Monday, 21 January 2013

Sinopsis May Queen Episode 31 Part 1

Presdir Jang murka mengetahui kalau Il Moon lah yang melaporkannya ke kejaksaan. Ia ngamuk melempari putranya hingga membuat dahi Il Moon berdarah.


Il Moon juga marah karena ayahnya membanding-bandingkan dirinya dengan Hae Joo. Akhirnya ia pun mengungkapkan kalau Hae Joo adalah Yoo Jin, putri kandung Geum Hee.

Mendengar hal yang mengejutkan itu Presdir Jang mencengekram baju putranya dan terlihat tambah marah. Ia meminta penjelasan yang lebih jelas dari il moon.
Il Moon mengatakan pada ayahnya kalau Hae Joo adalah putri kandung Geum Hee. Bahkan Geum Hee sudah melakukan tes DNA. Presdir Jang yang terkejut menilai itu tak mungkin.

Il Moon tak habis pikir kenapa ayahnya ini malah membela Hae Joo tanpa mengetahui kenyataan sebenarnya dan malah membuat dirinya putra ayahnya sendiri menjadi seperti ini.
Presdir Jang mulai cemas istrinya melakukan tes DNA terhadap Hae Joo. Apa itu artinya Geum Hee sudah tahu kalau Hae Joo itu Yoo Jin. Il Moon mengatakan kalau kalau hasil tes DNA sudah ia palsukan, jadi ibunya masih belum tahu. (wehehe padahal udah) Presdir Jang yang masih marah hampir mencekik putranya, ia minta penjelasan yang lebih jelas lagi.
Geum Hee dan Hae Joo makan siang bersama di sebuah restouran. Geum Hee sudah mendengar dari Bong Hee kalau presentasi Hae Joo untuk mendapatkan investor gagal. Hae Joo menunduk kecewa membenarkan.
Geum Hee mengeluarkan sesuatu dan memberikannya pada Hae Joo. Hae Joo yang heran bertanya apa ini. Geum Hee berharap Hae Joo membuat apapun yang ingin dibuat. Lawanlah mereka yang mengganggu dan berusahalah untuk menang. Tapi Hae Joo tak bisa menerima bantuan ibunya lagi.
Geum Hee juga mendengar kalau Hae Joo sedang berusaha menciptakan teknologi yang sama dengan perusahaan Cheon Ji. Ia ingin Hae Joo melakukannya, karena hal ini juga merupakan impian ayah kandung Hae Joo yang sudah meninggal. Ia harap Hae Joo menganggap hal ini untuk mewujudkan mimpi Hae Joo dan impian ayah kandung Hae Joo yang tak tercapai. Jadi ia harap Hae Joo menerima uang darinya.
Il Moon berpapasan dengan Chang Hee. Chang Hee yang menyapa Il Moon dengan sebutan presdir heran kenapa wajah Il Moon terluka. Il Moon malas membahasnya, ia berlalu begitu saja. Chang Gee sudah bisa menebaknya, pasti Presdir Jang ngamuk besar-besaran ke Il Moon.
Chang Hee menemui Presdir Jang. Presdir Jang membenarkan apa yang dikatakan Chang Hee padanya, bahwa Il Moon lah yang melaporkannya ke kejaksaaan. Putranya sendiri menusuknya dari belakang.
Presdir Jang ingin tahu apa yang akan Chang Hee lakukan terhadap perusaahan setelah perisitwa ini. Chang Hee mengerti kalau situasi ini sangat sulit untuk Presdir Jang, ia pun menyarankan agar memanggil Il Moon kembali. Tapi Presdir Jang tak mau, ia tak ingin Il Moon menjabat menjadi Presdir Cheon Ji lagi.
Chang Hee mengingatkan bukankah Presdir Jang menginginkan Il Moon berhasil seperti yang diharapkan. Ditambah lagi bukankah Presdir Jang dan Il Moon itu memiliki hubungn darah, jadi Presdir Jang harus melakukan itu.

Presdir Jang tetap tak mau, walaupun Il Moon putra kandungnya bagaimana bisa ia menjadikan seseorang yang sudah mengkhianatinya menjadi presdir Cheon Ji. Karena orang yang sudah sekali berkhianat, dia akan berkhaianat lagi. Dan yang paling Il Moon itu tak memiliki kemampuan menjadi seorang Presdir.
Presdir jang tak punya pilihan lain. “Kau, jadilah Presdir Cheon Ji untuk sementara!” (huwa.. Chang Hee jadi presdir Cheon Ji)
Tapi Chang Hee menolak, ia tak bisa melakukannya. Ia beralasan kalau dirinya belum begitu lama masuk ke Cheon Ji. Ia juga tak memiliki kemampuan untuk menjadi presdir sementara. (wow Chang Hee ini strategi penolakan. Presdir Jang kan udah percaya banget sama dia)

Presdir Jang berkata kalau Il Moon saja bisa melakukannya kenapa Chang Hee tak bisa. Bukankah ini hanya sementara selama masa percobaan hukumannya, sampai ia bisa kembali bekerja Chang Hee harus menjadi presdir sementara. Asal kapanpun Chang Hee membuat keputusan penting, Chang Hee harus mendiskusikan itu dulu dengannya.
Presdir Jang : “Dan juga anak itu, Hae Joo. Anak itu.... bisakah kita mengirimnya keluar negeri?”

Chang Hee bertanya apa pengiriman Hae Joo keluar negeri ini karena Hae Joo berencana membuat kapal pengebor bersama San. Bukankah ia sudah mengatakan kalau presentasi yang dialakukan mereka gagal.

Presdir Jang sangat yakin kalau mereka pasti bisa membuatnya, “Anak itu, tak boleh ada di negara ini.”
Chang Hee bingung dan terlihat bertanya-tanya apa maksud perkataan Presdir Jang. Apa yang disembunyikan dan direncanakan Presdir Jang terhadap Hae Joo.
Hae Joo memperlihatkan buku rekening pemberian ibunya pada San. San menilai kalau itu banyak sekali. Hae Joo juga tak pernah berfikir untuk menerimanya tapi kalau ia dan San ingin membuat alat bor bukankah keduanya memerlukan uang itu. Dan tentu saja dengan niat untuk mengembalikannya ketika berhasil nanti, jadi ia menerima uang itu.
“Kita harus berhasil. Kita harus berhasil dan membuat Cheon Ji jatuh.”
San mengerti dan juga bantuan ini datang dengan kesungguhan hati ibu Hae Joo. Kita juga harus menjatuhkan Jang Do Hyun demi membalas dendam orang tuanya juga. Hae Joo mengangguk.
Tiba-tiba ibu dan Sang Tae datang. San langsung menyimpan buku rekening itu. Hae Joo menanayakan dari mana ibu dan kakaknya. Sang Tae mengatakan kalau ia baru kembali dari tempatnya belajar dan di jalan ia bertemu ibunya. Ia dan ibunya membawa beberapa makanan.

Ibu heran apa yang San dan Hae Joo lakukan berdua di rumah saat keadaan rumah tak ada orang. Hae Joo berkata kalau ia dan San sedang bekerja. Ibu tak percaya memangnya kerja apa, pekerjaan apa yang bisa dilakukan oleh orang yang perusahannya sudah bangkrut.
Hae Joo mengatakan kalau San akan mendapatkan pabrik lagi dan segera mengoperasikannya. Ia juga akan bekerja disana dan kakaknya sebentar akan memperoleh sertifikat dan kakaknya pun akan dipekerjakan disana juga.

Sang Tae juga tak percaya, bukankah semua harta San sudah habis.

San mengatakan kalau ia memang tak menjalankan pabrik tapi....

Hae Joo menyela mengatakan kalau San menerima uang dari investor luar negeri. Apa menurut ibu dan kakaknya, San ini tak memiliki sebuah rencana.
San bengong Hae Joo mengatakan kalau ia mendapatkan inverstor. Hae Joo memberi kode pada San agar mengatakan seperti itu saja pada ibunya.
Ibu dan Sang Tae tentu saja senang. Ibu yang semula jutek karena San bangkrut kini tersenyum ceria. Apa maksud perkatan Hae Joo itu San bisa kembali membuka pabrik lagi.

San yang tadi bengong mengikuti alur yang dibuat Hae Joo, “Bagaimana aku menjelaskannya ya? Kalau ibu tak membentakku saat sedang makan, aku pasti akan sukses!” (hahaha)

“Aigoo, siapa yang membentakmu?” Ibu membersihkan baju San. Ibu mengatakan kalau saat makan ia membentak Sang Tae. Ibu tertawa-tawa.
“Ya ampun ibu, teng kyu ya udah ngejadiin aku kambing hitam.” Sahut Sang Tae.

“Anggap saja kau yang dibentak, dasar bodoh. Kau itu seharusnya kupukul!” kata Ibu kemudian tersenyum menatap San.

Sang Tae kemudian menyahut kalau ia ingin sekali makan tuna, pasti rasanya enak sekali. Tapi Sang Tae langsung mendapatkan tabokan dari ibunya hahaha. (ah si Ibu ini denger San mau ngejalanin pabrik lagi dia bersikap manis, tapi ga apa lah dari pada si Ibu jutek mulu sama San hehe. Jurusnya Hae Joo ampuh juga)
Pelayan menemui Park Gi Chul, ia mengatakan kalau Presdir Jang ingin bertemu. Gi Chul heran apa alasan besannya ini ingin menemuinya. Pelayan mengatakan kalau Presdir Jang ingin mengajak Gi Chul bermain golf. Gi Chul kembali heran kenapa tiba-tiba Presdir Jang mengajaknya bermain golf lagi pula ia tak tahu cara memainkannya.
Pelayan mengatakan kalau sepertinya Presdir Jang akan mengajarinya. Ia juga mengatakan kalau mobilnya sudah menunggu di luar. “Benarkah?” Gi Chul menilai kalau besannya ini pasti sedang bosan karena itu dia mengajaknya keluar bermain golf.
Gi Chul menuju lapangan golf ditemani supir. Di dalam mobil ia mencoba memperagakan cara memegang pemukul golf dan cara memukulnya. Gi Chul melihat sekeliling ia merasa aneh karena di samping kanan kirinya hanya ada hutan. Ia bertanya papa si supir apa ini jalan menuju lapangan golf. Supir hanya mengatakan kalau sebentar lagi akan sampai. Gi Chul kembali melatih caranya memukul bola golf.
Mobil pun berhenti, Gi Chul keluar dari mobil dan melihat sekeliling. Ia merasa aneh karena itu hanya sebuah hutan belantara. Mana lapangan golf nya. Ia pun bertanya apa supir ini yakin kalau keduanya tak salah jalan.
Ada mobil lain yang datang, Presdir Jang yang keluar dari mobil itu. Gi Chul tersenyum menyapa Presdir Jang dengan sebutan besan. Ada apa menyuruhnya datang. Ia dengar Presdir Jang ingin berolah raga tapi kenapa berpakaian jas lengkap.
Presdir Jang menoleh ke arah Sek Choi. Tanpa perintah lagi Sek Choi langsung menendang perut Gi Chul keras. Gi Chul yang kesakitan jelas marah atas apa yang dilakukan Sek Choi padanya. Ia membentak marah, “Apa yang kau lakukan?” Tapi Gi Chul langsung mendapatkan pukulan mematikan Sek Choi. Presdir Jang diam saja.
Sek Choi menyeret Gi Chul ke tengah hutan. Anak buah Presdir Jang yang lain menancapkan sekop pasir. Gi Chul melihat sekop itu dan terlihat bingung. Ia bertanya pada Presdir Jang kenapa melakukan ini terhadapnya, apa salahnya.
“Kau, kenapa kau berbohong padaku?” Tanya Presdir Jang.

Gi Chul tak mengerti apa maksud Presdir Jang.

“Yoo Jin, dia masih hidup kan? Kenapa kau tak memberitahuku?” Bentak Presdir Jang.

Gi Chul tercengang Presdir Jang mengetahui kalau Yoo Jin masih hidup.

Presdir Jang mendekat dan menatap tajam Gi Chul, “Anak itu, bukankah dia Hae Joo. Kenapa kau tak memberitahuku?” Presdir Jang kembali membentak.

Gi Chul yang terkejut berkata kalau ia tak tahu apa maksud perkataan Presdir Jang dengan semua omong kosong itu. Gi Chul masih mencoba untuk berbohong, belum mau ngaku.
Presdir Jang pun melirik ke arah anak buahnya. Anak buah Presdir Jang mengerti, mereka melemparkan sekop ke arah Gi Chul. Dengan sikap bengisnya Sek Choi menyuruh Gi Chul untuk menggali tanah menggunakan sekop itu.
Gi Chul yang menyadari kemarahan Presdir Jang memohon agar mengampuninya. Ia masih belum mengaku dan mengatakan kalau Presdir Jang sudah salah paham. Gi Chul memohon sambil menangis.
Sek Choi menariknya dan membentak, “Apa kau tak dengar? Cepat mulai menggali!” Gi Chul pun mulai menggali tanah sambil menangis ketakutan. Ia kesulitan menggali karena tanahnya keras. Sek Choi menatapnya garang siap memukul lagi. Gi Chul yang ketakutan pun berkata kalau ia akan menggali.
Gi Chul selesai menggali dengan lubang yang cukup lebar dan dalam. Ia berlutut di depan Presdir Jang. Presdir Jang akan bertanya untuk yang terakhir kalinya, “Apa kau gagal membunuh Yoo Jin dan membawanya ke si brengsek Chun Hong Chul itu?”

Gi Chul mengelak, ia minta Presdir Jang percaya padanya, itu semua tak benar. Presdir Jang membentak apa Gi Chul ini memiliki rencana akan menikamnya dari belakang dengan membiarkan si Yoo Jin tetap hidup, begitu kan? Gi Chul yang masih menangis takut mengatakan kalau itu tidak benar.
Presdir Jang mengatakan sambil tetap membantak kalau tes DNA sudah dilakukan dan itu sudah dipastikan kalau Hae Joo putri kandung istrinya. Presdir Jang meremas-remas wajah Gi Chul.
Gi Chul terbata-bata mengatakan kalau hal itu tak mungkin. Tidak diragukan lagi kalau ia membuang bayi itu ke dalam lautan. Ia menebak mungkin Chun Hong Chul menemukan bayi itu di lautan saat sedang berlayar. Ia harap Presdir Jang percaya padanya.
Presdir Jang sudah marah Gi Chul tak segera mengaku. Ia murka dan menedang Gi Chul hingga jatuh terperosok ke dalam lubang. Gi Chul menangis ketakutan. “Kau masih berani berbohong!” bentak Presdir jang sambil menendang tanah.

“Bukankah kau bilang kalau mayatnya ditemukan. Benar juga, apa itu sebabnya kau membunuh Chun Hong Chul?” Gi Chul masih belum bicara jujur, ia mengatakan kalau itu tak benar. “Kau membunuhnya karena dia tahu siapa sebenarnya anak itu kan?” Tebak Presdir Jang. Setelah semua yang ia lakukan pada Gi Chul. Ia ternyata berbesanan dengan orang yang tak lebih dari seeokor serangga. “Aku bahkan membuat putra seorang pelayan menjadi presdir, tapi kau mengkhianatiku?” 
Presdir Jang yang murka mengambil sekop dan melemparkan tanah ke arah Gi Chul. Ia ingin mengubur Park Gi Chul hidup-hidup, “Mati kau!” Presdir Jang menyuruh Sek Choi melanjutkan untuk mengebur Gi Chul. Gi Chul yang tak tahan lagi pun akan bicara jujur. Ia memohon Presdir Jang tak memperlakukannya seperti ini.
Gi Chul keluar dari lubang dan berlutut di depan Presdir Jang. Sambil menangis ia membenarkan apa yang dikatakan Presdir. Ia tak sanggup membunuh Yoo Jin jadi ia membawa bayi itu pergi. Tapi ia sama sekali tak memiliki pikiran untuk mengkhianati Presdir Jang. Ia sangat ketakutan dan ia juga seorang yang penakut tak sanggup membunuh seorang bayi. Ia harap Presdir Jang memaafkannya.
Karena hal ini sudah terlanjur terjadi Presdir Jang meminta Gi Chul mendengarkan baik-baik, “Kalau istriku tahu tentang kenyataan ini, kau dan anakmu akan datang kesini bersama. Apa kau mengerti?” Presdir Jang menatap marah sambil menancapkan sekop. Gi Chul yang menangis ketakutan mengangguk mengerti. Presdir Jang dan anak buahnya pun meninggalkan tempat itu. Tinggalah Gi Chul sendirian menangis.
Di rumah keluarga Jang. Bong Hee tak tahan lagi dengan sikap kakak iparnya. Ia sudah lama memikirkan hal ini. Ia benar-benar akan keluar dari perusahaan. Ia tak mengerti perintah apa yang sudah dikeluarkan oleh Presdir Jang, mencuri hasil pekerjaan orang lain dan menjegal presentasi orang. Bisnis seperti apa itu. Ia menilai kalau itu tingkah laku seorang preman.
Geum Hee pun menyarankan adiknya untuk segara keluar dari perusahaan dan sebagai gantinya bantulah Hae Joo. Bong Hee tak mengerti kenapa kakaknya terlalu mudah mengucapkan ia agar keluar dari perusahaan. Ia tak masalah kalau terjadi sesuatu dengan perusaahaan tapi bukankah kakaknya ini selalu membela kakak ipar tapi kenapa malah menyuruhnya untuk segera keluar dari perusahaan.
Geum Hee berkata kalau ia tak lagi dan tak akan pernah lagi membela suaminya. Bong Hee penasaran sebenarnya ada apa. Kakaknya bahkan memperlihatkan wajah yang menyeramkan.

Geum Hee meminta Bong Hee berjanji, “Kau tak boleh memberi tahu kakak iparmu atau siapapun di keluarga ini tentang apa yang akan kuberitahukan padamu. Ada alasan kenapa kau harus membantu Hae Joo.”
Bong Hee menatap kakaknya penasaran. Apa Geum Hee mengatakan yang sebenarnya.
Bong Hee menemui Jung Woo di kantor kejaksaan sambil membawa koper. Jung Woo terlihat terkejut dan canggung, kenapa Bong Hee tak menelepnnya dulu kalau mau datang. Bukannya bicara lebih dulu, Bong Hee malah menjotos perut Jung Woo. “Kau ini, kenapa kau tak memberitahuku tentang Hae Joo?”
Jung Woo terdiam, Bong Hee ternyata sudah tahu semuanya. Ya benar Bong Hee sudah tahu kalau Hae Joo adalah Yoo Jin, kakaknya yang memberitahukan itu padanya.
Jung Woo tersenyum memeluk Bong Hee sambil mengatakan maaf. Bong Hee mendorong Jung Woo, tapi Jung Woo tetap memeluknya dan kembali minta maaf karena tak mengatakan kebenaran tentang Hae Joo.
Dan adegan pelukan ini dilihat oleh San dan Hae Joo yang baru saja datang. wekekeke. “Oh oh Pemandangan seperti apa ini ya?” Sahut San. Bong Hee dan Jung Woo jadi salah tingkah.
Bong Hee menatap tajam Hae Joo, “Hei. Apa kau tak mau segera kesini? Apa kau hanya akan berdiri disana ketika kau bertemu dengan Bibimu?” Tatapan Bong Hee berubah sedih dengan mata berkaca-kaca. Hae Joo pun menyadari kalau Bong Hee sudah tahu semuanya. Ia pun mendekat ke arah Bibinya.
Bong Hee langsung memeluk keponakan tercintanya, ia menangis. “Dasar anak ini, kau gadis kecil yang jahat. Apa kau tak tahu, betapa aku menyayangimu sejak kau dilahirkan. Bagaimana bisa kau merahasiakan ini dariku. Yoo Jin...”

Hae Joo ikut menangis, ia minta maaf. “Maafkan aku Imoo!” (bener ga tulisannya) San terharu melihatnya, ia hampir turut menitikan air mata. Bong Hee yang masih menangis sambil memeluk berkata kalau keponakannya ini sudah banyak menderita. (huwaaaa mengharukan, ikutan nangis)
Chang Hee yang sudah ditunjuk menjadi presdir sementara Cheon Ji mengunjungi kantor bagian Research & Development (R & D). Disana ia mendapatkan sambutan yang baik. Asisten Yang bermuka manis di depan chang Hee, ia sudah mendengar kabar kalau Chang Hee menjabat sebagai Presdir di Cheon Ji. Jo Min Kyung melirik kesal ia tahu sifat Asisten Yang itu hanya untuk menjilat.
Chang Hee mengatakan kalau kantor bagian R & D akan memiliki proyek baru yaitu membuat inti bor dari lift pengebor (derek). Jo Min Kyung menilai kalau itu tak masuk akal karena harganya sangat mahal dan di negara ini tak memiliki tenaga ahlinya ditambah lagi ini belum pernah dibuat sebelumnya.

Chang Hee mengatakan kalau kita mengikuti arus tapi kita juga perlu melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain untuk membedakan siapa kita. Bahkan Chun Hae Joo juga sedang mengembangkan teknologi baru. Tapi kenapa seseorang yang berpendidikan tinggi seperti Jo Min Kyung malah mundur menghadapi tantangan. 
Chang Hee memerintahkan tim R & D menyiapkan presentasi untuk dipresentasikan pada perusahaan minyak dan harap ditekankan pada pencapaian perusahaan Cheon Ji tentang azimuth thruster. Ia menilai kalau situasinya akan berbeda kalau dibuat di tempat lain.
Di kantor kejaksaan mereka pun berdiskusi. Bong Hee akan mengirimkan informasi ke perusahaan minyak bahwa dalam waktu 3 bulan San dan Hae Joo akan siap mendemonstrasikan alat bor yang akan dibuat itu.

San terkejut, “Apa sebelum 3 bulan?”

Bong Hee berkata kalau sebelum 3 bulan San dan Hae Joo harus bisa menciptakan alat baru itu atau kalau tidak perusahaan itu akan menolaknya. Ia meminta San dan Hae Joo tak perlu khawatir karena ia ada di sini. Ia mengajak semuanya bertarung bersama.

Jung Woo si ahli hukum ikut menyahut ia menilai kalau itu bagus. Ia juga akan melakukan apapun yang ia bisa. “Kita harus mengalahkan Cheon Ji apapun yang terjadi.”
Hae Joo melihat koper besar yang dibawa Bibinya. Ia penasaran kenapa dengan koper itu. Bong Hee berkata setelah ia mendengar semuanya mana mungkin ia masih tinggal di rumah itu. Ia menatap ke arah Jung Woo, “Aku akan kembali pindah ke rumahmu!”
“Bibi, kau diterima. Semangat!” kata Hae Joo memberi semangat Bibinya hehe. “Aku juga begitu!” kata San sambil membuka tangannya. Rumah itu terbuka lebar untuk Bong Hee.
“Dan aku akan..... berbagi kamar dengan Hae Joo!” sahut San sambil meraih tangan Hae Joo.

“Apa itu?” Hae Joo menabok tangan San.

“Aku bercanda. Meskipun jorok aku akan berbagi kamar dengan Sang Tae!” ucap San sambil cemberut.
“Apa ini? tak boleh di kamarku!” sahut Jung Woo mendelik ke arah Bong Hee.

“Ya ampun Jaksa Yoon memangnya kau ini memikirkan apa? Aku akan tinggal di kamar tamu.” Kata Bong Hee.

“Oh begitu ya. Ya sudah kalau begitu.” Kata Jung Woo (wekekeke)
“Kau pasti kecewa ya?” Bong Hee cekikikan sambil menabok tangan Jung Woo. Bong Hee pun akan merayakan ini. Ia akan mentraktir San dan Hae Joo makan malam. San dan Hae Joo langsung tepuk tangan menyambut senang.
Presdir Jang yang sedang menyembunyikan kegalauannya setelah tahu Hae Joo itu Yoo Jin dan mengetahui kalau Il Moon lah yang melaporkannya ke kejaksaan ia meminum wine di depan istrinya. Ia berkata kalau ia tahu istrinya tengah memiliki wkatu yang sulit, ia pun sama karena akhir-akhir ini ia juga mengalami saat-saat yang sulit.
Geum Hee bertanya apa ada sesuatu yang terjadi. Presdir Jang berkata kalau Il Moon sudah menikamnya dari belakang. Demi menjadi seorang Presdir, Il Moon melaporkan dirinya ke Yoon Jung Woo (kejaksaan). Geum Hee tak begitu terkejut, “Benarkah?”
Presdir Jang tak habis pikir orang yang menusuknya dari belakang ternyata darah dagingnya sendiri. Geum Hee bekata itu mungkin terjadi karena Il Moon sudah lama merasa sakit hati karena suaminya terus memarahi Il Moon.

Presdir Jang berkata kalau ia memarahi Il Moon seperti itu juga ada alasannya. Ia ingin membesarkan putranya menjadi seseorang yang kuat. Bagi seseorang yang tak mengerti apa tujuannya, bagaimana bisa ia meninggalkan perusahaan sebesar Cheon Ji ke tangan Il Moon.

Geum Hee minta maaf karena ia tak tahu tentang itu. Presdir Jang tiba-tiba memberanikan diri bertanya, “Akhir-akhir ini apa kau memikirkan anak itu?”

Geum Hee heran, “Anak yang mana?”
“Aku bicara tentang Yoo Jin,” ucap Presdir Jang.
Geum Hee berkata bukankah dulu suaminya pernah bilang bahwa anak yang ia dan suaminya miliki sekarang adalah segalanya. Jadi lupakan saja semuanya. Presdir Jang menyahut tapi tetap saja apa itu sesuatu yang begitu mudah untuk dilupakan. Geum Hee pun bertanya apa suaminya yakin kalau Yoo Jin itu sudah meninggal. Terlebih lagi, bukankah itu berat bagi suaminya.
Presdir Jang menegaskan kalau yang ia butuhkan hanyalah Geum Hee. “Meskipun seluruh dunia membalikkan badan mereka dariku. Aku tak akan apa-apa selama aku memiliki dirimu.”
Geum Hee menunjukan sikap manisnya, ia memeluk suaminya. “Sudah berapa lama ya kita bersama? Untuk apa aku memalingkan diriku darimu?” Ia harap suaminya ini bisa bertahan kuat dengan tingkah Il Moon. Bukankah suaminya ini selalu bisa mengatasi kesulitan.
Presdir Jang membenarkan. Di balik punggung suaminya, Geum Hee menatap sinis. (huwaaa Geum Hee berubah menjadi istri yang menakutkan nih hehe. Bermuka manis di depan suaminya tapi bermuka sangar dibaliknya. Hehe good job tante)
Makan malam di keluarga Park. In Hwa menyarankan suaminya untuk mencoba lauknya. Ia juga menyodorkan makanan lain untuk mertuanya. Gi Chul yang makan sambil melamun tersentak kaget. Gi Chul langsung memakannya.
In Hwa ingin tahu pendapat mertuanya tentang masakannya kali ini. Ia mengaku kalau ia langsung belajar memasak dari ibunya. Gi Chul diam saja. In Hwa heran apa ayah mertuanya ini sakit.
Chang Hee pun heran kenapa ayahnya seperti ini, apa terjadi sesuatu. Gi Chul terbata-bata mengatakan kalau tak ada apa-apa, ia hanya kurang berselara makan. Gi Chul pun menyudahi makan malam dan kembali ke kamarnya. In Hwa merasa aneh dengan sikap mertuanya, kenapa ayah mertuanya begitu. Chang Hee yang tak tahu apa-apa hanya bisa terdiam.
In Hwa masuk kamar dan kecewa melihat suaminya sudah terbaring. Ia duduk di tepi ranjang dan bertanya apa Chang Hee sudah mau tidur. Sambil memejamkan mata Chang Hee berkata kalau untuk sementara ini ia tak akan bisa ikut sarapan di rumah. Ia juga akan makan malam di luar.

“Apa ini?” In Hwa menarik selimut suaminya. Memangnya hanya Chang Hee saja yang sibuk setiap saat. Bukankah kita ini pengantin baru, katanya.
Chang Hee membuka matanya dan duduk. Ia mengatakan kalau ia sekarang menjabat sebagai Presdir di Cheon Ji dan harus menjalankan perusahaan. In Hwa tentu saja terkejut lalu bagaimana dengan kakaknya. Chang Hee menjawab kalau Il Moon sudah keluar dari perusahaan. In Hwa menarik nafas ia sudah menduganya kalau kakaknya pasti tak akan bisa memimpin Cheon Ji.
In Hwa mempertanyakan kenapa Chang Hee baru memberitahunya sekarang bukankah ia dan Chang Hee harus merayakan ini. Chang Hee mengatakan kalau jabatan Presdir-nya hanya sementara sampai ayah In Hwa bisa kembali bekerja. Dan kalau melihat posisi Il Moon bukankah ia dan In Hwa tak seharusnya merayakan ini.
In Hwa tersenyum mengerti dan langsung memeluk suaminya. Ia berkata manja, “Tapi bukankah kita seharusnya memiliki bayi secepatnya?”
Chang Hee mengingatkan kalau ia harus bangun pagi dan mengajak In Hwa segera tidur. Chang Hee kembali merebahkan tubuh dan menarik selimutnya. In Hwa tentu saja cemberut. Hehehe.
San mengajak Hae Joo ke pabrik baru mereka. Hmm... pabriknya ga terlalu besar kayak pabrik kakek yang dulu. Tapi lumayan lah untuk mengasah kemampuan Hae Joo.
San bertanya apa Hae Joo mempunyai kepercayaan diri melakukannya. Hae Joo tersenyum mengangguk mengatakan kalau ia harus bisa. Ia akan membuat kapal pengebor terkuat di dunia. Kapal itu akan berlayar di lautan yang dalam, melawan ombak yang kuat dan bisa menemukan minyak. Ia pasti bisa membuat kapal pengebor yang bisa melakukan semua itu.
Hae Joo mendapatkan tutorial khusus dari Bong Hee tentang inti dari mata bor. San melarutkan vitamin dan memberikannya pada Hae Joo.
San berkata kalau untuk membuat mata bor yang kuat dan membuatnya tajam mereka harus memasangkan diamond. Hae Joo berkata kalau berlian itu harganya mahal. San membenarkan apalagi kalau membelinya di dalam negeri. Akan lebih baik (lebih murah) kalau bertransaksi langsung dengan pabrik luar negeri yang memproduksinya. Bong Hee tanya apa San bisa meminta perusahaan di Jepang untuk menyuplainya.
Ponsel Hae Joo berdering. Ia heran kenapa orang ini menghubunginya. Siapakah dia.
Hae Joo menemui seseorang di sebuah restouran, ternyata Hae Joo menemui Presdir Jang dan orang yang menghubungi Hae Joo tadi juga Presdir Jang. Hae Joo menanyakan kenapa Presdir Jang ingin bertemu dengannya. Presdir Jang meminta lebih baik Hae Joo duduk dulu.
Presdir Jang tahu kalau Hae Joo dan San menyewa sebuah pabrik. Ia ingin tahu darimana uang penyewaannya itu. Hae Joo mengatakan kalau San mendapatkan dana dari investor luar negeri. Ia heran kenapa Presdir Jang menanyakannya. Presdir Jang menilai sepertinya Hae Joo masih salah paham padanya.
Hae Joo : “Salah paham? Presdir, anda sangat berani. Masih belum cukup mencuri azimuth thruster anda bahkan mengacaukan presentasi kami. Apa semua itu salah paham?”
Presdir Jang berkata kalau ia menyalahkan Il Moon itu sebabnya Il Moon mundur dari posisi Presdir (wekeke bo’ong). Presdir Jang memberi tahu kalau yang menjadi Presdir Cheon Ji sekarang adalah Chang Hee.

Presdir Jang berkata pelan pada Hae Joo. Ia mengatakan kalau ia sangat menyayangkan bakat yang dimiliki Hae Joo. Kenapa Hae Joo tak melupakan tempat itu (pabrik San) dan belajar ke luar negeri. Presdir Jang mengeluarkan amplop dan menyodorkannya pada Hae Joo. “kembalilah ketika kau memperoleh pendidikan yang tepat di luar negeri. Maka aku akan menjaga masa depanmu.”
Hae Joo menatap sinis tawaran Presdir Jang. Bukankah Presdir Jang bisa menebak jawabannya. Presdir Jang meminta Hae Joo memikirkan masa depan keluarga Hae Joo. Ia akan menjamim kehidupan kakak dan adik-adik Hae Joo seumur hidup mereka.

Hae Joo mulai kesal kenapa Presdir Jang melakukan ini padanya. Presdir Jang mengingatkan bukankah ia sudah bilang kalau Hae Joo ini mirip dengannya. “Kau bisa sampai seperti ini setelah bekerja keras. Kau harus diberi penghargaan.”

Hae Joo tahu Presdir Jang cemas kalau ia akan berhasil membuat bor untuk kapal pengebor. Ia mengatakan kalau ia tak nyaman bertemu dengan Presdir Jang. ia pun pamit.
“Hae Joo-ya...!” panggil Presdir Jang membuat langkah Hae Joo terhenti. Presdir Jang ingin tahu apa akhir-akhir ini Hae Joo bertemu dengan istrinya. Hae Joo sedikit terkejut Presdir Jang mencurigainya bertemu dengan Geum Hee. Hae Joo bersikap santai mengatakan kalau ia tak bertemu dengan istri Presdir. Untuk apa ia menemui Nyonya Cheon Ji. Hae Joo pun pergi dari sana.
Chang Hee berada di ruangannya dengan tugas-tugas yang menumpuk. San datang membawakan kaktus. San menyapa Chang Hee dengan sebutan Presdir. Ia mengucapkan selamat pada Chang Hee.
“Presdir Park Chang Hee!” San membaca papan nama yang ada di meja Chang Hee. San menilai panggilan itu cukup pantas. Ia menatap kaktus yang dibawanya. Ia seharusnya membawakan sekeranjang bunga tapi berhubung ia sudah bangkrut dan pabriknya sudah diambil alih ia hanya mampu membeli bunga kaktus. San mengatakan kalau ia tulus memberikan kaktus ini.
Chang Hee menebak tetap saja sepertinya San sudah mendapatkan inverstor dan membangun pabrik pengganti. San bertanya apa itu sebabnya Chang Hee memanggilnya untuk datang menemui Chang Hee. “Kenapa? Apa kau mau mengambil alih pabrik itu juga? Itu tak akan mudah.”
Chang Hee tak menggubrisnya ia akan langsung ke pokok pembicaraan kenapa ia memanggil San. Ia tahu bukankah San sedang membuat alat bor. Ia mengajak San membuatnya bersama, ia akan membantu. San : “Kau mau mendanai penelitiannya dan mengambil alih semuanya. Apa itu rencanamu?”

Chang Hee menilai kalau San ini pintar. Apa San akan membiarkan itu terjadi lagi. San tertawa tentu saja ia tidak akan menyerahkan semua itu begitu saja. Ia juga menebak kalau Chang Hee pasti tak akan menggunakan cara yang sama kalau ingin mencuri lagi. Dan lagi ia tahu kalau Chang Hee tidaklah bodoh. Terlebih lagi, ia bisa membayangkan kalau Chang Hee ini memiliki tujuan jangka panjang

 Chang Hee tahu bukankah tujuan San juga untuk mendapatkan hak eksplorasi minyak. “Kali ini kau harus berhasil dan bangkitkan kembali Hae Poong dengan menggunakan pondasi itu. Kalau kau berhasil, kami akan membayar mahal.”
San tertawa tak menyangka kalau Chang Hee bahkan peduli terhadap Hae Poong. “Ya ampun, air mataku hampir menetes terharu. Kau membuat kami sakit dan memberi kami obatnya. Apa lagi yang akan kau gunakan untuk menikamku dari belakang?”
Chang Hee meminta San mempertimbangkannya baik-baik. Bukankah ia tak mengatakan apapun yang salah.

“Benarkah?” San akan mempertimbangkannya. Tapi ia penasaran tentang satu hal. “Apa Jang Do Hyun ada di belakangmu? Atau kau yang ada di belakang Jang Do Hyun?”
Chang Hee hanya tersenyum menatap San. Dan San menatapnya tajam penuh rasa ingin tahu. Siapa yang menyokong siapa.

Bersambung ke part 2

Komentar :
Ya ampun Chang Hee menjadi Presdir Cheon Ji. Presdir Jang sudah benar-benar percaya sama Chang Hee nih, apa langkah Chang Hee selanjutnya setelah mengeluarkan Il Moon dari perusahaan. Apakah ia akan benar-benar bekerja sama dengan San.

Presdir Jang tahu, Bong Hee pun sudah tahu dan kini ia berada di pihak Hae Joo. terharu ikutan nangis waktu Bong Hee memeluk hae Joo. ia bahkan membantu keponakan tercintanya. Ya memang sebagai orang yang ahli di bidang perminyakan dia tentu tahu alat yang bagaimana yang bisa digunakan untuk mengebor. Kolaborasi yang ciamik ya, San – Hae Joo – Bong Hee n dibantu sama si ahli hukum Jung Woo. Mantap.

6 comments:

  1. setuju sm mba anis emang mereka ber 3 cocok bt melawan presdir jang.^^.tmbh seru ni..lanjut part 2 nya ya mba.smgt

    ReplyDelete
  2. yes pertamax makis sinopsisnya gomawo!!!
    salam alya

    ReplyDelete
  3. Aiiihh makin keren aja nih may queen :)
    ditunggu sinopsis selanjutnya :)
    Fighting!

    fie

    ReplyDelete
  4. makasi sinopsinya kak, di tunggu klanjutanya!! oea, school 2013 di lanjut juga ea!!
    semangat!!

    ReplyDelete
  5. rdak bngug sma tjuan sbnrny changhee.(-.-")
    sjk mtuzin haejoo,nikah sma inhwa.
    dawl impianny kn ngmbil slruh galangn kpal utk jd mlikny.
    tyz tjuan akhirny apaa..??
    prsaan changhee sma haejoo jg sprtiny blum hlg,dhtiny pzt mnykitkn hrz pura2 bskp baek ddpn org yg tdk dsuka+dbnci n hrz bskp bruk trhdp org yg dsyank.T.T utk blz dndam n mncapai tjuanny.ini mnyedihkn T.T

    ReplyDelete
  6. “Dan aku akan..... berbagi kamar dengan Hae Joo!” sahut San sambil meraih tangan Hae Joo."

    Mendadak jd ketawa baca kata2 itu...

    tuh si Kang San emank ahli memanfaatkan kesempatan dlm kesempitan..hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...