Tuesday, 20 August 2013

Sinopsis The Queen of Office Episode 2

Y-Jang mengadakan upacara penyambutan karyawan baru dengan acara yang meriah. Salah satu karyawan tetap baru bernama Geum Bit Na mewakili karyawan baru lain mengucap sumpah.
“Saya berjanji akan mendukung prinsip-prinsip akuntabilitas manajemen serta kemandirian dan berusaha menjadi karyawan terbaik dari industri makanan terbaik Korea. Selasa 2 April atas nama karyawan baru Geum Bit Na.”

Bit Na memberi hormat pada seluruh direktur dan karyawan yang ada disana. Mereka tepuk tangan.
4 pegawai kontrak tim pemasaran dan penjualan juga melihat acara itu. Bong Hee mengomentari bentuk tubuh Bit Na yang bagus, “Agar mendapatkan tubuh seperti itu kau harus berhenti makan, kan?”

Da Ra : “Kira-kira dimana dia mendapatkan baju itu. Itu jelas buatan desainer.”

Joo Ri yang juga ada disana diam saja.

Acara selanjutnya adalah kuliah khusus atau lebih tepatnya sambutan khusus dari salah satu karyawan terbaik dan tercerdas yang dimilik Y Jang. Lampu di panggung padam.
“Kalian adalah orang-orang terpilih Y-Jang tahun 2013. Kalian adalah domba-domba kecil keluarga Y-Jang. Kalian berhasil melewatu persaingan yang kejam untuk memasuki tanah yang dijanjikan atau dikenal sebagai Y-Jang. Selamat datang.”

Orang itu mengangkat kedua tangannya dan byar... lampu dipanggung pun nyala. Yang tadi berbicara adalah Jang Kyu Jik. Ia mengenakan pakaian kebanggaannya. Suara riuh tepuk tangan pun terdengar. Karyawan wanita baru terkagum-kagum melihat Kyu Jik.

“Dia adalah leganda hidup Y-Jang.”

“Produk unggulan keempat Y-Jang setelah tauco, sambal dan kecap.” Seru karyawan baru pria ikut terkagum-kagum.

Bit Na yang duduk disana tersenyum membenarkan. “Dia satu-satunya Jang Kyu Jik.”
Kyu Jik : “Saudara-saudaraku sekalian, jika kalian berpikir ini hanyalah pakaian kelulusan biasa, maka kalian salah besar dengan pikiran sempit itu. Kenapa? karena pakaian yang kukenakan inilah pakaian kelulusan HBS, Harvard Business School. Inilah kisahku. Aku tak pernah bisa mendapat beasiswa ke luar negeri, tapi akhirnya aku bisa masuk program MBA Harvard yang berbiaya 65juta won pertahun. Dulu aku tinggal di apartemen kecil di Sillim-dong, tapi sekarang aku tinggal di Les Palmes di kawasan mewah Cheongdam-dong. Dulu aku menghemat uang dengan naik bus, tapi sekarang aku mengendarai sedan mewah. Dari mana semua itu?”

Kyu Jik melepas kartu identitas karyawan Y Jang, “Itu semua karena aku adalah karyawan tetap perusahaan ini.”

Joo Ri terdiam tampak terkagum-kagum. Ji Rang menegur apa Joo Ri sedang berada di gereja kenapa bersikap seperti orang sedang berdoa. Da Ra bertanya dimana karyawan kontrak wanita yang satu tim dengan Joo Ri. “Maksudmu Miss Kim?” tanya Joo Ri.
Miss Kim dengan pakaian petugas kebersihan masuk ke aula acara. Ia membawa karung sampah untuk mengambil sampah. Kyu Jik yang tengah berpidato di panggung menoleh melihat Miss Kim yang masuk nyelonong dengan pakaian petugas kebersihan. Kyu Jik berusaha untuk tak terpengaruh, ia meneruskan pidatonya. Tapi suara yang ditimbulkan Miss Kim sungguh mengganggunya.

Miss Kim meremas-remas sampah sebelum memasukannya ke karung. Jelas itu membuyarkan konsentrasi Kyu Jik. Kyu Jik pun berbicara dengan suara lebih keras tapi suara yang ditimbulkan Miss Kim juga tak kalah keras. Miss Kim bahkan dengan tenaganya yang kuat meremas botol. Ketika ada kaleng minuman yang susah diremas ia pun menginjak-injaknya hahaha.
Salah satu petugas menghampiri Miss Kim, “Ahjumma kau tak boleh melakukan ini disini.” Dengan entengnya Miss Kim menjawab tentu saja bisa. Petugas itu bertanya, “Apa kau tahu acara apa ini?” Miss Kim menjawab tahu. Kyu Jik terus menyampaikan pidatonya seperti sebuah ceramah agama.

Petugas bertanya siapa Miss Kim ini. Miss Kim bilang kalau ia pekerja di perusahaan ini. Petugas itu meminta kartu karyawan milik Miss Kim, ia ingin melihatnya. Miss Kim bilang tidak punya. Miss Kim menatap tajam petugas itu, “DAN NAMAKU ADALAH ...... MISS... KIM....” Teriak Miss Kim membuat orang seisi aula menoleh menatapnya. “Namaku Miss Kim, bukan ahjumma.”

Miss Kim menoleh ke arah panggung menatap tajam Kyu Jik.

Sudah 16 tahun sejak krisis keuangan. Sekarang Korea memiliki 8 juta karyawan kontrak. Mimpi terpenting warga Korea Selatan bukan lagi masalah penyatuan bangsa melainkan mendapatkan pekerjaan tetap. Sementara orang lain memimpikan pekerjaan tetap, ada satu orang yang dengan rela menjadi karyawan kontrak. Miss Kim adalah orang Korea pertama yang memilih menjadi karyawan kontrak. Miss Kim tidak pernah bekerja secara gratis. Dia tidak menjalin hubungan antar pribadi. Usai masa kontrak tiga bulan, dia selalu meninggalkan Korea. Akan tetapi, tak ada yang tahu kenapa dia memanggil dirinya Miss Kim dan sengaja memilih menjadi pekerja kontrak.
Nih dua kartu berbeda, yang punya Miss Kim ini contoh kartu pegawai kontrak yang punya Kyu Jik contoh kartu milik pegawai tetap.
Di kantor bagian pemasaran dan penjualan, Shin Min Goo mencoba menirukan gaya Kyu Jik ketika di panggung, tapi tetap saja ia menyadari kalau dirinya tidak memiliki kharisma seperti Kyu Jik.

“Dengan kharismanya itu, dia dibayar dan pergi ke Amerika.” sahut Tn Go sambil ngupil. “Orang sepertimu mana bisa seperti dia.” sambungnya sambil mengacungkan upilnya ke arah Min Goo, spontan Min Goo menjauh menyingkir hahaha.

Tn Go pun ingin mencoba topi sarjana yang dikenakan Min Goo. Min Goo berkomentar kalau itu tidak cocok. Miss Kim datang menyuguhkan kopi untuk para pegawai. “Terima kasih Miss Kim yang baik.” ucap Tn Go setelah menerima kopi dari Miss Kim. “Cukup Miss Kim saja.” Miss Kim mengoreksi panggilan Tn Go untuknya.
Miss Kim juga menyuguhkan kopi untuk karyawan lain. Kyu Jin dan Jung Han yang sedang berdiskusi disana menoleh manatap Miss Kim penuh tanda tanya. Keduanya teringat pada wanita yang semalam menari salsa di bar.
Malam itu, Kyu Jik tersedak terkejut melihat apa yang dilihatnya. Ia akan memberi tahu Dir Hwang siapa yang menari tapi Dir Hwang sepertinya tak jelas melihat. “Keren kan, kubilang juga apa?” sahut Dir Hwang. Kyu Jik dan Jung Han benar-benar syok dengan apa yang dilihat.
“Manajer Moo, kopi anda.” Miss Kim mengagetkan Jung Han dan Kyu Jik. Kedua pria ini langsung pura-pura menatap layar komputer. Jung Han menerima kopi dari Miss Kim. Miss Kim juga meletakan kopi ke meja Kyu Jik. Kyu Jik menatap penasaran Miss Kim yang menjauh menuju dapur kantor. “Itu dia kan?” Kyu Jik bertanya-tanya. “Dia wanita yang kita lihat semalam kan?”

“Benar,” Jung Han juga menatap penasaran. “Dia pasti Miss Kim.”
Tn Go meminum kopinya dan bertanya apa mereka mengganti merk kopinya. Ia menilai kopinya enak sekali.

Min Goo memberi tahu Tn Go bahwa karyawan baru mereka itu seorang wanita. Min Goo ini sudah 2 tahun menjadi pegawai tetap di Y-Jang.
Di kamar mandi, Da Ra menirukan apa yang Kyu Jik sampaikan di panggung. Ia benar-benar terkesan. Yeon Da Ra ini pegawai kontrak heheh.
Oh Ji Rang menilai kalau kentut Manajer Jang juga bisa terdengar seperti sanjungan. Oh Ji Rang juga pegawai kontrak dan ini merupakan tahun keduanya.

Joo Ri membenarkan, “Jang Kyu Jik memang hebat.” Tapi ketika teman-temannya menatap terkejut sanjungan Joo ri, ia buru-buru meralat, kalau kartu karyawan Jang Kyu Jik sungguh hebat. Tapi ia tak mengerti apa bedanya kartu karyawan dengan kartu ijin masuk miliknya, kelihatannya sama saja, ucapnya sambil mengamati kartu ijin masuk yang dimiliki karyawan kontrak.
“Kelihatannya memang sama. Tapi yang satunya Tahu yang satunya ampas tahu.” Jelas Bong Hee yang ternyata karyawan kontrak sudah 5 tahun.
Seorang wanita yang mengucap sumpah ketika acara penerimaan karyawan baru Geum Bit Na masuk ke kamar mandi sambil membawa rangkaian bunga. Para karyawan kontrak langsung diam memperhatikan Bit Na. Joo Ri juga memperhatikan kartu karyawan tetap yang dipakai Bit Na. Bit Na tampak tersenyum mencium bunga yang dibawanya. Bit Na tersenyum menyapa mereka berempat.
Setelah Bit Na keluar dari kamar mandi Da Ra penasaran, tas-nya itu Channel asli ya. Ia merasa itu palsu. Tapi menurut Ji Rang itu tas Channel asli, Limited edition berwarna pink classic.
Bit Na memberikan bunga yang dibawanya pada Dir Hwang. Ia bersama satu lagi pegawai tetap yang baru, keduanya ditunjuk ke bagian pemasaran dan penjualan. Dir Hwang merasa tersanjung Bit Na memberikan kesan yang baik padanya di hari pertama bekerja. Bit Na berkata kalau Dir Hwang pasti merasa pengap berada di kantor seharian. Jadi ia pikir bunga yang ia bawa bisa membangkitkan semangat untuk Dir Hwang.
Semua Pegawai melihat karyawan baru itu dari luar ruangan direktur. Tapi tidak bagi Miss Kim, ia tetap bekerja melaksanakan tugasnya, mengepel lantai.

Jung Han tak menyangka kalau Bit Na benar-benar ditunjuk ke bagian pemasaran dan penjualan. Kyu Jik menatap Bit Na dari luar ruangan direktur. Young Shik terkejut apa Jung Han mengenal Bit Na. Jung Han berkata kalau Bit Na itu adik kelasnya.
Dir Hwang mengenalkan dua anggota baru pada pegawai lain. Ia menyuruh pegawai baru pria untuk menyapa Moo Jung Han, “Dia atasanmu, Manajer Penunjang pemasaran dan penjualan.” Jung Han menjabat tangan pemuda itu, ia mengenalkan namanya.

Pemuda itu dengan penuh percaya diri mengatakan namanya. “Senang bertemu anda, nama saya Kye Kyung Woo.” Pegawai kontrak wanita yang ada disana tiba-tiba menahan tawa mendengar nama Kyung Woo. Kyung Woo bilang namanya mungkin terdengar lucu, tapi ia berjanji akan bekerja dengan serius. Jung Han berusaha bersikap friendly dengan mengatakan kalau namanya juga terdengar lucu.
Dir Hwang kemudian mengenalkan Bit Na sebagai anggota baru tim Kyu Jik. “Aku memlilih tunas terbaik dari yang terbaik, jadi pastikan dia berbunga.” Ucap Dir Hwang pada Kyu Jik. Bit Na mengenalkan namanya pada Kyu Jik sambil memberikan bunga mawar merah.

Kyu Jik menerima bunga itu, “Seseorang tidak bisa membedakan mana ampas dan mana tauco sebelum dia mencicipinya.” Joo Ri sampai di ruangan itu membawa lap dan pembersih.

Tiba-tiba Kyu Jik menyodorkan bunga mawar merah padanya. Joo Ri yang bingung menerimanya. Kyu Jik minta maaf pada Joo Ri karena terlambat mengucapkan selamat datang. Ia mengatakan kalau mulai sekarang mereka semua yang berada disini adalah satu keluarga. Joo Ri tentu saja tersenyum bahagia menerima bunga dari Kyu Jik. Bit Na menunduk diam tersenyum, jelas terlihat kalau dia ingin memberikan kesan yang baik pada Kyu Jik tapi sepertinya Kyu Jik menghindar. (pasti ada apa-apa dengan keduanya nih)
Tiba-tiba sruk sruk sruk, Miss Kim datang tiba-tiba dengan alat pel yang mengepel lantai. Spontan semuanya menyingkir. “Direktur, kaki anda!” ucap Miss Kim meminta Dir Hwang menyingkir. Direktur bengong.

Miss Kim : “Ini pekerjaan saya!”

Dir Hwang melihat ke kakinya, “Ah iya. Tentu saja.” Dir Hwang pun segera menyingkir. Sruk sruk sruk Miss Kim terus mengepel tanpa mempedulikan mereka yang lagi ngumpul memperkenalkan pegawai baru.

Dir Hwang berkata kalau mereka semua juga harus mulai bekerja. Kyu Jik dan Jung Han menatap Miss Kim dengan tatapan penuh tanda tanya.
Miss Kim sibuk men-steples dokumen. Joo Ri juga terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Kyung Woo yang ditempatkan di tim penunjang memperhatikan apa yang dilakukan Miss Kim. Kyung Woo kemudian beralih melihat Joo Ri yang duduk di depannya. Ia langsung terpesona pada Joo Ri, ia terus menatapnya. Joo Ri merasa ada yang memperhatikan ia pun mengangkat wajahnya. Kyung Woo pun buru-buru mengalihkan pandangannya dan langsung menunduk.
Kyu Jik mendorong-dorong Jung Han untuk segera menanyakan langsung pada Miss Kim terkait apa yang keduanya lihat semalam. Tapi Jung Han antara enggan dan penasaran, ia bingung harus bertanya bagaimana. Kyu Jik terlihat pura-pura mencari dokumen.
Jung Han mengumpulkan keberanian bertanya pada Miss Kim. “Miss Kim, apa kau tadi malam pulang dengan selamat?” Miss Kim menjawab tentu saja. Jung Han bingung harus bertanya apa lagi. Ia menoleh ke belakang dimana Kyu Jik pura-pura mencari dokumen. Keduanya saling memberi kode, Jung Han memberi kode yang mungkin artinya, kau saja. Si Kyu Jik juga sepertinya memberi kode, kau saja, cepat.

Jung Han pun bertanya lagi pada Miss Kim, “Miss Kim apa yang kau lakukan sesampai di rumah?” Pagawai Jung Han terkejut menengar pertanyaannya. Mereka heran untuk apa Jung Han ingin tahu apa yang dilakukan Miss Kim di rumah. Miss Kim pun menjawab, “Saya mencuci kaki kemudian tidur, Manajer.”
Jung Han kembali menoleh pada Kyu Jik. Ia memberi kode kalau ia tak mau lagi bertanya pada Miss Kim. Kyu Jik menahan kesal.
Kyu Jik pun turun tangan sendiri. “Tentu saja. Aku yakin butuh waktu untuk mencuci kakimu hingga bersih karena panasnya luar biasa.” Set set set Kyu Jik jejingkrakan menari seperti yang Miss Kim lakukan di bar. “Setelah kau bersalsa kesana kemari.”

Miss Kim menoleh memperhatikan Kyu Jik. Kyu Jik langsung joget-joget salsa, “Gerakan ini pasti ada artinya buatmu.” Kyu Jik memperagakan tarian salsa yang erotis. Miss Kim menatap tajam, “Itu menjijikan, kau membuatku ingin muntah.”

Buwahaha Tn Go langsung tertawa lebar ngakak. Kyung Woo yang sedang minum pun menyeburkan air minum saking terkejutnya dengan ucapan Miss Kim. Jung Han sendiri menahan tawa.
Kyu Jik tentu saja marah, “Hei aku melihatmu dan rahasia kehidupan kotormu.” Kyu Jik kembali menunjukan gerakan kaki ngangkang, “Aku melihatmu mencoba merayu laki-laki dengan melakukan ini.”

Miss Kim mengabaikan apa yang Kyu Jik lakukan, ia malah melanjutkan pekerjaannya. Kyu Jik yang marah mengancam kalau ia akan membongkar siapa Miss Kim sebenarnya dan ia juga akan memastikan kalau seluruh orang di kantor mengetahuinya.
Set... Miss Kim mengacungkan steples dan dengan kursinya yang beroda ia meluncur menempelkan kertas dengan steples ke sela-sela antara dua kaki Kyu Jik yang ngangkang. Kyu Jik berteriak, semua menatap terkejut.

Ternyata Miss Kim menempelkan kertas yang bertuliskan seminar pencegahan pelecehan seksual di lemari. Miss Kim melihat jam tangannya dan berkata kalau ia akan membagikan brosur itu saat kembali dari makan siang. Miss Kim pun keluar untuk istirahat makan siangnya.
Kyu Jik yang masih syok dengan kaki ngangkang menutupi si Mr X nya yang hampir saja di steples. Ia yang terkejut gemetaran tak bisa menurunkan kakinya. Jung Han membantu Kyu Jik berdiri dengan benar. Tn Go juga khawatir apa Kyu Jik mengalami kram. Kyung Woo membantu menurunkan kaki Kyu Jik. Haha. Joo Ri keluar kantor menyusul Miss Kim. hahaha
Diam-diam Joo Ri mengikuti Miss Kim. Miss Kim makan siang di sebuah rumah makan kecil. Joo Ri melihat rumah makan apa itu, ‘rumah makan masakan bunda’ Ia melihat dari jendela Miss Kim tampak akan menikmati makan siangnya. Joo Ri pun masuk ke rumah makan itu.
Miss Kim terkejut melihat siapa yang datang. Ia mengabaikan Joo Ri dan memakan makan siangnya. Joo Ri berkata pada pemilik rumah makan kalau ia pesan makanan yang sama seperti yang dimakan Miss Kim. Ahjussi pemilik rumah makan berkata kalau hanya makanan itu yang ada disini.
Joo Ri duduk di meja yang sama dengan Miss Kim. Ia mengeluarkan kertas yang bertuliskan upah lembur yang harus Joo Ri bayar. “Bolehkah aku membayarnya selama enam bulan?” Dengan tegas Miss Kim menjawab tidak boleh. Joo Ri menawar kalau begitu dicicil selama tiga bulan. Miss Kim tetap tidak membolehkannya, “Tolong bayar sesuai tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.”
Joo Ri merasa ini tidak adil, “Aku ini rekan kerjamu dan aku juga membantu pekerjaanmu. Tapi kau tak membolehkanku membayar dengan cicilan?”

Miss Kim yang sudah selesai makan akan pergi tapi ia berbalik mentap tajam Joo Ri. “Kau bilang kau membantuku? Dengar baik-baik, karena aku tak akan mengulanginya lagi. Aku tidak bekerja untuk orang lain. Aku bekerja untuk 2 hal. Gajiku dan istirahat makan siangku. Jadi, cepat bayar dan makanlah di tempat lain.”

Joo Ri hanya bisa terdiam mendengar peringatan Miss Kim. Ia duduk lemas di tempatnya makan. Ia memakan makan siangnya dengan perasaan bingung karena tak punya uang untuk membayar upah lembur Miss Kim.
Kyu Jik dan pegawai tetap lain makan siang bersama. Min Goo memijit kaki Kyu Jik yang tadi hampir kram karena syok terapi dari Miss Kim haha. Min Goo khawatir apa atasannya ini baik-baik saja. Jung Han berkata kalau itu hampir saja, untungnya Miss Kim jitu. Jika steples itu meleset 1 cm saja ....

“Maka kau akan disunat untuk yang kedua kalinya.” Sahut Tn Go yang kemudian diiringi gelak tawa yang lainnya. Kyu Jik yang masih khawatir langsung menutupi si Mr x dengan jasnya wakaka.

“Hahaha memangnya dia pernah disunat.” kelakar yang lain.
Young Shik : “Apa kau akan membiarkan wanita itu menang dari kita? Dia bisa saja menggunakan eskavator untuk mengusir kita semua.”

Jung Han sama sekali tak berfikir sampai kesana. Karena menurutnya Miss Kim itu sedikit eksentrik tapi dia tidak jahat kok.

Young Shik : “Apanya yang tidak jahat, pekerja kontrak rendahan mendatangkan malapetaka karena kalian para Manajer tidak menjaga ketertiban dengan baik.”

Kyu Jik menegur, “Hei Young Shik, makananmu muncrat semua. Makanlah dengan mulut tertutup.” Kyu Jik terlihat marah dibilang tidak bisa menjaga ketertiban kantor. Young Shik langsung diam dan suasana pun jadi berubah. Yang tadinya friendly jadi agak canggung.

Kyu Jik terus menegur Young Shik, “Kau itu bicara tidak formal pada siapa? Apa itu dimaksudkan untuk Manajer Moo Jung Han?” Young Shik yang menyadari kedudukannya bilang tidak. Ia mengatakan kalau ia bicara dengan Min Goo.

Kyu Jik : “Begitu ya, syukurlah. Kupikir kau salah membedakan tauco dengan ampas. Manajer Moo mungkin bukan atasanmu langsung tapi dia juga atasanmu.”
“Ya manajer.” Young Shik langsung bicara formal dan minta maaf pada Jung Han. Jung Han yang tak pernah membedakan apapun pada bawahannya berkata kalau itu tidak apa-apa. Hmmm malah sikap Jung Han yang lebih sopan ke Young Shik karena Young Shik lebih lama berada di Y-Jang. Young Shik sudah 7 tahun mengabdi di Y-Jang tapi posisinya masih Asisten Manajer. Sedangkan Jung Han baru 5 tahun di Y-Jang dan posisinya sebagai manajer. Usia Young Shik juga lebih tua dari Jung Han hehehe. Jadi Jung Han bersikap sopan pada Young Shik karena melihat usia dan karena Young Shik mengabdi lebih lama di perusahaan. Sedangkan Young Shik seharusnya bisa bersikap sopan pada Jung Han karena kedudukan Jung Han lebih tinggi.

Tn Go yang menjadi sesepuh disana mencairkan suasana yang mulai menegang. “Sudah ayo makan makan!”
Setelah makan siang, Jung Han secara pribadi mengatakan pada Kyu Jik bahwa Young Shik itu sudah bekerja di Y-Jang lebih lama daripada ia dan Kyu Jik. Ditambah lagi Young Shik juga sudah terbiasa bicara non formal pada keduanya. Ia merasa tak enak Kyu Jik menegur Young Shik seperti itu. Kyu Jik bertanya lalu apa Jung Han akan meluruskannya. Jung Han merasa kalau Kyu Jik tak perlu melakukan sampai sejauh itu.

Kyu Jik menilai kalau Jung Han ini terlalu lembek sebagai pemimpin. “Aku ini pandai menegur orang, jadi lakukan saja apa yang kau bisa. Aku akan pastikan ketertianb berada pada tempatnya.”
Di kantor, Kyu Jik mendiskusikan pekerjaan dengan Jung Han dan bawahannya. Mereka tak bisa membiarkan perusahaan Chansung melakukan yang lebih baik daripada Y-Jang. Kyu Jik menyuruh Ji Wook mengambilkan contoh produk. Bit Na yang berada disana memperhatikan Kyu Jik terus menerus. Kyu Jik pun menoleh pada Bit Na tapi tak lama kemudian ia kembali memperhatikan pekerjaannya.
Dir Hwang bertanya pada Kyu Jik bagaimana dengan promosi kecapnya. Kyu Jik berkata kalau ia baru akan mencobanya di Home Mart (nama swalayan) Dir hwang menugaskan Kyu Jik agar segera mendapatkn tempat khusus di Home Mart untuk promosi produk kecap mereka. Kyu Jik mengerti. Kyu Jik bertanya bolehkah ia mengajak Miss Kim sebagai asistennya ke Home Mart. Ia beralasan semua pegawainya sedang sibuk. Dir Hwang membolehkan.

Bit Na mengusulkan pada Kyu Jik kalau ia sedang tak sibuk, bolehkah ia ikut dengan Kyu Jik. Kyu Jik pun memberi Bit Na tugas merapikan data. Bit Na tidak protes, ia menerima tugasnya.

Jung Han yang heran bertanya kenapa Miss Kim yang Kyu Jik ajak ke Home Mart. Kyu Jik menatap Miss Kim yang sibuk bekerja. “Lihat saja nanti akan kubuat dia sadar akan posisinya.” Kyu Jik tampak menyeringai.
Di Home Mart, Kyu Jik mengomentari ekspresi wajah Miss Kim yang selalu diam dingin. “Memangnya kau mau ke pemakaman? Ini penjualan 101. Tersenyumlah.”

Oeeekkkk Miss Kim pun tersenyum dipaksakan dan sangat jelek. Senyum yang tentu saja bukan senyum manis, senyum menakutkan hahaha. Kyu Jik terkejut melihat raut wajah Miss Kim, “Apa yang kau lakukan?” Miss Kim berkata kalau ia tersenyum seperti apa yang diperintahkan jadi apa masalahnya.

Kyu Jik jengkel, “Ya sudah jangan tersenyum, jangan bicara, jangan melalukan apa-apa. tutup mulutmu dan berdiri saja di sampingku. Pelajari saja apa itu berdagang dan begaimana berdagang yang sesungguhnya.” Miss Kim pun langsung menutup mulutnya tak tersenyum sedikit pun.
Kyu Jik menemui Manajer Home Mart, Manajer Han. “Aigoo Hyung-nim!” sapa Kyu Jik. Manajer Han yang sedang beres-beres barang senang melihat Kyu Jik datang. Semula ia menyebut Kyu Jik dengan sebutan Asisten manajer tapi ia kemudian meralatnya menjadi Manajer. Kyu Jik mengingatkan bukankah ia sudah bilang untuk memanggilnya dengan nama saja.

Kyu Jik berniat membantu Manajer Han membereskan barang-barang. Tapi Manajer Han bilang tak usah, “Aku tak bisa membiarkan manajer sepertimu melakukan hal seperti ini. Kau itu rajanya bumbu Korea.” Kyu Jik tersipu, “Ah Hyung-nim kau terlalu memuji.”
Manajer Han menoleh ke belakang dan terkejut begitu melihat Miss Kim. Ia langsung memberi salam pada Miss Kim. Miss Kim tersnyum ramah, “Bagaimana kabar anda Manajer Han?” Manajer Han yang senang bisa bertemu lagi dengan Miss Kim menjawab kalau kabarnya sangat baik. “Miss Kim apa yang membawamu kemari? Apa sekarang kau bekerja untuk Y-Jang?” Miss Kim membenarkan.

Manajer Han menilai kalau Miss Kim ini tamu penting, ia mengajak Miss Kim minum teh di kantornya. Kyu Jik heran ternyata keduanya sudah saling mengenal. “Manajer, bagaimana denganku?” Manajer Han pun menyerahkan tugas beres-beras barang pada Kyu Jik. Kyu Jik bengong terheran-heran.

Manajer Han yang senang sekali bertemu Miss Kim menawarkan apa Miss Kim ingin minum teh yang seperti biasanya. Miss Kim mengatakan kalau ia ingin berbelanja dulu, penyedot WC di Y-Jang sudah rusak. Manajer Han terlihat antusias, “Oh begitu ya. Jadi penyedot WC mana yang kau mau? Apa yang biasa kau gunakan disini?” Miss Kim tersenyum membenarkan, “Iya yang warnanya merah.” Kyu Jik terdiam bengong melihat keakraban Miss Kim dengan Manajer Han, bahkan Manajer Han melayani Miss Kim bagai seorang raja hahaha.
Syurrrrr.... Miss Kim meluncur membawa troli belanjaan memasuki setiap lorong mencari barang-barang yang ia cari. Kyu Jik terkejut mendengar penjelasn Manajer Han kalau Miss Kim itu kasir legendaris yang pernah menjadi pekerja kontrak di Home Mart. Manajer Han mengatakan kalau tahun lalu Miss Kim bekerja di Home Mart selama tiga bulan.

Kyu Jik kesal, “apa kau mengabaikanku demi seorang kasir yang bodoh?”

Manajer Han tak terima Miss Kim disebut kasir bodoh. Ia meninggikan suaranya. “Apa maksudmu kasir bodoh? Miss Kim itu bukan kasir biasa. Dia pemegang rekor pemindai barang paling banyak dalam waktu singkat. Dia juga mengefisienkan tata letak dan alur kerja kami, memungkinkan kami membukukan penjualan tertinggi dari yang penah ada. Bagi swalayan kami dia itu penyelamat.”
Kyu Jik penasaran apa yang dilakukan Miss Kim sebelumnya.

Manajer Han : “Tidak ada yang tahu. Tapi satu hal yang kutahu. Dia adalah Joan of Arc untuk pusat perbelanjaan.”
Kyu Jik kembali ke kantor. Dir Hwang dengan senyum sumringah bertanya bagaimana kyu Jik berhasil melakukannya. Ia memberi tahu kalau tadi Manajer Han meneleponnya dan mengatakan kalau Manajer Han akan menyediakan ruang promosi dua kali lipat.

Kyu Jik : “Benarkah?”

Young Shik dan pegawai lain terkejut tak percaya karena minggu lalu Manajer Han menolak memberikan tempat untuk promosi. Mereka heran kenapa Manajer Han tiba-tiba berubah. Dir Hwang memuji Kyu Jik sebagai ahli penjualan yang hebat. Kyu Jik hanya senyum-senyum saja karena ia merasa kalau dirinya sama sekali tak melakukan apa-apa. Ia tahu kalau ini akibat pengaruh dari Miss Kim.
Pegawai kontrak wanita saling mengirim Chat. Mereka janjian selepas pulang kantor.

Kita bisa pulang cepat Ada rencana?

Tidak ada

Aku mau pulang.

Bagaimana kalau cuci mata

Ayo.

Aku tidak ikut

Ikutlah dengan kami, ayolah!
Karena perasaannya sedang senang Dir Hwang pun mangajak semua anak buahnya makan malam bersama untuk menyambut anggota baru di kantor. Yang tadi janjian di chatting pun langsung merubah obrolan mereka. Tn Go mengusulkan tempat yang enak, ada tempat makan yang baru dibuka.

Tepat saat itu alarm jam tangan Miss Kim bunyi. “Sampai jumpa besok!” ucap Miss Kim pulang mengabaikan ajakan makan malam perusahaan.
Kyu Jik tentu saja tak senang, ia menegur Miss Kim. “Apa kau tidak dengar apa yang direktur katakan tadi? Malam ini ada makan malam perusahaan.”

Miss Kim berbalik menunjukan perjanjian kontraknya. “Menghadiri makan malam perusahaan tidak tertera dalam kontrak saya.”

Kyu Jik tertawa kesal. “Hei dengar Kim Eonni. Makan malam perusahaan itu perpanjangan dari pekerjaan. Apa kau tidak tahu dasar-dasar kehidupan kantor?”

Miss Kim menatap tajam, “Itu hanya berlaku untuk pegawai tetap. Karena saya bukan pegawai tetap saya tidak perlu terlibat dalam sosialisasi tak berguna, minum-minum dan menjilat dengan mengorbankan kesehatan, hati dan waktu saya.”

Miss Kim mendekat pada Kyu Jik dan menatapnya semakin tajam, “Dan nama saya bukan Eonni. Tapi Miss Kim. Kau mengerti Tuan kepala kubis.” Miss Kim pun berlalu dari sana membuat Kyu Jik marah bukan main, “Hai kau berhenti.”
Jung Han menarik Kyu Jik berusaha menenangkannya. “Manajer Jang biar aku saja.” kata Jung Han. Kyu Jik yang emosi berkata kalau Jung Han tak akan bisa menangani wanita itu. “Wanita itu harus diluruskan sebelum dia semakin buruk.”

Jung Han meyakinkan biar ia saja yang melakukannya. “Aku akan memberinya pelajaran dan membawanya kembali.” tegas Jung Han. Kyu Jik heran, “Memberinya pelajaran?” Jung Han membenarkan, ia akan memberi Miss Kim pelajaran. Ia mengambil kertas dan meremasnya menandakan kalau ia juga bisa marah. Ia akan memastikan kalau Miss Kim akan ikut acara makan malam perusahaan. Ia akan mengomeli Miss Kim.

Kyu Jik menepuk-nepuk pundak Jung Han. Pegawai lain menatap Jung Han dengan tatapan tak percaya. Mereka tak percaya Jung Han akan berani melakukannya. Jung Han membanting kertas yang tadi ia remas untuk membuktikan kalau ia juga benar-benar marah, ia pun keluar menyusul Miss Kim.

Kyu Jik mengambil kertas yang diremas Jung Han, “Lihat. Orang yang berjiwa lembut saja bisa marah. Hari ini dia akan tahu rasa.”
Jung Han mengejar Miss Kim yang sedang menunggu bis di depan kantor. Jung Han berkata kalau Miss Kim tak boleh langsung pergi seperti ini. Semua orang kan hadir, ini makan malam pertama perusahaan di tahun ini. “Kau tak bisa pergi tanpa seizinku.”

“Saya bisa.” ucap Miss Kim tegas. Melihat ucapan tegas Miss Kim, Jung Han langsung berubah sikap jadi lembut. “Apa kau sungguh tak akan datang?”

Miss Kim : “Saya sudah bilang kalau itu tidak tertera sebagai tugas atau tanggung jawab saya.”

Jung Han : “Mungkin tidak ada tapi tak bisakah kau hadir sebagai bagian dari keluarga Y-Jang? Menurutku keluarga tidak terbatas pada pertalian darah. Pekerja kontrak atau bukan, menurutku orang yang bekerja bersamamu dengan impian yang sama adalah keluarga. Jadi tak bisakah kau datang malam ini demi keluargamu?”

Miss Kim : “Manajer?”

“Ya Miss Kim.” Jung Han berharap Miss Kim setuju.

Miss Kim : “Y-Jang bukanlah gereja bagi saya. Ini tempat kerja.”

Bis yang ditunggu Miss Kim datang. Setelah pamitan Miss Kim pun segera naik bis. Jung Han hanya bisa diam tak bisa memaksa.
Makan malam perusahaan terus berlanjut hingga ke tempat karaoke. Kyu Jik menyanyi untuk menghibur direkturnya. Pagawai wanita menatap tak menyangka kalau Kyu Jik sampai harus menyanyi aneh segala.
Lain hal-nya dengan Joo Ri, ia benar-benar terkesima. Joo Ri pun membayangkan kalau disana Kyu Jik bukan sedang menyanyi melainkan mengayun pedang penuh kharisma hahaha.
Meraka pun meminta Dir Hwang untuk menyanyi. Dir Hwang pun menyanyi. Kyu Jik giliran duduk istirahat. Jung Han, Joo Ri dan Bit Na tetap duduk tak ikut menari.
Jung Han melihat Kyu Jik begitu kelelahan, “Apa kau tak apa-apa? apa tak seharusnya kau lebih pelan sedikit?” Jung Han mengusap keringat di wajah Kyu Jik. (kyaaa bromance nya saya suka hahaha)

Kyu Jik : “Pelan? Inilah tujuanku kembali dari AS.”

Dir Hwang menyanyi semangat, karyawannya pun menari semangat juga.
Kyu Jik mengatakan kalau wanita itu (Miss Kim) tidak tahu apa artinya kumpul-kumpul perusahaan atau apa arti perusahaan. Miss Kim berada di rumahnya, tiduran di ayunan, membaca sambil mendengarkan musik.

Kyu Jik : “Baginya, perusahaan adalah tempat dimana dia mendapatkan upah atas apa yang dia kerjakan. Dan rekan kerja adalah orang asing yang kebetulan duduk di sampingnya. Pekerja kontrak seperti dia, tidak tahu apa arti rekan kerja dan pekerjaan yang sesungguhnya.”

Kyu Jik meneguk minumannya, Bit Na yang berada tak jauh dari sana terus menatapnya lekat-lekat. Joo Ri pun demikian ia semakin terpesona pada Kyu Jik.
Keesokan harinya di kantor, sepertinya Kyu Jik masih berusaha untuk menghilangkan sisa mabuk yang semalam.
Dir Hwang memberi Kyu Jik sesuatu yang ia terima dari klien-nya. Ia mengatakan kalau Kyu Jik bisa menghadiahkan benda ini pada seseorang. Kyu Jik heran bukankah klien khusus memberikan ini untuk Dir Hwang. Kyu Jik membuka dan isi-nya syal wanita. Ia terkejut kenapa Dir Hwang memberikan syal ini untuknya, apa Nyonya direktur tidak ingin memilikinya. Dir Hwang berkata kalau istrinya sudah punya banyak. “Kalau kau tidak tahu akan diberikan pada siapa, berikan saja pada karyawan wanita di departemen kita.”
Kyu Jik menoleh pada karyawan wanita yang ada di sana. Mereka langsung pasang aksi senyum siap menerima. Tapi Joo Ri dan Miss Kim sibuk dengen kerjaan mereka. Kyu Jik terus berjalan melewati beberapa karyawan wanita. Mereka yang hanya dilewati tampak kecewa.

Entah karena alasan apa syal itu dihadiahkan pada Jung Joo Ri. Kyu Jik sendiri yang memakaikan syal itu ke leher Joo Ri. Joo Ri terbengong-bengong kaget. Bit Na cemberut. Hihi. Kyu Jik tersenyum, “Ringan dan lembut, sempurna untukmu, Nona.” Joo Ri tersenyum malu-malu.
Setelah memberikan syal Kyu Jik akan melanjutkan pekerjaannya. Ia bertanya pada Bit Na apa sudah menyelesaikan berkas yang ia berikan kemarin. Bit Na berkata kalau ia sedang mengerjakannya. Kyu Jik menyuruh Bit Na segera menyelesaikannya dalam waktu satu jam. Jung Han menatap heran kenapa Kyu Jik bersikap seperti itu pada Bit Na.
Jung Han mengambilkan Kyu Jik minuman. Ia menilai Kyu Jik bersikap terlalu dingin pada Bit Na. Kyu Jik berkata kalau Bit Na itu harus belajar bahwa yang namanya pekerjaan itu bukanlah piknik. Ia tak bisa membiarkan Bit Na bermalas-malasan hanya karena dia cantik. Jung Han menebak apa ini karena hubungan antara Kyu Jik dan Bit Na dulu. Kyu Jik tanya memangnya ada apa antara dirinya dengan Bit Na. Jung Han berkata bukankah Kyu Jik dan Bit Na dulu pernah berkencan. Ia berpikir mungkin karena alasan itu Kyu Jik jadi terlihat keras pada Bit Na.

Kyu Jik tertawa, “Aku ini Jang Kyu Jik. Aku atasan langsung Geum Bit Na. Kau pikir aku tipe orang yang tak mau keluar dari masa lalu? Aku tak sepicik itu.”
Kyu Jik memberikan tumpukan berkas yang harus Bit Na selesaikan. Ia ingin pesanan Home Mrt ini dirapikan dan diserahkan padanya setelah makan siang. Bit Na tercengang, semuanya?

Kyu Jik : “Kenapa? apa kau tak bisa?”

Bit Na : “Bukan begitu. Akan kuselesaikan.”

Pegawai lain hanya bisa menatap, ya ampun banyak banget. Tapi mereka buru-buru menunduk menyelesaikan pekerjaan masing-masing. (takut kalau-kalau dimintai bantuan haha)

Bit Na berusaha keras menyelesaikan tugasnya. Ia melihat jam tangan dan cemas karena waktu makan siang segera tiba.
Joo Ri masih mengenakan syal pemberian Kyu Jik. Ia tersenyum malu-malu mengingat Kyu Jik mengucapkan hal yang manis ketika memberikan syal itu. Wajah Joo Ri memerah. Joo Ri juga mengingat ketika Kyu Jik memberinya bunga mawar merah sebagai ucapan selamat datang ia bekerja di Y-Jang. Joo Ri menatap bunga mawar yang ada di depannya dengan penuh cinta.

Kyung Woo membuyarkan lamunan Joo Ri, “Apa kau menderita hipertensi?” tanya Kyung Woo melihat wajah Joo Ri memerah. Joo Ri bilang tidak dan langsung menunduk menyembunyikan wajahnya.
Geum Bit Na minta tolong Miss Kim untuk membantu pekerjaannya. Dengan tegas Miss Kim bilang tidak. Miss Kim menyerahkan buku petunjuknya pada Bit Na. “Baca buku petunjuk ini sebelum meminta bantuan.” Bit Na pun membacanya. Disana tertulis ‘Diperlukan izin atasan langsung untuk pekerjaan non departemen.’
Kyung Woo menawarkan apa Bit Na perlu bantuannya ia nanti akan membantu Bit Na. Bit Na bilang tak usah karena ia tahu Kyung Woo akan ada pertemuan di luar setelah makan siang. Kyung Woo berharap Bit Na mengatakan padanya kalau memang butuh bantuan.
Joo Ri yang merasa dirinya tak ada kerjaan menawarkan bantuan. Bit Na tentu saja senang dan berterima kasih. Joo Ri bilang tak apa-apa, bukankah mereka satu keluarga.
Tok.. tiba-tiba Miss Kim menekan tombol keyboard keras dan mengagetkan mereka. Miss Kim bersiap akan keluar, “Bisakah kalian minggir? Ini sudah jam makan siang.” Keduanya pun minggir.
Joo Ri selesai membantu pekerjaan Bit Na. Bit Na memeluk berterima kasih pada Joo Ri. Ia pun mengajak Joo Ri makan siang bersama besok. Ia juga akan memastikan kalau Manajer Jang tahu bahwa Joo Ri sudah membantunya.

Data yang dikerjakan Joo Ri tersimpan di USB. Bit Na memeriksanya sebentar dan itu sudah benar. Ia pun bersyukur senang. Ia mengambil tas-nya dan meletakan tepat di atas keyboard. Tanpa Bit Na ketahui tombol angka 1 terketik. Yang semula tulisannya 100 jadi 1100.
Kyu Jik berada di mobil, ia menyanyi-nyanyi. Ponselnya berdering, dari Manajer Han. Ia terkejut mendengar sesuatu yang mengagetkan dari Manajer Han.
Kyu Jik menemui Bit Na di kantor. Ia menanyakan apa Bit Na yang mengirim pemesanan Home Mart. Bit Na membenarkan ia yang mengirimnya tapi Joo Ri yang membantu menyiapkan semuanya.

Kyu Jik kaget dan membentak, “Kenapa kau membiarkan orang lain mengerjakan hal penting? Itu ada kesalahan dengan jumlah pesanannya. Kita harus mengambil kembali 1000 kotak dari mereka. 1000 kotak.”

Joo Ri yang berdiri tak jauh dari sana ikut terkejut mendengarnya.

Dir Hwang tentu saja marah, ia membentak semua karyawannya. “Cepat pergi ke Home Mart dan isi truk kita.”
Semuanya pergi ke Home Mart untuk mengambil kembali barang yang sudah dikirim. Mereka tampak sibuk menghitung dan memasukan banyak tauco ke dalam truk. Kyu Jik mengingatkan Miss Kim agar menghitungnya dengan benar.
Joo Ri benar-benar merasa tak enak, ia minta maaf pada Kyu Jik. Kyu Jik yang sibuk meminta Joo Ri menyingkir jangan mengganggunya.

Joo Ri : “Anda mungkin berpikir kalau saya sedang mencari-cari alasan. Tapi saya rasa telah terjadi sesuatu setelah saya memasukan data ke berkas itu. Saya berani bersumpah kalau semua angkanya benar. Saya sudah sangat hati-hati sekali. Saya ingin membantu anda. Saya bersedia membantu demi anda.”

Kyu Jik heran, “Demi aku?” Mereka yang beres-beres ikut heran.
Kyu Jik dan Joo Ri bicara berdua di atap gedung. Kyu Jik ingin penjelasan Joo Ri kenapa bersedia membantu demi dirinya. Joo Ri berkata itu karena mereka bekerja bersama dalam satu keluarga.

Kyu Jik : “Siapa? kita? kau dan aku? aku tak punya keluarga sepertimu.”

Joo Ri kaget bukankah Kyu Jik bilang mereka satu keluarga besar. Kyu Jik heran apa Joo Ri ini tipe orang yang selalu menelan mentah-mentah semua perkataan orang. Joo Ri tak mengerti maksudnya.

Kyu Jik : “Biar kuberi tahu kenapa aku memanggil pekerja kontrak dengan sebutan Nona. Itu sama seperti kita memanggil pelayan toko atau ibu-ibu di jalan dengan panggilan ‘ahjumma’ Aku tak mau menghabiskan waktu untuk mengingat nama-nama orang yang melakukan pekerjaan kasar.”
Joo Ri menunduk kecewa. Kyu Jik menyentuh syal pemberiannya. “Aku hanya memberimu hadiah kecil agar kau mengerjakan tugas kantor dengan baik. Tapi hal pertama yang kau lakukan malah menyebabkan kegagalan yang fatal. Terlebih lagi, kau kelihatannya berharap bisa menjalin hubungan yang lebih denganku.”

Kyu Jik melihat kartu pegawai kontrak milik Joo Ri. “Jangan bilang kau tidak bisa membedakan antara tahu dengan ampas. Lihat golonganmu. Karena kau, kita akan kehilangan pekerjaan.” Kyu Jik pergi dari sana meninggalkan Joo Ri yang terdiam kecewa.
Joo Ri menangis sendirian di toilet. Miss Kim yang juga berada di kamar mandi mendengar tangisan Joo Ri. ia pun keluar dari kamar mandi tanpa mencari tahu kenapa Joo Ri menangis.
Manajer Han marah-marah, ”Manajer Jang bagaimana bisa terjadi kesalahan sebanyak itu? 1000 kotak? Terlebih lagi kotak grosir.” Kyu Jik berkata kalau ia akan mengambil kembali kotak produknya ia juga akan mengurus kebersihannya.

Manajer Han yang marah mengatakan kalau sekarang yang ia khawatirkan bukan itu. “Sebentar lagi waktu ramai pembeli dan kami kekurangan dua kasir karena kesalahan kalian. Bahu mereka sakit karena membantu memindahkan kotak. Dan yang satunya pergi, mengeluh kalau ini bukan pekerjaannya.”

Kyu Jik berkata itulah pegawai kontrak, mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab dan kerja tim. Mereka hanya membuat masalah. Jung Han yang berdiri di samping Kyu Jik menyenggol rekannya agar tak bicara ngawur seperti itu. Kyu Jik meminta Manajer Han tak perlu khawatir. Ia akan menyuruh pegawainya untuk mengganti posisi kasir yang kosong.

Manajer Han tanya bagaimana Kyu Jik akan melakukannya bukankah mereka belum pernah sekalipun memindai barcode. Ia melirik ke Miss Kim, tapi tak apa-apa kalau orang yang berpengalaman yang bersedia membantu. Kyu Jik dan Jung Han ikut menoleh ke arah Manajer Han menoleh. Tapi Kyu Jik sepertinya tidak sudi kalau Miss Kim yang melakukannya. Ia kembali meminta Manajer Han tak perlu khawatir karena pegawainya bisa ...
“Saya bersedia menjadi kasir Manajer Han.” ucap Miss Kim tiba-tiba. Manajer Han tentu saja senang, “Benarkah Miss Kim? Terima kasih ya, terima kasih.” Manajer Han memberi hormat. Tapi ada satu syarat yang diajukan Miss Kim, “Anda tak akan meminta pertanggung jawaban siapapun atas kesalahan pemesanan tauco ini.” Manajer Han berjanji, selama Miss Kim membantu, ia tak akan mempermasalahkannya.
Min Soo berbisik pada Young Shik kalau Miss Kim itu tokoh penting di Home Mart. Young Shik menilai itulah sales yang sesungguhnya. Kinerja seorang sales akan kelihatan di lapangan ucap Young Shik sambil melirik ke arah Kyu Jik. Kyu Jik benar-benar menahan marah.

Kyu Jik pun bersedia menjadi kasir yang satunya lagi. Manajer Han memberi tahu kalau menjadi kasir itu lebih berat dari yang mereka lihat.
Kyu Jik tertawa, “Manajer, aku Jang Kyu Jik, yang kalian lakukan hanyalah memindai barcode. Monyet saja bisa melakukannya. Seharusnya ini bisa otomatis. Kenapa harus dikerjakan oleh manusia.” Para kasir yang ada disana mendengar ucapan Kyu Jik yang menyepelekan pekerjaan mereka.

Miss Kim mengatakan kalau manusia dan mesin itu tidak sama.

Kyu Jik : “Apa bedanya? Pekerjaan kasar bisa digantikan mesin. Seperti men-steples, memilah sampah, dan semua tugas kasar lainnya yang kau lakukan.”

Miss Kim : “Bagaimana dengan anda dan orang-orang seperti anda? Bukankah anda mucikarinya pekerja kontrak? Karena anda tak bisa melakukan apa yang anda sebut pekerjaan kasar.”

Kyu Jik tak terima, “Apa? mucikari? Eonni, itulah yang disebut kecanggihan industri. Kita hidup di dunia dimana peran software mengatur hardware. Kenapa kau sangat ketinggalan jaman? Pantas saja kau masih memakai sanggul konyol itu.” (saya lupa namanya apa nih ikat rambut)

Kyu Jik membanggakan kartu karyawannya dan menghina kartu ijin masuk milik miss kim. Miss kim berusaha diam menahan emosi karena Kyu Jik menyinggung sanggulnya. Tatapannya jelas memperlihatkan kalau ia marah.

Kyu Jik melihat raut wajah Miss Kim yang marah, “Kenapa? kau pasti tahu kalau sanggul itu terlihat aneh. Mana ada orang memakai benda seperti itu di jaman sekarang? Bukankah ini sudah tidak dipakai sejak tahun 1988? Apa kau tak malu mengenakannya di abad 21?”
Miss Kim maju lebih dekat ke Kyu Jik dan menatap tajam, “Lalu bagaimana dengan anda? Apa anda tidak malu memakai itu dia abad 21?” mata Miss Kim melihat ke arah rambut Kyu Jik.

Pegawai kontrak yang ada disana berusaha menahan tawa.

“Apa? pakai apa?” Kyu Jik membentak, “Maksudmu ini? aku tidak memakai apa-apa. Ini rambutku. Aku mengeluarkan banyak uang untuk kriting permanen seperti ini. Penata rambut Cheongdam-dong yang menatanya. Cepat minta maaf sekarang.” Jung Han berusaha menenangkan temannya yang mencak-mencak hahaha.

Miss Kim : “Saya akan minta maaf, kalau anda, kepala kubis membuktikan bahwa anda lebih baik dari saya dalam mengerjakan pekerjaan kasar.”

Kyu Jik melepas jas-nya siap menerima tantangan Miss Kim. “Baik. ayo.” Suara Kyu Jik masih tinggi, “Kalau aku menang kau harus membungkuk 90 derajat padaku dan meminta maaf dihadapan semua orang.”

Miss Kim setuju, “Tapi kalau saya yang menang, anda kepala kubis akan mencukur rambut anda disini.”

“Setuju.” Kyu Jik tak takut tantangan Miss Kim.

Ok pertarungan pun dimulai.
Manajer Ha menekan timer di hapenya. Miss Kim mulai memindai barang-barang yang dibeli konsumen. Joo Ri membantu memasukan barang ke plastik. Kyu Jik juga sama ia yang memindai sementara Kyung Woo yang membantu memasukan ke plastik. Miss Kim tampak cekatan sambil tersenyum ramah pada pelanggan. Lain hal-nya dengan Kyu Jik, ia tampak kewalahan mencari letak barcode ditiap barang.

Bong Hee memuji kalau Miss Kim jauh lebih unggul, “Apa kita akan melihat Manajer Jang mencukur rambutnya hari ini?”

Min Goo yang mendukung Kyu Jik mengatakan kalau ini baru permulaan, kita tidak tahu sampai semuanya selesai.

Set set set... hahaha...
Ji Rang melihat Kyu Jik melakukan kecurangan (ga ngerti curang apanya) Tapi menurut Manajer Han tidak boleh membuang-buang waktu ketika ramai pembeli. Jadi cara tidak masuk akal sekalipun akan diterima.

Ji Rang heran apa yang Miss Kim lakukan dengan mengumpulkan barang-barang yang dibeli pelanggan. Manajer Han mengatakan kalau itu metode pengelompokan. Dia memindai barang yang lebih berat dulu demi kenyamanan pelanggan.
Min Goo melihat Kyu Jik menggunakan teknik baru. Manajer Han memberi tahu kalau itu metode satu patokan untuk lima burung.

Tangan Miss Kim bergerak cepat, “Itu pasti metode kecepatan kilat dua tangan kan?” tanya Bong Hee. Manajer Han menilai kalau ini akan menjadi pertarungan yang sangat ketat.

Kyu Jik tampak was-was sementara Miss Kim tetap tersenyum ramah pada pelanggan.
2 jam sudah berlalu, yang mengawasi sudah kelelahan. Kyu Jik pun demikian, capek. Tapi Miss Kim terus bersikap ramah pada pelanggan. Mereka yang menunggu ada yang duduk, makan, dan ada yang menguap. Hahaha.
Young Shik heran melihat Miss Kim berdiri pada satu kaki sementara kaki yang satunya menepuk kaki lainnya. “Apa yang dia lakukan dengan kakinya?” Manajer Han mengatakan kalau itu metode kaki burung bangau. Itu teknik memijat kaki sambil bekerja.
Min Goo juga heran melihat Kyu Jik menggoyang-goyangkan badan. Manajer Han berkata kalau itu tantangan terbesar bagi semua kasir. Tsunami sudah dekat. Hahaha. Min Goo yang paham bertanya, lalu apa yang dilakukan kasir saat mereka harus ke toilet. Manajer Han bilang kalau mereka harus menahannya.

Tapi Kyu Jik sudah tak tahan, ia menarik Kyung Woo untuk menjadi kasir menggantikannya sebentar. Mereka yang memperhatikan jadi terdiam iba, ternyata sulit menjadi kasir.
Jung Han melihat ada sesuatu yang jatuh di bawah meja kasir Miss Kim. Ia melihat Miss Kim tak menyadarinya. Ponsel Jung Han bunyi, telepon dari Dir Hwang.
Jung Han menemui Dir Hwang menyerahkan faktur yang diminta. Usai menandatangani, Dir Hwang berkata kalau ia mendengar ada perlombaan yang sangat menarik, ia bertanya apa menurut Jung Han mereka akan menang. Jung Han tak bisa memastikan siapa yang akan menang.

Ponsel Jung Han bunyi, “Apa kalah?” Jung Han terkejut mendengar laporan dari mereka yang menyaksikan pertandingan kasir. Siapa yang kalah.
Jung Han kembali ke Home Mart. Disana ia melihat ada bekas koran, alat cukur dan sedikit potongan rambut. Manajer Han datang menghampiri Jung Han. “Hampir saja. Kami mengetahuinya tepat saat dia meletakan alat cukur ke kepalanya. Kalau tidak Manajer Jang akan jadi botak.”

Jung Han masih belum percaya, “Apa Miss Kim benar-benar kalah?” Manajer Han membenarkan, “Dia lupa memindai satu barang.”

Manajer Han tak mengerti karena sangat tidak mungkin Miss Kim melakukan kesalahan seperti ini. Ia menebak kalau anak-anak yang membeli sepertinya tidak meletakan buku itu dengan benar di meja. Tapi bagaimana pun juga Miss Kim yang kalah.
Miss Kim duduk sendirian di halte menunggu bis. Jung Han datang duduk di sampingnya sambil membawa buku yang menjadi penyebab kekalahan Miss Kim. Melihat kedatangan atasannya Miss Kim mengatakan kalau jam kerjanya sudah berakhir.

Jung Han : “Kenapa kau lakukan itu?”

Miss Kim tak mengerti, “Apa maksud anda?”

Jung Han menunjukan buku yang menjadi penyebab kekalahan Miss Kim, “Kenapa kau sengaja kalah?”

Miss Kim terdiam, ia mengingat apa yang dilakukannya ketika memindai barang. Sambil tersenyum pada pelanggan Miss Kim sengaja menjatuhkan buku itu ketika ia memijit kakinya.
Jung Han : “Miss Kim, kau tak akan pernah kalah dari Manajer Jang kan?”

Miss Kim memperhatikan kartu pegawai tetap yang dipakai Jung Han. “Kalau salah satunya ampas, maka yang satunya lagi pasti tauco. Akan lebih baik bagi seseorang dengan kekurangan kalah menjadi ampas.”

Jung Han : “Apa itu sebabnya kau sengaja membiarkan dia menang? Apa demi Manajer Jang dan perusahaan?”

Miss Kim mengatakan kalau yang ia lakukan bukan untuk siapa-siapa. “Saya kalah hanya karena saya adalah ampas.”
Karena bis sudah datang Miss Kim pun permisi akan pulang tapi Jung Han menahan manarik tangan Miss Kim. “Miss Kim, kau bukanlah ampas.” Jung Han menatap Miss Kim yang terkejut.
Kyu Jik berusaha melihat rambut dengan ponselnya. Ia ingin memastikan kalau rambut kesayangannya tak rusak.
Joo Ri berdiri di tempat sampah. Tangannya mengganggam syal pemberian Kyu Jik. Ia pun membuang syal itu ke tempat sampah. Ia segera pulang pergi dari sana.

‘Kita semua berfikir kita istimewa seperti pohon natal. Tapi kemudian kita menyadari bahwa kita hanyalah satu dari sekian banyak lampu cahaya pohon. Kemudian kita terbentur pada kenyataan hidup yang lebih kejam. Bahkan lampu pijar yang hina pun berbeda-beda. Kau hanya bisa membedakan ampas dan tauco kalau kau mencicipinya’
Kyu Jik masuk ke lift, ternyata di dalam lift sudah ada Bit Na. Tak ada kata sapaan yang terucap dari mulut keduanya. Tapi tiba-tiba Bit Na mengecup bibir Kyu Jin.
Di tepi jalan Miss Kim masih terkejut menatap Jung Han yang menggenggam tangannya. Jung Han akan melepas tangannya, tapi ketika Miss Kim akan pergi Jung Han kembali menahan tangan Miss Kim.

Jung Han : “Apa ini? kita?”

“Ini....?” Miss Kim terkejut Jung Han semakin mendekat menatapnya lekat-lekat.

Bersambung ke episode 3

Hmm rasanya love story sudah dimulai ya. Bit Na n Kyu Jik memang punya masa lalu dan sepertinya Bit Na ingin menjalin kasih lagi.

Kyu Jik benar-benar seperti melayangkan tamparan pada Joo Ri. Walaupun ucapannya tidak tulus tapi dia pernah mengangkat perasaan bahagia Joo Ri setinggi langit. Tapi dengan sekejap saja Joo Ri langsung dijatuhkan hingga ke dasar. Kalau jadi Joo Ri, jelas sakit hati. Joo Ri pun segera membuang rasa sukanya itu.

Manajer Moo Jung Han, apa dia sudah mulai terkesan pada Miss Kim. Semakin menarik mengikuti seluk beluk dunia perusahaan dari sisi pegawai kontrak.

Eh iya itu ada Jo Kwon 2AM lho. Disini dia imut banget hehe.

8 comments:

  1. tetep saja bu guru ma lebih Beeeeerrraaassssaaaa banget....

    ReplyDelete
  2. ngakak liat tuan go yg ngupil..hihihi...

    ReplyDelete
  3. Klo mnrt sy sih. Miss kim hanya mau jd pegawai kontrak krn nggak mau terikat peraturan. gmn mnrt mb anis? Hani

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya juga gitu, kalau jadi pegawai tetap kan pasti harus tunduk sama semua aturan perusahaan (kalau ga mau dipecat) nah menurut miss kim ini perbudakan, dia ga mau jadi budak perusahaan.

      Delete
  4. Mba Anis tahu gak?
    Mba Anis udah bikin saya penasaran dan tertarik banget sama drama ini :3 cari di Google ada ga yang buat sinopsis drama ini? dan ternyata nihil -_-" Sampe saya liat preview yang 10 minute di YT tapi masih penasaran :3
    dan aku suka banget adegan Jung Han & Miss Kim :3 rasanya aku pengen mereka bersama :3

    ReplyDelete
  5. Mba :3 bisa dipercepatkah bikinnya ?? saya penasaran penasaran banget.. Mba ini mba nontonnya download apa bagaimana? kalau download, download dimana mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha saya juga maunya cepat di post tapi apa mau dikata tugas utama saya di sekolah. pulang dari sekolah jam 1 siang capek, istirahat sambil nonton. malamnya ngantuk, jadi bisa buatnya sedikit demi sedikit hehe....

      kalau nonton coba deh di gooddrama, kalau download saya biasanya di IDWS sub indonesia ada di island sub...

      Delete
  6. Keke, yasudahlah tidak apa apa :) aku ngebet sama ini drama :3 mba nih suka buat orang suka sama drama yang mba buat & rekomendasi :)

    oke, makasih mba :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...