Sunday, 27 January 2013

Sinopsis Queen of Ambition Episode 4

Ha Ryu melakukan pekerjaan rumah tangga di apartemen Da Hae. Mencuci piring dan membersihkan lantai.

Da Hae pulang sambil membawa barang-barangnya. Ha Ryu mengatakan kalau ketika ia masuk tak ada yang melihat dan kalau keluar nanti ia akan menyelinap agar tak diketahui orang. Da Hae diam saja dan itu membuat Ha Ryu heran apalagi jam segini sudah pulang. Ia ingin tahu kotak apa yang dibawa Da Hae. Melihat Da Hae diam Ha Ryu menebak kalau pekerjaan Da Hae tak berjalan lancar.

Da Hae menumpahkan semua ini kotaknya. Ia tak mengerti bagaimana bisa berakhir seperti ini. Mereka bahkan tak mengatakan alasannya. Ia menebak pasti ada kesalahan. Ia berniat kembali ke perusahaan dan bicara dengan mereka. Tapi Ha Ryu memintanya tenang.
Sambil menggenggam tangan Da Hae, Ha Ryu menanyakan apa hanya perusahaan Baek Hak saja yang ada di luar sana. Ia akan mengurus semuanya, jadi Da Hae tak perlu khawatir. Da Hae ingin tahu apa yang akan Ha Ryu lakukan karena ini bukanlah sesuatu yang bisa Ha Ryu lakukan. Ia harus memikirkan caranya sendiri. Ha Ryu mengerti, ia pamit pulang dan berpesan agar Da Hae menghubunginya kalau membutuhkan sesuatu.
Do Hoon di arena Ice Hockey mengumpulkan bola. Seseorang memanggilnya menyuruh cepat datang. Do Hoon ke ruang ganti tim. Mereka menatap dengan tatapan marah. Salah satunya bahkan tak ingin bicara dan keluar. mereka menyindir kalau pewaris perusahaan tak bekerja untuk perusahaan dan malah bemain Ice Hockey apa itu keren. Apa mereka ini begitu parah sampai hidup mereka bergantung pada orang-orang pemilik perusahaan.
Do Hoon tak mengerti dan bertanya pada palatih. Pelatih memberi tahu kalau mereka baru saja menerima pesan bahwa perusahaan sudah membubarkan tim Ice Hockey. Tentu saja Do Hoon sudah menebak siapa yang melakukan ini.
Do Hoon mengendarai mobil, ia marah pada kakaknya. “Apa kakak tahu tentang ini? tentang ayah yang membubarkan tim?” Do Hoon mengatakan kalau ayahnya baru saja membubarkan tim Ice Hockey untuk membuatnya berhenti bermain.
Do Kyung cemas dan bertanya dimana Do Hoon sekarang. Do Hoon mengatakan kalau ia dalam perjalanan menuju kantor. Ia akan meminta ayahnya segera menarik keputusan. Tapi Do Kyung menyuruh Do Hoon menemuinya dulu.

Do Hoon tak mau karena masalah ini hanya antara dirinya dengan ayahnya. Kali ini ia tak akan tinggal diam. Karena cemas Do Kyung menyuruh supir untuk kembali ke kantor. Presdir Baek baru saja keluar dari kantor.

Do Hoon melihat mobil ayahnya, ia pun segera mencegatnya. Melihat Do Hoon, Presdir Baek hanya tersenyum mencibir akhirnya anak itu datang sendiri menemuinya.
Presdir Baek membuka kaca mobil, ternyata dengan cara seperti ini ia bisa bertemu dengan putranya. Do Hoon meminta ayahanya segera menarik kembali keputusan pembubaran tim karena pamin lain tak ada hubungannya dengan masalah ini. Presdir Baek berkata karena tindakan Do Hoon, orang lain terkena getahnya. Apa sekarang Do Hoon baru menyadarinya.
Do Hoon mengerti dan berharap ayahnya segera menarik keputusan. Presdir Baek mencibir ternyata cara ini cukup efektif, ia tak peduli lakukan saja apa yang Do Hoon suka dan pembubaran tim tetap dilakukan.
Do Hoon berlari mengejar mobil ayahnya. Do Kyung melihat adiknya berlari mengejar mobil. Ia melihat lampu lalu lintas merah dan turun untuk menemui adiknya.
Do Hoon yang kelelahan berhenti di tengah jalan untuk mengatur nafasnya. Tapi naas, tiba-tiba ada mobil yang menabraknya hingga membuatnya terpelanting. Do Kyung shock melihat tubuh adiknya tak sadarkan diri di jalan.

(hmm untuk adegan ini Yunho ga pake stuntman lho, dia sampai 7 kali ngulang adegan ini)

Di apartemen Da Hae mencoba menghubungi Do Hoon sepertinya untuk meminta bantuan karena dirinya tiba-tiba dikeluarkan dari perusahaan.
Do Hoon masuk ruang operasi. Kakinya cukup serius, kayaknya patah tulang. Tapi kok kepalanya ga apa-apa ya.
Do Kyung menangis cemas di ruang tunggu. Ia menggenggam erat jaket Do Hoon. Orang di sebelahnya memberi tahu kalau ponsel di jaket terus berdering. Do Kyung melihatnya dan ada 5 panggilan tak terjawab dari Joo Da Hae dan juga ada sms. Isi SMS nya ingin agar Do Hoon menyampaikan pada Do Kyung kalau ia ingin bertemu dengan direktur. Do Kyung marah, ia menonaktifkan dan melepas baterai ponsel agar Da Hae tak menghubungi lagi.
Kondisi Do Hoon sudah stabil tapi dia belum sadar karena pengaruh obat bius. Do Kyung menanyakan operasi lutut Do Hoon. Bibi Ji Mi ikutan bertanya apa Do Hoon bisa berjalan lagi. Do Kyung menatap kesal apa yang dikatakan bibinya.

Ji Mi yang orangnya cepal ceplos bertanya kenapa menatapnya bukankah itu yang paling ingin diketahui. Dokter masih belum bisa menyimpulkan dampak apa yang akan terjadi nanti. Do Kyung terlihat cemas melihat keadaan Do Hoon.
Seorang gadis bernama Suk Soo Jung (Go Joon Hee) berlari di rumah sakit mencari seseorang, “Jae Woong!” Panggilnya melihat seorang pria di ruang tunggu.
Pria yang dipanggil Jae Woong mengangkat kepalanya dan huwaaaaa ini dia orang yang mirip Ha Ryu. Soo Jung menyampaikan kalau ayah Jae Woong sudah sadar.

Jae Woong segera ke ruang rawat ayahnya. Karena tergesa-gesa ia bertabrakan dengan Do Kyung. Jae Woong menunduk minta maaf dan segera ke ruangan ayahnya.
Jae Woong dan Soo Jung melihat dari luar kondisi huwaaa ini kakek Kang Dae Pyung, kakeknya Kang San hehe. Tapi disini namanya Cha Shim Bong. Ayah Jae Woong mengangkat tangan ketika melihat putranya. Jae Woong pun melakukan hal yang sama.
Dokter datang memanggil Cha Jae Woong dengan sebutan pengacara (wow) Ia mengatakan kalau ini benar-benar keajaiban ayah Jae Woong bisa sadar. Karena tekanan daran ayah Jae Woong sudah normal makanya dia bisa sadar kembali tapi ini termasuk yang jarang terjadi.

Soo Jung bertanya kapan mereka bisa memindahkan ayah Jae Woong ke ruang inap biasa. Dokter mengatakan kalau besok pasien sudah bisa dipindahkan.
Soo Jung terlihat akrab dengan Jae Woong yang terlihat pendiam, “Kau lihat kan? Apa kubilang, bahkan kalau semua dokter mengatakan sama sekali tak ada harapan, sudah kubilang kalau mereka tidak benar. Tak ada pengobatan modern yang bisa mengalahkan mantera itu.”

Soo Jung menunjukan sesuatu di bajunya, ia mengatakan kalau yang biru itu pembuluh vena dan merah pembuluh arteri. “Untuk ayahmu yang berjantung lemah, kau harus melakukan ini.” ia tersenyum senang. Jae Woong ikut tersenyum.

(huwaaa apa hubungan keduanya ya, sepasang kekasih kah. Ah munculnya kembaran Ha Ryu ini membuatku pusing)
Da Hae di lobi kantor menunggu Do Kyung. Manajer Yoon terlihat canggung dan serba salah, ia berjalan berlalu sambil sesekali melirik Da Hae. Pegawai tua disana mengatakan kalau Da Hae tak akan bertemu dengan Do Kyung meskipun berdiri seharian disini karea Do Kyung tak datang ke kantor. Ahjussi melihat sekeliling ia mengingatkan agar jangan memberi tahu siapapun atas apa yang ia katakan. Ia memberi tahu kalau Do Kyung sekarang ada di rumah sakit.
Dokter Kim menjelaskan pada Do Kyung kalau bagian yang patah tulang seharusnya tak ada masalah tapi untuk menyambungkan kembali kemungkinan akan ada komplikas. Do Kyung khawatir komplikasi seperti apa. Dokter menilai kalau Do Hoon menjalani terapi rehabilitasi seharusnya tak akan ada masalah di kehidupan normal tapi harapannya untuk menjadi seorang atlet sangatlah tidak mungkin. Kalau memaksa melanjutkan berolahraga kemungkinan dia tak akan bisa menggunakan kakinya.
Da Hae ke rumah sakit untuk menemui Do Kyung. Keduanya pun bicara. Da Hae minta maaf karena menemui Do Kyung dalam kondisi seperti ini, tapi ia ingin tahu alasan kenapa ia ditolak. Do Kyung mencibir ternyata Da Hae punya nyali bertemu dengannya hanya untuk masalah sepele. Tapi bagi Da Hae ini masalah hidup dan mati.
 
Do Kyung mengatakan alasannya, “Aku tak suka orang sepertimu. Itu alasannya.” Karena Da Hae sudah tahu alasannya, Do Kyung merasa kalau ia dan dan Da Hae tak akan pernah bertemu lagi.

Da Hae masih menuntut penjelasan apa maksudnya Do Kyung tak menyukainya. Do kyung berkata kalau Da Hae itu orang yang menjijikan, seorang wanita yang mengejar uang untuk mengubah hidup.

Da Hae merasa direndahkan, “Apa kau mau mengatakan kalau aku sedang berusaha mendapatkan adikmu untuk mengubah hidupku? Apa karena itu alasan aku dipecat?”
Do Kyung berkata kalau Da Hae merasa seharusnya Da Hae lari kalau ketahuan tapi Da Hae malah disini menyangkalnya. Da Hae mengatakan kalau tak ada apa-apa antara dirinya dengan Do Hoon. Ia yakin kalau ia akan ada disini tanpa bantuan orang lain dan untuk membuatnya menjadi kenyataan ia bekerja lebih keras daripada orang lain. Ia tak pernah mengharapkan bantuan seperti itu. Do Kyung meminta Da Hae berhenti menunjukan sisi yang menyedihkan dan pergi dari hadapannya.
Da Hae : “Kalau seorang wanita miskin memandang pria kaya, pikiranmu menilai itu sebagai wanita yang mencoba untuk mengambil keuntungan dari pria. Pemikiran yang seperti itu benar-benar menjijikkan dan memuakkan.”
Plak.. Do Kyung menampar Da Hae. Da Hae berkata kalau orang yang hina disini itu Do Kyung bukan dirinya.
Presdir Baek sudah mendengar semua tentang keadaan Do Hoon dari dokter kim dan ia sudah memberitahukan itu pada Do Hoon.
Do Kyung terkejut menilai belum waktunya memberitahukan itu pada Do Hoon. Tapi menurut Presdir Baek tak seharusnya mereka menyembunyikan ini. Do Hoon harus memikirkan dan menyiapkan diri untuk masa depannya sendiri.
Tiba-tiba terdengar suara Do Hoon mengamuk. Do Hoon tak bisa menerima kalau dirinya tak bisa lagi berolah raga. Ia membanting semua barang-barang. Do Kyung memeluk Do Hoon yang menangis meraung-raung.
Ha Ryu di rumah Bibi Hong. Bibi Hong menanyakan kenapa Ha Ryu tak mendaftarkan pernikahan. Ha Ryu berkata kalau hidup bahagia dengan anak sudah cukup. Bibi Hong mengatakan kalau Eun Byul secara hukum memang anak Ha Ryu tapi dia tak ber-ibu.

Ha Ryu kesal bagaimana bisa Bibi Hong mengatakan kalau Eun Byul tak ber-ibu. Bibi Hong kaget dengan emosi Ha Ryu yang tiba-tiba. Ia hanya ingin mengatakan kalau Ha Ryu harus mendaftarkan pernikahan sebelum Eun Byul masuk TK. Ha Ryu terdiam memikirkan perkataan Bibi Hong.
Bibi Hong sebenarnya tak suka Da Hae bekerja di perusahaan besar, ia gugup ketika semuanya berjalan begitu lancar. Ha Ryu meninggikan suara kesal kenapa Bibi Hong selalu mengatakannya, itu karena Bibi Hong tak mengenal Da Hae seperti dirinya. Bibi Hong tak peduli pokoknya Ha Ryu harus mendaftarkan pernikahan dan buat pesta agar semua orang bisa melihat kalau keduanya suami istri.
Ha Ryu berkata kalau itu juga rencananya tapi sekarang bukan waktu yang tepat. Ia memberi tahu kalau Da Hae kehilangan pekerjaan. Bibi Hong heran bukankah Da Hae itu pintar kenapa bisa dipecat. Ha Ryu berfikir kalau ada sesuatu di kantor tapi Da Hae tak mau mengatakannya.
Da Hae minum soju sendirian. Ia mengingat pesan ibunya bahwa ia jangan sampai kelaparan. Ia juga mengingat perkataan ibu temannya yang mengatakan kalau kesialan yang ada pada dirinya bisa berpindah. Dan ia juga mengingat ucapan Do Kyung tadi.
Di rumah Do Hoon mengepak pakaiannya. Ia tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Da Hae di kereta dan kebersamannya. Do Hoon melamun hingga Do Kyung datang membuyarkan lamunannya menanyakan apa Do Hoon sudah selesai berkemas.
Do Kyung menyampaikan kalau Do Hoon ini bukan hanya akan pindah rumah tapi akan kuliah ke Amerika, apa yakin bisa pergi sendiri. Do Hoon meyakinkan kalau ia akan baik-baik saja. Ia pun bertanya apa kakaknya ini yakin tak tahu dimana ponselnya.

Do Kyung berbohong mengatakan kalau ia yakin Do Hoon kehilangan ponsel saat kecelakaan. Apa Do Hoon kehilangan nomor telepon, bukankah sudah menghubungi semua teman kalau Do Hoon akan keluar negeri. Apa adiknya ini perlu menghubungi seseorang. Do Hoon yang kecewa bilang tak ada.
Kaki Do Hoon belum sembuh benar, ia harus berjalan dengan bantuan krek. Ia mendatangi apartemen Da Hae, tapi penghuninya sudah ganti. Ia pun bertanya apa penghuni baru ini tahu kemana pindahnya si penghuni lama. Tapi sayangnya dia ga tahu. Do Hoon jelas kecewa.
Ha Ryu membawakan surat nikah. Ia sudah mendapatkan tanda tangan Bibi Hong dan Taek Bae sebagai saksi. Ia ingin Da Hae menandatanganinya untuk didaftarkan. Tapi Da Hae belum bisa mendaftarkan pernikahannya. Ha Ryu mengatakan kalau Eun Byul akan masuk TK, ketika mendaftakan Eun Byul nanti akan aneh kalau tak ada nama ibunya. “Apa kau harus berstatus lajang baru bisa mendapatkan pekerjaan?”
Da Hae berkata perusahaan mana yang mau mempekerjaakan wanita yang baru lulus dan punya anak. Ia merobek kertasnya. Ha Ryu tak mengerti bagaimana bisa Da Hae merobeknya padahal sudah ada tanda tangan saksinya. Da Hae berkata kalau keduanya tak membutuhkannya karena memang tak akan mendaftarkannya.
Ha Ryu mulai kesal apa Da Hae harus membuat Eun Byul tak ber-ibu hanya karena untuk mencari pekerjaan. Da Hae ikut kesal bagaimana Ha Ryu bisa berkata seperti itu. Ha Ryu ingin berhenti bersembunyi tentang status keduanya dan membuatnya lebih jelas. “Apa kita bertiga tak bisa hidup dengan damai?”
Da Hae juga ingin hidup damai, apa Ha Ryu pikir ia senang bersembunyi di rumah Bibi Hong (bersembunyi dari kakak tirinya). “Kenapa kau membuatku menjadi ibu yang jahat? Aku hanya mencoba melakukan yang terbaik. Kenapa semua orang tak meninggalkanku sendirian?”
Ha Ryu makin tak mengerti apa mendaftarkan pernikahan itu mengganggu Da Hae. Da Hae menyahut karena itulah Ha Ryu seharusnya mencari pekerjaan di perusahaan yang layak, dengan begitu ia sendiri yang akan mendaftarkan pernikahannya. Ha Ryu menilai Da Hae benar-benar jahat padahal dulu tak seperti ini. Da Hae berkata kalau Ha Ryu seharusnya tak terkejut dengan sesuatu yang seperti ini.
Do Hoon mendapatkan alamat Da Hae. Di bawah hujan salju ia berjalan tertatih mencari rumah Da Hae. Da Hae yang akan kembali ke rumah Bibi Hong terkejut melihat Do Hoon di kejauhan.
Keduanya pun berpapasan, Do Hoon tentu saja senang pencariannya tak sia-sia. Da Hae menanyakan keperluan Do Hoon. Do Hoon tak bisa mengatakannya disini karena kakinya dan tanjakan ini tak bisa diajak bekerja sama. Da Hae menanyakan apa yang terjadi dengan kaki Do Hoon. Do Hoon mengatakan kalau ia mengalami kecelakaan.
Keduanya pun bicara di tempat yang enak (kayak perpustakaan). Do Hoon menyampaikan ketika kecelakaan ponselnya turut hilang jadi ia tak bisa menghubungi Da Hae. Ia juga tak bisa ke apartemen karena kakinya patah. Tak bertemu Da Hae hampir membuatnya gila, tapi ia mendapatkan ide untuk mencari dimana Da Hae. Ada Sekretaris di kantor, ia memintanya untuk mencarikan Da Hae tapi sekretaris bilang kalau Da Hae sudah berhenti dari perusahaan. Waktu itu ia hampir gila. Ia pun bertanya kenapa Da Hae berhenti dari perusahaan.
Da Hae tak mengatakan kalau Do Kyung memecatnya. Ia mengatakan kalau ia berubah pikiran. Da Hae pun menanyakan kenapa Do Hoon mencarinya sampai seperti itu.

“Aku hanya ingin melihatmu... seperti ini!” kata Do Hoon seraya tersenyum.

Do Hoon pun akhirnya mengatakan kalau ia akan berangkat ke Amerika minggu depan untuk menamatkan kuliahnya. Da Hae hanya menjawab, oh begitu.

“Apa kau tak bertanya dimana aku kuliah?” Do Hoon menunjukan brosur kampus yang akan menjadi tempat kuliahnya Pennsylvania University. Da Hae menilai kalau Do Hoon masuk ke universitas yang bagus.
“Apa kau mau pergi ke Amerika bersamaku?” Do Hoon bertanya lirih.
“Apa?”
“Apa kau tak mendengarku?”
“Ya. Aku tak mendengar dengan baik!” kata Da Hae.
“Tidak apa-apa!” kata Do Hoon tak mengulang pertanyaannya.

Da Hae merasa kalau ia perlu mengembalikan pemukul Hockey milik Do Hoon. Tapi Do Hoon ingin Da Hae menyimpannya. Da Hae bilang kalau ia tak memerlukannya. Do Hoon berkata kalau Da Hae tak perlu menggunakannya, Da Hae hanya perlu menyimpannya saja.

“Tapi, apa kau benar-benar tak mendengarku?” Tanya Do Hoon.
“Apa?” Da Hae balik bertanya (apa dia berharap Do Hoon mengulang pertanyaan tadi ya)
“Tidak ada.” Kata Do Hoon sambil menyimpan kembali brosur universitasnya. Da Hae tersenyum menatap Do Hoon. (senyum mencurigakan)
Dalam perjalanan pulang. Di bis, Da Hae mengingat perkatan Do Hoon tadi yang mengajaknya ikut ke Amerika.
Da Hae tidur sekamar dengan Bibi Hong. Ia tak bisa tidur memikirkan ucapan Do Hoon tentang kuliah di Amerika.
Da Hae sampai di rumah dan mengambil kumpulan artikel tentang Baek Do Kyung yang selama ini dikumpulkannya. Satu persatu ia membakarnya. Ia mengambil abu ibunya yang selama ini masih ia simpan. Ia menatap sinis abu pembakaran artikel Do Kyung.
Da Hae meletakan abu ibunya ke rumah abu. Ia juga meletakan foto ibunya disana. “Ibu. Aku tak akan bisa melihatmu untuk sementara. Aku akan pergi jauh. Apa mungkin ibu melihatku dari atas sana? Kalau iya, mulai sekarang jangan melihatnya. Aku mungkin akan melakukan sesuatu yang tak kau setujui.” Ucap Da Hae dalam hati penuh keyakinan dengan mata berkaca-kaca.
Do Kyung mengantar Do Hoon ke bandara. Ia berpesan adiknya jangan sampai tidak makan, jangan sakit. Do Hoon bilang tak usah khawatir dan jangan terlalu sering meneleponnya. Do Kyung kesal dengan candaan Do Hoon.
Do Hoon berjanji akan melakukan yang terbaik untuk membuat kakaknya bahagia. Do Hoon pun menyerahkan tubuhnya untuk ditabok, dibagian mana? Ya seperti biasa, hehe. plok, Do Kyung menabok pantatnya sambil tertawa.
Do Hoon melambaikan tangan pada kakaknya. Do Kyung menitikan air mata tapi ia berusaha tak terlihat sedih.
Ha Ryu, Da Hae dan Eun Byul makan mie saus hitam. Da Hae membersihkan mulut Eun Byul yang belepotan. Karena sudah selesai makan Eun Byul minta izin bermain di ruang bermain yang disedikan restouran itu. Da Hae membolehkan tapi Eun Byul tak boleh pergi ke tempat lain. Ha Ryu mengatakan kalau Eun Byul melompat senang ketika Da Hae bersedia makan mie bersama. Ia kemudian minta maaf karena memaksa Da Hae untuk mendaftarkan pernikahan, ia bahkan berteriak pada Da Hae tanpa alasan.
Ha Ryu pun menyadari satu hal, tak ada alasan bagi mereka untuk hidup di Seoul karena sekarang mereka tak mampu untuk pindah. Kakak tiri Da Hae mungkin akan datang mencari jadi Da Hae tak akan bisa pulang ke rumah. Tapi kalau keduanya pindah ke pinggiran kota biaya sewanya mungkin akan lebih murah. Mereka bertiga bahkan bisa hidup bersama. Ia juga ingin mencoba bekerja sebagai pembuat sepatu kuda, jadi ia menghubungi pembuat sepatu kuda yang dulu di peternakan. Bahkan dia mengajaknya untuk berkerja. Dia tinggal di peternakan Suh San di Chung Nam. Ia mengajak Da Hae pindah kesana. Disana Da Hae juga bisa mencari pekerjaan. Bagaimana menurutmu?
“Oppa, bantu aku pergi kuliah ke Amerika?” pinta Da Hae tiba-tiba hingga membuat Ha Ryu tersedak padahal ia ga makan atau minum apa-apa. Da Hae berkata kalau ia ingin pergi ke Amerika dan kuliah lagi. Da Hae sadar seseorang seperti dirinya yang keluarganya tak punya uang setidaknya ia harus mendapatkan gelar sarjana dari luar negeri. Ia tak bisa hidup seperti ini karena semuanya tak adil baginya dan membuatnya marah. Ia akan pergi dan kembali dalam waktu 2 tahun. Ia memiliki firasat kalau semuanya akan berjalan baik ketika ia kembali nanti.
Ha Ryu bingung dan berkata kalau keduanya akan membicarakan dan memikirkannya lagi. Keinginan Da Hae ini jelas membuat Ha Ryu tak tahu harus berbuat apa. Darimana ia mendapatkan uang kuliah ke luar negeri.
Eun Byul datang usai bermain, ia memperlihatkan ikat rambutnya yang lepas ketika bermain. Ia ingin Da Hae memasangkannya lagi. Ketika ikat rambutnya dipasang Eun Byul mengatakan kalau temannya memiliki ikat rambut yang ada aksesorisnya lebih besar. Da Hae bertanya apa Eun Byul menyukai ikat rambut yang aksesorisnya besar. Eun Byul dengan polosnya mengiyakan. Da Hae berjanji kalau ia akan membelikannya.
Eun Byul melihat ibunya menangis. Da Hae memeluk putri kecilnya sambil menitikan air mata. Ha Ryu yang baru kembali dari toilet melihatnya dan ikut sedih.
Di dalam bis dalam perjalanan pulang Ha Ryu memangku Eun Byul yang terlelap. Tangannya menggenggam tangan Da Hae. Ia menoleh ke arah Da Hae, tentang Da Hae yang ingin kuliah ke luar negeri ia akan mencari jalan apa yang bisa ia lakukan. Da Hae bertanya apa menurut Ha Ryu ada jalan untuk itu. Kalau Ha Ryu ingin mendapatkan uang sebagai pembuat sepatu kuda setidaknya harus belajar selama 5 tahun. “Darimana kau bisa mendapatkan uang itu?”

Ha Ryu tahu kalau biaya kuliah di luar negeri itu akan semakin mahal. Ia mengatakan kalau kerja di bar itu bayarannya tinggi. Kalau ia bekerja di bar lagi, ia mungkin saja bisa mendapatkan uang itu. Da Hae terdiam, ia tahu kemana arah pembiacaran Ha Ryu karena memang sudah tahu dimana Ha Ryu akan mendapatkan uang.
Taek Bae terkejut mendengar keinginan Da Hae kuliah ke Amerika. Menurutnya Da Hae sudah gila. Ha Ryu kesal, “Jaga ucapanmu dia itu kakak iparmu.” Taek Bae mengingatkan selama 4 tahun Da Hae kuliah, Ha Ryu sudah bekerja keras membantu menyelesaikannya. Ia menilai ini tak masuk akal, apa Ha Ryu tahu berapa biaya kuliah di Amerika. Ia minta Ha Ryu mengatakan pada Da Hae kalau itu tak mungkin terjadi.
Ha Ryu diam saja sambil meminum sojunya. Taek Bae menebak kalau Ha Ryu pasti sudah memutuskan mengirim Da Hae ke Amerika. Ia ingin tahu bagaimana Ha Ryu akan mendapatkan uangnya. Ha Ryu berkata kalau ia hanya perlu meneruskan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.

“Apa kau berfikir akan kembali ke Mediaterania?” Taek Bae tak percaya Ha Ryu akan kembali ke tempat itu. Tapi menurut Ha Ryu hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini. Ia harus melakukannya.
Taek Bae bertanya apa Ha Ryu akan memberi tahu Da Hae. Ha Ryu berkata kalau ia sudah memberi akan kembali bekerja di bar. Taek Bae pun ingat pesan Da Hae agar jangan mengatakan pada Ha Ryu kalau dia sudah tahu pekerjaan Ha Ryu. Taek Bae ingin tahu apa yang Da Hae katakan ketika Ha Ryu bilang akan kerja lagi di bar. Ha Ryu mengatakan kalau Da Hae bilang ok ok saja.

Taek Bae tak menyangka, ini benar-benar bisa membuatnya gila. Benar-benar sulit dipercaya. Ha ryu mengeluh bagaimana ia menghadapi Dir Park lagi. 
Dengan setelan jas dan dandanan yang rapi, Ha Ryu kembali ke Mediateraanean Sea. Ia ingat hari terakhir ketika meninggalkan tempat ini. Ia bersitegang dengan Dir Park.
Taek Bae mengantar Ha Ryu menemui Dir Park. Ha Ryu berbasa-basi menyakan kabar. Dir Park menyuruh Taek Bae keluar agar bisa bicara berdua dengan Ha Ryu. Dir Park berkata kalau ia sudah memberi Ha Ryu makan, uang dan mengajari selama 5 tahun. “Bahkan seeokor anjing tak akan menggigit tuannya yang memberi makan.” Ha Ryu minta maaf atas kejadian yang lalu.
Dir Park menilai Ha Ryu ini bahkan lebih parah dari anjing. Ia menunjuk ke arah Ha Ryu, “Merangkak!” perintahnya pada Ha Ryu. “Merangkak dengan kedua tanganmu, merangkak seperti anjing.” (sumpah nih orang ngeselin)
Ha Ryu diam, ini sangat merendahkannya. Dir Park pun akan keluar mengabaikan Ha Ryu. Tapi Ha Ryu menahannya, ia akan melakukan apapun yang diperintahkan Dir Park. Ha Ryu merangkak seperti yang diinginkan Dir Park. Ia menangis berusaha menyembunyikan air matanya.

“Kibaskann ekor juga!” perintah Dir Park. “Kibaskan ekor!” kata Dir Park sambil menandang-nendang Ha Ryu.
Dir Park yang emosi menendang dan menginjak Ha Ryu kuat-kuat. Taek Bae di luar ruangan mendengarkannya khawatir. Ia ingin sekali masuk ke ruangan membantu Ha Ryu tapi ia tak bisa berbuat banyak karena Dir Park ini bosnya. Setelah puas menghajar, Dir Park meminta Ha Ryu berdiri.

Sekujur tubuh Ha Ryu merasakan kesakitan. Dir Park meminta Ha Ryu kembali ke pola pikir dari awal, lupakan masa lalu dengan ini dan bekerja sama dengannya, lakukan yang terbaik. Keduanya berjabat tangan.
Setelah Dir Park keluar, Taek Bae masuk dan bertanya apa Da Hae tahu tentang semua ini. Haruskah ia menceritakan semuanya. “Haruskah aku menceritakan semuanya pada wanita itu?”
Ha Ryu menitikan air mata meminta Taek Bae menjaga ucapan tentang kakak ipar Taek Bae. Taek Bae ikut menangis melihatnya.
Ha Ryu membasuh wajahnya di toilet, ia menatap wajahnya di cermin. Tanpa ia sadari air matanya terus mengalir.
Taek Bae mengantar Ha Ryu pulang. Disana ia bertemu Da Hae. Tatapan keduanya lain, tak bersahabat. Da Hae menyapa mencoba bersikap ramah. Taek Bae akan mengatakan sesuatu tapi Ha Ryu menyela berterima kasih atas tumpangannya. Ha Ryu memberi kode agar Taek Bae segera pergi.
Setelah Taek Bae pergi Ha Ryu mengatakan kalau Da Hae tak usah mempedulikan Taek Bae karena dia itu selalu tak waras. Da Hae melihat wajah Ha Ryu yang terluka dan bertanya kenapa. Ha Eyu mengatakan kalau ia terjatuh di bar.
“Apa kau pergi ke bar?” tanya Da Hae yang sebenarnya tahu kemana Ha Ryu pergi. Ha Ryu pun berkata kalau ia membolehkan Da Hae kuliah di Amerika. Ia sudah memutuskan untuk kembali bekerja di bar. Kalau ia bekerja dengan baik, bos-nya berjanji akan membayarnya lebih.

Da Hae tak percaya apa ia bisa kuliah di luar negeri. Ha Ryu juga tak menyangka ternyata Da Hae akan menjadi orang yang pernah kuliah di luar negeri, ini sungguh membanggakannya. “Jangan pikirkan apapun, kau ke Amerika dan fokus pada pendidikanmu. Mengerti?” Da Hae mengangguk, “Terima kasih oppa dan maafkan aku.”
Da Hae pun mengemasi pakaian dan buku-bukunya. Bibi Hong tak percaya dengan jalan pikiran Da Hae, pergi ke Amerika meninggalkan suami dan anak. Ia sangat menentang keputusan ini, “Siapa yang peduli kau berpendidikan tinggi atau tidak? Siapa yang peduli kau kaya atau tidak? Selama kalian bertiga hidup bahagia, itulah yang terpenting.”
Da Hae : “Karena aku miskin yang tak punya uang aku kurang bahagia dibandingkan orang lain. Aku melakukan ini agar aku tak merasa lebih buruk.”

Bibi Hong yang masih tak setuju tak bisa mendoakan keberhasilan Da Hae kelak.
Ha Ryu dan Eun Byul mengantar Da Hae ke bandara. Ha Ryu berpesan agar Da Hae menjaga diri baik-baik, jangan lupa makan. Sebelum pergi Da Hae memeluk Eun Byul dan berpamitan. Eun Byul tersenyum mengucapkan selamat jalan pada ibunya.
Ha Ryu mengingatkan agar Da Hae menghubunginya ketika sampai disana. Ia juga mengatakan kalau ia sangat mencintai Da Hae. Ha Ryu masih ingin melihat wajah Da Hae yang berlalu tapi Eun Byul merengek minta ke kamar mandi.
Ha Ryu menggendong Eun Byul yang terlelap di punggungnya. Keduanya berada di luar bandara. Ha Ryu menatap sedih pesawat yang baru saja terbang.
Di Amerika. Baek Do Hoon sudah berjalan normal tanpa menggunakan krek lagi. Ia bergegas ke sebuah, apa ya namanya warung makan deh buat nonton bareng pertandingan Ice Hockey. Ia meletakkan tas-nya di kursi sebelah.
Do Hoon tampak menikmati pertandingan, kesal saat tim kesayangannya gagal mencetak gol dan ikut bersorak saat tim kesayanannya membuat gol.
Ya ampun ada Da Hae datang kesana, kebetulan ataukah Da Hae mencari tahu dimana keberadaan Do Hoon. Da Hae menghampiri Do Hoon tapi pemuda itu tak menyadari kalau itu Da Hae. Dia terlalu fokus menonton pertandingan.
Do Hoon menyadari ada orang yang akan duduk di sebelahnya. Tanpa menoleh ia mengambil tas agar orang itu bisa duduk ikut menonton. Tapi katika ia menoleh betapa terkejutnya kalau itu adalah Da Hae. Do Hoon tertawa senang tak menyangka.
Di Korea apa yang dilakukan Ha Ryu? Tentu saja ia menemani wanita-wanita yang membutuhkan kesenangan. Tamunya menuangkan bir ke wadah besar dan Ha Ryu pun harus meminumnya dengan imbalan 50 ribu won. Ha Ryu meneguknya sampai habis dan mendapatkan uangnya.
Tapi Ha Ryu merasa tak nyaman dengan perutnya usai meminum bir sebanyak itu. Ha Ryu berlari menuju toilet dan langsung muntah. (demi 50rb won sapai menderita kayak gini)
Pulang dari tempatnya bekerja Ha Ryu tak langsung pulang. Ia tertidur di depan sebuah bank menunggu bank itu buka.
Petugas Bank sepertinya sudah hafal karena Ha Ryu sering mentransfer uang ke Amerika. Ha Ryu mengatakan kalau istrinya sedang kuliah di Amerika. Ia membanggakan kalau istrinya itu sedang mempelajari sesuatu yang besar disana.
Do Hoon yang sedang belajar tak konsentrasi karena memikirkan Da Hae. Ia pun meneleponnnya. Da Hae menanyakan kenapa Do Hoon meneleponnya malam-malam. Do Hoon mengatakan kalau kakinya yang dulu patah tiba-tiba terasa sakit, ia tak bisa menggerakannya dan sekarang ia lapar. Jadi apa mungkin Da Hae bisa datang ke tempatnya sekarang. (padahal Do Hoon nelponnya sambil jalan-jalan di kamarnya) Da Hae melihat jam tangannya, jam 11 malam. Do Hoon pun tak memaksa, ia minta maaf sudah mengganggu.
Do Hoon yang tertidur di sofa terbangun karena ada yang menekan bel rumahnya. Ia melihat jam tangannya jam 5 subuh (kira kira usah subuh belum ya hehe)
Ketika membuka pintu Do Hoon terkejut kalau yang datang itu Da Hae dengan pakaian basah kedinginan. Do Hoon langsung memberikan selimutnya, ia bertanya apa yang terjadi kenapa ke tempatnya di hari hujan.
Da Hae mengatakan bukankah Do Hoon bilang padanya kalau tak bisa melakukan apa apa. Ia khawatir dan langsung keluar dari asrama. Tapi ia ketinggalan bis terakhir dan tiba-tiba turun hujan. Ini seperti kisah hidupnya, ketika mencoba sesuatu itu jarang berhasil atau selalu mendapatkan halangan. Tapi begitu ia mulai berfikir seperti itu, ia tiba-tiba merasa seperti tak boleh menyerah. Ia harus menempuh jalan itu.
“Kalau begitu, apa kau pergi setelah menjawab teleponku?” tanya Do Hoon. Itu berarti Da Hae sudah berjalan lebih dari 5 jam. Da Hae membenarkan.
Do Hoon langsung memeluk Da Hae. Ia tak mau Da Hae melakukan itu lagi, “Jangan pernah melakukan hal bodoh seperti itu lagi.” Huwaaaa lihat tatapan mata Da Hae mengingatkanku pada tatapan mata Chang Hee di belakang ketika memikat hati In Hwa.

1 tahun berlalu.....
Ha Ryu mendapat telepon dari Da Hae. Ia bertanya apa Da Hae sudah di bandara. Da Hae mengatakan kalau ia masih di asrama. Ia merasa kalau dirinya tak akan bisa mendapatkan penerbangan hari ini. Ditambah lagi profesornya meminta dirinya untuk bekerja dengannya selama liburan. Ia mungkin harus tinggal di kampus. Ha Ryu tanya apa itu selama liburan penuh. “Apa liburan kali ini kau juga tak bisa pulang?”
Da Hae mengatakan kalau ini kesempatan yang sangat bagus untuk belajar lebih. Jadi ia tak bisa pulang selama liburan. Ha Ryu mengerti, kalau itu untuk belajar ia tak bisa melarangnya. Da Hae minta maaf ia akan menghubungi Ha Ryu lagi nanti.
Ha Ryu jelas saja kecewa liburan kali ini Da Hae tak bisa pulang lagi. Bibi Hong yang mendengar percakapan telepon tadi bertanya bagaimana bisa Da Hae sama sekali tak menanyakan Eun Byul sedikitpun. “Kalau dia itu seorang ibu bagaimana dia bisa tak bertanya tentang anaknya?” Ha Ryu mengatakan itu karena memang berat kuliah di luar negeri.
Bibi Hong melihat gambar buatan Eun Byul, yang anak itu pikirkan hanya tentang ibunya. Ketika Eun Byul pulang dari penitipan anak, dia akan menangis karena ibunya tak jadi datang. Ia tak sanggup melihatnya. Ha Ryu pun mengeluhkan seharusnya liburan kali ini Da Hae pulang.
Di rumah keluarga Baek, Do Kyung menerima telepon dari Do Hoon yang memberitahukan tak bisa pulang ke Korea selama liburan ini. Do Kyung heran bukankah ketika liburan musim panas lalu Do Hoon juga tak pulang.
Do Hoon mengatakan kalau liburan kali ini ia akan keliling Amerika dengan teman sekelasnya. Ia tak bisa kalau tidak ikut sementara teman yang lain ikut semua. Do Hoon juga mengatakan kalau selama semester ini ia belajar sangat keras. Kalau tak percaya kakaknya bisa melihat catatan kuliahnya. (huwaaa dan ternyata Do Hoon sedang bersama Da Hae)
Da Hae menanyakan apa Do Hoon benar-benar tidak akan pulang. Do Hoon berkata kalau ia sangat ingin keliling Amerika. Keduanya pun mendiskusikan tempat yang akan mereka datangi (keliling Amerika berdua, teganya,,,, aku ga diajak hahaha)

Do Hoon tak masalah pergi kemana, “Kemanapun aku pergi aku akan baik-baik saja selama kau bersamaku.” (huwaaaa)

“Apa kau bisa memanggilku dengan benar? Aku ini lebih tua darimu!” Da Hae mengingatkan.
“Aku punya kakak yang lebih tua 18 tahun dariku. Kalau 2 tahun itu tak terpaut jauh!” sahut Do Hoon.
Bibi Ji Mi bertanya-tanya apa Do Hoon punya istri di Amerika. Kenapa tak pulang selama liburan. Presdir Baek kesal dengan perkataan adiknya, bagaimana bisa berkata seperti itu ketika bicara tentang anak-anak. “Tak bisakah kau menjaga ucapanmu? Kau tak bisa bicara sopan.”

“Oppa, ini hanya tak sengaja terucap. Berhentilah marah!” sahut Bibi Ji Mi. “Aku ingin mengatakan mungkin saja dia punya pacar disana!”
Do Kyung mengatakan kalau nilai Do Hoon sangat bagus jadi dia tak mungkin punya banyak waktu untuk pacaran. Presdir Baek merasa dengan nilai bagus seperti itu, Do Hoon diperbolehkan melakukan apapun. Bukankah ini ide bagus mengirim Do Hoon ke Amerika.
Tapi Do Kyung merasa cemas haruskah ia pergi menemui Do Hoon. Presdir Baek berkata biarkan saja karena Do Hoon sudah melakukannya dengan baik. Melihat sikap kakaknya yang manis terhadap Do Hoon, Ji Mi merasa heran kenapa kakaknya ini sekarang memihak pada Do Hoon.

Presdir Baek : “Hei.. kalau dia menyenangkan hatiku, apa aku punya alasan untuk marah?”

Tapi Do Kyung tetap cemas dan ga tenang nih.
Huwaaa... Ternyata benar Do Hoon dan Da Hae mengisi liburan bersama. keduanya akan jalan-jalan. Do Hoon mengucapkan selamat tinggal pada pohon dan rumah yang akan ia tinggal selama sebulan.

1 tahun kemudian lagi.
Jreng si Eun Byul sudah ganti pemeran. Ha Ryu mengajak Eun Byul ke rumah sakit untuk menjenguk Bibi Hong. Eun Byul menyebut Bibi Hong dengan sebutan nenek. Bibi Hong senang melihat kedatangan Eun Byul. “Nenek, semoga kau lekas sembuh!” kata Eun Byul sambil memberikan bunga.
“Eun Byul, apa kau tak punya bunga untuk paman?” Tanya Taek Bae. “Tapi bunganya untuk orang sakit!” kata Eun Byul. (kalau paman mau bunga paman sakit dulu sana hahaha) Bibi Hong tersenyum terharu. Kehadiran Eun Byul membuat hari-harinya selalu penuh senyuman.
Bibi Hong betanya pada Taek Bae kenapa pegawai administrasi rumah sakit datang kesini. Ia menebak kalau itu pasti tentang biaya rumah sakit. Taek Bae bercanda mengatakan kalau pegawai rumah sakit bilang itu karena ia tampan. Bibi Hong paham betul biaya operasi dan kemoterapi pasti sangat tinggi. Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya. (sakit apa ya Bibi Hong)
Ha Ryu meminta Bibi Hong tak perlu mencemaskan itu. “Kau sudah sangat baik padaku, aku akan mengurusmu bahkan kalau aku harus menjual tubuhku. Jadi jangan khawatir.”
Bibi Hong mengatakan kalau orang yang tak punya uang selalu jatuh sakit. Ha Ryu mengingatkan Bibi Hong jangan bicara tentang itu.
Ha Ryu dan Taek Bae jelas pusing dengan biaya rumah sakit Bibi Hong yang tak sedikit. Taek Bae menyuruh Ha Ryu agar meminta Da Hae untuk cuti kuliah hanya semester ini saja. “Katakan padanya kalau kau tak punya uang!”

Tapi Ha Ryu tak bisa melakukan itu, Da Hae itu istrinya bagaimana bisa ia mengatakan itu. Taek Bae bingung lalu apa yang akan Ha Ryu lakukan dengan biaya rumah sakit Bibi Hong. Karena nyawa seseorang sekarang sedang dipertaruhkan bahkan Ha Ryu sendiri tak mampu membiayai diri sendiri. Ha Ryu juga pusing ga tahu mesti ngapain.
Da Hae menerima telepon dari Ha Ryu yang memintanya untuk cuti kuliah. Tapi Da Hae berkata kalau sekarang semester terakhirnya. Ha Ryu mengatakan biaya rumah sakit Bibi Hong sangat mahal, akan membutuhkan banyak uang untuk kemoterapinya. Jadi apa bisa Da Hae ambil cuti untuk semester sekarang.

Da Hae mengatakan kalau kuliah di Amerika tak seperti di Korea. Kalau ia berhenti sekarang pelajaran yang telah ia lakukan akan sia-sia. Kalau Ha Ryu akan melakukan ini seharusnya tak perlu mengirimnya uang. “Tak bisakah kau melakukan sesuatu? Aku mohon.” Ia tak mau membuang semuanya disaat terakhir kuliahnya. Ha Ryu melamun bingung.
Ha Ryu akan meminta pinjaman dari bosnya, tapi Dir Park tak bisa memberi pinajaman lagi. Ha Ryu memohon pinjamkan 3 juwa won saja. Dir Park mengatakan kalau ditambah 3 juta berarti bulan ini saja Ha Ryu sudah pinjam 5 juta won. Ha Ryu berjanji akan melakukan yang terbaik untuk membayar hutangnya.

Dir Park mendengar kalau Ha Ryu menghabiskan seluruh uang yang didapat untuk seorang wanita. Ia menilai apa yang dilakukan Ha Ryu sungguh bodoh. “Kalau kau memberikan segala yang kau punya dan bahkan lebih, apa yang akan kau lakukan kalau hatinya berubah?”

Ha Ryu mengatakan kalau tak akan seperti itu. Tapi menurut Dir Park yang namanya uang bisa membuat orang melakukan hal buruk. Ia tak bisa memberi Ha Ryu pinjaman lagi. Tapi kalau benar-benar putus asa Ha Ryu bisa datang ke tempat ini. Dir Park memberikan kartu nama seseorang.
Ha Ryu merenung sendirian. Ia menatap kartu nama yang diterima dari bosnya. Ia pun memutuskan untuk mendatangi tempat itu.
Ha Ryu mengenakan setelan rapi menekan bel sebuah pintu kamar (hmm kemungkinan hotel) dengan tekad bulat karena tak ada jalan pintas lain ia masuk ke kamar itu. Terdengar suara wanita yang menyuruh masuk.
Huwaaaa ini si Nyonya yang rese, si Nyonya yang ngasih nama Seung Yoon ke Ha Ryu.
Do Hoon dan Da Hae duduk di depan perapian menghangatkan badan. Da Hae bertanya Do Hoon lebih suka hangat atau dingin. Do Hoon berkata kalau ia tak bisa mengatakannya sekarang jadi apa yang harus dilakukannya. Da Hae tanya kenapa, tinggal pilih saja hangat atau dingin.
Do Hoon menatap Da Hae dan kembali mengatakan kalau ia tak bisa mengatakannya sekarang. Apa yang harus ia lakukan, Do Hoon mengatakannya lagi. katanya sulit mengatakannya. “Apa itu?” Da Hae ingin tahu.
“Menikahlah denganku..!” ucap Do Hoon seraya tersenyum. “Aku bahkan tak memikirkannya sampai pagi ini. Itu sebabnya aku belum menyiapkan cincin. Tapi sekarang aku merasa sangat ingin menikah denganmu.”

“Jangan bercanda!” sahut Da Hae mengira ucapan Do Hoon hanya candaan semata.

Do Hoon menegaskan kalau yang ia ucapkan bukanlah candaan. “Aku serius. Aku mencintaimu. Maukah kau menikah denganku?”
Do Hoon memberanikan diri mencium Da Hae. Da Hae terpaku diam tapi perlahan ia menyambut ciuman Do Hoon.
Dan di kamar hotel, Ha Ryu dan si Nyonya menanggalkan pakaian mereka.
Da Hae mengancam kalau Do Hoon bercanda, Do Hoon akan mati. Do Hoon kembali meyakinkan kalau ia serius ingin menikah dengan Da Hae. Da Hae pun mencium Do Hoon lebih dalam dari ciuman yang pertama tadi.
Si Nyonya keluar dari kamar mandi dan melihat Ha Ryu masih ada disana. “Kenapa? Apa ada yang ingin kau katakan?” Ha Ryu tak enak mengatakan kalau ia (minta bayaran-ah sumpah saya nulisnya ga tega)

Si Nyonya minta maaf ia lupa. Ia pun memberikan sejumlah uang pada Ha Ryu. Beberapa lembar uang 1 juta won. Setelah menerima uang Ha Ryu keluar dari kamar.
Langkahnya gontai, tatapannya seolah kosong.
Ha Ryu duduk di tangga menatap uang yang didapatnya dengan cara menyedihkan. Ini lebih dari sekedar menjual tubuhnya. Ia mengganggam erat uang itu dan menangis meratapi semuanya.

Komentar :
Huwaaaa nyesek banget nonton episode kali ini. Nangis liat apa yang dilakukan Ha Ryu untuk Da Hae. Da Hae sendiri juga tega, padahal dia tahu kalau Ha Ryu pasti nyari duit buat dia dengan cara kayak gitu. Ok dan inilah ambisi Da Hae. Sekarang dia mulai melancarkan ambisinya. Ia bahkan meminta arwah ibunya tak melihat apa yang ia lakukan sekarang.
Taek Bae aja sekarang jadi sebel sama Da Hae. Ya iyalah kalau saya jadi Taek Bae juga gitu. Udah tahu Ha Ryu kerja kayak gitu demi Da Hae eh malah minta dibiayai kuliah di luar negeri.

Bibi Hong sakit apa ya kok sampai di kemoterapi gitu. Dan akhirnya demi mendapatkan biaya pengobatan Bibi Hong, Ha Ryu rela melayani si tante kesepian. Sumpah nyesek banget pas adegan terakhir di tangga.
Ternyata dia Cha Jae Woong bukan Ha Do Ya (ngarep banget karakter Ha Do Ya muncul padahal ga mungkin ya) hmm ternyata Jae Woong seorang ahli hukum. Ayah Jae Woong sadar dari koma kali ya. Sepertinya dia ingin mengungkapkan pesan terakhir kalau Jae Woong punya saudara kembar.

Kemungkinan Jae Woong sama Ha Ryu itu sodaraan. Bisa jadi keduanya anak orang kaya tapi karena satu hal yang satunya ditaruh di panti asuhan, tapi karena merasa bersalah ayah Jae Woong pengen ngebuka semuanya. Atau mungkin pada awalnya mereka berdua di panti asuhan trus Jae Woong diadopsi keluarga kaya yang baik. Yang jadi pertanyaan buat saya di episode 1 itu siapa Ha Ryu atau Cha Jae Woong.
Berharap Do Hoon bukanlah Ha Ryu yang kedua, pria bodoh yang mengorbankan semua untuk wanita yang dicintainya. Tapi tema drama ini kan emang gitu ya. Reaksi Do Hoon kalau tahu Da Hae sudah bersuami dan punya anak gimana ya.

33 comments:

  1. Huwaaaa.. Daebakkk, keren ni ceritanyaa.. Tambah benci deh sama da hae, ih kok ada seorang ibu yg tega ninggalin anaknya cuma buat ambisi doank.. Keren2 aktingnya.. Ditunggu episode 5nya ba.. Hwaitiinggg.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Episode 5 baru akan tayang hari senin besok....

      Delete
  2. Huwaaaa.. Daebakkk, keren ni ceritanyaa.. Tambah benci deh sama da hae, ih kok ada seorang ibu yg tega ninggalin anaknya cuma buat ambisi doank.. Keren2 aktingnya.. Ditunggu episode 5nya ba.. Hwaitiinggg.. ^^

    ReplyDelete
  3. gila gila yaaa....adduh kok bisa yaa da hae seprti itu..dan ha ryu mau menjual tubuhnya buat da hae sementra da hae bersenang senag denga pria lain...hadddeuuhh...nyesek banget

    oiya di episode 1 da hae menjadi istri presiden apakah mungkin presiden nya dong hon ??? jadi penasaran dan yg tertembak siapa yaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia yang jadi pertanyaan saya juga, siapakah yang menjadi suami Da hae sekaligus yang menjadi Presidennya... apa itu Do Hoon...? atau mungkin ada yang lain...

      Delete
    2. kayak nya do hoon deh mb yg jd presiden nya ...

      Delete
    3. klw menurut aku bukan do hoon yang jadi presiden.
      mungkin akan ada pria lain.
      jadi galau lagi deh gara-gara Queen of ambition.
      padahal kegalauanku baru hilang setelah I miss you sama nice guy...

      Delete
  4. ikutan ksh komen ya...di episode 1 ad yg ktmbk,ap mgkn ya,ryu yg ktmbk.kl sandaix ryu yg ktmbk trs mati,isa2 suatu hr kmbarane yg blz dndam.gak bisa dbyagin pembalasan sprti ap yg bkl ddapet da hae.....;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kembarannya balas dendam mungkin saja... atau malah yang terbunuh itu si kembarannya n Ha Ryu yang mengambil tongkat estafet menjadi Jaksan... semuanya kemungkinan ada...

      Delete
  5. Ah.. speechless... Ha Ryu segitunya demi cewe, tp cewenya gak tahu terima kasih. uda dibutain sama duit.

    Makin menarik nih dengan kemunculan si Jae Woong. Penasaran gimana ceritanya bakal berkembang. Sama penasarannya, yang di episode 1 itu Ha Ryu atau Jae Woong? Ataukah Ha Ryu akhirnya bisa masuk ke kepolisian karena bantuan Jae Woong?

    Ga sabar nunggu lanjutannya... Semangat Mba Anis! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhhh makin penasaran sama Jae Won eh salah Jae Woong hehe. apalagi dialognya di episode ini dikit banget. tapi senyumnya itu lho beda banget sama Ha ryu...

      Delete
    2. senyum orang hidup senang kali ya? :D kalo Ha Ryu kan susah terus hidupnya... T.T

      Delete
  6. iih itu yg jadi eun byul yg sedikit gede kan 'pacar'nya moon mason. bhahahahak xDDDD

    ReplyDelete
  7. Drama ini bener2 real dramaticly daann.... Anis bangeeett. :D
    Baru ini lihat Soo Ae perannya antagonis, biasanya kan dia melankolis dan ternyataaa... Daebaakkk. Soo Ae bener2 bikin aku gemes ampe rasanya pengen gigit. Semoga Yunho bisa mengimbangi akting keren kwon sang woo and Soo Ae.
    Anis Fighting ; ) thanks untuk sinopsisnya yg bener2 from The heart....

    ReplyDelete
  8. mb Anis, tengkyu eps ke 4-nya, tadi cobain buka ternyata udah ada...hr ini br tayang eps 5 yah mb.....hmmm.....saya bacanya aja udah nyesek...apalgi kalo nonton yah...kayaknya bakalan banjir nangis nih......sinop may queen dah ada juga yah...tengkyu mb......FIGHTING.....

    ReplyDelete
  9. aku makin sebel sama da hae, dan di ep.1 menurutku itu ha ryu dan da hae yg tertembak eh bukan tertembak tapi menembak dirinya sendri. dan mungkin si jae woong nanti akan mati, matinya dibunuh da hae *awalnya da hae mau bunuh ha ryu tp malah ngebunuh jae woong karna da hae gatau kalo ha ryu punya kembaran hehe ini hanya menurutku -,-

    ReplyDelete
  10. bagi pecinta drama korea, baca novel bertema korea di http://hanyejin.blogspot.com/2013/01/sinopsis-dan-pemeran-autumn-pain.html
    ceritanya korea banget....
    ada balas dendam juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku dah baca. judulnya Autumn Pain kan.
      lumayanlah.........

      Delete
  11. saya punya 2 hal yang timbul setelah membaca sinopsis Queen of Ambition :
    1. apa mungkin do hoon anaknya do kyung?? memang sih gak aneh kakak dan adik beda 18 tahun..(seperti Maeri dan tae joon) tapi saat bapaknya melihat do hoon jadi teringat si brengsek itu kan aneh...pasti ada rahasia.
    2. setelah baca 4 episode, menurut saya sifat jahat Da Hae itu karena sifat pendendamnya. dia gak suka dihina. seperti saat dia mencuri cincin berlian di episode 1 padahal cincinnya cuma dibuang sama Da hae..dan mendekati Do hoon juga karena dihina oleh do kyung makanya muncul niat untuk memikatnya..
    hmmmm....ini cuma sok taunya gita aja ya..^^
    tapi jadi kepikiran terus kalau gak sempat diutarakan.
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju gita,do hoon anaknya do kyung makanya over protected gitu,sepertinya bapak kandungnya gak bertanggung jawab makanya bpknya do kyung selalu bilang brengsek,dan soal da hae n do hoon kan do hoon emang jatuh cinta ama da hae jd setelah dia dihina ama do kyung ya kenapa gak sekalian aja dia manfaatin perasaan cintanya do hoon.Klo prediksi kita2 disini bener b'arti ceritanya mudah ketebak yaa.~Kiki~

      Delete
  12. Mba Anis n all,Klo mau nonton drama2 korea d stasiun SBS,MBC atau semacamnya,langganan tv kabel apa ya??Parabola biasa,Indovision atau apa??Aku mauu...tolong infonya.Thanks...~Kiki~

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku ga langganan TV kabel jadi ga begitu paham. tapi ada Tv kabel malaysia yang nayangin drama SBS. apa itu ya lupa namanya hehe... yang tahu monggo share info...

      Delete
    2. Trus mba anis ikutin drama Queen of Ambition ini caranya gimana?aku mau ikutin dramanya juga tapi aku gak tau caranya gimana,aku kira lewat tv langganan trnyata bukan ya?! ~Kiki~

      Delete
    3. langganan indovision aja mb. disitu ada tv berbayar namanay TV ONE. khusus nyiarin acara korea. film yawang ini juga udah maen dimulai tgl 4 hari ini eps 1. bayar 150rb/ bln. coba aja hubungi dealer indovision. tx

      Delete
    4. Makasih yaa infonya.Oya Pake teks bhs indonesia gak?Kan udh tayangan ulang tuh. ~Kiki~

      Delete
    5. Kiki : sepertinya engsub deh... Kan channel itu punya malaysia...

      Kalau mau yg indo sub download video raw nya aja n tar DL sub indonya...

      Delete
    6. Thanks ya mba anis,utk saat ini aku baca sinopsisnya d blog mba aja dlu,nontonnya nanti aja klo dvd nya udh ada,ini aja udh berasa kayak nonton krn ceritanya enak dibaca,lengkap n terperinci.Ada gambarnya lagi:)

      ~Kiki~

      Delete
    7. klo aku pake telkom vision,paket prime style,,disitu ada one yg nayangin drama2 sbs, ada juga kbs world yang nanyangin drama2 kbs( indonesia subtitle),bayar 165 per bulan..tapi awal pemasangan aku pake dulu paket hit byrny 100,,soalnya 3 bln pertama dpt gratisan open all chanel,,udah 3 bln br aku upgrade ke paket prime style,,
      klo mu pasang hub aja kantor telkom terdekat ato bisa jg hub 147..

      Delete
  13. mlm. mb Anis, yawang eps 5 lom yah ? hehe..nungguin nih....tengkyu mb

    ReplyDelete
  14. mbak anis saya izin live ni sinopsisnya di blog saya ya....

    ReplyDelete
  15. pengen nangis liat ra hyu T.T, segitu cinta n berkorbannya dia buat da hae...
    huaaaaaaaaaaaa g rela deh kl yunho jg lakuin apapun buat tuh cewek T.T

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...