Sunday, 13 July 2014

Sinopsis Triangle Episode 20 Part 1

Yang Ha marah sekali pada Young Dal. Ia mencengkeram baju Young Dal, “apa yang kau lakukan? Apa yang kau katakan pada Yoo Jin?”

Young Dal bersikap santai dan mengatakan ia hanya mengembalikan permintaan Yang Ha pada Yoo Jin. “tapi tidak juga, aku hanya membayar bunga atas apa yang kau lakukan padaku. Jadi mengertilah!”

Yang Ha sangat marah karena Young Dal menusuknya dari belakang melalui Yoo Jin. Keduanya saling menatap tajam.

Dong Soo yang sampai disana terkejut melihat kedua pemuda itu bersitegang. Ia yang sudah mengetahui bahwa Yang Ha adalah Dong Woo tak bisa membiarkan kedua adiknya ini bertarung.
“Dong Chul-ah!” panggil Dong Soo pada Young Dal.

Young Dal dan Yang Ha menoleh ke arah Dong Soo. Dong Soo terlihat cemas melihat keduanya berseteru.
Young Dal menyingkirkan tangan Yang Ha dari bajunya. Ia mencibir bukankah Yang Ha bilang Yang Ha adalah pewaris Dae Jung grup, jadi bersikaplah seperti seorang pewaris, jangan mempermalukan diri.

Yang Ha menatap sinis dan berkata Young Dal sudah mengusik orang yang salah. Ia mengingatkan kalau Young Dal akan mendapatkan balasan yang pantas karena sudah mengusiknya.

Young Dal tak takut karena yang dilakukan Yang Ha sudah jelas. Ia tahu Yang Ha-lah yang mengirimnya dan Dong Soo ke penjara. “Semakin berusaha kau menjatuhkanku maka akan semakin buruk bagimu. Kau tahu aku adalah si sampah dan gengster, Heo Young Dal.”

Yang Ha menatap Young Dal dan Dong Soo bergantian. Ia yang kesal meninggalkan tempat itu.
Dong Soo menghampiri Young Dal tapi matanya terus tertuju ke arah Yang Ha yang berjalan menjauh. Dong Soo tanya ada masalah apa. Young Dal bilang bukan apa-apa, “dia mengacaukan rencanaku sebelumnya dan aku melakukan hal yang sama padanya hingga membuatnya hilang akal.” Jelas Young Dal.

Young Dal heran kenapa Hyung-nya tiba-tiba datang ke sini. Dong Soo berkata bukankah Young Dal bilang Han Myung Jae memanggil semua anak buah ke Sabuk. Ia mengkhawatirkan Young Dal. Young Dal berkata kalau rencananya sudah menjelang tahap akhir dan meyakinkan kakaknya akan melihat kejatuhan Han Myung Jae tanpa menggunakan tinju.

Young Dal kemudian mengatakan ia harus mengurus sesuatu yang penting dan pamit. Ia akan menghubungi kakaknya lagi nanti.

Dong Soo dilema nih.....
Di sebuah ruangan, Jun Ho menjelaskan syarat pada Myung Jae yang akan bermain di ruang VIP Kasino Dae Jung. Jun Ho memberi tahu persyaratan untuk masuk ke ruang VIP itu sangat sulit. Myung Jae tahu itu pasti tentang uang, jadi apa pentingnya syarat dalam permainan uang. Jun Ho bilang kalau uang memang penting tapi martabat VIP Kasino juga penting.
Anak buah Han Myung Jae yang marah menarik baju Jun Ho. “Apa Kau mau bilang Bos ku tak memiliki martabat menjadi pelanggan VIP? Kau mau mati?” Jun Ho terlihat ketakutan.
Young Dal yang menuju tempat itu melihat apa yang anak buah Myung Jae lakukan. Anak buah Myung Jae akan memukul Jun Ho tapi Young Dal menyapa mereka menanyakan apa yang terjadi.
Han Myung Jae menyindir Young Dal sudah tega melakukan ini padanya. “Kalau kau terus begini aku akan menghancurkan kasino ini.” gertak Myung Jae.

Young Dal menebak apa ini masalah keanggotaan pelanggan VIP. Jun Ho membenarkan. Young Dal memberi tahu Myung Jae bahwa ruang pemesanan untuk VIP sudah penuh. JIka Myung Jae ingin bermain di ruang VIP maka Myung Jae harus bermain dengan pelanggan lain. Myung Jae tak tahu siapa pelanggan lain itu bukankah pelanggan lain bisa membatalkannya.

Young Dal bilang ia tak bisa melakukan itu karena mereka yang memesan duluan. Kalau Myung Jae memesan VIP sekarang maka Myung Jae baru akan bisa bermain di ruang VIP satu minggu lagi. Ia pun menyampaikan idena, ia rasa itu tak terlalu buruk jika Myung Jae bermain dengan pelanggan lain.

Myung Jae tak mengerti apa maksudnya itu. Young Dal berkata jika Myung Jae bermain sendiri taruhan maksimalnya adalah 30rb dolar. Tapi jika bermain dengan pelanggan lain taruhan maksimalnya bisa tak terbatas. Perbedaan taruhan antara banker dan player hanya bisa sejauh 30rb dollar.

“Itu tidak buruk.” sahut Myung Jae yang setuju bermain dengan pelanggan lain di ruang VIP.

Young Dal memerintahkan Jun Ho untuk menyiapkan semuanya. Jun Ho mengerti. Keduanya pun meninggalkan tempat itu.
Jun Ho mengeluh kalau ia ketakutan setengah mati. Young Dal memuji Jun Ho sudah melakukannya dengan baik. Semua sudah selesai jadi tunggu saja biarkan Han Myung Jae masuk dulu, setelah itu baru Ny Min yang masuk. Jun Ho mengangguk mengerti.
Jung Hee melamun mengingat perkataan Young Dal ketika ia ingin bicara dengan Young Dal. Young Dal saat itu mengatakan apakah Jung Hee sudah lupa apa yang ia katakan. Tapi Jung Hee tahu bahwa apa yang Young Dal katakan ditelepon ketika dirinya diculik itu bukan murni keluar dari hati Young Dal. Tapi Young Dal kembali bersikap tak peduli dan meninggalkan Jung Hee.
Manajer Tim Hwa Ran yang masuk bersama Hyun Mi mengumumkan bahwa mulai sekarang Kang Hyun Mi dipromosikan menjadi Floor Manajer. Hwa Ran meminta Hyun Mi memperkenalkan diri.
Hyun Mi tersenyum berkata teman-temannya sudah mengenalnya tapi ia akan mengatakan satu hal. “Go Chung Ja, Shin Min Young, Min Sun Ju disini itu bukan militer jadi jangan sembarangan memerintah juniormu. Kalau kalian memerintah mereka dan ketahuan olehku maka aku tak akan membiarkannya.”

Chung Ja cs terdiam kesal. Hyun Mi mengedipkan matanya ke arah Jung Hee yang tersenyum.

Hwa Ran meminta Oh Jung Hee, Kwon Mi Sun dan Jung Yu Ri untuk ke ruang VIP. Ketiganya pun mengikuti Hwa Ran menuju ruang VIP.
Setelah mereka pergi, Shin Min Young bertanya pada Chung Ja haruskah kita menerima perlakukan ini begitu saja. Min Sun Ju mengusulkan bagaimana kalau menyerang balik. Chung Ja yang kesal meminta kedua temannya ini menunggu sebentar lagi.
Dong Soo berdiri melamun di kantin kasino. Ia mengingat perkataan Direktur Kim padanya. Direktur Kim yang merasa bersalah karena kematian Jang Jong Guk mengatakan pada Dong Soo bahwa Dia bisa menebus dosa pada Jong Guk dengan cara membiarkan Presdir Yoon membesarkan anak Jong Guk. Karena itu lah ia mengadopsi Dong Woo sebagai Yoon Yang Ha. Direktur Kim uga mengatakan bahwa sebelum Dong Soo dan Young Dal muncul tak ada yang salah dengan hidup Yang Ha. Jika Dong Soo menganggap Yang Ha alias Dong Woo sebagai adik, ia harap Dong Soo menghentikan perlawanan terhadap Presdir Yoon. Presdir Yoon adalah ayah Jang Dong Woo, dia adalah ayah Yoon Yang Ha.

Dong Soo bingung tak tahu harus berbuat apa. Ia ingin membalas dendam kematian ayahnya tapi dilain pihak ia tak ingin membuat Yang Ha yang sekarang ia ketahui sebagai Dong Woo hidupnya hancur.
Young Dal menemui Dong Soo di kantin. Ia minta maaf karena sudah membuat Dong Soo menunggu. Ia mengajak Dong Soo ke kantornya tapi Dong Soo menolak karena banyak yang memperhatikan. Young Dal heran seorang saudara masuk ke kantor saudaranya, siapa yang akan curiga, itu tak akan masalah. Tapi Dong Soo tetap tak mau, lebih baik ke tempat yang lebih tenang saja.
Keduanya pun bicara di sudut lorong yang dikeliling kaca jendela. “Dong Chul-ah, kau pernah mengatakan padaku tentang impianmu kan? Kau ingin hidup bahagia dengan wanita yang kau cintai dan menemukan saudaramu.”

Young Dal tersenyum menilai itu adalah impian masa lalu. Sekarang ia tak memiliki waktu untuk memikirkan impian seperti itu. Dong Soo berharap impian adiknya itu bisa menjadi kenyataan, kita tak bisa membalikan waktu dan ia merasa kalau dirinya dan Young Dal sangat terobsesi pada masa lalu.
Young Dal heran dengan sikap kakaknya yang tiba-tiba begini, “apa kita akan menyerah sekarang? Orang yang membunuh ayah kita dan menghancurkan hidup kita selama bertahun-tahun, apakah akan kita biarkan begitu saja? aku tak akan pernah memaafkan mereka.”

Dong Soo terlihat sedih memikirkan ini, ia hanya bisa menarik nafas panjang.
Presdir Yoon memarahi Yang Ha karena sudah menciptakan kekacauan di perusahaan karena seorang dealer. “Tahukah kau betapa besarnya akibat kesalahanmu pada Dae Jung grup sekarang?” Bentak Presdir Yoon pada Yang Ha. “Ini peringatanku yang terakhir, akhiri hubunganmu dengan Oh Jung Hee dan minta maaf lah pada Yoo Jin.”
Yang Ha tak bisa melakukannya. Hal itu membuat Presdir Yoon murka dan menampar Yang Ha keras.

“Presdir?” Direktur Kim yang juga ada disana khawatir.
Presdir Yoon berkata jika Yang Ha tak bisa mengurus itu maka ia yang akan melakukannya. Ia memerintahkan agar Oh Jung Hee dipecat. Yang Ha mengacam jika Presdir Yoon memecat Oh Jung Hee maka ia juga akan melepas Kasino Dae Jung.

Presdir Yoon : “apa kau mau bilang kau akan menyerahkan kekuasaan yang kuberikan padamu?”

Yang Ha tak mempermasalahkan itu. Presdir Yoon pun tak bisa mempercayakan masa Dae Jung grup pada anak seperti Yang Ha yang tak menurut padanya. Ia mengusir Yang Ha keluar dari ruangannya. Yang Ha pun keluar dari sana dengan kekesalan.
Direktur Kim berusaha menenangkan hati Presdir Yoon dengan mengatakan ia akan menyelesaikan semuaya dan meminta Presdir bersabar. Presdir Yoon merasa seharusnya ia tak membawa anak yang tidak jelas asal usulnya itu. Direktur Kim terdiam.

(Huwaaa jadi Presdir Yoon benar-benar ga tahu kalau Yang Ha itu Dong Woo, anaknya Jang Jong Guk)
Yang Ha keluar dari ruangan Presdir dengan perasaan kesal. Tak jauh dari tempat Yang Ha lewat Hyun Pil Sang memperhatikannya dan tersenyum sinis.
Hwa Ran mengatakan pada ketiga dealer bahwa pelanggan di ruang VIP yang akan bermain adalah bos gengster yang mengerikan. “Kalau kau melakukan kesalahan akan sangat berbahaya, jadi jangan mengacau.”
Mendengar itu Jung Yu Ri jadi takut, tak bisakah ia diganti saja. Ia tak percaya diri. Hwa Ran meminta Yu Ri jangan bodoh, bahkan jika gengster tua itu muncul Yu Ri hanya perlu meluruskan pikiran saja.
Han Myung Jae dan anak buahnya masuk ke ruang VIP. Ketiga dealer dan Hwa Ran membungkuk memberi hormat. Tapi ketika Jung Hee mengangkat wajahnya dan melihat Myung Jae, ia terkejut bukan main. Itu pria yang menculik dirinya. Myung Jae pun tak menyangka kalau Jung Hee yang akan menjadi dealer di ruang VIP. Myung Jae menyapa Jung Hee, lama tak bertemu. Jung Hee terdiam takut.

Hwa Ran menatap heran, ia yang melihat Jung Hee hanya berdiri saja tanya ada apa. Jung Hee berusaha menguasai dirinya dan bersikap tenang menjawab bukan apa-apa.
Permainan pun dimulai.
Di luar kasino, Jang Soo menemui Ny Min dan Man Bong yang sudah sampai disana. Jang Soo tanya apa keduanya sudah siap. Ny Min menjawab ya, ia menarik nafas tak tahu kenapa sekarang ia gugup sekali. Man Bong berkata ia akan berada di samping Ny Min jadi tak usah takut. Tapi Ny Min bukan takut berhadapan dengan Myung Jae, ia hanya gugup, takut kalau drinya akan mengacaukan rencana Young Dal.

Jang Soo berkata sangat penting yang namanya gugup diacara sepenting ini. Tapi Ny Min harus ingat saat Han Myung Jae terlihat senang maka bertaruhlah minimun dan saat semangatnya jatuh, bertaruhlah maksimal. Ny Min dan Man Bong mengerti.
Young Dal berdiri menatap keluar melalui jendela kantornya. Ia mengingat ucapan kakaknya tadi tentang impiannya, ia heran kenapa kakaknya mengatakan itu. Ia juga mengingat ucapan Jung Hee yang tahu kalau apa yang ia katakan ketika Jung Hee diculik bukanlah keluar dari hatinya.
Jun Ho masuk ke ruangannya memberi tahu permainan sudah dimulai. Young Dal tanya apa Jun Ho sudah menghubungkan CCTV ruang VIP dengan kantornya. Jun Ho menjawab sudah.
Young Dal pun melihat secara langsung apa yang terjadi di ruang VIP melalui kamera CCTV. Han Myung Jae yang saat itu masih bermain sendirian tersenyum lebar karena menang.
Ny Min dan Man Bong masuk ke ruang VIP diantar oleh Jun Ho. Hwa Ran menyambut ramah kedatangan pelanggan VIP-nya.

Myung Jae yang melihat kearah mereka terkejut bahwa pelanggan VIP itu adalah Ny Min. “Ny Min apa yang membawamu kemari?” Ny Min merasa kalau itu seharusnya menjadi pertanyaannya. Ia lebih dulu yang memesan ruang VIP ini. Myung Jae tak menyangka dan minta maaf, ia mengajak Ny Min bermain bersama.
Myung Jae melihat begitu banyak chip yang ada pada Ny Min. “Wah Ny Min... kau bermain besar.”

Ny Min berkata ia berhak atas ruangan ini, “kau tahu, aku yang berhak bertaruh dulu kan?”

Myung Jae membenarkan, tentu saja.

Ny Min tanya apa boleh ia memberikan penawaran. Myung Jae balik bertanya apa itu. Ny Min berkata bahwa kita tanpa sengaja bertentangan jadi hal itu jangan sampai mempengaruhi kita. Bagaimana kalau kita akhiri disini, yang kalah harus memenuhi pemintaan yang menang. Myung Jae menjawab entahlah, bukankah Ny Min tak tahu keinginannya, apa Ny Min yakin dengan penawaran itu. Ny Min tak masalah dengan permintaan Myung Jae jika menang nanti.
Myung Jae menatap tajam, “Jadi, apa kau mau memberikan Heo Young Dal padaku?”

Jung Hee terlihat kaget mendengar nama Young Dal dijadikan taruhan. Ny Min dan Man Bong pun sama kagetnya. Ny Min berkata apapun yang Myung Jae inginkan tak masalah baginya ataupun bagi Man Bong. Tapi jika Myung Jae kalah maka Myung Jae harus membawa kembali anggota genk dan pergi secara baik-baik. Myung Jae setuju.

Permainan Ny Min melawan Myung Jae pun dimulai. Jun Ho segera keluar dari ruang VIP.
Jun Ho menyampaikan apa yang terjadi di ruang VIP. Jang Soo dan Jerry kaget, jadi jika Ny Min kalah maka dia akan menyerahkan Young Dal pada Myung Jae. Jun Ho membenarkan, ia khawatir. Jerry menilai ini sudah gila. Jang Soo meminta Young Dal menghentikan permainan Ny Min sekarang juga.

Young Dal tanya pada Jun Ho bagaimana jika Ny Min yang menang. Jun Ho mengatakan Myung Jae akan mengirim kembali anggota genk nya yang datang ke Sabuk dan pergi baik-baik dari Sabuk.

Young Dal menilai itu keinginan yang tak masalah buatnya. Biarkan saja permainan itu berlanjut. Tapi Jang Soo cemas sekali, bagaimana jika Ny Min kalah.
Young Dal : “Jika Han Myung Jae kalah, maka dia akan rugi jutaan dolar dan bangkrut. Kalau kita melakukan itu padanya bukankah ini permainan yang pantas?”

“Tapi bagaimana jika Ny Min yang kalah?” tanya Jerry.

“Jika sejak awal sudah takut kalah, kenapa bertaruh? Nikmati saja.” jawab Young Dal santai. Tapi itu membuat ketiga temannya cemas.
Yang Ha minum-minum sendirian di bar. Tak lama kemudian Yoo Jin datang. Ia melihat Yang Ha sudah mabuk. Tapi Yang Ha menyangkal tidak mabuk.

Yoo Jin merasa bahwa ia dan Yang Ha tak akan bisa bertemu lagi tapi kenapa Yang Ha meneleponnya. Yang Ha ingin tahu kesepakatan apa yang dibuat Yoo Jin dengan Young Dal.

Yoo Jin tersenyum mengatakan itu hanya bisnis tanpa syarat, “dia bilang dia hanya gengster sampah. Tapi sampah yang sebenarnya ada disini.” ucapnya sambil menatap ke arah Yang Ha.

Yang Ha tersenyum sinis, “apa yang kau inginkan dariku?”
Yoo Jin : “Aku bukannya mengharapkan cinta tulusmu. Tapi seharusnya kau tak menghancurkan kehormatanku. Memiliki perasaan pada dealer rendahan kemudian mempermainkanku, aku tak bisa menerimanya.”

Yang Ha tak terima, “dealer rendahan?”

Yoo Jin : “Seperti bagaimana Heo Young Dal membuatku penasaran pada dunia baru, Oh Jung Hee pasti seperti itu padamu. Tapi dia bukan orang yang pantas menerima ketulusan.”

Yang Ha mengerti dan meminta Yoo Jin menyingkir dari hadapannya.

Yoo Jin tersenyum mendengar pengusiran Yang Ha, “kau harus membayar balasannya karena menyinggung harga diriku. Sepertimu, Yoon Yang Ha, aku juga memliki amarah dan dendam.” Setelah mengatakan itu Yoo Jin pergi dari sana.
Kembali ke ruang VIP Kasino. Ny Min bertaruh untuk player dan Myung Jae untuk banker. Jung Hee membagikan kartu pada keduanya.

Player, standar 7. Sementara banker 1. Myung Jae yang kalah kesal sekali. Ia meminta kartu selanjutnya segera dibagikan.
Anak buah Myung Jae keluar dari ruang VIP untuk menemui Tn Yang. Ia meminta tambahan uang pinjaman. Tn Yyang tanya berapa. Anak buah Myung Jae menjawab 10 kali lagi. Tn Yang mengatakan kalau mereka akan mendapatkan 30 deposit dari gedung jaminan tapi kenapa menggunaan semua uang itu hanya untuk bermain, apa itu tidak masalah. Anak buah Myung Jae meminta lebih baik cepat berikan uangnya. Tn Yang mengerti.
Tn Yang menemui Madam Jang dan Man Kang. Ia memberi tahu kalau Myung Jae mau menggunakan uang sebanyak 10 kali untuk permainan. Madam Jang khawatir, permainan ini tidak akan sia-sia kan.

Man Kang berkata kalau permainan itu tak akan berdampak bagi Madam Jang dan bagi dirinya jadi tak masalah. Ia tanya pada Tn Yang apa yakin tentang pengembalian uang yang Myung Jae pinjam itu. Tn Yang berkata Ny Mmin yang bertanggung jawab jadi tak usah khawatir. “Dan kalau kita menjual gedung yang aku dapatkan sebagai jaminan itu kita bisa menjualnya 2 kali lipat.” Mereka tersenyum.
Jang Soo dan Jerry menemui Young Dal di kantor mengatakan semuanya sudah berakhir. “Han Myung Jae itu hanya tampangnya saja yang kejam, ternyata dia hanya amatiran. Dia berusaha terus tapi malah mengancurkan semua sendiri. Dia tak punya keberuntungan.” jelas Jang Soo.

Young Dal tanya bagaimana dengan taruhannya. Jang Soo bilang kalau Myung Jae sudah kehilangan akal jadi bertaruh semakin besar. Mungkin sekarang dia sudah kehilangan 3 juta dolar. Dia bodoh sekali. Young Dal tampak tersenyum, apakah rencananya akan berhasil semudah ini.
Sekretaris Gong Soo Chang memberi tahu Go Bok Tae kalau ada telepon dari Han Myung Jae. Go Bok Tae tanya apa Myung Jae sudah menyelesaikan tugas darinya. Sekretaris  menyampaikan bahwa Han Myung Jae minta dikirimkan uang. Go Bok Tae terkejut kenapa Myung Jae tiba-tiba minta uang. Sekertaris berkata kemungkinan Myung Jae sedang bermain di ruang VIP Kasino Dae Jung.

Go Bok Tae tentu saja marah, “Aku mengirimnya untuk menangkap Heo Young Dal. Tapi malah dia berjudi.” Sekretaris menyampaikan kalau nasib Young Dal juga tergantung pada permainan itu. Go Bok Tae tak mengerti, apa maksudnya.
Go Bok Tae pun menanyakan langsung pada Myung Jae, apa maksud Myung Jae berjudi untuk menentukan nasib Young Dal. Myung Jae pun menjelaskan rencananya. Go Bok Tae tanya apa Myung Jae yakin dengan itu. Ia pun akan mengirimkan berapapun jumlah uang yang Myung Jae minta, tentu saja dengan syarat Myung Jae harus menang.

Go Bok Tae memerintahkan sekretarisnya untuk mengirimkan 3 juta dolar pada Han Myung Jae. sekretaris kaget, haruskah mengirim uang sebanyak tu. Go Bok Tae bilang kalau ini kesempatan besar, jika Ny Min setuju maka semuanya pasti akan selesai.
Di ruang VIP Kasino, Anak buah Myung Jae menyampaikan pada Myung Jae kalau uang dari Go Bok Tae sudah dikirim.

Myung Jae berkata pada Ny Min kalau ia akan bertaruh sedikit lagi. Ia tanya apa Ny Min mau ikut. Ny Min balik bertanya memangnya berapa Myung Jae akan bertaruh.

“3 juta.” jawab Myung Jae membuat Ny Min dan semua yang ada di ruangan itu terkejut.

Man Bong bertanya pada Hwa Ran apa boleh bertaruh sampai 3 juta. Hwa Ran menjawab boleh. Ny Min cemas dengan taruhan sebanyak itu. Ia khawatir. Myung Jae menebak Ny Min pasti ketakutan.

Ny Min tak bisa memutuskan ini sendiri. Ia permisi keluar sebentar beralasan ia membutuhkan waktu untuk berpikir. Ny Min dan Man Bong keluar dari ruang VIP.
Young Dal, Jang Soo dan Jerry menemui Ny Min di sebuah ruangan. Young Dal tanya ada masalah apa. Man Bong mengatakan Han Myung Jae akan bertaruh 3 juta dolar dan bertanya apa kita akan ikut bermain sebesar itu. Jang Soo kaget mendengar taruhan sebanyak itu.

Ny Min tak yakin dengan taruhan sebanyak itu, kalau ia ikut kemudian kalah ia cemas, uang memang taruhannya tapi ia akan kalah pertarungan juga.

Jerry membenarkan ucapan Ny Min dan menilai itu taruhan yang keterlaluan. Kita sudah menang sekarang kalau bertahan kita pasti menang. Jang Soo juga membenarkan jika kita ikut dan kalah maka kita akan dalam masalah besar.
Apa yang akan Young Dal putuskan, ikut bermain kah?
Ny Min dan Man Bong kembali ke ruang VIP. Ya Ny Min akan ikut bermain. Myung Jae tak menyangka. Man Bong menepuk dadanya mengatakan kalau berjudi itu bukan tentang menyerah, ia berpesan Myung Jae jangan mempermalukan diri dengan melakukan kesalahan dan seharusnya berhenti sekarang. Myung Jae tersenyum sinis meminta Man Bong diam.
“Aku.... bertaruh untuk banker!” Myung Jae mendorong semua chipnya.
“Kalau begitu aku untuk player.” Ny Min dan Man Bong juga mendorong semua chip yang merka miliki.

Jung Hee yang akan membagikan kartu ikut tegang melihat taruhan sebanyak itu. Ia pun membagikan kartu pada keduanya.
Di ruangan Young Dal. Young Dal, Jang Soo dan Jerry memperhatikan permainan di ruang VIP menggunakan kamera CCTV. Ketiganya terlihat tegang menyaksikan permainan itu. Jang Soo menggerutu kalau ini sudah membuatnya gila. Kita harus mendapatkan natural 9, agar permainan cepat selesai.

“Hyung, wajah Ny Min tidak terlihat bagus.” sahut Jerry.

“Lihat, Han Myung Jae. Dia tersenyum.” sambung Jang Soo. “Dia pasti mendapat kartu bagus.”
Ny Min menyerahkan kartu miliknya ke dealer. Jung Hee membuka, “player, nol.”

Jang Soo dan Jerry cemas bukan main. Young Dal yang tegang berusaha terlihat tenang.

“Kalau Myung Jae dapat 2 maka habislah kita.” sahut Jerry.

“Kita harus bagaimana?” seru Jang Soo sangat cemas.
Han Myung Jae menyerahkan kartunya ke dealer. Jang Soo dan Jerry berdoa semoga Myung Jae mendapatkan kartu yang jelek. Jung Hee membuka kartu, (apa itu ya apa sama-sama, nol) tapi yang pasti ini membuat Young Dal cs menarik nafas lega.
Jung Hee kembali membagikan kartu. Man Bong bergumam, semoga dapat kartu bagus agar kita bisa menang.

Ny Min mengintip kartu miliknya. Ia tampak kesal dan memberikan kartunya pada dealer.
Jung Hee membuka kartu Ny Min, player 2.
Myung Jae nampak tersenyum melihat kartu yang didapat Ny Min. Ia pun akan mengintip kartu miliknya.
Young Dal cs dan Ny Min berharap Myung Jae mendapatkan kartu lebih jelek darinya. Semua tegang. Mereka berharap Myung Jae mendapatkan ace atau bahkan nol lagi.

Myung Jae sendiri tegang, ia pun memberikan kartunya pada dealer.
Jung Hee membuka kartu Myung Jae dan itu adalah.... ace.
Jang Soo berteriak itu ace. Young Dal tampak sedikit menyunggingkan senyum lega.
Jang Soo dan Jerry berteriak histeris saking senangnya. Jang Soo mencium kening Jerry dan memeluknya. Hahaha. Kita menang.
Young Dal pun tersenyum lebar.
Go Bok Tae dan sekretarisnya menunggu kabar dari Myung Jae dengan perasaan cemas. Sekertaris menerima telepon dan terkejut mendengar berita dari sana. Go Bok Tae tanya bagaimana hasilnya. Sekretaris mengatakan Myung Jae kehilangan semua uang yang mereka kirim hanya dalam satu permainan.
Tentu saja Go Bok Tae marah, “Benarkah dia mempertaruhkan semuanya dalam satu kali permainan? Apa itu mungkin?” bentak Go Bok Tae. Sekretaris mengatakan jika Ny Min setuju hal itu mungkin saja.

Go Bok Tae geram, ia mengirim Myung Jae untuk menangkap Young Dal. Tapi kita malah membuat Young Dal semakin berjaya. Dasar Myung Jae tidak berguna.

Bersambung ke part 2

Sumpeh tegang hahahaha. Jujur sih saya ga ngerti sama permainan kartu hehehehe.

Setelah Dong Soo tahu Yang Ha itu Dong Woo sepertinya dia dilema ya, antara melanjutkan balas dendam atau membiarkan Yang Ha hidup nyaman dan tak perlu ia ataupun Young Dal mengusiknya. Tapi Young Dal sekarang bersikeras balas dendam ini harus dilanjutkan, bagaimana reaksi dia kalau tahu Yang Ha adalah Dong Woo yang mereka cari.

Bagaimana cara kedua Hyung ini menyelamatkan adik mereka? Bagaimana jika Presdir Yoon tahu kalau anak yang menurut dia tak jelas asal usulnya dan sudah dia besarkan adalah putra dari Jang Jong Guk yang ia bunuh?

5 comments:

  1. Bender Mbak tegang maksimal, apalagi wktu Ny Min small MJ jadiin YD sbgai taruhan mrka.......

    Rasanya ng sngup beat liat.

    ReplyDelete
  2. Tegangnya maksimal kk:D
    tapi dong soo knapa ga ksitau yong dal aja yang haa adik mereka ya??

    ReplyDelete
  3. Drama ini di tambah 2 episode ya cinggu ??

    ReplyDelete
  4. wahh, semoga saja episodnya bertambah 4 lagi biar seakalian 30 :v

    ReplyDelete
  5. ga tahen sm ckepnya yong dal

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...