Saturday, 9 August 2014

Sinopsis Temptation Episode 7 Part 1

Seok Hoon dan Se Young mengikuti seseorang yang memiliki tatto di tangan. Seok Hoon meyakini bahwa orang yang dimaksud adalah Presdir Du dari Hotel M.


Seok Hoon menggandeng Se Young masuk ke gang sempit. Seseorang menyalakan senter diarahkan ke Seok Hoon dan Se Young. Orang itu bertanya dalam bahasa inggris siapa Seok Hoon dan Se Young. Seok Hoon menjawab menggunakan bahasa inggris kalau ia ingin bertemu dengan Presdir Du.
Pria itu menghubungi Presdir Du menggunakan bahasa mandarin mengatakan kalau ada seseorang yang ingin bertemu. Pria itu pun mengantar Se Young dan Seok Hoon menemui Presdir Du.
Diluar bekas restoran pria itu mengantar Seok Hoon dan Seo Young. Keduanya masuk ke restoran yang tak terurus. Kotor dan berantakan. Seorang pria berdiri diam disana.
Presdir Du heran bagaimana Seok Hoon dan Se Young tahu kalau ia ini Presdir Du, karena tak ada orang tahu bahwa dirinya ini Presdir Du yang asli. Seok Hoon tahu ketika melihat tato yang ada di tangan Presdir Du. Presdir Du memperhatikan tato yang ada di tangannya dan memuji Seok Hoon memiliki mata yang tajam.
Presdir Du beralih menatap wanita yang ada disamping Seok Hoon, ia menebak kalau wanita itu pasti Yoo Se Young dari perusahaan Dongsung. Se Young membenarkan, ia ingin membicarakan tentang pembelian hotel M dengan Presdir Du.

Presdir Du sedang tak ingin membicarakan tentang bisnis. Ia tak ingin bicara dengan Se Young, lagi pula perusahaannya sedang bekerja sama dengan pembeli lain. Ia memperhatikan sekeliling restoran mengatakan dirinya datang kesini untuk makan.
Kang Min Woo dan yang lain selesai melakukan pertemuan. Mereka keluar dari ruang pertemuan denngan senyum yang mengembang. Tentu saja yang bersama Min Woo ini bukanlah Presdir Du yang asli. (orang suruhannya Presdir Du kali ya)

Young Chul yang ada disana berusaha menghubungi Seok Hoon. Ia tak tahu kemana Seok Hoon dan Se Young pergi. Tapi ponsel Seok Hoon tak aktif. Ia panik karena Presdir Du akan segera pergi.
Seok Hoon mengaku ia sedikit kecewa mengetahui Presdir Du menyukai sup buntut yang merupakan masakan Korea padahal Presdir Du ini seorang milyuner. Presdir Du berkata kalau Korea memang negara yang aneh, ini restoran tua yang sudah buka selama 30 atau 40 tahun menghilang. Seok Hoon berkata banyak yang berubah dalam 5 tahun, banyak toko seperti ini yang sudah tutup.
Presdir Du memahami itu, ia pun tahu sebuah ungkapan Korea yang mengatakan bahwa ‘dunia berubah setiap dekade’ tapi berubah seperti ini sungguh buruk.

Se Young harap Presdir Ddu memberinya kesempatan untuk membicarakan persyaratannya membeli hotel. Presdir Du kesal, ia tak ingin membicarakan itu bukankah ia sudah bilang dirinya sudah melakukan bisnis dengan Perusahaan Ajin.

Se Young mengatakan kalau Dongsung terlibat dalam bisnis ini dengan baik sebelum Ajin jadi tidak adil jika Presdir Du tidak memberikan kesempatan pada perusahannya. Presdir Du tak mau mendengarnya lagi.

Seok Hoon berkata ia akan membantu Presdir Du menikmati sup buntut yang dulu biasa Presdir Du makan disini. Tapi sebagai imbalannya bersediakah Presdir Du memberikan Dongsung kesempatan. Presdir Du tertawa remeh tak percaya, apa Seok Hoon ingin melawan ingatannya terhadap sup buntut itu. Seok Hoon berkata tidak ada yang rugi apapun disini. Presdir Du pun mengangguk setuju.
Hong Joo berada di kamar mandi mencuci pakaiannya yang terkena noda minuman ketika dirinya bicara dengan Se Young. Ia teringat ucapan Se Young yang mengatakan padanya bahwa Se Young sudah mulai terpesona pada suaminya. Hong Joo kesal karena noda itu tak juga hilang ditambah lagi ia juga kesal pada Se Young.
Hong Gyu yang mendengar suara kakaknya berisik di kamar mandi bertanya dari luar, suara apa itu, apa Hong Joo baik-baik saja. Hong Joo menjawab bukan apa-apa. Hong Gyu memberi tahu kalau ponsel Hong Joo terus berdering. Hong Joo pun keluar kamar mandi menjawab teleponnya.
Hong Joo menerima telepon yang meminta dirinya datang ke rumah sakit besok jam 2 siang. Ayah tanya apa itu telepon dari rumah sakit. Hong Joo membenarkan, ada lowongan disana dan yang menjadi manajer ingin bertemu dengannya. Ayah menilai itu bagus jika Hong Joo kembali bekerja ditempat yang lama.
Hong Gyu menyahut itu berita bagus, karena ia tahu kakaknya ini yang terbaik dalam menggosok punggung. Itulah yang membuat suami kakaknya jatuh cinta. Hong Joo tak menanggapi ucapan adiknya dan masuk kamar. Hong Gyu menegaskan bahwa apa yang ia katakan ini benar karena Seok Hoon sendiri yang mengatakan itu padanya.
Hong Joo menatap foto dirinya bersama Seok Hoon. Foto ketika Seok Hoon menjadi pasien dan dirinya seorang perawat. Ia yang kesal membalikan foto itu, tak ingin melihatnya.
Seok Hoon dan Se Young berjalan bersama menyusuri jalan. Se Young merasa tak nyaman berjalan karena kakinya sedikit terluka. Tapi ketika Seok Hoon bertanya ada apa, ia mengatakan tidak apa-apa. Seok Hoon melihat ada luka di kaki Se Young. Se Young bilang tidak apa-apa lebih baik keduanya memanggil taksi. Seok Hoon meminta Se Young menunggu disini.
Ketika Seok Hoon kembali, ia membawa obat-obatan untuk mengobati luka di kaki Se Young. Se Young cemberut karena luka yang di dapatnya ini gara-gara Seok Hoon. Seok Hoon minta maaf karena tak melihat-lihat lagi ketika berlari tadi. Se Young tersenyum walau bagaimana pun tadi itu bukan lah perjalanan yang membosankan. Berkat Seok Hoon ia bisa bertemu dengan Presdir Du.

Seok Hoon menempelkan plester di kaki Se Young yang terluka. Ada perasaan canggung di hati Se Young apalagi ketika kedua matanya bertemu dengan kedua mata Seok Hoon. Hatinya semakin gelisah.
Seok Hoon dan Se Young turun dari taksi. Seok Hoon mengantar Se Young sampai di depan apartemen. Seok Hoon melihat-lihat gedung itu. Se Young tanya ada apa. Seok Hoon berkata bukan apa-apa, ini hanya jauh lebih biasa dari yang ia bayangkan. Ia mengira Se Young hidup disebuah istana. Se Young bilang apartemen ini dekat dengan kantor dan cukup bagus sebagai apartemen yang ditinggali hanya untuk dirinya. Karena jika ia tinggal ditempat yang lebih besar maka ia akan kesulitan ketika membersihkannya. Seok Hoon heran apa Se Young membershkan rumah sendiri. Se Young menjawab ia sukup sering membersihkan rumahnya sendiri.
Se Young merasa sudah cukup Seok Hoon bertanya tentang kehidupan pribadinya, ia pun bertanya apa yang akan Seok Hoon lakukan sekarang. Bukankah Seok Hoon sudah berjanji pada Presdir Du. Apa Seok Hoon benar-benar akan bisa menemukan pemilik restoran itu?

Seok Hoon berkata kalau kita harus mulai mencobanya, akan hebat jika mereka memiliki restoran lain disuatu tempat. Tapi jika tidak maka harus ada cara lain. Se Young menilai Seok Hoon sungguh ceroboh menjanjikan hal yang mustahil pada Presdir Du. Seok Hoon berkata begitulah dirinya. Se Young merasa Seok Hoon ini sungguh sederhana seperti pemikian anak kecil. Ia pun menitip salam untuk istri Seok Hoon.

Se Young masuk ke gedung apartemen, ketika sampai didalam gedung langkahnya terhenti dan berbalik untuk kembali melihat Seok Hoon. Seok Hoon membungkukan kepalanya tanda menyapa sampai bertemu nanti.
Se Young sampai di apartemennya, ia membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Ia mengenggam tangan yang tadi digenggam oleh Seok Hoon ketika melewati gang sempit tadi. Se Young tersenyum malu mengingat kejadian tadi.
Senyum itu tiba-tiba menghilang ketika dirinya dikejutkan oleh dering ponsel. Telepon dari temannya yang seorang dokter.

Dokter tanya bagaimana perasaan Se Young sekarang. Se Young malah balik bertanya tentang apa. Dokter berkata bukankah Se Young bilang sedang tak enak badan, apa sekarang sudah baikkan. Se Young merasa ini semakin buruk. Ia mudah lelah, pandangnnya kabur dan merasa hampa.
Dokter meminta Se Young datang menemuinya di rumah sakit besok. Tapi Se Young mengajak temannya ini ke tempat lain mencari sesuatu untuk dimakan saja. Temannya malah ngomel, “apa kau sadar dengan siapa kau bicara sekarang? Kau harus datang ke rumah sakit dan melakukan check up menyeluruh. Kau terdengar tidak sehat.”

Se Young tahu dirinya tidak sehat tapi ia yang paling tahu kondisi tubuhnya. Teman Se Yyoung tak mengerti apa maksudnya. Se Young berjanji akan menceritakan ini pada temannya lain kali. Ia akan memebuat reservasi ditempat yang temannya ini sukai.
Seok Hoon kembali ke kantor disana ada Jo Young Chul. Young Chul merasa seharusnya kita memanggil wartawan dan memberi wartawan itu bahan artikel. ‘Identitas asli milyuner Hongkong yang misterius. Ajin telah tertipu oleh pengalihnya. Bukankah itu terdengar seksi.

Seok Hoon merasa kalau mereka mungkin masih terlibat dalam kemungkinan pengambilalihan. Dan kita adalah pihak yang putus asa.

Young Chul heran melihat apa yang Seok Hoon lakukan di depan komputer, “apa kau sedang mencari resensi restoran?” Seok Hoon berkata kalau ia sedang membaca melalui blog-blog makanan terkenal tapi sulit menemukan apa yang ia cari.

Young Chul mengingatkan temannya ini jangan lagi menghilang tiba-tiba seperti tadi. Seok Hoon minta maaf. Young Chul tak ingin itu terjadi, bagaimana nanti jika Hong Joo menelepon. Tak mungkin ia mengatakan pada istri Seok Hoon kalau Seok Hoon menghilang bersama Presdir Nya. Apa Seok Hoon ingin ia mengatakan itu pada Hong Joo.
Ketika sedang menyetrika pakaian Hong Joo menerima panggilan telepondari Seok Hoon. Seok Hoon mengatakan kalau ia mendnegar dari Young Chul kalau hong Joo meneleponnya ia minta maaf karena tadi ada sesuatu yang snagat penting. Hong joo berkata seperti menyindir bahwa belakangangan ini memang ada banyak hal yang penting.

Seok Hoon tanya apa semuanya berjalan lancar, apa Hong Joo menelepon karena ada masalah. Hong Joo bilang kalau ia hanya ingin melepeon saja, ia tanya apaseok hoon sudah mendengar sesuatu yang lain. Seok Hoon tanya apa, karena Young Chul hanya mengatakan Hong Joo menelepon. Hong Joo berkata lupakan saja.
Seok Hoon mendengar sekarang Hong Joo berhenti menjadi pengasuh, apa anak itu sudah pulang. Ia menilai itu bagus karena Hong Joo tidak perlu bertemu dengan ayah anak itu lagi. Hong Joo tanya apa itu yang ingin Seok Hoon tanyakan. Seok Hoon bilang ia tak punya niat lain, ia mendengar ada banyak rumor buruk tentang hubungan Kang Min Woo yang kacau dengan beberapa wanita.
Hong Joo tanya lagi memangnya kenapa, “Rumor baik apa yang kau coba mulai dengan bekerja di perusahaan wanita itu? haruskah aku menanyakanmu sebelumnya? Bagaimana jika dia benar-benar berusaha untuk dekat denganmu? Bagaimana jika dia mengatakan dia tak akan melepaskanmu pergi?”

Seok Hoon berkata itu tak akan ada artinya, “aku hanya memerlukan kepercayaanmu.”

Hong Joo menarik nafas, ia akan mempercayai Seok Hoon bahkan jika ia tidak bisa sepenuhnya ia akan berpura-pura percaya. Seok Hoon minta maaf karena sudah bertanya tentang Min Woo, ia juga akan mempercayai Hong Joo. Hong Joo mengingatkan agar Seok Hoon jangan mwnganggap enteng yang namanya perasaan orang lain. Ia pun menyudahi bicaranya dengan Seok Hoon.

Hong Joo memperhatikan pakaian yang disetrikanya. Noda itu tak hilang dari sana.
Keesokan harinya, Min Woo bersama Pengacara Choi berada di mobilnya. Min Woo tanya apa pengacara Choi melihat orang orang dari perusahaan dongsung ditempat kemarin. Ia melakukan rapat dengan pihak hotel M. Pengacara Choi menjawab ia tak melihat mereka. Min Woo merasa ini aneh, bukankah pihak Dongsung sudah tahu tempat dan waktu dimana Presdir Du berada tapi kenapa mereka tidak emngambil tindakan apapun.
Supir Kim berkata kalau kemarin ia melihat Presdir Perusahan Dongsung di lobi tempat itu ketika Min Woo sedang dalam pertemuan. Min Woo terkejut apa supir Kim yakin itu. Supir Kim menjawab ya, ia melihat Presdir Perusahaan Dongsung menunggu seseorang dengan asistennya.

Min Woo heran mereka ada disana tapi kenapa pergi tanpa menemui Presdir Du. Ia merasa ini aneh, ia pun meminta pendapat pengacara Choi. Pengacara Choi tidak tahu karena terkadang Se Young juga itu sulit diterka. Min Woo semakin merasa aneh karena Se Young bukan tipe orang yang menyerah semudah ini. Ia pun mengeluh Se Young ini membuat sakit kepalanya semakin memburuk saja.
Se Jin dengan tampang sewotnya mendatangi perusahaan kakaknya. Se Jin berbalik akan pergi lagi, tapi ia teringat ancaman ayahnya.

Flashback
Tn Yoo mengancam Se Jin jika anak perempuannya ini kabur lagi maka itu akan menjadi akhir bagi Se Jin. Tn Yoo menyuruh Se Jin menemui Se Young dan bertanya apakah ada lowongan pekerjaan untuk Se Jin. Mulai sekarang, ia akan membiarkan Se Jin tinggal dan makan di rumah tapi Se Jin harus menghasilkan uang sendiri jika ingin berbelanja.

Se Jin cemberut memalingkan wajahnya. Tn Yoo meninggikan suaranya apa Se Jin tak mendengar ucapannya, kenapa tak mengatakan apapun. Bibi Jung menasehati Tn Yoo agar pelan-pelan saja. Tapi Tn Yoo malah mengomeli Bibi Jung, seharusnya Bibi Jung juga mendengarkan, jika Bibi Jung memberikan uang pada Se Jin tanpa persetujuan darinya maka keduanya akan mendapatkan hukuman darinya. Se Jin bicara sinis, ia tak akan mengambul uang ayahnya.

Se Jin akan pergi, ayahnya tanya mau pergi kemana. Se Jin berkata bukankah ayahnya tadi menyuruhnya untuk pergi menemui Se Young.
Se Jin kemudian bicara manis sambil tersenyum manja, “Tapi ayah aku perlu membeli pakaian baru untuk terlihat dan bekerja seperti seorang wanita karir.” Tn Yoo mendelik tak setuju. Se Jin tersenyum manja memohon. Tapi bisa ditebak ayahnya ga bakalan ngasih duit belanja hahaha.

Flashback end
Se Jin berada di ruangan Se Young. Se Young mengatakan itu upah minimum untuk seorang pekerja paruh waktu di toko. Se Jin terkejut tak menyangka kakaknya ini menempatkan dirinya sebagai pelayan toko yang kerjanya paruh waktu dengan gaji yang tentu saja tak cukup untuk dirinya. Ia protes apa ayah memintanya untuk bekerja mengambil pesanan, memberi kembalian, dan dibayar dengan upah kecil.

Se Young bicara santai mengatakan ada banyak orang yang senang mengambil pekerjaan itu. “Jika kau berusaha untuk bolos aku akan langsung memecatmu.” ancam Se Young.

“Eonni....” Se Jin kesall sekali.

Se Young meminta Se Jin menyembunyikan identitas bahwa Se Jin adiknya. Jika ada orang tahu dari mana Se Jin berasal dan siapa kakak Se Jin maka Se Jin akan langsung dipecat.
“Eonni-ya...” Se Jin tersenyum manja dengan suara melembut, “Kau jangan jahat begitu. Ayo kita saling membantu. Katakan saja pada ayah bahwa kerjaku bagus. Dia akan memberi seribu jempol pada apapun yang kau katakan.”
Tapi tentu saja Se Young tak mau melakukan itu, “Kau benar-benar tidak ingin bekerja kan?” Se Jin tak menyangkal dan sebagai imbalan ia akan tetap menjaga rahasia Se Young. Se Young tertawa memangnya rahasia apa. Se Jin tahu kalau kakaknya ini sedang melirik seorang pria. Se Young bilang itu tak akan ada gunanya.

Se Jin tak bisa tertipu, ia melihat tatanan rambut, dandanan dan pakaian yang Se Young kenakan semua sudah menyatakan itu. “Kau sedang berusaha memamerkan pesonamu. ini seperti uangkapan ‘kau tak bisa lari dariku’”

Se Young berkata kalau begitu tolong bawa pria itu padanya, ia ingin melihatnya. Se Jin menatap curiga, ia yakin Se Young pasti memiliki seorang pria yang disukai. Se Young diam saja tak menanggapi.
Seseorang mengetuk pintu ruangan Se Young. Se Young mempersilakan masuk. Seok Hoon masuk ke ruangan Se Young. Menyadari Se Young sedang ada tamu Seok Hoon pun permisi akan kembali nanti. Se Young bilang tidak apa-apa karena ia dan tamunya sudah selesai bicara.
Se Jin tersenyum mendengar nada suara kakaknya yang terdengar bersemangat dan melihat penampilan Seok Hoon. Sepertinya di kepala Se Jin muncul pikiran ‘oh ini nih cowok yang dilirik kakaknya’ Tajem juga instingnya nih anak hahaha.

Se Jin tersenyum menyapa Seok Hoon, ia merasa dirinya belum pernah bertemu dengan Seok Hoon. Ia mengenalkan dirinya adik Se Young. Se Young meminta Se Jin segera pergi karena ia ada jadwal pertemuan. Ia harap Se Jin mulai bekerja di toko itu besok. Se Jin menjawab mengerti dengan kesal, tapi ketika melihat Seok Hoon ia tersenyum dan permisi.
Seok Hoon menilai adik Se Young ini sungguh manis. Se Young tersenyum adiknya ini memang bayi di keluarganya, dia juga pembuat masalah.

Seok Hoon menayakan kondisi kaki Se Young. Se Young bilang itu hanya luka lecet. Ia kemudian menanyakan maksud Seok Hoon menemuinya. Seok Hoon mengatakan ia sudah menemukan tempat pemilik restoran itu tinggal. Se Young senang mendengarnya.
Hong Joo sampai di rumah sakit, ia tersenyum menyapa rekan-rekan yang dulu bekerja bersamanya. Ia menemui manajer rumah sakit yang ternyata temannya Se Young dan dokter konsultasinya kemarin.

Dokter berkata kalau ia tahu bukan bagiannya terlibat dalam bagian keperawatan tapi mereka tiba-tiba teringat pada Hong Joo ketika membicarakan pernikahan Hong Joo. Ia sedikit penasaran apa Hong Joo sudah tidak berusaha untuk memiliki seorang bayi lagi. Hong Joo merasa sekarang bukanlah saat yang terbaik. Dokter menebak kalau semuanya tidak berjalan baik dengan suami Hong Joo. Hong Joo tersenyum, Dokter berkata seorang pria terkadang seperti itu, mereka jadi lebih ketakutan meskipun bukan mereka yang mengalami hamil dan melahirkan.
Dokter berharap Hong Joo akan mulai bekerja besok. Hong Joo tersenyum menyanggupi, ia akan bicara dengan Perawat Park mengenai jadwalnya. Ia berterima kasih pada dokter karena sudah memanggilnya kembali ke rumah sakit ini.

Hong Joo akan keluar dari ruangan dokter. Tapi ketika dokter menerima telepon dan menyebut nama Se Young, Hong Joo terdiam terkejut mengetahui kalau dokter kenal dengan Se Young. Dokter mengingatkan Se Young, bukankah ia sudah menyuruh Se Young untuk datang ke rumah sakit. Sepertinya keduanya ini akan janjian ketemuan.
Malam hari, Han Ji Sun mengendap-endap masuk ke dalam kamar. Ia pulang kemalaman. Ia melihat Min Woo sudah tidur. Ia meniup aroma mulutnya mengecek apakah bau alkohol masih tercium. Ia pun berjalan jinjit menuju ke kamar mandi. Tiba-tiba Min Woo membuka matanya, ia belum tidur.
Keesokan harinya, Seok Hoon menerima sms dari Se Young yang memintanya menjemut dirinya di apartemen. Seok Hoon pun memacu mobilnya kesana.

Seok Hoon sampai didepan gedung apartemen Se Young. Se Young mengajak Seok Hoon segera pergi. Seok Hoon terkejut Se Young akan pergi kemana. Se Young bilang bukankah Seok Hoon akan pergi bekerja, sementara dirinya akan menikmati perjalanan itu. Seok Hoon bingung tak mengerti. Se Young tertawa, apa Seok Hoon hanya akan berdiri saja dengan tampang bengong begitu.
Seok Hoon pun membuka pintu belakang mobil agar Se Young masuk. Tapi Se Young malah membuka pintu depan, ia akan duduk di samping pengemudi.
Di dalam mobil Seok Hoon mengatakan kalau hari ini ia akan pergi ke provinsi Gangwon. Se Young terkejut, “Benarkah? Kita tidak pergi ke pulau Jeju ya?”

Kini giliran Seok Hoon yang terkejut. Namun sesaat kemudian Se Young tertawa, ia tahu ini perjalanan menuju provinsi Gangwon untuk menemui nenek tua itu. Kenapa, apa Seok Hoon tak nyaman pergi bersamanya. Seok Hoon menyahut bukan begitu, ia hanya berpikir Se Toung tak perlu datang. Se Young berkata bukankah ia sudah bilang silakan saja Seok Hoon bekerja ia akan beristirahat dan menggunakan perjalanan ini sebagai alasan.
Se Young merasa perjalanan ini begitu sunyi, ia minta ijin bisakah keduanya mendengarkan musik. Seok Hoon bilang ini mobil sewaan jadi tidak banyak tersedia CD lagu. Ia memiliki bebererapa CD lagu di tasnya. Se Young menyahut kalau ia juga membawa beberapa CD lagu.

Seok Hoon akan mengambil CD lagu di tas yang ia letakan di jok belakang. Begitu pun dengan Se Young. Keduanya akan mengambil tas yang diletakkan di belakang. Wajah keduanya hampir saja bertabrakan, keduanya saling menatap sejenak. Canggung, salah tingkah dan langsung ke posisi semula. Keduanya diam tak ada yang bicara.
Hong Joo mengenakan seragam perawat di rumah sakit. Ia menyapa setiap kali bertemu dengan teman-temannya.

Dalam perjalanan menuju provinsi Gangwon, sesekali Se Young menoleh memperhatikan Seok Hoon.
Yoon Ah dan Song Ah bermain gelembung sabun di halaman rumah. Sementara Roy menggambar sendirian. Ia hanya bisa menghela nafas berat memperhatikan kedua kakak perempuannya bermain riang gembira.

Min Woo datang menghampiri Roy. Roy menutup buku gambar dan merapikan crayon. Ia berlalu dari sana.
Se Young membuka jendela mobil untuk menikmati udara segar. Ia benar-benar menikmati perjalanan ini.
Seok Hoon menepikan mobilnya ketika sampai disuatu tempat. Ia mengatakan pada Se Young sepertinya sudah hampir sampai. Ia akan keluar sebentar untuk bertanya. Seok Hoon masuk ke sebuah toko untuk bertanya.
Ketika Seok Hoon kembali ke mobil ia tak mendapati Se Young disana. Ia celingukan mencari dimana Se Young.
Seok Hoon mencari disekitar sana dan melihat Se Young tengah asyik bermain dengan anak-anak yang mencari ikan di sungai.  Se Young yang melihat Seok Hoon melambaikan tangan agar Seok Hoon bergabung dengan mereka.
Seok Hoon pun turun ke sungai. Mereka mencari ikan bersama-sama. Bisa ditebak yah, kalau keduanya pasti akan bermain air. Main ciprat-cipatan hingga baju keduanya basah kuyup hahaha.
Seok Hoon membagikan es pada anak-anak dan Se Young. Satu persatu anak-anak berterima kasih menerima es itu hingga Se Young pun mengucapkan terima kasih dengan logat anak-anak sebagai guyonan. Keduanya tertawa, Seok Hoon membantu membuka plastik es-nya.
Seok Hoon dan Se Young sudah berganti pakaian kering. Keduanya berjalan sambil menikmati es. Senyum selalu terpancar di wajah Se Young.
Yoo Se Jin benar-benar bekerja sebagai pelayan di toko hahaha. Dan salah satu pelanggan yang datang adalah Na Hong Gyu. Hong Gyu tertawa geli melihat Se Jin bekerja paruh waktu menjadi pelayan toko. Se Jin menahan kesal melihat Hong Gyu menertawakannya.

Hong Gyu mengira Se Jin hanya bercanda mengatakan bekerja paruh waktu tapi ternyata benar. Se Jin tak suka kedatangan Hong Gyu hanya mau meledeknya saja, lebih baik pergi saja. Ia kesal akan memukul, tapi Hong Gyu langsung menoleh pada manajer toko itu. Manajer toko sepertinya tak tahu siapa Se Jin hahaha. Se Jin pun langsung pasang wajah senyum pada Hong Gyu sebagai bentuk sopan santun pada pelanggan.
Hong Gyu tanya apa yang enak disini. Se Jin bilang semuanya enak. Hong Gyu ingin Se Jin merekomendasikan sesuatu yang enak disini padanya. Se Jin tersenyum kesal menawarkan es krim vanila plus tamparan sebagai toppingnya (hahaha) Hong Gyu tersenyum geli, ia tak mau es krim yang akan membakar. Ia akan memesan es krim green tea double dalam 1 cup.
Hong Gyu mengambil ponsel dan memotret apa yang Se Jin lakukan. Se Jin yang sedang menyiapkan pesanan Hong Gyu tak menyadari dirinya dipotret oleh Hong Gyu.

Hong Gyu merasa Se Jin benar-benar takut pada kakak Se Jin. “Kau bekerja disini paruh waktu tanpa protes.”

“Aku tidak takut.” tegas Se Jin. “Aku sedang mempelajari kehidupan melalui pengalaman yang berharga.”

Hong Gyu memuji kakak Se Jin benar-benar keren ketika ia bertemu dengannya. Ia mencetak foto Se Jin. Ia bertanya apa pekerjaan kakak sejin, pengacara? Profesor? Seniman?
“Dia seorang wanita tua yang belum menikah.” jawab Se Jin kesal sambil menyerahkan pesanan Hong Gyu.

Hong Gyu menerima es krim green tea-nya, “kau terlihat manis berpakaian seragam itu.” ucapnya sambil menyerahkan fotonya tadi.
Se Jin terkejut Hong Gyu mengambil fotonya. Ia kemudian tersenyum senang, “Benarkah?” Ia puun bicara manis pada Hong Gyu, selamat menikmati. Hong Gyu tersenyum berlalu dari sana.
Seok Hoon dan Se Young sampai di depan sebuah rumah. Pemilik rumah yang seorang nenek keluar bertanya siapa Seok Hoon dan Se Young. Seok Hoon mengatakan dirinya berasal dari Seoul, “apakah anda yang dulu pemilik restoran sup buntut di pasar Sambu?”
Nenek itu membenarkan, “apa yang membawa kalian kesini?” tanya si nenek.

Bersambung ke episode 7 part 2

Apa yang akan Seok Hoon dan Se Young minta dari si nenek. Berhasilkah keduanya dalam mengambil alih hotel M.

Se Young benar-benar bahagia, sepertinya dia baru pertama kali merasakan kebahagiaan seperti ini. Bahagia bisa menyukai seseorang dengan hatinya. Bahagia karena bisa merasakan jatuh cinta.


3 comments:

  1. Gomawo sinopnya nis.
    Jadi penasaran gmn endingnya.
    Semangat terus ya..

    Ita

    ReplyDelete
  2. seok hoon sama se young serasi yah
    cjw aktingnya kereeennn

    makasih mba anis sinopsisnya ^_^

    ReplyDelete
  3. Q suka klo seok hoon & se young jadian..pasti asik

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...