Sunday, 1 September 2013

Sinopsis My Friend is Still Alive Part 2

--------------------------------------------------
My Friend is Still Alive Part 2
 
Di kelas, Chi Hyun menatap ponselnya. Myung Soo datang menghampirinya bertanya bagaimana kabar Tiffany (Kyung Sook). Chi Hyun menjawab tidak tahu. Myung Soo heran apa Kyung Sook tak menghubungi Chi Hyun. Ia menilai ini bagus karena Kyung Sook sekarang sudah punya pacar dan dia tak akan menghubunginya ataupun Chi Hyun setiap saat.
Chi Hyun ke rumah sakit, ia melihat Kyung Sook tengah bersama Gook Hwa. Kyung Sook mengenakan baju biasa tak mengenakan baju pasien. Ia mengambilkan kopi untuk Gook Hwa. Chi Hyun kesal melihatnya, ia pun pergi dari sana. Belum sempat Chi Hyun pergi, tiba-tiba terdengar suara Gook Hwa menjerit. Langkah Chi Hyun terhenti dan segera berlari ke arah Kyung Sook. Gook Hwa yang terkejut menjatuhkan kopinya.
Kyung Sook mimisan lagi. Chi Hyun mengomeli Kyung Sook, “Apa kau bermain game lagi semalam?” Chi Hyun menutup hidung Kyung Sook menggunakan sapu tangannya. Gook Hwa yang terkejut bingung melihatnya. Chi Hyun menyuruh Kyung Sook segera mencuci wajah untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan Gook Hwa. Kyung Sook minta maaf ke Gook Hwa dan berkata kalau ia akan segera kembali. 
Gook Hwa yang masih gemetaran bertanya kenapa Chi Hyun disini. Chi Hyun yang memegang kopi milik Kyung Sook berkata kalau kopi dari mesin penjual otomatis disini enak. Gook Hwa mengkhawatirkan Kyung Sook, “Apa kau tak menyusulnya?” Chi Hyun bersikap seolah Kyung Sook tak apa-apa, dia itu hanya mimisan. Gook Hwa masih khawatir, bagaimana kalau dia sakit parah. Chi Hyun berkata kalau Kyung Sook baik-baik saja. “Benarkah?” Gook Hwa masih khawatir. Chi Hyun mengangguk.

Gook Hwa : “Aku tak suka orang sakit. Ayahku sakit parah!”

Chi Hyun berbohong mengatakan kalau tahun lalu Kyung Sook peringkat pertama di tes kesehatan jasmani. Mendengar itu Gook Hwa tersenyum lega. Chi Hyun tanya lega kenapa. Gook Hwa berkata kalau ia merasa tak akan lama lagi akan menyukai Kyung Sook. Chi Hyun terdiam.
Gook Hwa ingin Chi Hyun mengatakan padanya lagi. “Kau bilang kau akan bertanggung jawab sepenuhnya. Karena temanmu begitu menyukaiku, bisakah kau memegang janjimu?” Chi Hyun mengangguk berjanji. 

Gook Hwa tersenyum, “Kalau begitu aku akan mempercayaimu dan menyukainya mulai hari ini!” Ia ingin janji dengan menautkan kelingking. Chi Hyun terlihat ragu. Ia mengelap tangannya dulu sebelum mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Gook Hwa. Tapi belum sempat kelingking keduanya bertautan, tiba-tiba ponsel Gook Hwa berdering. kyung Sook menelepon.
Di kamar mandi keadaan Kyung Sook tak begitu baik. Ia menahan sakit tapi tak bisa segera keluar karena ada Gook Hwa, ia tak ingin Gook Hwa mengetahui penyakitnya. Ia tetap berada di dalam kamar mandi menahan sakit dengan hidung terus mengeluarkan darah. “Noona maaf, tapi perutku tiba-tiba sakit. Aku rasa ini akan lama!”
Gook Hwa dan Chi Hyun berada di luar kamar mandi. Chi Hyun tampak khawatir. Gook Hwa memanggil Kyung Sook dari luar kamar mandi. Kyung Sook tak bisa keluar begitu saja, ia menyuruh Gook Hwa lebih baik pulang saja karena didekat toilet itu bau. Gook Hwa tak mau ia malah bersedia menyanyi untuk Kyung Sook supaya bisa buang air dengan lancar.

Gook Hwa pun menyanyikan lagu yang menggambarkan perasaan bahagianya tapi itu membuat perasaan Kyung Sook yang duduk di pojokan kamar mandi sedih. Chi Hyun melihat Gook Hwa yang menyanyi riang, ia tersenyum. Hati Kyung Sook pun sedikit terhibur mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Gook Hwa, ia tersenyum.
Kyung Sook terbaring di kamar rawatnya. Dokter mengatakan pada ibu kalau kondisi Kyung Sook sudah meningkat lebih baik. Ia bahkan sudah mulai menyiapkan kepulangan bagi Kyung Sook tapi sekarang malah tak mungkin memulangkannya. Ibu cemas apa putranya kambuh lagi. Dokter berkata kalau ia akan membiarkan Kyung Sook istirahat malam ini dan akan melakukan tes besok.
Chi Hyun menunggu di luar kamar, begitu dokter keluar ia bertanya. “Kalau dia kambuh lagi, apa dia akan mati?” Dokter bilang kalau Kyung Sook sebentar lagi bisa pulang jadi Chi Hyun tak usah khawatir. Chi Hyun bosan mendengar ucapan dokter, “Anda sudah mengatakan itu lebih dari sepuluh kali. Tapi dia tetap saja kembali ke sini!” Chi Hyun yang kesal pergi dari sana.
Gook Hwa datang ke sekolah Kyung Sook. Ia mendatangi kelas Kyung Sook tapi tak menemukan pemuda itu. Ia bertanya pada Chi Hyun dimana Kyung Sook. Chi Hyun berbohong mengatakan kalau Kyung Sook baru saja pergi semenit yang lalu.

Gook Hwa merasa kalau Kyung Sook sekarang menghindarinya. “Dia tak membalas sms atau menjawab teleponku.” Chi Hyun berkata kalau Kyung Sook bilang ponselnya tertinggal di rumah. Gook Hwa menunduk sedih dan menilai kalau apa yang Chi Hyun katakan itu pasti bohong. Chi Hyun tak tahu harus beralasan apalagi.
Gook Hwa terduduk menangis, “Apa dia sudah bosan denganku? Apa dia tak menyukaiku lagi karena aku bilang aku menyukainya? Apa itu karena aku menyukainya setelah menyukai orang lain?” Semua siswa memperhatikan Gook Hwa yang menangis. Chi Hyun merasa tak enak hati.

“Katakan padaku, apa dia sudah bosan denganku?” Tangis Gook Hwa. Chi Hyun berusaha menghibur mengatakan bukan begitu. Gook Hwa tahu kalau Chi Hyun berbohong padanya.

Chi Hyun : “Tidak kok, dia bilang dia semakin menyukaimu setiap hari!”

Gook Hwa sedikit terhibur, “Katakan lagi padaku kenapa dia menyukaiku!”
Chi Hyun : “Kau punya kaki, telinga dan tangan yang indah. Dia suka caramu mengungkapkan perasaanmu secara terang-terangan. Dia bilang caramu itu keren. Dia bilang dia senang menerima perasaanmu. Dia bilang dia menyukai semua hal tentangmu. Semuanya.”
Gook Hwa masuk ke kelas dan bertanya dimana tempat duduk Kyung Sook. Chi Hyun menunjukannya. Gook Hwa duduk di tempat duduk Kyung Sook. Ia juga ingin tahu dimana Chi Hyun duduk. Chi Hyun duduk di kursinya. Gook Hwa menyandarkan kepalanya ke meja menghadap Chi Hyun. Ia menilai Chi Hyun sangat beruntung bisa duduk di sebelah Kyung Sook.
Chi Hyun menemani Kyung Sook di rumah sakit. Kyung Sook membuka matanya dan senang melihat sahabatnya ada di sebelahnya.

Chi Hyun : “Aku rasa Noona itu benar-benar menyukaimu!”

Kyung Sook berusaha tersenyum. Chi Hyun berkata kalau Gook Hwa mungkin nanti akan terluka. Kyung Sook bertanya apa saat ia mati nanti. Chi Hyun berkata kalau Kyung Sook tidak akan hidup lebih lama darinya. Kyung Sook menegaskan kalau ia tak akan mati.

Chi Hyun : “Kau terus saja mengatakan kalau kau sudah lebih baik, tapi kau selalu memalsukannya.”

Kyung Sook meyakinkan kalau sekarang ia serius. Ia benar-benar sudah lebih baik. Chi Hyun menyuruh Kyung Sook lebih baik putus dengan Gook Hwa. Kyung Sook tanya kenapa, “Apa supaya kau bisa pacaran dengannya saat aku mati? Apa kau pikir aku tak tahu? Kau menyukainya kan?”

Chi Hyun : “Bukan begitu.”

Kyung Sook tak menyangka, “Teganya kau menginginkan pacar temanmu yang sekarat ini!”

“Bukan begitu!” Chi Hyun meninggikan suaranya. “Setidaknya kau beritahu dia yang sebenarnya bahwa kau sakit parah.”
Kyung Sook bangkit dari tempat tidurnya, ia marah dan mencengkeram baju Chi Hyun. “Aku tak akan mati. Aku bilang aku tak akan mati!”

Chi Hyun : “Kalau kau tak memberitahunya, aku yang akan memberitahunya!”

Kyung Sook menatap marah, “Jangan lakukan. Aku akan membunuhmu kalau kau memberitahunya. Siapa yang menyukai orang yang akan mati? Kubunuh kau kalau kau memberitahunya. Pergi kau dan jangan pernah kembali!” Bentak Kyung Sook.
Tubuh Kyung Sook tiba-tiba lemas dan ambruk ke lantai. Ia mimisan lagi. Chi Hyun yang panik langsung menekan tombol panggilan gawat darurat. Ia akan membantu Kyung Sook berdiri tapi Kyung Sook yang masih sadar marah dan menepisnya. Ia mengusir Chi Hyun, “Kubilang pergi!” Bentaknya.

Chi Hyun pun segera lari keluar. Perawat dan ibu Kyung Sook berlari menuju kamar rawat Kyung Sook. Ibu berpapasan dengan Chi Hyun dan memanggilnya. Tapi Chi Hyun mengabaikannya dan terus berlari masuk ke lift.
Chi Hyun dan Gook Hwa berada di taman bermain. Chi Hyun mondar-madir cemas. Gook Hwa duduk di ayunan. Gook Hwa berkata ini sudah 30 menit kenapa Chi Hyun belum mengatakan apapun. Chi Hyun yang bingung tahu itu, ada yang harus ia katakan pada Gook Hwa. Gook Hwa heran, Chi Hyun sudah mengatakannya sepuluh kali. Chi Hyun bingung mengatakannya bagaimana.

Gook Hwa melihat gelagat yang tak beres, “Kenapa? apa Kyung Sook tak menyukaiku lagi? kenapa?”

Chi Hyun bilang bukan begitu. “Yang ingin kukatakan padamu, sebenarnya.....”
Tiba-tiba ponsel Gook Hwa bunyi, ternyata Kyung Sook mengirim sms padanya. Ia tersenyum bahagia. Chi Hyun tanya apa itu sms dari Kyung Sook. Gook Hwa menunjukan sms itu pada Chi Hyun.

‘Noona aku merindukanmu. Aku menahan diri untuk tak mengirim sms tapi akhirnya aku mengirimnya’ 

Gook Hwa tersenyum membalas sms Kyung Sook. “Apa kau begitu menyukainya?” tanya Chi Hyun. Gook Hwa mengangguk bahagia. Chi Hyun yang kesal meninggikan suaranya, “Bagaimana mungkin kau begitu menyukainya secepat ini?” Gook Hwa menatap heran kenapa tiba-tiba Chi Hyun marah.
Chi Hyun pun berkata kalau ia sudah berbohong mengatakan kalau Kyung Sook mendapat peringkat pertama di tes kesehatan jasmani. Ia berbohong agar terkesan membuat Kyung Sook terlihat keren. “Sebenarnya... sebenarnya... dia sakit parah.”

Gook Hwa terkejut, “Sakit parah?”

Chi Hyun mengatakan kalau Kyung Sook sakit parah. Gook Hwa menangis cemas dan ingin tahu sakit apa. Chi Hyun bingung mengatakannya bagaimana, “Dia menderita infeksi jamur kronis. Kakinya sangat bau. Apa kau masih menyukainya?” Chi Hyun tak mengatakan yang sebenarnya nih. Ia sepertinya ga tega ngomongnya.
Gook Hwa merasa jijik mendengar itu, “Ah ya ampun menjijikan. hueeekkk... tapi aku tetap menyukainya!” Gook Hwa tersenyum.
Pulang sekolah, Chi Hyun menuntun sepedanya. Ia memperhatikan sekeliling dan tak melihat Gook Hwa. ‘Gook Hwa tak pernah datang lagi ke sekolah. Tiffany juga tak pernah menelepon lagi’ batin Chi Hyun.
Chi Hyun berdiri di mesin penjual minuman. Ada seseorang yang datang menghampirinya, “Dimana kantor kepala sekolah?” tanya orang itu.

“Disana!” jawab Chi Hyun menoleh ke arah orang yang datang dan ternyata itu Kyung Sook yang sengaja berangkat ke sekolah.
Kyung Sook tersenyum bersikap seperti sudah sehat, “Aku hidup kembali.” Chi Hyun diam tak percaya melihatnya.
Myung Soo datang merangkul Kyung Sook. “Hei kenapa kau tak memberitahu kalau kau sudah keluar dari rumah sakit?” Kyung Sook seperti akan memukul Myung Soo, “Kau yang tak pernah datang menjengukku lagi!”
“Apa kau benar-benar sudah sembuh?” tanya Chi Hyun. Kyung Sook berkata kalau ia sangat yakin akan hidup lebih lama dari Chi Hyun.
Myung Soo memeluk Kyung Sook. Ia senang Kyung Sook kembali. “Bagaimana dengan gadis itu apa kau sudah menciumnya?” Kyung Sook berkata kalau ciuman pertama itu sudah tak penting lagi. Myung Soo penasaran, “Kau melakukannya atau tidak? Apa kau mendengar suara bel?” Kyung Sook tertawa menyuruh Myung Soo menebak sendiri, ia sudah melakukannya atau tidak. Myung Soo benar-benar penasaran.
Kyung Sook melihat ada yang lain di sikap Chi Hyun. “Apa kau merasa berbeda sekarang setelah aku sembuh?” Chi Hyun diam memegang gelas minumannya. Ia yang marah membuang minumannya dan menendang mesin minuman itu. Ia berlalu dari sana. Myung Soo heran ada apa dengan Chi Hyun.
Ketiganya makan bersama di kantin. Kyung Sook makan lahap. Ia bertanya pada Chi Hyun apa boleh telurnya ia minta. Chi Hyun menepis sumpit Kyung Sook yang akan mengambil telur dadarnya. Ia melahap menghabiskan semuanya tanpa sisa.
Ketiganya berada di depan box untuk mengambil boneka. Chi Hyun yang melakukannya. Kyung Sook meminta Chi Hyun mengambil boneka yang diinginkannya tapi Chi Hyun malah mengambil boneka lain. 

“Kenapa kau pilih yang itu? aku bilang yang satunya!” Tuntut Kyung Sook. Chi Hyun mengambil boneka yang ia dapatkan. Kyung Sook meminta Chi Hyun melakukannya lagi untuk mengambil boneka yang ia inginkan.

Chi Hyun kesal, “Apa aku tak boleh memilih apa yang aku mau dengan uangku sendiri?”

“Ah sudahlah. Aku akan melakukannya sendiri!” ucap Kyung Sook.
Chi Hyun benar-benar kesal, ia membanting boneka dan meninggikan suaranya. “Sejak kapan aku harus melakukan semua yang kau minta?” Chi Hyun yang emosi menendang bonekanya kuat-kuat. Ia berlalu dari sana membuat Kyung Sook dan Myung Soo menatapnya heran.

Myung Soo : “Kenapa dia? Apa dia sedang puber?”
Chi Hyun belajar seorang diri. Telinganya sengaja ia tutup dengan earphone. Ponselnya berdering, dari Tiffany. Ia tak menjawabnya. Ia membiarkan ponselnya terus berdering.

Gook Hwa datang menemuinya, ia melepas earphone yang terpasang di telinga Chi Hyun. Chi Hyun terkejut, “apa yang kau lakukan disini?” Gook Hwa berkata kalau ia sudah lama disini. Ia tahu kalau Chi Hyun tidak sedang belajar. Ia menawarkan apa Chi Hyun mau minum kopi.
Keduanya minum kopi di mesin penjual kopi di rumah sakit. “Aku dengar kau tak menjawab telepon dari Kyung Sook.” Chi Hyun tanya apa Kyung Sook yang memberitahu Gook Hwa. Gook Hwa berkata kalau Kyung Sook akan segera datang kesini. Ia berharap kedua pria ini jangan berkelahi karena menurutnya itu sungguh kekanakan.
“Apa itu sebabnya kau mau minum kopi bersamaku? Apa karena dia?” Chi Hyun yang marah meremas gelas kopinya. Ia akan pergi, tapi Gook Hwa menahan tangannya. Chi Hyun yang marah menepisnya kasar.
Chi Hyun : “Bersenang-senanglah kau bersamanya dan beritahu dia agar tak meneleponku lagi. Aku tak akan menahan diriku untuknya lagi. Aku akan belajar. Aku tak akan bolos sekolah untuknya. Aku akan mematikan ponselku, makan telurku dan aku tak akan bohong. Kalau aku menyukai seseorang.... aku juga akan menyatakan perasaanku.”
Chi Hyun berlalu dari sana, ia akan pergi dari lingkungan rumah sakit. Tapi ia melihat seorang perawat lari tergesa-gesa di depannya. Ia kemudian melihat Kyung Sook yang terbaring dan sudah tak sadarkan diri. Ibu Kyung Sook menangis cemas.

Chi Hyun ikut panik, “Kenapa dia? Tunggu dulu, kenapa dia?”

Ibu menangis berkata kalau Kyung Sook bilang ingin ke sekolah dengan teman-teman untuk yang terakhir kalinya, dia terus memohon untuk bisa sekolah selama beberapa hari. Kyung Sook di bawa ke ruangan khusus.
“Kau bohong kan?” Teriak Chi Hyun yang memaksa ingin masuk ke ruangan. “Kau bilang kau sudah sembuh. Hei Kyung Sook, bangun!” teriak Chi Hyun. “Hei apa kau sudah mendapatkan ciuman pertamamu? Apa kau melakukannya?” Dokter menutup pintu ruangan melarang Chi Hyun masuk.

Chi Hyun yang panik berlari menemui Gook Hwa yang masih ada didekat mesin kopi. Dengan nafas terengah-engah Chi Hyun bicara jujur kalau ia menyukai Gook Hwa.
“Aku sudah menyukaimu sebelum Kyung Sook menyukaimu. Aku tak akan menyukaimu lagi karena temanku lebih menyukaimu. Tapi dia berbohong padamu tentang sesuatu. Jangan marah. Dia sedang sekarat.” Chi Hyun menangis, “Dia berbohong kalau dia sudah sembuh. Bisakah kau tetap menyukai temanku? Dia ingin melakukan ciuman pertama dengan cinta pertamanya. Kumohon, ciumlah temanku. Temanku akan mati tanpa pernah mencium siapapun!”

“Kami sudah putus. Aku diputuskan lagi!” ucap Gook Hwa sedih.
Gook Hwa menjenguk Kyung Sook yang terlihat lebih baik. Kyung Sook minta maaf karena sudah berbohong pada Gook Hwa. Ia hanya benar-benar ingin merasakan ciuman. Gook Hwa tersenyum, “Benarkah? kalau begitu aku akan menciummu!”
Gook Hwa mendekatkan wajahnya ke wajah Kyung Sook. Tubuh Kyung Sook menegang, tangannya mencengkeram selimut. Matanya terpejam.
“Aku tak bisa melakukannya!” ucap Kyung Sook ketika bibir Gook Hwa sudah di dekat bibirnya. Kyung Sook mengatakan kalau ia belum menggosok gigi (hahaha). Gook Hwa tertawa menjitak pelan kepala Kyung Sook.
Kyung Sook : “Dewa cinta, cupid. Dia anak yang lumayan keren!”

Gook Hwa : “Kau sudah mencampakanku, jadi jangan campuri kehidupan cintaku.”

Keduanya tersenyum.

Kyung Sook : “Setelah dipikir-pikir kau bukanlah cinta pertamaku. Ada seseorang yang kusukai jauh sebelum kau.”
Hari berlalu kesehatan Kyung Sook semakin memburuk. Chi Hyun ada di dekatnya menemaninya di rumah sakit. Chi Hyun tampak menyembunyikan kesedihannya, “Apa-apaan ini?”
Kyung Sook yang terbaring lemah berkata kalau seharusnya ia mencium Gook Hwa ketika ada kesempatan. Sekarang ia menyesal. Kyung Sook menoleh menatap Chi Hyun, “Ini memalukan. Jadi aku hanya akan mengatakannya sekali.”

“Diam kau!” ucap Chi Hyun melarang Kyung Sook banyak bicara, ia menahan kesedihannya.

Kyung Sook : “Hal-hal yang ingin kulakukan dengan cinta pertamaku setelah dipikir pikir, aku telah melakukan semuanya bersamamu.
Naik sepeda bersama.
Saling menyuapi.
Melihat bintang bersama.
Menghabiskan malam bersama.

Aku telah melakukan semua untuk pertama kalinya bersamamu.
Chi Hyun mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes.
Kyung Sook : “Aku bukannya suka pada pria. Tapi setelah dipikir-pikir, cinta pertamaku adalah kau. Jadi, walaupun aku tak mendapatkan ciuman pertamaku setidaknya aku punya cinta pertama sebelum aku mati.” 

Chi Hyun : “Siapa bilang aku mengijinkanmu menjadi cinta pertamaku? Tidak mungkin.”

“Bantu aku bangun!” pinta Kyung Sook. Chi Hyun kembali mengusap air mata di wajahnya, “Kau berbaring saja!”
Kyung Sook memaksakan diri untuk bangun, melihat itu Chi Hyun membantunya. Dalam keadaan tubuh yang lemas, Kyung Sook memeluk sahabatnya, erat.
“Apa?” air mata Chi Hyun terus mengalir.

“Kau lihat? Cinta pertamaku terwujud.” Kyung Sook tersenyum bahagia. Chi Hyun yang menangis memeluk Kyung Sook sangat erat. Kyung Sook tersenyum menghembuskan nafas terakhirnya....
Upacara penghormatan pada almarhum dilakukan di rumah sakit. Chi Hyun berdiri di luar terdiam sedih tanpa bisa menitikan air mata lagi. Myung Soo menangis sesenggukan memeluk sepatu Kyung Sook. Satu persatu teman sekolah mereka datang melayat.
Chi Hyun meringkuk terbaring di tempat tidur rumah sakit dimana Kyung Sook dirawat. Ia melihat ke satu arah, lemari pakaian.
Chi Hyun membuka lemari dan menemukan dua setelan jas yang Kyung Sook siapkan untuknya dan Myung Soo. Di setelan jas itu ada pesan yang ditulis Kyung Sook.

Ini hadiah dariku. Pakailah saat kencan buta pertamamu

Disana juga ada sepatu yang Kyung Sook pilihkan untuk sahabatnya.
Kapan Kyung Sook membelinya. Sepertinya ketika Kyung Sook masih pacaran dengan Gook Hwa. Ia membeli setelan jas yang ukurannya besar. Gook Hwa heran apa itu tidak terlalu besar. Kyung Sook berkata kalau ia tak tahu berapa banyak mereka (kedua temannya) akan tumbuh. Ia mengatakan kalau selera berpakaian temannya itu payah.
Kyung Sook : “Aku ingin memilihkan baju untuk kencan buta pertama mereka saat kuliah.”
Chi Hyun menangis tersedu-sedu memeluk baju hadiah dari Kyung Sook.
Beberapa waktu pun berlalu.... Chi Hyun mengendarai sepedanya menuju suatu tempat. Ia mengenakan pakaian dan sepatu pemberian Kyung Sook yang masih kebesaran. Ia tergesa-gesa masuk ke suatu tempat. Tapi sial sepatunya copot karena kebesaran. Di tempat itu Gook Hwa sudah menunggunya dengan wajah cemberut.
Chi Hyun berdiri menunduk di depan Gook Hwa. Gook Hwa mengomelinya, “Kau sudah membuatku menunggu!” Chi Hyun beralasan ia kesulitan memakai dasi.
Gook Hwa berdiri dan meminta mereka semua jangan bermain-main dan bersikap jujur apa mereka saling menyukai atau tidak.
Mereka? siapa? Ternyata Gook Hwa membantu mengatur kencan buta untuk Chi Hyun dan Myung Soo. Myung Soo juga sudah ada disana. Dua wanita yang menjadi teman kencan buta pun sudah datang.

Gook Hwa menerima telepon dari seseorang. Ia marah-marah, “Kenapa kau tak menjawab teleponku? Apa kau sudah bosan denganku? Kau hanya perlu menjawab teleponmu.” Gook Hwa keluar menerima telepon dari pacarnya.
Chi Hyun duduk di depan wanita yang menjadi teman kencan butanya. Begitu pula dengan Myung Soo. Kedua pria ini gugup. Sementara dua wanita yang ada di depan tersenyum menatapnya.
“Aku dengar ini kencan buta pertamamu.” ucap wanita yang ada di depan Chi Hyun. Chi Hyun menunduk gugup mengiyakan.

Wanita itu menatap Chi Hyun lebih dekat, “Sepertinya kau tak asing. Apa kau pernah punya pacar?” 

“Tidak.” jawab Chi Hyun menyembunyikan tangannya ke saku jas. Tapi ia menemukan sesuatu disana, sebuah pesan yang ditulis Kyung Sook.
Jangan memasukan tanganmu ke saku di depan wanita

Chi Hyun tersenyum membacanya.
Wanita itu masih menatap heran, “Bagaimana mungkin kau tidak pernah punya pacar?”
“Aku masih.... tak bisa melupakan cinta pertamaku!” jawab Chi Hyun tersenyum lebar.

-------------------THE END-----------------

Huwaaaaa hiks hiks hiks drama pendek yang berhasil membuat mata saya sembab nangis sesenggukan. Akhirnya Kyung Sook menghembuskan nafas terakhirnya. Suka sama hubungan persahabatan diantara mereka. Bromance-nya benar-benar dapet. Kalau saja drama ini jadi 4 episode seperti KBS Drama Series mungkin akan tambah maknyusss.
Lucu lihat Chi Hyun bawa kabur Kyung Sook dari rumah sakit n dikejar-kejar perawat. Chi Hyun benar-benar akan melakukan apapun demi keinginan sahabatnya. Ketika menyuapkan telur dadar ke mulut Chi Hyun juga bikin cengingisan hehehe. Dan yang bikin terharu ketika Chi hyun menemani Kyung Sook sepanjang malam disaat kesehatan Kyung Sook benar-benar memburuk. Chi Hyun rela berdiri di luar ruangan hingga kakinya pegal. Tapi ia tak mengeluh sedikitpun.

19 comments:

  1. NANGIS BACANYA :'(

    ReplyDelete
  2. Hiks,hiks...
    Banjir air mata bacanya...
    Mkasih mbak anis, iy pndek bgt mbak, tpi mngkin klo udah trlalu pnjang malah g asik lagi mbak,

    ReplyDelete
  3. Wah... Mengharukan. Kisah persahabatan erat yang jadi cinta pertama. hehe.. Unik ceritanya. Tapi yang ditonjololin dalamnya talih persahabatan. So sweet punya sahabat kayak gitu. huhu.. huhu..

    ReplyDelete
  4. Baca part 1 dibuat ketawa ... :)
    Baca part 2 dibuat nangis ... :(

    ceritanya pendek tapi berkesan .. Jd teringat dgn sahabatku sendiri ..

    ReplyDelete
  5. sedihhh tapi lucu ... salute pada persahabatan nya

    ReplyDelete
  6. (˘̩^˘̩̩̩ƪ) sedihx.... Nangis bacax...

    ReplyDelete
  7. Terharu sangat...makasih sinopsisnya...trus berkarya yaa...gomawo...

    _iva_

    ReplyDelete
  8. Berlinang air mata baca nya. Hiks hiks hiks..
    Benar2 terharu..

    ReplyDelete
  9. Sedih BngEt .. Lhatx ..^'^

    ReplyDelete
  10. biar udah baca sinopsisnya. tetep harus nonton film nya yaa..
    dijamin nangis lgi T.T udah nyoba soalnyaa...

    ReplyDelete
  11. tetep mesti nonton film nya.. bakalan nangis lebih parah... udah nyoba soalnya. hahhaa

    ReplyDelete
  12. Aku udah nonton.. sedih bgt.. sampe ak baca pun ak tetep nangis :'( huwaaaa

    ReplyDelete
  13. aku pengen punya tmen or sahabat yg ngerti aku ky mereka... tapi aku gak punya... sedih klo baca film or drama yg ceritanya persahabatan... kenapa ya? klo di skolah gak ada yg ngajakin aku main ma mereka kecuali aku ikut2an..huhu(mlah curhat) makasih mb anis...[nangis bombay] :'(

    ReplyDelete
  14. . Mbk maaf.. mbk kn pernah nonton. Nontn nya di chanel yg mna atau ada cd nya ngak. Maaf ya mbk. Bru2 ini sya suka sma drama2 korea.

    ReplyDelete
  15. huwa........mataku udah sembab di buwat drama ini.aku sua filimnya
    keren gk bosan nontonnya.

    ReplyDelete
  16. Gumawo....

    Ceritanya sederhana tapi ngena banget persabatannya. Nangis sesegukan.

    ReplyDelete
  17. mata jadi sembab gini.. ,sinopsis nya baguss , thank u...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...