Monday, 2 June 2014

Sinopsis Triangle Episode 8 Part 1

Heo Young Dal mempertaruhkan semua uangnya ketika bermain hold'em dengan Yang Ha. Semua terkejut dengan tindakan sembrono Young Dal tanpa melihat kartunya dulu. Tapi dengan penuh keyakinan Young Dal tetap mempertaruhkan semuanya.

Berbeda dengan Young Dal, Yang Ha membuka terlebih dahulu kartu miliknya. Ia kemudian berkata kalau Young Dal harus melihat kartu lebih dulu sebelum bertaruh. Ia menilai tak akan menyenangkan kalau menang dalam permainan sembrono seperti ini. Young Dal tak peduli sikapnya itu sembrono atau tidak, ia meminta Yang Ha putuskan mau ikut permainannya atau tidak, kalau takut lebih baik menyerah saja.

Yang Ha tak mungkin menyerah begitu saja apalagi di depan Jung Hee. Ia pun mengikuti permainan Young Dal memertaruhkan uang 50rb dollar. Semua yang melihat menilai dua pemuda ini sungguh gila dalam bermain.
Man Kang berkata kalau selama 10 tahun dirinya bekerja di kasino dan sudah melihat bebagai macam permainan tapi ia baru pertama kali melihat permainan nekat seperti ini. Ia meminta dealer untuk segera membuka kartu dan melanjutkan permainan.
Dealer meminta Young Dal membuka kartu. Young Dal membuka kartunya dan tersenyum. Kartu as dan King. Jang Soo dan Jerry bersorak senang mengira Young Dal akan menang. Sebagai sponsor Young Dal, Ny Min pun tersenyum.
Yang Ha bersikap tenang, dealer meminta Yang Ha membuka kartu. Yang Ha pun mendapatkan dua katu as. Yang Ha tersenyum dirinya lebih unggul sementara dari Young Dal.

Yang Ha merasa kalau yang membuat permainan holdem menyenangkan adalah kemungkinan dan kemampuan. Kalau Young Dal pikir sikap sembrono akan berhasil berarti Young Dal sudah salah. Young Dal tak gentar, ia berkata kalau dealer belum membuka kartu jadi Yang Ha lebih baik diam dulu karena permainan belum berakhir.

Yang Ha yang memiliki dua as lebih unggul dalam permainan. Dealer kemudian membuka kartu dan membuat posisi Yang Ha semakin diatas angin. 92% kemenangan sudah pasti di tangan Yang Ha. Sementara Young Dal hanya memiliki 8% kesempatan untuk menang.
Tapi ketika dealer membuka kartu untuk Young Dal hasilnya Young Dal mendapatkan kartu king. Mereka terkejut melihat kartu yang didapat Young Dal. Mereka menilai ini permainan gila yang tak mungkin. Young Dal menang.

(maaf saya ga ngerti sama permainan kartu hahahaha)
Yang Ha tampak shock dengan kemenangan Young Dal yang tiba-tiba, padahal kemenangan dirinya lah yang sudah di depan mata. Young Dal mencibir bahwa yang membuat holdem menyenangkan itu harus dengan nyali. Yang namanya kemungkinan dan kemampuan itu hanya omong kosong. Judi itu tentang perasaan dan keberuntungan.
Yang Ha yang tak terima dirinya kalah ingin bermain sekali lagi. Tapi Young Dal menolak karena yang namanya keberuntungan tidak akan datang dua kali. Young Dal menyuruh Jerry membawa chip kemenangan mereka dan menukarnya dengan uang.

Yang Ha masih tampak shock dan seperti orang linglung dirinya kalah dengan seperti ini. Ia tambah marah ketika melihat Young Dal dan Jung Hee saling bertatapan dan melempar sedikit senyum. Yang Ha yang emosi melempar uangnya.
Young Dal dkk sampai di kantor Ny Min. Ny Min mengatakan kalau seluruh tubuhnya tegang dengan permainan tadi. Ia memuji Young Dal sangat hebat. Young Dal berkata kalau Ny Min masih akan banyak melihat hal yang hebat lain dari dirinya nanti.

Young Dal mengembalikan uang sponsor dari Ny Min tadi. Ia bahkan akan memberikan sedikit bonus untuk Ny Min karena kemenangannya. Tapi Ny Min bilang tak usah, lebih baik kembalikan saja uang yang Young Dal pinjam darinya dan hasil kemenangan hari ini lebih baik YoungDdal bagikan pada dua teman Young Dal, Jang Soo dan Jerry.

Hyun Tak bertanya kapan Young Dal akan menjalankan rencana untuk mengambil alih kasino pribadi. Young Dal berkata kalau ia akan memulainya sekarang.
Di kasino, Madam Jang heran melihat Ny Kim terus-menerus tersenyum. Ny Kim mengomentari permainan holdem Young Dal tadi, bukankah Young Dal keren karena dia memang seperti itu. Madam Jang tak menyangka, ia benar-benar terkejut tadi. Ia mengira kalau Young Dal itu hanya preman jalanan tapi ternyata Young Dal hebat juga.

Madam Jang merasa kalau ada sesuatu antara Young Dal dengan Ny Min. Tapi Ny Kim membela Young Da kalau Madam Jang itu belum mengenal Young Dal karena Young Dal tak akan pernah terikat pada Ny Min. Mereka hanya rekan bisnis saja. Madam Jang merasa itu benar, tapi ia tahu siapa wania yang disukai Young Dal. “Kau tahu dealer Oh Jung Hee itu kan? Young Dal menyukai gadis itu. Dia bahkan sekarang tinggal di rumah gadis itu.” Ny Kim terkejut, apa benar begitu. Madam Jang membenarkan.
Yang Ha masih duduk di depan meja holdem. Ia benar-benar tak percaya dengan kekalahannya. Jung Hee yang bersiap akan pulang menghampiri, kenapa Yang Ha masih disini dan belum pulang. Jung Hee minta maaf karena ia tak bisa mengontrol kartu yang keluar dari tanganya.

Yang Ha menyindir bukankah Jung Hee menikmati permainan tadi. “Kau dekat dengan Heo Young Dal. Alasanku memintamu menjadi dealer hari ini karena aku tahu tentang kalian berdua. Aku ingin menghancurkan dia di hadapanmu tapi nyatanya malah aku yang kalah.”
Yang Ha pun memberikan peringatan, kalau Young Dal masih terus berhubungan dengan Jung Hee ia akan membalas semua penghinaan yang ia terima hari ini. Ia menyadari kalau dirinya bisa saja sedikit kejam. Yang Ha pergi lebih dulu dari sana.
Jung Hee sampai di depan rumah dan bertemu Young Dal yang menunggunya. Young Dal berkata kalau semua kemenangannya hari ini karena Jung Hee. Ia lega dan rasanya sangat menyenangkan. Jung Hee yang tersenyum berkata kaau ia tak melakukan apa-apa, dirinya hanya menjadi dealer.

Young Dal cemas apa tidak apa-apa Jung Hee menjadi dealer di kasino itu, bukankah Jung Hee sudah menjadi dealer resmi, selama permainan tadi ia tak bisa tenang. Ia menebak kalau Madam Jang pasti yang memaksa Jung Hee. Ia pasti akan membalas Madam Jang.

Jung Hee berkata kalau ia kesana karena Yoon Yang Ha yang meminta. Young Dal heran bagaimana bisa, apa hubungan Jung Hee dengan Yang Ha. Jung Hee memberi tahu kalau Yang Ha itu Direktur resmi di kasinonya. Yang Ha juga putra Presdir Yoon.

Young Dal yang terkejut bertanya memangnya kenapa kalau dia itu putra Presdir, kenapa Yang Ha membuat Jung Hee berada dalam kesulitan. Ia menilai Yang Ha sungguh keterlaluan. Jung Hee bilang tidak apa-apa, jadi Young Dal tak perlu khawatir. Jung Hee permisi masuk ke rumah dulu.

Young Dal menggerutu kesal dengan sikap Yang Ha, “ah dia itu sungguh menyebalkan.”
Dong Soo menemui Shin Hye. Shin Hye bertanya apa Dong Soo bertemu dengan Presdir Yoon. Ia ingin tahu apa yang dikatakan Presdir Yoon. Dong Soo berkata kalau Presdir Yoon sedang berseteru dengan Go Bok Tae dan meminta dirinya untuk membantu. Shin Hye ingin tahu apa yang Dong Soo katakan. Dong Soo berkata kalau ia akan memikirkannya. Ia tak tahu apa yang akan terjadi jika dengan Go Bok Tae.

Dong Soo heran bagaimana Shin Hye bisa kenal dengan Presdir Yoon. Shin Hye tak menjawab ia hanya berkata kalau dirinya harus menjaga rahasia pasiennya. Dong Soo pun tak memaksa Shin Hye untuk menjelaskan.

Shin Hye kemudian mengatakan kalau ayahnya sangat mengkhawatirkan Dong Soo usai pengunduran diri Dong Soo. Dong Soo menegaskan kalau dirnya tak berhenti karena ayah Shin Hye. Ia meminta pada Shin Hye untuk mengatakan pada Pak Hwang (ayah Shin Hye) agar berhenti mengkhawatirkannya.
Shin Hye menanyakan rencana Dong Soo selanjutnya. Dong Soo berkata kalau ia kemungkinan akan kembali ke masa lalunya. Shin Hye tak mengerti, masa lalu? Dong Soo menyampaikan bahwa ketika ayahnya meninggal, saat itu dirinya masih 12 tahun jadi ia tak tak tahu apa-apa. Sekarang banyak yang ia pikirkan, banyak hal yang mencurigakan perihal kematian ayahnya. Dan ia juga akan mencari kedua adiknya. Shin Hye bersedia membantu jika Dong Soo membutuhkan bantuannya.

Dong Soo menyerahkan dokumen catatan kematian ayahnya, jika Shin Hye membaca itu pasti Shin Hye akan tahu apa yang ia butuhkan.
Dong Soo mendatangi panti asuhan tempat dirinya meninggalkan kedua adiknya. Dong Soo keluar dari mobil dan wuihhh betapa kerennya Lee Beum Soo ahjussi mengenakan kacamata hitam hahaha.
Oh jadi inget sama Kim Do Jin aka Jang Dong Gun di A Gentleman Dignity hahaha.
Dong Soo menghubungi Detektif Tak Jae Gul. Pembicaraan ini sepertinya rahasia, teman-teman satu tim di kepolisian pun tak tahu. Jae Gul bicara menjauh dari yang lain dan pura-pura bicara dengan orang yang akan memberikan pinjaman.

Tapi ketika Jae Gul sudah berada di ruangan sepi, ia bertanya pelan pada Dong Soo, ada apa Dong Soo menghubunginya. Dong Soo bertanya apa Jae Gul sudah mendapatkan apa yang ia minta. Jae Gul berkata kalau ia masih menyelidiknya. Dong Soo mengingatkan bahwa ini tak boleh ada yang tahu. Jae Gul mengerti dan meminta Dong Soo jangan khawatir.
Di depan panti Dong Soo melihat anak-anak sedang bermain. Ia melihat suasana disana sungguh menyenangkan, anak-anak bermain dan tertawa-tawa

Dong Soo melihat bayangan kedua adiknya, Dong Chul dan Dong Woo yang menangis menanti dirinya datang. Dong Soo sedih melihat itu dan tanpa terasa air matanya menetes.
Tiba-tiba ada seorang anak menegur Dong Soo, “ahjussi kenapa kau menagis?” Dong Soo segera mengusap air matanya dan berkata kalau ia tak menangis, matanya kemasukan debu.
Dong Soo bertanya siapa nama anak itu. Anak itu menjawab kalau namanya Im Min Soo. Dong Soo bertanya lagi apa Min Soo lapar. Min Soo menjawab tidak, karena tadi dirinya sudah makan banyak nasi dan daging.

Dong Soo menawarkan apa Min Soo ingin makan Jajangmyun. Min Soo mengangguk mau. Dong Soo meminta Min Soo memberi tahu anak-anak lain kalau ia akan mentraktir makan Jajangmyun.
Min Soo senang sekali dan berteriak memanggil teman-temannya kalau mereka akan ditraktir makan jajangmyun. Anak-anak lain menyambut dengan suka cita.
Di posko Genk hehehe, Young Dal bertanya pada Jang Soo, apa Jang Soo sudah mendapatkannya. Jang Soo menjawab belum, katanya dia takut mati kalau ketahuan.

“Hyung, jika kau mau dia melakukannya. Berikan dia uang yang lebih banyak.” saran Jerry pada Young Dal. “Memangnya siapa coba yang mau mengorbankan nyawanya hanya dengan 10rb dollar. Aku juga tak mau.”

Young Dal setuju usul Jerry, “Katakan padanya aku akan memberinya 50rb dollar jika dia berhasil.”

Jang Soo mengerti ia akan memberi tahu orang itu. Ia pun mengajak Jerry pergi. Young Dal menerima telepon dari Dong Soo yang mengajaknya bertemu.
Young Dal penasaran apa Dong Soo berhenti menjadi detektif karena dirinya. Dong Soo tertawa apa dirinya sudah gila berhenti bekerja karena Young Dal. Bukan seperti itu, jadi jangan khawatir.

Dong Soo menanyakan rencana Young Dal sekarang. Young Dal berkata kalau dirinya harus mendapatkan kepercayaan dari Go Bok Tae. Dong Soo ingin tahu bagaimana caranya. Young Dal berkata kalau ia akan mengambil alih kasino. Dong Soo menertawakan rencana Young Dal, apa Young Dal pikir cara itu akan cukup untuk mendapatkan kepercayaan dari Go Bok Tae.
Young Dal tahu kalau Dong Soo pasti meremehkannya, “apa kau tak mengerti? Bukankah kau menyuruhku menjadi informanmu untuk mencari tau dimana rentenir itu?”

“Lalu?” tanya Dong Soo.

Young Dal menjelaskan kalau di kasino pribadi banyak sekali transaksi yang terjadi. Mereka dilarang masuk ke kasino resmi makanya mereka ke kasino pribadi (ilegal). “Jika aku bisa mengambil alih, aku pasti bisa mendapatkan kepercayaan dari Go Bok Tae.”

Dong Soo ingin tahu apa Young Dal akan bisa merebut kasino itu dengan mudah. Bukankah akan banyak gengter disana. Apa Young Dal akan menghadapi mereka. Young Dal menjawab tidak, karena ada cara lain yang ia rencanakan. Dong Soo menawarkan apa Young Dal membutuhkan sesuatu darinya, katakan saja apa yang Young Dal butuhkan.
Ny Min meminta Hyun Tak untuk membantu Young Dal mengambil alih kasino itu. Hyun Tak tentu saja siap sedia, apa yang harus ia lakukan. Ny Min menugaskan Hyun Tak untuk megajari Young Dal pengalaman judi online yang sering Hyun Tak lakukan. Hyun Tak mengerti ia akan melakukannya.
Madam Jang sampai di pegadaiannya Tn Yang (Ayah Jang Soo). Ia menanyakan kenapa Tn Yang meneleponnya. Tn Yang mengambil sebuah tas dan memberikannya pada Madam jang. Ia menghadiahkan tas itu pada Madam Jang.

Madam Jang menanyakan alasan Tn Yang memberikan tas itu padanya, bukankah itu tas pelanggan yang sedang digadaikan. Tn Yang berkata kalau batas waktu gadai tas itu sudah habis jadi tak apa-apa. Walaupun ini tas bekas, tapi kualitas bagusnya masih sama. Madam Jang pun tak membuang kesempatan, ia menerima tas itu.
Tn Yang pindah duduk di samping Madam Jang, “Madam Jang apa kau tak merasa kesepian?” Madam Jang berkata kalau ia memiliki banyak kesibukan, ia sangat sibuk hingga tak mempedulikan yang lain.

Tn Yang menarik nafas dan berkata kalau ia tak tahu kenapa hari ini dirinya merasa sangat kesepian. Tiba-tiba Tn Yang menggenggam tangan Madam Jang. Madam Jang berusaha melepaskan genggaman tangan Tn Yang.

“Madam Jang, apa kau tak bisa menghilangkan kesepianku?” Tn Yang berusaha merayu Madam Jang hehehe.
Tapi tiba-tiba pintu ruangan dibuka oleh Jang Soo. Tn Yang terkejut segera pindah tempat duduk. Madam Jang segera pamit pulang dan tak lupa membawa tas pemberian Tn Yang.

Jang Soo heran memandang dua orang ini. Dan ia pun bisa membaca suasana, ia sangat menyayangkan sikap ayahnya.
Jang Soo kesal kenapa ayahnya tak mengunci pintu. Ia heran melihat ayahnya memberikan tas itu pada Madam Jang, trik apa yang ayahnya pakai kali ini untuk merayu.

Tn Yang kesal, ia menabok putranya. “apa begini caramu bicara pada ayahmu.”

Jang Soo meminta ayahnya ingat umur, ia tak bisa kemana-mana karena sikap ayahnya yang memalukan ini. Ia menilai Ayahnya sama saja seperti Young Dal.

Tn Yang tambah kesal karena sudah memberikan tas mahal, tapi tak bisa bahkan untuk menggenggam tangan Madam Jang. Ia ngomel-ngomel karena kesempatan tadi sangat bagus tapi dirusak oleh putranya.
Ny Kim menanyakan dari mana Madam Jang mendapatkan tas itu. Madam Jang memberi tahu kalau Tn Yang yang memberikan tas itu padanya. Ia menilai kalau Tn Yang benar-benar menyukainya dan ia pun akan memanfaatkannya.

Seorang pegawai masuk memberi tahu Madam Jang kalau Young Dal datang ingin bertemu. Madam Jang menggerutu mau apa lagi Young Dal datang. Ny Kim pun penasaran.
Young Dal datang bersama Ny Min. Madam Jang bertanya mau apa lagi Young Dal datang ke kasinonya. Young Dal berkata kalau ia ingin main permainan yang besar disini, tapi taruhan maksimun disini sengat kecil. Ia ingin Madam Jang menaikan taruhan maksimum.

Madam Jang tanya berapa taruhan yang Young Dal inginkan. Young Dal menjawab 50rb dollar. Ny Min ikut bicara jika taruhan maksimumnya itu 5orb dollar, maka Madam Jang harus punya uang 1 juta dollar. Ia akan membantu Young Dal menjadi sponsor jadi Madam Jang tak perlu khawatir.
Di kantor Ny Min, Ny Min berkata kalau ia sudah melakukan semua yang Young Dal inginkan. “Sekarang katakan padaku bagaimana kau akan mengambil alih kasino itu?”

Young Dal : "Apa anda tahu Tn Jung kalah lebih dari 20 juta dolar di kasino Daejeon?”

Ny Min kenal dengan orang itu, karena dia sering pinjam uang darinya.

Young Dal : “aku bertanya padanya, ‘katakan padaku bagaimana caranya memenangkan permainan baccarat’ dia bilang tak ada caranya ‘tak ada cara khusus, tapi ada satu cara’”
Madam Jang tampak berfikir. Ny Kim heran apa yang Madam Jang khawatirkan, lebih baik terima saja tantangan Young Dal. Madam Jang berkata kalau ini bukan hal sembarangan. Jika Young Dal bermain 1 juta dollar dan jika kita kalah, kita bisa kehilangan jutaan. Jika itu terjadi kita harus menutup kasino ini.

Ny Kim : “Lalu, kau akan membuang kesempatan untuk bisa mengalahkan Ny Min?”

Madam Jang berkata kalau bukan hanya dirinya yang bisa memutuskan hal ini.
Ny Min khawatir dan bertanya apa hal itu mungkin. Young Dal berkata kalau ia sudah siap, tapi masalahnya hanya jika Madam Jang menerima tawarannya.
Madam Jang menghubungi seseorang dan ia pun mendapatkan persetujuan dari orang itu.

Ny Kim tanya siapa itu. Madam Jang berkata kalau ia baru saja menghubungi pemilik kasino ini. Ny Kim terkejut pemilik, jadi pemilik sebenarnya kasino ini bukan Madam Kang.

Madam Jang : “apa kau tahu kenapa kasino ini bisa tetap buka walaupun sudah digrebek polisi? Itu karena pemilik sebenarnya punya jaringan yang hebat.”
Young Dal menerima telepon dari seseorang, “besok jam 2 siang? Jangan biarkan pelanggan lain masuk.”

Madam Jang ternyata menerima tawaran Young Dal. Young Dal dan Ny Min tersenyum lebar.


Huwaaaaa bakalan seperti apa permainan licik yang Young Dal lakukan. Siapa sebenarnya pemilik kasino ilegal itu. Hmmm apa mungkin Presdir Yoon?

5 comments:

  1. cie...mb Anis akhirnya balik lagi nulis sinop...n sinopnya lgs triangle lagi...keren....

    san

    ReplyDelete
  2. Yeeee
    mba anis is back.......
    tetap semangat ya mba nulis sinopsisnya.....

    ReplyDelete
  3. miss u mbak anis :*...
    Ada bonus AGD DokoJin,gomawo

    ReplyDelete
  4. kyaaa KDJ dibawa2....
    jd kangen kan ama AGD....
    LBS emang keren sich hehehe


    Ofie

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...