Sunday, 17 August 2014

Sinopsis Temptation Episode 9 Part 1

Hong Joo menyerahkan dokumen pengunduran dirinya sebagai istri Seok Hoon. Itu artinya Hong Joo ingin bercerai dari Seok Hoon. Hong Joo bahkan sudah menandatangi dokumen itu.


Seok Hoon : “Berpisah denganku, apa satu-satunya hal kau akan bahagia?"

Hong Joo : "Itu tidak akan membuatku lebih sengsara dari yang sudah kualami."
“Apa kau serius?” Seok Hoon seolah memberi kesempatan Hong Joo untuk memikirkannya kembali namun Hong Joo yang hatinya sudah terluka sudah membulatkan tekadnya. “Apa kau benar-benar serius?” Seok Hoon kembali memberi kesempatan pada Hong Joo untuk berpikir tapi keputusan Hong Joo sudah final. Seok Hoon bertanya lagi untuk yang ketiga kalinya tapi tetap saja jawaban Hong Joo sama.
Hong Joo keluar lebih dulu dari restoran dengan perasaan sedih. Seok Hoon ikut keluar menyusulnya. “Apa yang kau lakukan? Aku tahu aku memang salah. Aku sudah berusaha yang terbaik untuk menebusnya setelah pilihanku yang buruk itu. Aku sudah berusaha untuk menyelamatkan kau dan aku serta pernikahan kita. Tapi apa yang sudah kau lakukan?” ucap Seok Hoon dengan nada tinggi.

Hong Joo tanya apa sekarang Seok Hoon ingin menyalahkannya. Seok Hoon hanya ingin tahu apa lagi yang sudah Hong Joo lakukan selain menyalahkannya, membencinya, kemudian muncul dengan surat perceraian seperti ini. Hong Joo berkata kalau keduanya seperti ini karena Seok Hoon sama sekali tak memahami itu.
“Kalau begitu cobalah buat aku mamahami ini!” bentak Seok Hoon. “Kau memikirkannya sendiri dan membuat keputusan ini sendiri. Apa dengan menandatangani ini bisa menyelesaikan semuanya? Apa bisa?”

Hong Joo tidak tahu tentang Seok Hoon tapi ia meyakini dirinya bisa, walaupun setidaknya itu hanya menganggap dirinya terbangun dari mimpi buruk ini. Seok Hoon terkejut Hong Joo menganggap kehidupan bersamanya ini sebuah mimpi buruk, tapi baginya ini mimpi indah yang tak pernah ingin ia terbangun. Seok Hoon pun mengerti, “Kalau begitu mari kita bangun dari mimpi kita dan mengakhiri pernikahan kita.”
Seok Hoon mengambil cincin di kotak perhiasan yang sudah ia siapkan. Ia menilai ini adalah mimpi bodoh yang ia alami. Ia membuang cincin itu. Ia juga melepas cincin yang ada di jarinya. Ia pun bersedia mengakhiri ini semua dan sampai bertemu di pengadilan. Seok Hoon pun pergi dari sana.
Hong Joo menatap ke bawah dimana Seok Hoon membuang cincin pernikahan mereka. Hatinya sakit, air matanya mengalir membasahi pipinya.
Seok Hoon menyendiri di tepi sungai. Ia melihat jemarinya yang sudah tak ada lagi cincin pernikahan. Tanpa terasa air mata Seok Hoon pun menetes.
Keesokan harinya, ketika sedang bersiap-siap akan berangkat kerja Se Young menerima telepon dari Min Woo. Min Woo mengucapkan selamat karena Se Young berhasil mengambil alih hotel M. Ia menilai itu suatu pencapaian besar yang Se Young lakukan. Tadinya ia ingin menelepon tadi malam tapi ia harus menenangkan dirinya dulu, karena ia juga manusia. Se Young meminta Min Woo menghubunginya kapan saja bukankah pemenangnya harus mentraktir yang kalah, ia akan menepati ucapannya. Min Woo tidak bisa menerima traktiran Se Young hari ini atau besok karna ia sedang dalam perjalanan menuju bandara. Ia akan menemui Se Young setelah kembali nanti.

Pengacara Choi penasaran bagaimana caranya Min Woo menghubungi Presdir Du secara langsung. Min Woo bilang kalau ia memiliki kartu tersembunyi. Jadi lebih baik kita biarkan Se Young menghangatkan pertandingan tapi kita harus memenangkan putaran finalnya.
Se Young sampai di kantor, langkahnya terhenti melihat tempat duduk Seok Hoon yang kosong. Seorang pegawai membuyarkan lamunannya, Se Young meminta pegawainya agar mengatakan pada Manajer Jo untuk datang ke ruangannya.
Se Young menunjukan proposal rencana bisnis untuk kantor cabang toko es krim. Natuur pop. Jo Young Chul terkejut dirinya ditunjuk sebagai direktur untuk semua cabang toko es krim. Se Young mengatakan kalau posisi itu bertanggung jawab atas semua toko es krim, coffee shop dan restoran keluarga. Secara mendesak kita perlu melebarkan bisnis es krim sebelum memasuki pasar luar negeri, jelas Se Young.

Young Chul merasa ini keputusan yang tiba-tiba. Se Young berkata kalau Young Chul sudah melakukan kerja yang bagus selama pengambilalihan Hotel M dan Young Chul bisa mulai mengelola tim yang baru. Young Chul khawatir jika dirinya dipromosikan menjadi direktur siapa yang akan menggantikan posisinya. Se Young akan membiarkan posisi manajer kosong untuk sementara, Young Chul boleh bekerja untuk dua posisi itu mulai sekarang. Ia akan membuat pengumuman resminya minggu depan.
Young Chul menanyakan mengenai pengundruran diri Seok Hoon, apa Se Young sudah menerima surat pengunduran diri Seok Hoon. Se Young berkata ia harus menghormati keputusan yang diambil Seok Hoon. Young Chul berkata kalau ini bukan hanya apa yang Se Young pikirkan saja tapi ada alasan lain dibalik itu. Se Young tanya apa itu, sebaiknya Young Chul langsung mengatakan intinya. Young Chul mengatakan kalau Seok Hoon akan bercerai. Se Young terdiam kaget.
Seok Hoon yang masih tinggal d rumah Young Chul melihat ada panggilan di ponselnya dari Se Young. Ia tak menjawabnya, bahkan mematikan ponselnya.
Hong Joo melihat Seok Hoon sudah sampai lebih dulu di depan gedung pengadilan. Seok Hoon tanya bagaimana dengan pekerjaan Hong Joo. Hong Joo menjawab untuk hari ini ia sudah cuti kerja. Ia pun balik bertanya bagaimana dengan Seok Hoon sendiri. Seok Hoon berkata bukankah ia sudah bilang kalau dirinya sudah berhenti kerja. Ia sudah tak bekerja di perusahaan Dongsung lagi. Seok Hoon mengajak Hong Joo segera masuk ke gedung pengadilan namun Hong Joo berdiri diam saja. Ia pun kemudian berjalan di belakang Seok Hoon.
Di ruang tunggu ketika akan mendaftarkan gugatan cerai keduanya melihat suami istri yang bertengkar disana. Seok Hoon dan Hong Joo menyerahkan berkas pendaftaran percaraian.
Usai menyerahkan berkas pengajuan perceraian Seok Hoon mengajak Hong Joo makan siang bersama karena kebanyakan dari mereka akan bisa menyelesaikan masalah setelah makan bersama. Namun Hong Joo menolak. Karena diberi tenggat waktu sebulan maka keduanya akan kembali ke pengadilan lagi bulan depan.
Min Woo berada di Hongkong menemui Presdir Du. Ia tak pernah tahu jikalau Presdir Du ada ditempat ini. Ia merasa sudah membuang waktu untuk minum-minum dan ngobrol dengan orang yang salah.
Presdir Du ingin tahu bagaimana bisa Min Woo mendapatkan nomor pribadinya. Min Woo pun berkata jujur kalau ia mendapatkan itu dari Cha Seok Hoon. Presdir Du tersenyum menilai Cha Seok Hoon adalah teman yang baik. Min Woo berkata kedatangannya kesini untuk berteman baik dengan Presdir Du. Tapi Presdir Du menegaskan kalau dirinya ini sedang menjual hotel M pada perusahaan Dongsung jadi Ajin tak punya kesempatan. Min Woo meyakinkan kalau kedatangnnya bukan membahas mengenai hotel M. Ia merasa dirinya dan Presdir Du memiliki kesempatan lain.
Pengacara Choi mengeluarkan dokumen dan diserahkan pada Presdir Du. Pengacara Choi tahu bahwa Perusahaan Du memiliki bisnis di seluruh China dan Hongkong. Jika kita menggabungkan bisnis anda dengan Ajin itu akan berarti keuntungan besar untuk kita.

Presdir Du terkejut ketika membaca Prposal dokumen itu, “Jaringan toko es krim?”

Mi Woo berkata bukankah budaya makan di luar orang China ini melebar seara gila-gilaan, itu akan menjadi batu pijakan pertamanya. “Rasa es krim kami sangat lezat. Aku yakin orang China juga akan menyukainya.” Presdir Du meniai rencana ini sangat menarik.

(idihhhh kenapa bisnisnya sama kayak Se Young ya, apa ga ada bisnis lain gitu?)
Usai melakukan pertemuan dengan Presdir Du, Min Woo mendapat telepon dari Park Han Soo yang sedang menguntit istrinya. Han Soo sekarang ada di bandara mengamati Ji Sun yang disana bersama seorang pria. Ji Sun akan naik pesawat menuju Bangkok bersama pria itu. Min Woo memerintahkan Han Soo untuk terus mengikuti istrinya.
Keluarga Yoo tengah makan bersama. Se Jin kagum akan Hotel M yang sekarang sudah diambil alih oleh Kakaknya. Sepengetahuannya Hotel M itu memiliki pemandangan yang keren. Tn Yoo memuji Se Young sudah melakukan kerja bagus. Se Young menyampaikan kalau ia tak melalukan ini sendiri, ia bekerja keras bersama karyawannya. Tn Yoo ingin Se Young mentraktir mereka dengan uang atau promosi yang layak mereka dapatkan.
Se Jin iri mendengarnya, “Eonni... kau ada di Liga Premier (Liga inggris) sementara aku ada dalam tim anak-anak.” Tn Yoo tak mengerti premier apa. Se Jin kesal dan memperlihatkan otot lengannya, “Lihat lenganku jadi berotot karena menyendok semua es krim itu.”
Bibi Jung melihat Se Young hanya makan sedikit, apa Se Young tak nafsu makan, apa perlu ia membuatkan makanan lain. Se Young bilang tdak usah, ini hanya karena perutnya sedikit mengalami gangguan. Se Jin tanya kenapa, ia sudah memebelikan kakaknya ice cream cake untuk memberi Se Young selamat atas pengambillihan hotel M. Se Young bilang lain kali saja ia memakan itu. Tn Yoo berpesan agar Se Young menjaga tubuh, “Kau itu lebih tua dari yang kau kira.”

Dalam perjalanan kembali ke apartemennya, hati Se Young merasa tak tenang. Ia terus saja gelisah. Ia pun berbalik arah menuju suatu tempat.
Seok Hoon tiduran di kursi sambil menonton TV. Ah ga tahu deh nonton TV apa enggak, lha wong channel-nya aja digonta-ganti terus.

Ia kemudian melihat ponselnya ada panggilan tak terjawab dari Se Young. Tiba-tiba saja ponselnya berdering, telepon dari Se Young. Kali ini Seok Hoon menjawabnya.
Seok Hoon menemui Se Young di depan gedung apartemen Young Chul. Ia heran bagaimaan Se Young bisa menemukan tempat ini. Se Young mengingatkan bukankah ia ini presdir sangat mudah baginya mengetahui alamat tempat tinggal Seok Hoon. Ia meminta Seok Hoon masuk ke mobilnya. Ia tanya apa ada tempat sepi yang bisa keduanya gunakan untuk bicara.
Hong Joo duduk di ayunan sendirian. Hong Gyu yang melihat kakaknya ada disana menghampirinya dan duduk di ayunan di samping Hong Joo. Hong Gyu tersenyum menanyakan apa yang kakaknya lakukan disini. Hong Joo tersenyum dan balik bertanya dari mana saja adiknya ini. Hong Gyu menjawab interview, ia memiliki teman yang bekerja di akademi komputer, temannya ini menyuruhnya melamar pekerjaan disana. Ia bertemu dengan pimpinan tempat itu dan melakukan interview. Hong Joo ikut senang dan menilai itu bagus karena adiknya ini akan menjadi guru programer komputer. Hong Gyu menilai sebutan itu terlalu berlebihan karena kakaknya ini akan kecewa ketika ia memberi tahu berapa gaji yang akan didapatnya nanti.

Hong Gyu memberitahu kalau Han Soo sedang pergi ke Thailand untuk berlibur (wakakak ga dink nguntit hahaha) ia menoleh pada kakaknya menegaskan kalau dirinya ini tidak iri terhadap Han Soo, ia hanya mengatakan saja.
Hong Joo : “Hong Gyu-ya, kau bisa bahagia dengan siapa dirimu dan seperti apa dirimu.”

Hong Gyu : “Apa yang membuatmu bahagia adalah yang paling penting. Tapi mana mungkin kau bisa bahagia tanpa uang di hari begini?”

Hong Joo tanya berapa banyak yang adiknya butuhkan. “Apa kau akan bahagia dengan 1 milyar won?” Hong Gyu berpikir, nilai segitu menurutnya tidaklah buruk. Tapi bagi Hong Joo uang dengan nilai segitu membuatnya sengsara. Hong Gyu menatap heran namun Hong Joo mengalihkan pembicaraan kalau perasaannya hari ini sedikit gundah jadi ia mengajak Hong Gyu untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Bukankah adiknya ini sudah mendapatkan pekerjaan, apa tak akan mentarktirnya bukankah ia sudah mentraktir Hong Gyu ketika dirinya mendapatkan pekerjaannya kembali. Hong Gyu pun mau.
Se Young dan Seok Hoon berdiri ditepi sungai. Seok Hoon mengatakan kalau ia datang ke tempat ini ketika perasaannya sedang resah.

Se Young langsung bertanya apa benar Seok Hoon akan bercerai, kenapa Seok Hoon seperti itu. “Seharusnya kau tetap menahan istrimu bahkan jika dia meminta bercerai. Seharusnya kau berada di sisinya jadi dia tak akan menyerah.”

“Presdir?”

Se Young : “Apa kau ingat apa yang kau katakan padaku? Kau mengatakan kalian akan membangun kembali, lagi dan lagi. Lalu apa ini? kenapa kau menyerah? Aku tahu aku ini aneh, aku orang yang dingin tapi kau tidaklah seperti itu. Kenapa kau menyerah seperti ini?”

Se Young minta maaf ia menyadari ini semua karena kesalahannya. Seok Hoon meminta Se Young tak perlu minta maaf seperti itu, “Aku sudah berubah dan Hong Joo juga berubah karena aku.”
Hong Joo dan Hong Gyo berada di karaoke. Hong Gyu menyanyi sementara Hong Joo duduk diam meminum minumannya. Hong Gyu merasa apa yang ia nyanyikan tak asyik karena kakaknya diam saja. Ia pun mematikan lagu yang dinyanyikannya.
Hong Gyu kesal ada apa dengan kakaknya ini, bukankah tadi kakaknya bilang ingin bersenang-senang, kenapa malah membuatnya terlihat bodoh dengan menyanyi sendirian. Ia menyerahkan buku daftar lagu meminta kakaknya menyanyikan sebuah lagu.

Ponsel Hong Gyu berdering dari DORAI (orang gila hahahaha) Hong Gyu permisi keluar sebentar akan menjawab teleponnya.
Ternyata si orang gila itu Yoo Se Jin ahahaha. Se Jin tanya dimana Hong Gyu sekarang, kenapa terdengar berisik sekali. Hong Gyu bilang ia sedang di karaoke bersama Noonanya.

“Benarkah?” tanya Se Jin.

“Tidak.” jawab Hong Gyu. “Aku di klub dengan seorang gadis yang seksi.” canda Hong Gyu sambil tersenyum membuat SE Jin berteriak kesal.

Hong Gyu terkejut mendengar lagu dari ruang karaokenya. Ia akan menelepon Se Jin lagi nanti. Ia pun menutup teleponnya.
Hong Gyu melihat dari luar pintu kakaknya menyanyi lagu sedih. Hong Joo menangis tersedu-sedu tak bisa lagi menahan sedih di hatinya. Hong Gyu pun bertanya-tanya apa yang terjadi pada kakaknya ini.
Kembali ke tepi sungai. Seok Hoon pernah mendengar sesuatu yang entah dari mana asalnya bahwa pasangan yang bahagia itu serupa tapi pasangan yang tidak bahagia menjadi sengsara karena perasaan mereka tertutup. “Aku bukan pria yang dulu dicintai Hong Joo dan Hong Joo juga bukan wanita yang aku ingat. Itu sebabnya kami saling mengucapkan selamat tinggal.” Se Young merasa kalau Seok Hoon masih bisa berusaha untuk berdamai dengan Hong Joo. Seok Hoon menggeleng.
Se Young tanya apa yang akan Seok Hoon lakukan sekarang. Seok Hoon merasa semua orang terus menanyakan padanya hal yang sama. Ia tak harus memutuskannya sekarang. Ia hanya akan membiarkannya saja.

Se Young berkata kalau surat pengunduran diri Seok Hoon belum ia proses. Ia tidak tahu kemana perasaan Seok Hoon ingin berada tapi ia akan menunggu Seok Hoon. Tapi Seok Hoon meminta Se Young jangan menunggunya karena ia tak bisa menjanjikan apapun atau meminta Se Young untuk menunggunya.

Seok Hoon akan pergi dari sana tapi langkahnya terhenti karena Se Young memanggilnya. Seok Hoon berbalik badan menatap Se Young. “Aku akan menunggumu.” ucap Se Young penuh keyakinan.
Seok Hoon dan Hong Joo berada di ruang sidang. Sebelum memutuskan perceraian pak hakim menanyaan pada keduanya apakah memiliki anak. Keduanya menjawab tidak. Pak hakim tanya lagi apakah perceraian ini sudah disepakati oleh kedua pihak. Keduanya diam. Pak hakim menunggu jawaban keduanya. Seok Hoon dan Hong Joo pun menjawab ya. Pak hakim pun akhirnya memutuskan bahwa keduanya sudah tak terikat lagi dalam pernikahan. Keduanya resmi bercerai.
Seok Hoon dan Hong Joo sudah berada di luar gedung pengadilan. Seok Hoon tanya apa Hong Joo lapar. Ia harap Hong Joo tak khawatir akan ajakannya ini karena semuanya sudah berakhir, tak ada lagi usaha untuk berdamai atau kembali. Hong Joo bilang ia tak mengkhawatirkan itu.
Hong Joo makan bersama Seok Hoon di sebuah kedai. Ia sudah ada disana, Seok Hoon datang setelahnya sambil membawa sesuatu. Hong Joo tanya kemana Seok Hoon tadi pergi. Seok Hoon malah bertanya balik kenapa Hong Joo tidak makan saja lebih dulu.

Sambil makan Seok Hoon mengatakan kalau ia akan pergi ke Brazil. “Aku memiliki seorang teman yang memerlukan seseorang untuk mengurus perdagangan. Dia membutuhkan seseorang untuk menjaga beberapa perkebunan kopinya. Aku bilang aku akan melakukannya.”

Hong Joo yang terkejut heran kenapa pergi ke tempat sejauh itu. Seok Hoon mengatakan kalau dulu ia bekerja di perkebunan  ketika melakukan bisnis dengan Do Shik jadi ini sama jadi tak akan terlalu sulit. Hong Joo sepertinya khawatir namun ia berkata kalau dirinya seharusnya tidak mempermasalahkan Seok Hoon akan kemana karena ia bukan lagi istri Seok Hoon. Ia harap Seok Hoon manjaga diri dan menikmati perjalanan itu.
Usai makan bersama Seok Hoon menyerahkan pada Hong Joo bingkisan yang dibawanya tadi. Ia memberikan Hong Joo sepatu. Ia tahu kaki Hong Joo itu cepat bengkak ketika bekerja d rumah sakit jadi ia memilihkan sepatu yang nyaman di kaki. Hong Joo tak mengerti kenapa Seok Hoon melakukan ini sekarang, ini sudah terlambat.
Seok Hoon meraih tangan Hong Joo agar menerima pemberiannya. Ia menatap Hong Joo lembut, ia minta maaf karena semuanya jadi seperti ini. “Lupakan semua kebencian dan lukamu. Selamat tinggal Hong Joo.” Hong Joo juga mengucapkan selamat tinggal.
Seok Hoon berbalik berjalan perlahan meninggalkan Hong Joo sendirian disana dengan hati pedih. Hong Joo menatap kepergian Seok Hoon yang semakin menjauh. Hatinya seakan tak ingin pria itu pergi darinya namun ia menyadari bahwa semuanya sudah selesai.
Hong Joo pun berjalan ke arah yang berlawanan. Keduanya kini akan menempuh hidup di jalan masing-masing.

Bersambung ke part 2


Ok jadi keduanya ga bisa rujuk nih? Saya masih tetap berharap keduanya akan bersama lagi nanti. Tapi jikalau keduanya tak ditakdirkan bersama lagi saya harap keduanya akan menemukan kebahagiaan.

4 comments:

  1. Semudah itukah bercerai???
    Jadi mo marah..
    Hong joo nya ga mau mendengar
    Seok hoon nya ga mau bicara
    Iiiiih..

    Ita

    ReplyDelete
  2. Hidup itu dijalani dengan membuat pilihan........., drama ini bisa menjadi pelajaran yang berharga.

    ReplyDelete
  3. Hong joo terlalu keras kepala, perceraian tdk menyelesaikan masalah, terlalu egois, seok hoon plin plan tdk bisa ambil keputusan, kalau komunikasi nyambung masalah bisa selesai, tp tdk untuk mereka berdua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perceraian bagi bbrp pasangan mjd pilihan terbaik... bbrp istri mgkin bs menerima kesalahan suami sprt SH... tp sebagian lg ada yg pny hati sprt HJ. Trauma mmbyangkn suami pernah bersama wanita lain it selalu ada mmbyangi tdk mudah melepas bayangan it. Ap lg stlh balik k korea SH msh bertemu SY... walaupun hny bisnis harusx dy tdk melakukan it klo dy benar2 ingin ttp bersama HJ.
      Cuma salahx HJ harusx setelah brcerai dia berusaha menghilangkan sakit hati dan dendamx. Bkn malah mw balas dendam.. akhirx dia malah semakin terluka dan malah akan ikut melukai perasaan MW.

      Delete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...