Friday, 21 November 2014

Sinopsis Mr Back Episode 3 Part 2

Dae Han memberitahu dokumen yang Ha Soo bawa itu adalah konsep untuk produk musim dingin perusahaan. Ia menyuruh Ha Soo memahami dokumen-dokumen itu dan pilih mana yang terbaik, kalau ada yang ditanyakan silakan tanyakan. Ha Soo terkejut kenapa ia yang harus melakukannya. Dae Han tak menjawab dan itu membuat Ha Soo menahan jengkel.

Dae Han melihat Jung Yi Gun keluar usai menerima tamu. Ia heran siapa tamu itu. Yi Gun yang melihat Dae Han menghampirinya. Ia menyuruh sekretarisnya mengantar tamu sampai di luar.
Melihat kedatangan Yi Gun, Ha Soo membungkuk memberi salam. Dae Han penasaran apa yang Yi Gun lakukan, ia menebak pasti itu hal yang sangat penting.
Yi Gun tak menanggapi ucapan Dae Han, ia malah berkata pada Ha Soo yang sepertinya kelelahan, jika Direktur Choi membuat Ha Soo kesulitan ia berharap Ha Soo memahami dan membantu. Ha Soo menjawab ya, ia mengerti.
Dae Han meminta pendapat Yi Gun, bagaimana jika Ha Soo menjadi model perusahaan. Dia alami, jadi itu pasti akan baik. Dia agak terlalu polos sih, tapi itu bisa menjadi ide yang bagus bahwa hotel ini adalah tempat untuk siapapaun dan bisa menjadi nyaman. Ha Soo tentu saja protes dengan usulan Dae Han itu.
Yi Gun menebak apa Dae Han berhasil melakukannya lagi (main-main sama cewek gitu haha). Tapi menurutnya bukankah Dae Han seharusnya memprioritaskan pekerjaan Dae Han, apakah memilih model itu lebih penting atau ada sesuatu yang lain saat ini (hilangnya Presdir Choi gitu maksudnya). Usai mengatakan itu Yi Gun berlalu dari sana membuat Dae Han menggerutu kesal.
Ha Soo menilai Yi Gun tidak mengucapkan ucapan yang salah. Bukankah Dae Han tidak tahu dimana keberadaan Presdir Choi, ditambah lagi Presdir Choi akan diberhentikan dari jabatannya. Apa sebenarnya yang Dae Han ingin ia lakukan.

Dae Han tanya apa sekarang Ha Soo mengkhawatirkan ayahnya. Ha Soo bilang bagaimanapun juga Presdir Choi itu ayah Dae Han. Dae Han tanya lagi apa yang Ha Soo ketahui tentang ayahnya.
Choi Shin Hyung beres-beres di restoran hotel. Dari jauh ia melihat Choi Mi Hye datang ke restoran. Mi Hye menemui Lee In Ja disana. Shin Hyung penasaran apa yang dilakukan Mi Hye dan In Ja disini. Ia pun menguping pembicaraan dua wanita itu.
Lee In Ja heran melihat Mi Hye membawa begitu banyak belanjaan. Ia menilai Mi Hye sungguh egois. Bagaimana bisa Mi Hye pergi berbelanja sementara saudara Mi Hye hilang.

Mi Hye juga heran kenapa In Ja malah memperlihatkan kejengkelan atas keterlambatan konstruksi Silver Town padanya. Ia tak yakin apa In Ja ini serius menunggu kakaknya kembali. In Ja terkejut bagaimana bisa Mi Hye berpikiran begitu. Mi Hye hanya ingin tahu, apa benar Young Dal ingin menyingkirkan Choi Go Bong dari perusahaan ini. bukankah In Ja juga tahu bahwa dalam keluarganya ada dua anak laki-laki. In Ja bertanya apa Mi Hye yakin kali ini akan mendukung suaminya. Mi Hye tersenyum menjawab tentu saja.
Shin Hyung marah sekali mendengar pembicaraan dua wanita itu, “sangat tidak tahu berterima kasih.”
Ha Soo memilih salah satu konsep, ia tak tahu banyak tentang konsep ini tapi setelah ia lihat, menurutnya yang ia pilih ini sepertinya yang terbaik. Dae Han pun memutuskan akan menggunakan konsep pilihan Ha Soo. Ha Soo terkejut apa Dae Han akan langsung memutuskan tanpa melihat dulu. Dae Han juga bilang kalau Ha Soo yang akan menjadi modelnya. Ha Soo heran kenapa harus dirinya.

Dae Han mengaku ada beberapa rumor buruk tentang dirinya, ya sesuatu tentang bagaimana ia tersangkut masalah dengan model setiap tahun. Ia tahu jelas rumor itu dibuat buat oleh karyawan. Ha Soo menebak apa Dae Han sekarang memintanya untuk menjadi kambing hitam. Dae Han bilang kalau Ha Soo mau melakukannya, maka Ha Soo akan mendapatkan uang ekstra dan itu juga akan mengakhiri rumor jelek tentang dirinya.
Ha Soo akan memprotes namun Dae Han yang menatap wajahnya lebih dekat memintanya untuk memakai masker di wajah mulai sekarang (perawatan wajah gitu) dan belajar berjalan seperti seorang model. Dae Han mengeluarkan kartu diskon salon (kayaknya) ia menyuruh Ha Soo membayar biaya perawatan tubuh menggunakan kartu ini. Dae Han pun pergi dari sana. Ha Soo tak percaya ini, ia tertawa kesal Dae Han memutuskan hal seenak sendiri.
Ha Soo yang membawa tumpukan dokumen bertabrakan dengan Shin Hyung yang membawa peralatan bersih-bersih. Dokumen yang dibawa Ha Soo pun berjatuhan. Shin Hyung membantu mengambilnya. Ia terkejut begitu melihat Ha Soo. Ha Soo pun sama terkejutnya, ia menatap curiga apa Shin Hyung seorang penguntit yang menguntit dirinya.

Ha Soo ingat Shin Hyung bilang sedang mencari pekerjaan, apa Shin Hyung disini untuk bekerja paruh waktu. Shin Hyung membenarkan.

Ha Soo ingin tahu apa yang kakek Shin Hyung lakukan sekarang. Apa Shin Hyung berhasil menangkap pengemudi yang melakukan tabrak lari itu. Shin Hyung terbata-bata mengatakan kalau ia masih menyelidikinya.
Shin Hyung heran begitu melihat tumpukan dokumen, “siapa yang membuatmu bekerja sebanyak ini?” Ha Soo bilang bukankah ia sudah mengatakannya kemarin ketika ia dan Shin Hyung minum, “aku memiliki bos yang jahat. Dia itu salah satu dari mereka yang sombong.”

“Choi Dae Han?” tebak Shin Hyung.
Ha Soo terkejut bagaimana Shin Hyung tahu. Shin Hyung bilang bukankah Choi Dae Han itu putra Presdir Choi, semua orang tahu kalau dia terkenal.

Ha Soo penasaran apa Shin Hyung melakukan kesalahan pada Dae Han. Shin Hyung heran memangnya kenapa. Ha Soo mengatakan Dae Han bilang padanya untuk segera menghubungi Dae Han jika ia bertemu Shin Hyung lagi.

Shin Hyung kaget, siapa? Aku?

Ha Soo membenarkan. Shin Hyung pun teringat ucapan Sekretaris Sung yang mengatakan Dae Han mengira bahwa ia lah yang menculik Presdir Choi.
Shin Hyung bingung menjelaskannya bagaimana pada Ha Soo. “Hmmm itu... ayahku dulu bekerja disini dan dipecat. Dia lah yang memecatnya. Karena shock, ayahku sakit parah dan akhirnya meninggal dunia.”

Ha Soo : “Benarkah?”

Shin Hyung mewek mewek, “Dia mungkin berpikir aku disini untuk balas dendam. Itu salah paham.”

“Oh jadi itu yang terjadi.” Ha Soo pun jadi kasihan pada Shin Hyung.

(Hahaha kena deh si Ha Soo dibohongin)
Di ruangan Presdir, Young Dal bersama istrinya mencari sesuatu di meja kerja Presdir Choi. Young Dal panik karena tak menemukan yang ia cari. Ia kesal dimana saudaranya itu menyimpan yang ia cari ini. Ia benar-benar melihat Presdir Choi meletakan itu di meja. In Ja menyuruh suaminya cepat mencari, sebelum orang lain datang ke ruangan ini.
Dan benar saja, ada yang membuka pintu ruangan presdir. Young Dal dan istrinya sembunyi di bawah meja. Yang masuk ternyata Choi Shin Hyung, ia membawa alat penyemprot guna menyemprot ruangan. Hmm rupanya ini yang dimaksud Sekretaris Sung dengan mensterilkan ruangan kantor.
Young Dal dan In Ja yang tadinya cemas ada yang masuk ruangan sedikit lega karena yang masuk ternyata seorang yang ditugaskan menyemprot ruangan (Mereka ga tahu aja kalau itu Choi Go Bong) Young Dal malah marah pada Shin Young beraninya masuk kesini tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

(Hahaha udah kayak petani aja nih) Shin Hyung bahkan mengarahkan semprotan itu ke Young Dal dan In Ja. In Ja heran apa gedung ini dijadwalkan akan didisinfeksi hari ini. Ia menilai semprotan itu sungguh bau.
Young Dal merasa dirinya harus mencari apa yang ia cari itu di rumah kakaknya. Periksa ruang belajar atau kamar tidur. Shin Hyung mendengarkan apa yang diucapkan Young Dal. Young Dal dan In Ja akan keluar ruangan namun Shin Hyung kembali mengarahkan semprotan ke dua orang itu hahaha.
In Ja tanya apa menurut suaminya kemungkinan Dae Han sudah mendapatkan itu. young Dal menilai jika Dae Han yang membawa itu, kakaknya tak akan pernah khawatir tentang warisannya. In Ja pensaran sekali nama Dae Han ditambahkan dalam wasiat Choi Go Bong belum ya. Keduanya pun keluar dari ruangan Presdir. (jadi yang keduanya cari itu surat warisan toh)
Shin Hyung marah sekali dengan niat saudaranya itu. “Sangat tidak tahu berterima kasih.” Geramnya.
Shin Hyung mengamati Dae Han yang berada di luar gedung. Dae Han sepertinya akan pergi, Shin Hyung membuntutinya. Terlihat Hong Ji Yoon mengejar Dae Han. Shin Hyung mendengarkan apa yang dua orang ini bicarakan.

Ji Yoon memberi tahu malam ini Dae Han memiliki janji makan malam dengan direksi. Dae Han tak mau datang, ia ingin Ji Yoon saja yang menghadiri makan malam itu menggantikannya. Tapi Ji Yoon ingin Dae Han datang bersama dirinya.
Dae Han tak suka ini, “kenapa aku yang harus disalahkan untuk semuanya karena nama ayahku? Dia seharusnya muncul dan mengurus kekacauannya sendiri.”

Shin Hyung mengumpat pelan mendengar ucapan Dae Han.

Ji Yoon tak mengerti dengan sikap Dae Han yang tak peduli, bagaimana Dae Han bisa menilai keluarga berdasarkan apa yang benar dan yang salah.
Dae Han : “Kelaurga? Ayahku percaya bahwa dia selalu benar tapi aku tak pernah merasa bahwa dia itu benar. Siapa yang tahu coba, apa dia masih berpikir bahwa dia berada dipihak yang benar saat seluruh dunia menyalahkannya.”

Shin Hyung terdiam kaget mendengar ucapan Dae Han.

Ji Yoon melihat ada orang lain di sebelahnya. Shin Hyung pun pergi dari sana sambil mendorong troli alat kebersihan.
Dae Han mengatakan ia sudah memilih konsep produk musim dingin dan meminta Ji Yoon mengiklankan itu. Ji Yoon tanya apa Dae Han sendiri yang memilih. Dae Han menjawab tidak, Eun Ha Soo yang memilihnya dan ia setuju dengan pilihan Ha Soo. Ji Yoon terkejut Dae Han menyerahkan pilihan itu pada Ha Soo, bukankah setidaknya Dae Han memeriksa itu bersama dengannya.
Shin Hyung duduk menyendiri, ia teringat ucapan Ha Soo ketika mabuk bahwa yang dipikirkan Choi Go Bong semuanya hanyalah uang. Ia juga memikirkan ucapan anggota keluarganya, saudaranya yang ingin menyingkirkan dirinya dari kedudukannya. Ia juga memikirkan ucapan Dae Han yang tadi ia dengar. Hati Shin Hyung sedih, kenapa mereka sampai berpikiran seperti itu, ia pun akhirnya tahu apa yang mereka pikirkan tentang dirinya.
Ha Soo dan Woo Young sudah akan pulang namun Ha Soo menerima telepon dari Dae Han. Dae Han berkata bukankah Ha Soo tahu dimana rumahnya. Semua jendela kamar tidur di rumahnya masih terbuka, bisakah Ha Soo mampir ke rumahnya untuk menutup jendela.

Ha Soo kaget mendapatkan perintah seperti itu. Dae Han bilang kemungkinan hujan segera turun, jadi ia harap Ha Soo cepat menutup jendela kamar di rumahnya (hahaha) Ha Soo kesal sekali, ia benar-benar tak percaya mendapat perintah seperti ini.

Woo Young tanya apa tadi yang menelepon itu Direktur Choi, apa yang dia katakan. Ha Soo bilang kalau ia sangat marah, “dia ingin aku pergi ke rumahnya dan menutup jendela kamar tidurnya.”

Mulut Woo Young menganga karena kaget, “itu konyol sekali.”
Ha Soo juga tak mengerti orang macam apa coba yang melakukan itu. “Dia terlalu baik karena keluarga dan gajinya.”

Tapi menurut Woo Young mereka dengan uang bisa lebih buruk. “Apa dia mendapatkan sesuatu dengan usahanya sendiri? menurut rumor dia dibesarkan sebagai anak manja yang tidak ada yang tidak dia inginkan.”

Ha Soo heran apa Dae Han tidak kekurangan apapun dalam segala hal, karena yang ia lihat Dae Han tidak punya banyak karakter manusia (haha)

Woo Young berbisik, “mungkin dia tidak cukup mendapatkan cinta.” Ha Soo paham itu karena Presdir Choi sendiri bukan seseorang yang penuh dengan kasih sayang. Ia kesal pada dirinya sendiri kenapa ia harus kehilangan kalung itu, ini benar-benar akan membuatnya gila.
Shin Hyung menyampaikan pada Sekretaris Sung bahwa ia akan ke rumahnya. Ia tanya apakah ada cara ia masuk ke rumahnya dengan penampilannya yang sekarang. Sekretaris Sung bilang Shin Hyung harus kesana dengan cara yang sama seperti Shin Hyung keluar dari rumah itu. Ia juga memberi tahu kalau Dae Han sudah mengrim para pelayan untuk berlibur.

Shin Hyung kaget di rumahnya sama sekali tak ada pelayan (oh maka dari itu Dae Han menyuruh Ha Soo menutup jendela rumah) Sekretaris Sung berkata apa Shin Hyung tahu bagaimana stresnya para pelayan di rumah mengharapkan kesenangan dari orang tua jahat selama bertahun-tahun, sungguh menakjubkan mereka masih bisa tetap tinggal disana. Mereka pasti membutuhkan banyak kesabaran (hahaha nyindir nih ye) haruskah ia juga pergi berlibur.

Shin Hyung yang semula mendelik mengangguk-angguk, kalau begitu Sekretaris Sung juga bisa mengambil liburan panjang kali ini, “silakan nikmati liburanmu.” ucapnya sambil meletakan seragam kerjanya di loker. Ponsel jadul yang tadinya ia simpan di saku, ikut masuk ke loker.

Sekretaris Sung buru-buru meralat bukan itu maksudnya. “Aku hanya mengatakan bahwa tidak ada siapapun di rumah sekarang.” Shin Hyung terdiam berpikir.
Malam hari di Gold House yang nampak sepi. Diluar hujan deras dengan suara petir yang menyambar. Pria bertopeng masuk ke rumah besar itu. Udah bisa nebak donk siapa ini, yup Choi Shin Hyung. Tingkahnya udah kayak maling yang mau ngerampok rumah.
Shin Hyung masuk ke kamar Presdir Choi. Ia membuka lemari pakaiannya. Ia melepas topengnya. Shin Hyung terkejut melihat pakaian yang semula ia pakai ada di dalam lemarinya. (Pakaian yang pas dia keluar dari rumah, yang terus dia beli baju baru. Eh itu baju kok bisa ada di lemari ya) ia pun memasukan itu ke dalam tas besar yang sudah ia siapkan.
Shin Hyung membuka brankas yang tersembunyi di dalam lemari. Ia mengambil beberapa batangan emas, uang dan memasukannya ke dalam tas. Tak lupa ia juga mengamankan dokumen warisannya.

Tiba-tiba terdengar suara seseorang datang. Shin Hyung kaget, kenapa ada orang yang datang, bukankah katanya nih rumah sepi. Shin Hyung segera menutup brankasnya. Ia memakai topengnya lagi

“Kelihatannya itu tidak ada di ruang kerjanya.” Terdengar suara Choi Young Dal.

Shin Hyung panik, ia harus sembunyi dimana. Ia pun memasukan tas ke dalam lemari dan ia sendiri juga sembunyi di dalam lemari.

“Mengingat betapa pentingnya itu, dia pasti menyimpannya di kamar tidurnya.” sahut Young Dal.
Young Dal dan In Ja masuk ke kamar Presdir Choi. In Ja menyuruh suaminya cepat menemukan itu, ia membagi tugas. Ia akan mencari di sebelah kanan dan suaminya mencari di sebelah kiri. Keduanya membuka setiap laci meja.
Shin Hyung membuka sedikit pintu lemari dan melihat Young Dal membuka buka laci meja di kamarnya. Young Dal tak menemukan apapun yang dicari bahkan ia sampai mencarinya di bawah kasur, tapi tak ada.
Young Dal mulai panik dan tanpa sengaja kakinya kesandung kaki tempat tidur. In Ja heran apa yang suaminya lakukan, kalau jalan lihat-lihat, jangan panik begitu. Young Dal yang panik kesal, apa kita ini sedang di rumah orang asing, bukankah tempat ini akan segera menjadi miliknya.

In Ja menebak bagaimana seandainya jika Presdir Choi membuat rencana memberikan semuanya pada Dae Han. Young Dal menilai itu tak mungkin, memangnya apa yang sudah Dae Han lakukan, apa kau tahu betapa sulitnya aku bekerja bertahun-tahun?

In Ja mengerti itu, “berapa lama lagi kita harus hidup sebagai penguasa kedua? Ayo kita coba hidup sebagai nomor satu. Ini kesempatan kita. Bahkan jika kita harus mengubah dokumennya, kita harus mengambilnya. Kita tak bisa membiarkan itu diambil dari kita.”
Young Dal membenarkan, bukankah kakaknya sudah menjalani kehidupan yang panjang. “Bahkan jika dia masih hidup, dia tak bisa kembali.”

In Ja setuju, Presdir Choi tak bisa kembali karena kekacauan sekarang. Presdir Choi kemungkinan akan menghabiskan sisa hidup di penjara karena uang 5 milyar won yang ditemukan di mobil. Keduanya tertawa-ketiwi kegirangan.

Shin Hyung yang mengintip dan mendengar dari dalam lemari menahan geram dengan rencana jahat saudaranya ini.
Young Dal dan In Ja akan mencari dokumen di dalam lemari. Tapi ketika keduanya membuka lemari terdengar suara mobil di luar. Keduanya tak sempat melihat ke dalam lemari. Keduanya bertanya-tanya siapa yang datang itu. Padahal di dalam lemari Shin Hyung sudah menutup mata karena takut ketahuan. Young Dal dan In Ja kembali menutup pintu lemari. Keduanya keluar kamar untuk melihat siapa yang datang.
Ternyata Ha Soo yang datang atas perintah Dae Han untuk menutup jendela kamar. Ha Soo menyalakan lampu ruangan, ia menggerutu bagaimana bisa Dae Han memintanya melakukan ini.
Shin Hyung yang masih di dalam lemari heran kenapa orang-orang terus berdatangan disaat rumah seharusnya tak ada orang.

Young dan In Ja akan keluar dari rumah namun terkejut ketika melihat ada seorang wanita di rumah itu. Keduanya pun sembunyi dan bertanya-tanya siapa wanita itu.

Ha Soo menelepon Dae Han mengatakan ia sudah berada di rumah Dae Han. Bisakah ia langsung pulang setelah menutup jendela.
Young Dal akan terus melancarkan aksinya mencari dokumen warisan. Namun istrinya mengajak lebih baik pergi saja, ia takut keduanya malah ketahuan. Kalau ketahuan nantinya malah jadi kacau, “apa yang akan kau lakukan jika Dae Han melarang kita datang kesini lagi jika kita tertangkap?” Keduanya pun pergi.
Shin Hyung yang bersembunyi di dalam lemari merasakan kakinya sakit. Ia pun keluar dari lemari. Namun terdengar seseorang mendekati kamar, ia pun sembunyi lagi di dalam lemari.
Yang masuk ke kamar ternyata Ha Soo. Ha Soo menyalakan lampu kamar. Ia segera menutup jendela agar air hujan tak masuk. Ia yang melihat sekeliling menebak ini pasti kamar Presdir Choi.

Shin Hyung membuka sedikit pintu lemari dan melihat yang masuk ke dalam kamarnya adalah Ha Soo. Ia meringis menahan kakinya yang sakit karena kram.

Ha Soo bertanya-tanya kemana sebenarnya Presdri Choi. Shin Hyung yang kesal ada orang masuk ke kamar bergumam dalam hati kalau ia ada disini, kenapa Ha Soo usil sekali, jangan khawatir, cepat keluar saja sana.

Ha Soo merasa bersyukur dan berterima kasih karena Presdir Choi mempekerjakannya kembali. Kelihatannya Presdir Choi tidak seburuk yang diberitakan.
Shin Hyung tak tahan lagi, kakinya benar-benar sakit karena terus nekuk di dalam lemari. Ia pun segera keluar dari dalam lemari. Melihat ada seseorang yang keluar dari dalam lemari Ha Soo kaget sekali, apalagi orang itu berpakaian hitam dan mengenakan topeng.
Ha Soo gemetaran ketakutan dirinya berhadapan langsung dengan perampok. Shin Hyung berdiri sempoyongan dan jatuh menindih Ha Soo. Ha Soo menjerit ketakutan. Apalagi wajah pria bertopeng itu dekat sekali dengan wajahnya. Ha Soo yang ketakutan menyingkirkan si pria bertopeng, ia segara keluar dari kamar untuk mencari pertolongan.
Dae Han dan Ji Yoon tergesa-gesa karena menemukan keberadaan ponsel Presdir Choi. Dae Han tanya dimana ponsel itu terakhir digunakan. Ji Yoon meminta Dae Han ikut dengannya, keduanya berjalan cepat.

Dae Han dan Ji Yoon masuk ke ruang ganti karyawan pria. Di ruangan itu ada Myung Soo yang berganti pakaian. Myung Soo terkejut melihat dua orang masuk begitu saja. Dae Han langsung membuka setiap loker sementara Ji Yoon mencoba menelepon ke nomor ponsel Presdir Choi.
Ketika Dae Han membuka loker Shin Hyung, ia menemukan ponsel jadul ayahnya. Myung Soo yang melihat orang asing yang mengambil benda milik Shin Hyung mengingatkan Dae Han tidak boleh mengambil barang milik orang lain. Melihat pria di depannya ini cerewet, Dae Han langsung menjotosnya.
Dae Han mendengarkan penjelasan Myung Soo. Myung Soo mengompres bagian matanya yang tadi kena pukul. Ia mengatakan tak ada seseuatu yang mencurigakan tentang Shin Hyung. “Ah lokernya.... seseorang menguncinya sebelum mereka keluar. Dia memukulnya dengan kapak untuk membukanya.”
Shin Hyung ternyata membuka loker benar-benar menggunakan kapak. Bak bak bak sampai kuncinya copot hahaha.
Dae Han melongo melihat loker yang bolong itu haha. Ia kaget, “kapak dan apa lagi?”

Myung Soo bilang kalau Shin Hyung juga membawa tas yang besar.
Wakaka ini lucu lihatnya, masa Shin Hyung sampai masuk ke dalam tas sih. Myung Soo heran untuk apa Shin Hyung menyiapkan tas sebesar itu. Shin Hyung bilang ada sesuatu yang harus ia taruh di dalam tas ini.

Dae Han kaget lagi, benarkah itu apa yang Shin Hyung katakan. Trus apa lagi?

Myung Soo : “Dia bilang dia butuh uang. Dia mengatakan dia merasa tidak nyaman menjadi miskin untuk pertama kalinya.”
Dae Han mengeluarkan ponselnya dan menunjukan gambar Shin Hyung, “apakah dia itu pria ini?” Myung Soo membenarkan. Dae Han merasa sekarang ia harus segera menelepon polisi.
Dae Han menerima telepon dari Ha Soo. Ha Soo yang masih di dalam rumah Dae Han ketakutan dan gemetaran memberi tahu kalau di rumah ada orang, ia tidak tahu orang itu perampok atau apa yang jelas ada orang lain yang masuk ke dalam rumah.
Tiba-tiba orang itu lewat di depan Ha Soo tentu saja itu membuat Ha Soo menjerit ketakutan. Ha Soo menyadari kalau ia tak boleh membiarkan perampok itu pergi, Ha Soo yang ketakutan pun memberanikan diri untuk mengejarnya.
Shin Hyung lari keluar rumah membawa tas besar penuh dengan bawaaan yang di dapatnya dari lemari. Ia heran kenapa Ha Soo bisa ada disini. Kenapa Ha Soo ada dimana-mana hahaha. Shin Hyung melempar tas-nya melewati pagar.

Ketika Shin Hyung akan melompati pagar Ha Soo datang menahan kakinya. Ha Soo berteriak minta tolong sambil memegangi kaki orang yang dianggapnya perampok ini agar tak kabur. “Ibu tolong aku!” teriak Ha Soo yang walaupun ketakutan mencoba memberanikan diri.
Ha Soo berhasil menjatuhkan pria bertopeng itu. Keduanya terjatuh terlentang ke tanah. Ha Soo langsung menaboki sekuat tenaga. Shin Hyung berusaha menghindari dan mencoba kabur namun Ha Soo berhasil menggapai dan melepas topengnya. Shin Hyung berteriak dan menutupi wajahnya. Ia segera berdiri dan kabur melompati pagar.
Ha Soo yang ketakutan masih blegedek tergeletak terlentang di tanah. Tubuhnya gemetaran karena ketakutan.
Karena usaha nekatnya itu kaki Ha Soo terluka. Dae Han merobek stoking Ha Soo untuk mengobati luka di kaki wanita itu. Ha Soo kaget kenapa Dae Han melakukan ini. Dae Han memangku kaki Ha Soo dan mengoleskan antiseptik di kaki Ha Soo yang terluka.

Dae Han marah pada Ha Soo, “apa kau ini polisi? Wanita macam apa yang tidak kenal takut? Kenapa kau mengejarnya? Aku bilang lihat wajahnya, apakah aku memintamu untuk mengejar pencuri?” Ha Soo heran kenapa Dae Han malah marah padanya. Ia menarik kakinya dari pangkuan Dae Han.
Ji Yoon yang datang membawakan handuk dan minuman terkejut melihat apa yang Dae Han lakukan. Ia memberikan minuman itu untuk Ha Soo dan memberikan handuk untuk mengeringkan tubuh Ha Soo yang basah karena hujan ketika mengejar perampok tadi.
Dae Han tanya pada Ji Yoon apa belum mendengar kabar dari polisi. Ji Yoon bilang belum, kelihatannya rekaman cctv yang diterima itu sama seperti yang polisi miliki. Dae Han melihat rekaman cctv ketika Ha Soo melawan perampok. Sayang sekali cctv tak bisa menangkap wajah perampok itu dengan jelas hanya pria bertopeng saja.

Ha Soo tanya bisakah ia pulang sekarang. Dae Han tentu saja melarang, memangnya Ha Soo pikir mau pergi kemana. Ia menyuruh Ha Soo mengambar wajah perampok itu. Ha Soo bilang ia tak ingat wajah si perampok. Dae Han meminta Ha Soo mencoba untuk menggambar seingat Ha Soo saja. Ha Soo pun mencoba menggambar wajah si perampok seingatnya.
Ji Yoon bertanya-tanya apa perampok ini seseorang yang berkaitan dengan Presdir Choi. Dae Han merasa perampok ini mungkin seseorang yang tengah ia cari. Ji Yoon khawatir bagaimana kalau Presdir Choi benar-benar diculik pria itu (Shin Hyung), dia bahkan memiliki ponsel Presdir Choi juga. Dae Han belum sepenuhnya yakin jadi jangan mengambil kesimpulan ayahnya diculik.
Dae Han bertanya pada Ha Soo apa sudah selesai menggambarnya. Ha Soo menjawab sudah, ia pun menyerahkan hasil gambarnya. Dan oeng... inilah gambar wajah perampok itu karya Eun Ha Soo.

Wakakakakaka....
Ha Soo tak terlalu ingat dengan wajah si perampok tapi ia sudah melakukan yang terbaik untuk menggambarnya.

Ha Soo juga memberi tahu kalau ia bertemu dengan pria yang sedang Dae Han cari tadi sore di lobi hotel. Dae Han kaget kenapa Ha Soo baru mengatakannya sekarang. Ha Soo bilang Shin Hyung menjadi pegawai cleaning service di hotel.
Dae Han mengeluarkan ponselnya dan bertanya, apa pria ini (Shin Hyung) terlihat mirip dengan gambar yang Ha Soo buat (haha). Ha Soo tak yakin apa itu mirip. Dae Han pun mengambil kesimpulan kalau dia-lah orangnya, orang yang masuk ke rumahnya sebagai perampok dan menculik ayahnya.
Dae Han berpikir, “kapak, tas.. dia membutuhkan uang. Sekarang dia membobol masuk rumah.”

Dae Han tercengang dengan apa yang dipikirkannya.
Dae Han membayangkan Shin Hyung membawa kapak yang berlumuran darah di malam gelap di bawah hujan deras sambil menyeret tas besar yang nampak berat. Tas itu bersisi potongan tubuh manusia, tubuh manuia yang dimutilasi gitu. Shin Hyung melemparkan potongan tubuh bersama tas ke dalam lubang dan menguburnya.

“Ayahhhhh...” terdengar teriakan Dae Han. Dae Han mulai mengira yang tidak-tidak nih.
Ha Soo dan Woo Young terkejut di depan hotel ada mobil polisi. Woo Young melihat di depan hotel ada Myung Soo. Ha Soo tak percaya bagaimana mungkin adiknya ada disini.

Tapi benar itu adalah Myung Soo. Ha Soo kaget melihat adiknya ada disini. Ditambah lagi ia melihat wajah adiknya itu lebam. Ha Soo memegangi wajah adiknya, “apa yang terjadi?” Myung Soo yang tengah memberikan keterangan pada polisi bilang bukan apa-apa.
Dae Han mengumpulkan dewan direksi memberi tahu kalau Presdir Choi diculik. Ia memperlihatakan wajah penculiknya, yang tak lain adalah Choi Shin Hyung. Ia mengatakan kalau pria ini sangat berhati-hati dan teliti dalam melancarkana aksinya. Dia bekerja disini. Dia juga tertangkap kamera cctv didekat rumah Presdir Choi. Kelihatannya dia masuk ke rumah untuk mencuri barang-barang berharga.
Yoo Nan Hee berbisik pada Ji Yoon mengatakan kalau Choi Shin Hyung bekerja disini atas rekomendari Sekretaris Sung. Ji Yoon kaget mendengarnya.
Ha Soo mendatangi kedai dimana ia pernah makan dan minum bersama Shin Hyung. Ia berniat membayar ganti rugi, namun ahjuma bilang ganti ruginya sudah dibayarkan oleh pria yang datang bersama Ha Soo pada malam itu.
Ha Soo keluar dari kedai, ia heran kenapa Shin Hyung tak memberitahunya kalau sudah membayar kerugian kaca pecah. Ia akan menelepon Shin Hyung tapi Shin Hyung tak menjawab panggilan teleponnya.

Ha Soo melihat ada selebaran yang ditempel di dinding mengenai Shin Hyung. Shin Hyung dicari sebagai buronan. Ha Soo tak percaya ini.
Ha Soo tak bisa tidur, ia terus-menerus memikirkan Shin Hyung. Ia menilai ini tidak mungkin, tidak mungkin Shin Young yang menculik Presdir Choi. Ia pun mengingat awal pertemuannya dengan Shin Hyung dan mengingat saat dirinya bersama Shin Hyung.
Orang yang Ha Soo pikirkan ternyata berdiri di depan rumahnya. Shin Hyung berdiri menatap rumah Ha Soo.

Flashback
Malam dimana Ha Soo mabuk, sebelum Shin Hyung menggendong Ha Soo di punggungnya, Shin Hyung duduk di samping Ha Soo yang duduk sambil memejamkan mata.
Shin Hyung melihat tubuh Ha Soo miring sana miring sini hampir ambruk, ia menyingkir tak mau Ha Soo bersandar padanya. Namun ia kembali duduk di tempat semula.
Tubuh Ha Soo pun benar-benar ambruk dan bersandar padanya. Ia pun memegangi tubuh Ha Hoo. Shin Hyung jadi deg-degan ketika menatap wajah Ha Soo.

Flashback end

Shin Hyung merobek selebaran tentang dirinya yang dicari polisi. Ia pun pergi dari sana.
Shin Hyung berdiri di tepi tebing. Ia menatap foto keluarganya. Terngiang dalam ingatannya ucapan Young Dal yang ingin menguasai hartanya. Ia merobek foto itu dan membuangnya.
Shin Hyung mengeluarkan kalung milik Dae Han yang ia temukan saat malam ia berubah menjadi muda. Ia mengingat ucapan putranya bahwa menurut Dae Han, ia adalah seorang ayah yang selalu berpikiran bahwa apa yang dilakukan itu benar tapi Dae Han tidak pernah merasa bahwa ia ini benar. Hatinya sungguh sakit ketika mengetahui dirinya tidak dipercayai oleh anaknya.
Shin Hyung menatap ke dasar jurang. Matanya berkaca-kaca. Akankah ia melakukan tindakan bodoh, bunuh diri.
Terjadi keramaian disebuah tempat. Banyak reporter dan tamu yang hadir. Tamu yang hadir tak nampak bahagia, mereka mennagis. Ya ada yang meninggal.
Di dalam ruangan seorang pria yang merupakan anggota keluarga si almarhum berdiri di depan altar. Dia adalah Choi Dae Han.

Dae Han menoleh menatap foto yang ada di altar, itu adalah foto ayahnya, Choi Go Bong. Dae Han tertunduk sedih, ia begitu terpukul kehilangan ayahnya.
Para karyawan membaca berita di internet bahwa Presdir Choi Go Bong melakukan bunuh diri. Ha Soo yang juga membaca berita itu terkejut. Mereka tak percaya ini, apa Presdir Choi benar-benar melakukan bunuh diri, kenapa Presdir Choi sampai melakukan tindakan nekat itu.
Para karyawan bersama-sama melakukan penghormatan terakhir untuk Presdir Choi Go Bong.
Tanpa mereka ketahui, di belakang mereka, Choi Shin Hyung ada disana. Lho bagaimana bisa? Jadi meninggal atau tidak ini?


Bersambung ke episode 4

4 comments:

  1. kocak banget gak tahan kalo ga ketawa malah sampe senyum" sendiri gak tahan juga kalo ga koment. suka banget lah nie drama.
    Harapan Ha Soo sama Daehan aja yaaa
    Makasih ya mbaa sinopnya d tunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  2. Koplak bgt aih ni drama lucuuu...^_^
    mksh ya mba ...

    ReplyDelete
  3. cepet banget mbak hihihi padahal sendirian nih nyinopnya...
    FIGHTING mbak anis XD

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...