Saturday, 7 September 2013

Sinopsis The Queen of Office Episode 4 Part 1

Jung Han membeli jepit rambut di penjual aksesoris. Si penjual menebak kalau hadiah itu pasti untuk pacar Jung Han. Jung Han bilang bukan, itu akan ia hadiahkan untuk rekan kerjanya. Si penjual senyum-senyum. Jung Han menegaskan kalau yang akan ia beri hadiah itu benar-benar teman kerjanya.

Jung Han mengayuh sepedanya menyusuri jalanan malam dengan senyum mengembang di wajahnya. Karena ada lampu merah ia berhenti sejenak dan mengambil jepit rambut yang ia simpan di saku jasnya. Ia tersenyum-senyum. Lampu sudah hijau, Jung Han pun segera mengayuh sepedanya kembali menuju suatu tempat.
Jung Han menghentikan laju sepedanya di sebuah gang. Hmm... ternyata ia menuju bar tempat tinggal Miss Kim. Dari kejauhan ia melihat Miss Kim dengan seorang pria, Kyu Jik. Ia heran kenapa Kyu Jik ada disini. Karena pandangannya terhalang oleh seorang ahjussi yang mengambil kardus, Jung Han tak bisa melihat dengan jelas apa yang Miss Kim dan Kyu Jik lakukan. Ia pun melihat kedua orang itu sudah terjatuh.
Kyu Jik terjatuh karena menginjak botol yang ada di jalan dan tanpa sengaja ia mendorong Miss Kim hingga ikut terjatuh juga. Menyadari dirinya terjatuh Miss Kim segera berdiri. Kyu Jik yang khawatir bertanya apa Miss Kim baik-baik saja, ia melihat kaki Miss Kim lecet. Miss Kim tak mau ada yang menyentuhnya, ia bilang dirinya tak apa-apa.
Melihat dari kejauhan dua orang itu, Jung Han teringat ucapan Kyu Jik di kedai soju, ‘Beraninya pegawai kontrak rendahan memperlakukanku seperti ini?’ Jung Han tak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi karena berulang kali terhalangi oleh ahjussi yang beres-beres kardus. Tapi ia mendengar suara Miss Kim yang marah, “Jangan sentuh saya. singkirkan tangan anda!”
Jung Han melihat tangan Kyu Jik terangkat seperti hendak memukul Miss Kim. Melihat itu, ia langsung lari secepat kilat dan bak... tanpa bicara lebih dulu ia memukul wajah Kyu Jik.
Darah mengalir keluar dari dua lubang hidung Kyu Jik. Ia menatap terkejut orang yang barusan memukulnya. Miss Kim juga sama terkejutnya. Kyu Jik menatap tak percaya kalau yang barusan memukul dirinya adalah Jung Han. Jung Han mengkhawatirkan Miss Kim, “Apa kau tak apa-apa?” Mis Kim masih melongo diam terkejut. Bersamaan dengan itu lampu di papan bar Machu Picchu kelap-kelip.
Kyu Jik berdiri masih menatap tak menyangka bahwa temannya sendiri tadi memukulnya. Jung Han menoleh ke arah Kyu Jik. Ia terkejut dan berteriak, “Kyu Jik-ah!”

“Apa?” Kyu Jik mengambil ancang-ancang siapa tahu Jung Han akan memukulnya lagi.

“Itu hidungmu berdarah!” sahut Jung Han melihat hidung Kyu Jik berdarah. Kyu Jik mengusap darah yang mengalir dari dua lubang hidungnya, ia menggerutu kesal. Hahaha....
Jung Han membawa Kyu Jik ke apotik terdekat. Ia menyerahkan kapas dan obat antiseptic pada Kyu Jik. Kyu Jik menyumpal lubang hidungnya dengan kapas agar darahnya berhenti keluar.

“Jangan sentuh aku!” Kyu Jik masih kesal karena Jung Han memukulnya tiba-tiba. Jung Han berkata kalau tadi ia mendengar suara teriakan dan berfikir kalau Kyu Jik sedang memukuli Miss Kim.

Kyu Jik kesal, “Hei memangnya dia bisa dipukuli? Kau tidak lihat ini? apa ada wanita yang bisa melakukan ini? dia itu binantang buas!”

Kyu Jik menunjukan luka di hidungnya akibat ulah Miss Kim. Jung Han bersyukur luka Kyu Jik tak parah, bayangkan saja kalau Miss Kim punya kuku panjang kata Jung Han sambil mengamati luka. 
Kyu Jik. Kyu Jik teringat sesuatu, “Bukankah katanya kau ada janji malam ini?” Jung Han bingung menjelaskannya. Ia langsung menyembunyikan hadiah yang semula akan ia berikan pada Miss Kim. Ia mengatakan pada Kyu Jik bahwa ada yang ingin ia berikan pada Miss Kim.

“Tunggu sebentar!” Kyu Jik menatap curiga. “Kau pasti....” Jung Han mencengkeram hadiah yang ada di belakang tubuhnya. Ia menahan tegang atas apa yang Kyu Jik pikirkan.

“Kau setuju memberinya upah lembur kan?” Seru Kyu Jik. Jung Han kaget dengan tebakan Kyu Jik. Kyu Jik makin kesal pada Miss Kim, ia sudah menduganya. Ia menilah semua bualan mengenai penyelam kerang dan kesetiaan itu hanyalah kedok semata.
Karena ngomel-ngomel kayak gini Kyu Jik merasakan sakit di wajahnya hahaha. Jung Han menyarankan lebih baik Kyu Jik jangan bicara lagi karena itu akan membuat luka Kyu Jik semakin parah. “Tapi kenapa Miss Kim menamparmu?” 
“Itu karena...” Kyu Jik terdiam memikirkan apa kesalahannya pada Miss Kim hingga dirinya mendapatkan tamparan. “Kenapa dia menamparku ya? Kenapa?” (hahaha)
Selain luka di kaki, Miss Kim juga mendapatkan luka di lengannya. Jo Ho Boon membantu mengobati luka di lengan Miss Kim. Ho Boon heran ketika berdansa Miss Kim tak pernah sekalipun terjatuh. Miss Kim mengatakan kalau ia terjatuh karena menginjak kotoran di depan bar. Ho Boon menebak kalau kotoran itu pasti sangat besar hingga membuat Miss Kim terjatuh.

Ho Boon akan mengobati luka lecet di kaki, Miss Kim melarang biar ia yang melakukannya sendiri. Ho Boon minta maaf ia lupa dan memberikan obat luka itu pada Miss Kim.
Jung Han di apartemennya, ia menatap telapak tangannya. Ia teringat hari dimana dirinya menggenggam tangan Miss Kim. Jung Han melihat tangan yang satunya yang ia gunakan untuk memukul Kyu Jik tadi. Ia heran kenapa dirinya memukul Kyu Jik. Jung Han yang bingung dengan dirinya merebahkan tubuhnya di kasur. Ia mengambil jepit rambut yang ia beli, “kenapa kau ada disini?” Jung Han galau dengan hatinya hahaha....
Kyu Jik berkaca untuk mengobati lukanya. Ia teringat pada Jung Han yang tiba-tiba datang dan memukulnya. “Tidak mungkin!” seru Kyu Jik menggleng menilai apa yang ada dipikirannya itu tak mungkin. “Untuk apa sahabatku si Jung Han jatuh cinta pada wanita seperti itu? tidak tidak tidak!” 

Kyu Jik menatap pantulan dirinya di cermin, “Beraninya kau membayangkan hal yang begitu mengerikan? Ah memalukan!” Hahaha.
Keesokan harinya di Y-Jang. Pegawai pemasaran dan penjualaan bertemu di depan lift. Tepat saat itu Jung Han datang dan menyapa mereka. Kyu Jik datang setelahnya. Melihat Kyu Jik datang Min Goo langsung cari muka berdiri di belakang Kyu Jik.

Ji Rang melihat wajah Kyu Jik terluka, “Ada apa dengan wajah anda Manajer Jang?” Jung Han menoleh terkejut ke arah Kyu Jik. Ia takut kalau Kyu Jik akan menjawab luka itu disebabkan karena dirinya.

Kyu Jik tertawa, “Oh ini, semalam aku lembur dan map di rak jatuh mengenai wajahku.” Min Goo langsung cari muka, “Anda seharusnya tidak usah lembur!”
Tapi menurut Kyung Woo itu aneh, “Kalau benda terjatuh dari rak, bukankah seharusnya hidung yang kena? Aneh sekali kalau anda terluka tepat di atas bibir!”
Jung Han langsung berseru, “Itu... karena mulut Manajer Jang agak maju sama seperti hidungnya!” Wakakakak... Semuanya tertawa.
Kyu Jik langsung mendehem dan suasana pun kembali hening. “Apa jurusanmu karyawan baru?” tanya Kyu Jik pada Kyung Woo. Kyung Woo menjawab Admisnistrasi publik.

Kyu Jik : “Jadi itu sebabnya kau begitu birokratis dan berfikiran dangkal mengenai segala hal.” 

Kyung Woo menunduk minta maaf.
Pintu lift terbuka, semuanya masuk ke dalam lift. Jung Han menutup pintu lift tapi tiba-tiba ada suara seseorang berteriak, “Tunggu!” Jung Han kembali membuka pintu lift dan melihat Miss Kim berjalan ke arah lift. Jung Han tersenyum melihat Miss Kim. Tapi ketika Miss Kim akan masuk, pintu lift malah tertutup. Jung Han terkejut karena tak merasa menutupnya. Kyu Jik yang melakukannya haha. Ia menatap sebal ke arah Miss Kim.
Tn Go mengomentari tindakan Kyu Jik, “Kenapa kau seperti itu pada Miss Kim? Apa dia yang telah memukul wajahmu?” Kyu Jik berusaha tersenyum dan menilai apa yang Tn Go pikirkan itu hal yang konyol. Ia beralasan kalau dirinya tak melihat Miss Kim di luar lift.

Ji Rang berbisik pada Joo Ri, “ada apa dengan Manajer Jang? Dia bertingkah seperti anak 10 tahun.” Joo Ri melihat jam tangannya, ia menebak kalau Miss Kim pasti terlambat sampai di ruangan karena tak bisa menggunakan lift dengan cepat.
Para pegawai pemasaran dan penjualan sampai di ruangan. Mereka terkejut melihat Miss Kim sudah sampai di ruangan dan sedang melakukan senam. (wakakaka lucu Miss Kim goyang-goyang) Mereka terkejut bertanya dengan apa Miss Kim sampai kesini. Miss Kim santai menjawab tentu saja dengan kakinya. Mereka terbengong-bengong, bagaimana mungkin Miss Kim lebih cepat dari pada lift. 

Sudah 16 tahun sejak krisis keuangan asia. Korea sekarang memiliki 8 juta pekerja kontrak. Mimpi utama warga Korea Selatan bukan lagi penyatuan bangsa melainkan mendapatkan pekerjaan tetap. Disaat orang lain ingin menjadi keryawan tetap, ada satu orang yang dengan rela memilih menjadi pekerja kontrak. Miss Kim adalah orang Korea pertama yang memilih menjadi pekerja kontrak. Miss Kim tak pernah bekerja secara gratis. Dia tidak menjalin hubungan antar pribadi yang rumit. Setelah masa kontrak 3 bulannya berakhir, dia selalu meninggalkan Korea. Tapi tak ada yang tahu kenapa dia menyebut dirinya Miss Kim dan memilih menjadi pekerja kontrak.
Tepat pukul 9 Miss Kim menyudahi senamnya. Hehe. Ia pun mulai bekerja. Jung Han diam-diam mencuri pandang pada Miss Kim. Kyu Jik menatap Miss Kim dengan tatapan sebal.
Jung Han diam-diam akan mengirim Chat pada Miss Kim.

Miss Kim apa kau ada rencana makan siang (dihapus)

Miss Kim maukah kau makan siang... (dihapus)

Miss Kim bolehkah aku mentraktirmu makan siang? *^^* (enter)
“Tidak Menajer Moo!” tiba-tiba terdengar suara keras Miss Kim hingga membuat Jung Han kaget setengah mati. Miss Kim yang sedang mengetik menatap tajam Jung Han, “Maafkan saya tapi saya akan makan siang sendirian.” Jung Han jadi senyum malu-malu hahaha.
Jung Han meminta Miss Kim menemuinya. Ia menyembunyikan hadiah jepit rambut di balik map. Jung Han terlihat gugup. Sebagai basa-basi Jung Han mengucapkan terima kasih atas bantuan Miss Kim di acara kepiting kemarin. Ia berencana membayar upah lembur Miss Kim.

Miss Kim menolak dan mengingatkan, “Seperti yang tertera dalam buku petunjuk pengguna saya, saya hanya menerima sapaan di pagi dan sore hari.” Dan jika tak ada yang akan dibicarakan ia akan pergi. Tapi Jung Han memanggil kembali Miss Kim karena ada yang ingin ia tanyakan.
“Kenapa kemarin kau menampar Manajer Jang?” Miss Kim berkata kalau pertanyaan itu tak ada hubungannya dengan pekerjaan. Tapi bagi Jung Han ini lebih penting daripada pekerjaan. Ia menebak sepertinya ada kesalahpahaman antara Miss Kim dengan Kyu Jik. Ia ingin membantu meluruskan masalah ini.

“Anda dan Manajer Jang boleh melakukan apa saja yang kalian suka sehubungan dengan hal itu. Apa yang terjadi setelah jam kerja itu bukan urusan saya.” Miss Kim pun permisi tapi Jung Han kembali memanggilnya.
Jung Han akan memberikan hadiah jepit rambut itu pada Miss Kkim, tapi ia bingung memberikannya bagaimana. “Sebenarnya, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu. Ini adalah alasan kenapa aku menemuimu semalam.” Jung Han tampak tersipu, “Aku tak tahu apa kau akan menyukai ini, tapi aku sangat ingin memberikannya padamu, jadi....”
Miss Kim tiba-tiba melihat jam tangan dan berseru, “Ooh Manajer Moo, waktunya makan siang!” Miss Kim mengingatkan jam istirahat makan siang. Suara Miss Kim yang tiba-tiba itu benar-benar membuat Jung Han kaget, “Ini ini ini untuk rapat nanti sore!” kata Jung Han malah menyerahkan Map yang ada di tangannya bukan hadiah yang sudah ia siapkan dari kemarin. Miss Kim menerimanya dan berkata kalau ia akan menyiapkan semuanya. Ia pun berlalu dari sana. Jung Han hanya bisa menarik nafas panjang memandang hadiah yang tak sempat ia berikan pada Miss Kim. 
Pegawai pemasaran dan penjualan makan siang di tempat yang sama. Pegawai pria dimana mereka pegawai kontrak berada di meja yang sama, lain hal-nya dengan pegawai kontrak wanita mereka di meja terpisah.

“Jadi wanita itu makan siang sendirian setiap hari?” Seru Young Shik. Ia merasa itu mungkin lebih nyaman bagi Miss Kim. Min Goo berkata karena kepercayaan diri ia tak pernah makan siang sendirian di restouran. (saya pernah dan cuek bebek yang penting saya kenyang haha)
Mendengar itu Kyu Jik menggebrak meja membuat yang lain terkejut. Menurutnya itu tidak ada hubungannya dengan rasa percaya diri. “Dia hanya antisosial. Jika wanita mulai makan sendirian, pergi ke bioskop sendirian, dan jalan-jalan sendirian. Dia tak punya kesempatan untuk sukses.” (ga juga kok)

Para pegawai wanita yang duduk tak jauh dari sana sebal mendengarnya. Jung Han melihat reaksi para pegawai wanita dan mengingatkan Kyu Jik kalau hal itu terdengar genderialisme.

Kyu Jik : “Manajer Moo, kedua gender itu, itu pembawaannya berbeda. Laki-laki harus jantan dan wanita harus anggun. Dengan begitu dunia akan tetap aman dalam keseimbangan.”

Min Goo dan Young Shik mengangguk setuju. Menurut Min Goo seorang wanita yang tidak tahu tempatnya hanya akan menimbulkan masalah.
Ji Rang menggerutu, kalau 3 suka relawan macho datang lagi. Joo Ri tak mengerti apa maksudnya sukarelawan macho.
Da Ra : “Apa kau tak tahu? Ada dua fraksi utama laki-laki di perusahaan kita. sukarelawan macho-nya Manajer Jang dan sukarelawan lembek Manajer Moo.”
Joo Ri masih tak paham, “Aku mengerti sukarelawan macho tapi apa itu sukarelawan lembek?”

Da Ra : “Orang yang lembek seperti anak domba.”
Jung Han, Tn Go dan Kyung Woo mengunyah sayuran seperti anak domba hahaha.

Kyu Jik masih kesal terhadap Miss Kim, “Berani-beraninya wanita?” Young Shik berkomentar kalau wanita itu tidak seharusnya kuliah. Kyu Jik bertanya pada Min Goo, “Pernahkah kau melihat seorang wanita memegang kampak?” Min Goo menjawab tidak pernah.
Bong Hee kesal mendengar ocehan pria-pria itu, “Aku harap ada seseorang yang menampar wajahnya.”

Orang yang dibicarakan alias Miss Kim sudah berada di meja kerjanya sedang mengetik hehe.
Tim pemasaran dan tim pengambangan produk melakukan rapat bersama. Direktur Yeo menunjukan produk cuka hitam, apa terlihat tidak asing? Ini diluncurkan sebagai ‘Cuka Hitam bagi seluruh bangsa’ tapi ini berubah jadi masalah terbesar Y-Jang. Direktur Yeo berharap tim pemasaran harus melakukan sesuatu. Tim pemasaran tampak diam berfikir.

Joo Ri masuk ke ruang rapat menyuguhkan kopi.

Jung Han berkata kalau produk ini masih memerlukan waktu, jika Dir Yeo menunggu sedikit lagi... 
“Tidak!” sela Hong Min Ah, “Kalau menunggu sedikit lagi, produk ini sudah berdebu di gudang selama 3 tahun.”
“Selama musim liburan tahun lalu responnya lumayan kok!” sahut Tn Go. Pegawai pengembangan produk yang satunya menyahut kalau waktu itu karena mereka menjual dengan harga murah.
“Ya tapi.....” Kyung Woo ingin menyampaikan pendapat, tapi sepertinya ia tak berani mengutarakannya.
Young Shik tak terima tim pemasaran dibilang gagal menjual produk. Ia pun bicara dengan suara keras, “Apa kami melakukan kejahatan keji? Pria Korea harus mengorbankan dua tahun melaksanakan wamil. Bisa-bisanya kalian betkata keji seperti itu?”

“Kenapa kau meninggikan suaramu?” ucap pegawai pengembangan produk.

Brak, Min Goo menggebrak meja. “Kenapa tidak kau tinggikan juga suaramu jika merasa ini tak adil?”
“Jangan berteriak!” bentak Dir Yeo. “Apa kalian mencoba memakai kekerasan dan kekuatan untuk berkuasa?”

Brak.. giliran Kyu Jik yang menggebrak meja membuat semuanya terkejut. “Kami akan mencari cara untuk menjual cuka hitam itu Dir Yeo!” Kyu Jik tak mengeraskan suaranya. Tapi tiba-tiba ia melempar botol membuat anggota tim pengembangan produk mengkerut haha.

Kyu Jik dan bawahannya memasang wajah sangar semantara Jung Han dan stafnya bermuka lembut hahaha.
Joo Ri ke dapur kantor, ia mengatakan pada ketiga pegawai kontrak lain kalau pesona Manajer Jang itu sungguh berkharisma. Ji Rang berkata itulah pesona Manajer Jang, menempel padanya adalah cara yang tepat untuk dipromosikan menjadi karyawan tetap.

Joo Ri : “Benarkah? jadi karyawan tetap?”

Bong Hee : “Kau bisa ditawari posisi itu setelah membuat proposal. Ya meskipun itu tak mudah.”

Da Ra : “Tapi kau ada di tim yang salah. Kalian masuk ke tim penunjang penjualan dan pemasaran dengan tugas mengerjakan pekerjaan kasar untuk Manajer Jang dan teman-teman.”

Joo Ri menunduk diam dan keluar dari dapur kantor.
Bong Hee mengambil makanan yang ia simpan di laci. Ji Rang terkejut ternyata masih ada makanan lagi yang Bong Hee simpan. Da Ra mengingatkan kalau Bong Hee makan terus itu akan membuat gemuk. Ia merampas makanan milik Bong Hee, tapi Bong Hee merebutnya lagi, satu saja. (hahaha laper Bo)
Jung Han dan Kyu Jik berada di toilet lagi buang air kecil hihi. Kyu Jik terkejut mendengar apa yang Jung Han sampaikan, “Apa yang terjadi setelah jam kerja itu bukan urusannya?” Kyu Jik yang kesal berkata kalau itu juga bukan urusannya, ia tak peduli sedikitpun.

Jung Han : “Jangan begitu, kenapa kau tidak bicara dengan Miss Kim? Sepertinya ada kesalahpahaman diantara kalian.”
Kyu Jik heran kenapa Jung Han begitu perhatian pada Miss Kim. Jung Han berkata kalau yang namanya kerja bersama itu membutuhkan saling pengertian. Kyu Jik makin heran, “Pengertian? Ada masalah apa denganmu? Berhenti bersikap baik padanya. Bagaimana kalau dia salah memahamimu?” 

Jung Han tak mengerti, salah paham?

Kyu Jik membenarkan, “Bagaimana kalau dia salah mengerti dan mencoba merayumu? Apa kau tak tahu banyak sekali pegawai kontrak yang mencoba merayu kita?” Jung Han menilai kalau Kyu Jik asal bicara saja.
Tiba-tiba sruk sruk sruk ada seseorang yang mengepel lantai kamar mandi dimana kedua pria ini sedang buang air kecil. Keduanya jelas saja kaget dan semakin kaget lagi ketika melihat yang mengepel lantai itu Miss Kim. Keduanya buru-buru menarik sleting celana hahaha.
Kyu Jik yang masih terkejut bertanya apa yang Miss Kim lakukan. Miss Kim mengatakan kalau ia sedang melakukan tugas dan tanggung jawab sore. Kyu Jik tanya lagi lalu kenapa di toilet pria. Sambil terus mengepel Miss Kim menjelaskan kalau itu tertera dalam buku petunjuk bahwa jika ada waktu luang diantara tugas dan tanggung jawab maka ia akan melaksanakan tugas bersih-bersih.

Jung Han berkata kalau memang Miss Kim sudah bebas tugas bukankah lebih baik duduk santai menikmati segelas teh. Miss Kim mengingatkan kalau yang namanya kantor itu tempat untuk bekerja bukan bersantai. Miss Kim terus mengepel.
Jung Han menyenggol Kyu Jik untuk segera bertanya pada Miss Kim.

Kyu Jik : “Hei Kim-ssi. Apa kemarin aku melakukan kesalahan?”

Miss Kim tak menjawab pertanyaan Kyu Jik.

Kyu Jik : “Berkali-kali aku memikirkannya dan betapaun tidak warasnya dirimu, tidak seharusnya kau melakukan kekerasan tanpa alasan.”

“Anda yang memulainya lebih dulu, Manajer kepala kubis.” Sahut Miss Kim sambil terus mengepel. 

“Aku? kapan? Apa yang kulakukan?” Kyu Jik menuntut penjelasan.
“Anda menunggu saya di depan rumah usai jam kerja. Bagi saya, tak ada yang lebih buruk dari pada melihat teman kerja seusai jam kerja.” Miss Kim berhenti mengepel dan mendekat menatap tajam Kyu Jik, “Terutama anda!”
Miss Kim permisi karena ia harus membersihkan toilet perempuan. Kemarahan Kyu Jik benar-benar menjadi, “Hei Kim Jum Sun berhenti kau!” Teriak Kyu Jik. “Apa wajahku ditampar karena hal konyol seperti itu?” Jung Han sekuat tenaga menahan tubuh Kyu Jik.
Tiba-tiba brak... seseorang keluar dari dalam kamar mandi, Tn Go. Jung Han dan Kyu Jik kaget bukan main ternyata ada orang di dalam kamar mandi. Tn Go juga terkejut, “Manajer Jang apa Miss Kim benar-benar menamparmu?”
“Apa dia benar-benar ditampar?” Young Shik juga keluar dari kamar mandi.

Min Goo yang juga keluar dari kamar mandi ikut terkejut, “dia ditampar?”

“Di wajahnya?” Kyung Woo ikut kaget.

hahaha jadi sudah tahu semua deh...
 Mereka kembali ke kantor. Min Goo tak menyangka bagaimana bisa Manajer Jang yang macho itu ditampar seorang wanita. Young Shik berkata karena itulah ia takut bicara dengan Miss Kim setelah jam 6 karena bicara dengan Miss Kim di jam kerja saja ia juga tidak berani.

Sambil ngemil Bong Hee berkata kalau Miss Kim ternyata punya kelebihan. Ji Rang menyahut memangnya siapa juga yang ingin bertemu dengan teman kantor di malam hari. Da Ra ikut menambahkan bahwa yang paling parah adalah kalau ada yang menelepon dari teman kantor di akhir pekan.

Young Shik masih tak terima tetap saja, “Beraninya wanita memukul pria. Terlabih lagi dia hanya pegawai kontrak dan Manajer Jang adalah atasannya!”

Bong Hee : “Kau boleh saja berkomentar tentang pegawai kontrak, tapi bagaimana dengan masalah gender?”

Min Goo : “Apa aku salah bicara?”

“apa mungkin kau hanya bergantung pada kami?”

Joo Ri meminta mereka menghentikan perbedaan pendapat ini. Jung Han yang ada disana juga mendengarkan cek-cok ini. Bit Na yang dari tadi menyimak segera keluar dari ruangan.
Kyu Jik berada disebuah ruangan sendirian. Ia mengingat awal pertemuannya dengan Miss Kim di pesawat. Saat itu ia mendapatkan pukulan di wajah ketika dirinya tersedak kue beras. Ia kemudian mendapatkan tamparan kedua belum lama ini. Mengingat hal itu Kyu Jik benar-benar emosi, “Kenapa? kenapa? kenapa? bukan hanya sekali, tapi dua kali dan ditempat yang sama!”
Tiba-tiba Bit Na sudah berdiri di belakang Kyu Jik mengulurkan obat luka. Kyu Jik bertanya apa ini. Bit Na berkata kalau ini obat supaya luka Kyu Jik tak berbekas. Kyu Jik bersikap cuek mengatakan kalau itu tak perlu.

Bit Na meminta Kyu Jik menerimanya, “Aku ingin tahu apa yang terjadi, tapi aku tak akan bertanya. Karena bicara denganku saja sepertinya kau tak sudi. Tapi tolong terimalah ini. Kau pasti tak ingin ada bekas luka.” Kyu Jik pun menerimanya. Setelah memberikan obat itu Bit Na langsung pergi.
Bit Na melihat Miss Kim yang sedang bersih-bersih. Ketika Miss Kim lewat Bit Na memanggilnya. “Miss Kim Eonni?” Miss Kim meralat panggilan Bit Na untuknya, “Panggil saja Miss Kim.”

Bit Na ingin Miss Kim menjelaskan padanya kenapa Miss Kim menampar Manajer Jang. Miss Kim balik bertanya untuk apa ia memberitahu pada Bit Na tentang hal ini. Bit Na beralasan kalau Manajer Jang itu kepala tim-nya jadi ia harus tahu. Miss Kim mengingatkan bahwan Dijelaskan dalam kontrak bahwa saya tidak diwajibkan untuk menjawab pertanyaan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. “Kalau kau benar-benar ingin tahu, tanyakan saja langsung pada Manajer Jang!”
Miss Kim teringat sesuatu, ia memberikan karet pengikat rambut pada Bit Na. Tapi Bit Na tak suka mengikat rambutnya karena itu akan meninggalkan bekas. Miss Kim menunjukan rambut-rambut sampah yang ia sapu. “Seperti yang kau lihat, rambutmu membuat perusahaan ini sulit dibedakan. Apakah ini perusahaan kecap atau pabrik pembuat wig. Aku meminta agar rambutmu diikat saat di tempat kerja.”
Ji Rang memberi tahu teman-temannya kalau malam ini akan ada acara makan malam kantor. Kedua temannya jelas kesal. Ji Rang yang juga kesal berkata kalau makan malam bersama ini selalu terjadi setiap kali ia sudah punya janji. Da Ra menebak kalau Miss Kim pasti tidak akan ikut. Bong Hee yang lagi makan pisang berkata tentu saja Miss Kim tak akan ikut, “Kau ingat waktu itu, dia diminta untuk datang ‘ini bukan tanggung jawab saya’ dan pergi begitu saja.”
Jung Han menemui agen penyalur kerja, Manajer Ahn. Manajer Ahn terkejut mendengar laporan Jung Han bahwa Kyu Jik menunggu Miss Kim di depan rumah. Jung Han bertanya apa itu masalah yang besar. Manajer Ahn bilang tentu saja, ia sudah kerja bersama dengan Miss Kim selama 5 tahun, tapi ia sendiri tak pernah mendekati rumah Miss Kim. “Dia itu sangat memisahkan kehidupan kantor dengan kehidupan pribadi.”

Manajer Ahn menilai kalau Kyu Jik masih beruntung hanya wajahnya saja yang ditampar. Jung Han ingin tahu apa ada cara agar Miss Kim ikut menghadiri acara makan malam kantor, direktur sangat menginginkan Miss Kim hadir. Ia menilai kalau hal ini bisa menjadi kesempatan Miss Kim untuk semakin dekat dengan pegawai lainnya.

“Ada cara, satu-satunya cara!” sahut Manajer Ahn. Jung Han penasaran cara apa itu.
Manajer Ahn menemui Joo Ri di luar kantor. Ia berkata pada Joo Ri kalau ia mendengar akan ada acara makan malam bersama. Ia berharap Joo Ri bekerja dengan bagus. Joo Ri tak mengerti apa maksudnya. Manajer Ahn berkata kalau acara makan malam itu penting bagi pegawai kontrak baru seperti Joo Ri. “Kau harus membuat kesan yang kuat jika ingin kontrakmu diperpanjang.” Joo Ri tanya bagaimana caranya.

Manajer Ahn : “Kau harus benar-benar unggul dalam satu hal atau hal lainnya. Misalnya tentang memanggang daging atau pintar bernyanyi.”

Joo Ri mengeluh kalau ia tak bisa melakukan kedua hal itu. Manajer Ahn melihat sekeliling dan mendekat seperti akan berbisik, “Kalau begitu...” Manajer Ahn memperagakan seseorang sedang minum. “Kau harus bertahan hingga selesai, benar-banar selesai.” Joo Ri memperagakan apa yang diperagakan Manajer Ahn tadi, ia mengerti harus melakukan apa. “Minum?”
Semua pegawai pemasaran dan penjualan pun makan malam. Miss Kim ikut serta. Dir Hwang mengajak semuanya bersulang, “Aku ingin berterima kasih pada semuanya atas suksesnya acara kepiting kecap. Ayo kita minum dan bergembira malam ini. Untuk Y-Jang.” Miss Kim tak ikut minum alkohol, dia minum air biasa.
Miss Kim mengambil gunting dan mulai menunjukan aksinya memainkan benda tersebut. set set set diputar-putar sangat lincah hahaha membuat semuanya melongo. “Ini gila. Dia pasti satu-satunya orang di Korea yang menerima upah lembur ketika menghadiri makan malam kantor.” Sahut Bong Hee.

Miss Kim unjuk kebolehan memotong daging. Cepet banget bo. Jung Han berkata kalau ia bisa memanggang daging jadi lebih baik Miss Kim menikmati makan malam saja. Jung Han akan mengambil alih guntingnya tapi Miss Kim mengacungkan sebagai tanda larangan, “Ini tugas saya, fokus saja pada makan malam anda manajer!” tegasnya.
Tn Go heran melihat Kyung Woo yang dari tadi makan sayuran, “Kenapa kau tak makan daging?” Kyung Woo berkata kalau ia ini vegertarian. (haha Jo Kwon ga mau makan daging, dia mungkin lagi diet haha)
Dir Hwang berkata kalau berkat Miss Kim mereka bisa melaksanakan pertunjukan kepiting kecap. “Biar kutuangkan minuman untukmu sebagai tanda terima kasih.” Kata Dir Hwang. Miss Kim minta maaf tapi minum-minum itu tidak tertera dalam kontraknya.
Kyu Jik akan bersikap baik pada Dir Hwang tapi keduluan Miss Kim. Miss Kim minta ijin akan membuatkan soda bersoju yang menjadi kesukaan Dir Hwang. Selain ahli memotong daging panggang, Miss Kim juga jago dalam membuat campuran minuman. Dir Hwang memuji minuman soda bersoju buatan Miss Kim segar. Tn Go tak menyangka kalau Miss Kim ternyata tahu caranya berpesta. Ia juga pengen soju bersodanya, yang lain juga sama, mau. Hehe.
Kyu Jik benar-benar seperti orang yang tak berguna disini. Hahaha. Dia kalah saing dalam melayani Dir Hwang hahaha.

Bersambung ke part 2

4 comments:

  1. huwaa... mb anis aku bakal sedih nih klo sinop queen of office dihentikan :('..ada teka teki yg blm terjawab.. ttg kebakaran yg membuat miss kim sedih n jd spt skrg ini.. jg knp miss kim slalu mengikat rambutnya? makasih ya mbak sinopnya.. asli ketawa2 sendiri bacanya. Hani

    ReplyDelete
  2. versi doramanya bakal selucu ini gak ya?, atau malah lebih konyol.....manager kepala kubis, hahaha, ketawa ngakak tiap kali baca kalimant itu. Sis anis semangat, selalu di tunggu kelanjutan sinopnya.

    ReplyDelete
  3. Kyaaa udah bolak-balik buat nyari sinopsis episode 4 ini, akhirnya keluar juga..
    whoa, makin seru aja ceritanya
    gomawo eonni sinopnya :)
    keep fighting :D

    ReplyDelete
  4. lanjut terus ya mba anis.. Semangaaat...

    Ketawa tiwi baca sinopsis ini ... :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...