengingat masa lalu Young Dal dan menemukan keluarga Young Dal. Itu memang tidak mudah tapi akan lebih baik jika Young Dal bisa mengingat itu sedikit.
Shin Hye meminta Young Dal memikirkan lagi siapa nama saudara-saudara Young Dal dulu. “Kau bisa memikirkan tentang kenangan itu setelah kau sadar kembali. Mungkin ini akan sulit tapi apa kau tak ingin mencobanya sekali lagi?” Young Dal ingin sekali melakukannya.
Young Dal pun memejamkan mata berusaha mengingat kembali kenangannya dulu.

Muncullah bayangan kenangan itu, “Hyuuunggg..” tangis suara Dong Chul.

“Jangan menangis...” ucap si saudara tua. “Dong Chul kau harus melindungi Dong Woo.”
Terlihat gambaran Dong Chul yang lahap makan roti dan saudara tua (yang kita tahu itu Dong Soo) sedang memberikan susu pada si kecil Dong Woo.
Si Hyung berjanji kalau ia akan kembali lagi. “Dong Chul, kaa harus melindungi Dong Woo. Kau bisa kan?”

Dong Chul yang menggendong Dong Woo mengangguk seraya menitikan air mata. Hyung kembali meminta Dong Chul untuk melindungi Dong Woo apapun yang terjadi. Hyung yang juga menangis meninggalkan kedua adiknya di depan panti asuhan.

Suara ‘kau harus melindungi Dong Woo’ terus terngiang di benak Young Dal.
Young Dal membuka matanya, “Dong Woo.” sebut Young Dal. “Nama adikku adalah Dong Woo.”
Shin Hye terkejut, “Lalu bagaimana dengan namamu?”

Young Dal kembali berusaha mengingat, ‘Dong Chul kau harus melindungi Dong Woo.’ Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

“Dia memanggilku Dong Chul.” ucap Young Dal membuat Shin Hye semakin terkejut, apa Young Dal yakin itu. Young Dal yang masih bingung menjawab ya.

Shin Hye teringat ucapan Dong Soo padanya.

“Aku berasal dari Sabuk, ayahku adalah penambang dan aku memiliki dua adik. Jang Dong Chul dan Jang Dong Woo. Saat itu aku berumur 12 tahun, Dong Chul berumur 7 tahun dan Dong Woo bermur 1 tahun lebih.”

Shin Hye bertanya apa Young Dal tak bisa mengingat nama Hyung-nya Young Dal itu. Young Dal menggeleng menjawab tidak. Untuk memastikan semuanya Shin Hye mengajak Young Dal ke suatu tempat.
Kemanakah Shin Hye akan membawa Young Dal. Ternyata ke panti asuhan. Huwaaaaaaa... saking jauhnya apa ya, dari kafe tadi masih siang eh sampai di panti udah malem aja.
Dong Soo menemui Detektif Tak di warung. Tanpa Dong Soo ketahui pria misterius suruhan sekretarisnya Go Bok Tae mengikutinya. (nih orang jelek banget hahaha)
Dong Soo ingin tahu bagaimana kabar Detektif Lee dan Detektif Min. Detektif Tak bilang kalau mereka mau ikut kesini tapi tak jadi karena ada pekerjaan. Detektif Tak melihat wajah Dong Soo yang sumringah ia penasaran apa ada kabar baik. Dong Soo tertawa kalau semua orang selalu mengatakan itu, sepertinya ia tak bisa menjadi penjudi, ia tak punya poker-face.

Detektif Tak semakin penasaran, Dong Soo pun memberi tahu kalau ia akan bekerja di kasino Dae Jung mulai senin depan. Detektif Tak terkejut apa Dong Soo mau bekerja disana lagi. Dong Soo berkata bukankah itu hebat tapi kali ini alasannya berbeda.
Young Dal dan Shin Hye berdiri tepat dimana Dong Chul kecil menggendong Dong Woo. Young Dal melihat tempat itu sangat mirip dengan apa yang muncul di ingatannya.
Young Dal mengingat hyung-nya yang pergi dan melihat Dong Woo dibawa oleh ahjussi masuk ke dalam jeep. Dong Woo saat itu menangis keras, begitu pun Dong Chul yang berusaha mengejar jeep itu. Young Dal jelas sekali mengingat bayangan itu.
Shin Hye bertanya apa Young Dal tak ingat. Young Dal berkata kalau tempat ini dulunya adalah tempat tinggalnya. tapi bagaimana Shin Hye tahu tentang tempat ini.

Shin Hye sekarang yakin dengan tebakannya, “Young Dal-ssi.... maksudku nama kakaknya Dong Chul adalah Jang Dong Soo.”
Young Dal terkejut dengan apa yang Shin Hye ucapkan, “Maksdumu Detektif Jang?”

Shin Hye menjawab ya, “Dong Soo adalah kakakmu.”
Young Dal terdiam semakin terkejut, tanpa terasa air mata Young Dal menetes mengetahui orang yang selama ini berada di sampingnya adalah kakaknya sendiri.
Di warung tempat Dong Soo minum, Detektif Tak sedikit khawatir bagaimana kalau Dong Soo kalah lagi. Dong Soo berkata apa ia selemah itu hingga dirinya harus kalah lagi. Detektif Tak tertawa dan mengiyakan kalau Dong Soo itu memang begitu. Keduanya tertawa tawa bersenda gurau.

Tanpa Dong Soo sadari ponselnya terus menampilkan panggilan dari Shin Hye. (ini ponsel nada deringnya ga ada apa ya, trus apa ga getar juga >_<)

Menyadari tak ada jawaban dari Dong Soo, Young Dal berkata pada Shin Hye kalau ia yang akan mencoba menelepon Dong Soo.
Dong Soo yang sangat marah berkata kalau mereka (pihak Dae Jung n Go Bok Tae) akan tamat kali ini. “Aku akan membuat arwah ayahku menjadi tenang karena kematian yang tak adil ini.” Detektif Tak berjanji ia juga akan membantu Dong Soo. Keduanya kembali bersulang.
Dong Soo melihat ke arah ponselnya dan membaca siapa yang menghubunginya. Dong Soo pun menjawab panggilan telepon Young Dal.

Young Dal menanyakan dimana Dong Soo sekarang. Dong Soo tak bisa mendengar dengan jelas suara Young Dal, ia pun keluar dari warung untuk mendapatkan signal yang lebih jelas.

Dong Soo yang sudah berada di luar warung tanya ada apa Young Dal menghubunginya. Young Dal kembali bertanya dimana Dong Soo sekarang. Dong Soo tertawa ia memberi tahu kalau dirinya sekarang sedang minum-minum. Ia juga bertanya dimana Young Dal sekarang. Ia mengajak Young Dal bergabung bersamanya disini.
Tapi tiba-tiba pria misterius menikam perut Dong Soo. Dong Soo yang terkejut mengerang memegangi perutnya. Pria itu langsung kabur.
Dong Soo tergeletak di jalan sambil terus memegangi perutnya yang berlumuran darah. Orang-orang yang lewat berteriak histeris melihat Dong Soo terkapar di jalan dengan luka tusukan.
“Detektif?” Young Dal heran karena tak mendengar suara apapun selain suara Dong Soo yang mengerang, “Detektif... kau kenapa?”

Young Dal mulai panik karena mendengar teriakan orang-orang, “Detektif? Teriaknya panik.

Bersambung ke episode 15

Ya ampun kenapa ada scene tusukan lagi, jadi inget PM kwon Yool. Disaat Young Dal tahu kalau Dong Soo adalah hyung-nya eh ada lagi masalah. Ya sudah kalau begini, Dong Soo pasti ga jadi masuk ke Dae Jung dan kemungkinan Young Dal yang akan menggantikannya.

Pasti bakal ada scene mengharukan pas Young Dal manggil Dong Soo dengan sebutan Hyung. Ahhhh... menantikan saat-saat itu.

Saya suka sama Jung Hee, dia orangnya ga takut sama siapapun, walaupun orang yang dia lawan itu posisinya lebih tinggi dari dia. hehehe...

8 comments:

  1. Jd kangen JungriNim...hehehee
    G sabar liat DS-DC brtemu....makasih author anis ^_^
    Yg menyakitkan mrka b2 berperang dgn adek bungsux :(

    ReplyDelete
  2. Jong ri nim.. sadarlah ... hahaha inget sama dajung
    Perannya Lee Boem Soo kok ditusuk terus di dua dramanya... kekeke

    ReplyDelete
  3. pengen ada scene SH ngrawat DS,kan udah satu atap(?)....kayak Dajung ngrawat PM Yool...owh so sweeetttt...

    ReplyDelete
  4. Itu masa dong soo udh ngerang kesakitan ,malah cm ditanyain
    Dia apa -apa ,wong ampe ambruk gitu -_- #salah fokus

    Gk sabar denger and liat young dal manggil dong soo hyung ....

    Mba anis,semangat bikin sinopsisnya fighting !!#gaya ala dajung

    ReplyDelete
  5. nomu nomu joha youngdal...

    ReplyDelete
  6. Gomawo ...
    Terharu dan makin greget dgn cerita nya ...
    Kerennn..
    euni lanjutannya,

    ReplyDelete
  7. Iya mba anis jadi keinget sama urri chongrinim..
    Di 2 drama yg berbeda tapi sama" kenak tusuk..
    Makin penasaran sama ceritanya.
    Gomawo eonni sinopnya.
    Semangat terus ya eonni
    hwaiting!!

    ReplyDelete
  8. wahh.. part 14 bnyak scene yg mnarik!!

    Pling trharu wkt Young Dal tahu klau Dong Soo itu hyungnya. ada adegan pula Dong Soo ditusuk, kira2 siapa pelakunya?? apa suruhan skretaris Bok Tae?

    Man Bong, was2 sma ini org.. mskipun ia tunduk sma Ny Min. tp apa itu bisa dijanjikan?

    Ahh.. Aku jg trharu wkt bca impian sderhana Young Dal.

    Yang Ha, ini sosok yg pling kesepian mrut ku.

    Huwahhh.. mkin trtarik sma drama ini.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...