Sunday, 23 November 2014

Sinopsis Mr Back Episode 4 Part 2

Tiba saatnya bagi Perusahaan Daehan melakukan rapat dewan direksi untuk menentukan nasib perusahaan itu di kemudian hari. Siapakah yang akan memimpin perusahaan menggantikan Presdir Choi Go Bong? Choi Mi Hye dan Lee In Ja pun menghadiri rapat tersebut.

Choi Young Dal yang keluar dari mobil disambut beberapa dewan direksi. Ia tersenyum seakan yakin betul bahwa ia lah yang akan menjadi Presdir Daehan selanjutnya.
Ji Yoon yang khawatir meminta Dae Han mempertimbangkan keputusan Dae Han kembali. Tapi Dae Han sudah membulatkan keputusannya ia tak mau mengambil alih manajemen dengan menjadi Presdir. Ia juga meminta Ji Yoon berhenti membuang energi terhadap pecundang seperti dirinya. Bukankah dengan adanya Direktur Jung Yi Gun sudah cukup bahkan ditambah dengan Ji Yoon. Ia melihat keduanya terlihat lebih baik jika bekerja bersama-sama.
Ji Yoon : “Apa kau benar-benar akan melakukan ini? Bagaimana kau bisa tidak berubah sama sekali setelah ayahmu meninggal?”

Dae Han : “Kenapa aku harus berubah?”

Ji Yoon mulai kesal, “Ayahmu menghabiskan seluruh hidupnya untuk perusahaan ini. Bagaimana bisa kau hanya melihatnya runtuh dalam semalam?”
“Aku akan membantu untuk menghancurkannya. Aku akan benar-benar membantu untuk menghancurkannya.” Dae Han memperagakan tangannya dari atas ke bawah sebagai pertanda ia akan membuat sesuatu yang semula berada di atas menjadi jatuh ke bawah. Ji Yoon hanya bisa menghela nafas dengan tindakan Dae Han.
Mereka sudah berkumpul di ruang rapat. In Ja tersenyum menyapa Mi Hye. Namun Mi Hye bersikap cuek ya sedikit membalas senyum In Ja sih. In Ja heran dengan sikap adik iparnya ini.

Sebagai putra Presdir Choi, Dae Han pun berdiri di depan.

“Setelah ayahku meninggal, maksudku... setelah Presdir Choi meninggal, aku sudah memikirkan banyak hal. Aku harus bertanggung jawab dan memimpin Daehan sebagai anaknya. Namun aku akan mengikuti keputusan dewan direksi. Sekarang tentang siapa yang akan menggantikan Presdir Choi sebagai Presdir baru yang akan mengambil alih tempatnya aku juga sangat ingin mengetahuinya.”
“Jika itu terlalu sulit untukmu, maka saudaranya, Direktur Choi Young Dal yang harus menggantikannya.” usul salah satu dewan direksi.

Young Dal tersenyum senang mendengar usulan itu.

Namun dewan direksi yang duduk di sebelah Mi Hye tak setuju, “Pada saat seperti ini tak ada aturan anggota keluarga yang harus menggantikannya. Jika itu benar-benar demi Perusahan Daehan, maka bekerja dengan perusahaan asing juga merupakan solusi yang baik.”

Dewan direksi yang lain marah, “Bagaimana kau bisa mengatakan itu? bagaimana kau berpikir untuk menjual Perusahaan Daehan?”

“Itu gila. Bukan itu maksudnya.”

Mereka pun saling menyerang, suasana menjadi kacau.
Tiba-tiba Sekretaris Sung datang tergesa-gesa masuk ke ruang rapat. “Tunggu sebentar!” ucapnya. Ia memberikan usb pada Dae Han. Dae Han yang terkejut campur heran tanya apa yang Sekretaris Sung lakukan disini. Sekretaris Sung meminta Dae Han melihat isi usb itu, Dae Han akan tahu setelah melihatnya.

Dan itu adalah rekaman video Presdir Choi Go Bong. Semua yang ada di ruangan itu terkejut.
“Apa kabar semuanya. Aku Choi Go Bong. Orang-orang akan dinilai setelah mereka meninggal. Aku tahu, kalian semua akan membahas segala macam tentangku sekarang. Dalam hal apapun seseorang harus mengeluarkan nafas mereka. Entah itu tentang uang, kehormatan dan kekuasaan. Mereka bekerja dengan cara yang sama. Sekarang, aku tinggalkan segalanya dan akan pergi. Berdasarkan pengalamanku, aku menyadari bahwa hidup adalah sebuah penebusan dosa. Tapi hari yang paling mulia dalam hidupmu tergantung bagaimana kau menjalani sisa hidupmu mulai dari sekarang.

Tentang siapa yang akan memimpin Daehan dan menggantikan aku, tentang memilih penggantiku aku takut itu akan membuat kalian sakit kepala. Jadi aku membuat rencana ini. Kuharap kalian akan mengerti.

Langsung saja, aku akan mengumumkan pengganti Daehan. Penerusku untuk Daehan yang aku sudah habiskan seluruh hidupku untuk membangunnya adalah... anakku.”
Choi Dae Han menutup mata kesal karena jelas ia tak ingin melakukannya.

Young Dal dan In Ja mencoba pasrah deh.

“Aku akan membiarkan anakku Choi Shin Hyung yang mengambil alih Daehan.”
Peserta rapat terkejut, siapa Choi Shin Hyung. Kenapa Presdir Choi mengatakan begitu.

“Sebenarnya aku memiliki anak lagi. Untuk keputusan akhirnya aku meminta kalian untuk menyambut dan memberinya kesempatan.”

Video rekaman pun selesai.

Mereka benar-benar terkejut, apa maksudnya ini. Terutama bagi Dae Han apa maksud perkataan ayahnya bahwa ayahnya memilki anak lain selain dirinya.
Choi Shin Hyung pun masuk ke ruang rapat. Semua mata tertuju padanya. Ha Soo yang berada di ruangan itu juga terkejut ternyata Shin Hyung adalah putra Presdir Choi Go Bong.
“Siapa kau?” tanya Dae Han. “Siapa kau?” Bentak Dae Han.

Shin Hyung tersenyum mengenalkan namanya, “Aku putra Presdir Choi Go Bong, namaku Choi Shin Hyung. Aku akan sangat menghargai bimbingan kalian.”

Son Woo Young yang juga berada di ruangan itu bersama Ha Soo benar-benar tak percaya ini, jadi Shin Hyung itu anaknya Presdir Choi.

Shin Hyung : “Walaupun aku diduga sebagai penculik Presdir Choi, alasan kenapa aku terus mendatangi rumahnya dan resort ini, itu semua atas perintah ayahku. Dia mengirimku kesini untuk melakukan penelitian awal untuk persiapanku hari ini. Sepertinya dia sudah mempersiapkan ini untuk waktu yang lama.”

Young Dal menilai ini tak mungkin, ia tak percaya.

Shin Hyung sudah menduga kalau semuanya pasti terkejut mengetahui Presdir Choi memiliki anak lain. Ia tak ingin ada kesalahpahaman atau spekulasi apapun. Maka dari itu ia sudah menyiapkan segalanya. Ia sudah membawa dokumen sebagai bukti bahwa ia benar putra Presdir Choi. Ia membawa hasil tes DNA. Jadi ia berharap semuanya tak ada yang mencurigainya atau mengganggunya mulai sekarang.
Young Dal yang tak percaya langsung maju untuk memastikan kebenaran dokumen itu. Ternyata dokumen itu benar, saking shocknya kepalanya langsung sakit dan hampir ambruk. In Ja panik dan segera berlari menolong suaminya.
Keluar dari ruangan rapat, dewan direksi mengerumuni Shin Hyung meminta penjelasan lebih lagi. Shin Hyung memakai kacamata hitamnya dan menoleh ke belekang, menoleh pada Ha Soo.
Jung Yi Gun memerintahkan sekretarisnya untuk menyelidiki Shin Hyung, “Dia bilang dia datang dari Kanada. Selidiki dia.” Sekretarisnya mengerti. (kalau dipikir-pikir Sekretarisnya Yi Gun ini mirip Kang Gi Chan ya haha)
In Ja dan Mi Hye membantu Young Dal berdiri. Dae Han tetap duduk di kursinya, ia masih tak percaya atas apa yang baru saja terjadi. Ji Yoon juga sama terkejutnya. Young Dal lemas bagaimana ini bisa terjadi, ia benar-benar tak pernah menduga ini.

Mi Hye menilai yang bernama Choi Shin Hyung ini pasti seorang penipu. Bukankah Young Dal tahu seperti apa Choi Go Bong itu, dia tak boleh memiliki anak haram.
Dae Han tiba-tiba tertawa. Tawa yang penuh kesedihan. Ia benar-benar tak menyangka ayahnya memilki anak lain selain dirinya. Ia merasa dikhianati oleh ayahnya. Melihat Dae Han tertawa seperti itu membuat Ji Yoon khawatir.
Ha Soo membasuh wajahnya di kamar mandi, “Choi Shin Hyung, jadi dia adalah anak pria tua itu? Bagaimana dia membohongiku seperti ini. dan aku tak mengetahuinya.”
Sekretaris Sung melihat sekeliling dan memberitahu Shin Hyung kalau semuanya sudah aman. Shin Hyung tanya apa benar semua orang sudah pergi.

Sekretaris Sung ingin tahu apa yang akan Shin Hyung lakukan selanjutnya. Shin Hyung berkata, “Dadu sudah dilemparkan jadi lihatlah dengan seksama apa yang akan terjadi, apakah Choi Go Bong masih hidup ataukah sudah mati. Semua orang berpikir tentang posisiku, aku akan mengurus semuanya.”
Sekretaris Sung yakin kalau posisinya aman. Shin Hyung tiba-tiba mencekik Sekretaris Sung, “Kita lihat saja. Aku akan mencari tahu siapa yang curiga dengan posisiku dari awal.” Shin Hyung menatap tajam sekeliling, “Sembunyikanlah dengan baik atau aku akan melihatmu.” gertaknya pada seseorang yang belum ia ketahui siapa.

Dan Shin Hyung pun melihat Ha Soo lewat di depannya. Ia langsung melepas cekikannya dari Sekretaris Sung dan menemui Ha Soo.
“Hei.. si Bimasakti, Eun Ha Soo.” panggil Shin Hyung. Ia tersenyum pada Ha Soo. Ha Soo menoleh sesaat tapi kemudian berlalu dari sana membaut Shin Hyung terheran-heran. Kenapa Ha Soo mengabaikannya.
Ha Soo berbalik bertanya apa ada yang bisa ia bantu, apa Shin Hyung punya urusan dengannya. Shin Hyung bingung, “urusan? Ya ada.” jawabnya. Bukankah malam itu Ha Soo meneleponnya. Ia tak bisa menjawab telepon saat itu karena terlalu sibuk. Ha Soo membenarkan ia menelepon tapi ia saat itu salah menekan nomor. Ia minta maaf. Ha Soo akan pergi tapi Shin Hyung memanggilnya.

Sekarang Ha Soo bertanya-tanya apa nama Shin Hyung itu benar Choi Shin Hyung tidak membohonginya. Shin Hyung bingung apa maksud Ha Soo.

Ha Soo : “Apa kakekmu sudah lebih baik sekarang? Apa kau menangkap pengemudi dari kecelakaan tabrak lari itu? Apakah kau bekerja disini untuk melakukan balas dendam terhadap ayahmu?”

Shin Hyung menyadari kebohongannya pada Ha Soo tempo hari, ia tak bermaksud begitu.

Ha Soo : “Kau mempermainkan orang lain untuk keuntunganmu sendiri dan kau melakukan kebohongan. Aku sudah salah menilaimu dan kau sudah kelewatan. Aku tak pernah ingin diserat ke kantor polisi lagi, aku juga tak ingin terjadi rumor ditempat kerja. Jadi berpura-puralah tak mengenalku.”
Dae Han berada di ruangannya, Ji Yoon mengatakan ia sudah meminta evaluasi ulang dan akan memastikan keaslian tes DNA dan tulisan tangan Presdir. Diantara dokumen yang Shin Hyung berikan ada halaman terakhir catatan bunuh diri Presdir Choi.

Dae Han pun membacanya,
“Aku berharap kalian terkejut tapi karena kalian tak perlu melihat orang tua ini lagi aku percaya kalian merasa lega. Dan untuk warisan dan penggantiku di perusahaan aku akan mengirimkanya bersama dengan seseorang yang kuharap kalian akan percaya padanya dan mendukungnya.

Dan anakku Choi Dae Han, kau akan lebih terkejut daripada orang lain. Aku tahu itu adalah sesuatu yang tidak seharusnya kulakukan sebagai ayahmu. Tapi kuharap kau memahaminya dan menghadapi kenyataan saat ini. Aku memintamu untuk menerima pernyataan terakhirku. Aku mengakhiri catatanku disini. Choi Go Bong.”
Dae Han menangis membaca tulisan ayahnya. Ya ia benar-benar terkejut hari ini lebih dari siapapun. Ia benar-benar marah. Namun ia berusaha untuk menahannya. Ji Yoon khawatir apa Dae Han baik-baik saja.
Dua pelayan masuk ke ruangan Dae Han memberi tahu bahwa ada seseorang yang masuk ke ruang belajar Presdir Choi.
Dae Han dan Ji Yoon segera kesana. Keduanya terkejut begitu melihat Shin Hyung duduk di kursi Presdir Choi. Shin Hyung tersenyum menyapa Dae Han.
Dae Han yang marah mencengkeram baju Shin Hyung, “Kau ini siapa?” bentaknya. Shin Hyung dengan tenang dan penuh senyuman menatap Dae Han.
Ha Soo tanpa sengaja menjatuhkan piring. Ia heran kenapa dirinya menjatuhkan piring itu, sia-sia deh telurnya. Ia akan membereskan pecahan piring namun tangannya terluka. Woo Young yang melihat itu segera menarik Ha Soo menjauh dari sana. Myung Soo yang mendengar ada keributan di dapur segera keluar kamar, ia membantu kakaknya membereskan pecahan piringnya.
Melihat Ha Soo terluka ibu menyuruh Woo Young mengambilkan obat-obatan. Ibu heran dengan sikap Ha Soo hari ini ada apa dengan Ha Soo, melupakan dompet dan melupakan ponsel. Ha Soo juga tak mengerti kenapa akhr-akhir ini ia seperti itu.

Sambil mengoleskan antiseptik ke luka Ha Soo, ibu bertanya bagaimana dengan pria itu, pria yang datang terakhir kali kesini. Karena ia melihat hari ini pria itu (Shin Hyung) muncul di koran. “Dia putra Presdir Choi, kan? Ah apa bedaya dia anak sah atau tidak? Sejak awal aku sudah menyukainya.” Sejak kapan Ha Soo berkencan dengan Shin Hyung. Ha Soo meyakinkan pada ibunya kalau ia tak berkencan dengan Shin Hyung.
Dae Han yang marah sekali berusaha menahan dirinya. Ia melepas cekramannya dari Shin Hyung. Ia menyuruh Shin Hyung keluar dari sini. Namun Shin Hyung diam saja. Dae Han sekali lagi menyuruh Shin Hyung keluar, apa Shin Hyung tak mendengarnya.

Ji Yoon ikut berkata apa Shin Hyung tak tahu dimana Shin Hyung berada sekarang ini. Shin Hyung meminta keduanya tenang. Ia mengerti Dae Han sedang marah sekarang, “tapi masalahnya adalah ayahku mengatakan padaku untuk...”
“Siapa ayahmu?” cibir Dae Han.

“Pria ini adalah ayahku.” jawab Shin Hyung sambil menunjukan wajah pria tua di cover buku biografi. “Bukankah kami mirip? Ditambah lagi aku lebih tua darimu. Aku akan menggunakan ruang belajar ini dan kamar ayahku mulai hari ini.” Ia mengajak Dae Han mulai sekarang tinggal bersama. Ia tahu Dae Han pasti memilki banyak pertanyaan tentang dirinya, itu nanti akan dibicarakan satu persatu. Ia juga sebenarnya punya cerita tragis sebagai anak yang disembunyikan ayahnya.

Dae Han tak tahan lagi mendengar ocehan Shin Hyung, “Kepala pelayan Yoon!” teriak Dae Han memanggil kepala pelayan. Pelayan Yoon datang. Dae Han memerintahkan Pelayan Yoon untuk mengeluarkan Shin Hyung dari sini sekarang atau hubungi polisi.
Pelayan Yoon dan Nn Yum dengan sopan meminta Shin Hyung keluar dari sini. Namun keduanya kaget begitu tahu Shin Hyung sudah mengenal namanya. Untuk Sekarang Shin Hyung akan pergi. Dae Han meminta pelayannya agar jangan membukakan pintu untuk Shin Hyung. Shin Hyung keluar dari ruangan itu sambil menyeringai.
Shin Hyung mendatangi Galaxy Tailor Shop. Ha Soo yang berada disana kaget melihat kedatangan Shin Hyung, “apa yang kau lakukan disini?” tanya Ha Soo.

Shin Hyung balik bertanya apakah ia datang ke tempat penjahit untuk makan, ya tentu saja untuk memesan jas. Ia bertanya dimana ibu Ha Soo. Ha Soo menjawab ibunya ada di rumah.
Shin Hyung melihat jas yang ada disana. Ha Soo memberi tahu kalau jas itu milik Presdir Choi tapi sekarang beliau sudah tak bisa mengambilnya.
Shin Hyung tanya apa yang Ha Soo lakukan sekarang. Ha Soo menutupi gambarnya. Shin Hyung mendekat untuk melihat dengan jelas apa yang dibuat Ha Soo, ia tersenyum apa Ha Soo menggambarnya snediri. Ha Soo kesal Shin Hyung pengen tahu saja apa yang ia lakukan, sekali lagi Ha Soo tanya kenapa Shin Hyung datang ke sini. Shin Hyung kembali mengatakan kalau kedatangannya untuk memesan jas.
Ha Soo menelepon ibunya memberi tahu ada pelanggan yang datang. Ibu yang ada di rumah bertanya siapa. Ha Soo bilang itu orang yang terakhir kali datang ke rumah. Ibu langsung bisa menebak kalau itu Shin Hyung. Ia tersenyum, “oh menantu masa depanku ya?”

“ibu..” sahut Ha Soo kesal.

Ibu tersenyum malu mengatakan pada Ha Soo sekarang ia tak bisa datang ke toko. Jadi Ha Soo saja yang mengukurnya. Ha Soo menjawab pelan tak mau, tak bisakah ibu yang datang dan melakukannya. Ibu menginginkan Ha Soo melakukan ini dengan baik, ia pun menutup teleponnya.
Terpaksa deh Ha Soo yang mengukurnya hehehe. Ini adegan bikin deg-degan, apalagi saat mata keduanya bertemu. Saking kikuknya Shin Hyung sampai mengalihkan pandangannya. Hehehe.
Shin Hyung pun diminta untuk memilih kain. Shin Hyung memilih kain yang ada di bagian atas. Ha Soo naik ke kursi untuk mengambilnya. Tapi susah sekali untuk mengambil kain pilihan Shin Hyung. Ha Soo sempoyongan hampir jatuh.

Untung saja dengan sigap Shin Hyung menahannya dari bawah. Keduanya terkejut berada dalam posisi yang demikian. Shin Hyung memberdirikan Ha Soo. Ha Soo terdiam mematung.
Di luar toko Shin Hyung memanggil Ha Soo. Ha Soo memperingatkan Shin Hyung agar jangan datang lagi kesini. Tapi Shin Hyung berkata ia harus kesini untuk mengambil pesanan jasnya itu jadi ia akan datang.

Shin Hyung pun berkata jujur, sebenarnya ia datang untuk mengatakan sesuatu. “Benar, aku tak memiliki seorang kakek yang terlibat dalam kecelakaan tabrak lari. Ayahku tidak dipecat.” Ia benci orang-orang melakukan kebohongan tapi ia ternyata melakukannya.

Ha Soo heran apa Shin Hyung sekarang sedang berusaha minta maaf atau membuat alasan. “Kau tak pernah meminta maaf pada siapapun sebelumnya, kan?” Shin Hyung jadi terbata-bata tak tahu mengatakannya bagaimana. Ha Soo mengerti dan menyuruh Shin Hyung pulang sekarang karena ia juga harus pulang.
“Hei Bimasakti Eun Ha Soo.” panggil Shin Hyung. “Ada sebuah kalimat menurut Dhammapada (Salah satu kitab suci agama Buddha). Bahkan jika pada awalnya seseorang melakukan kejahatan tapi dia menutupinya dengan perbuatan baik maka itu akan seperti sebuah bulan setelah awan menghilang.”

Ha Soo menggerutu pelan, apa sih yang dia katakan?

Shin Hyung : “Aku tak bisa memetik bulan untukmu tapi aku bisa membuat awannya menghilang. Kau bisa memilih untuk memberikanku kesempatan.”

Ha Soo berkata kalau sekarang posisi Shin Hyung itu berada di tempat yang tinggi seperti bulan sebagai putra dari Presdir Choi. Tak ada urusan lagi diantara ia dan Shin Hyung jadi tak usah bertemu satu sama lain lagi. Ia pun akan pergi.

“Terima kasih untuk segalanya.” ucapan Shin Hyung membuat langkah Ha Soo terhenti. “Kau adalah orang pertama yang memperlakukanku dengan tulus.”

Ha Soo terkejut dan berbalik menatap Shin Hyung.

“Itulah yang ayahku katakan.” sambung Shin Hyung. Ha Soo tambah terkejut apa benar ayah Shin Hyung yang mengatakannya. Shin Hyung mengangguk membenarkan, “semua orang baik padanya selama ini karena uangnya. Dia hanya seorang pria tua yang jahat tanpa uangnya, terima kasih. Aku yakin ayahku tak akan kesepian lagi.” Shin Hyung permisi pergi. Ha Soo berdiri terdiam memandang Shin Hyung yang berjalan menjauh.
Gi Chan melihat karyawan wanita di sebelahnya sibuk mengomentari hubungan Ha Soo dan Shin Hyung. Mereka ngerumpi di sosial media, mulai deh mereka ngegosip.

“Aku dengar ada artikel mengenai anak haram Presdir Choi dan Eun Ha Soo?”

“Daebak, aku tak melihatnya seperti itu, tapi dia beruntung, ya?”

“Wah aku iri. Sebuah skandal dengan kedua anak Presdir Choi.”

“Dia memainkan kedua anaknya, benar-benar menakjubkan. Dia mungkin memberikan semacam  mantra pada mereka.”

Gi Chan yang marah menggebrak meja, “apa yang kau lakukan selama jam kerja?” Pegawai itu terkejut dan menunduk minta maaf. Gi Chan mengerutu kesal, orang-orang begitu kejam menilai Ha Soo seperti itu.
Dae Han memanggil Ha Soo ke ruangannya. Ia menanyakan apa rumor yang beredar di kalangan pegawai hotel itu benar. “Apa kau mendekati dia karena kau tahu dia adalah anak ayahku?”

Ha Soo menjawab tidak, ia tidak tahu itu.

Dae Han : “Lalu apa Choi Shin Hyung yang mendekatimu lebih dulu? Mengatakan padamu bahwa dia adalah putra Presdir Choi.”

Ha Soo berusaha menjelaskan kalau semua yang terjadi bukanlah seperti itu. Tak ada apa-apa diantara ia dan Shin Hyung.
Dae Han mencibir, “Tak ada yang terjadi diantara kalian berdua? Apa kau tak pernah makan dengannya?”

Ha Soo terbata-bata, “Kalau tentang itu...”

Dae Han menyela, “bagaimana dengan minum?”

Ha Soo terdiam tak bisa mengelak.

Dae Han tertawa, “Kau pasti menargetkanku sebagai gantinya. Karena kau tahu akulah kekuatan sesungguhnya bukan dia. Apa mungkin kau berharap untuk naik status dengan tidur dengannya?” tuduh Dae Han.
Ha Soo marah sekali mendengar itu, ia menampar Dae Han. Tepat saat itu Ji Yoon dan Yi Gun sampai disana dan melihat semuanya.

Ha Soo sedih dituduh yang tidak-tidak, tak ada alasan baginya untuk diganggu lagi oleh Dae Han.
Ha Soo akan pergi, Ji Yoon menegur apa yang Ha Soo lakukan. Ha Soo terdiam tak menjawab hanya air matanya yang menetes.

Dae Han berkata jika tuduhan itu salah lalu kesepakatan seperti apa yang terjadi antara Ha Soo dan Shin Hyung. Bagaimana Ha Soo bisa mengenal Shin Hyung. Ha Soo tak menjawab ia pergi dari sana dengan air mata yang berlinang.
Yi Gun menyampaikan hasil keaslian tes DNA dan tulisan tangan Presdir. Ia menegaskan bahwa benar itu tulisan tangan milik Presdir Choi. Ji Yoon memberikan hasil tes DNA Choi Shin Hyung yang membenarkan Shin Hyung putra Presdir Choi dengan kecocokan 100%.

Dae Han terkejut, 100%?
Ha Soo duduk menyendiri sambil meminum minuman kotaknya. Ia menghela nafas panjang dan mengumpat, “Dua orang itu Choi Shin Hyung dan Choi Dae Han, kenapa mereka melakukan ini padaku? Mereka pikir mereka itu siapa? Keduanya adalah pembohong yang licik.”
Ha Soo teringat ucapan Shin Hyung semalam yang mengucapkan terima kasih atas perlakukan Ha Soo yang tulus terhadap Presdir Choi. Mata Ha Soo berkaca-kaca mengenang pria tua itu.
Ha Soo sudah menghabiskan dua kotak minuman, ia akan meminum satu kotak lagi namun tiba-tiba ada yang merebut paksa darinya. Choi Dae Han. Ha Soo yang terkejut melihat kedatangan Dae Han meminta minumannya dikembalikan.
Dae Han berkata Ha Soo bebas untuk minum setelah bekerja, tapi bukankah yang Ha Soo minum ini sudah terlalu banyak, ini bukan minuman jus atau semacamnya kan. Dae Han mencoba minumannya dan itu membuat Ha Soo jengkel, kenapa Dae Han meminum minuman miliknya.
Ha Soo akan merebut kembali minumannya namun minuman kotak itu malah jatuh ke tanah. Ha Soo tambah kesal, memangnya apa yang sudah soju miliknya lakukan pada Dae Han sampai dibuang begitu.

Dae Han minta maaf, ia minta maaf karena tadi sudah keterlaluan.
Ha Soo akan pergi namun Dae Han menahan tangannya. “Kau benar-benar marah ya? Aku bahkan meminta maaf. Ayo tampar aku lagi. Tampar aku lagi.” Dae Han menepuk-nepuk tangan Ha Soo ke pipinya.

Ha Soo heran dengan sikap Dae Han yang tiba-tiba seperti ini, “apa yang kau lakukan?”
“Kenapa aku melakukan ini?” Dae Han dengan lembut meletakan tangan Ha Soo ke pipinya, “Ini karena aku benar-benar ingin mendapatkan pukulan.” Ucapnya sambil menatap Ha Soo dengan tatapan lembut.

Ha Soo menatap dengan tatapan bingung. Keduanya saling menatap.
Dan yang keduanya lakukan ini disaksikan oleh Choi Shin Hyung.

Bersambung ke episode 5
Cemburukah Choi Shin Hyung melihat kebersamaan Dae Han dan Ha Soo. Ah masa bapak mau saingan sama anak buat ngedapetin cewek. Please, Shin Hyung biarkan saja Dae Han dan Ha Soo bersama. Tapi.. tapi... kebersamaan Shin Hyung dan Ha Soo juga ga kalah sweetu hahaha.

Gimana jadinya ya kalau Ha Soo suka beneran sama Shin Hyung. Nanti kalau Shin Hyung balik lagi ke tubuh tuanya, kasihan Ha Soo. Jadi Ha Soo sama Dae Han aja. Hehe. Ya itung-itung si bapak ngebahagiain anaknya, tindakan yang selama ini tak pernah dia lakukan hehe.

Kalau jadi Dae Han pasti shock berat ya tahu ayahnya memiliki anak lain yang keberadaannya selama ini tak diketahui. Sejak kecil Dae Han merindukan kasih sayang ayahnya eh pas ayahnya meninggal malah muncul anak ayahnya yang lain. Berasa dikhianati ayahnya. Sakitnya tuh disini #NunjukHati

12 comments:

  1. Sakitnya tuh disini didalam hati ku * DH nyanyi ala2 Cita citata *,,,,sumpeh deh saya g deg2an liat scene HS-SH,DH-HS,,,,yg deg2an tuh pas scenenya DH-SH, agak jengkel juga sih sama SH gegara dia ngaku jd anaknya GB,kan kasian DH,urri DH semoga JY juga jd temenya g menusuk dari belakang,takutnya nanti DH di khianati sama orang yg dia bener2 percayai,,,,
    Nanti bakalan nyanyi lagi sakitnya tuh disini.....
    Mbak Figthing !!!!
    Udah isi absen pulang dulu ya hehehehe





    Ofie

    ReplyDelete
  2. Mbak anis mksh bny..tp sinopisnya lanjut terus ya..jgn berhenti dijalan :D
    .mamany teemo.

    ReplyDelete
  3. Benaar banget mbaaaa argumenennya, setujuu
    Ha soo sama daehan sajjo

    ReplyDelete
  4. Awalnya aku terlalu gak suka ama ceritanya, tapi setelah di baca lanjutannya, aku jadi suka :) lanjut terusssss

    ReplyDelete
  5. Ceritany lumayan bagus, lanjut mba anis sinopsisnya,,

    ReplyDelete
  6. Gak sabar nunggu kelanjutannya,semangat mbak Anis!

    ReplyDelete
  7. gak pengen banget HS jadian ama SH .......

    ReplyDelete
  8. yeah, kak anis aku suka banget sama ini drama, tolong dilanjut yak ampe selesei, hihihiiii..
    pokoknya makasih banget deh kak udah recap drama keren ini, gumawo kak anis

    ReplyDelete
  9. aku baru sadar, nama perusahaan nya choi go bong itu dinamakan sama kaya nama anaknya, DaeHan. kenapa aku jadi berfikir kalau ini menunjukan betapa ia amat sangat menyayangi putera nya ? *Hiks taoi mereka ga pernah punya waktu untuk mengungkapkan rasa sayang nya masing2 *hiks

    ReplyDelete
  10. Halo kak, aku reader baru lho. hehe salam kenal~
    Terimakasih kak sudah mau meluangkan waktu untuk membuat sinopsis drama Mr. Baek. Kadang kalau nonton drama nya langsung masih ada beberapa hal yang membuatku bingung, dan ada nya sinopsis ini sangat membantu. :)
    By the way, aku setuju sama argumen kk di part ini. Aku juga berharap Ha Soo bisa bersama dengan Dae Han. Ga rela pokoknya kalau sampe jadinya sama Shin Young alias Go Bong. Dijadiin menantu ajalah, jangan jadi kekasih atau bahkan istri o,O hahah. Tapi aku liat kaya nya Manajer Hong ada rasa sama Dae Han, ah aku benci cinta bersegi segi -_- bikin galau. Daaaaan Lee Joon ganteng banget di drama ini, kyaa aku suka salah fokus kalau pas lagi scene nya dia. Karakter dia di drama ini beda banget sama ketika dia main di drama Gap Dong. Berharap kedepan nya nanti akan ada drama2 lain dari Oppa ganteng yang satu ini, dimana dia jadi main actor. I realy wish for that. Sekali lagi terimakasih dan tetap semangat ya kak untuk lanjut bikin sinopsis nya, jangan sampe mandek di tengah jalan.heheh

    ReplyDelete
  11. Sebelumnya, aku mw mengucapkan terima kasih atas waktuny untk nyinop Mr. Baek. Emm, aku suka bgt ama scene DH-HS terakhir, bikin hati ikut nge-fly. Aku sangat amat mendukung HS akan berakhir sma DH, sibapaknya relain aja lah, ngalah sma anaknya, pliss

    ReplyDelete
  12. Lau au jadi dae han mungkin au jg ingin d pukul.. berharap tak akan merasakan sakit sperty sedang bermimpi.. tapi pada kenyataa.nya itu lebih menyakitkan dari pada mimpi iank terlihat nyata.. sperty mimpi buruk...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...