Thursday, 17 July 2014

Sinopsis Temptation Episode 1 Part 2

Kang Min Woo menikmati pemandangan laut di bawah pohon yang rindang. Tak lama kemudian terdengar olehnya suara anak kecil bernyanyi riang. Min Woo melihat anak laki-laki digandeng oleh Tina. Ia pun berkeyakinan bahwa anak itu adalah Roy.

Min Woo menghampiri keduanya. Roy yang tak kenal siapa Min Woo terlihat takut pada orang asing. Ia bersembunyi di belakang Tina. Apalagi pria asing yang tak dikenalnya itu selalu menatapnya. Tina meminta Roy tak usah takut karena pria itu adalah ayah Roy.
Min Woo jongkok agar tingginya sama dengan Roy. Ia menyapa menggunakan bahasa Inggris, “Roy? Senang bertemu denganmu. Aku adalah ayahmu.”

Roy terbata-bata menyahut menggunakan Bahasa Korea. Min Woo terkejut Roy bisa berbahasa Korea, dimana Roy belajar bahasa Korea. Roy bilang ia belajar bersama ibunya, tapi ibunya tidak begitu mahir sedangkan ia lebih baik dari ibunya.
Min Woo yang terharu segera memeluk Roy. Ia meminta maaf pada putranya karena baru datang sekarang.
Min Woo dan Roy berada dalam satu taksi (Sepertinya Min Woo memutuskan untuk membawa Roy hidup bersamanya). Min Woo terus-menerus memperhatikan wajah putranya. Roy diam saja. Ketika Min Woo menggeser duduk supaya dekat, Roy malah menggeser menjauh. Mungkin karena masih belum kenal dengan pria yang ternyata ayah kandungnya.
Seok Hoon dan Hong Joo sampai di restouran mewah. Hong Joo bilang banyak artis terkenal dan pebisnis yang sering datang kesini. Seok Hoon berkata kalau keduanya mungkin bisa makan 100 mangkuk mie kacang hitam untuk satu kali makan ditempat ini. Hong Joo pun bertanya-tanya apa menurut Min Woo di restouran ini disediakan mie kacang hitam.
Ditempat yang sama disebuah ruangan, Se Young dan Pengacara Choi tengah berbincang dengan CEO Jong. Se Young tahu betul CEO Jong ini bekerja sebagai pebisnis bukanlah pencuri. CEO Jong tertawa menilai pasti ada kesalahpahaman, ia sungguh seorang pebisnis.
Pengacara Choi menunjukan dokumen pada CEO Jong, “Menggunakan reputasi Hotel Dong Sung, kami menemukan kesalahan investasi di Asia Tenggara.” CEO Jong yang memeriksa dokumen tersebut menilai ini sebuah konspirasi, pasti ada seseorang yang berusaha menjebaknya.

Se Young bilang ia sudah mendapatkan informasi tentang CEO Jong dari Bank Investasi Pingho. “Anda akan membutukan seorang pengacara handal untuk kasus sipil dan kriminal.” Jelas Se Young. CEO Jong nampak cemas.
Se Young dan Pengacara Choi akan pergi. CEO Jong berusaha mencegah, tapi kejadian ini benar-benar membuatnya shock hingga penyakit jantungnya pun kambuh. Ia tergeletak pingsan.
Seok Hoon dan Hong Joo yang tengah melihat menu pun terkejut mendengar keributan. Seorang pelayan menghubungi pihak medis.

Melihat ada yang tergeletak Seok Hoon mengatakan kalau istrinya seorang perawat. Hong Joo langsung memeriksa nafas CEO Jong. Ia meminta suaminya menanyakan pada pelayan apa memiliki alat pengejut. Seok Hoon bingung apa ya bahasa Inggrisnya alat pengejut.
Se Young yang paham apa yang dibicarakan dua orang Korea itu pun bertanya pada pelayan, apa punya defibrillator. Pelayan menjawab tidak punya. Se Young pun menyampaikannya pada Seok Hoon kalau disini tak ada alat itu.

Ketika kedua mata mereka bertemu, keduanya sama-sama terkejut. (Apa keduanya sudah saling kenal?)
Hong Joo meminta Seok Hoon membantunya agar detak jantung CEO Jang kembali dan bernafas normal. Bantuan darurat yang dilakukan Hong Joo dan Seok Hoon berhasil, nyawa CEO Jong bisa tertolong. Mereka yang ada disana pun lega.
Hong Joo mengelap keringat di wajah suaminya. Se Young terus memperhatikan Seok Hoon. Ia pun teringat dulu ketika pertama kali bertemu.
Saat itu Seok Hoon melakukan tes wawancara dan ia adalah salah satu yang mewawancarai Seok Hoon.
Se Young tersenyum simpul karena bertemu kembali dengan Seok Hoon. Kedua mata mereka pun bertemu pandang lagi. Keduanya saling mengangguk tanda menyapa. Se Young dan Pengacara Choi lebih dulu pergi dari sana.
Seok Hoon mengingat dulu ia pernah diperlakukan tidak baik oleh Se Young. Ia menuntut penjelasan Se Young. Se Young heran apa Seok Hoon masih tidak tahu alasan kenapa ia membuat keputusan tersebut. Seok Hoon yang tidak terima menahan marah.

Hong Joo yang melihat suaminya diam saja bertanya, ada apa. Seok Hoon bilang bukan apa-apa.
Ternyata pemesan sepatu di toko sepatu yang dibeli Hong Joo adalah Se Young. Pelayan minta maaf, ia menyadari kesalahannya. Tapi keadaan pelanggan yang memebeli sepatu itu sangat menyedihkan jadi ia tak tega. Se Young merasa ini sungguh hari yang aneh.
Min Woo memberikan mainan PS untuk Roy. Roy boleh memilih permainan apapun di PS itu. Tapi Roy tak tertarik. Ia malah mengambil buku gambar dan crayon. Roy mulai menggambar sesuatu.
Min Woo penasaran dan melihat apa yang digambar Roy. Kemudian terdengar suara perut Roy yang keroncongan haha. Min Woo terkekeh dan menebak bukankah Roy lapar. Ia tanya Roy mau makan apa, pizza, hamburger, spaghetti? Roy menjawab spaghetti.
Keduanya pun makan spaghetti di restouran hotel. Min Woo tersenyum begitu melihat Roy makan dengan lahap. Ada panggilan telepon dari Ji Sun. Min Woo pun menjawabnya menjauh.
Terdengar suara Ji Sun yang menanyakan dimana Min Woo sekarang. Min Woo bilang ia sedang di hotel, sedang makan dengan pelanggan. Ji Sun tak percaya. Min Woo heran haruskah ia mengirimkan foto apa yang dilakukannya sekarang pada Ji Sun. Apa perlu ia meminta pelanggan berpose bersamanya untuk menunjukan itu pada istrinya.
Ji Sun kemudian memberikan ponselnya pada kedua putrinya. Terdengar suara Yoon Ah dan Song Ah memanggil ayah mereka bersamaan. Kedua anak ini rebutan ponsel hahaha.

Kedua anak ini ingin Min Woo membawakan hadiah untuk mereka. Gaun Putri Elsa dan Boneka panda.
Ji Sun meminta lagi ponselnya. Tak lupa kedua putrinya mengatakan bahwa mereka mencintai Min Woo. Min Woo tersenyum dan mengatakan kalau ia juga mencintai putri-putrinya.

Ji Sun menanyakan apakah Mi Woo sudah mengatakan hal yang kemarin ia katakan pada ibu Min Woo. Min Woo menjawab belum. Ji Sun memberi tahu dirinya akan pulang dari rumah sakit dua hari lagi dan pasti ibu Min Woo akan mengomelinya ketika ia sampai di rumah nanti. Apa Min Woo ingin melihatnya di dalam peti mati. Min Woo bilang ia akan pulang besok dan akan mengurus itu nanti setelah ia kembali.

Ji Sun tahu kalau Min Woo selalu saja begitu, “Kau benar-benar tak sensitif.” Min Woo tanya kapan ia tidak sensitif.
Ketika Min Woo bicara begitu lewatlah Seok Hoon dan Hong Joo masuk ke dalam restouran. Min Woo terus memperhatikan Hong Joo yang terlihat sangat cantik. Ia sampai lupa apa yang ditanyakan Ji Sun tadi.
Ji Sun bilang ini tentang putri Min Woo yang terkecil, Soo Ah. Min Woo sudah mendengar kalau Soo Ah menderita menyakit kuning, apa hatinya juga lemah. Ji Sun merasa Min Woo tak berhak menyalahkannya atas kondisi Soo Ah, ia malah menyalahkan Min Woo yang sudah membuatnya menjadi istri yang suka ngomel. Min Woo jadi risih mendengar ocehan Ji Sun.
Di dalam restouran, Seok Hoon memperhatikan penampilan istrinya. Hong Joo tersenyum meminta Seok Hoon jangan menatapnya begitu karena orang-orang akan berpikir keduanya sedang dalam hubungan yang tidak pantas.

Seok Hoon bertanya-tanya bolehkah Miss Korea mengambil bagian mengikuti Miss Hongkong. Hong Joo tertawa. Keduanya pun akan duduk diantar oleh pelayan.
Tapi keduanya melihat anak kecil (Roy) sendirian yang kebelet pipis. Hong Joo yang berbicara menggunakan bahasa Korea, celingukan mencari kemana ibu anak ini pergi.

“Dimana toiletnya?” tanya Roy menggunakan bahasa Korea.

Hong Joo terkejut ternyata anak kecil di depannya ini orang Korea juga. Ia pun menunjukan dimana toiletnya dan menawarkan apa mau ditemani. Roy bilang tak usah, ia pun segera ngibrit lari hihi.
Se Young berada di kamarnya memeriksa laporan di tab-nya. Pengacara Choi masuk menyampaikan kondisi CEO Jong sekarang baik-baik saja. “Dia akan pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama 1 atau 2 hari.”

Se Young merasa CEO Jong tak mungkin akan tahan mengalami gugatan makanya kondisi kesehatannya pun jatuh. Karena jika itu terjadi semua uang CEO Jong di Asia Timur akan hilang.

Pengacara Choi mengatakan kala CEO Jong menawarakan kesepakatan. “Dia akan membayar kita 20 juta won.”

Se Young tersenyum beranggapan CEO Jong seorang pebisnis yang baik. “Dia akan kalah lebih banyak jika memutuskan untuk melawan kita. Coba naikkan sampai 950 juta won. Dia pasti akan merengek selama beberapa hari kemudian menyerah lalu membayar kita. Minta dia untuk mengangsur ke rekening bersama. Kita akan mengirimkan uang itu ke beberapa bank jadi kita tidak akan meninggalkan jejak. Kemudian taruh semuanya dalam rekening Singapura.”
Pengacara Choi mengerti. Se Young tak menyangka kalau ia baru saja mendapatkan 1 Milyar Won uang kotor. Ia bertanya apa Pengacara Choi memelukan sesuatu. Pengacara Choi malah bilang ia sudah mengosongkan jadwal Se Young selama 4 hari ke depan. Jadi Se Young bisa balanja lalu berstirhat. Ia tahu akhir-akhir ini Se Young sudah bekerja terlalu keras.

Se Young bilang ia akan sakit jika tidak bekerja. Pengacara Choi berkelakar kalau begitu ia akan datang menjenguk Se Young. Hahaha.

Se Young tanya apa Pengacara Choi sudah bicara dengan ayahnya. Pengacara Choi tak menjawab. Se Young pun bertanya-tanya apa ayahnya ini tidak akan mengakuinya sebagai anak atau akan memecat dirinya, kira-kira yang mana. Pengacara Choi memberi tahu ayah Se Young sedang berpuasa. Se Young tak menyangka ayahnya itu pria tua dengan selera makan yang besar dan itu tindakan yang berani.

Pengacara Choi memberi tahu dirinya ada penerbangan kembali ke Korea dini hari nanti. Ia pun pamitan.
Setelah Pengacara Choi pergi, Se Young merebahkan tubuhnya. Ia menyentuh perutnya. Ada rasa khawatir terhadap kista yang ada di rahimnya. Tapi Se Young berusaha menepis pikiran cemas itu. Ia akan keluar sebenar untuk mencari udara segar.
Hong Joo memandang sedih pemandangan malam Hongkong melalui jendela kamarnya.

Seok Hoon menghampiri dan memeluknya dari belakang. Hong Joo merasa pemandangan yang ia lihat ini begitu indah, terlalu indah hingga ia merasa tak bisa menerima semuanya sekaligus.

Seok Hoon meminta Hong Joo untuk tetap kuat saat keduanya kembali ke Korea nanti. Ia yakin pasti ada jalan keluarnya. Hong Joo memberi kode meminta Seok Hoon tak membahas itu. Ia berbalik memandang wajah suaminya.
Hong Joo meminta Seok Hoon tidak mengkhawatirkan hal-hal itu esok hari. Malam ini, sekarang ini, aku hanya ingin merasakan dirimu. Hong Joo mencium lembut bibir suaminya. Ia kemudian mencium lagi, Seok Hoon membalasnya sambil mendekap tubuh istrinya.
Ibu.... sebut Roy terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekeliling dimana dirinya berada. Ia pun tersadar dengan siapa ia sekarang tidur ketika melihat Min Woo tidur di sampingnya. Roy menyingkirkan tangan Min Woo pelan. Ia bangun dan mengenakan pakaiannya. Sekali lagi ia memperhatikan ayahnya yang terlelap.
Hong Joo dengan hati sedih menyentuh wajah suaminya yang tertidur. Ia menyandarkan kepalanya ke samping tubuh Seok Hoon. Air matanya menetes. Ada secarik kertas di tangannya yang kemudian ia tinggalkan di meja samping tempat tidur. “Sok Hoon-ssi maafkan aku!”
Hong Joo berjalan lunglai menggunakan sepatu keluar hotel. Langkahnya lemas ia jongkok menangis di luar hotel.

Tiba-tiba ada anak kecil yang menyapanya, itu Roy. Hong Joo segera mengusap air matanya. Ia kenal dengan anak itu karena bertemu di restouran tadi.
Roy bertanya ke arah mana ia harus pergi jika ingin naik bis. Ia ingin naik bis untuk pergi ke tempat tantenya (Tina). Hong Joo heran memangnya dengan siapa Roy tinggal di hotel ini. Semula Roy menjawab dengan seorang ahjussi tapi ia buru-buru meralat kalau ia bersama ayahnya. Hong Joo akan mengantar Roy kembali ke hotel karena ayah Roy pasti sedang khawatir mencari dan Roy bisa menemui tante esok hari.
Min Woo yang terbangun berlari keluar hotel sambil berteriak memanggil nama Roy. Ia pun melihat Roy bersama seorang wanita. Ia yang cemas bertanya pada putranya apa yang terjadi, apa Roy tahu betapa khawatirnya ia. Roy diam saja.

Hong Joo menjelaskan kalau anak ini ingin naik bis untuk menemui tantenya. Min Woo bertanya ke Roy apa benar begitu. Roy yang hampir menangis bilang ia takut, ia melihat monster dalam mimpinya.
Min Woo mengingatkan bukankah ia sudah bilang mulai sekarang Roy tinggal dengannya dan akan memiliki lebih banyak waktu yang menyenangkan ketika kembali ke Korea nanti. Bukankah Roy sudah berjanji padanya. Roy yang menahan tangis menunduk minta maaf. Min Woo bilang tidak apa-apa, ia tidak marah. Ia pun akan mengajak putranya kembal ke hotel.
Min Woo berterima kasih pada Hong Joo. Hong Joo bilang tidak apa-apa. Ia kemudian jongkok dan bicara pada Roy, “Lain kali jika kau melihat monster cobalah lakukan ini. satu, dua, tiga,” Hong Joo menepuk tangan sekali. Roy pun mengikuti apa yang Hong Joo lakukan.

Hong Joo tersenyum, “Jika kau melakukan itu maka kau akan terbangun dari mimpi buruk.” Roy mengerti. Hong Joo pun permisi. Ia pergi dari sana meninggalkan hotel. Min Woo heran kemana akan pergi wanita itu malam-malam begini. Ia mengajak Roy kembali ke kamar.
Di kamar, Min Woo meninabobokan Roy dengan sebuah lagu. Roy menatap heran, bagaimana ayahnya tahu lagu itu, karena itu adalah lagu yang biasa ibunya nyanyikan untuknya sebelum tidur. Min Woo tak menyangka dan berkata mulai sekarang ia lah yang akan menyanyikan lagu ini untuk Roy.
Hong Joo terus berjalan tanpa arah. Sementara di hotel, Seok Hoon membaca surat yang ditinggalkan Hong Joo.
Seok Hoon-ssi, aku ditempat yang damai sekarang. Aku sudah memutuskan aku tak akan berusaha begitu keras untuk hal yang tidak berarti. Dengan begitu, aku tidak harus menyimpan penyesalan atau kebencian.

Jika kau lihat disamping album foto pernikahan kita, kau akan menemukan polis asuransiku. Aku harap kau bisa melindungi rumah ayahku dengan itu. Hanya itu yang bisa kulakukan untuknya. Aku memintamu untuk melakukan itu demi aku.
Aku tahu kau sudah mengalami banyak hal, aku benar-benar menyesal tak bisa membuatmu senang dan malah melukaimu. Tolong lupakan semuanya dan maafkan aku. Aku seorang wanita yang bahagia dan diberkati untuk menjadi istrimu. Terima kasih atas saat-saat kita bersama yang bahagia. Kau akan ada dalam hatiku selamanya. Selamat tinggal, Seok Hoon.
Seok Hoon yang telah membaca surat dari Hong Joo bergegas keluar kamar bertanya pada resepsionis apakah melihat istrinya. Resepsionis tidak tahu. Ia yang panik berlari keluar mencari keberadaan istrinya. Ia takut Hong Joo akan berbuat nekat setelah meninggalkan pesan terakhir seperti itu.
Hong Joo berada di tepi pantai dengan tatapan kosong. Ia sudah membulatkan tekad untuk mengakhiri hidupnya. Ia sepertinya tak akan sanggup menghadapi apa yang akan terjadi kelak ia kembali ke Korea.
Hong Joo melepas sepatunya dan berjalan menuju tengah laut untuk menenggelamkan diri.
Se Young yang tengah mencari udara segar di pinggir pantai melihat sepasang sepatu yang pernah ia pesan. Ia heran dimana pemilik sepatu ini, kenapa sepatu ini ditinggalkan malam-malam ditempat ini.
Se Young celingukan mencari siapa pemilik sepatu itu. Ia pun melihat seorang wanita berjalan menuju tengah laut. Ia berteriak memanggil, namun wanita itu seperti tak mendengarnya. Se Young pun beranggapan wanita itu akan bunuh diri.
Se Young berlari mengejar ke tengah laut untuk menyelamatkan wanita itu. Hong Joo sudah hampir tenggelam, tapi untungnya masih bisa diselamatkan oleh Se Young yang menariknya ke daratan.
Hong Joo menyadari dirinya masih hidup, “aku harus mati.” Ia akan kembali ke tengah laut lagi. Se Young tanya apa Hong Joo orang Korea. Hong Joo tak mendengarkan Se Young dan berjalan lagi akan kembali ke tengah laut. Tapi Se Young menahannya.
Hong Joo meronta meminta Se Young melepaskan dan membiarkan dirinya mati saja. Se Young pun menampar Hong Joo agar wanita itu lekas sadar dengan apa yang diperbuatnya sekarang.
Hong Joo menatap Se Young, ia benar-benar frustasi. Ia memohon, biarkan saja ia mati. Se Young benar-benar tak mengerti kenapa wanita yang ada di depannya ini begitu ingin mati.
Seok Hoon kembali ke hotel begitu mendengar kabar tentang Hong Joo. Ia berlari menuju kamar Se Young.
Se Young dan Hong Joo mengganti pakaian keduanya yang basah dengan handuk piyama. Se Young bilang pakaian keduanya akan segera kembali karena sekarang sedang dilaundry. Hong Joo berterima kasih karena Se Young membawanya kesini, ia bisa saja pergi ke kamarnya. Se Young memberikan minum untuk Hong Joo namun Hong Joo tak segera meminumnya.
Se Young terus memperhatikan Hong Joo yang menunduk menangis. Hong Joo beriat kembali ke kamarnya, ia berterima kasih atas teh yang tidak ia minum. Se Young meminta Hong Joo menunggu disini dan boleh pergi setelah suami Hong Joo datang. Karena bukan ide bagus meninggalkan Hong Joo yang sendirian dalam keadaan begini setelah tindakan nekat tadi. Hong Joo berjanji ia tak akan melakukan tindakan bodoh itu lagi.
Hong Joo heran kenapa Se Young tak menanyakan apapun padanya, alasan kenapa ia ingin mati. Se Young melihat Hong Joo masih muda dan cantik jadi menurutnya hanya ada 2 alasan kenapa seorang wanita muda ingin mati. Suami yang memiliki selingkuhan atau bisnis suami bangkrut. “Aku rasa Cha Seok Hoon bukanlah tipe pria yang akan berselingkuh. Jadi bukankah alasannya sudah jelas.”

Hong Joo tambah heran bagaimana Se Young bisa kenal dengan suaminya. Se Young bilang Hong Joo bisa mendengar sendiri dari Seok Hoon nanti, ya meskipun itu bukan kenangan yang menyenangkan bagi Seok Hoon.
Terdengar bel pintu kamar Se Young bunyi. Se Young membuka pintu, itu Seok Hoon. Seok Hoon terkejut itu kamar Se Young dan Se Young lah yang menolong istrinya. Se Young memberi kode dengan kepalanya kalau Hong Joo ada di dalam.
Begitu melihat istrinya Seok Hoon yang cemas bertanya apa Hong Joo baik-baik saja. Hong Joo menangis atas tindakan bodohnya, ia minta maaf dan mengakui kalau ini salahnya. Seok Hoon yang cemas bukan main memeluk istrinya. Ia meminta Hong Joo jangan pernah lagi melakukan hal bodoh seperti ini.

Ada rasa iri di wajah Se Young ketiga melihat keduanya.
Seok Hoon tak tahu harus bagaimana berterima kasih pada Se Young. Se Young bilang ia sudah lelah karena belum tidur jadi ia meminta keduanya untuk kembali ke kamar dan beristirahat. Seok Hoon pun mengajak istrinya kembali ke kamar.
Se Young duduk diam di tempat tidurnya. Ia nampak tersenyum sinis, dan sesaat kemudian berubah jadi agak sangar gitu.
Hong Joo yang menyadari tindakan bodohnya kembali minta maaf pada Seok Hoon. “Aku tahu betapa marah dan kecewanya kau terhadapku tapi aku tak bisa memikirkan jalan lain. Aku takut pada apa yang akan terjadi di Korea. Aku tak bisa mengatakan pada ayahku mengenai itu.”
Mata Seok Hoon berkaca-kaca, ia mengajak Hong Joo menganggap semua ini sebagai mimpi. Kita tidak pernah datang kesini. Semua yang terjadi disini adalah mimpi. Mari kita lupakan semuanya. Seok Hoon memeluk istrinya. Ia mengajak istrinya segera sarapan dan berkemas. Hong Joo mengangguk.
Hong Joo melepas pelukan, ia penasaran siapa wanita tadi (Se Young). Seok Hoon bilang kalau wanita itu penyelamat hidup Hong Joo dan juga musuhnya. Seok Hoon mengecup lembut kening istrinya dan kembali memeluknya.
Se Young pun mencari informasi tentang Seok Hoon dan pekerjaannya melalui Pengacara Choi. Pengacara Choi menjelaskan kalau CEO Hwang Do Sik telah dipastikan meninggal oleh kepolisian Hongkong. Alasan bunuh diri sepertinya tekanan atas penggelapan dana.

Se Young menebak jadi Seok Hoon yang bertanggung jawab atas sisa hutang Hwang Do Sik. Ia ingin tahu berapa banyak hutang itu. Pengacara Choi bilang perusahaan Hwang Do Sik belum terlalu lama mendapatkan investasi jadi jumlahnya tidak terlalu besar, sekitar 1 juta dollar.

Se Young heran dan bertanya-tanya apa Hong Joo ingin bunuh diri gara-gara itu. Pengacara Choi tak mengerti apa maksudnya ingin bunuh diri bukankah ia sudah mengatakan Hwang Do Sik memang sudah dipastikan mati. Se Young menyahut kalau ia membicarakan orang lain. Ia memerlukan informasi lebih mengenai Ace Production Perusahaan Hwang Do Sik. Ia meminta pada Pengacara Choi untuk mengirimkan data itu padanya.

Pengacara Choi tanya apa sekarang Se Young sedang beristirahat (tidak bekerja). Se Young menjawab tentu saja dan berbohong sekarang kulitnya mulai kecoklatan karena sengatan matahari. Ia pun menutup teleponnya.
Se Young kembali membaca artike tentang perusahaannya Hwang Do Sik dan Seok Hoon yang sekarang bangkrut.
Se Young melihat di kamarnya masih ada sepatu milik Hong Joo. Ia mencoba sepatu itu dan pas di kakinya.
Sorot matanya berubah, ia sepertinya mendapatkan sebuah ide.
Seok Hoon merebahkan tubuhnya di kasur usai berkemas. Telepon di kamarnya berdering, itu dari Se Young. Se Young mengatakan sepatu istri Seok Hoon masih tertinggal di kamarnya. Seok Hoon bilang ia akan kesana untuk mengambilnya.
Di kamar Se Young, Seok Hoon terkejut mendengar penawaran dari Se Young. “Apa kau bilang tadi?”

Se Young : “1 juta dollar untuk 4 hari. Kubilang aku akan membayarmu 1 juta dollar untuk 4 hari dalam hidupmu.”

Seok Hoon marah mendengarnya. Namun lain halnya dengan Se Young yang terlihat santai.
Bersambung ke episode 2

*******

Huwaaaa apa maksudnya, apa Se Young ingin Seok Hoon menemaninya selama 4 hari dan dibayar gitu. Seok Hoon mau ga ya, kan dia lagi butuh uang. Kalau mau terus kapan rencana pulang ke Korea.


Se Young ini karakternya gimana ya, sulit ditebak. Ekspresi wajahnya berubah-ubah. Choi Ji Woo keren.

4 comments:

  1. Min Woo...Kang Min Woo....uwahhhh nih orang lagi ngomong ama istrinya malah ngelirik cew. lain ...ckckckck Bang inget ada anak dan istri abang hehehehe....
    Eps 2 masih disini apa duet bareng Inda?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tunjuk tangan sendiri. Duet Mbak hihihi

      Delete
    2. Sempet mikir engga ada yg mau bkin sinop drama ini, *kyaknya melodrama banget,.
      Tp ternyataaaa,, mb Anis n mb Inda duet sejati, ttep semangat mb nulis sinop ny.

      Delete
  2. Jgn bilang Kwang Soo perannya disini kaya di drama Yawang. Melakukan apapun demi mendapatkan uang.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...