Sunday, 20 July 2014

Sinopsis Triangle Episode 22 Part 2

Man Bong mengumpulkan anak buahnya. Ia bertanya apa hanya ini anggotanya yang datang. Salah satu anak buahnya mengatakan anggota lain sedang dalam perjalanan dari Seoul.

Man Bong : “Kalian, anggaplah diri kalian sebagai detektif dan pembela kebenaran. Bagi dalam tiga kelompok dan bersiap menghajar mereka. Tutup jalan menuju Kasino Dae Jung dan saat orang dari Chung Jin muncul hajar mereka, mengerti?”

Mereka serempak menjawab ya.
Man Kang sampai di kasino dan melihat hanya ada Madam Jang dan Tn Yang. Itu berarti semua pelaggan sudah pergi. Tn Yang heran kenapa harus menutup kasino segala. Man Kang memberi tahu ada banyak gengster yang berkeliaran di kota. Tadi ia baru saja selesai makan malam dengan Detektif Gook dan dia mengatakan siaga darurat. Madam Jang penasaran memangnya gengster dari mana yang datang. Man Kang tidak tahu karena ia baru pertama melihat mereka. Yang ia lihat badan mereka besar-besar.
Tn Yang sok berani bagaimana bisa kita ketakutan dengan gwngster itu. Kita seharusnya menyatukan kekuatan dalam Persatuan Pengembangan Nasional dan mengirim mereka ke kamp. Madam Jang mengerti dengan kamp yang dimaksud Tn Yang, tapi apa itu Persatuan Pembangunan Nasional. Tn Yang mengatakan kalau itu badan yang dibentuk setelah kudeta politik tanggal 16 Mei 1961, mereka menyeret para gengster untuk membangun jalan. Kau tahu jalan 5/16 di pulau jeju kan? Itu dibangun saat itu.

Madam Jang terkesan Tn Yang mengetahui hal itu dengan jelas. Tn Yang berkata Madam Jang saja yang tidak mengenalnya, ia hampir saja dimasukan ke salah satu kamp. Dulu ia sangat pemberani. Man Kang tertawa kalau Tn Yang dulu seperti mereka maka sekarang Tn Yang bisa mengusir mereka.
Gengster itu pun mendatangi kasinonya Madam Jang. Madam Jang dan yang lainnya diam terkejut. Madam Jang menyenggol Tn Yang agar menghadapi gangster itu, tapi nyali Tn Yang ciut juga ketika melihat gengster yang badannya gede2 hahaha. Madam Jang mendorong Tn Yang untuk menghadapi mereka.

“Kalian siapa?” tanya Tn Yang dengan nada suara agak takut gitu.

“Kalian?” Gengster itu menatap tajam Tn Yang.
Karena takut Tn Yang pun meralat, “Oh maksudku anda siapa?” Gengster itu mencengekeram tubuh Tn Yang, banyak yang kenal dengannya apa Tn Yang tak mengenalnya. Tn Yang menjawab ia tahu kok sambil menyingkirkan tangan si gengster dari tubuhnya.

Tn Yang menanyakan alasan gengster itu kesini. Gengster mendengar Young Dal sering datang ke kasino ini. Tn Yang mengatakan jika ingin menemui Young Dal maka harus ke kasino Dae Jung, apa mau ia tunjukkan jalannya. Gengster itu menjawab tidak usah. Mereka pun pergi. Tn Yang menyahut hati-hati di jalan pada si gengster. Hahaha.
Madam Jang tak habis pikir Tn Yang mengatakan hati-hati di jalan pada gengster itu. Sikap sok berani Tn Yang pun muncul lagi, ia tak tahu apa yang gengster itu makan karena badan mereka kelihatan besar sekali, menyedihkan sekali mereka datang berkeompok. Madam Jang berkata kalau yang menyedihkan itu Tn Yang sendiri, hahaha.
Para dealer berkumpul, mereka menikmati makan. Sambil menikmati makanan Mi Young bertanya-tanya tentang Yang Ha yang akan ditahan, apakah dengan begitu Young Dal akan diangkat menjadi CEO. Chung Ja menilai itu tidak mungkin, Yang Ha putra Presdir karena itu dia jadi CEO, memangnya semua orang bisa jadi CEO.
Sun Ju yang penasaran bertanya pada Jung Hee apa Jung Hee tidak tahu apapun, bukankah Jung Hee dekat dengan Yang Ha dan Young Dal. Jung Hee menjawab tidak tahu. Chung Ja meminta Jung Hee jangan berdiam melamun saja seperti itu, lebih baik ikut menikmati makanan bersama mereka. Tapi Jung Hee menolak dan lebih memilih pergi dari sana.
Chung Ja mengatakan pada dealer lain kalau ia sudah mengenal Jung Hee sejak kecil dan dari dulu Jung Hee selalu sama saja. menurutnya tak ada yang spesial dari diri Jung Hee tapi ia heran kenapa pria selalu tertarik pada Jung Hee, bukankah Jung Hee itu tidak memiliki pesona.

Sun Ju menyahut kalau Chung Ja terlihat lebih seksi ketimbang Jung Hee. Chung Ja tersipu mendengarnya, ia mengaku bahkan dirinya ini sangat seksi.
Jung Hee menyendiri di ruang loker. Kemudian ia menerima telepon dari Young Dal. Young Dal menanyakan dimana Jung Hee sekarang. Jung Hee menjawab kalau ia baru selesai bekerja dan balik bertanya Young Dal sendiri ada dimana, ia sudah mendengar tentang Yang Ha, apa Young Dal baik-baik saja. Young Dal tak menjawab, bisakah ia bertemu Jung Hee sekarang.
Keduanya pun bertemu, Young Dal merasa tidak bisa menahan semua ini sendirian. Jung Hee juga merasa gundah dan seharian ini ia tak bisa konsentrasi karena mengkhawatirkan Young Dal.
Keduanya minum soju bersama di warung tenda. Young Dal menceritakan lagi masa lalunya pada Jung Hee.
Ketika ia masih di panti asuhan, ia harus menjaga Dong Woo yang masih bayi. Hyung-nya saat itu pergi karena suatu alasan dan menyuruhnya menjaga Dong Woo. Ia ketakutan saat harus menjaga Dong Woo. Tapi suatu hari ada orang asing yang membawa pergi Dong Woo. Saat itu ia tidak mengerti kalau Dong Woo diadopsi dan ia ketakutan ketika ada orang mengambil Dong Woo darinya. Ia masih ingat tangisan Dong Woo saat dibawa pergi dari panti.
Setelah mendengar cerita Young Dal, sampai sekarang Jung Hee masih tidak bisa mempercayai bahwa Yang Ha adalah adik Young Dal. Ia ingin tahu apa yang akan terjadi pada Yang Ha sekarang. Young dal berkata ia sudah membujuk Yang Ha agar jangan melakukannya, tapi ia tak tahu apa yang akan terjadi.

Jung Hee menggenggam tangan Young Dal, ia sangat yakin ketulusan yang Young Dal berikan akan bisa dipahami oleh Yang Ha nanti. Jadi ia harap Young Dal jangan terlalu keras pada diri sendiri. Young Dal sedikit tersenyum mendapat suntikan semangat dari Jung Hee.
“Hei... Heo Young Dal.” Tiba-tiba anggota gengster menemukan keberadaan Young Dal. Mereka sudah keliling mencari Young Dal. Jung Hee terkejut melihat kedatangan para gengster itu.
Young Dal sedang tak mood bertarung dengan mereka jadi lebih baik katakan saja pada Go Bok Tae jangan pernah bertindak bodoh. Gengster itu tertawa remeh meminta Young Dal diam, lebih baik ia dan Young Dal selesaikan ini ditempat lain.

Jung Hee cemas Young Dal akan meladeni pertarungan dengan gengster itu. tapi Young Dal meminta Jung Hee tak usah khawatir, ia pun pergi dengan mereka. Jung Hee yang sangat khawatir menghubungi Jerry.
Young Dal tak gentar menghadapi mereka sendirian. Mereka mengatakan Go Bok Tae memerintahkannya untuk mematahkan semua tulang Young Dal.

Young Dal menatap tajam, “Aku memang ingin menangis, berkat kalian aku bisa melampiaskannya. Maju kalian!”
Perkelahian diantara mereka pun terjadi. Dengan mudah Young Dal melumpuhkan mereka. “Kalau masih mau melanjutkan aku bisa melakukan yang lebih buruk lagi. Jadi pergilah dari sini!”

Mereka tetap melawan, Young Dal pun kembali menghajar mereka hingga membuat mereka keok dan kabur.
Jung Hee menghampiri Young Dal, apa Young Dal baik-baik saja. Young Dal merasa sedikit lega usai menghajar mereka.
Keesokan harinya di Kasino Dae Jung, Jang Soo dan Jerry cemas bukan main karena tak mendengar kabar tentang Young Dal dari semalam. Jun Ho mengatakan Young Dal tidak ada di vila jadi dipastikan kalau semalam Young Dal tidak pulang. Itu membuat Jang Soo dan Jerry semakin cemas.

Pikiran negatif Jang Soo pun muncul, anak buah Go Bok Tae tidak menghabisi Young Dal, kan. Ia bertanya pada Jerry apa sudah menghubungi Jung Hee. Jerry bilang ponsel Jung Hee tak aktif. Mereka pun menebak pasti sudah terjadi sesuatu pada Young Dal.

Jun Ho menyarankan agar Jang Soo menghubungi Ny Min. Jang Soo bilang sudah, Ny Min dan Man Bong tidak tahu keberadaan Young Dal. Jun Ho menyarankan lagi lebih baik lapor polisi.
Ternyata Young Dal menginap di rumah Jung Hee. Ia tidur pulas di kamarnya dulu. Byung Soo masuk ke kamar membangunkan Young Dal.

“Kakak ipar!” panggil Byung Soo membangunkan Young Dal. “Kakak ipar, cepat bangun!”
Young Dal membuka matanya yang lengket, ia masih ngantuk. Byung Soo meminta Young Dal segera keluar karena disuruh nenek untuk sarapan. Dengan mata yang masih lengkat Young Dal tanya tadi Byung Soo memanggil dirinya apa.

“Kakak ipar.” sahut Byung Soo. Young Dal meminta Byung Soo duduk di sebelahnya.
Young Dal tersenyum mengusap kepala Byung Soo, “Benarkah? Itu pasti akan terjadi kan?”

Byung Soo mengeluh menceritakan Kakak ipar temannya selalu memberi uang saku. Young Dal tersenyum menyuruh Byung Soo mengambilkan jasnya yang digantung. Byung Soo mengambilkannya. Young Dal mengambil dompetnya disana dan memberikan uang saku untuk Byung Soo 5rb won. Byung Soo senang sekali dan berterima kasih pada Young Dal.
Young Dal keluar kamar bergabung bersama nenek dan Jung Hee untuk sarapan. Nenek tanya apa Young Dal tidur nyenyak, Young Dal menjawab ya. Nenek mengatakan semua makanan ini Jung Hee yang menyiapkannya, ia meminta Young Dal makan yang banyak. Jung Hee tersenyum malu menyahut kapan ia melakukannya.

Nenek melihat sekarang Young Dal sudah menjadi orang sukses bahkan wajah Young Dal pun terlihat jadi lebih baik (jadi tambah ganteng mungkin maksudnya hahaha). Young Dal berjanji akan mentraktir mereka semua makan enak di hotel. Nenek merasa ia bisa hidup mewah karena sudah berumur panjang.

Mereka pun makan, Young Dal sesekali mencuri pandang ke arah Jung Hee dan tersenyum.
Young Dal sampai di kasino, Jun Ho yang melihat kedatangan Young Dal segera berlari menghampirinya. Ia yang mencemaskan Young Dal menanyakan keadaan Young Dal, tak ada di vila bahkan ponsel Young Dal pun mati. Young Dal minta maaf baterai ponselnya habis. Young Dal tanya apa ada yang mencarinya. Jun Ho mengatakan Sung Yoo Jin dari Han Chang grup mencari Young Dal, Yoo Jin ingin Young Dal menelepon balik.
Young Dal menghubungi Ny Min yang juga mengkhawatirkannya dari semalam. Ny Min ingin tahu apa yang terjadi, apa Young Dal tahu ia dan Man Bong sangat mengkhawatirkan Young Dal. Ia mendengar Young Dal bertemu anak buah Go Bok Tae semalam.

Young Dal meminta Ny Min tak perlu khawatir. Ada yang ingin ia tanyakan pada Ny Min tentang Go Bok Tae. Tapi ia tak bisa membicarakan di telepon, ia akan bertemu langsung dengan Ny Min.
Man Bong menanyakan apa Young Dal baik-baik saja. Ny Min menjawab Young Dal baik dan ingin bicara dengannya tentang Go Bok Tae. Ia menilai kali ini Go Bok Tae akan tamat. Man Bong menyahut tentu saja, tapi kita juga harus merencanakannya dengan hati-hati, kalau gegabah maka akan menimbulkan masalah.
Young Dal menemui Yoo Jin di restouran. Yoo Jin datang bersama seorang pria bernama Manajer Yoon Jung Woo dari Kasino Lucky.
Yoo Jin bertanya apa Young Dal tahu Anderson Grup. Young Dal tahu perusahaan itu, Perusahaan Kasino Amerika. Mereka hampir membeli saham kasino Dae Jung tapi kontraknya dibatalkan. Yoo Jin mengatakan kalau Han Chang dan Anderson membuat kesepakatan investasi. Ia pun meminta Manajer Yoon untuk melanjutkan penjelasannya.
Manajer Yoon menjelaskan Anderson Grup ingin berinvestasi di Korea melalui Han Chang grup sebesar 10 milyar dollar. Young Dal terkejut, sebanyak itu. Yoo Jin mengatakan jumlah sebesar itu tidak sebanding dengan bisnis Yeongjongdo yang sedang dibangun oleh Dae Jung grup, tapi Anderson mempunyai syarat untuk investasi 10 milyar dolar itu. Young Dal menebak apa itu tentang pengembangan pelanggan hotel. Yoo Jin memuji Young Dal cepat tanggap, ia ingin menyelesaikan masalah ini dengan Young Dal. Kalau kita berhasil, ia bisa bekerja sama dengan Young Dal.
Shin Hye memberi tahu Dong Soo kalau sekarang Yang Ha sudah dibebaskan. Dong Soo heran bagaimana bisa, apa yang terjadi. Shin Hye menebak permintaan Young Dal pada Ahn Chang Bong pasti sudah berhasil dan Kang Tae Sun tetap tutup mulut hingga penyelidikan tak bisa dilanjutkan. Dong Soo merasa dirinya harus bertemu dengan Dong Woo, Shin Hye setuju.
Yang Ha kembali ke perusahaan usai penyelidikan tentang dirinya dihentikan. Di depan perusahaan Yang Ha bertemu Shin Hye. Yang Ha terkejut untuk apa Shin Hye datang kesini. Shin Hye tersenyum mengatakan ia sudah menunggu Yang Ha. Ia ingin bicara dengan Yang Ha sebentar.
Keduanya duduk di bangku depan gedung perusahaan. Shin Hye mengatakan bahwa berkat Young Dal yang meminta tolong pada Ahn Chang Bong maka Yang Ha bisa bebas lebih cepat, Young Dal sudah menutup mulut Kang Tae Sun.
Yang Ha mencibir apakah ia harus berterima kasih pada Young Dal yang memasukannya ke penjara lalu membebaskannya. Shin Hye meminta Yang Ha jangan beranggapan begitu. Yang Ha mengingatkan Shin Hye bahwa ia tak memiliki hubungan apapun dengan Young Dal dan Dong Soo jadi jangan bicarakan lagi tentang mereka padanya.
Shin Hye berkata Yang Ha harus menemui seseorang sekarang, apapun keputusan Yang Ha nanti belum terlambat melakukannya setelah Yang Ha menemui orang itu. Yang Ha tanya siapa yang harus ia temui. Shin Hye berkata orang itu adalah Jang Dong Soo, bahkan jika Yang Ha tetap mengelak tak memiliki hubungan dengan Dong Soo, toh dia tetaplah kakak sulung Yang Ha. Ia meminta Yang Ha menemui Dong Soo.
Yang Ha pun menemui Dong Soo. Sikap angkuhnya masih terlihat, ia bahkan tak melihat ke arah Dong Soo ketika Dong Soo bicara.
Dong Soo mengerti bagaimana perasaan Yang Ha, “Aku memang tak berhak dipanggil Hyung olehmu. Aku tak mampu melindungimu ketika kau kecil dan kehilanganmu. Tapi Dong Woo, bahkan jika kau menyangkal hubungan kita jangan mengabaikan ayah kita.”
Mata Yang Ha beralih menatap Dong Soo, tatapannya berubah sendu.

“Jang Jong Guk, bagaimana pun kau menjalani hidupmu jangan melupakan namanya. Aku akan meyakinkan Dong Chul. Aku tak tahan melihat kalian bertarung lebih lama lagi. Kalau kau bisa bahagia aku tak akan menghentikanmu memilih jalan yang berbeda. Aku akan menghargai keputusanmu. Dan jika aku bisa berharap satu hal darimu, janganlah hidup seperti Yoon Tae Joon, orang yang membesarkanmu. Dulu kau pernah mengatakan padaku uang adalah kehormatan, uang adalah harga diri, uang adalah segalanya. Kenyatannya tidak begitu, ada hal yang lebih penting daripada uang. Yang membuatku sedih dan kecewa adalah Presdir Yoon membesarkanmu dengan cara itu.”

Mata Yang Ha memerah hampir menangis. Dong Soo berkata kalau ia sadah mengatakan semua yang ingin ia katakan pada Yang Ha. Dong Soo yang juga hampir menangis pun pergi lebih dulu dari sana.
Yang Ha terdiam meresapi perkataan Dong Soo, haruskah ia memilih jalan hidup yang berbeda dengan kedua kakaknya. Akankah kehidupan itu membuatnya bahagia kelak. Walaupun ia menyadari pada dasarnya kehidupannya yang sekarang dengan Presdir Yoon Tae Joon sebagai ayahnya tak pernah membuatnya bahagia bahkan membuatnya tertekan.
Yang Ha menemui Presdir Yoon usai penyelidikan tentang dirinya dihentikan. Presdir Yoon tersenyum memeluk Yang Ha. Presdir memuji Yang Ha sudah berusaha keras. Dalam pelukan Presdir Yoon, Yang Ha mengingat ucapan Dong Soo tadi bahwa ia jangan sampai hidup seperti Yoon Tae Joon.
Presdir penasaran apa yang terjadi ternyata Yang Ha lebih cepat bebas itu diluar dugaannya. Yang Ha bilang ini semua berkat Presdir Yoon. Presdir tersenyum menilai Yang Ha sungguh hebat, ia meminta Yang Ha beristirahat dan akan kembali menjadi CEO lagi dan lakukan saja apa yang Yang Ha inginkan. “Aku akan menyingkirkan Heo Young Dal yang menghalangi jalanmu.”

Yang Ha tanya bagaimana dengan Ahn Chang Bong. Presdir berkata ia tak bisa melakukan apapun kalau Ahn Chang Bong bisa mengendalikannya. Maka dari itu ia pun akan mengurus Ahn Chang Bong jadi Yang Ha tak usah mengkhawatirkan masalah itu.
Sekretaris Gong menyampaikan pada Go Bok Tae tentang Yang Ha yang sudah dibebaskan. Go Bok Tae terkejut bagaimana bisa bebas secepat itu. Sekretaris tidak tahu alasannya, tapi yang pasti penyelidikan terhadap Yang Ha sudah dihentikan dan sekarang Go Bok Tae tak perlu lagi mendatangi kejaksaan.

Go Bok Tae tertawa puas, ia tak tahu ternyata hidupnya penuh dengan keberuntungan. Padahal sebelumnya ia sangat gugup dengan penyelidikan itu. Ia akan merayakan ini dengan sedikit minum-minum. Ia menyuruh Sekretraisnya untuk memesan tempat dan juga menghubungi Hyun Pil Sang. Go Bok Tae senang sekali, perasaannya sekarang lebih baik daripada memenangkan jackpot.
Young Dal menyampaikan pada Jang Soo dan Jerry tentang investasi Anderson Grup pada Han Chang grup yang besarnya 10 milyar dollar. Jang Soo dan Jerry kaget, angka itu berapa nol-nya ya kalau dinilai dalam won. Hahaha.

Jang Soo jadi gemetaran dan gugup apa kita bisa ikut dalam bisnis sebanyak itu. Young Dal mengangguk mengatakan impian akan menjadi kenyatan. Jang Soo merasa kalau pun ini sebuah akhir dari mimpi, ini sungguh mimpi yang hebat.
Jerry langsung memberikan hormat pada Young Dal. Jang Soo malah menggaplok kepala botaknya meminta Jerry jangan konyol. Tapi dirinya sendiri malah melakukan apa yang Jerry lakukan tadi, “Aku mencintaimu, Eksekutif Heo Young Dal.” (wakakaka) Young Dal tertawa meminta kedua temannya berhenti omong kosong lebih baik minum saja.
Jun Ho sampai disana dan ikut bergabung. Jerry heran kenapa Jun Ho lama sekali datangnya. Jun Ho mengatakan ia masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Jun Ho bertanya pada Young Dal apa sudah mendengar tentang Yoon Yang Ha. Young Dal menjawab belum. JunHho mengatakan kalau Yang Ha sudah dibebaskan hari ini. Young Dal terkejut senang. Jerry menyahut kalau ini semua berkat Young Dal.

Young Dal tanya apa penyelidikan terhadap Yang Ha sudah selesai. Jun Ho menjawab ya. Jang Soo penasaran apakah Yang Ha sudah tahu kalau Young Dal melakukan semua ini demi Yang Ha. Young Dal menyahut apa itu penting, yang terpenting baginya Yang Ha sudah bebas.
Young Dal menerima telepon dari Dong Soo. Dong Soo sekarang berada di warung minum soju sendirian. Ia bertanya apa adiknya ini sudah mendengar tentang Dong Woo yang dibebaskan. Young Dal bilang ia baru saja tahu. Dong Soo tahu Young Dal sudah berusaha keras membebaskan Yang Ha. Young Dal kemudian bicara menjauh dari teman-temannya.

Dong Soo mengatakan ia merasa malu pada dirinya sendiri. Young Dal tak mengerti apa yang kakaknya bicarakan, kenapa berkata seperti itu. Dong Soo berkata selama ini ia tak pernah melakukan apapun untuk kedua adiknya, ia sangat menyesal.
Young Dal semakin heran dengan ucapan Dong Soo, apa kakaknya ini sedang mabuk. Dong Soo bilang ia sedikit minum, “aku bahagia Dong Woo sudah bebas dan ketika aku memikirkanmu hatiku sakit sekali. Saat aku memikirkan bagaimana kita berakhir seperti ini, amarahku langsung meluap. Saat aku memikirkan Yoon Tae Joon itu membuatku marah dan dadaku hampir meledak. Karena itulah aku minum.” Young Dal mengerti bagaimana perasaan kakaknya.
Suara Dong Soo terisak karena ia mulai menangis, “Dong Chul-ah, hari ini aku sangat merindukan ayah. Kita harus bagaimana dengan Dong Woo?”

Mendengar itu membuat Young Dal pun akan menangis. Dong Soo menutup teleponnya dan menangis sendirian mengenang ayahnya dan tak tahu apa lagi yang harus ia perbuat untuk membuat Dong Woo kembali berkumpul bersamanya.
Bukan hanya Dong Soo dan Young Dal saja yang sedih, namun Yang Ha juga bimbang. Ia terus-menerus memikirkan ucapan Dong Soo padanya. Bahwa ia tak boleh melupakan ayah kandungnya bagaimanapun ia nanti menjalani hidup. Ia tak boleh melupakan nama ayah kandungnya.

Ia juga mengingat ucapan Presdir Yoon yang akan berusaha menyingkirkan Young Dal yang menghalangi jalannya. Bahkan Presdir Yoon juga akan mengurus (menyingkirkan) Ahn Chang Bong.
Di perusahaan Yang Ha mendapatakan ucapan selamat karena sudah bebas dan dipromosikan kembali menjadi CEO.
Hyun Pil Sang dan Hwa Ran melihat itu dari lantai atas. Hwa Ran heran apa yang terjadi, ia pikir Hyun Pil Sang yang akan mewarisi Dae Jung grup, tapi direktur Hyun Pil Sang sendiri tidak manjadi CEO. Hyun Pil Sang meyakini kalau Yang Ha tak akan lama diposisi itu. Hwa Ran melihat kepercayaan Presdir Yoon terhadap Yang Ha semakin kuat sejak Yang Ha hampir masuk penjara.

Hyun Pil Sang berkata itu karena Hwa Ran tidak mengenal Presdir. “Darah dingin yang mengalir dalam tubuhnya, dia tak pernah mempercayai siapapun. Hanya ada hubungan yang bisa menguntungkan dia.” Sekarang saatnya ia mengambil keuntungan dari Presdir Yoon dan Yang Ha.
Yang Ha mengatakan pada Manajer Bae kalau mereka akan mengadakan rapat eksekutif siang ini. Ia menyuruh Manajer Bae untuk memberi tahu semua ekskutif agar hadir dalam rapat tersebut dan kumpulkan semua karyawan besok pagi karena ia akan menerangkan visi misi untuk masa depan perusahaan. Manajer Bae mengerti.
Yang Ha menerima telepon dari Presdir Yoon yang mengatakan kalau ia sudah mengurus Ahn Chang Bong maka sekarang sudah saatnya bagi Yang Ha untuk menyingkirkan Heo Young Dal. Yang Ha terkejut mendengarnya.
Young Dal, Jerry dan Jang Soo sampai di kasino dengan senyum sumringah. Jun Ho tergesa-gesa menghampiri ketiganya. Ia memberi tahu Young Dal bahwa Ahn Chang Bong mengalami kecelakaan mobil. Dia sedang dioperasi sekarang dan kondisinya kritis.

Young Dal kaget bukan main, di rumah sakit mana. Jun Ho bilang rumah sakit Han Sung di Seoul. Young Dal yang khawatir segera menuju kesana.
Yang Ha yang berdiri tak jauh dari sana pun ikut khawatir.

Bersambung ke episode 23

Ayo Yang Ha sudah saatnya kau keluar dari belenggu Yoon Tae Joon. Bukankah kau pun menyadari hidup sebagai putra Yoon Tae Joon tak membuatmu bahagia. Jadi pilihlah pilihan yang tepat yang bisa membuat hidupmu bahagia. Yang Ha hwaiting :p

9 comments:

  1. Sedih banget duh YH meskipun kau menyangkalnya tetap saja mereka adl hyung2mu...
    jdi penasaran eps slanjutnya...
    bzok udah senin ...
    Fighting!!!

    ReplyDelete
  2. Hiks..hiks...di episode ini pada nangis semua....
    Apalagi pas DS bilang kangen bapaknya
    Nyesss ..jangan kan young dal ,saya juga ikutan nangis

    Mba anis dan mba inda ,fighting !!
    Hiks..hiks

    ReplyDelete
  3. bahkan walaupun cuma baca sinopsis sukses bikin aq mewek. hiks hiks

    ReplyDelete
  4. Jd mewek saat DS tlp yongdal ....perasaan yg campur aduk....bsok hr seniiiiiin.....hwaitng mbak anis gomawo

    ReplyDelete
  5. bagus banget ceritanya.
    Gimana akhirnya ya....

    ReplyDelete
  6. Hati ku amp seeekk rasa nya sakit gmn gtu bc sinop pas DS nangis sedihh :'(

    ReplyDelete
  7. Nangis mewek.......lht 3bersaudara

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...