Thursday, 7 March 2013

Sinopsis Queen of Ambition Episode 9 Part 2

Mobil Joo Yang Hoon menuju suatu tempat di tepi sungai. Ia menghentikan mobilnya disana. Ia menoleh ke jok belakang dan melihat Jae Woong, seseorang yang ia kira Ha Ryu masih tak sadarkan diri.
 
Yang Hoon keluar dari mobilnya, tepat saat itu Jae Woong tersadar membuka matanya perlahan karena mendengar suara pintu mobil. Ia melihat kalau orang yang menculiknya ini akan membuka pintu bagian belakang tepat ia disekap.
Ketika Yang Hoon membuka pintu dengan tenaga yang dimiliki Jae Woong menendang pintu mobil hingga membuat Yang Hoon terjengkang. Ia segera keluar dan lari.
Dengan sisa tenaga yang dimiliki ia berusaha kabur. Yang Hoon marah dan mengejar Jae Woong. Karena masih dalam pengaruh obat bius Jae Woong berlari sempoyongan. Yang Hoon pun berhasil menangkapnya. 
Jae Woong menendang berusaha melepaskan diri dan kembali berlari tapi Yang Hoon kembali berhasil menangkapnya. Ia memukul Jae Woong yang terlihat masih lemas karena pengaruh obat bius. Ia memukul berkali-kali dan menendang hingga membuat Jae Woong tak berdaya.
Yang Hoon mencengkeram baju Jae Woong, “Siapa kau sampai berani mengancamnya? Setelah kau membunuh ayahku berani-beraninya kau mengancamnya?” Jae Woong tentu saja tak mengerti kenapa orang ini menculiknya, kenapa memukulnya dan kenapa bicara seperti itu padanya. “Apa yang kau bicarakan?” 

“Apa kau mau terus-menerus berpura-pura bodoh? Kau pembunuh!” Bentak Yang Hoon sambil menjotos wajah Jae Woong.
Jae Woong berusaha bangun. Ia masih tak mengerti kenapa orang ini menyebut dirinya seorang pembunuh. Ia berusaha berdiri dengan mengapai tubuh Yang Hoon. “Siapa yang kubunuh?” Teriak Jae Woong.

Yang Hoon jelas marah pria yang ada di depannya ini berpura-pura tak mengerti. Ia yang mengira Jae Woong adalah Ha Ryu berteriak menyebut nama Ha Ryu.
 Sadarlah Jae Woong kalau pria yang menculik dan memukulnya ini mengira dirinya adalah Ha Ryu.

“Ha Ryu, kau-lah yang membunuh ayahku, brengsek!” Teriak Yang Hoon sambil melayangkan pukulan keras ke wajah Jae Woong.
Jae Woong sempoyongan dan tergeletak. Naas kepalanya membentur batu keras yang tertutup salju. Seketika itu pula Jae Woong tak sadarkan diri.
“Hei Ha Ryu bangun!” Ucap Yang Hoon. Tapi Jae Woong diam dengan mata terpejam. Yang Hoon mulai cemas, perlahan ia mendekat ke tubuh Jae Woong yang terkapar.
“Hei bangun!” ucap Yang Hoon sambil mengguncang-guncangkan tubuh Jae Woong. Darah segar keluar dari kepala Jae Woong yang terluka karena benturan dengan batu. Darah merah itu membasahi salju putih.
Yang Hoon melihat ada banyak darah yang keluar dari kepala Jae Woong dan membasahi tangannya. Yang Hoon panik dan kembali mengguncang-guncangkan tubuh Jae Woong. Ia berteriak meminta pria yang sudah tak sadarkan diri ini untuk bangun. Ia ketakutan dan melihat sekeliling.
Da Hae berada disebuah lorong perusahaan. Ia menerima telepon dari kakak tirinya. Ia bertanya apa Yang Hoon bertemu Ha Ryu. Apa kakak tirinya juga sudah bicara pada Ha Ryu. Yang Hoon tak tahu harus mengatakannya bagaimana. Ia gemetaran engan tangan penuh noda darah. Ia terbata-bata mengatakan kalau Ha Ryu sudah mati.

Da Hae terkejut tak mengerti. Yang Hoon mengeraskan suaranya, “Kubilang kalau Ha Ryu sudah mati!” Mata Da Hae membesar terkejut. Tubuhnya gemetaran.
Atas bantuan temannya Sam Do berhasil melacak pemilik mobil hitam yang menculik Jae Woong. Ia dan Ha Ryu sampai disebuah Klub Malam. Ha Ryu melihat mobil hitam yang plat nomornya berhasil Sam Do ingat. Keduanya segera keluar dari mobil.

Keduanya mengamati mobil hitam itu lebih dekat, Tak ada siapa-siapa disana. Sam Do mengatakan kalau mobil hitam ini didaftarkan atas nama klub malam. Keduanya pun masuk ke gedung klub malam.
Huwaaa.. ternyata di dalam klub malam Da Hae sudah ada disana meminta penjelasan pada kakak tirinya bagaimana bisa Ha Ryu mati, apa Ha Ryu benar-benar sudah mati. Yang Hoon yang masih panik diam saja, ia sendiri bingung dengan perbuatannya. Da Hae menuntut jawaban kakak tirinya yang terus diam, apa Ha Ryu benar-benar sudah mati. Yang Hoon tetap diam.

Melihat kakak tirinya diam dalam kebingungan Da Hae mengambil kesimpulan kalau itu benar adanya. Kakaknya sudah membunuh orang. Ia menilai kakak tirinya ini sudah gila. “Bagaimana kau membunuhnya?” 

Yang Hoon yang masih panik juga kesal, “Apa kau pikir aku juga mau membunuhnya? Itu hanya kesialan saja. Aku hanya berusaha menakutinya.” Ia tak sengaja melakukannya, “Dia mati di tanganku.”

Yang Hoon yang takut dengan perbuatannya menendang tempat sampah. Sam Do dan Ha Ryu mendengar suara itu. Keduanya mencari sumber suara dan masuk ke sebuah ruangan.
Sam Do melihat seseorang yang menculik Jae Woong. Ia menarik Ha Ryu untuk sembunyi. “Benar. Pria itu yang menculik saudaramu!” ucap Sam Do lirih. Ha Ryu melihat siapa pelakunya. Ia tentu saja marah, ternyata si brengsek Yang Hoon yang sudah menculik saudara kembarnya. Ia akan melabrak Yang Hoon tapi Sam Do menahannya.

“Ha Ryu sudah membayar atas kejahatannya!” seru Yang Hoon pada Da Hae. Bukankah dia juga mengancam Da Hae.
Ha Ryu dan Sam Do yang mendengar percakapan ini terkejut apalagi keduanya juga melihat Yang Hoon tengah berbincang dengan Da Hae. Ha Ryu tak menyangka ternyata Da Hae ikut terlibat.
Da Hae bertanya apa ada orang yang melihat perbuatan Yang Hoon. Dimana mayatnya. Yang Hoon berkata kalau ia sudah mengurus semuanya. Keduanya tak akan ketahuan. Da Hae harus segera pergi ia menyarankan agar kakak tirinya ini untuk sementara jangan menghubunginya dulu.
Ha Ryu tentu saja murka, ia akan melabrak mereka berdua tapi Sam Do menahannya. Ia menarik Ha Ryu keluar dari sana. Yang Hoon dan Da Hae terkejut mendengar suara.
Keduanya panik takut kalau pembicaraan ini ada yang mendnegar. Keduanya keluar untuk memastikan tak ada siapa siapa disana. (ya ya ya keduanya panik nih)
Sam Do sekuat tenaga berusaha menarik Ha Ryu yang terus meronta ingin menghajar Da Hae dan Yang Hoon. Sam Do membekap mulut Ha Ryu dan menahannya di dinding. “Apa yang akan kau lakukan setelah kau menyerang mereka disini? Apa kau juga mau mati?”

Ha Ryu terdiam mendengar ucapan Sam Do, ia sedikit lebih tennag. Sam Do melepas bekapan tangannya meminta Ha Ryu tennag. Ia pun segera menarik Ha Ryu keluar dari klub malam.
Ha Ryu dan Sam Do berada di tepi sungai, matanya berkaca-kaca mengingat pertemuannya yang pertama dengan Jae Woong di penjara. Ketika itu ia sangat bahagia mengetahui ternyata dirinya masih memiliki keluarga.
“Hyung!” Ha Ryu berteriak. “Hyung....!” berkali kali Ha Ryu berteriak sambil menitikan air mata.
“Joo Da Hae, Joo Da Hae...!” ucap Ha Ryu lirih dengan tatapan tajam.
Da Hae berada di dalam lift. Ia menoleh ke sisi lift dan melihat dirinya terpantul di cermin dinding lift. Ia mengingat ucapan kakak tirinya yang mengatakan kalau Ha Ryu sudah meninggal.
Da Hae berdiri di atas gedung (entah gedung entah jembatan) ia melihat seluruh isi kota dengan suasana malam penuh cahaya lampu. Matanya berkaca-kaca.

‘Sudah terlambat untuk kembali. Bahkan kalau aku berhenti disini. Bagaimanapun juga aku tahu kalau aku tak akan dimaafkan. Maafkan aku Ha Ryu oppa. Maaf.’ Batin Da Hae seraya menitikan air mata.
Angin dingin malam berhempus menerbangkan syal yang ia kenakan. Syal itu terbang melayang di gelapnya malam.
Ha Ryu dan Sam Do masih berada di tepi sungai. Sam Do berkata kalau ia menganalisa apa yang terjadi, ia mengambil kesimpulan kalau Joo Da Hae lah yang meminta Yang Hoon untuk membunuh Ha Ryu. Joo Yang Hoon salah menculik Jae Woong dan membunuhnya. Ia pun mengajak Ha Ryu untuk segera melaporkanya ke polisi.
Ha Ryu menggeleng menolak. Sam Do heran kenapa, ia yakin kalau mereka berdua tak akan lolos dari jeratan hukum dengan bukti-bukti yang ada. Tapi menurut Ha Ryu, Da Hae akan lolos dengan mudah. Ini sama seperti yang Da Hae lakukan dimasa lalu. Ia yakin kalau kali ini Da Hae juga pasti akan lolos lagi.

Ha Ryu : “Wanita itu sudah membunuh putriku dan kakakku. Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri tak peduli apapun.”

Sam Do mengerti keduanya pun pergi dari sana dan naik ke mobil. Ponsel Jae Woong berdering ada SMS dari Soo Jung.
‘Jae Woong-ssi kenapa kau tak menjawab telepon? Ayahmu bisa pingsan menunggumu dan adikmu.’

Ha Ryu bingung harus bagaimana. Ia melihat disana ada foto Jae Woong bersama ayah Cha.
Ha Ryu sampai di depan rumah Jae Woong yang juga rumah ayahnya. Soo Jung dan Ayah Cha keluar. Ha Ryu segera sembunyi dibalik tembok pagar. Soo Jung mohon diri akan pulang. Ayah Cha berkata kalau ia tak tahu apa yang terjadi pada putranya.
Soo Jung mengatakan bukankah keduanya tadi menerima SMS balasan dari Jae Woong. Ini akan memakan waktu 3-4 hari untuk menyelesaikan masalah adiknya Jae Woong. Soo Jung berusaha menghibur Ayah Cha agar tak khawatir. Bukankah selama ini mereka sudah menunggu. Apa ayah Cha tak bisa menunggu lagi selama 3-4 hari. Ayah Cha berkata ini karena ia merasa cemas. Soo Jung menyuruh Ayah Cha untuk masuk ke rumah, ia akan pulang sekarang. Ayah Cha berpesan kalau ada sesuatu ia harap Soo Jung segera menghubunginya. Soo Jung mengangguk mengerti.

Setelah Ayah Cha masuk ke rumah, Soo Jung pun segera pergi. Ha Ryu yang berdiri di balik tembok pagar memalingkan dirinya agar tak terlihat oleh Soo Jung. (Oh ternyata SMS balasan Ha Ryu mengatakan kalau Jae Woong membutuhkan waktu lama untuk proses pembebasan Ha Ryu)
Ha Ryu dan Sam Do membuka pintu kantor Jae Woong (Kuncinya dari mana ya. Apa ada di mobil atau ada di dompet Jae Woong-abaikan) Keduanya masuk menyalakan lampu dan melihat-lihat isi kantor. (Ternyata ruangannya sama kayak yang dipake The Chaser hanya ada perubahan tatanan meja n kursi n kelengkapan lainnya hihi)
Ha Ryu duduk di depan meja kerja Jae Woong. Disana ada foto mesra kakaknya bersama Soo Jung, wanita yang ia lihat di rumah Jae Woong tadi. Ia bisa menebak kalau wanita ini kekasih kakaknya.
Ha Ryu menoleh menatap foto Jae Woong yang terpasang di dinding. Ia bingung bagaimana menjelaskan semuanya pada kekasih kakaknya.
Sam Do melihat disana ada minuman lengkap dengan gelasnya. Ia menyuruh Ha Ryu duduk bersamanya karena ada yang ingin ia sampaikan. Sam Do menuangkan minuman untuk Ha Ryu. Ia langsung meneguk minumannya dalam sekali tegukan.

Sam Do tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang mengejutkan. Sesuatu yang padahal sudah ia tinggalkan. “Aku akan melakukan penipuan lagi!” katanya.

“Hyung-nim?” Ha Ryu tak setuju.
Sam Do tahu kalau ia sudah bilang dan memutuskan untuk berhenti menipu. Tapi Ha Ryu ingin Sam Do melanjutkan rencana ke depan yang Sam Do sendiri. Bukankah Sam Do harus memikirkan mendiang putri Sam Do yang bernama So Young. Sam Do berkata bahwa karena itulah ia melakukan hal besar untuk yang terakhir kalinya.
“Hei 4974 Uhm Sam Do!” Ha Ryu menyebut nomor tahanan Sam Do. “Sebelum aku merncengkeram kerahmu dan menyeretmu ke kantor polisi, maka hentikan!”

Sam Do melihat sekeliling dan berkata kalau ketika ia melihat-lihat kantor ini ia bisa melihat semua kejadiannya. Ia kemudian menatap foto Jae Woong. Ha Ryu mengikuti arah pandang Sam Do, ia terheran-heran dan bertanya kenapa.
Sam Do : “Ha Ryu, mulai sekarang kau bukan lagi Ha Ryu melainkan pengacara Cha Jae Woong.”

Ha Ryu tak mengerti. Sam Do mengatakan kalau Ha Ryu itu sudah mati, dia tak lagi hidup di dunia ini. Ha Ryu mengerti maksudnya dan berkata kalau Ha Ryu itu sudah dibunuh oleh Joo Da Hae. Sam Do membenarkan.

Ha Ryu : “Aku adalah kakakku, pengacara Cha Jae Woong.”

Sam Do kembali membenarkan.

“Berperan sebagai pengacara Cha Jae Woong, aku akan menyelidiki kajadian ini dan mengirim Joo Da Hae ke neraka. Dan untuk rencananya akan disusun oleh Sam Do Hyung-nim.” Sambung Ha Ryu.
Sam Do membenarkan dan ini akan menjadi penipuan terakhir dalam hidupnya. Ha Ryu sangat menghargai rencana Sam Do tapi ia masih ingin agar Sam Do menjalani kehidupan Sam Do sendiri karena hal ini akan berbahaya. Sam Do menegaskan kalau di dunia ini tak ada penipuan yang tak berbahaya. Ha Ryu meyakinkan kalau hal ini sama sekali tak ada untungnya bagi Sam Do. Jadi ia minta Sam Do tetap pada rencana semula Sam Do sendiri.

“Apa kau tak mau bertanya padaku, alasan kenapa aku mau melakukan ini denganmu?” Tanya Sam Do. “Jawabanku sederhana, ini karena aku menyukaimu.” Ditambah lagi penipuan seperti ini bagi putrinya yang berada di surga, ia tak akan merasa malu melakukannya. Siapa tahu kalau So Young dan Eun Byul akan bertemu disana.
Ha Ryu terharu mendengarnya. Sam Do mengangkat tangan dan mengajak ia dan Ha Ryu akan memulai rencana ini besok. Keduanya tos sepakat kalau Ha Ryu akan memakai identitas Jae Woong untuk mengungkap kematian kakaknya.
Keesokan harinya, ternyata Ha Ryu dan Sam Do menginap di kantornya Jae Woong. Ha Ryu terbangun dan melihat cahaya matahari sudah bersinar terang. Ia juga membangunkan Sam Do yang tidur di kursi sebelahnya.

Usai mandi Ha Ryu pun diharuskan oleh Sam Do mengenakan setelan jas rapi milik Jae Woong. Ha Ryu memakainya ia tampak keren.
Di Baek Hak, tepatnya di jam istirahat makan siang. Da Hae berencana mentraktir pegawainya. Manajer Yum (yang sebelumnya saya sebut Manajer Yoon) menyarankan agar ketika Joo Da Hae mentraktir mereka lebih baik melupakan yang namanya kimchi dan tahu. Akan lebih sopan kalau mereka memesan sesuatu yang mahal. Salah satu dari mereka ingin makan sashimi tuna.
Da Hae tersenyum dan bertanya pada Manajer Yum apa mereka perlu pergi ke tempat terakhir kali mereka makan bersama. Manajer Yum setuju, ia akan menelepon restouran itu dan membuat reservasi supaya pihak restouran tahu kalau mereka akan datang.
Tiba-tiba pandangan Da Hae tertuju pada satu arah di luar gedung. Ia berhenti dan menatap lebih lama untuk memastikannya. Ia tercengang melihat seseorang mirip Ha Ryu berdiri di luar gedung. Manajer Yum memanggil kenapa Da Hae tak segera keluar. Da Hae pun menyuruh pegawainya untuk berangkat lebih dulu. Ha Ryu melirik ke arah Da Hae sesaat dan segera berlalu dari sana.
Da Hae tentu saja penasaran, siapa pria yang mirip dengan Ha Ryu itu. Karena sepengetahuannya Ha Ryu sudah mati. Ia segera menyusul keluar untuk memastikan tapi sayang pria itu sudah tak ada disana.

Da Hae celingukan, hoho.. ia mulai cemas, ketakutan dan gemetaran. Da Hae pun meminta Yang Hoon menemuinya.
Keduanya bertemu di sebuah taman yang sepi. Yang Hoon bertanya ada apa Da Hae memintanya bertemu. Da Hae ingin kepastian apa sebenarnya yang terjadi pada Ha Ryu. Ia mengatakan kalau Ha Ryu itu masih hidup.

Yang Hoon bingung dengan ucapan Da Hae, “Apa yang kau bicarakan? Dia sudah mati.”

Da Hae menyangkal kalau itu tak benar dan Ha Ryu masih hidup. “Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri beberapa menit yang lalu!” katanya cemas.

Yang Hoon meminta Da Hae sadar. Ia melihat sekeliling dan kembali mengatakan dengan suara lirih kalau Ha Ryu sudah mati. Da Hae ngotot mengatakan kalau Ha Ryu masih hidup, “Bagaimana bisa orang yang sudah mati berjalan-jalan seperti itu? Apa kau mau bilang kalau aku ini melihat hantu?”

Yang Hoon juga berharap kalau Ha Ryu itu benar masih hidup. “Kubilang padamu kalau dia sudah mati.” Da Hae tentu saja bingung, lalu siapa yang dilihatnya tadi.
Do Kyung memanggil Manajer Yum ke ruangannya. Do Kyung berkata bukankah teman Manajer Yum sudah dipromosikan untuk posisi yang lebih tinggi. Manajer Yum mengatakan kalau diantara teman sekerjanya ia berada diposisi terbawah (Ya iyalah padahal dia sama Da Hae duluan dia masuk ke Baek Hak tapi posisi Da Hae sekarang lebih tinggi darinya)
Do Kyung merasa kalau Manajer Yum seharusnya juga dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi. “Aku berfikir untuk memberimu beberapa pekerjaan.” Kata Do Kyung. Manajer Yum yang terkejut dengan pernyataan Da Hae jelas saja senang. Kalau ada pekerjaan apapun yang Do Kyung ingin ia lakukan, ia siap melakukannya dengan baik.
Do Kyung pun memerintahkan Manajer Yun agar laporkan semua gerak-gerik Joo Da Hae padanya. “Apa kau bisa melakukannya?” Manajer Yum tambah terkejut Do Kyung memintanya menjadi mata-mata Da Hae. Ia pun bersedia melakukannya.
Keluar dari ruangan Do Kyung, Manajer Yum berjalan tak tenang. Jantungnya masih dag dig dug setelah mendapat tugas dari Do Kyung. Ia kemudian melihat Da Hae baru saja memasuki lobi kantor. Ia melihat kalau Da Hae terlihat celingukan mencari seseorang.
Di kantor pengacara. Sam Do mengatakan pada Ha Ryu kalau proyek pertama dalam rencana penipuan mereka adalah membuat Joo Da Hae duduk di depan Ha Ryu yang memakai identitas Cha Jae Woong. Ha Ryu tak yakin apa Da Hae akan datang dengan sendirinya. Sam Do bilang tentu saja, itu karena dia datang untuk bertemu dengan Pengacara Cha. “Dia pasti akan menunjukan dirinya di depanmu. Tapi untuk itu kita membutuhkan beberapa yang namanya aktor.”

Sam Do pun mulai memilih orang-orang yang akan membantu.

Tentang jadwal kerja Baek Do Hoon, kalau Ha Ryu menghubungi kantor sekretaris mereka akan memberi tahu segalanya. Malam ini Do Hoon memiliki jadwal bertemu dengan designer outdor di kafe. Untuk mencegah designer asli menemui Do Hoon.
Orang suruhan Sam Do melakukan akting tertabrak mobil si designer. Sialnya bagi si designer, bukan hanya menabrak orang ternyata ponselnya juga dicopet oleh orang suruhan Sam Do. Haha kasian. Jadi ketika si designer ingin memberi tahu Do Hoon kalau ia akan terlambat ia tak bisa menghubungi Do Hoon. Bahkan ketika Do Hoon mencoba menelepon si designer ponsel itu sudah tak aktif.

Untuk menjaga Do Hoon tetap menunggu di kafe, Sam Do mengirim seorang wanita ke kafe itu.

“Apa kau Direktur Baek Do Hoon?” tanya si wanita. Do Hoon membenarkan. Wanita itu mengatakan kalau ia pegawai dari rumah desaign Sae Han. Ia datang untuk menyampaikan pesan dari atasannya. Do Hoon bertanya kenapa dia tak datang, dia bahkan tak menjawab teleponnya, apa semuanya baik-baik saja. Wanita itu bilang kalau atasannya akan datang terlambat jadi atasannya meminta dirinya untuk melanjutkan rapat dengan Do Hoon.

Wanita itu berbasa-basi mengatakan kalau bertemu Do Hoon benar-benar suatu kehormatan baginya, apalagi Do Hoon adalah pewaris Baek Hak. Ia pun minta izin untuk foto bersama Do Hoon sebelum rapat dimulai. Do Hoon menolak karena berfoto berdua itu akan terasa tak nyaman.
Tapi si wanita memaksa, “Ah jangan begitu. Satu kali foto saja!” katanya sambil duduk nempel ke Do Hoon. Do Hoon yang tak suka memalingkan wajahnya. “1, 2, 3...!” wanita itu memaksa wajah Do Hoon untuk melihat kamera dan dengan sengaja ia berpose sedang berciuman dengan Do Hoon. Setelah selesai, wanita itu langsung pergi. Do Hoon jelas kesal, ia mengusap bibirnya.
Do Kyung berada di tempat berkuda, ia sangat kehilangan Lisa. Ia berdiri mematung di depan kandang Lisa. Ia terlihat marah dan mengepalkan tangannya. Ternyata Do Kyung pun tak luput dari sasaran Sam Do dan Ha Ryu.

Sam Do mendapat infromasi kalau kuda kesayangan Do Kyung yang sudah dianggap kayak anak belum lama ini mati. Dan Do Kyung pergi ke klub berkuda setiap hari.
Ha Ryu berdiri di depan klub berkuda, ia melihat Do Kyung keluar dari sana. Ha Ryu menghampiri Do Kyung menyapanya ramah. Do Kyung tentu saja kaget melihat pria ini lagi, seorang pria yang dulu ia sarankan bekerja di klub berkuda. Tapi dulu Do Kyung belum tahu namanya.

Kemudian terdengar suara pengumuman kalau ada seseoang di klub yang ingin bertemu dengan pengacara Cha Jae Woong.
Ha Ryu dengan sopan berkata pada Do Kyung kalau sepertinya ada yang ingin bertemu dengannya. Ia pun permisi. Do Kyung pun jadi tahu kalau nama pria ini Cha Jae Woong. Tapi ia bingung ternyata dia seorang pengacara (mungkin gitu yang ada dipikirannya)
Do Kyung mengendarai mobilnya untuk kembali ke Seoul. Ditengah jalan ia melihat pengacara Cha Jae Woong tengah memasang ban mobil. Do Kyung pun menghentikan laju mobilnya. Ia membunyikan klakson.
Ha Ryu yang memang pura-pura ban mobilnya bocor bertanya apa Do Kyung sedang dalam perjalanan menuju Seoul. Do Kyung membenarkan, ia bertanya apa ada masalah dengan mobilnya. Ha Ryu mengatakan kalau 2 ban mobilnya bocor sekaligus tapi ia hanya membawa 1 ban cadangan dan sepertinya ia harus menelepon seseorang.

Do Kyung memberi tahu kalau disana ada bengkel tak jauh dari sana. Ha Ryu bertanya apa Do Kyung tak keberatan kalau mengantar dirinya ke bengkel itu. Dengan senang hati Do Kyung siap mengantar. Ha Ryu berterima kasih. Ha Ryu memasukan ban mobilnya ke bagasi.
Do Kyung mengamati pria itu dari kaca spionnya. Ha Ryu terlihat menelepon seseorang, mengambil jasnya dan masuk ke mobilnya Do Kyung. Ha Ryu minta maaf karena tangannya kotor semua. Ia tak ingin membuat kursi mobil Do Kyung kotor. Do Kyung bilang itu tak apa-apa.
Dalam perjalanan menuju bengkel Ha Ryu menanyakan bukankah Do Kyung memiliki kuda yang bernama Lisa tapi kenapa ia tadi tak melihatnya, apa Lisa dipindahkan ke peternakan lain. Do Kyung dengan sedih mengatakan kalau belum lama ini Lisa mati.
Ha Ryu pura-pura kaget, “Mati? Bagaimana bisa? Bukankah dia kuda yang baik. Ah sayang sekali.” Ha Ryu minta maaf tak seharusnya ia bertanya tentang hal ini. Ia tahu kalau ini pasti berat bagi Do Kyung. Do Kyung bilang tak apa-apa.

Do Kyung kemudian bertanya, “Apa kau seorang pengacara?” Ha Ryu membenarkan, ia mengatakan kalau ketika ia bekerja di klub berkuda dulu ia tengah belajar untuk ujian. Ia beruntung dan lolos. Do Kyung menebak pasti Ha Ryu sudah berusaha keras.

Ha Ryu kembali minta maaf ia benar-benar menyesal tentang Lisa. Do Kyung berterima kasih karena Ha Ryu sudah mengatakannya.
Do Kyung menurunkan Ha Ryu di bengkel yang dituju. Ha Ryu berterima kasih karena Do Kyung sudah memberinya tumpangan. Mobil Do Kyung pun berlalu, bersamaan dengan itu tibalah mobil yang tadi Ha Ryu kendarai, diderek. Oleh siapa, Sam Do.
 Sam Do asyik banget nih makan sosis mulu haha. Keduanya tersenyum, rencana awal mereka berjalan sesuai rencana.
Do Kyung memarkir mobilnya di parkiran kantor. Ketika ia akan turun ia melihat ada dompet pria tergeletak di sampingnya. Ia menebak kalau dompet ini pasti milik Pengacara Cha Jae Woong yang tertinggal. Do Kyung memberanikan diri membukanya, bener deh ada kartu namanya.
Sampai di ruangannya Do Kyung mengamati dompet itu. Sekretaris Moon melapor pada Do Kyung kalau ada seseorang yang ingin bertemu perihal masalah Do Hoon.

Ternyata wanita itu adalah wanita yang, orang suruhan Sam Do. Dengan angkuhnya wanita itu bertanya apa Do Kyung benar kakaknya Baek Do Hoon. Do Kyung membenarkan dan mempersilakan wanita itu duduk. 
 Tanpa basa-basi wanita itu langsung menunjukan foto dirinya yang sedang berciuman dengan Do Hoon. Do Kyung yang terkejut hanya bisa terdiam melihat foto-foto itu. Ini tentu memalukannya bahkan memalukan Baek Hak. Kalau ini tersebar keluar tentu saja image Baek Hak akan tercoreng. (si cewek ngancem ya haha)
Di kantor, Sam Do makan ramen sendirian. Ha Ryu mengeluh bagaimana bisa Baek Do Kyung tak meneleponnya sama sekali. Sam Do diam saja ia menikmati makan ramennya.
“Hei 4573 berapa banyak ramen yang kau masukan itu?” tanya Ha Ryu melihat Sam Do memasak banyak ramen tapi makan sendirian. Sam Do memberi kode dengan jarinya 3. (haha ya ampun saya aja paling banyak bikin mie sekaligus buat saya makan sendiri itu 2 bungkus dan itu pun mie goreng, kalau mie rebus cukup 1 bungkus haha)
Sam Do bertanya apa Ha Ryu yakin kalau sudah menjatuhkan dompet di mobilnya Do Kyung. Ha Ryu sangat yakin, ia sudah meletakkan dompetnya di kursi mobil ketika ia keluar.
Ha Ryu kembali melirik Sam Do yang makan lahap, sama sekali ga nawarin ramen itu padanya. “Hei apa kau benar-benar mau memakan semuanya?”
“Hei kenapa kau tak memasak satu ramen untukmu sendiri!” ucap Sam Do ga mau ngebagi ramennya. Sam Do kembali bertanya apa Ha Ryu sudah meletakkan kartu nama dengan nomor ponsel di dompet. Ha Ryu berkata kalau ia banyak meletakan kartu nama disana.

“Hei minta sesendok donk!” pinta Ha Ryu ingin mencoba ramennya.

“Ga boleh. Aku akan memberimu satu ginjalku, tapi aku tak bisa memberimu makananku.” Seru Sam Do. Ia merasa aneh kenapa Do Kyung belum menelepon juga.

Ha Ryu yang kesal karena ga dibagi ramennya bertanya-tanya bagaimana kalau Do Kyung membawa dompetnya ke kantor polisi. Sam Do tersedak batuk-batuk deh. Ia pun meminum airnya tapi sayang gelasnya udah kosong.

Sam Do akan mengambil air minum, ia pun memperingatkan Ha Ryu. “Jangan berani-berani menyentuh ramen ku lho ya! Beneran lho. Aku tak bercanda!”
Sam Do mengambil minum, Ha Ryu segera memasukan dasi ke saku agar tak kotor dan dengan cepat ia memakan ramen milik Sam Do. Tepat saat itu pintu dibuka dan siapa yang masuk, Do Kyung.
Ha Ryu menoleh dan terkejut melihat kedatangan Do Kyung disaat dirinya asyik makan ramen haha. Sam Do yang tengah minum pun terkejut, ia segera bersembunyi. Mulut Ha Ryu kepanasan menelan ramennya hah hah hah.

Do Kyung jadi tak enak hati, “Apa aku mengganggu makan siangmu?” Ha Ryu bilang tidak dan mempersilakan Do Kyung duduk. Ia segera menyingkirkan panci ramennya. Sam Do masih sembunyi.
Ha Ryu tak menyangka kalau Do Kyung akan datang dan ini mengejutkannya. Ia pun bertanya apa yang membawa Do Kyung datang menemuinya. Do Kyung mengembalikan dompet Ha Ryu yang tertinggal di mobilnya. Ha Ryu pura-pura lega karena sudah menemukan dompetnya, semula ia mengira kalau dirinya tak sengaja menjatuhkannya ketika sedang mengganti ban di jalan. Ia berterima kasih karena Do Kyung mengantarkan dompet miliknya.
Do Kyung mempersilakan Ha Ryu melanjutkan makan siang. Ha Ryu berkata tak apa-apa lagi pula makan siangnya sudah selesai (padahal baru dua kali suapan haha) “Apa kau datang kemari hanya untuk mengantarkan dompet ini?”
Do Kyung berkata kalau ia mengambil salah satu kartu nama dari dompet yang ia temukan untuk mencari alamat kantor ini, ia minta maaf. Ia kemudian mengatakan kalau kedatangannya memang untuk mengembalikan dompet dan juga ia ingin berkonsultasi mengenai sebuah kasus. Apa tak masalah kalau ia bertanya. Sam Do tersenyum Do Kyung sudah masuk ke umpannya.

Do Kyung pun menceritakan perihal masalah yang dialami adiknya. Ia mengira kalau adiknya ini sudah melakukan sesuatu yang memalukan. Ia ingin hal ini dirahasiakan jangan sampai terungkap ke publik, apa itu bisa. Ha Ryu berkata kalau tugasnya adalah melindungi privasi klien-nya. Jadi apapun itu tak masalah dan ia siap merahasiakannya. Do kyung tersenyum lega.
Di ruangannya Do Hoon tampak was-was. Karena si wanita mengatakan kalau dia akan membeberkan kenyataaan bahwa Do Hoon sudah melakukan tindak pelecehan. Dia akan membeberkannya di internet dan di depan publik. Do Hoon tentu saja panik, ia mondar-mandir di kantornya.
Do Hoon menerima telepon dari Pengacara Cha Jae Woong yang tak lain Ha Ryu. Ia ingin tahu bagaimana dengan kasusnya apa bisa ditangani dengan baik. Tentu saja semuanya sudah diselesaikan dengan baik. Kenapa? Karena si wanita itu kan orang suruhan Sam Do haha.
Sebagai ungkapan terima kasih Do Hoon berkunjung ke kantor pengacara. Ia menggenggam tangan Ha Ryu mengucapkan terima kasih. Ha Ryu berkata kalau ia tak melakukan apa-apa.
Do Hoon : “Tak melakukan apa-apa bagaimana? Kau tak tahu sih apa yang sudah kualami. Meskipun aku tak melakukan apapun, tapi aku merasa kalau aku sudah melakukan suatu yang salah pada pacarku. Aku takut kalau dia akan tahu.”

“Apa kau sangat takut pada pacarmu?” tanya Ha Ryu.

“Tentu saja, sangat takut!” Do Hoon tersenyum. Sebagai ucapan terima kasih Do Hoon ingin mentraktir pengacaranya ini makan malam. “Tapi tunggu, apa aku harus meminta pacarku untuk ikut bergabung bersama kita? Apa kau ingin melihat betapa menakutkannya dia?” (haha)
Ha Ryu pura-pura berfikir, ia melirik ke arah Sam Do. Sam Do memberi kode anggukan. Dalam hati Sam Do berkata kalau sudah saatnya bagi Joo Da Hae untuk muncul di hadapan Ha Ryu sekarang dan kita lihat bagaimana reaksinya.
Da Hae sampai di restouran tempat Do Hoon akan makan malam. Do Hoon melambaikan tangan pada Da Hae. Do Hoon berkata pada pengacara yang ada di depannya kalau kekasihnya sudah datang. Ha Ryu tersenyum tipis.
Do Hoon meminta Da Hae mengucapkan salam pada Pengacara Cha Jae Woong yang ada di depannya. Da Hae tersenyum menunduk mengucapkan salam. Tapi sesaat kemudian ia terkejut bukan main melihat pria yang ada di depannya.

Bagai melihat hantu yang keluar dari kuburan mata Da Hae membesar.

“Senang bertemu denganmu!” ucap Ha Ryu kalem, sekalem suara Jae Woong.
Jreng jreng jreng.

Komentar :

Ok, apakah Cha Jae Woong benar sudah meninggal. Kalau iya aku ga rela. Kalau aku berharap sih belum. Yang tahu ini memang hanya Yang Hoon, dia yang melenyapkan tubuh Jae Woong yang dia kira Ha Ryu. Dimana dia melenyapkannya. Apa dia menghanyutkannya di sungai. Kalau iya demikian berharap ada seseorang yang menolong Jae Woong. Masih hidup gitu dan kemudian muncul lagi haha.

15 comments:

  1. Mkasih cingu...

    Dtunggu klanjutanny y..
    Semangaatttt!! ^^

    ReplyDelete
  2. D tunggu kelanjutan'a mbak
    Fighting^^
    Msih penasaran sma Jae wong bneran mati gk ya? Gk rela rasa' klaui jae wong mati *HiksHiks

    ReplyDelete
  3. wuahh sama kayak mba anis, gak rela jae woong mati!
    hmm.. kayaknya do kyung nanti bneran suka sama ha ryu, smoga aja di akhir cerita nanti ha ryu juga suka do kyung.. kasian kan kalo do kyung hanya jadi tumbal balas dendam nya ha ryu T.T ..
    dan di akhir episod ini aku suka lhat da hae yg terkejut melihat sosok org yg mirip ha ryu yang emang itu ha ryu muahahaa JO DA HAE siap siap kau menerima pembalasan dendam ha ryu!

    ReplyDelete
  4. di danau yang beku kalo ga salah^^

    ReplyDelete
  5. Dear Annis.... aku juga berharap Jae Wong belum mati .... seru kali ya kalo tiba2 ada 2 Ha Ryu di depan Da Hae
    Trims banget .... semangat ya Annis

    ReplyDelete
  6. Msak scane bwat jae woong cpt bngt c,bru nongol truz ngilang... Mdah"an ad yg nolong jae woong. . .
    Dtnggu eps slnjut.a y...
    Unnie may queen.a mna nieh?
    Gomawo

    ReplyDelete
  7. iya.. Bener ya,,mayat jae wong diapain ya.. Sm sperti mba anis berharap dia msh hidup trus tau2 jreng,, jreng!! dtglah jae wong ngebantuin Ha Ryu bls dendam,, #drama

    Kasihan Ha Ryu br juga ketemu sm keluarganya.. Eh dah terpisah lagi..

    ReplyDelete
  8. Jiyaaa
    ha ryu and sam do beraksi jga/?!!!!!!
    Do hoon kasian bgt ya, nga tau apa2, ekh malah dpt ciuman maut dri cewe sruhannya sam do...

    ReplyDelete
  9. Tragis! bny org2 yg gak ngerti n gak bersalah ikut mati..Eun Byul,Lisa,dan skrg Jae Woong :( Jd trjawab sudah di episode 1 itu yg jd jaksa trnyata Ha Ryu ya,brharap bkn Ha Ryu yg kena tembak n kalopun kena tembak mudah2an aja gak sampe mati,brharap Ha Ryu bs jatuh cinta beneran ama Do Kyung n bahagia selamanya..Soo Jung aku brharap di akhir2 cerita dia bs ama Do Hoon aja,knp d akhir?? Krn gak bagus juga klo begitu cepat dia jatuh cinta n bangkit dari kesedihannya krn kehilangan Jae Woong ;) Yah Itu sih hny harapanku sbg penonton aja :)

    ReplyDelete
  10. Huaaaaa... Dh nebak siy dr episode kmrn. Klo sdra kmbr haryu bkal ninggal n haryu yg gNtiin.. Tp bner2 g rela klo bneran ninggal..!!!! ><

    ReplyDelete
  11. Iya . Sama mba anis. Ms ngarep jae woong hidup. Stidaknya lupa ingatan gpp dah huhuhu... ga rela masa mati bgitu aja

    ReplyDelete
  12. mb, ditunggu eps selanjutnya yah...soalnya saya ada baca di blog lain udah eps 10, tapi dah lama lom buat eps 11 deh...lupa namablognya......hehe.....

    san

    ReplyDelete
  13. gak rela kalau oppa jae woong mati... sad sad sad

    ReplyDelete
  14. aku ga rela klo pengacara cha mati... gak mau gak mau... trimakasih kakak sinopnya

    ReplyDelete
  15. Seneng bgt sama sam do...
    Setidaknya ha ryu memiliki sesorng yg bnr2 care baik dam mau bantu dia...
    Btw agak gag adil klo pengacara cha tewas... huhu

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...