Wednesday, 30 January 2013

Sinopsis May Queen Episode 32 Part 2

Geum Hee mengepak pakaiannya. Ia akan keluar dari rumah suaminya. Presdir Jang menahan mengatakan kalau istrinya sudah salah paham.
Geum Hee yang marah menyingkirkan tangan suaminya, “Jangan sentuh aku. Melihatmu saja aku sudah mau muntah!” Presdir Jang masih menyangkal bagaimana mungkin istrinya ini lebih percaya pada perkataan Il Moon. “Kau harus mendengarkan penjelasanku juga!”

Geum Hee berkata kalau ia sudah mendengarkan penjelasan suaminya selama 27 tahun. Tapi ia kini sadar kalau semua hanyalah suatu kebohongan.
Geum Hee membawa koper besarnya keluar kamar. Presdir jang berusaha mencegah kepergian istrinya. Ia memohon istrinya jangan bersikap begini. Geum Hee tak mau tahu, ia akan menemui Yoo Jin. Presdir Jang kembali memohon istrinya jangan emosional.
Geum Hee : “Kalau aku emosional, aku sudah membunuhmu. Jadi menyingkir dari hadapanku!”
Presdir Jang berkata apa Geum Hee akan mengabaikan begitu saja kebersamaan keduanya selama bertahun-tahun bersama. Geum Hee yang marah mengatakan kalau suaminya sudah membuang putrinya demi mendapatkan waktu itu. Geum Hee keluar dari rumah suaminya ia mengabaikan panggilan Presdir Jang.
Gi Chul menawarkan haruskah ia membawa Geum Hee kembali ke rumah. Presdir Jang yang emosi malah memukul hingga membuat Gi Chul tersungkur. Presdir Jang melemparken semua kesalahan ini pada Gi Chul. Gi Chul lah yang menjadi penyebab semua ini jadi Gi Chul yang harus bertanggung jawab.
Presdir Jang memerintahkan Gi Chul agar melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk membawa Geum Hee kembali pulang. Kalau gagal Gi Chul yang akan membayar semuanya.
Chang Hee memanggil Sek Kim ke kantornya. Sek Kim terkejut ternyata Chang Hee ingin ia mengkhianati San. Chang Hee meralat kalau ini bukanlah mengkhianati tapi bertahan hidup.
Chang Hee mengatakan kalau ia sudah meneliti latar belakang Sek Kim dan ia tahu kalau Sek Kim hidup terpisah dengan istri. Ia menebak bukankah itu karena uang. 

Chang Hee mengeluarkan amplop dan menyerahkannya pada Sek Kim. Keduanya bertatapan, Sek Kim tampak bimbang.
Di kantor pabrik Sek Kim membuka laptop. Ia mengirim design alat bor San melalui email (ke siapa itu ya, apa jangan2 ke Chang Hee)
San dan Hae Joo datang ini membuat Sek Kim panik dan langsung meng-close kiriman email yang sudah terkirim ke alamat tujuannya. Hae Joo heran ternyata Sek Kim datang lebih awal. Sek Kim mengira kalau San berangkat ke Filipina. Hae Joo mengatakan kalau itu sudah dibatalkan.

San melihat tadi Sek Kim membuka laptop ia bertanya apa ada masalah. Sek Kim terbata-bata mengatakan kalau ia hanya mengecek email. Ia pun permisi keluar.
Hae Joo penasaran dan bertanya apa yang mengirim SMS pada San itu juga Chang Hee. San membenarkan. Hae Joo mengatakan kalau Chang Hee juga memperingtkan tentang bahaya padanya. Ia heran dari mana Chang Hee tahu kalau ia dalam bahaya. Ia bertanya-tanya apa menurut San, Chang Hee sekarang dalam bahaya karena sudah memperingatkan keduanya.
San pun bertanya apa Hae Joo ingin menemui Chang Hee. Hae Joo bilang bukan begitu, ia hanya khawatir. San menyarankan lebih baik Hae Joo menemui Chang Hee untuk menghilangkan kekhawatiran itu. Hae Joo bertanya apa ia dan San harus pergi bersama menemui Chang Hee.
Ternyata benar gambar yang dikirim oleh Sek Kim sudah ada di tangan Chang Hee. Ketua Tim Jo bilang kalau itu gambar pertama yang mereka peroleh. Chang Hee pun menanyakan apa Ketua Tim Jo bisa membuat yang mirip dengan gambar ini.

Ketua Tim Jo berkata kalau ia mungkin saja bisa membuatnya tapi ia tak tahu ini akan berhasil atau tidak. Chang Hee menduga kalau mereka belum berhasil pasti ada masalah, tapi kalau kita bisa menemukan apa masalahnya maka kita bisa berhasil lebih dulu.
Telepon di ruangan R & D berdering Asisten Yang menjawabnya. Asisten Yang kemudian memberi tahu Chang Hee kalau ada tamu yang ingin bertemu dengan Chang Hee.
San menemani Hae Joo menemui Chang Hee. Dengna dingin Chang Hee menanyakan keperluan keduanya. San bertanya apa yang mengirim SMS itu Chang Hee, “Kau bilang Hae Joo dalam bahaya. Kenapa kau melakukannya?” Chang Hee diam. San kemudian bertanya dimana orang itu, Sekretaris Choi.
Dengan santai Chang Hee menjawab kalau ia tak tahu, apa ada masalah. San menebak Chang Hee yang memberitahu dirinya bahwa Hae Joo dalam bahaya pasti itu ada alasannya. San membentak, “Apa alasan penculikan Hae Joo dan menyuruhku menyelamatkannya?”
“Kalau aku menyelamatkannya, bukankah seharusnya kau mengatakan terima kasih!” sahut Chang Hee dingin.

San tahu kalau Chang Hee tak mungkin melakukan ini tanpa alasan, “Apa yang kau sembunyikan?” Chang Hee diam. Hae Joo meminta San berhenti marah-marah, “Kenapa kau begini?”
San menatap Hae Joo kesal. Apa Hae Joo masih belum mengerti situasinya sekarang. “Orang ini pasti sedang merencanakan sesuatu!” San yang emosi meninggikan suaranya.
Hae Joo berkata kalau Chang Hee ini tak mau bicara jadi apa gunanya menuntut penjelasan. Dia pasti memilki alasan kenapa tak mengatakannya. San makin kesal Hae Joo malah membela Chang Hee.

Hae Joo berterima kasih pada Chang Hee karena sudah memperingatkan mereka, “Tapi apa kau baik-baik saja?” tanya Hae Joo cemas.
Chang Hee mengalihkan ke pembicaraan lain. Bagaimana San dan Hae Joo akan memperoleh berliannya. San mencibir kalau ia dan Hae Joo tak lagi membutuhkan bantuan Chang Hee. Penawaran yang Chang Hee ajukan, ia menolaknya. San mengajak Hae Joo pergi dari sana.
Hae Joo bertanya apa yang akan San lakukan sekarang karena keduanya membutuhkan berlian itu. San yang kesal tak mengerti kenapa Hae Joo sangat bersimpati pada Chang Hee. Apa Hae Joo tahu berapa banyak hal buruk yang sudah dilakukan Chang Hee. Hae Joo berkata kalau pada awalnya Chang Hee bukanlah orang jahat.
San tak mengerti apa Hae Joo sudah lupa, “Dia yang memecatmu dan dia juga yang sudah mengambil pabrikku. Dia mendapatkan semua yang diinginkannya. Dia bahkan sekarang menjadi Presdir. Dia adalah orang yang membuat semuanya jadi seperti ini!” bentak San. San memperingatkan jangan sampai Hae Joo menatap Chang Hee dengan tatapan seperti itu lagi di depannya.
In Hwa yang mendengar kepergian ibunya dari ayah mertuanya menanyakan kebenaran ini pada ayahnya. Apa ayah dan ibunya ini betengkar. Presdir Jang balik bertanya apa maksud In Hwa bertengkar. Ini hanya karena ibu In Hwa sedang bosan jadi ia menyuruh liburan. Tapi In Hwa heran kenapa ibunya mematikan ponselnya bahkan Bibi Bong Hee juga tak tahu. Presdir Jang tak ingin membicarakannya lebih lanjut ia mengatakan kalau ibu In Hwa akan segera kembali.
Park Gi Chul menemui Geum Hee di tempat Geum Hee menginap. hmm sepertinya Geum Hee menginap di hotel. Geum Hee bertanya kenapa Gi Chul disini apa Presdir Jang yang mengirim Gi Chul untuk menemuinya.
Park Gi Chul mengatakan kalau Geum Hee sudah salah paham. Geum Hee mencibir bagian mana yang ia salah pahami. Gi Chul mengatakan kalau benar ia kehilangan Yoo Jin di laut. Ia menebak kemungkinan Chun Hong Chul yang menemukan Yoo Jn di laut. Presdir Jang dan drinya benar-benar mengira kalau Yoo Jin sudah meninggal.
“Lalu bagaimana tentang kau membelikan kue ikan untuk ibu Hae Joo ketika dia sedang mengandung?” tanya Geum Hee. Gi Chul berkata kalau ia pasti sudah salah menebak antara Hae Joo dan kakaknya. Geum Hee mengatakan kalau perbedaan usia Hae Joo dan Sang Tae itu 3 tahun, bagaimana Gi Chul bisa salah menebak ia perlu penjelasan yang masuk akal.
Gi Chul : “Nyonya, apa gunanya aku membohongimu?”

Geum Hee berkata kalau itu sangat membuatnya penasaran kenapa Gi Chul berbohong padanya. Gi Chul mengatakan kalau ia tak berbohong. Bukankah Geum Hee tahu kalau Presdir Jang sangat menyayangi Geum Hee. Ia minta Geum Hee memikirkan betapa sakit hatinya In Hwa kalau mengetahui tentang ini. Ia memohon agar Geum Hee pulang ke rumah.

Geum Hee tertawa mencibir Gi Chul ini sungguh menakjubkan. Ternyata Gi Chul peduli terhadap In Hwa. “Tapi kenapa kau membuang putriku Yoo Jin semudah itu?” Gi Chul kembali meyakinkan kalau itu salah paham.
Geum Hee tak mau pulang ia menyuruh Park Gi Chul pergi. Sebelum kembali ke kamar hotelnya Geum Hee berpesan, “Katakan pada orang itu, aku menyesali tahun-tahun yang kuhabiskan bersamanya.”
Bawahan Jung Woo melapor kalau ia menemukan keberadaan Kim Jung Bo yang sekarang masih di Singapura. Dan sekarang sudah terhubung di telepon.
Jung Woo pun bicara dengan Kim Jung Bo melalui telepon. Ia mengatakan kalau dirinya jaksa dari Ulsan. Ia tahu kalau keluarga Kim Jung Bo sangat khawatir. Ia tak tahu apa yang akan dilakukan oleh keluarga Kim Jung Bo kalau Kim Jung Bo mati.

Kim Jung Bo menanyakan apa yang Jung Woo inginkan darinya. Jung Woo ingin tahu apa yang Kim Jung Bo katakan pada Presdir Kang Dae Pyung. Kalau Kim Jung Bo mengatakan yang sebenarnya, ia akan membantu Kim Jung Bo dan keluarga meninggalkan Korea dengan aman.

“Apa kau serius” tanya Kim Jung Bo. Jung Woo berjanji. Kim Jung Bo pun akan memikirkannya lagi. Ia akan menghubungi Jung Woo nanti. Setelah bicara dengan Kim Jung Bo, Jung Woo merasa akan ada harapan. Ia memerintahkan bawahannya untuk memberikan pengawasan yang ketat terhadap keluarga Kim Jung Bo.
Ketika bawahannya keluar tepat saat itu Bong Hee masuk ke ruangannya mengajak bicara. Kalau Jung Woo sudah selesai bekerja, ia minta Jung Woo ikut dengannya.
Keduanya bicara sambil minum di bar apa kafe ya. Bong Hee harap Jung Woo mendengarkannya baik-baik. Ia sudah bicara dengan kakaknya, ia menilai kalau Jung Woo salah paham. Jang Do Hyun itu pada awalnya mengkhianati kakaknya, dia berselingkuh dan punya anak kemudian ingin kembali pada kakaknya. Setelah kakaknya menikah Jang Do Hyun tetap datang untuk minta maaf dan menyesal. Jung Woo diam sambil meneguk minumannya.
Bong Hee merasa ikut sedih atas apa yang menimpa kakaknya, “Dia jatuh cinta pada pria seperti itu dan menerima kemarahanmu karena kesalahpahaman!” Bong Hee meminta Jung Woo mengakhiri kesalahpahaman ini. Jung Woo mengerti dan anggap saja itu sebuah kesalahpahaman. “Lalu apa ada alasan untuk kita tak bisa bersama?” tanya Bong Hee.
Jung Woo diam menuangkan minuman untuk Bong Hee. Melihat itu Bong Hee menebak kalau jawaban Jung Woo adalah ayo kita minum dan mati. Ia pun meneguk minumannya. Kita lihat siapa yang akan mati duluan.
Bong Hee dan Jung Woo terus minum kayak lagi tanding. Berulang kali keduanya meneguk minuman hingga sudah menghabiskan beberapa botol minuman. Keduanya mulai mabuk. Bong Hee yang mabuk mengajak Jung Woo bicara terbuka.
“Hei dengar apa kau ini sungguh tak suka padaku sedikit saja?” Bong Hee merasa kalau ia lah yang jahat, “Benar kan?” Kata Bong Hee dalam mabuknya.
Jung Woo menunduk dan berkata lirih, “Aku juga sudah menyukaimu sejak SMA!” Ia tak berani menatap Bong Hee. “Aku memiliki masalah dengan kakak ipar (Geum Hee) kemudian aku kehilangan kakakku dan Yoo Jin. Aku takut kehilangan keluarga. Aku tak memiliki keberanian untuk mempertahankanmu atau keberanian untuk meninggalkanmu. Aku hanya berani menolakmu.”
“Bong Hee-ya!” Jung Woo tertawa malu-malu, “Aku juga menyukaimu!” Jung Woo tersenyum mengangkat wajahnya.
Dan lihat Bong Hee tak sadarkan diri karena sudah mabuk. Jung Woo terlihat kesal dan menarik nafas dalam-dalam. Ia pun minum lagi dan ketika Jung Woo meletakan gelas, Bong Hee tersentak kaget dan terbangun. “Apa? Kau tadi bilang apa? Aku orang jahat. Aku yang jahat!” sahut Bong Hee kembali tak sadarkan diri.
Jung Woo pun terpaksa menggendong Bong Hee di punggungnya ketika pulang. Ibu keluar dari dapur dan terkejut melihat keduanya. Ia bertanya apa yang terjadi, kenapa Bong Hee digendong kayak gitu. Ia pun mencium aroma minuman yang menyengat.

Jung Woo yang keberatan menggendong mengatakan pada ibu kalau ia akan membaringkan Bong Hee di kamar tamu. Ibu heran kenapa membaringkan di kamar tamu, baringkan saja di kamar Jung Woo sendiri kata ibu sambil tersenyum hehe.
“Ah Bibi ini!” Jung Woo kesal. Ibu berkata memangnya apa salahnya, Bong Hee terlihat tak nyaman kalau tak tidur di kasur. Ia bukannya tak tahu tentang hubungan keduanya. Jung Woo kesal ibu makin bicara ngelantur. Ia pun segera ke kamar tamu untuk membaringkan Bong Hee.
Jung Woo membaringkan Bong Hee di kamar tamu. Ia juga menyelimuti wanita itu. Dalam tidurnya Bong Hee bergumam, “Jung Woo kau brengsek.” Jung Woo menatapnya pilu. Ia mengusap lembut kepala Bong Hee. Ia menatap Bong Hee dan tersenyum simpul.
Ibu berteriak memanggil Sang Tae, “Apa kau tak bekerja di warung tenda? Kalau kau tak bekerja, tak akan ada makanan untukmu besok!” Ancam si ibu.
Sang Tae kesal dengan ancaman ibu. Boleh saja ibunya mengancam hal lain tapi kenapa mengancam tentang makanan, “Pelit sekali. Aku kan bukan anjing piaraan.”
“Benar sekali, anjing piaraan saja berusaha untuk mendapatkan makanan mereka.” Kata Ibu sambil menabok Sang Tae. “Kalau begitu kenapa tak bawa anjing saja untuk bekerja dengan ibu?” sahut Sang Tae. Ibu jengkel dan hampir menaboknya lagi.
Bersamaan dengan itu Geum Hee datang sambil membawa banyak barang-barang. Ibu heran melihat kedatangan Geum Hee. Apa Geum Hee ingin bertemu dengan Bong Hee. Tapi Geum Hee yang kesulitan membawa barang-barang meminta tolong membawakannya. Kedatangan Geum Hee ini karena ada yang ingin ia bicarakan dengan Ibu. keduanya pun ngobrol di kamar Hae Joo.
Geum Hee menatap foto Chun Hong Chul. Ia masih ingat meskipun hanya beberapa kali bertemu. Ia juga ingat kalau Hong Chul sangat menyayangi Yoo Jin. Ibu berkata kalau suamiaya ini begitu menyayangi Hae Joo tanpa batas. Suaminya memperlakukan Hae Joo lebih dari sekedar anak sendiri.
Ibu kemudian bertanya apa yang ingin Geum Hee bicarakan dengannya. Geum Hee mengungkapkan permintaan, ia ingin sekali tidur dengan Hae Joo paling tidak untuk semalam. Ia sudah meminta Hae Joo untuk tinggal bersamanya di luar tapi Hae Joo menolak. Apa ia boleh menghabiskan semalam disini bersama Hae Joo.

Geum Hee mengerti ini mungkin akan terdengar aneh bagi keluarga ibu. Katakan saja pada anak-anak ibu yang lain kalau ia mengantuk setelah ia dan ibu bicara. Ia akan pergi pagi-pagi sekali, Geum Hee memohon hanya kali ini saja.
Ibu tak bisa menolak keinginan Geum Hee. Geum Hee menggenggam tangan ibu mengucapkan terima kasih. Terima kasih sudah membesarkan Yoo Jin dengan sangat baik.
Ibu menarik tangannya, bukankah Geum Hee tahu dulu ia sering memarahi dan menyulitkan Hae Joo. Hae Joo tumbuh dengan sendirinya jadi Geum Hee tak perlu berterima kasih padanya. Geum Hee menilai itu tak benar, ibu sudah melakukan yang terbaik untuk Hae Joo. Ia sangat berterima kasih karena tak bisa berbuat apa-apa.
Ibu keluar dari kamar Hae Joo dan tepat saat itu Hae Joo sampai di rumah. Hae Joo mempertanyakan kenapa ibunya tak membuka warung tenda. ibu memberi tahu kalau nyonya ada disini. Geum Hee keluar dari kamar dan melihat Hae Joo sudah pulang. Hae Joo terkejut ibu kandungnya datang.

Geum Hee heran kenapa Hae Joo pulang tanpa San. Hae Joo mengatakan kalau San ada keperluan jadi dia pergi ke suatu tempat. Geum Hee mengajak Hae Joo bicara dengannya di kamar.
San menemui Mario. San senang Mario masih berada di Korea. Mario mengatakan kalau ia kembali ke Korea karena kapal pengebor Nobel ada di galangan Kapal Cheon Ji.
San kemudian bertanya apa Nobel masih berinvestasi di bidang pengeboran. Mario mengiyakan. San menyarankan kenapa Mario tak mencoba berinvestasi yang lebih bervariasi. Nobel bisa mengurangi resiko dan meningkatkan peluang. Mario mengatakan kalau San bicara dengan penuh keyakinan dan membuatnya tertarik. Apa yang San inginkan. San mengungkapkan kalau ada sesuatu yang sangat ia butuhkan sekarang, berlian industri.
Presdir Jang memanggil Gi Chul ke ruang kerjanya. Ia bertanya apa yang terjadi ketika Gi Chul meminta istrinya pulang. Gi Chul mengatakan kalau Nyonya bersikeras tak mau pulang.

Plak... Presdir Jang memukul Gi Chul karena bukan jawaban seperti itu yang ia harapkan. Presdir Jang menimpakan semua kesalahan pada Gi Chul. Membiarkan Yoo Jin tetap hidup dan meninggalkannya dengan pelaut itu. Semua rencananya menjadi kacau, “Apa yang akan kau lakukan sekarang?” bentak Presdir Jang.
Gi Chul minta maaf. Tapi Presdir Jang tak butuh permintaan maaf Gi Chul karena itu tak ada gunanya. “Aku sudah memperlakukanmu seperti manusia dan memaafkan pengkhianatanmu. Tapi tetap saja kau gagal melaksanakan tugasmu? Apa yang kau inginkan sekarang?” Gi Chul sekali lagi minta maaf. Tapi Presdir Jang muak dengan ucapan permintaan maaf Gi Chul, ia tak ingin mendengar itu.

Dan brak.. Ia menendang Gi Chul, Presdir Jang ngamuk memukuli Gi Chul.
Chang Hee yang ingin menemui Presdir Jang untuk urusan pekerjaan mendengar semuanya. Ia mendengar rintihan siksaan yang diterima ayahnya. Chang Hee menahan marah meremas berkas yang ingin ia laporkan pada Presdir Jang.

Chang Hee ingin sekali masuk menyelamatkan ayahnya. Tapi ia sendiri tak berdaya menghadapi Presdir Jang sekarang, karena itu akan membuat rencananya kacau. Ia menatap marah mendengar suara rintihan ayahnya yang dihajar habis-habisan oleh Presdir Jang.
Geum Hee tidur bersama Hae joo. Ia mengusap lembut kepala putrinya. Keduanya belum tidur. Geum Hee ingin tahu bagaimana upacara kelulusan saat Hae Joo masih di SD. Hae Joo tak begitu ingat. Yang diingatnya ia berbaris dan mendengarkan kepala sekolah memberikan sambutan di halaman. “Ah tidak, ayah datang ke sekolah dan membawakan aku Jajangmyeon. Itu adalah jajangmyeon terenak di dunia.” 

Geum Hee menyesal tak bisa melihat upacara kelulusan Hae Joo. Ia membelikan In Hwa baju cantik saat naik kelas. “Aku tak tahu betapa aku merindukanmu, aku bahkan memarahimu karena kau membuang (menjual) baju yang kubelikan untukmu.”
Hae Joo berkata saat itu Geum Hee tak tahu kalau ia ini adalah putri kandung Geum Hee, jadi itu tak masalah baginya. Geum Hee menitikan air mata berkata kalau darah itu lebih kental daripada air. Ia bahkan tak mengenali putrinya sendiri. Begitu banyak hal yang ia sesali, ia bahkan menampar Hae Joo. Hae Joo ikut menitikan air mata semua hal buruk yang pernah Geum Hee katakan padanya ia sudah melupakan semuanya, untuk apa diingat-ingat lagi.
 
Geum Hee menggenggam tangan Hae Joo, “Yoo Jin-ah selama sisa hidupku ini, aku akan hidup sebagai seorang yang berdosa dengan luka di hati. Agar aku bisa menebus dosaku, keluarlah dari sini dan tinggallah bersamaku. Aku akan menyekolahkanmu yang sebelumnya tak bisa kau lakukan.”

Tapi Hae Joo tak bisa melakukannya, ia tak bisa meninggalkan keluarga ini. “Ketika aku mengunjungi makam ayah bersmaa ibu, entah kenapa aku belum merasa kalau dia ayahku. Aku minta maaf. Tapi ayahku, Chun Hong Chul, dia yang mencurahkan cintanya dan menjagaku. Aku tak bisa melupakannya. Ibu dan keluarga yang kumiliki sekarang adalah keluargaku yang sesungguhnya. Aku tak bisa berpisah dari keluargaku.” Hae Joo berharap ibu kandungnya ini memahami keputusannya. “Aku, bisa bertemu lagi dengamu... aku sangat bahagia.” Geum Hee mengangguk menangis.

Hae Joo berkata kalau pada awalnya ia takut bertemu kembali dengan Geum Hee. Ia juga tak bisa mempercayai dan membayangkan kalau Geum Hee adalah ibu kandungnya. Tapi bertemu dengan ibu kandungnya seperti ini ia sangat bahagia. Geum Hee juga bahagia bisa bertemu lagi dengan Hae Joo, ia berfikir kalau putrinya itu sudah meninggal. Ia tak menyangka putri yang selama ini dianggapnya sudah meninggal ternyata sekarang ada dalam pelukannya. Keduanya menangis.
Di luar kamar ibu mendengar perbincangan mereka. Ibu yang awalnya akan mengantarkan minuman berdiri terdiam ikut menangis mendengar apa yang dikatakan Hae Joo. Hae Joo meyakinkan kalau ia tak akan pergi dari rumah ini. Tapi meskipun ia dan Geum Hee tak hidup bersama, ia akan selalu bersama ibu kandungnya. Geum Hee menangis setuju. Huwaaa huwaaa nangis...
Chang Hee tertunduk diam di rumahnya. Ia melihat ayahnya pulang dalam keadaan tubuh penuh luka dan merintih kesakitan. Chang Hee langsung menanyakaan apa yang terjadi pada ayahnya. Gi Chul berbohong mengatakan kalau ia baru saja terjatuh dari tangga.
Chang Hee yang tahu semua mengatakan kalau ia sudah mendengar semuanya. “Apa yang ayah alami di ruangan itu aku mendengar semuanya. Siapa itu Yoo Jin? Siapa dia sampai membuat ayah dipukuli seperti itu?”
Gi Chul terkejut, apa benar Chang Hee sudah mendengar semuanya. Chang Hee menuntut penjelasan, ia minta ayahnya menceritakan semua padanya. Apa yang sebenarnya terjadi.
Gi Chul terduduk menangis mengajak putranya segera balas dendam. Ia tak bisa hidup seperti ini lagi. Chang Hee tak peduli mau balas dendam atau tidak ia harus tahu kebenarannya. Gi Chul : “Semua ini karena anak itu, Yoo Jin. Dan Yoo Jin adalah Hae Joo.”
Chang Hee tak mengerti, apa yang ayahnya katakan. Gi Chul berkata kalau selama ini Presdir Jang ingin ia membunuh Yoo Jin tapi ia tak bisa melakukannya. Jadi ia sengaja meninggalkan Yoo Jin pada Chun Hong Chul. Tapi sekarang semua rahasia itu terungkap. Presdir Jang juga yang merencanakan dan membunuh ayah kandung Hae Joo. Chang Hee tentu saja kaget mendengar kenyataan yang sebenarnya.
Hae Joo senang bukan main ketika San mengatakan kalau meraka akan mendapatkan berlian itu. San membanggakan dirinya. Hae Joo memuji kalau San benar-benar hebat.
“Oppa, kau lah yang bersinar lebih terang dari pada berlian hari ini!” Hae Joo menyanjung San setinggi langit hehe. San jadi ga enak hati Hae Joo mengucapkan kata manis seperti itu. Ia jadi tersentuh sampai ingin menangis. Hae Joo berkata kalau San mudah tersentuh berarti San itu orangnya sensitif.
San : “Kalau begitu, apa mungkin bisa lebih tersentuh lagi?”
“Apa?” Hae Joo tak mengerti.
San mendekat ke arah Hae Joo, “Hmm... hal yang belum kita selesaikan hari itu di lorong!” San memonyongkan mulutnya mengingatkan Hae Joo apa yang belum sempat mereka lakukan kemarin. “Apa kau masih ingat?”

Hae Joo : “Apa maksudmu?”
San menyenggol Hae Joo, “Apa kau.. mau melakukannya lagi? Sepertinya aku akan benar-benar tersentuh!” San menatap memohon penuh harap.
San maju mendekat ke arah Hae Joo tapi dengan cepat Hae Joo mendorong mulut San dengan telunjuknya. “Ah keterlaluan apa yang mau kau lakukan di kantor, karena kau dipuji kau jadi kehilangan akal.”
San membenarkan tempat ini tak cocok untuk melakukan itu dan juga suasananya bisa kacau kalau ada yang tiba-tiba masuk.
San menawarkan, “Lalu apa kau mau pergi ke tempat yang tenang ditemani segelas wine?”
“Keterlaluan, kau ini minta dipukul ya?” Hae Joo menggertak menunjukan kepalan tangannya. San mengkerut menunduk takut ia memejamkan matanya.
Disaat San menunduk memejamkan mata karena takut dipukul tiba-tiba Hae Joo mengecup bibir San secepat kilat.
San yang kaget langsung membuka matanya. Hae Joo sendiri langsung lari keluar kantor karena malu hihi.
San tersipu, “Apa ini? Apa kita akan minum wine? Hei... Hae Joo tunggu aku!” Kata San mengejar Hae Joo. Hihihi.
Jung Woo terkejut mendengar laporan bawahannya yang sudah menemukan keberadaan Sek Choi. Bawahannya mengatakan kalau Choi Wook Jin bersembunyi di rumah temannya dan polisi sudah bergerak kesana. Jung Woo akan ikut kesana.
Jung Woo dan beberapa orang polisi mengintai suatu rumah. Jung Woo bertanya apa yakin kalau ini tempatnya. Detektif membenarkan ia menunjukan rumahnya.
Dan orang yang dicari pun keluar dari rumah mengenakan jaket dan topi untuk menyamarkan diri. “Hei Choi Wook Jin!” teriak Jung Woo mengagetkan Sek Choi.
Melihat dirinya dalam bahaya, Sek Choi lari tapi ia dicegat dan dikepung. Dengan kemapuannya ia berusaha melarikan diri. Terjadilah kejar-kejaran diantara mereka. Sek Choi pun melawan mereka satu persatu.
Jung Woo maju menghajarnya. Dalam sekali pukulan saja Sek Choi sudah tersungkur. Dengan Jurus kedua Jung Woo, ia mampu melumpuhkannya. “Choi Wook Jin, aku menangkapmu atas kasus penculikan dan pembunuhan.”
Hae Joo berada di pabrik. San menghampirinya memberi tahu kalau ada tamu yang ingin bertemu Hae Joo.
Hae Joo ke kantor pabrik dan disana Park Gi Chul sudah menunggunya. Hae Joo tentu saja heran kenapa Gi Chul datang kesini, tak ada yang ingin ia katakan pada Gi Chul jadi lebih baik Gi Chul pergi saja. Gi Chul berkata kalau ada hal yang ingin ia katakan pada Hae Joo.
“Ahjussi, apa kau tak ingat apa yang kau katakan sebelumnya padaku? Tak ada yang perlu kukatakan padamu. Tolong segera pergi!” Hae Joo mulai emosi, ia berbalik badan akan meninggalkan Gi Chul. Gi Chul mengaku kalau ia sudah berbuat salah. Gi Chul kemudian berlutut, Yoo Jin-ah. Hae Joo berbalik dan melihat Gi Chul berlutut padanya.
“Aku berbuat salah, aku yang membuatmu seperti ini. Akulah orang yang membunuh ayahmu, Chun Hong Chul...”
Mendengar pengakuan Gi Chul kaki Hae Joo lemas, ia seolah tak sanggup berdiri. Saking terkejutnya tubuh Hae Joo gemetaran, “Apa kau bilang?”

Komentar :

Akhirnya Geum Hee memutuskan untuk keluar dari rumah suaminya. Dia nginep di hotel dan inilah Jang Do Hyun cinta mati sama istrinya. Sekarang Chang Hee juga udah tahu kalau Hae Joo itu anaknya Geum Hee,

Ikutan miris juga pas Chang Hee diem aja denger suara rintihan kesakitan bapaknya digebukin sama Presdir Jang. chang Hee mungkin mikir, ‘tidak. Belum saatnya saya menunjukan kemarahan saya pada Presdir Jang. Belum saatnya saya membuka kedok Presdir Jang’ kayaknya gitu ya.

Jung Woo – Bong Hee. Samchoon ternyata dalam hati menyimpan perasaan yang mendalam sama tante, dari dulu pula. Cuma karena kesalahpahaman terhadap Geum Hee akhirnya dia hanya bisa menolak Bong Hee. Pengakuannya bikin cewek klepek2, sayang si tante udah teler duluan hehe. Lucu liat mukanya Samchoon pas liat tante teler ga denger pengakuannya, antara lega sama kesal. hehe.

San – Hae Joo. ahahahay.. kissu, Hae Joo sendiri lho yang nge kiss. Setelah kemarin gagal karena ada si ‘kucing garong’ Hae Joo memberanikan diri nge cup San, satu detik hehe. Saking malunya Hae Joo langsung kabur hehe.

Oh tidak Sek Kim, kenapa dengan dirimu. Apa yang terjadi, bukankah dirimu sudah bersama dengan keluarga Kang puluhan tahun. Yah, kekuatan uang emang segalanya ya. Bisa membeli kesetiaan.

Nangis waktu Hae Joo curhat-curhatan sama emak kandungnya. Ternyata Hae Joo lebih milih tinggal sama keluarga angkatnya dari pada sama emak kandungnya.

9 comments:

  1. YE MAKASIH SINOPSISNYA
    SALAM ALYA

    ReplyDelete
  2. Wah senangnya, , \(^o^)/
    Lanjutkan terus ya sista sinopsinya sampai tamat, ,
    Semangat!!! (ง'̀⌣'́)ง
    •”̮•

    ReplyDelete
  3. wahhh,, makin seruuu
    makasih mb anis dah bwt sinopsisnya,dtunggu eps selanjutnya
    dah g sabar pngen lhat San kiss Hae jo...
    SEMANGAT MB ANIS.....

    ReplyDelete
  4. Waaah, makiiin seruu aj niiih..
    Lanjuut teruuus yaaa mb anis, smangaaat...
    Penasaran ap yg mw dilakuin sm chang hee ke presdir jang, ap msh tetep pura2 ngk ad mslh krn sdh nyiksa ayahnya ato siap2 nyerang yaaa.. hmmm..

    ReplyDelete
  5. Hahahahaha *nyengir gaje* :p
    makin seruuuuuu~ ^^
    makin penasaran jg sih :D
    gomawo sinopnya ^^
    Lanjut kak :)
    Fighting!

    Fie

    ReplyDelete
  6. wihhhhh... kok lebih senang liat pengakuan samchoon ma tante.....
    gomawo sinopnya

    ReplyDelete
  7. Makin seruuu aj niiihh,,,
    Luchu liat hae jo malu2 gt... \(•ˆ⌣ˆ•)/
    Smoga presdir jang cpt tobat...
    Smangat lnjut next epsd ny...

    Fee

    ReplyDelete
  8. lanjut mb..., smangat...
    makin penasaran dan menegangkan saja..

    ReplyDelete
  9. thanks banget mba anis...sinopsisnya..keren dc bsa nulis sampe lebih dari 30 episode!..semoga tetap semangat nulis..hee..kumao! ^.^

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...