Friday, 31 May 2013

Sinopsis All About My Romance Episode 11 Part 2

Tiba saatnya acara debat. Setiap wakil parlemen diberi kesempatan bertanya pada calon menteri. Yang bertanya diberi kesempatan selama 5 menit untuk bertanya. Yang pertama mengajukan pertanyaan adalah Wakil Moon Bong Shik.
Mic Bong Shik pun menyala, “Apakah anda mengetahui angka upah minimum yang diumumkan Kementrian Kesejahteraan pada tahun 2013?”
Calon menteri membuka dokumen catatannya. Ia terlihat bingung, “Kira kira.... yang kuingat sekitar 500 sampai 600rb won.” jawabnya ga meyakinkan.

Bong Shik tak puas kalau jawabannya ada embel-embel kira-kira. Bong Shik bertanya lagi, “Bagaimana menurut pendapat anda mengenai kontorversi fasilitas anak-anak?”

Calon Menteri : “Kira-kira... kira-kira....”

Dan jawaban calon menteri ini selalu saja ada kata ‘Kira-kira’ membuat Bong Shik nahan emosi. Hahaha.

Nih calon menteri jawabannya kalau ga ‘kira-kira’, pasti jadi ‘aku kurang tahu’ hahaha.
Bong Shik jadi kesel, “Maaf tuan calon, apa kau tahu siapa saja yang duduk di kursi kabinet?”

Calon Menteri: “Itu kira-kira....” (gubrakkkk hahaha)

Emosi Bong Shik seperti sudah mau meledak hahaha.
Waktu 5 menit hampir habis. Bong Shik masih bertanya, “Apakah tuan calon tahu rata-rata tunjangan bagi orang cacat yang dianggarkan di negara?” Pet... Mic Bong Shik pun mati karena waktunya habis. Suaranya pun tak terdengar. MC acara pun mempersilakan giliran berikutnya.
Bong Shik jelas ngedumel jengkel mendengar jawaban tuh calon menteri, “Oon banget sih, pertanyaan kayak gitu aja ga bisa jawab. Ya ampun, padahal sudah lelah kusiapkan. Mau jadi menteri tapi ga tahu apa-apa? Semua jawaban hanya kira-kira. Memangnya apa yang dia tahu?” Tiba-tiba mic Bong Shik nyala. Tapi Bong Shik ga sadar, suaranya jadi kedengaran deh. Hahaha.
Bong Shik sendiri kaget ga nyangka kalau tuh mic bakalan nyala lagi, hahaha. Yang ada disana menahan tawa. Semua kamera yang tadinya mengarah ke calon menteri beralih mengarah padanya. 

Ga anggota DPR, ga reporter, ga kameramen semua ketawa hahaha. Dong Sook yang ada disana juga tertawa geli hahaha. MC acara mengatakan kalau sepertinya mic Wakil Moon agak konslet hahaha. 
Mic Bong Shik udah mati lagi. Dia mewek-mewek, “Kenapa hal ini selalu terjadi padaku.”
Kita pindah ke debat calon menteri yang satunya lagi. Dimana Min Young dan Soo Young ikut berpartisipasi. Min Young bertanya pada calon menteri, “Tuan Kang kenapa anda dan putra anda tak ikut wajib militer?”

Pak Kang mengatakan itu karena ada penyakit kronis.

“Kenapa semua anak pejabat memiliki penyakit kronis.” sindir Min Young. “Pengecualian bagi pejabat, pengecualian bagi anak pejabat atau berbagai kemudahan dalam mengikuti wajib militer. Bukankah itu ketidakadilan bagi rakyat?”
Anggota DPR lain yang merasa tersindir langsung menunduk diam hahaha. Tapi Soo Young tetap menegakan kepala karena dia udah ikut wamil, masuk Marinir hahaha. Min Young menatap sinis anggota dewan yang nunduk tadi hahaha.
Giliran Kim Soo Young yang bertanya, “Berpihak kemanakah anda mengenai isu Undang-undang yang sekarang sedang ramai dibahas?”
Ok dan ditengah-tengah debat seperti ini banyak yang dipikirkan Min Young. Dalam pemikirannya yang namanya debat itu memanfaatkan saksi, referensi dan penghargaan untuk mendengarkan kesaksian. Tapi yang namanya debat tak hanya terjadi di gedung perleman saja.
Misalnya sepasang kekasih juga bisa melakukan debat. Mulai dari menyelidiki pacarnya yang terus ditelepon sampai tengah malam tapi ga pernah dijawab. Menomorsekiankan pacarnya. Dan macam-macam deh hahaha.
Bahkan Sang Soo pun ingin mendengarkan kesaksian Soo Young terkait hubungan asmara Soo Young dengan Min Young. “Sudah berapa lama kalian pacaran? Apa yang kau sukai dari wakil Noh? Siapa yang ngedeketin duluan? Sudah sampai mana hubungan kalian?”

Suara Min Young : “Bahkan dalam hatimu juga ada perdebatan.”
Tatapan Min Young tak pernah lepas dari Soo Young. Lebih tepatnya tatapan curiga.

Suara Min Young : “Karena harga dirimu terluka dan ketakutanmu mengalahkan logikamu. Karena kau tak bisa menanyakan pertanyaan yang membakar hatimu. Debat yang berujung rasa curiga dan pertanyaan tanpa jawaban di hatimu.”
Keduanya seolah berada di ruangan debat, hanya mereka berdua. Min Young bertanya sudah sampai dimana hubungan Soo Young dengan Reporter Ahn. Soo Young balik bertanya, “Apakah Song Joon Ha sangat berarti dalam hidupmu?”

Min Young berkata kalau Reporter Ahn sering datang ke rumah Soo Young, itu adalah hal yang paling tak ia mengerti dan ketika itu terjadi ia menjadi lebih konservatif daripada liberal. Soo Young tak suka Joon Ha keluar masuk rumah Min Young dengan alasan keluarga.
Min Young merasa kalau Reporter Ahn mendekati Soo Youn terus itu karena Soo Young selalu memberi harapan. “Apa mungkin dengan berpura-pura hanya aku dihatimu berarti kau telah mempermainkan kami berdua?” 

Soo Young meninggikan suaranya, “Kalau aku pacarmu seharusnya aku ini prioritas pertama. Tapi kenapa yang kurasakan itu Penasehat Song adalah yang nomor satu?” Keduanya saling menatap tajam.
Dan kita kembali ke ruang debat sesungguhnya. “Aku tak bisa menanyakan itu?” gumam keduanya dalam hati. “Aku akan terlihat lemah.” sambung batin Min Young. Debat pun usai.
Soo Young dan Min Young makan berdua di restouran. Keduanya masih membicarakan calon menteri yang akan mengisi kabinet. Menurut Min Young sebelum merasa nyaman duduk di kursi kabinet ia berharap agar mereka bisa mencari calon lain.

Soo Young setuju, “Tapi kita belum menanyakan tentang kebijakan yang pernah mereka buat. Akan menjadi masalah kalau hanya menanyakan tentang masalah pribadi dan masa lalunya.”

Min Young menilai ini tak ada cara lain, “Mana bisa kita diatur oleh orang yang tak etis dan tak bermoral?”

Soo Young : “Kalian sendiri bagaimana? Hanya bisa duduk dan bertanya tentang etika, itu juga korupsi.”

Min Young tak menyangka kalau hari ini ia melihat Soo Young benar-benar memiliki sifat GKP. Soo Young heran kenapa Min Young jadi bertahan ketika ia bicara kenyatakan, “Seperti bicara dengan partai oposisi saja.” (partai yang menentang pemerintah gitu haha)
Min Young mendelik marah disebut Partai Oposisi. Tapi bersamaan dengan itu pelayan datang menyuguhkan makanan pesanan mereka. Min Young berusaha menutupi wajahnya agar tak dikenali. Tapi Soo Young mah cuek aja.
Soo Young menaburkan bubuk apa ya (mungkin merica) ke makanannya. Min Young menuangkan semua saus ke makanannya. Soo Young protes, “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menuang semuanya?”

Min young : “Apa? Bukankah memang harus dituang? Apa mau dimakan terpisah?”
Soo Young tak suka sausnya dicampur semua karena nantinya terlalu manis. Seharusnya itu dicocol. Min Young menilai itu sama saja dan menyuruh Soo Young lebih baik cepat makan saja.
Soo Young makannya sambil merengut. Bukan hanya Soo Young sih, Min Young juga merengut haha. Soo Young emang orangnya bersih, ga bisa liat sesuatu yang jorok hahaha.
Min Young, Dong Sook dan Yoon Hee berkumpul di kafe Bibi. Dong Sook menceritakan apa yang terjadi ketika debat. Ia mengatakan kalau calon menteri itu tak mengerti apa-apa. Dia hanya bilang kira-kira, kurang lebih. Ketiganya pun bersulang karena sudah melakukan hal yang bagus.
Yoon Hee : “Sejak tak bisa pulang gara-gara debat, aku jadi berfikir lagi tentang pekerjaanku ini. Sementara teman-temanku diperlakukan sebagai ratu oleh suaminya dan hidup nyaman di rumah.” 
Bibi datang menyuguhkan ayam goreng kafe-nya. Ia berseru ternyata Yoon Hee mengerti hal itu. Tapi yang disana itu juga perlu diberi pengertian, kata Bibi sambil menunjuk Min Young. Min Young meminta Bibinya ikut duduk bargabung dengan mereka.
Pemikiran Dong Sook berbeda dengan Yoon Hee, “Teman-temanmu itu masih dalam masa bulan madu, kan? Tunggu saja beberapa tahun lagi. Mereka tak akan membanggakan hidup mereka lagi. Semua pria itu seperti politikus, mengumbar janji diawal. Lalu apakah mereka bisa menepati janjinya? Tidak, kita yang selalu terbujuk oleh rayuan mereka. Begitulah kenyataannya.” (nah lho, ada yang setuju pendapat Dong Sook hahaha)

Bibi membenarkan pendapat Dong Sook.
Muncul dalam benak Min Young bahwa yang namanya Komitmen entah itu dalam Organisasi, Partai atau bahkan Calon Eksekutif janji adalah hal yang harus ditepati. Lawan kata komitmen dalah ingkar. 

Min Young sependapat dengan Dong Sook. Tegas ia menyetujui pendapat Dong Sook. Min Young mengingat ucapan Soo Young ketika minta maaf sambil mengangkat tangan. Soo Young mengatakan kalau dia tak bisa menang melawan Min Young.

“Tak bisa menang kau bilang?” Gerutu Min Young kesal. “Padahal dia menggerutu panjang lebar hanya karena saus Tangsooyook dituang semua.”
Mereka bertiga yang memperhatikan merasa heran kenapa Min Young menggerutu kesal seperti itu. Min Young langsung menjelaskan kalau maksudnya adalah semua pria dan politikus yang tidak bisa menjaga komitmen, mereka harus dihukum dan disingkirkan, kata Min Young sambil menggebrak meja. “Kalian setuju? Apa ucapanku salah?”
Dong Sook yang kaget berusaha menenngkan suasana, “Chagiya, kita sendiri tak pernah patuh pada komitmen yang kita buat sendiri.” (wakakaka)

Bibi melihat kalau Min Young ini perlu yang namanya perawatan, “Sepertinya kau tak bisa mengendalikan hormonmu.” (hahaha)
Soo Young makan bersama Sang Soo dan Penasehat Maeng. Soo Young curhat masalah Min Young, “Dia seharusnya bicara padaku supaya aku tahu apa yang terjadi. Apa salahnya kalau ku ekspresikan kekecewaanku ketika dia menuang saus Tangsooyook? Setelah itu dia menatapku marah dan tak bicara apa-apa. Aku tak mengerti sebenarnya apa yang dia inginkan dariku.”
Sang Soo mengatakan kalau yang namanya wanita itu makhluk yang tidak akan bisa mereka mengerti. Ia merasa kalau Soo Young juga masih belum mengerti hal itu. Sang Soo dan Penasehat Maeng tertawa.

Soo Young yang kesal mengaku kalau memang ia tak mengerti. “Kenapa dia marah dan apa alasan di cemberut, memangnya susah untuk mengatakannya? Aku perlu tahu sesuatu supaya bisa minta maaf dan memperbaiki keadaan. Aku benar-benar kesal.”
Min Young berada di kamarnya, galau ga bisa bobo. Soo Young juga sama, ga bisa bobo. Keduanya puter kanan puter kiri di kasur.
Beberapa anggota dewan harus menghadiri seminar disuatu daerah ya dalam rangka kunjungan kerja gitu. Dong Sook senang bisa menghadiri seminar ini. Ia merasa mengikuti seminar ini rasanya seperti berwisata. Yoon Hee juga senang karena disana ada banyak makanan khas daerah itu. Yoon Ki menyayangkan Penasehat Song Joon Ha tak bisa ikut karena sibuk diluar. Jadi timnya berasa ada yang kurang. Mendengar Joon Ha sibuk diluar Min Young jadi terdiam.
Di mobil lain yang menuju tujuan yang sama, Ahn Hee Sun menumpang mobil Soo Young. Soo Young dan Sang Soo heran kenapa Hee Sun ikut kegiatan ini. Hee Sun bilang ini untuk wawancara. Hee Sun mengatakan kalau negara kita bukan penghasil minyak jadi kita perlu efisiensi. (ga ngerti saya, apa hubungannya?)
Acara seminar pun dimulai. Anggota dewan mendengarkan dengan seksama penyaji yang menyampaikan tentang tiga bisnis utama di daerah itu. Tapi lihat, Moon Bong Shik malah ngantuk hahaha.
Soo Young melirik ke samping tempat Min Young duduk. Min Young melihat sekilas dan cuek merengut. Soo Young hanya bisa menarik nafas, ternyata Min Young masih cemberut aja.
Panitia memperkenalkan pada anggota dewan potensi yang dimiliki daerah itu. Panitia mengatakan kalau mereka sedang mengembangkan kekuatan agrikultur lokal dengan tujuan utama berkompetisi dengan agrikultur Prancis dalam hal memproduksi wine.
Anggota dewan ini pun dibawa ke tempat pembuatan wine sambil mencicipi wine. Mereka berseru tak percaya bisa menginjak-injak anggur menjadi minuman. Mereka bersenda gurau kalau kaki mereka sudah mabuk hahaha.
Soo Young menginjak anggur berhadapan dengan Min Young yang cuek ga memandangnya sama sekali. Dong Sook berhadapan dengan Bong Shik yang ingin sekali bersulang dengan Dong Sook hahaha.
Panitia memberi tahu kalau wine yang anggota dewan minum sekarang adalah wine yang terbuat dari anggur liar di wilayah ini. “Kami biasanya meminta pasangan yang datang kesini untuk melakukan sulang cinta. Tapi karena hari ini tak ada pasangan yang datang......”
“Tentu saja ada.” sela salah satu anggota dewan dari GKP. “Itu mereka, pasangan tabung pemadam.” kataya menunjuk Soo Young dan Min Young. Wakakaka.

Min Young sewot, “Memangnya aku sudah gila? Dengan pria ini?” Min Young menolak melakukan sulang cinta minum wine.

“Memangnya kenapa?” Tanya anggota dewan itu, “Kalian kan tidak benar-benar pasangan. Jadi tak masalah kalau melakukannya untuk kami.”

Anggota GKP yang lain heran, “Memangnya kenapa? Apa kalian benar-benar pasangan?” Hahahahaha.
Soo Young dan Min Young pun setuju melakukan sulang cinta minum wine. Tapi ya tetep sambil cemberut hahaha.
Dong Sook entah kenapa ikut cemberut. Bong Shik, hohoho sepertinya dia ngarepin bisa melakukan sulang cinta bareng Dong Sook hehehe.
Hee Sun menggerutu, “Apakah seperti ini kelakukan anggota parlemen?”
Para Sekretaris juga berada disana. Sang Soo berdiri di samping Yoon Hee. Ia menyengol dan tersenyum melambaikan tangan menatap Yoon Hee. Yoon Hee tertawa heran hahaha. (new couple nih hahaha)
Anggota dewan pun beristirahat di hotel yang disediakan panitia. Soo Young berada di kamarnya. Ia berniat menghubungi Min Young tapi ga jadi. Gengsi mungkin ya. (nama kontak Min Young itu berubah jadi Chang Ran)
Soo Young keluar dari kamar dan terkejut melihat Sang Soo duduk santai sambil makan jeruk dengan kulit jeruk yang berserakan, “Kenapa kau ada disini?” Sang Soo mengatakan kalau keadaan kamar mereka jauh berbeda. Kamarnya lebih kecil.

Soo Young membereskan kulit jeruk yang berserakan di meja, ia bertanya Sang Soo tak bermaksud tidur di kamar ini kan. Sang Soo berkata sambil melempar kulit jeruk ke arah Soo Young, kalau ia baru saja akan mengatakan itu.
Soo Young double kesal, Sang Soo yang pengen tidur di kamarnya dan Sang Soo yang sudah mengotori kamarnya. “Walaupun kau tahu rahasiaku, bagaimana dengan tugasmu, hah?” Soo Young yang kesal melempar Sang Soo dengan kulit jeruk.

Sang Soo mengancam kalau ia tak boleh tidur disini ia tak akan memberi tahu Soo Young sesuatu. “Apa? Katakan saja?” Soo Young jengkel sama tingkah Sang Soo yang makin ngelunjak.
Sang Soo mengatakan kalau ia tahu alasan kenapa Noh Min Young bersikap jutek pada Soo Young. Sang Soo senyum-senyum tak mau mengatakannya.
Soo Young pun pasrah karena ia ingin tahu apa yang terjadi. Ia menghela nafas panjang, ancaman Sang Soo ternyata manjur hahah. Soo Young duduk di samping Sang Soo mengatakan kalau tempat tidurnya itu sangat empuk, silakan kau pakai. Sang Soo tentu saja senang, tapi bukan Sang Soo namanya kalau langsung puas begitu saja. Ia mengambil jeruk dan menyuruh Soo Young untuk mengupasnya. hahaha Semakin ngelunjak n bikin Soo Young pengen ngremes-remes muka Sang Soo. hahaha.
Hee Sun ke Hotel tempat menginap wakil rakyat. Ia membawa dua botol wine. Ia melihat Soo Young masuk ke lift, tapi sayang ketika ia mengejarnya pintu lift sudah tertutup. Hee Sun heran kemana Soo Young akan pergi, jangan-jangan... (apa Hee Sun berfikir kalau Soo Young akan menemui Min Young)
Kamera CCTV lift tak bisa melihat siapa yang berada di dalam lift karena orang itu pake payung hitam. Hahaha. Soo Young pake payung hitam di dalam lift. (kenapa ga payung kuning, padahal kemarin santer ngomongin payung kuning di grup FB hahaha)

Akan kemanakah Soo Young? Tentu saja menemui Min Young. Dari penjelasan Sang Soo, ia pun mengetahui kalau Min Young cemburu pada Reporter Ahn Hee Sun. Itu karena Hee Sun selalu dekat dengan Soo Young, bahkan Sang Soo saja sebel liat Hee Sun.

Keluar dari lift Soo Young masih membuka payungnya. Ia tertawa, “Cemburu, ya?”
Soo Young sampai di depan kamar Min Young. Ia mengetuk pintu kamar Min Young. Min Young yang baru keluar dari kamar mandi terkejut mendengar suara ketukan pintu.
Hee Sun menuju meja reseptionis hotel. Ia memperkenalkan diri sebagai Reporter. Ia juga menunjukan kartu namanya. Ia minta tolong bisakah ia mendapatkan nomor kamar wakil Noh Min Young. (Bener kan, Hee Sun curiga Soo Young akan menemui Min Young)
Min Young yang waspada bertanya lirih siapa di luar. “Aku..” jawab Soo Young. Min Young panik mendengar suara Soo Young, “Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kalau ada yang melihat?” 

“Makanya cepat buka pintunya!” perintah Soo Young.
Min Young tak mau membukakan pintu, “Kau pergi saja sana!”
“Ga mau!” Soo Young menolak pergi. “Kau harus membuka pintunya.”

“Oh ya ampun ada orang yang datang. Cepat buka pintunya. Tak ada tempat sembunyi, cepat buka pintunya!” seru Soo Young membohongi Min Young supaya cepat dibukakan pintu.
Hee Sun keluar dari lift dan mencari kamar Min Young. Tepat pada saat Hee Sun berbelok ke lorong kamar Min Young, Soo Young sudah masuk kamar. Hee Sun sempet liat Soo Young masuk kamar Min Young ga ya?
Soo Young yang sudah berada di dalam kamar Min Young mengunci pintu. Min Young menyuruh Soo Young mengatakan keperluan dan cepat pergi. Soo Young tersenyum mengatakan kalau antara dirinya dengan Reporter Ahn, tak ada hubungan apa-apa.

Min Young cuek, “Bodo amat!”

Soo Young kembali tersenyum berkata kalau ia datang hanya ingin memberi tahu itu. Soo Young tersipu-sipu karena Min Young cemburu. Min Young heran kenapa Soo Young cengingisan kayak itu. 

Soo Young : “Memangnya aku tak boleh senang, karena ternyata kau cemburu padaku.”

Soo Young kembali tertawa. Min Young yang masih kesal melarang So Young tersenyum. (ah ya ampun senyum indah Kim Jae Won mulai ada saingannya nih hahaha)
Hee Sun berdiri di depan kamar Min Young. Tiba-tiba Dong Sook datang membuat Hee Sun kaget. Dong Sook menanyakan apa yang dilakukan Hee Sun di depan kamar Min Young. Mumpung bawa dua botol wine, Hee Sun bilang kalau ia ingin mengajak wakil Noh minum bersamanya. Dong Sook merasa itu ajakan yang aneh. Hee Sun berkata bukankah Dong Sook tahu kalau ia ini tak memiliki teman jadi ia ingin mengajak Min Young minum bersama.
Di dalam kamar Soo Young tersenyum memeluk Min Young. “Sampai kapan pun, aku akan menerima semua kecemburuanmu.”

Min Young mendorong Soo Young menjauh darinya. ia mengatakan kalau dirinya sama sekali ga cemburu kok, “Memangnya siapa yang cemburu?” kata Min Young sedikit nyengir hahaha.
“Oh lihat, apa kau baru saja tersenyum?” seru Soo Young tertawa.
“Benar aku tersenyum, lalu kau mau apa?” Min Young juga tertawa. Keduanya berseda gurau dan tertawa.
Tapi tawa keduanya tiba-tiba berhenti karena mendengar suara ketukan pintu. “Wakil Noh apa kau ada di dalam?” terdengar suara Hee Sun di luar kamar.

“Chagiya, aku juga ada disini.” Seru Dong Sook yang membuat kedua pasangan ini terlihat bingung dan panik.

“Bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan?” keduanya celingukan mencari tempat untuk Soo Young ngumpet.
Karena tak mendapat sahutan dari dalam kamar Dong Sook mengatakan pada Hee Sun kalau sepertinya Min Young tak ada di dalam. “Kita pergi saja, karena kau terlanjur membawa botol itu kau bisa minum denganku.”

Tapi Hee Sun yakin kalau Min Young ada di dalam kamar, “Karena kulihat ada yang masuk ke dalam.” (Jadi Hee Sun tadi liat ada orang yang masuk, tapi kayaknya dia ga tahu itu siapa)

Dong Sook bilang kalau dia tak melihat apa-apa. Dengan yakin Hee Sun bilang kalau ia melihatnya. Dong Sook menebak apa Hee Sun ingin menginterogasi Min Young saat dia mabuk. Ia menilai sikap Hee Sun ini benar-benar aneh.
“Siapa itu?” Pintu dibuka, Min Young keluar kamar. Min Young tersenyum melihat Dong Sook dan bersikap normal.
Min Young mempersilakan keduanya masuk. Hee Sun berseru kalau kamar Min Young bagus. “Apa kau disini sendirian?”

“Tentu saja sendirian, apa kau pikir aku disini bersama pria?” Min Young bersikap jutek pada Hee Sun.

Dong Sook bilang bukankah Hee Sun sudah melihatnya tak ada siapa-siapa disini. Hee Sun tak serta merta percaya, ia masih curiga kalau Soo Young ada disana. Ia mengamati sekeliling dan melihat pintu balkon terbuka. Ia ingin melihat pemandangan di luar dari balkon.
Hee Sun segera berlari menuju balkon, ia melatakan wine di meja. Oh God, benar sekali ternyata Soo Young keluar lewat sana. Tapi ketika Hee Sun keluar, Soo Young sudah bersembunyi. Hee Sun celingukan tapi tak menemukan keberadaan Soo Young. Soo Young nahan jengkel, kenapa tuh cewek rese banget.
Soo Young masuk ke sebuah kamar yang ia sendiri tak tahu siapa penghuninya. Ia masuk mengandap-endap lewat pintu balkon. Si penghuni kamar pun muncul. Dia sedang menelepon. Ternyata penghuni kamar itu Moon Bong Shik.
Tanpa melihat dengan jelas Moon Bong Shik ketakutan melihat orang lain ada di kamarnya. Ia menjerit takut tuh dedemit dari mana yang masuk ke kamarnya. Ia langsung ngumpet berbalik badan. 

Soo Young juga kaget si pemilik kamar berteriak, “Wakil Moon?” Panggil Soo Young untuk memastikan itu Bong Shik atau bukan.

“Benar? kau mau apa?” Bong Shik takut diapa-apain sama tuh orang (dia takut n ngira yang masuk rampok gitu hahaha)
Soo Young lega itu beneran Bong Shik. Bong Shik heran kenapa yang nyelonong masuk kamarnya ini tahu dirinya. Ia pun berbalik badan dan terkejut ternyata itu Soo Young. “Apa yang kau lakukan disini? Kau mengagetkanku.”

Soo Young bilang kalau pintu kamar Bong Shik terbuka. Bong Shik tak mengerti kalau pintu kamarnya terbuka memangnya kenapa. Kalau pintu kamarnya terbuka apa Soo Young boleh masuk begitu saja.

Soo Young : “Bukankah kau memanggilku?”
Bong Shik bingung, “Aku? Memanggilmu?”
Soo Young : “Apa kau tak memanggilku?”
Bong Shik masih bingung, “Tidak. Aku tak ingat.”
Soo Young : “Apa kau yakin?”
Bong Shik berfikir, “Sangat yakin.”

Soo Young berkata kalau yang namanya orang semakin tua dia akan semakin pikun. hahaha.
Bong Shik ga terima, “Apa kau bilang aku pikun?”
Soo Young : “Apa menurutmu aku yang lebih muda darimu yang pikun?”

Bong Shik tambah bingung deh, “Apa sih yang kau bicarakan?” Dia ga ngerti apa maksud Soo Young. Soo Young berkata kalau Bong Shik ini selalu sulit mengerti maksud perkataan orang lain. Wakakaka.

Bong Shik : Aku?
Soo Young : Benar.
Bong Shik : Kapan?
Soo Young : Sering.
Bong Shik : Memangnya kau siapa?
Soo Young : Aku anggota partaimu. Kim Soo Young.
Bong Shik : Apa kau pikir aku memanggilmu ke sini untuk mendengar itu?
Soo Young : Sepertinya kau baru saja pikun lagi. (hahaha)
Karena tak menemukan yang ia cari Hee Sun pun kembali masuk ke kamar Min Young. Min Young menilai Hee Sun ini penguntit dan sebaiknya pergi saja. Hee Sun bertanya apa maksud Min Young menyebutnya penguntit, bukankah ia sudah bilang kalau dirinya akan mengajak Min Young minum bersamanya.

Min Young mencibir, “Benarkah? bagaimana ya? Aku menolak. Aku tak mau minum denganmu.” Hee Sun heran kenapa Min Young menolak ajakannya. Dong Sook berkata kalau Hee Sun mau minum lebih baik jangan disini.
Dong Sook akan keluar tapi langkahnya terhenti karena melihat sesuatu, payung yang disandarkan di belakang pintu. (huwaaa Soo Young lupa bawa payungnya) Dong Sook mengingat sesuatu. Ia teringat sebelum dirinya melihat Hee Sun berdiri di depan kamar Min Young. Ia melihat sekilas bayangan seseorang yang berpayung masuk ke kamar Min Young.
Dong Sook pun jadi berfikir apa yang Hee Sun katakan itu benar, Min Young memasukan seseorang ke kamar.

Dong Sook berbalik menatap Min Young dengan tatapan curiga. Ia pun segera mengajak Hee Sun keluar dari kamar Min Young.
Di kamar sebelah Bong Shik masih ga yakin kalau dia yang memanggil Soo Young. Ia tak ingat kalau dirinya pernah memanggil Soo Young, jadi sekarang Soo Young harus pergi dari kamarnya. Bong Shik juga melihat Soo Young masuk ke kamarnya pakai sepatu. Ia ngomel-ngomel. Soo Young berkata kalau ini karena hotel yang mereka tempati bergaya Eropa jadi ga apa-apa masuk kamar pake sepatu.
Soo Young memberi tanda agar Bong Shik diam. Tapi bukannya diam, Bong Shik malah meninggikan suaranya, “Kenapa? Kenapa aku harus diam di kamarku sendiri?”

Soo Young tak menanggapinya, “Senang bicara denganmu.” Soo Young pamit membuat Bong Shik melongo terheran-heran.
Bersamaan dengan Soo Young keluar dari kamar Bong Shik, Dong Sook dan Hee Sun pun keluar dari kamar Min Young.

“Sunbae!” sapa Hee Sun langsung berlari menghampiri Soo Young. Min Young bersikap biasa saja supaya ga ada yang curiga. Soo Young pun demikian. Hee Sun bertanya kamar siapa itu.

Yang punya kamar pun keluar. Soo Young berseru kalau wakil Moon memanggilnya supaya datang kesini.

Bong Shik kembali kaget, “aku?”

Soo Young mengucapkan selamat malam pada Bong Shik. Sebelum pergi ia melirik sebentar ke arah Min Young dan melempar senyum. Hee Sun terus mengekor pada Soo Young.

Bong Shik tak mengerti apa maksudnya. Ia menoleh dan terkejut melihat disana ada Min Young dan Dong Sook. Dong Sook masuk kamar disusul Min Young masuk kamar juga.
Dong Sook yang curiga ingin bertanya pada Min Young. Tapi ga jadi, Dong Sok bilang ia akan bicara lagi dengan Min Young nanti.
Hee Sun ingin Soo Young meyakinkan dirinya kalau Soo Young tak berbohong padanya. Soo Young yang cuek bilang tidak. Hee Sun pun tak curiga, ia percaya apa yang Soo Young katakan.

Hee Sun : “Tak apa-apa kalau kau tak menyukaiku. Tapi kau jangan berbohong padaku,”

Soo Young yang risih ingin Hee Sun berhenti mengekor padanya.
Hee Sun merengut disindir kayak gitu. “Sunbae, aku sudah berusaha untuk tak menjadi gila. Tapi kalau ada yang berbohong padaku aku akan benar-benar menjadi gila. Bukan hanya sekedar gila, tapi aku akan gila segila-gilanya.”

Soo Young yang cuek mengerti. Ia ingin Hee Sun menjauh darinya, panas nih. Hee Sun sedikit menyingkir. Tapi masih mengikuti Soo Young. Soo Young yang risih ingin Hee Sun menjauh darinya. 
Salah kegiatan anggota dewan yang lainnya adalah melakukan hiking. Anggota dewan dari GKP bertanya ke rekannya apa mereka perlu melakukan ini bukankah daerah ini bukan Dapil mereka.

Rekannya mengatakan kalau sekarang jamannya IT, sedikit saja kesalahan mereka bisa meng-upload-nya ke internet. Tuh contohnya katanya sambil menunjuk Bong Shik.
Sekretarisnya Bong Shik, Park Boo San menunjukan video di internet dimana Bong Shik melakukan kesalahan ketika debat hahaha. Bong Shik kesal kenapa masalah seperti ini lagi yang diunggah ke internet. Ia kesal siapa sih yang meng-upload itu ke internet hahaha.
Hee Sun juga ikut rombongan Hiking. Dia terus nempel aja sama Soo Young dan bikin Min Young gerah melihatnya. “Oh Sunbae lihat itu ada tupai!” seru Hee Sun menunjukan keberadaan tupai yang ia lihat untuk mencari perhatian Soo Young. Soo Young tetap aja cuek, “Ya sudah kejar sana.”
Min Young yang cemburu menampik tangan Hee Sun yang lagi nunjuk tupai. “Permisi, permisi, permisi, air panas, air panas, air panas.” Biar Hee Sun minggir. Hahaha. Min Young jalan cepat paling depan.
Di tengah acara Hiking turunlah hujan lebat. Mereka pun tak jadi naik dan kembali turun. Soo Young teringat kalau tadi Min Young terus berjalan paling depan. Ia mulai cemas karena tak melihat keberadaan Min Young diantara rombongan di depan. Apalagi Min Young paling benci sama yang namanya hujan. Ia pun berlari menyusul mencari Min Young.
Hee Sun berteriak dan celingukan mencari keberadaan Soo Young diantara orang-orang yang berlari akan berteduh. Ia tak menemukan Soo Young.
Min Young tersesat di hutan. Di bawah guyuran hujan deras ia tak tahu jalan keluar. Akibat hujan tanah pun menjadi licin, Min Young terperosok.
Tapi untung tepat saat itu seseorang menangkap tubuhnya sebelum ia terjatuh, Soo Young datang. 
Keduanya menemukan sebuah gubuk untuk berteduh
Keduanya melepas tas. Soo Young mengeluarkan handuk untuk mengeringkan tubuh Min Young yang basah. Ia juga mengeluarkan jaket supaya Min Young tak kedinginan. So Young bahkan menyalakan api untuk menghangatkan keduanya. Keduanya tersenyum.
Hee Sun yang mencari Soo Young tersesat di hutan. Ia berteriak memanggil Soo Young berulang kali. 
Min Young bertanya bagaimana nanti jika rombongan tahu kalau keduanya menghilang. Soo Young balik bertanya memangnya kenapa, apa Min Young mencemaskan itu. Min Young menjawab tidak sambil tersenyum, menurutnya ini seperti petualangan yang mendebarkan.
Hee Sun menemukan sebuah gubuk. Ia senang akhirnya menemukan tempat berteduh dari hujan. Ia pun bergegas kesana. Ya itu gubuk dimana Soo Young dan Min Young berada.
Soo Young menggenggam tangan Min Young supaya lebih hangat. Ia berharap Min Young tak terkena flu akibat kehujanan. Keduanya tersenyum dengan tatapan yang dalam.
Bagai magnet dikala hujan wajah keduanya pun saling mendekat. Soo Young mencium Min Young. Hangat, sehangat perasaan keduanya.
Hee Sun yang akan ke gubuk itu pun berdiri terhenti shock dengan apa yang dilihatnya. Ia bersembunyi di balik pohon. Ia terkejut tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
‘Aku telah mati-matian berusaha untuk tak menjadi gila. Tapi kalau ada yang berbohong padaku, aku akan menjadi gila. Bukan hanya sekedar gila. Tapi segila-gilanya.’

“Aku akan gila.” ucap Hee Sun melihat mereka berdua bermesraan di depan matanya. Hee Sun merasa dirinya sudah dikhianati dengan ucapan bohong Soo Young.
Soo Young dan Min Young yang tak tahu Hee Sun melihat kemesraan keduanya, tersenyum bahagia. 

Komentar :

Huwaaaa teriak saya nonton ending episode ini. Apa yang akan dilakukan Hee Sun, apa dia akan mengungkap asmara dua politikus ini ke media atau dia akan diam saja dan menyerang dari belakang.

6 comments:

  1. owww..sdh ada sinopsisnya,bangun tdr lgsg buka hp utk liat blognya mba anis,he..oia mba,itu hee sun naik mbl soo young lbh efisien mngkn hemat BBM kali ya...?he...

    ReplyDelete
  2. Tadi yg males ngapa-ngapain, gara" liat blog mba anis ada sinop all about my romance jadi semangat :D lanjutkan sinopsisnya mba :) daebak!

    ReplyDelete
  3. wah ending episode ini bikin deg degan gmana ya nasib ke2 politikus yg dimabuk asmara ini di next episode
    mba anis thank bwt sinopsisny

    ReplyDelete
  4. Senyum soo young tu biarpun da tuwir bikin meleleh,kalo uda senyum berasa lbh muda 10th hehehe,,,tq uni,ditunggu kelanjutany,ttp smngat

    -nath-

    ReplyDelete
  5. aku nyari2 blog mana yg nge-recaps drama ini, eeh.... chajatta! seneeng bgt... abisnya drama ini bikin penasaran terus sih tiap episodenya... liat di ONE TV ga sabar nunggu tayangnya seminggu cuma 2x... ngerasa banget klo blog ini sangat berjasa mengobati rasa penasaranku. semangat terus nge-recapsnya yaaa.... ditunggu terus kelanjutan episodenya... *peluk

    ReplyDelete
  6. Senyum Soo Yong memang manis tp senyum oppa Kim jae Won t terkalahkan! :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...