Friday, 15 March 2013

Sinopsis Queen of Ambition Episode 10 Part 2

Sam Do di kantor menikmati makan siang mie-nya. Belum sempat ia mengunyah mie-nya tiba-tiba ada tamu wanita datang menanyakan apa benar ini kantor Pengacara Cha Jae Woong.

Dengan malas Sam Do bilang bukan. Wanita itu heran tapi segera pergi karena sudah salah alamat.

(Aku nebak ini karena Sam Do tak ingin Ha Ryu mengambil kasus karena kemungkinan itu akan merepotkan, ditambah lagi Ha Ryu itu kan bukan Jae Woong)
Bersamaan dengan wanita itu pergi Ha Ryu baru saja tiba menanyakan pada Sam Do siapa wanita tadi. Sam Do yang menikmati makan siangnya bilang tak tahu. Sam Do ingin tahu bagaimana perasaan Ha Ryu setelah bertemu langsung dengan ayah yang baru ditemui setelah 30 tahun. Ha Ryu berkata kalau ia sendiri tak yakin karena setiap kali Ayah Cha memanggilnya dengan nama Jae Woong rasanya seperti seseorang sedang menusuk hatinya.

Sam Do juga menanyakan perihal wanita yang menjabat manajer di kantor ini (Soo Jung) apa Ha Ryu yakin kalau wanita itu minggu ini tak akan datang ke kantor lagi. “Apa hubungannya dengan Pengacara Cha?”
“Kakakku sudah melamarnya!” ucap Ha Ryu membuat Sam Do kaget setengah mati. Ha Ryu bingung karena Soo Jung menginginkan pertemuan keluarga untuk menetapkan tanggal pernikahan minggu-minggu ini, “Apa yang harus kulakukan?”
“Apa lagi? kau harus putus dengannya!” kata Sam Do. Tapi Ha Ryu tak tega, itu akan membuat dirinya merasa bersalah. “Lalu apa kau mau hidup dengannya?” tanya Sam Do. “Kalau kau hidup dengan seseorang yang akan menjadi kakak iparmu, apa menurutmu itu hal yang paling tepat untuk dilakukan?” Sam Do mengeluh menyesalkan nasib Ha Ryu. “Ada wanita yang harus diputuskan, ada wanita yang punya dendam dan ada wanita yang harus dirayu. Kenapa semuanya begitu rumit? Bahkan Raja Euija memiliki masalah perempuan yang lebih sedikit daripada kau.”

“Apa kau sedang mengolok-olokku?” Ha Ryu tampak kesal.

“Lalu apa aku harus terlihat serius? Bagaimana pun juga wanita yang harus kau perhatikan adalah wanita yang harus kau taklukan, Baek Do Kyung.” Sam Do ingin tahu apa yang akan Ha Ryu lakukan terhadap Do Kyung.
Ha Ryu mengeluh tak tahu. Ia mengatakan pada Do Kyung kalau ia akan menghubungi Do Kyung tapi kalau ia terlalu agresif itu akan membuat Do Kyung curiga. “Apa ada cara yang lebih alami untuk bertemu dengannya?”
Sam Do dan Ha Ryu berusaha berfikir. Ponsel Ha ryu berdering dari Do Hoon. Ha Ryu memperlihatkan pada Sam Do siapa yang menghubunginya. Ya memanfaatkan Baek Do Hoon untuk bertemu dengan Do Kyung adalah cara yang paling alami tak dibuat-buat.
Ha Ryu dan Do Hoon berada di kamar mandi sauna. Do Hoon sangat menikmati kebersamaannya dengan Ha Ryu. Do Hoon berkata kalau ia hanya memiliki kakak perempuan, ketika melihat temannya bersama saudara laki-laki berolah raga dan ke sauna bersama, ia iri.

“Aku juga ingin seperti itu!” seru Ha Ryu.

“Pengacara Cha apa kau juga tak punya saudara laki-laki?” tanya Do Hoon.
Pertanyaan Do Hoon ini membuat Ha Ryu terdiam. Ia tersenyum menatap Do Hoon dan mengatakan kalau ia tak punya saudara laki-laki. Do Hoon pun meminta ijin bolehkah ia memanggil Ha Ryu dengan sebutan ‘Hyung’.
Ha Ryu mengangguk membolehkannya. Karena sudah menganggap Ha Ryu seorang kakak, Do Hoon ingin agar Ha Ryu mengubah cara bicara. Jangan menggunakan bahasa formal kalau bicara, “Jae Woong hyung.” Keduanya tertawa.
Ha Ryu dan Do Hoon berada di Droptop, cara bicara Ha Ryu masih saja formal. Do Hoon mengingatkan jangan bicara formal seperti itu. Sebagai tanda keakraban Do Hoon melakukan tos dengan Ha Ryu. Da Hae melihat keduanya dan tentu saja tak suka. Do Hoon melihat kehadiran Da Hae, ia menyapanya.
Da Hae berusaha tersenyum menghampiri meja keduanya. Ia menyapa Ha Ryu dengan sopan dan berharap kalau kedatangannya tak mengganggu kesenangan keduanya. Do Hoon bilang tidak mengganggu karena Jae Woong hyung yang duluan meminta Da Hae untuk datang. Da Hae heran Do Hoon menyebut pria yang ada di depannya ini dengan sebutan hyung. Do Hoon memberi tahu kalau mulai sekarang ia akan memanggil Ha Ryu dengan sebutan Jae Woong hyung. Ia senang karena akhirnya memiliki saudara laki-laki.
Ha Ryu menyerahkan dokumen tempo hari Da Hae memintanya untuk dikaji. Do Hoon heran ada apa dengan keduanya, “Apa kalian bertemu tanpa sepengetahuanku?” Da Hae berkata kalau ia bertemu Pengacara Cha untuk konsultasi masalah hukum. Ha Ryu minta maaf kalau waktu itu ia tak bisa makan malam bersama. Tapi kalau Da Hae ada waktu Da Hae bisa bergabung makan malam dengannya dan Do Hoon. Dengan sikap penuh curiga Da Hae menyetujui ajakan Ha Ryu. Do Hoon mengatakan kalau ia yang akan melakukan reservasi restourannya. Ha Ryu dan Da Hae saling menatap tajam.
Ketiganya pun makan malam bersama di sebuah restouran. Do Hoon mengatakan ketika ia dan Da Hae kuliah di Amerika suatu malam ia merindukan Da Hae. “Aku meminta dia apakah bisa datang, ternyata dia muncul 5 jam kemudian basah kuyup di depan pintuku. Saat itu aku memutuskan kalau aku akan melindunginya selama hidupku.”

Da Hae tersenyum kenapa Do Hoon menceritakan kisah itu lagi. Ha Ryu yang menahan marah berkata tak heran kalau Do Hoon jatuh hati pada Da Hae.

Do Hoon : “Aku sangat menyukainya ketika kami di Amerika. Selama liburan kami mengelilingi Amerika.”
Jreng... Ha Ryu kaget dan menatap Da Hae yang sibuk makan. Ia teringat hari dimana Da Hae mengatakan kalau dia tak bisa pulang ke Korea karena tak mendapatkan tiket ditambah lagi profesornya juga meminta bekerja dengannya. Da Hae tak pulang ke Korea beralasan kalau dia akan liburan di kampus tapi ternyata liburan keliling Amerika, mengabaikan Eun Byul yang merindukan ibunya.
“Tapi, hyung apa kau tak punya pacar?” tanya Do Hoon.
“Ya..!” jawab Ha Ryu pendek mengiyakan kalau ia tak punya pacar.
“Benarkah?” Do Hoon tak percaya. “Kapan terakhir kali kau menjalin hubungan?”
“Sekitar 6 tahun lalu!” jawab Ha Ryu mengagetkan Da Hae.
“Jadi kau masih belum bisa melupakan wanita itu hingga belum berpacaran sampai sekarang?” tanya Do Hoon. “Wanita seperti apa dia?”
“Kurasa aku tak akan bisa jatuh cinta seperti itu lagi.” Ha Ryu menatap Da Hae. “Dia seperti malaikat bagiku.”
“Kalau begitu kenapa kalian berdua putus?” tanya Da Hae ingin tahu pria yang di depannya ini Ha Ryu apa bukan.
“Karena dia sudah tak ada lagi di dunia ini!” jawab Ha Ryu.

Do Hoon minta maaf sudah menyinggung tentang hal ini, seharusnya ia tak menanyakannya. Ha Ryu bilang tak apa-apa karena ia sudah melupakannya. Ha Ryu juga minta maaf, karena dirinya makan malam ini terkesan menjadi suram. Ia mengajak Do Hoon dan Da Hae untuk segera makan. Da Hae menatap penasaran, siapa pria yang ada di depannya ini.
Sekretaris Moon melapor pada Do Kyung mengatakan kepastian bahwa benar Ha Ryu memiliki catatan kasus pernah di penjara. Do Kyung berkata berarti faks yang dikirim Ha Ryu pada Da Hae waktu itu, benarkah kalau itu 7 hari setelah kita menerima faks itu?

Sek Moon membenarkan Ha Ryu dibebaskan 7 hari setelah pengiriman faks itu. Do Kyung berterima kasih dan mempersilakan sekretarisnya kembali bekarja.
Do Kyung menemui Da Hae karena ada yang harus ia tanyakan pada Da Hae. Ia menunjukan faks yang diterimanya, faks nyasar yang terkirim ke kantornya. “Pria yang bernama Ha Ryu ini di penjara karena tuduhan mengubur ayah tirimu. Kenapa orang ini mengirim faks seperti ini padamu?”

Da Hae bingung harus menjawabnya bagaimana. Terbata-bata ia mengatakan kalau kemungkinan pria ini memiliki dendam padanya.
“Apa maksudmu kalau kalian berdua ini saling mengenal?” tanya Do Kyung menatap curiga. “Bagaimana kalian berdua bisa saling mengenal?”

Da Hae minta maaf kalau ia sudah mengecewakan Do Kyung. Tapi ia dan pria yang bernama Ha Ryu tak memiliki hubungan seperti yang Do Kyung curigai.

“Kalau kalian tak memiliki hubungan, kenapa dia memiliki dendam terhadapmu?” Do Kyung terus bertanya.

Da Hae meminta agar Do Kyung tak menaruh curiga padanya. Do Kyung menyela ucapan Da Hae, “Kau sepertinya tak akan menceritakan yang sebenarnya. Aku akan mencari tahu sendiri,”
Presdir Baek dan Bibi Ji Mi berada di kuil melakukan upacara peringatan mendiang suami Bibi Jimi.
Dalam hati Bibi Ji Mi berkata, ‘Yeobo aku datang. Sudah 10 tahun sejak kau meninggal dunia, sungguh waktu sangat cepat berlalu. Aku juga sudah banyak berubah kan? Tapi aku, tak akan melupakan kematianmu yang tak semestinya.’
Setelah Bibi kini giliran Presdir Baek yang berdoa. Bibi Ji Mi memperhatikannya, ‘Yeobo orang yang membunuhmu sedang berlutut padamu. Kau pasti masih merasa marah di surga sana. Tunggulah sebentar lagi dia akan segera merasakan sakit yang sama.’ Mata Bibi Jimi berkaca-kaca menatap Presdir Baek yang tengah berdoa.
Usai melakukan doa keduanya keluar dari kuil. Presdir Baek menyarankan agar mulai tahun depan lebih baik peringatan upacara kematiannya dilakukan di rumah saja toh ini sudah 10 tahun. Tapi Bibi Ji Mi lebih suka melakukannya di kuil. Menurut Presdir kalau dilakukan di rumah Do Kyung dan Do Hoon akan menjadi pemandu upacara peringatannya. Tapi Bibi Ji Mi ngotot tak mau, ia akan melakukan dengan caranya sendiri. Ia pun mempersilakan kakaknya kembali ke perusahaan.

Presdir bertanya apa Ji Mi akan berada disini lebih lama karena ia harus segera pergi untuk menghadiri rapat. Bibi Ji Mi berterima kasih karena kakaknya sudah mau datang ke peringatan kematian suaminya. Presdir Baek heran apa maksud adiknya berterima kasih seperti ini. (si Aunty punya dendam apa ya ke kakaknya)
Ha Ryu akan masuk ke ruangan Do Kyung tanpa sengaja ia mendengar Do Kyung bicara dengan Sek Moon tentang Ha Ryu. Sek Moon belum menemukan informasi apapun mengenai Ha Ryu. Ia minta maaf, ia sudah mengirim permintaan ke semua tempat yang memungkinkan untuk menemukan petunjuk. Ia akan segera melaporkannya pada Do Kyung kalau ia mengetahui petunjuk apapun.
Ha Ryu pun masuk ke ruangan Do Kyung. Kedatangannya ini karena Do Kyung yang ingin bicara dengannya. Do Kyung menyuruh sekretarisnya menyiapkan teh. Ha Ryu berharap kalau kedatangannya ini tak mengganggu pekerjaan Do Kyung.
Ha Ryu berkata kalau ia tak sengaja mendengar perbincangan Do Kyung tadi, sepertinya Do Kyung sedang mencari seseorang. Do Kyung membenarkan untuk itulah ia ingin membicarakan hal ini dengan Ha Ryu. Do Kyung mengatakan kalau ia sedang mencoba menemukan seseorang tapi ia tak tahu bagaimana caranya. Ha Ryu bertanya apa ada sesuatu yang bisa ia bantu.

Do Kyung menyerahkan dokumen tentang Ha Ryu. Ha Ryu tentu saja kaget membaca dokumen itu, Do Kyung mencari keberadaan dirinya. Ia juga membaca faks yang dikirim Taek Bae atas perintahnya. Ha Ryu terdiam.
Do Kyung : “Kalau kau menemukan pria itu, bisakah kau mencari tahu apa hubungan antara dia dengan Joo Da Hae? Kau pernah bertemu Da Hae, kan?”

Ha Ryu menjawab ya, “Apa kau menyelidiki Joo Da Hae karena dia pacarnya Do Hoon?” Do Kyung membenarkan.
 
Di kantor pengacara, Ha Ryu mondar-mandir kebingungan. Ia bertanya pada Sam Do apa yang harus dilakukannya. Kalau kedok-nya terungkap sekarang maka semuanya akan berakhir. Sam Do diam berfikir. Ha Ryu kembali bertanya apa yang harus dilakukannya.
“Ah kau ini berisik sekali!” gerutu Sam Do, “Memangnya apa masalahnya? Kau diharuskan mencari dirimu. Jadi jangan mencari dirimu, gitu aja kok repot.”
Sam Do menjelaskan, “Kalau dalam permainan baseball apa kau tahu kenapa pemukul memiliki kesempatan lebih besar memukul home run dengan bola lurus daripada bola cepat?”

Ha Ryu : “Aku tak tahu!”
“Daripada bola cepat, ketika bola lurus datang ke titik pusat dan kau memukul bola dengan tepat, maka bolanya akan terbang lebih tinggi dan jauh.” Jelas Sam Do.

Ha Ryu tak mengerti lalu apa hubungan antara masalahnya dengan baseball. “Apa maksudmu?”

“Kalau bola lurus datang ke arahmu, itu mungkin akan sulit tapi kalau kau memukulnya dengan tepat itu mungkin akan menjadi pukulan yang tak terduga.” Sam Do tertawa.
Ha Ryu mengerti maksud Sam Do, ia harus berusaha memukul bolanya siapa tahu ia malah mendapatkan hasil yang lebih baik. Ia menyeringai.
Da Hae menerima telepon dari kakak tirinya. Yang Hoon mengatakan kalau ia menerima telepon dari seseorang yang bernama Pengacara Cha Jae Woong, “Dia bertanya tentang hubunganmu dengan Ha Ryu. Apa dia menghubungiku karena dia tahu sesuatu?” Da Hae yang terkejut menilai itu tak mungkin. Tak mungkin ada seseorang yang mengetahui tentang Ha Ryu. 
Da Hae pun menemui Ha Ryu di kantor pengacara. Ha Ryu sudah bisa menebak kalau Da Hae akan datang. Ia berbasa-basi menanyakan kenapa Da Hae datang ke tempatnya.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Da Hae.

Ha Ryu pura-pura tak mengerti.

“Kenapa kau bertanya tentang aku dan Ha Ryu?” Tanya Da Hae lagi.
Ha Ryu tersenyum mempersilakan Da Hae duduk. Ia mengatakan kalau Direktur Baek Do Kyung yang memintanya melakukan itu. Tapi karena Da Hae sudah datang sendiri ke kantornya ia akan bertanya langsung, “Bagaimana kau bisa mengenal Ha Ryu?”
Da Hae mengatakan kalau dirinya tak memiliki hubungan apapun dengan Ha Ryu. Ha Ryu tertawa dan merasa kalau itu tak masuk akal. “Tentang ayah tirimu, apa Ha Ryu yang membunuhnya?” Da Hae menjawab kalau polisi sudah menyelidikinya dan kasus itu sudah ditutup.

Ha Ryu berkata kalau selama di penjara, tahanan bernama Ha Ryu itu mengirim sebuah faks tepatnya seminggu sebelum dia bebas. Da Hae mengatakan kalau si tahanan Ha Ryu itu selalu mengejarnya seperti penguntit. Dia seorang pengkhayal.
Ha Ryu : “Kenapa kau tak melaporkannya ke polisi? Bukankah faks itu bisa menjadi bukti?”

Da Hae : “Aku akan segera menjadi bagian dari keluarga Baek Hak. Daripada memikirkan tingkah gila seorang penguntit, aku terlalu sibuk untuk menanggapinya.”

Keduanya bertatapan tajam. Da Hae bertanya apa pengacara Cha puas dengan jawabannya atau masih ada lagi yang ingin ditanyakan padanya. Ha Ryu bilang sudah tak ada, ia melihat kalau Da Hae sangat berusaha keras untuk menjadi bagian dari keluarga Baek Hak, ia akan merasa kasihan kalau seandainya Da Hae tak diterima oleh pemilik Baek Hak.

“Kalau kau menemukan Ha Ryu, tolong kau beritahu aku. Jangan bersembunyi dan menyiksaku seperti pengecut, tunjukan wajahmu. Itu yang ingin kukatakan padanya.” kata Da Hae menatap tajam Ha Ryu. Ia pun meninggalkan kantor pengacara dengan angkuhnya.
Da Hae menemui Do Kyung, ia membanting pintu ruangan Do Kyung. Do Kyung menegur apa Da Hae ini tak punya sopan santun.

“Memeriksa latar belakangku apa itu bagian dari sopan santun?” Tanya Da Hae. “Karena 1 faks yang dikirim orang gila, aku tak tahu kau akan memerikssa latar belakangku. Kenapa kau tak bisa mempercayaiku?”

“Dari semua yang sudah kau katakan padaku, apa ada yang benar?” Do Kyung balik bertanya, karena ia menilai semuanya itu bohong.
Da Hae pun tak peduli, silakan temukan Ha Ryu. Saat Do Kyung menemukan Ha Ryu, ia ingin agar ketiganya bertemu bersama dan mengungkap kebenarannya. Do Kyung berkata kalau saat itu akan tiba, jadi Da Hae tak perlu mengkhawatirkannya. Da Hae berkata kalau ada hal lain yang ingin Do Kyung ketahui silakan tanyakan langsung padanya jangan meminta orang lain untuk melakukan pekerjaan kotor. Do Kyung pun setuju, seharusnya Da Hae juga memberi tahu padanya secara langsung saat ada yang ingin Da Hae katakan daripada membunuh Lisa, kudanya.

Sek Moon memberi tahu kalau mobil Do Kyung sudah siap. Do Kyung bersiap pergi, ia kembali menatap Da Hae kenapa masih berdiri disana apa yang akan Da Hae lakukan di ruangannya. Do Kyung pun keluar dari ruangannya. Da Hae menerima telepon dari Bibi Ji Mi.
Da Hae menemui Bibi Ji Mi di sebuah restouran. Bibi Ji Mi mengisyaratkan agar Da Hae diam tak bersuara. Karena di ruangan sebelah ada keluarga Baek sedang makan bersama keluarga politisi (pejabat)
Pejabat Kim bertanya bukankah Do Hoon dan putrinya, Eun Seo bersal dari sekolah yang sama. Do Hoon yang tak suka dengan pertemuan ini cemberut. Ia membenarkan pertanyaan pejabat Kim. Ny Kim merasa kalau sepertinya baru kemarin Do Kyung membawa Do Hoon ke sekolah. Tapi sekarang dia sudah dewasa siap untuk menikah. Ny Kim menilai kalau Do Kyung dan Do Hoon adalah dua saudara kandung yang istimewa.
Eun Seo menambahkan kalau saat itu Do Kyung sangat terkenal di sekolahnya. Karena dulu semua orang berfikir kalau Do Kyung itu ibunya Do Hoon. Do Kyung terdiam mendengar ucapan Eun Seo. Presdir Baek berkata itu karena ibu mereka berdua sudah meninggal, jadi Do Kyung harus bersikap seperti seorang ibu di usia mudanya.
Ny Kim : “Membantu adikmu yang sudah seperti anak bagimu dan akan menikah, pasti ini berat bagimu.”

Do Kyung bilang tidak, karena ia sendiri sudah tak sabar untuk menyingkirkan Do Hoon. Mereka yang mendengarnya tertawa. Do Hoon menatap kesal Do Kyung, ia tak suka dengan perjodohan ini.
Di ruang sebelah Bibi Ji Mi dan Da Hae mendengarkan perbincangan mereka. Bibi Ji Mi berkata kalau seperti itulah sosok Oppa-nya yang sebenarnya. “Dia selalu tersenyum di depanmu tapi dia bisa menusukmu dari belakang. Kau akan dibuang setelah selesai dimanfaatkan. Itu sama seperti seseorang.”
Da Hae menahan marah, ia seperti akan dicampakan begitu saja. “Tapi Bibi, kenapa kau membawaku kesini? Di klub berkuda waktu itu kau juga memberiku informasi.”

Bibi Ji Mi mengatakan kalau ia tak memiliki alasan melakukan itu. “Hanya saja aku ingin kau menjadi istri keponakanku, bukan putri dari pejabat Kim. Aku ingin kau menikah dengan Do Hoon.” Bibi Ji Mi berkata kalau di ruangan sebelah itu hanya acara kumpul bersama anggota keluarga jadi ia dan Da Hae tak bisa masuk ke sana. “Kau dan aku sendirian. Tapi sebaliknya, tak memiliki keluarga yang bisa melemahkanmu secara emosi itu bisa menjadi senjata yang ampuh.”

Da Hae terkejut, “Bibi, apa kau tahu sesuatu tentang aku?”
Bibi Ji Mi merasa kalau itu tak masalah. “Joo Da Hae, aku akan membantumu menjadi bagian dari keluarga Baek Hak.”

“Lalu apa yang bisa kulakukan untukmu?” Tanya Da Hae.

“Begitu kau menjadi bagian dari keluarga Baek Hak, maka pada saat itu kau bisa membantuku.” ucap Bibi Ji Mi.
Usai makan malam dengan keluarga pejabat Kim, anggota keluarga Baek pulang. Do Hoon tentu saja tak suka dengan perjodohan ini. Kenapa ayahnya melakukan hal itu padanya bukankah tadi ayahnya bilang hanya makan malam biasa. Kalau ia tahu ia tak akan datang. Presdir Baek berkata kalau hal ini sudah diputuskan, Do Hoon akan menikah dengan putri pejabat Kim.

Do Hoon : “Lalu bagaimana dengan Da Hae? apa ayah hanya memanfaatkannya saja?”
Presdir berkata kalau mengingat posisi Da Hae sekarang bukankah dia sudah mendapatkan lebih dari yang bisa diharapkan. Do Hoon kesal dengan sikap ayahnya. Do Kyung menengahi ia menasehati kalau ayahnya tak bisa memaksa Do Hoon begitu saja. Presdir kesal karena Do Kyung selalu membela Do Hoon. Ia bergegas ke kamarnya. Do Hoon tak peduli, apapun yang terjadi ia akan menikah dengan Da Hae. Do Kyung menyuruh Do Hoon istirahat tapi Do Hoon yang kesal ingin keluar mencari udara segar.
Do Kyung menemui ayahnya di kamar. Presdir meminta pendapat putrinya, apa Do Kyung benar-benar akan membiarkan Do Hoon menikah dengan Da Hae. Do Kyung berkata kalau Do Hoon tak akan melepaskan Da Hae begitu saja. Jadi kitalah yang harus membuat Da Hae pergi. Presdir tak yakin apa itu mungkin. Do Kyung berkata kalau ia sedang menyiapkan sesuatu jadi ia harap ayahnya menunggu sebentar lagi. Presdir mengangguk tersenyum.
Do Hoon menemui Da Hae di droptop. Sepertinya Do Hoon mengatakan kalau ia dijodohkan dan sepertinya Da Hae menemukan solusinya. Da Hae bertanya apa Do Hoon menyesal sudah datang kesini, kalau memang demikian Do Hoon bisa pulang sekarang.

Do Hoon berkata tidak sambil tersenyum dan menggenggam tangan Da Hae. “Kalau bukan kau yang memintaku, aku yang lebih dulu memintamu untuk mengumumkan hubungan kita di depan publik.” (what...?)

Wartawan yang dulu mewawancarai Da Hae datang, Reporter Seo. Ia terkejut mendapat telepon langsung dari Da Hae. Ia pun mengucapkan selamat atas pernikahan yang Da Hae dan Do Hoon akan jalani.
Da Hae dan Do Hoon pun mengumumkan pada khalayak ramai kalau keduanya akan menikah.
Berita di koran tentang pengumuman rencana pernikahan Da Hae dan Do Hoon membuat pejabat Kim marah. Bagaimana bisa Presdir Baek membohonginya seperti ini. Presdir Baek menunduk minta maaf keluargannya sudah membuat kesalahan besar bagi keluarga Pejabat Kim. Do Kyung berkata kalau semua ini terjadi tanpa sepengatahuan mereka. Presdir Baek membenarkan kalau Do Hoon itu masih polos, dia bertemu dengan wanita yang tak mereka restui. Pejabat Kim jelas tak bisa menerimanya, ia menganggap Presdir Baek sudah memandang rendah dirinya.
Presdir Baek menunduk minta maaf dan meminta pejabat Kim jangan berkatta begitu, ia sama sekali tak bermaksud merendahkan pejabat Kim. Pejabat Kim berkata kalau sekarang Baek Hak berkembang bertambah besar, “Kau tak bisa melihat dengan jelas kan? Aku... Pemimpin partai yang paling berkuasa di negara ini. Aku tak akan membiarkan hal ini!”
Pejabat Kim yang marah meninggalkan Presdir Baek dan Do Kyung. Presdir tentu saja marah dengan tindakan Do Hoon, “Apa aku harus menerima penghinaan seperti itu diusiaku sekarang? Apa saja yang sudah kau lakukan?” Presdir menatap marah Do Kyung. Do Kyung tak bisa berkata apa-apa selain maaf. 

(Ok, apa maksud Presdir Baek menjodohkan Do Hoon dengan putri pejabat. Ia sepertinya ingin berhubungan dengan pejabat yang memiliki posisi tinggi di negara ini. Dengan bisnisnya, ia sepertinya ingin membantu pejabat ini menjadi orang nomor 1 di Korea dan setelah bisa menempatkan orang itu di kursi tertinggi tentu saja bisnisnya juga akan lebih berkembang---tebakan saya haha)
Di rumah, Do Kyung menemui ayahnya. Presdir yang masih marah menanykan dimana keberadaan Do Hoon setelah menyebabkan semua masalah. Do Kyung meminta ayahnya tenang. Presdir berkata kalau Do Hoon sudah mengumumkan pernikahan pada wartawan dengan wanita pilihannya, sementara semua orang tahu kalau ia akan berbesanan dengan pimpinan partai yang paling berkuasa. Ia jelas marah.

Do Kyung mengatakan kalau ide mengumumkan pernikahan bukanlah ide Do Hoon melainkan Da Hae. Presdir makin kesal apa sekarang Do Kyung masih tetap membela Do Hoon. Bukankah Do Kyung bilang memiliki cara untuk menjauhkan Do Hoon dari Da Hae, tapi apa yang terjadi sekarang. Do Kyung menunduk minta maaf. 

Presdir meminta Do Kyung menyerah saja kalau memang tak sanggup menangani Da Hae. Lebih baik berikan saja Do Hoon pada Da Hae, karena mungkin saja dia bukan orang yang buruk. Do Kyung jelas tak mau menerimanya, ia kesal dan keluar dari kamar ayahnya.
Di Baek Hak, Do Kyung membaca koran yang memberitakan pengumuman pernikahan yang disampaikan Do Hoon dan Da Hae. Ia jelas menahan marah. Do Kyung yang kesal bertanya pada sekretarisnya apa laporan kasus Ha Ryu belum didapatkan. Ia marah bukankah dirinya sudah memerintahkan untuk menggunakan berbagai cara agar menemukan semua hal tentang kasus Ha Ryu.
Sam Do berada di minimarket makan sesuatu sambil membaca koran. Ia tercengang begitu membaca koran, ya berita apalagi kalau bukan pengumuman pernikahan Do Hoon dan Da Hae (roti di mulutnya sampe jatoh gitu saking kagetnya) Ia berlari membawa koran itu.
Ha Ryu duduk santai di kantor. Sam Do datang terpogoh-pogoh mengatakan kalau semuanya sudah berakhir. “Rencana kita kemungkinan akan hancur. Apa yang harus kita lakukan?”

“Ada apa? Apa maksudmu?” tanya Ha Ryu.
Sam Do menunjukan koran yang dibawanya. Ha Ryu menatap marah. “Joo Da Hae, jadi dia akan menikah?” Ha Ryu meremas korannya. Ia menatap Sam Do dan berkata kalau keduanya harus bertindak cepat, “Kita mungkin harus melemparkan bom itu sekarang juga.” Sam Do mengangguk setuju.
Do Kyung menerima telepon dari Ha Ryu (nama kontaknya Pengacara Cha Jae Woong) Ha Ryu mengatakan kalau ia sengaja menelepon karena ada beberapa hal mengenai Da Hae. Do Kyung ingin tahu apa Ha Ryu tahu sesuatu tentang Da Hae. Ha Ryu ingin mengatakan ini secara langsung pada Do Kyung bukan melalui telepon. Do Kyung mengerti ia akan menunggu kedatangan Ha Ryu. Do Kyung meminta Sek Moon agar memberi tahu Da Hae untuk datang ke ruangannya.
Da Hae sampai di depan ruangan Do Kyung. Sek Moon bilang kalau Do Kyung sedang menunggu Da Hae. Da Hae pun masuk ke ruangan Do Kyung. Sek Moon menerima telepon yang mengatakan kalau ia akan mendapat kiriman laporan tentang kasus Ha Ryu. Ia mengerti dan akan menunggu kiriman faks laporannya. 
Di ruangan Do Kyung sudah ada Ha Ryu. Da Hae menanyakan apa Do Kyung memanggilnya. Do Kyung menyuruh Da Hae duduk terlebih dahulu. Da Hae menatap penasaran kenapa Pengacara Cha ada di ruangan Do Kyung.
Do Kyung pun mempersilakan Ha Ryu untuk melanjutkan mengatakan informasi yang Ha Ryu dapatkan mengenai Da Hae. Ha Ryu diam. Do Kyung berkata tak apa-apa lebih baik katakan saja yang sudah diketahui. Ha Ryu mengatakan kalau ia menemukan catatan bahwa Joo Da Hae mengunjungi Ha Ryu di penjara. Do Kyung kaget dan menatap Da Hae, “Apa kau mengunjungi Ha Ryu di penjara?” tanya Do Kyung.
Da Hae diam tak menjawab. Ha Ryu berkata kalau dilihat dari Da Hae yang mengunjungi Ha Ryu di penjara ini tidak tampak seperti Da Hae dan Ha Ryu tak memiliki hubungan apa-apa. Do Kyung masih menatap Da Hae dan kembali bertanya apa Da Hae mengunjungi Ha Ryu di penjara.

Da Hae tak bisa mengelak dan berkata kalau pria yang bernama Ha Ryu ini mengancamnya beberapa kali. Jadi ia mengunjungi Ha Ryu di penjara untuk memberi peringatan.
Sekretaris Moon masuk ke ruangan atasannya. Ia mengatakan kalau baru saja menerima faks mengenai kasus Ha Ryu. Do Kyung menyuruh sekretarisnya untuk membawakan laporan itu padanya. Ini tentu saja membuat Ha Ryu dan Da Hae terkejut. Apalagi Ha Ryu ia tak menyangka ternyata Do Kyung mencari tahu tentang kasusnya. Ha Ryu yang masih kaget bertanya apa maksud Do Kyung tentang catatan kasus Ha Ryu.

Do Kyung mengatakan kalau ia sudah mengumpulkan informasi mengenai kasus Ha Ryu menggunakan segala cara. Sekarang hanya masalah waktu sebelum tahu kenyataan tentang hubungan Da Hae dan Ha Ryu terungkap.

Sek Moon masuk membawa laporannya. Ia menyerahakn laporan itu pada atasannya. Ha Ryu dan Da Hae menahan ketegangan.
Do Kyung berkata kalau pada akhirnya ia memiliki catatan tentang kasusnya Ha Ryu. Do Kyung membaca lembar pertama. Tak ada masalah yang mengejutkannya tapi ketika ia membuka lembar kedua, disana ada foto Ha Ryu. Do Kyung terperanjat.
Ha Ryu dan Da Hae diam menahan panik.
“Apa ini? Pengacara Cha, bagaimana ini bisa terjadi?” Do Kyung menatap Ha Ryu penuh tanda tanya. “Pengacara Cha, bagaimana bisa foto Ha Ryu....”
Apa alasan yang akan dikatakan oleh Ha Ryu...

6 comments:

  1. Bibi Ji Mi tuh dendam sama kakaknya krn suaminya pernah dimanfaatkan n setelah itu disingkirkan ama kakaknya.Sepertinya Presdir Baek ini org yg suka memanfaatkan org utk kepentingannya sendiri!

    Dan seperti commentku sebelumnya,yg jd presiden sekaligus suami Da Hae perkiraanku bpk kandungnya Do Hoon.Memang sih peran ini blum ada dlm cerita,tapi rahasia Do Kyung sebenarnya ibunya Do Hoon kan Do Hoon nya blum tau,jd yg berperan sbg bpk kandung Do Hoon juga sepertinya akan ada nanti.

    Makasih sinopsisnya mbak anis,ditunggu episode 11 nya.Blum ada yg buat lho,jd lah yg prtama buatnya hehe

    ReplyDelete
  2. hm.. pantes aja bibi ji mi slalu bantu da hae dan merahasiakan tentang da hae pada keluarga baek, ternyata oh ternyata suaminya meninggal karna presdir baek..
    trus trus kira kira apa ya yg akan di katakan ha ryu pada do kyung? apa dia akan bilang kalo ha ryu kembarannya? tapi itu kayaknya gamungkin :/ begitu bnyk unek unek di dlam hati saya yg gak bisa terjelaskan wkwk

    buat mba anis jaga kesehatan selalu! :*

    ReplyDelete
  3. Ow ow siapa dia,makin menegangkan memacu adrenalin. Tq mba anisch

    ReplyDelete
  4. klu menurut sy jgn2 responnya Ha Ryu dia pura2 kaget klu ternyata wajah mrk sama.. Trus kt Ha Ryu seperti ini:
    "Aigooo,,,kenapa wajahnya mirip dgnku,,jd ini adalah Ha Ryu,, lalu dia bicara kpd Da Hae,, "kenapa kau tak mengatakan pd ku klu wajahku mirip dgn Ha Ryu, kau kan sdh pernah bertemu dgnnya dipenjara, apa ada yang kau sembunyikan?" xixixixi.. #cuma khayalan sy ajah.. Mungkin nga ya..

    Semangat terus mba Anis utk buat sinop lanjutannya..

    ReplyDelete
  5. thank u mb...lanjuttttt

    ReplyDelete
  6. Huft .. ^_^
    Presdir Baek perannya slalu mnyebalkan gx jauh beda ama may queen ..
    Mbak Anis thx sinopnya..

    _Vina_

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...