Thursday, 29 November 2012

Sinopsis May Queen Episode 18 Part 2

Keesokan harinya, Jin Joo membangunkan ibunya mengatakan ada hal serius yang terjadi. Ibu langusng ke kamar Hae Joo, disana Hae Joo terbaring sakit dengan sekujur tubuh penuh keringat. Hae Joo terserang demam tinggi (hmm saking dia mikirin Chang Hee semalaman ya sampai sakit kayak gitu)

Ibu memeriksa suhu badan Hae Joo yang panas. Jin Joo panik melihat kondisi kakaknya yang sakit, apa mereka harus membawa Hae Joo ke rumah sakit. Ibu menyuruh Jin Joo menghubungi rumah sakit. Ibu kebingungan dan bertanya haruskah mereka menghubungi 119 (nomor dinas kesehatan gitu biar dibawakan ambulans)
Hae Joo perlahan membuka mata. Dengan suara lemas mengatakan kalau ia baik-baik saja. Hae Joo mencoba bangun karena ia harus pergi bekerja. Tapi ibu melarang bagaimana Hae Joo bisa berangkat kerja dengan kondisi tubuh seperti ini. Jin Joo ingin kakaknya cuti kerja dulu sehari saja.
Tapi Hae Joo bersikeras bangun dan akan berangkat kerja. Ia mengatakan kalau ia tak apa-apa jadi ibu dan Jin Joo jangan khawatir. Ia bisa mengatasi sakit dan kelelahan seperti ini. Ibu menyuruh Hae Joo cuti kerja, Hae Joo hanya perlu menelpon untuk menghubungi kantor. Tapi Hae Joo berkata bukankah ibunya tahu kalau ia ini memliki tubuh yang kuat seperti baja bagaimana mungkin ia tak masuk kerja hanya karena penyakit ringan seperti ini, bukankah ibunya juga tahu betapa sulitnya sampai ia bisa diterima bekerja di perusahaan itu.

Hae Joo mencoba berdiri tapi tubuhnya lemas, ibu dan Jin Joo mengkhawatirkannya. Hae Joo meyakinkan kalau ia baik-baik saja. Ia meminta tolong pada Jin Joo untuk mengambilkan bajunya. Ibu menyerah dengan kekeraskepalaan Hae Joo.
Ibu dan Jin Joo masih mengkhawatirkan kondisi kesehatan Hae Joo. Ibu bertanya apa Hae Joo benar tak apa-apa karena wajah Hae Joo terlihat sangat pucat lebih baik cuti kerja saja. Hae Joo balik bertanya pada ibunya apa ibunya tahu kalau ia tak masuk kerja hanya karena hal ini bagaimana keluarganya bisa makan. Ia kembali mengatakan betapa sulitnya masuk ke perusahaan itu jadi ia tak boleh kalah dengan penyakit ini. Ia harus berangkat kerja. Hae Joo pamit.
Ibu heran kenapa dengan Hae Joo karena sebelumnya dia tak pernah sakit. Jin Joo menebak ia merasa ini semua terjadi karena Chang Hee. Jin Joo berkata kalau Hae Joo menjadi seperti itu sejak bertemu dengan Chang Hee kemarin. Ibu kesal kenapa Jin Joo baru mengatakannya sekarang, ibu tahu kalau hal ini suatu saat pasti akan datang juga. Ia ingin tahu apa yang dikatakan Chang Hee sampai membuat Hae Joo menjadi seperti ini. Ibu bertanya ketika Chang Hee datang ke sini bukankah Jin Joo menyimpan nomor teleponnya. Jin Joo mengangguk.
Chang Hee sudah siap dengan setelan baju rapinya dan lihat penampilannya baru ugh.. Chang Hee terlihat sangat dingin. Ponselnya berdering ia menjawabnya. Ibu langsung bertanya apa yang Chang Hee katakan pada Hae Joo. Ia mendengar kalau kemarin Chang Hee bertemu dengan Hae Joo. Chang Hee terdiam.
Ibu kesal apa Chang Hee tak mendengar kata-katanya, ia kembali bertanya apa yang Chang Hee katakan sampai semalaman Hae Joo sakit. Chang Hee berkata bukankah ibu menyuruhnya untuk putus hubungan dengan Hae Joo ia hanya melaksanakan permintaan ibu. Ibu jelas kaget, Chang Hee mengingatkan agar jangan lagi menghubungi dirinya. Chang Hee memutus telepon terdiam sedih tapi ia memantapkan apa yang sudah menjadi keputusannya.

Ibu jelas marah Chang Hee memutus teleponnya begitu saja. Ia tak bisa membiarkan Chang Hee begitu saja setelah membuat Hae Joo menjadi seperti ini. Ia menyuruh Jin Joo membangunkan Sang Tae. Jin Joo tanya apa yang akan ibunya lakukan. Ibu berkata kalau ia merasa Chang Hee sudah mengambil keuntungan dari Hae Joo dan sekarang mencampakannya. Ia geram dan marah.
Young Joo yang mendengar kemarahan ibunya langsung bangun bertanya ada apa. Ia bertanya apa Hae Joo sekarang dicampakan padahal Hae Joo selama ini bersikap seolah dia yang paling benar. Ibu yang sudah marah mengajak semua anak-anaknya pergi, ia akan meremukkan keluarga terkutuk itu.
Park Gi Chul membersihkan mobil yang akan digunakan Presdir Jang. Ibu, Sang Tae, Young Joo dan Jin Joo mendatangi rumah keluarga Jang untuk melabrak Chang Hee. Ibu yang marah langsung memanggil Gi Chul dengan sebutan pria tua. Ia bertanya dimana anak pintar Gi Chul. Gi Chul cemas dengan kedatangan keluarga Chun yang tiba-tiba ia takut majikannya melihat. Ia mengatakan kalau putranya sudah berangkat kerja.
Mendengar itu ibu marah dan langsung menyerudukan kepalanya ke tubuh Gi Chul seperti banteng ngamuk membuat Park Gi Chul jatuh terjengkang. Hahahaha si anak-anak tersenyum puas melihatnya, syukurin loe syukurin loe katanya haha.

Ibu membentak marah, “Bekerja? Dia sudah mencampakan putriku yang berharga seperti sepatu tua dan sekarang dia malah pergi bekerja?”

Sang Tae ikut marah dan berkata kalau tingkah laku Chang Hee itu seperti penjahat yang ditangkap Chang Hee selama ini. Bukankah mereka berdua sudah berpacaran selama 15 tahun, itu artinya 20 tahun Hae Joo yang sangat berharga berlalu begitu saja. Ia menuntut kompensasi. (wakaka minta ganti rugi)

Young Joo membenarkan tentu saja Chang Hee harus membayar kompensasi karena ini jelas-jelas sebuah kejahatan. Jin Joo ikut marah-marah dan menyalahkan Gi Chul kenapa selalu menentang hubungan Hae Joo dan Chang Hee.

Ibu menyuruh Gi Chul membawa Chang Hee ke hadapannya selagi ia masih baik-baik meminta. Ia akan menarik rambut Chang Hee sampai habis. Gi Chul yang dari tadi diam duduk terjengkang karena jatuh langsung berdiri dan kesal dengan kemarahan mereka. Ibu bertambah kesal melihatnya ia mengambil ember yang berisi air bekas cucian mobil dan menyiramkannya pada Gi Chul. Ibu berteriak marah berkata kalau ia minta Chang Hee dibawa ke hadapannya cepat sebelum ia membakar rumah ini sampai habis.
Tiba-tiba terdengar suara Presdir Jang yang mendengar keributan di luar. Ia bertanya apa yang terjadi. Presdri Jang, Il Moon dan In Hwa keluar untuk melihat apa yang terjadi, siapa orang-orang ini tanya Presdir Jang. Melihat disana ada Il Moon, Young Joo langsung bersembunyi di belakang Sang Tae.

Presdir Jang mempertanyakan kenapa keluarga Chun bersikap seperti ini di rumah orang. Ia menyuruh Gi Chul mengusir mereka. Tapi ibu tak bisa pergi begitu saja sekarang, bawa Chang Hee ke hadapannya dan ia akan pergi. Presdir Jang makin kesal dan bertanya dimana pelayan yang lain, ia menyuruh Gi Chul memanggil mereka untuk mengusir keluarga yang membuat keributan ini.
Ibu yang masih marah bertanya apa Presdir Jang ini tuli, bukankah ia bilang untuk membawa Chang Hee ke hadapannya tapi kenapa Presdir Jang malah mengusir keluarganya. Sampai Presdir Jang membawakan Chang Hee ke hadapannya ia tak akan pergi dari sini. Presdir Jang makin kesal ia tak tahu lagi harus bicara apa untuk mengusir mereka.
Il Moon maju mengusir ibu dan mengumpat menyebut Ibu sebagai wanita bodoh. Il Moon bahkan mendorong ibu sampai jatuh terjengkang. Jin Joo membantu ibunya berdiri. Il Moon menatap Gi Chul, kenapa belum memanggil polisi untuk mengusir mereka.

Young Joo marah karena ibunya diperlakukan secara kasar. Ia membentak Il Moon, “Kau pikir kau siapa beraninya mendorong ibuku?” Il Moon heran apa mereka keluarga Young Joo, kelurga penggali harta. Il Moon menilai kalau keluaga Chun ini pengemis yang benar-benar akan melakukan segala cara.
Sang Tae marah keluarganya disebut keluaraga pengemis. Ia mencengkeram baju Il Moon. Melihat tindakan kasar Sang Tae, Il Moon langsung memiting tangan Sang Tae membuat Sang Tae meringis minta ampun. Il Moon marah karena Sang Tae tak bisa menempatkan dimana posisi Sang Tae sebenarnya yang dengan berani meletakan tangan ke tubuhnya.
Melihat kakaknya diperlakukan begitu Jin Joo melawan. Ia menggigit kaki Il Moon agar melepaskan kakaknya. Il Moon langsung menjerit kesakitan. In Hwa ikut turun tangan, ia menjambak rambut Jin Joo agar melepas gigitan dari kaki kakaknya.
Melihat adiknya dijambak Young Joo pun ikut melawan In Hwa. Ia menarik rambut In Hwa. Keduanya jambak-jambakan, hahaha. Il Moon masih berteriak kesakitan karena Jin Joo terus menggigit kakinya. Melihat kekacauan ini Presdir Jang membentak marah pada Gi Chul, kenapa diam saja cepat panggil pelayan yang lain. Gi Chul langsung pergi untuk memanggil bantuan.

Ibu ikut menyerang Il Moon karena tak juga melepaskan tangan putranya. Hahaha. Rame banget nih mereka. Il Moon memiting tangan Sang Tae. Jin Joo menggigit kaki Il Moon. Ibu menaboki Il Moon. Sementara Young Joo dan In Hwa saling menjambak rambut wakakaka. Kasihan Il moon dapat serangan dari dua wanita hahaha.
Presdir Jang mendorong ibu hingga terjatuh. Ibu jelas saja marah ia celingukan mencari alat yang bisa ia gunakan untuk senjata. Ia menemukan sapu lidi yang masih digunakan pelayan untuk menyapu, ia merebutnya. (pelayan ini kok diem aja ya melihat ada keributan di rumah majikannya)

Ibu mengarahkan sapu lidi ke arah Presdir Jang, “Beraninya kau menyentuh Jo Dal Soon. Tak ada yang bisa menghentikanku sekarang, aku akan membunuhmu kemudian membunuh diriku sendiri.”
Ibu menyerang Presdir Jang menggunakan sapu lidi. Presdir Jang berusaha menghindar ia mengambil tutup ember dan ia gunakan untuk menahan pukulan sapu ibu.
Geum Hee dan Bong Hee keluar karena mendengar keributan. Geum Hee kaget bukan main melihatnya tapi tidak dengan Bong Hee, ia malah tertawa terbahak-bahak melihat keributan ini.
Park Gi Chul datang bersama pelayan (anak buah) Presdir Jang yang lain untuk menghentikan keributan ini. Presdir Jang jelas saja murka kenapa dengan keluarga Chun yang tiba-tiba bertindak brutal di rumahnya. Mendengar suara keras Presdir Jang mereka menghentikan perkelahian.

Presdir Jang menyuruh anak buahnya untuk membawa keluarga Chun ke kantor polisi. Geum Hee melarang suaminya melakukan itu. Ia mengatakan kalau mereka semua itu keluarga Hae Joo. Bukankah suamianya juga tahu kalau mereka dulu pernah tinggal bersamanya. Presdir Jang kaget, tapi mereka ini sudah membuatnya naik darah.
Mereka pun bicara di dalam rumah. Lihat rambut In Hwa yang berantakan akibat jambak-jambakan sama Young Joo hahaha. Bong Hee dari tadi ketawa ngikik aja ngliat mereka semua. In Hwa marah-marah karena keluarga Chun sudah melakukan tindakan yang tak masuk akal, apa mereka menganggap rumah ini rumah mereka sampai nekat membuat keributan seperti ini. Geum Hee merapikan rambut In Hwa.
Keluarga Chun menatap keluarga Jang dengan tatapan yang menantang. Rambut Young Joo juga acak-acakan.
Presdir Jang memarahi Gi Chul, bagaimana Gi Chul mengatasi masalah pribadi. Bagaimana bisa Gi Chul membiarkan orang-orang ini datang ke rumahnya dan membuat keributan. Gi Chul menunduk diam. Ibu yang dari tadi bertolak pinggang berkata menantang pada Presdir Jang, “Kalau begitu bagaimana kau mengatasi orang-orang seperti kami. Apa kau akan memikirkan orang lain kalau putrimu menangis dengan air mata darah?”

Gi Chul memberi tahu Presdir kalau permasalahannya sudah selesai, Chang Hee dan Hae Joo sudah memutuskan untuk berpisah. Ia beralih menatap ibu dan bertanya kenapa ibu masih datang membuat keributan secara membabi buta padahal semuanya sudah selesai.
Ibu tak peduli dengan hubungan Chang Hee dan Hae Joo yang sudah selesai karena itu masalah mereka berdua. Tapi ia dan Gi Chul masih punya urusan yang belum selesai. “Kau yang menyebabkan putriku terluka dengan memperalat putramu, jadi kau dan aku masih punya masalah yang harus diselesaikan.”
Bong Hee yang dari tadi tertawa ikut bicara walaupun ibu punya urusan dengan Gi Chul tak seharusnya ibu datang ke rumah ini dan membuat keributan secara membabi buta seperti ini. Ibu malah memarahi Bong Hee menyuruhnya diam saja jangan ikut campur. Bong Hee pun langsung diam hehe.

Ibu berkata bagaimana pun juga hidup ini seperti maraton, ia akan melihat bagaimana Gi Chul menjalani hidup setelah menyakiti putrinya. Ia berpesan pada Gi Chul untuk disampaikan pada Chang Hee, kalau Chang Hee mendekati putrinya lagi ia akan memastikan akan memberi Chang Hee hadiah kematian dan mengatur pemakamannya.

Gi Chul jelas heran dengan sikap ibu yang terus marah-marah, ia menyuruh Ibu cepat keluar dari rumah ini. Ibu berkata kalau ia juga tak mau tetap berada di rumah yang jorok dan menjijikan ini. Kalau dirinya, meskipun ia disuruh tinggal disini ia tak akan mau. Ga sudi katanya.
Ibu menunjuk-nunjuk keluarga Jang, “Aigoo orang-orang ini masih berfikir kalau mereka ini manusia.” Ibu mengajak anak-anaknya pergi dari sini. Sebelum pergi mereka membuat gerakan menggertak. Sang Tae menendang kursi sebagai ungkapan gertakan hahaha.
Presdir Jang yang tadi kesal berubah tertawa dengan tingkah keluarga yang membuat keributan di rumahnya. Bong Hee berusaha menahan tawanya tapi tak bisa ia terus tertawa ngikik. Il Moon menatap keluarga Chun yang barusan pergi dengan tatapan tanda tanya.
Hae Joo merasakan kondisi tubuhnya benar-benar drop. Tapi ia berusaha untuk tak mempermasalahkannya. Ia terus menatap layar komputer menyelesaikan pekerjaannya.
Ketua Tim Jo Min Kyung menghampirinya menanyakan hasil pekerjaan Hae Joo. Ia meminta laporan yang ia minta, kapan Hae Joo bisa menyelesaikannya. Staf disana berkata bukankah kata Ryan Kang, Hae Joo akan menangani pekerjaan Ryan Kang dan dilarang melakukan pekerjaan disini. Ketua Tim Jo Min Kyung berkata kalau Ryan Kang alias Kang San itu akan pergi dari perusahaan ini setelah satu tahun jadi untuk apa ia mengkahawtirkan tentang dia. Bukankah gaji Hae Joo juga datang dari perusahaan ini, bukan dari perusahaan yang mengirim Kang San kesini.
Hae Joo sudah menyelesaikan pekerjaannya, ia akan menyerahkan laporan ke ketua tim-nya. Tapi tubuhnya tak kuat berdiri. Hae Joo sempoyongan tapi ia berusaha menguatkannya. Hae Joo menyerahkan laporannya, ketua Tim Jo Min Kyung dengan judesnya membaca laporan yang dibuat Hae Joo. Ia bertanya apa alasan pembagian teknologi antara generasi 5 dan 6 tak ada artinya. Ia menilai kalau Hae Joo tak pandai menggunakan otak. Ia kemudian menyuruh Hae Joo mengganti galon yang kosong.
Pegawai pria disana berkata kalau ia sebenarnya akan mengganti galon tapi ia beralasan bekerja terlalu berat semalam dan ia tak ingin menyakiti pinggangnya (yah alasan) Hae Joo mengerti ia akan melakukannya.
Dengan kondisi tubuh lemas Hae Joo mencoba mengangkat galon air. San masuk ke ruangan dan melihat Hae Joo menggotong galon berat. Ia mengambil galon itu dari tangan Hae Joo.
San berpura-pura merasakan beratnya galon dan memanggil Ketua Tim Jo Min Kyung agar membantunya. (supaya ngerasain gimana beratnya tuh galon kali ya)

Ketua Tim Jo panik dan langsung menerima galon berat itu. Tentu saja ia merasakan beratnya haha.
San bertanya pada Hae Joo kenapa tak menjawab teleponnya. Hae Joo teringat ponselnya dibanting Chang Hee, ia mengatakan pada San kalau ponselnya hilang. Ia tak mengatakan kalau ponsel itu dibanting dan dibawa Chang Hee. San heran bagaimana mungkin bisa hilang, ia menilai Hae Joo sangat ceroboh menghilangkan ponsel begitu saja. Bagaimana bisa hilang, dimana Hae Joo menghilangkannya.

Hae Joo tak menjawab pertanyaan San, ia malah akan membantu Ketua Tim-nya yang kesulitan mengangkat galon. San mengambil alih dan meletakannya ke dispenser. Ia menilai kalau ini seharusnya dilakukan oleh pria.

San menatap pegawai pria disana, “Bukankah begitu Wakil Yang?” (namanya wakil ketua Yang ya haha) Wakil Yang senyum-senyum ga enak hati hehe. Ketua Tim Jo Min Kyung menahan kesal karena kepala pengawas ini selalu saja membela Hae Joo membuat tangannya pegal karena menggotong galon.
Hae Joo akan membeli ponsel baru, San menemaninya ke counter ponsel. Hae Joo merasakan pusing di kepalanya. San melihatnya khawatir, ia menyentuh pipi Hae Joo dan berkata kalau Hae Joo berkeringat.
Hae Joo menepis tangan San memperingatkan, awas sekali lagi San menyentuhnya ia mengancam akan menggigit San.
San membela diri ia tak berusaha menyentuh Hae Joo tapi ia melihat kalau Hae Joo benar-benar sedang demam tinggi.
San menyentuh dahi Hae Joo untuk mengecek apa tubuh Hae Joo panas karena demam. Hae Joo kembali menepisnya dan berkata kalau ia seperti ini karena terus-menerus diganggu oleh San. Ia meminta San menjauhinya.
San melirik nakal dan berbisik, “Jadi apa kau merasa panas karena sentuhanku?” (Wakaka)
Hae Joo mendelik kesal, “Kalau kau tak mau dihajar sampai panas tolong jauhi aku.”
San langsung cemberut. Haha lucu liatnya.
Hae Joo bertanya pada pelayan toko apa mungkin kalau ia membeli ponsel semua sms di dalam ponsel lama bisa ia dapatkan kembali. Pelayan mengatakan untuk nomor ponsel yang sudah disimpan bisa tapi kalau sms dan foto tidak bisa.
Hae Joo pun akan membeli satu ponsel. San akan membayarkannya. Tapi Hae Joo menolak, ia mendelik marah apa yang San lakukan. San bilang kalau ia yang akan membelikan ponsel itu untuk Hae Joo. Hae Joo bilang kalau ia juga punya uang. Hae Joo menyerahkan karti kreditnya dan meminta pelayan untuk memasukan tagihan cicilan itu dalam jangka waktu 12 bulan.
San melirik dan menyahut kalau Hae Joo galak sekali.
San mengejar Hae Joo yang tampak terburu-buru. San menarik menahannya dan bertanya kenapa Hae Joo terburu-buru. Hae Joo mengatakan kalau ia harus bekerja. San berkata kalau pekerjaannya adalah pekerjaan Hae Joo dan pekerjaan Hae Joo adalah pekerjaannya. Hari ini keduanya tak perlu mengecek kapal.
Hae Joo berkata kalau begitu ia akan ke pabrik San saja (ke pabrik kakek) San heran kenapa mau kesana. Hae Joo tak mau tahu pokoknya San harus mengantarnya kesana ia ingin melakukan sesuatu disana.
San tambah heran Hae Joo ini bukan sedang gila bekerja kan. Kenapa hari ini Hae Joo bersikap seperti ini. Hae Joo berkata kalau ia perlu melakukan sesuatu, ia harus fokus untuk melupakan hal lain. Hae Joo memohon San mengizinkannya ke pabrik. San tentu saja bingung dan ingin tahu kenapa dengan Hae Joo. (hmm Hae Joo ingin menyibukan diri agar ia tak terus-terusan memikirkan Chang Hee)
Di pabrik Hae Joo dan San melihat kakek sedang menggembleng Sang Tae. Sang Tae mendorong mesin sementara kakek mengawasinya. Sang Tae mengeluh pinggangnya sakit dan pekerjaan ini sulit baginya.
Kakek memukul kepala Sang Tae yang terlindung helm dengan tongkat kecilnya dan menyuruh Sang Tae untuk kerja cepat. Sang Tae kembali mendorong mesin itu. kemudian kakek memukulkan tongkat kecilnya ke pantat Sang Tae, “Luruskan pantatmu berdiri yang benar.” Sang Tae jelas saja merasakan sakit di pantatnya yang pukul. Ia lari menghindar, kakek mengejarnya. Sang Tae pun mendorong mesin itu lagi hehe.
Hae Joo yang melihat akan menghampiri mereka tapi San mencegahnya dan berkata kalau kakeknya itu berasal dari satuan khusus meskipun dia seperti itu tapi kakeknya pelatih yang jenius. Ia menyarankan sebaiknya Hae Joo melihat perkembangannya dulu. Ia menebak kalau hasilnya akan jauh lebih baik dari perkiraan Hae Joo.
Sang Tae terus mendorong mesin dan kakek mengawasi sambil mengacungkan tongkat kecil pada Sang Tae. Sang Tae bergerak seperti menggoda kakek hehe. Jalan megal megol kayak itik haha. San tertawa.
Arah pandang Hae Joo tertuju ke tempat lain. Ia memperhatikan pakerja yang sedang mengelas, ia pun mendekatinya. Pekerja itu merasa terganggu karena Hae Joo terus memperhatikan pekerjaannya. Ia bertanya Hae Joo ini siapa.

Bukannya menjawab Hae Joo malah mengomentari pekerjaan pekerja itu, “Saat kau menggunakan TIG (Tungsten Inert Gas) pada plat baja setipis ini panas yang dihasilkan tidak boleh terlalu tinggi. Itu tergantung pada pemilihan Tungsten Electrode Bar, dan kecepatan mengelas sangatlah penting.” Hae Joo merasa kecepatan pekerja itu kurang. Hae Joo meminta alatnya, ia akan mencobanya.

Pekerja itu kesal Hae Joo mengkritik dan mengganggu pekerjaannya. San memberi kode agar pekerja itu menuruti apa yang Hae Joo katakan, berikan alat itu padanya.
Hae Joo pun mulai mengelas, San memperhatikannya dari samping. Hae Joo mencoba berkonsentrasi tapi kondisi tubuhnya sedang tak baik, ia lemas.

San kaget dan langsung mematikan alat pengelasnya. Ia mengkhawatirkan Hae Joo, “Apa kau tak apa apa?”
Hae Joo membuka pelindung kepalanya. Ia jelas kesal dengan hasil pekerjaannya. Ia menendang besinya marah, “Apa kau juga tak mau mendengarkan aku? Kenapa kau juga begitu? Kenapa kau begini seharian ini? Setidaknya aku ingin bekerja dengan baik.” Hae Joo menangis menumpahkan segala keluh kesahnya.
San menarik nafas tak mengerti kenapa Hae Joo tiba-tiba seperti ini. Ia jelas menilai ada yang tak beres pada Hae Joo.
San membawa Hae Joo ke apartemannya, keduanya akan kembali mempelajari design. Tapi San khawatir dengan kondisi tubuh Hae Joo yang tak sehat. Ia bertanya apa Hae Joo yakin tak perlu ke rumah sakit untuk periksa, bagaimana Hae Joo bisa belajar design dengan kondisi tubuh seperti ini. Hae Joo tiduran di kursi berkata kalau ia akan beristirahat selama 30 menit. Ia berpesan agar San membangunkannya nanti.
San menyuruh Hae Joo istirahat di kamar dan tidur disana. Tapi Hae Joo tak mau. San menyerah dengan kekeraskepalaan Hae Joo. San melepas jaket dan menyelimutkannya pada Hae Joo.
Chang Hee menemui dua orang yang sudah memberikan kesaksian pada kejaksaan tentang Presdir Jang. Chang Hee menjamu kedua pria itu. Chang Hee melihat kalau kedua pria itu menikmati makanannya sangat canggung. Mereka mempertanyakan kenapa Chang Hee menemui mereka. Chang Hee berkata kalau ia mendengar mereka akan bersaksi di pengadilan kenapa mereka tak berhenti saja. Mereka akhirnya sadar kalau pertemuan ini membahas tentang kesaksian mereka.
Mereka mendengar kalau Chang Hee tinggal di rumah Presdir Jang, apa permintaan mereka berhenti bersaksi itu berasal dari sana. Chang Hee berkata kalau mereka ini bukan orang penting untuk apa Presdir Jang melakukan permintaan itu, jadi lebih baik selesaikan saja semuanya secara baik-baik.

Mereka bertanya seberapa baik Chang Hee bisa menyelesaikan ini, apa Chang Hee bisa memberi mereka kompensasi dua kali lipat dari kerugian yang mereka alami selama ini. Chang Hee menilai kalau mereka terlalu serakah. Salah satu dari mereka mengajak temannya pergi dan berkata pada Chang Hee kalau mereka sudah memberikan semua kesaksian mereka di kantor kejaksaan jadi untuk apa lagi mereka berada disini.
Mereka akan pergi tapi Chang Hee menghentakan gelas minumannya dan menatap salah satu dari mereka, “Presdir Min aku dengar perusahaanmu sebenarnya milik keluarga istrimu.”

Presdir Min membenarkan, “Memangnya kenapa? Apa kau ada masalah?”

Chang Hee memperingatkan agar Presdir Min harus baik-baik terhadap sang istri, “Mengunjungi hotel dengan staf akunting-mu pada saat makan siang, apa istrimu tahu tentang ini?” (Presdir Min selingkuh sama staf-nya ya?) Presdir Min terdiam dengan ancaman Chang Hee.
Presdir yang satunya marah apa Chang Hee mau memeras mereka, meskipun Chang Hee berlutut dan meminta maaf itu tak akan cukup untuk mereka. Chang Hee berkata kalau Presdir itu sangat baik dalam bertani (membesarkan anak) tapi memanennya akan sulit karena Presdir itu terlalu banyak menyemprotkan pestisida. Terutama narkoba. (anaknya Presdir yang ini tersangkut kasus narkoba ya?) Presdir itu terdiam tak berkutik rahasia keluarganya diketahui orang.
Chang Hee berkata Presdir itu pasti kesulitan membesarkan anak dengan uang itu. “Seperti yang kalian tahu aku ini mantan jaksa jadi kalian pasti tahu kalau aku punya ide untuk mengatasi masalah kalian ini. Tentunya kami juga akan memberikan kalian kompensasi.” Kedua Presdir ini terdiam dengan ancaman Chang Hee.
Yoon Jung Woo menggebrak meja. Ia marah mendapatkan laporan dari bawahannya bahwa Presdir yang sudah bersaksi merubah kesaksian mereka. Bawahannya mengatakan kalau ia menghubungi oleh mereka untuk kesaksian secara resmi tapi kata mereka hal itu sangat sulit bagi mereka.
Jung Woo membentak marah kenapa mereka tiba-tiba seperti itu, bukankah mereka sudah menulis sumpah. “Kita tak bisa mundur sekarang, kita harus terus mendesak.” Bawahannya bilang tak bisa karena sekarang mereka berkata kalau pernyataan mereka ditulis dalam kondisi paksaan.
Jung Woo jelas kaget dan bertanya apa Jang Do Hyun sudah mulai bergerak. Bawahannya berkata kalau sejauh yang ia tahu hal itu bukan dilakukan oleh Jang Do Hyun melainkan Jaksa Park. Jung Woo semakin terkejut karena Chang Hee berada dibalik semua ini.
Chang Hee melapor pada Presdir Jang tentang pertemuannya dengan dua Presdir itu. Ia menyampaikan kalau ia sudah membereskan semuanya sesuai instruksi Presdir Jang. Ia meyakinkan tak akan ada lagi pergerakan dari kejaksaan, bukan hanya pernyatan tapi juga tentang datang ke pengadilan. Jadi untuk permasalahan Il Moon Presdir Jang tak perlu khawatir. Presdir Jang tentu saja senang dan memuji hasil kerja Chang Hee, “Sekarang kau tahu kenapa aku sangat menyukaimu kan?”
Presdir Jang menyampaikan kalau mulai minggu depan Chang Hee akan bekerja di Departemen Kelautan (kantor-nya Il Moon). Disana Chang Hee akan menjabat sebagai General Manajer untuk bidang perencanaan dan evaluasi.

Ada satu hal lagi yang harus Chang Hee ingat karena hal ini penting untuknya, “Aku ingin menyerang Jung Woo. Itu sebabnya aku butuh bantuanmu.” Presdir Jang berkata seharusnya dari awal rumput harus segera dicabut kalau tak dicabut dia akan terus berusaha merantai pergelangan kaki kita. Seharusnya ia sudah dari dulu melakukannya ia menilai dirinya terlalu ceroboh.
San mengompres Hae Joo dengan air es. Ia tampak khawatir dengan kondisi demam Hae Joo yang sangat tinggi. (hmm San udah mindahin Hae Joo ke kamar nih)
San benar-benar tak mengerti bagaimana Hae Joo bisa sakit. Ia memberanikan diri mengenggam tangan Hae Joo, “Anak ini. Kenapa kau terluka seperti ini? Meskipun kau sedang terluka. Kenapa kau tak bisa mengatakan kalau kau terluka? Kau bilang kau ingin bersandar padaku. Aku sudah menyuruhmu bersandar padaku, tapi kenapa kau masih tak bisa? Walaupun begitu, kau yang sakit dan berbaring disini aku sangat menyuakinya. Kalau tidak bagaimana mungkin aku bisa menatapmu sedekat ini?”
“Kakak?” Hae Joo mengigau.

“Ya aku disini!” Seru San langsung siaga.

“Kak Chang Hee...” Hae Joo mengigau menyebut nama Chang Hee. “Jangan pergi, Kak Chang Hee...”
San langsung terdiam ternyata bukan dirinya yang dimaksud. (huwaaa hati oppa terluka nih)
Sang Tae pulang dari tempat kerja dan langsung berbaring di ranjang depan karena kelelahan dan kelaparan. Young Joo datang membangunkannya. (Haha liat ga sopan banget nih cewek ngebangun-in kakaknya kayak gitu, ditendang pake kaki)
Sang Tae jelas saja marah karena seluruh tubuhnya sedang kesakitan kenapa Young Joo malah menendangnya. Ia bertanya dimana ibu, kemana perginya. Young Joo mengatakan kalau ibu pergi membuka warung. Sang Tae menyuruh Young Joo menyiapkan makanan untuknya. Ia mengeluh tangan, kaki, bahu, dan punggungnya sakit.
Young Joo akan menyiapkan makanan untuk kakaknya tapi ia teringat satu hal. Ia pun langsung menanyakan hal itu pada kakaknya. Ia bertanya apa Hae Joo benar-benar saudara kandung mereka. Sang Tae heran dengan pertanyaan Young Joo yang aneh. Young Joo berkata ada pria gila yang mengatakan kalau Hae Joo itu anak adopsi.

Sang Tae menilai otak Young Joo sedang bermasalah kenapa Young Joo bicara begitu. Young Joo berkata kalau ia juga berfikir itu tak masuk akal, tapi bukankah memang sedikit aneh karena Hae Joo menangis sedih ketika kita merayakan ulang tahunnya. Dia juga sama sekali tak mirip dengan kita.
Sang Tae menjitak kepala Young Joo beberapa kali, “Hei... kalau membicarakan tentang wajah, kau ini yang paling jelek dalam keluarga kita.”
“Ah keterlaluan.” Young Joo kesal Sang Tae mendorong kepalanya. Ia kembali mengatakan kalau ketika kecil walaupun ia tak begitu ingat saat itu bukankah ibu selalu mempersulit Hae Joo. Apa Kakaknya tak ingat waktu itu. Sang Tae menyuruh adiknya jangan membicarakan hal omong kosong cepat bawakan saja makanan untuknya, ia sudah kelaparan. Young Joo mengambilkannya tapi dengan mulut yang menggerutu.
Sang Tae memikirkan apa yang baru saja Young Joo katakan mengenai Hae Joo yang bukan saudara kandung. Tapi ia buru-buru memukul kepalanya jangan berfikir yang tidak-tidak.
Jung Woo dan Bong Hee minum bersama. Bong Hee terkejut mengetahui kalau Chang Hee berkeliling untuk menakuti para kontraktor dan vendor agar menutup mulut mereka. Jung Woo membenarkan dan sekarang Chang Hee benar-benar berada disisi Jang Do Hyun. Bong Hee benar-benar tak pernah berfikir kalau Chang Hee akan seperti itu. Tapi menurutnya itu hal yang masuk akal karena Chang Hee pun bahkan mengabaikan kekasihnya sendiri.
Kini giliran Jung Woo yang terkejut apa maksud perkataan Bong Hee. Bong Hee memberi tahu kalau Chang Hee memutuskan hubungan dengan Hae Joo. Ia juga menceritakan keluarga Hae Joo yang melabrak ke rumah keluarganya dan membuat keributan, ya walaupun menurutnya itu sedikit sebagai hiburan. Hehe. Jung Woo jelas marah bahkan Hae Joo juga menjadi korban Chang Hee.
Bong Hee berkata kalau semakin ia pikirkan ia menjadi semakin marah. Chang Hee kembali pada Presdir Jang dan menelantarkan gadis yang sudah 15 tahun dipacarinya. Ia menilai kalau Chang Hee ini lebih buruk daripada pembunuh. Bagaimana dia bisa mengabaikan wanita yang sangat dia cintai. Bong Hee heran bagaimana bisa Chang Hee berbuat seperti itu, menurutnya orang brengsek seperti Chang Hee harus dihukum secara sah, dia harus masuk penjara...
Jung Woo tampak geram menahan marah. Bong Hee bertanya apa Jung Woo mendengarkan apa yang ia katakan. Ia kesal karena Jung Woo selalu saja mengabaikan perkataannya.
In Hwa pergi ke bar langganannya disana ia memesan minuman sisa pesanannya yang kemarin. In Hwa melihat kalau di bar itu ada Chang Hee yang sedang minum-minum sendirian. In Hwa mendekatinya. In Hwa tak menyangka ternyata Chang Hee minum-minum di tempat seperti ini juga. Kebetulan sekali ia bertemu Chang Hee disini. Ia bertanya apa yang Chang Hee lakukan pada Hae Joo, apa Chang Hee benar-benar mengakhiri hubungan dengan Hae Joo. Chang Hee diam saja tak menanggapi pertanyaan In Hwa, ia terus minum.
In Hwa merebut gelas minuman Chang Hee dan meminumnya. Ia kesal karena Chang Hee mengabaikan perkatannya. Ia kembali bertanya apa Chang Hee akan putus dengan Hae Joo. Chang Hee tetap diam ia meminta kepada pelayan gelas yang baru. In Hwa terus bertanya kesal bagaimana bisa Chang Hee minum terus seperti itu. Ia memukul-mukul Chang Hee dan berkata kalau Chang Hee ini sangat jantan ketika memutuskan keluar dari rumah untuk menikahi Hae Joo tapi ia tahu kalau pada akhirnya akan seperti ini jadinya. Itu sebabnya Chang Hee anak Park Gi Chul. In Hwa mencibir karena menurutnya bagaimana mungkin anak seorang pelayan bisa menjadi seorang jaksa. Chang Hee tetap diam mengabaikan ocehan In Hwa.
Hae Joo bermimpi buruk. Mimpi dimana ayahnya tertabrak mobil katika ia berada disana menaiki sepeda untuk menjemput ayahnya.
Hae Joo langsung terbangun dengan nafas terengah-engah. “Mobil itu!” sahut Hae Joo terbelalak.
San masuk ke kamar dan bertanya kenapa. Hae Joo tampak menitikan air mata. San tambah khawatir melihatnya, “Apa kau bermimpi, kau tak apa-apa?”
Hae Joo meminta San mengantarnya menemui Jung Woo. San heran kenapa tiba-tiba Hae Joo meminta diantar untuk menemui Jung Woo.
In Hwa semakin kesal karena Chang Hee terus-menerus mengabaikan ucapannya. Ia kembali merebut gelas minuman Chang Hee. Chang Hee yang dari tadi diam mulai menatap tajam In Hwa.
In Hwa bertanya apa Chang Hee sekarang melotot padanya, memangnya Chang Hee menjadi pria kalau melotot seperti itu. “Pria seperti apa kau ini? kau bahkan tak bisa melindungi wanitamu dengan benar,”
Chang Hee akan berlalu dari sana. In Hwa bertanya kemana Chang Hee akan pergi. Ia mengejar dan menahan tangan Chang Hee. “Hei Park Chang Hee apa kau tak mendengar aku memanggilmu?”
Chang Hee menepis tangan In Hwa. In Hwa yang sudah marah menampar Chang Hee. In Hwa akan menampar lagi tapi Chang Hee manahan tangannya.
Chang Hee manarik tubuh In Hwa supaya mendekat ke arahnya dan mencium paksa In Hwa. Chang Hee seolah ingin menunjukan pada In Hwa bahwa ia ini seorang pria dan ingin membungkam mulut In Hwa yang cerewet. In Hwa meronta berusaha melepas tapi Chang Hee menahannya erat.
Sebuah ciuman dengan tatapan mata yang dingin dari Chang Hee.
In Hwa mendorong Chang Hee kuat-kuat. Ia menatap marah atas tindakan Chang Hee yang kurang ajar padanya. In Hwa kembali manampar Chang Hee lebih keras, “Beraninya kau, aku tak akan tinggal diam. Aku akan membunuhmu.”
In Hwa meninggalkan bar dengan kemarahan yang memuncak. Sementara Chang Hee dengan tatapan dingin mengusap bibirnya. Sepertinya ia memang tak menginginkan ciuman itu.
Bong Hee menemani kakaknya periksa ke dokter. Dokter mengatakan berdasarkan tes Geum Hee tak ada masalah dengan kesehatan. Ia akan mengabari lagi begitu tes darah keluar. Dokter juga mengatakan kalau tingkat kekebalan tubuh Geum Hee rendah. Ia menyarankan bagaimana kalau Geum Hee melakukan Vaksinasi Pneumonia (yang saya baca pneumonia itu penyakit radang paru-paru, jadi Geum Hee dikasih vaksin anti penyakit radang paru-paru, gitu ya?)

Dokter menjelaskan kalau peringkat pertama penyakit infeksi yang mematikan diusia 50-an adalah Pneumonia. Kalau sistem kekebalan Geum Hee rendah maka Geum Hee harus hati-hati. Bong Hee meminta dokter memberikan vaksin itu untuk kakaknya. Geum Hee tanya apa tak apa-apa. Bong Hee meminta dokter memberikan yang terbaik untuk kakaknya. (Secara tak langsung pesan drama ini meminta kita waspada terhadap penyakit ini ah promosi vaksin yang bagus ya)
Geum Hee pun diberi suntik vaksin pneumonia (asli beneran disuntik) Geum Hee bertanya kalau semuanya sudah selesai apa ia bisa pulang. Dokter membolehkannya.
Dokter menyampaikan kalau golongan darah Geum Hee sedikit spesial. Geum Hee bingung karena yang ia tahu golongan darahnya AB, memangnya golongan darah itu spesial. Dokter memberi tahu kalau golongan darah Geum Hee bukan hanya AB tapi Cis AB.

Geum Hee tak mengerti apa itu. (saya juga ga ngerti)

Dokter menjelaskan kalau golongan darah AB bersatu dengan golongan darah O, maka akan tercipta golongan darah A atau B. Tetapi kalau golongan darah Cis AB bersatu dengan golongan darah O, maka darah A atau B tidak terpisah. Karena AB bergabung menjadi satu, maka golongan darah yang biasanya tidak terpikirkan sebelumnya akan tercipta. Jadi saat pasangan itu memiliki bayi, seringkali terjadi kesalahpahaman adanya perselingkuhan. Di Korea cukup banyak orang yang memiliki golongan darah Cis AB.
Geum Hee : “Benarkah? aku tak terlalu paham.” (sama tante hehe) Dokter akan pergi tapi Geum Hee ingin bertanya, “Kalau ayahnya bergolongan darah O bisakah anaknya memiliki golongan darah AB?”

Dokter menjawab tentu saja.
Geum Hee teringat percakapannya dengan Hae Joo beberapa waktu lalu. Katika itu ia tak bisa berhenti memikirkan Hae Joo jadi ia mengecek golongan darah Hae Joo dan ternyata golongan darah Hae Joo dan putrinya berbeda. “Golongan darahmu AB kan?”

Hae Joo ketika itu mengangguk menjawab ya.

Geum Hee terbelalak terkejut, “Jangan-jangan!”
Jung Woo mempertanyakan kedatangan Hae Joo dan San yang malam-malam menemuinya. Hae Joo berkata kalau ada sesuatu yang ingin ia katakan pada Jung Woo. Jung Woo juga ada hal yang ingin ia katakan pada Hae Joo.

Jung Woo berkata lebih dulu, ia mendengar kalau Hae Joo dan Chang Hee putus. San jelas terkejut mendengar putusnya hubungan Hae Joo dan Chang Hee. Hae Joo berkata kalau kedatangannya bukan untuk membahas masalah itu. Jung Woo menarik nafas panjang dan berkata kalau wajah Hae Joo terlihat berkurang setengah, ia menebak mungkin karena masalah itu.
Jung Woo pun menanyakan keperluan kedatangan San dan Hae Joo. Hae Joo berkata karena Jung Woo ini jaksa ia ingin mengetahui sesuatu tentang kecelakaan mobil ayahnya. “Penjahatnya sampai sekarang belum ditemukan kan?”
Jung Woo berkata kalau kasus itu sudah bertahun-tahun yang lalu. Kalau orangnya tertangkap pasti ia sudah memberitahu Hae Joo, lagi pula batas waktu undang-undangnya juga sudah lewat. “Apa kau datang kesini karena kau penasaran tentang itu?”

Jung Woo ingat kalau Chang Hee mengambil semua data yang menyangkut kasus itu. oh oh Hae Joo terkejut. Jung Woo mengatakan kalau Chang Hee mengambil semua datanya karena Chang Hee memaksa akan menyelidikinya.
Jreng jreng jreng.... Hae Joo tambah terkejut. San heran dengan keterkejutan Hae Joo.
Apa Hae Joo mulai berfikir yang tidak-tidak.

14 comments:

  1. ayoooo... d lanjut lg..
    semangat nulisnya mb.anis

    ketawa ngakak deh.. pah lht keluarganya haejoo brntem d rmhnya presdir jang.hhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha aku aja ketawa terus tuh liatnya... apalagi Young Joo VS In Hwa yang jambak-jambakan...

      Delete
  2. kapan ya kang san bs menggantikan chang hee di hati hae joo..
    lanjutkan mb,,,
    terimaksh bwt sinopsisnya mb...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm Hubungan Hae Joo n Chang hee kan udah mendalam selama 15 tahun tuh pasti sulit buat Hae Joo untuk melupakan Chang hee n membuka hatinya untuk orang baru...

      ya sama seperti kita lah... membutuhkan waktu yang ga sebentar...

      Delete
  3. semangat mba anis buat nulis lanjutan sinopsis nya,,semoga aja mba anis bikin sinopsis may queen nya sampai tamat,,mba makasih nya sinopsis may queen ep 18 part 2 nya,,di tunggu mba sinopsis episode 19 nya ^o^ ~ flo ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks flo, mudah2an sampai tamat ya...

      Delete
    2. aminnnnnn mudahan mba anis nulis sinopsis may queen nya sampe tamat n semoga mba anis sehat'' selalu n punya waktu luang buat bikin sinopsis nya ^.^ ~ flo ~

      Delete
  4. semangat mbak, ep 19 di tunggu!! suksma! :)

    ReplyDelete
  5. makasih mbak anis...dengan membaca sinopsis ini, cukup menghibur hati yang sediihhhhh.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. huwaaaa senangnya kalau kita bisa membantu menghibur ckckck....

      Delete
  6. semangat ya mbak, tolong dilanjut sinop.y sekalian aku nungguin sinop.y Yes captain yang selanjut.y,,
    terima kasih banyak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. may queen pasti dilanjut kalau Yes Captain nunggu episode 11 di Blog Irfa ya...

      Delete
  7. makin seru z....

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...