Thursday, 13 November 2014

Sinopsis Mr Back Episode 2 Part 1


Ketika gerhana bulan dan hujan meteor terjadi, lubang tempat Ha Soo dan Presdir Choi terperosok mengeluarkan cahaya berwarna biru. Ha Soo yang terluka dan melihat ada orang lain disana berusaha untuk menggapai orang itu untuk meminta tolong.


Ha Soo akhirnya bisa menarik jari Presdir Choi, ia minta tolong diselamatkan. Apa ini yang menyebabkan Presdir Choi kembali lagi dari ajalnya? Bahwa ada seseorang yang menariknya kembali ke dunia? (aneh ya. Ok lah ini drama fantasy hahaha)

Ada satu sms masuk ke ponsel Presdir Choi. Mobil milik Presdir Choi mengeluarkan cairan yang kemungkinan itu adalah bensin. Cairan itu terus-menerus keluar.
Sekretaris Sung yang juga terluka berhasil keluar dari mobil. Ia sekuat tenaga berusaha untuk keluar dari lubang. Ia pun langsung meminta bantuan dengan menghubungi 911.
Ambulans dan polisi datang, ketiga korban pun segera diselamatkan. Sekretaris Sung mencemaskan keadaan Presdir Choi Go Bong. Presdir Choi setengah sadar menoleh pada Ha Soo yang tak sadarkan diri.
Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, mobil Presdir Choi meledak. Ledakannya sangat keras dan menimbulkan api yang membumbung tinggi. Bersamaan dengan itu beterbanganlah lembaran-lembaran uang yang ikut terbakar. Presdir Choi setengah tidak sadar melihat itu. Ketiga korban pun segera dilarikan ke rumah sakit.

Terdengar berita dari televisi

Berita terkini, sekitar jam 10 malam, sebuah lubang tiba-tiba muncul ditengah jalan di Seoul. Sebuah mobil dagang dan mobil sedan jatuh ke lubang tersebut. Setelah itu mobil meledak dan menimbulkan kekacauan. Untungnya ketiga korban telah diselamatkan oleh petugas medis dan dibawa ke rumah sakit. Keadaan mereka dalam kondisi stabil. Identitas mereka belum dikonfirmasi. Polisi yang sedang menyelidiki sumber uang dan diesel yang ditemukan di dalam mobil.
Lubang itu kini ditutup menggunakan garis polisi. Seorang detektif mengambil salah satu uang yang terbakar di tanah. Ia tampak menyeringai.
Detektif itu menghubungi seseorang, “Apa kau melihat beritanya?” tanya detektif. “Aku sedang menunggu mobil Presdir Choi di persimpangan, sepertinya dia mengalami kecelakaan dalam perjalanan ke sana. Sepertinya ini pekerjaan untuk kita ya? Sekarang polisi sedang menyelidiki tempat kejadian. Mereka tampaknya mengalami kesulitan menemukan kotak hitam kendaraan.”

Orang yang dihubungi oleh detektif tengah menonton berita kecelakaan itu melalui televisi dan pria ini tidak diperlihatkan wajahnya, jadi kita belum tahu siapa dia. (Penasaran siapa pria misterius ini. Jangan bilang kalau pria ini Jung Yi Gun ya) (sepertinya Presdir Choi akan dijebak melalui uang itu, tapi kejadian lain malah menghambatnya)

Dalam berita di televisi disebutkan bahwa ada beberapa milyar won uang tunai ikut terbakar akibat ledakan.
(Pria 71 tahun berubah menjadi pria 34 tahun)
Mr Back Episode 2
(Huwaaaa ini ahjussi cakep haha)
Presdir Choi sudah dibawa kembali ke rumah. Ia masih belum sadar, di samping tempat tidurnya ada Dae Han dan dokter.

Choi Young Dal dan istrinya bersama Mi Hye datang sambil menangis-nangis mengetahui kecelakaan yang menimpa kakak mereka. Mereka mengira Presdir Choi meninggal.
“Aigoo Hyung-nim...” tangis Young Dal. “Bagaimana mungkin ini terjadi?” Ujarnya dengan tangis palsu. Tangisnya sejenak berhenti untuk melihat ke arah Presdir guna memastikan Presdir Choi sudah meninggal apa belum. “Kau tak bisa pergi seperti ini, ini tidak adil.” lanjutnya menangis.
Dokter akan memberi tahu sesuatu tapi Young Dal mengatakan tidak peduli apapun yang terjadi ia akan bertanggung jawab dan membangun Perusahaan Daehan menjadi perusahaan global.

“Oppa, ada banyak orang lain yang bisa mengelola perusahaan.” sahut Mi Hye tak mau kalah.
“Oppaaaa....” tangis Mi Hye mendekati Presdir Choi yang masih belum sadar. “Ini aku, Mi Hye, adikmu yang paling kau pedulikan.” tangisnya.
Presdir Choi membuka matanya. Dae Han yang melihat ayahnya sadar bertanya apa ayahnya ini baik-baik saja. Tangis Young Dal dan Mi Hye pun terhenti, keduanya terkejut Presdir Choi masih hidup.

Dokter kesal kenapa Young Dal dan Mi Hye  tak mendengarkannya, bukankah ia akan menjelaskannya tadi. Ia pun memberi tahu keduanya kalau Presdir Choi tidak apa-apa. Hal ini sangat jarang. Ini seperti sebuah keajaiban.

Mi Hye langsung mengusap air matanya. Young Dal terdiam tak suka melihat kakaknya masih hidup.
(hah beneran nih orang-orang ngarep banget dapet warisan)

Presdir Choi teringat akan Sekretaris Sung, bagaimana dengan dia. Dae Han mengatakan Sekretaris Sung baik-baik saja, jadi ayahnya tak perlu khawatir. Presdir Choi menghela nafas lega.
Mi Hye, Young Dal dan In Ja keluar dari kamar Presdir. Ketiganya melihat berita di televisi tentang milyaran won uang yang ikut terbakar di mobil Presdir Choi.
Young Dal menilai kecelakaan ini merupakan hal yang tak terduga. In Ja berkata kalau ini bisa diibaratkan seperti hujan yang tiba-tiba, benar-benar percuma, sahutnya. (oh oh apa maksudnya)
Mi Hye menyahut ini hal yang memalukan untuk keluarga. “Oppa dari mana sih uang itu berasal?” tanya Mi Hye kesal.
“Bagaimana aku tahu?” Young Dal juga kesal.

In Ja bertanya pada suaminya apa yang akan terjadi pada Presdir Choi sekarang. Young Dal berkata tidak hanya kakaknya tapi mereka bertiga juga akan dipanggil untuk ditanyai perihal uang itu.
Ha Soo yang masih berada di rumah sakit akhirnya sadar. Ia melihat di ponselnya sekarang pukul 11 malam. Ia pun ingat untuk menghubungi Dae Han perihal permata itu.
Ha Soo sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Ia menghubungi Dae Han dan mengatakan ia terlambat karena sesuatu terjadi padanya. Dae Han tanya apa Ha Soo yakin sudah menemukan kalung permata miliknya. Ha Soo menegaskan kalau ia sudah menemukannya. Ia tanya apa Dae Han masih berada di tempat yang sama. Dae Han bilang tidak, sekarang ia berada di rumah. Ia bilang sekarang tidak apa-apa permata itu ada di tangan Ha Soo, yang pasti ia berpesan agar itu jangan hilang.

Tapi Ha Soo tidak mau menundanya, ia akan membawakan permata itu sekarang pada Dae Han. “Kau mengatakan padaku untuk membawanya padamu bahkan jika aku harus lari mengelilingi bumi sepuluh kali.”

“Kalau begitu datanglah ke rumahku!” ucap Dae Han, ia akan memberi alamat rumahnya pada Ha Soo.

Ha Soo naik taksi menuju rumah Dae Han.
Presdir Choi berendam di bak mandi. Ia teringat saat kecelakaan itu, dirinya merasakan ada yang menarik tangannya. Ia bertanya dalam hati siapa yang meraih tangannya.
Ha Soo sampai di depan rumah Dae Han. Ia terperangah begitu melihat rumah yang sangat besar, Gold House. Di depan rumah itu ada 2 orang penjaga.
Untuk menenangkan pikirannya Presdir Choi menenggelamkan dirinya di bak mandi.

Kepala pelayan mengantar Ha Soo menemui Dae Han.
Suatu keanehan terjadi ketika Presidr Choi berada di dalam air. Luka di keningnya tiba-tiba menutup sempurna tanpa bekas. Kulit keriputnya menjadi kencang. Tubuhnya lebih bertenaga. Rambut putihnya pun menjadi hitam.
Presdir Choi Go Bong bangkit dari dalam air. Ia mengibaskan rambut basahnya dan mengambil nafas. Ya inilah dirinya dengan wujud baru, wujudnya yang kembali muda.
Kepala pelayan meminta Ha Soo menunggu di dalam. Ia akan memanggil Dae Han. Ia pun meninggalkan Ha Soo. Ha Soo melongo melihat rumah yang begitu besar dan bagus. Lampu kristal yang cantik menghiasi ruangan itu.
Dalam keadaan telanjang Presdir Choi keluar dari bak mandi. Ia belum menyadari perubahan di tubuhnya.
Ha Soo melihat sekeliling ruangan dan merasa takjub.
Presdir Choi masuk ke ruangan pakaian. Ia merasa aneh ketika dirinya melewati cermin. Ia pun mundur untuk melihat ke arah cermin. Ia sangat terkejut begitu melihat pantulan orang asing.
Presdir Choi masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya di cermin. Ia yang terkejut memegang wajah dan tubuhnya. Pantulan di cermin itu mengikuti apa yang ia lakukan.
Ha Soo mengeluarkan kalung permata milik Dae Han. Ia kemudian menyentuh kursi di ruangan itu dan menebak kalau benda-benda di ruangan itu semuanya pasti mahal.
Ha Soo menoleh ke arah ruangan dimana Presdir Choi berada. Ia tak jelas melihat siapa yang ada didalam ruangan itu, yang pasti dirinya melihat seorang pria yang sedang telanjang. Ha Soo mengira itu Dae Han.

“Itu bukan seperti apa yang kupikirkan, kan?” Gumam Ha Soo mulai cemas Dae Han akan bertindak yang tidak-tidak. “Apa yang harus kulakukan?” Ha Soo mulai ketakutan. Tanpa sengaja ia menjatuhkan kalung Dae Han ke lantai. Ia berteriak ketakutan dan lari dari sana.

Presdir Choi yang mendengar ada yang berteriak melihat dirinya ikut panik. Ia segera mengambil handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya.

Dae Han yang mendengar teriakan seseorang keluar untuk melihat siapa yang berteriak. Ia melihat sekilas seorang wanita yang baru saja lari. Ia pun menebak itu Ha Soo. Ia mengejarnya.
Ha Soo lari secepat mungkin keluar dari rumah itu, “apa dia gila? Dia memanggilku dan sekarang berdiri disana telanjang. Dia pikir aku ini siapa? Dasar orang aneh.” omel Ha Soo panik.

Ha Soo langsung masuk ke taksi yang menunggunya, ia meminta supir taksi untuk segera pergi dari sana. Dae Han yang mengejar keluar terlambat karena Ha Soo sudah pergi. Ia heran kenapa wanita itu pergi begitu saja.
Presdir Choi yang masih belum berpakaian dan mengenakan handuk masuk ke kamarnya. Begitu menatap cermin ia terkejut melihat wajah barunya. Ia hampir saja berteriak. Namun ia kemudian menyadari kalau suaranya pun berubah, tidak serak-serak seperti suara kakek-kakek.
Presdir Choi menyentuh rambutnya yang hitam bukan putih lagi. Ia menjambak rambutnya untuk memastikan apakah ini mimpi atau bukan. Ia kesakitan dan menilai ini bukanlah mimpi.
Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang terjadi padanya sekarang, ia meraba tubuhnya. Dadanya bidang dengan perut berotot. Otot lengannya pun lebih kekar.
Dan mulai lah peragaan bak binaragawan wakakakaka...

Untuk memastikan semuanya berubah muda, Presdir Choi pun melepas handuknya dan ia pun melihat..... Ia terperangah tak bisa mempercayai ini. Semuanya kembali muda. Ia benar-benar heran kenapa bisa begini.

Dan oeng... ini senyum yang paling bikin ngakak.. ahjussi ekspresinya ok banget hahahaha.
Dae Han kembali ke dalam rumah berusaha menghubungi Ha Soo. Ha Soo yang berada di taksi terkejut mendengar dering ponselnya. Melihat Dae Han yang menelepon ia tak menjawabnya. Ia benar-benar takut pada pemuda yang di cap-nya cabul itu. Ia menyuruh supir taksi agar cepat. Dae Han heran kenapa Ha Soo malah tak menjawab teleponnya.
Ponsel Dae Han bunyi ada telepon dari Hong Ji Yoon yang sepertinya menanyakan kabar Presdir. Dae Han mengatakan ayahnya baik dan kelihatannya Ji Yoon ingin bicara dengan Presdir.

Presdir Choi masih tak percaya dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. Lampu di kamarnya sekarang ia nyalakan agar bisa melihat dengan jelas. Ia terus-menerus melihat dirinya di cermin.

Suara pintu kamar diketuk membuatnya terkejut dan panik. “Ayah...!” panggil Dae Han dari luar pintu kamarnya.

Presdir Choi panik, ia tak mungkin muncul di depan putranya dalam keadaan tubuh muda seperti ini. Ia pasti akan dikira maling atau orang gila yang masuk ke kemar presdir. Ia lari kesana kemari mencari tempat sembunyi. Ia bingung kemana ia harus bersembunyi.
Karena tak ada sahutan dari ayahnya Dae Han pun membuka pintu. Presdir Choi yang bingung harus bagaimana, akhirnya lompat ke tempat tidur. Ia menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.

Dae Han membeeri tahu ayahnya kalau Sekretaris Hong Ji Yoon menelepon, apa ayahnya ingin menjawab telepon Ji Yoon. Presdir Choi diam saja dibalik selimut, ia sangat cemas.

“Ayah...?” Dae Han menarik selimut ayahnya namun Presdir Choi menahan selimutnya agar tak tertarik. Dae Han heran, “ayah apa kau tidur? Apa kau tak ingin mengangkat teleponnya?”

“Ada apa?” tanya Presdir Choi galak dari balik selimut.
Dae Han bicara di telepon pada Ji Yoon mengatakan kalau ayahnya sepertinya lelah. Apa hal yang akan Ji Yoon samapaikan itu benar-benar mendesak. “Apa?” Dae Han terkejut mendengar sesuatu dari Ji Yoon, “surat perintah pencarian?”

Presdir Choi yang berada dibalik selimut terkejut mendengar itu. Ia tak mengerti apa maksudnya ada yang akan melakukan pencarian. (Aduh mungkin maksudnya melakukan penggeledahan kali ya)

“Kau bilang petugas akan datang untuk melakukan pencarian di rumah besok pagi?” tanya Dae Han pada Ji Yoon.

Dalam hati Presdir Choi bertanya-tanya apa sih yang Dae Han dan Ji Yoon bicarakan. Dae Han mengerti dan menyudahi bicaranya di telepon dengan Ji Yoon.
Dae Han mengatakan pada ayahnya kalau para wartawan mengajukan pertanyaan mengenai uang yang ada didalam mobil. Presdir Choi terkejut terdiam, uang apa? Batinnya. Ia benar-benar tak mengerti apa yang putranya bicarakan.

Dae Han mengatakan kalau Sekretaris Hong Ji Yoon ingin menghubungi pengacara untuk mengambil langkah selanjutnya. Karena tak mau ketahuan walaupun ia belum mengerti benar maksudnya Presdir pun bilang dengan suara galak kalau ia mengerti dan menyuruh Dae Han keluar dari kamarnya. Dae Han yang heran dengan sikap ayahnya pun mengerti, bahwa sekarang ayahnya tak ingin diganggu dan akan beristirahat.
Eun Myung Soo tiduran santai di depan televisi sambil memainkan ponselnya. Lampu di ruangan itu tak dinyalakan, jadi agak gelap, hanya sedikit cahaya dari pantulan televisi. Ibunya datang bertanya apa yang membuat Ha Soo tidak pulang-pulang. Myung Soo meminta ibunya jangan khawatir.
Ibu melihat berita di TV tentang lubang di jalan raya itu, ia mengatakan kalau kita harus berhati-hati. Ibu akan pergi tapi Myung Soo yang melihat berita di TV mengatakan bukankah mobil yang diangkat dari lubang itu mobil milik toko mereka. Ibu memperhatikan dengan seksama dan membenarkan. Ibu pun cemas sekali jangan-jangan Ha Soo mengalami kecelakaan.
Bersamaan dengan itu Ha Soo muncul memanggil ibunya. Ibu menoleh ke arah sumber suara. Karena saat itu ruangan gelap, ibu dan Myung Soo menjerit ketakutan mengira Ha Soo adalah hantu.
Dari arah dapur juga muncul sosok lain, Woo Young yang mengenakan baju putih dan wajahnya tertutup masker putih. Woo Young terkejut melihat sosok Ha Soo. Ibu dan Myung Soo yang menoleh ke arah Woo Young menjerit ketakutan lagi.
Ha Soo segera menyalakan lampu. Ia heran apa yang dilakukan ibu dan adiknya sampai menjerit ketakutan begitu. Hahaha.
Woo Young penasaran apa Ha Soo benar-benar baru saja mengalami kecelakaan. Ia mengangkat tangan kiri Ha Soo. Ha Soo mengaduh mengatakan jika Woo Young mengangkat tangannya itu sedikit menyakitkan. Woo Young tak menyangka Ha Soo bahkan sampai dibawa ke UGD segala tapi masih terlihat baik-baik saja. Ha Soo membenarkan bukankah itu menakjubkan, ia baik-baik saja. Dokter mengatakan itu sebuah keajaiban.
Myung Soo melihat di internet mengenai akibat pasca operasi. Ia memberi tahu kalau efek samping kecelakaan mobil itulah yang harus mereka khawatirkan.
Ibu khawatir apa Ha Soo benar-benar baik-baik saja. Ha Soo meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja. ibu pun mencibit pipi Ha Soo. Ha Soo yang merasakan sakit dicubit bertanya apa yang ibunya lakukan. Ibu hanya memastikan bahwa Ha Soo ini bukan hantu. Hahaha mereka tertawa. Ibu lega karena yang di depan dirinya benar-benar Ha Soo, putrinya.

Ha Soo dan Woo Young ke kamar. Ha Soo benar-benar ingin tidur. Woo Young tanya apa Ha Soo pergi ke rumah Direktur Choi Dae Han. Ha Soo malas membahasnya ia meminta Woo Young jangan membahas itu. Ia memeriksa jaketnya dan akan mengambil kalung milik Dae Han, tapi kalung itu tak ada di saku jaketnya. Ia panik, kemana kalungnya kok tidak ada. Ia pun cemas apa yang harus dilakukannya sekarang karena kalung permata itu hilang, apa ia benar-benar dipecat.
Woo Young ikutan panik apa saja yang Ha Soo lakukan, kenapa tidak menyerahkan itu pada Dae Han. Ha Soo akan menjelaskan yang terjadi di rumah Dae Han, tapi begitu ia mengingat Dae Han yang telanjang, ia pun tak sanggup menceritakannya.
Di kamar Presdir Choi, Choi Go Bong benar-benar tak mengerti dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya. “Apa yang terjadi padaku?” Ditambah lagi siapa yang akan datang ke rumahnya besok. Ia juga tak mengerti tentang uang itu, terus apa maksudnya surat perintah penggeledahan.
Presdir Choi pun berusaha mencari tahu melalui televisi. Ketika ia menyalakan televisi volumenya sangat keras, ia pun kaget sendiri hahaha. Ia memelankan volumenya. Ia terkejut ada uang tunai milyaran won yang ikut terbakar ketika ledakan mobilnya di lubang itu. “Jadi itu bukan mimpi? Itu benar-benar uang?” gumamnya mengira ketika dirinya setengah sadar melihat uang terbakar itu mimpi.
Terdengar suara pelayan yang bertanya pada kepala pelayan apa mendengar sesuatu. Presdir Choi panik dan akan mematikan tv sebelum sembunyi. Belum sempat ia sembunyi lampu di ruangan itu sudah dinyalakan. Ia  pun akhirnya sembunyi dibalik kursi.

Disana ia menemukan kalung milik Dae Han yang tak sengaja dijatuhkan Ha Soo tadi.

Kepala pelayan dan salah satu pelayan sampai di ruanan gitu, ternyata suara yang mereka dengar itu suara dari TV. Ia bertanya apa tadi tidak diperiksa dengan benar, kenapa masih ada tv yang menyala. Pelayan itu bilang kalau ia sudah melakukannya dengan benar.
Keesokan paginya, dua orang polisi mendatangi rumah Ha Soo meminta Ha Soo ikut dengan mereka ke kantor polisi. Ha Soo heran apa yang terjadi, kenapa dirinya diminta ke kantor polisi.
Presdir Choi terbangun tiba-tiba di tempat tidurnya. Ia melihat jam, sekarang pukul 8 pagi. Ia kesal pada dirinya sendiri kenapa dalam keadaan seperti ini dirinya malah tertidur.
Presdir Choi melihat keluar melalui kaca. Ia melihat begitu banyak orang yang datang. Ia heran siapa mereka.
Kepala pelayan (Manajer Yoon) memberi tahu pihak penyelidik bahwa Presdir Choi masih tidur. Dia tidak bisa menemui mereka sekarang. Tapi detektif itu tak peduli dan tetap akan melakasanakan tugasnya.
Presidr Choi masuk ke ruangan pakaian. Ia menutup pintu ruangan tapi pintu bolak-balik terbuka terus hahaha. Ia mencari pakaian untuk dikenakannya. Ia melepas handuk piyamanya.
Dan toeng.... ada yang disensor. Hahaha. Pokoknya nih adegan bikin ketawa hahaha. Apalagi waktu pakai celana panjang, Choi Go Bong sampai jatuh ke lantai segala hahaha karena saking buru-buru.
Detektif menanyakan dimana kamar tidur Presdir Choi. Manajer Yoon pun menunjukannya. Ketika detektif akan membuka pintu kamar, suara Jung Yi Gun menghentikannya. Yi Gun tak terima ada orang asing yang dengan sembarangan akan masuk ke kamar Presdir Choi.

Ji Yoon meminta penjelaskan tentang hal ini. Detektif menunjukan surat perintahnya, pihak penyelidik perlu menyelidiki tentang uang yang ada di mobil Presdir Choi.
Detektif pun membuka pintu kamar, namun disana tak ada siapa-siapa. Mereka terkejut Presdir Choi tak ada disana. Tanda tanya besar sama ekspresinya Yi Gun.
Presdir Choi berada di kafe menikmati lezatnya kopi panas. Ia tak habis pikir bagaimana ia diberi tahu untuk tidak memakan makanan yang enak seperti ini. Ketika tengah menikmati kopi panas, ponselnya tiba-tiba berdering, ia kaget.
Telepon dari si brengsek. Ia tak ingin menjawab telepon akan mematikan namun ia salah pencet malah menekan tombol jawab. Terdengar dari seberang sana suara Dae Han. Presdir Choi panik karena salah menekan tombol. Ia langsung mematikan ponselnya. (jadi si brengsek itu Dae Han, anaknya sendiri hahaha. Ponselnya antik ya, ponsel jadul hahaha)
Walaupun sudah tahu dengan perubahan di wajahnya namun Presdir Choi tetap saja terkejut begitu melihat wajahnya yang sekarang di pantulan kaca. “Aku tak tahu bagaimana semua ini dimulai.” batinnya. Ia teringat usai kecelakaan itu dirinya merasakan sakit di jantung dan akan meminum obat namun obatnya berhamburan. Ia mengambil obat dan meminumnya. Ia mengira-ngira apa jangan-jangan ini terjadi karena obat itu.
Presdir Choi terus memperhatikan wajahnya di pantulan kaca. Ia mencibut kedua pipinya. Menarik kedua telinganya dan bahkan menarik-narik lidahnya. Wakakakaka.
Seorang wanita muda seksi yang duduk di depan Presdir Choi akan pergi tapi tanpa segaja wanita itu menjatuhkan benda miliknya. Ia pun jongkok untuk mengambil benda itu, dan terlihatlah oleh Presdir Choi belahan dada wanita seksi itu. Presdir Choi yang melihat tu langsung mengalihkan pandangannya. Ia memejamkan mata sambil geleng-geleng kepala menilai apa yang dilihatnya ini benar-benar tidak sopan hahaha.
Dae Han memberi tahu Hong Ji Yoon kalau baru saja ayahnya menjawab telepon tapi panggilannya terputus. Ia meminta Ji Yoon mencari tahu lokasi ponsel ayahnya tadi digunakan.

Disana sudah berkumpul dua adik presdir Choi. Mi Hye berkata bukankah seharusnya mereka menghubungi polisi dengan mengajukan laporan orang hilang. Young Dal melarang, tak baik membiarkan orang lain tahu tentang hal ini karena itu akan menurunkan harga saham, melapor ke polisi itu hanya akan membuat keributan yang tak perlu.
Dae Han kesal dengan pamannya, apa saat seperti ini persahaan lebih penting daripada keselamatan ayahnya karena ayahnya bisa saja pingsan dimana saja. Young Dal diam mendengar kemarahan keponakannya.
Dae Han mendatangi kafe tempat presdir Choi minum kopi. Ia celingukan disana mencari Presdie Choi namun tidak ada. Ia mendapatkan informasi dari Ji Yoon kalau kafe itu tempat terakhir Presdir Choi menggunakan ponselnya. Dae Han menilai tak mungkin ayahnya akan datang ke tempat seperti ini.

Dae Han bertanya pada pelayan apa melihat orang tua disini. Pelayan itu tidak ingat pasti, apa ada orang tua yang mampir ke kafenya. Dae Han menanyakan tempat duduk yang sepertinya baru ditinggalkan oleh seorang pelanggan, apa pelayan itu ingat siapa orang yang duduk di kursi ini. Pelayan menjawab tentu saja ia ingat, “dia memperlakukanku seperti seorang pembantu, menyuruh-nyuruh membawakan sesuatu padanya.”

Dae Han terkejut itu mirip dengan ayahnya, “dia terlihat seperti apa?” tanya Dae Han.  Pelayan mengatakan kalau dia pemuda yang tampan. (hahaha)

“Pemuda?” Dae Han bingung itu sifat mirip ayahnya namun bukan orang tua melainkan pemuda hahaha
Dengan wajah mudanya Presdir Choi menemui dokter pribadinya. Tentu saja si dokter tak mengenali wajah Presdir Choi. Presdir Choi duduk santai menyilangkan kaki sambil melipat kedua tangannya. Ia tersenyum membuat dokter terheran-heran.

“Ini aku.” sahut Presdir Choi.

“Aku?” Dokter semakin heran dengan pemuda yang sok akrab yang tentu saja tak dikenalnya.

Presdir Choi bertanya obat apa yang dokter berikan padanya, ia mungkin berubah seperti ini setelah minum obat itu. Dokter semakin heran, sudah bertingkah sok akrab eh nanya masalah obat yang dia ga tahu, obat apa?
Presdir Choi mendekat menggenggam tangan dokter, “ini aku.... Choi Go Bong. Aku Presdir Choi. Kau tak mengenaliku?”

Dokter terdiam memperhatikan wajah Presdir Choi yang begitu asing baginya. Presdir Choi sendiri senyum-senyum ga jelas hahaha.
Dokter kemudian tertawa dikuti pula oleh Presdir Choi yang ikut tertawa. Presdir Choi mengira dokter percaya pada ucapannya. Dokter menekan telepon meminta seseorang di luar ruangannya untuk datang ke ruangannya.

Presdir Choi mengatakan kalau dokter sudah membuatnya jadi seperti ini. Ia pun menunjukan perutnya.
“Wah... sixpack!” ujar dokter seolah-olah terkagum-kagum.
Dua orang masuk ke ruangan dokter. Dokter menyuruh mereka mengeluarkan Presdir Choi. Presdir Choi terkejut dokter mengusir dirinya. Ia mencengkeram kerah baju dokter kim dan mengatakan kalau ia ini benar-benar Choi Go Bong. “Kau sudah menjadi dokter utamaku selama sepuluh tahun terakhir. Beraninya kau setelah semua uang yang telah kuberikan.”

Ya dokter mengira pria yang ada di depannya ini orang gila yang megaku-ngaku Choi Go Bong. Ia menyuruh lebih baik pergi ke psikiater. Presdir Choi pun diseret keluar drai ruangan dokter.
Presdir Choi memberi tahu dua orang yang menyeretnya bahwa ia tidak gila, ia hanya menjadi lebih muda. Aku ini berusia tujuh puluh tahun. Tujuh puluh. Teriaknya.

Perawat kesal dengan tingkah Presdir Choi, “anda tak bisa berbuat seperti ini disini.”

“Jika anda ingin bertemu dokter, anda harus membuat janti terlebih dahulu.”
Presdir Choi mengatakan kalau ia serius dengan apa yang dikatakannya. Ketika ia memegang tangan dokter itu untuk memohon si dokter malah menarik tangannya membuat Presdir Choi terdorong. Spontan Presdir Choi pun melakukan salto.
Presdir Choi terbengong-bengong terkejut sendiri, “aku baru saja melakukan salto, kan?” (wakakaka sumpeh ekspresinya Shin Ha Kyun bikin ngakak)
Ia menoleh pada dokter dan perawat itu, “aku baru saja salto, kan?” Perawat dan dokter hanya bisa bengong dengan tingkah Presdir Choi.
Dua orang pasien yang ada disana mengomentari apa yang Presdir Choi lakukan, mereka tak menaynagka ada orang gila di usia yang masih muda hahahaha.
Karena tak percaya bisa melakukan salto, Presdir Choi pun bersalto lagi berkali-kali. Ia terkejut bagaimana ia bisa melakukan salto dengan begitu mudah. Ia pun berteriak-teriak tak karuan untuk melampaiskan kegembiraan karena ia memiliki tenaga anak muda.
Usai meluapkan kegembirannya bisa bersalto, Presdir Choi melihat tayangan televisi disana. Di dalam berita di TV menyebutkan bahwa Presdir Choi Go Bong yang merupakan kunci utama untuk mengetahui perihal uang didalam mobil tidak bisa ditemui. Polisi pun menanyakan pada Sekretaris Sung yang pada malam itu mengemudikan mobil.
Presdir Choi langsung meninggalkan rumah sakit, ia berpapasan dengan beberapa wartawan. Ia mendengar dari obrolan wartawan itu bahwa di rumah sakit ini tempat dokter pribadi Presdir Choi. Mereka menebak mungkin Presdir Choi sembunyi disini karena luka-luka akibat kecelakaan semalam.
Presdir Choi melihat di luar ada polisi, ia menutupi wajahnya agar tak dikenali. (ya elah pasti tidak dikenali lah lha wong wajahnya berubah hahaha) ia kesal bagaimana ini bisa terjadi padanya. Siapa si brengsek yang memasukan uang itu ke mobilnya.
Presdir Choi melintas di depan toko pakaian. Ia pun masuk ke toko itu dan membeli pakaian gaul, kaos, jaket plus jeans hahaha. Tampilannya sekarang benar-benar mencerminkan anak muda, ya walaupun ia agak ga nyaman memakai jeans-nya hahaha. Ia pun berjalan kayak orang joget-joget hahaha. (Sepertinya ia meninggalkan baju lamanya di toko itu)
Tiba-tiba ada sepeda motor yang melaju kencang. Presdir Choi spontan loncat ke belakang untuk menghindar. Ia marah-marah pada pegngendara yang baru saja melintas itu, “kalau mengemudi hati-hati!” bentaknya.
Presdir Choi tiba-tiba terdiam, “apa aku baru saha menghindari itu?” tanyanya dalam hati. Karena kejadian sebelumnya ia tak segesit ini ketika diserempet motor. Ia pun bertanya-tanya apa dengan perubahan tubuhnya ini ia juga mendapatkan kekuatan lain.
Presdir Choi pun akan membuktikannya, ia mulai melakukan gerakan jurus mengira dirinya memiliki kekuatan kanuragan. Hahaha. Udah kayak Son Go Ku mengeluarkan jurus kameha-meha untuk mematahkan pohon. Ketika ia melakukan itu ada ujung tanaman yang patah. Ia mengira dirinya benar-benar memiliki kekuatan. Ia pun mencoba ke pohon lain.
Presdir Choi melakukan gerakan jurus udah kayak anak boyband nari. Hahaha. Orang-orang yang melewati jalan itu menatapnya dengan tatapan aneh. Karena tak bisa menggerakan atau mematahkan pohon ia pun menilai dirinya tidak memiliki kekuatan seperti itu.
Dalam tubuh muda, ia pun memiliki tenaga anak muda. Bukannya naik eskalator yang bergerak naik, ia malah berlari ke atas menggunakan eskalator yang menurun. Saking semangatnya gitu. Ia bahkan lompat-lompat tak karuan.
Presdir Choi menghalangi pak tua yang akan turun menggunakan eskalator. Pak tua itu heran melihat ada pemuda yang lelompatan tak karuan. “Apa pikiranmu ini sedang kacau?” tanya Pak Tua.

Presdir Choi marah disebuh begitu, “apa kau bilang?” Presdir pun menyebut teman pada pria tua di depannya karena pria itu kemungkinan seusia dengannya. Pak tua heran ada anak muda yang memanggilnya teman, ia akan memukulkan tongkatnya pada Presdir Choi menilai anak muda itu tak sopan padanya, “Hei... hati-hati kalau bicara anak muda.” omelnya.
Presdir Choi kesal dengan pak tua itu, ia kemudian heran apa pak tua tadi baru saja memanggilnya dengan sebutan anak muda. Wusss Presdir Choi pun mengibaskan rambutnya bak model iklan shampo hahaha.
Saking bahagianya merasakan kembali muda dan memiliki jiwa muda, Presdri Choi betul-betul menikmatinya. Ia berjalan penuh senyuman.

Apalagi kalau udah ngibasin rambut, benar-benar berasa lagi iklan shampo hahaha.
Presdir Choi melihat peta kota di halte bus. Ia bertanya pada pemuda yang ada disana, bisakah ia meminta bantuan untuk menjelaskan petunjuk arah ini, ia mencoba pergi ke tempat tujuannya dimana ia harus naik bus. Anak muda yang sibuk sendiri memainkan ponsel kesal, apa Presdri Choi tak memiliki GPS, cari saja lewat situ. Anak muda itu pun pergi dari sana karena terganggu.

Presdir Choi tak mengerti, “apa anak muda itu baru saja memberitahu untuk bertanya pada ayahku atau apa?” Ia menggerutu anak muda ini sangat tidak sopan.

Masih belum terbiasa dengan wajahnya Presdir Choi agak terkejut begitu melihat wajahanya di kaca. Namun tak lama kemudian ia tersenyum melihat wajah gantengnya hahaha. Tanpa presdir ketahui, Ha Soo baru saja melintas di depannya.
Ha Soo menunggu bis, Presdir Choi menoleh ke arah Ha Soo berdiri. Bis datang, Ha Soo segera naik. Presdir Choi yang mengenali wajah Ha Soo, berusaha mengejar namun bis yang dinaiki Ha Soo sudah pergi, presdir Choi pun mengejar menggunakan taksi.
Presdir meminta supir taksi mengikuti bus yang di depan itu. Presdir heran kenapa dengan Ha Soo, kenapa tidak ikut berubah seperti dirinya. Ia harus bertemu Ha Soo untuk memastikannya.

Supir menyalakan radio, terdengarlah berita mengenai mobil yang masuk ke lubang semalam. Presdir Choi bertanya-tanya uang apa itu. Supir mobil yang mendengar gumaman Presdir menyahut itu sudah jelas kalau bukan uang penggelapan, itu pasti suap atau dana tertentu. Ia menyebut Presdir Perusahaan Daehan adalah sampah yang melakukan penggelapan atau suap. Ia mencibir tindakan baik yang Presdir Choi lakukan seperti membangun kompleks Silver House gratis dan semuanya tapi ternyata Presdir perusahaan itu hanya seorang sampah.

Dibilang begitu tentu saja Presdir Choi tak terima, ia berusaha membela bukankah uang yang ditemukan itu belum dikonfirmasi oleh polisi itu uang apa, kenapa pak supir sudah mengambil kesimpulan begitu. Pak supir berkata memangnya orang seperti apa yang membawa 5 milyar won uang tunai kalau bukan uang suap atau penggelapan dana. Presdir Choi kaget mendengar uang sebanyak itu.

Supir menebak sepertinya Presdir Choi akan meminta karyawan wanita yang juga jatuh ke lubang yang sama untuk menjalankan keuangan itu, Presdir perusahaan itu benar-benar brengsek.

Presdir Choi jelas saja marah dibilang begitu, “Hei hati-hati kau,” namun ia berusaha menahan diri. Bahkan jika tumpukan uang tunai ditemukan di dalam mobil kenapa Presdir Choi harus melakukan sesuatu yang seperti itu. Supir membalas kalau tidak akan melakukan itu kenapa salah satu karyawan wanita jatuh ke dalam lubang yang sama. Ia mengomentari cara bicara penumpangnya yang menggunakan bahasa tidak sopan padanya, bukankah ia ini lebih tua, “aku mungkin seusia dengan ayahmu.”
Presdir Choi melihat ke depan, bis yang ia ikuti tak nampak. “Apa yang terjadi dengan busnya?” Supir taksi pun jadi ingat akan bis yang seharusnya ia ikuti, bis-nya ga tahu kemana. Presdir Choi kesal sekali.
Para reporter mengerumuni Hong Ji Yoon untuk meminta konfirmasi. Mereka menanyakan keberadaan Presdir Choi, apa Ji Yoon sudah berkomunikasi dengan Presdir Choi, bagaimana kesehatannya dan mereka juga ingin konformasi tentang uang tunai yang ditemukan didalam mobil. Ji Yoon mengatakan pihak perusahaan belum berhak membuat pernyataan apapun sekarang. Ia akan segera membuat penyataan resmi.
Jung Yi Gun yang melihat Ji Yoon dikerumuni wartawan tanya apa Ji Yoon baik-baik saja. Ji Yoon bilang jangan khawatir ia meminta Yi Gun segera menemui pengacara. Yi Gun mengerti dan berlalu dari sana.
Presdir Choi sampai di depan hotelnya, ia terkejut begitu melihat banyak wartawan disana meminta konfirmasi pada Ji Yoon. Ia juga melihat kedatangan Ha Soo.
Ha Soo dipanggil salah satu reporter. Reporter bertanya bukankah Ha Soo adalah orang yang jatuh ke lubang semalam. Ha Soo membenarkan. Reporter bertanya lagi, bagaimana Ha Soo mengenal Presdir Choi, apa Ha Soo sudah kenal lama dengan Presdir Choi. Ha Soo menjawab apa adanya, ia mengatakan kebetulan bertemu Presdir Choi di Silver House.

“Lalu apa kau mengalami kecelakaan ketika mencoba membantu dia saat ini?” tanya Reporter lagi, (wah ini pertnyaan menjebak nih)
Tiba-tiba rombongan wartawan yang mewawancarai Ji Yoon berteriak ketika melihat Ha Soo, “Itu dia. Dia adalah orang yang mengalami kecelakaan bersama Presdir Choi, kan?” Mereka pun berlari ke arah Ha Soo untuk meminta konformasi.
Presdir Choi panik Ha Soo akan ditanyai oleh wartawan yang bukan-bukan. Apa yang harus dilakukannya?

Bersambung ke part 2


Ini si aki-aki saking senengnya berubah jadi muda tinggahnya benar-benar koplak, padahal Presdir Choi versi tua ga sekoplak itu, hahaha. Apa karena dia tua jadi trus jaim gitu, nah pas berubah jadi muda dia ngerasa ga perlu jaga image lagi hahaha.

4 comments:

  1. Hahahaha bener2 bkin ngakak nih drama..
    Itu ko adiknya presdir choi kenapa namanya mesti young dal si -_-

    ReplyDelete
  2. whahahha bener2 ngakak apaan tuh sensornya pakek love kebalik,,,,beneran nih lama g liat RomCom jadi ketawa gaje hahahahah (tertawalah sebelum tertawa itu dilarang hahahahhaha)



    Ofie

    ReplyDelete
  3. Disensor, tp di cermin keliatan dia pke clana pndek wrna merah. Hahha

    ReplyDelete
  4. Hahaha bner2 bkin ngakak ni drama ...seruu...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...