Tuesday, 22 January 2013

Sinopsis Queen of Ambition Episode 1

Reader jangan protes ya, biasa nih penyakit lama kalau lagi suka sama satu drama pasti tangan jadi gatel pengen ngetik2 hahaha. Menonton drama ini karena bener2 penasaran sama jalan ceritanya, ditambah lagi Kwon Sang Woo yang main. Drama KSW terakhir yang kutonton Daemul tapi sampai sekarang belum tamat nontonnya hehe.


  • Title: 야왕 / Yawang
  • Also known as: Queen of Ambition / Night King / Wild King
  • Genre: Melodrama, romance
  • Episodes: 24
  • Broadcast network: SBS
  • Broadcast period: 2013-Jan-14
  • Air time: Monday & Tuesday Night 21:55
  • Original Soundtrack: Yawang OST

Cast

Extended Cast


Production Credits

Queen of Ambition episode 1
“Kalau kau ingin balas dendam, kau harus menyiapkan dua kuburan”
Ha Ryu (Kwon Sang Woo) adalah jaksa yang ditugaskan untuk satuan khusus. Kali ini ia ditugaskan untuk menggeledah dan melakukan penyitaan di Blue House dimana tersiar kabar bahwa Ibu negara, Joo Da Hae (Soo Ae) telah melakukan tindak pidana korupsi. Penggeledahan ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Blue House (Blue House : istana negaranya Korsel)
Di Blue House sendiri tengah berlangsung acara yang dipimpin oleh ibu negara. Ibu negara sedikit menceritakan masa lalunya ketika muda. Ia harus berhenti kuliah dan bekerja mencari uang untuk ibunya yang sakit. Daripada mendengarkan ucapan simpati, memiliki seseorang yang bisa berbagi kesedihan dan kebahagiaan membuatnya menjadi lebih tegar.
Untuk penggeledahan kali ini Ha Ryu membagi tugas satuan khususnya. Ia sendiri berada di tim 1 menggeledah kamar pribadi ibu negara. Penggeledahan kamar pribadi tentu saja ditentang oleh satuan pengamanan. Tapi posisi Ha Ryu lebih kuat karena ia memiliki surat perintah. Petugas kemanan tetap melarang kejaksaan menggeledah kamar pribadi ibu negara selain sebelum mendapatkan ijin. Ha Ryu pun meminta bertemu dengan ibu negara.
Petugas satuan kemanan langsung menyampaikan kabar adanya rombongan kejaksaan yang ingin melakukan penggeledahan dan meminta bertemu. Tapi ibu negara meminta kejaksaan untuk menunggu sampai acara selesai.
Karena mungkin terlalu lama Jaksa Ha Ryu pun masuk ke aula acara. Keduanya bertemu pandang dengan tatapan tajam. Ibu negara pun terpaksa meninggalkan acaranya hingga membuat tamu bertanya-tanya apa yang terjadi.
Karena Jaksa Ha Ryu merupakan satuan khusus yang dikirim kejaksaan maka ibu negara meminta Ha Ryu saja yang masuk ke kamar pribadinya. Ibu negara menilai kalau yang dilakukan ini merupakan salah satu upaya untuk mempermalukan dirinya dimata publik.

Agar tak ada yang masuk Da Hae pun mengunci pintu. Ia langsung menodong Ha Ryu dengan pertanyaan menggunakan bahasa informal apakah Ha Ryu menganggap ini sebagai cara untuk melakukan balas dendam padanya. Ia menilai kalau Ha Ryu masih kekanak-kanakan.
Da Hae yang notabene istri seorang presiden bukankah seharusnya bicara secara terhormat. Tapi Da Hae mencibir tentang tugas satuan khusus yang diemban Ha Ryu. Ia menganggap kalau Ha Ryu sudah memalsukan cerita bahwa ia telah menyuap kandidat lain dan membuat suaminya terpilih menjadi presiden tapi ia menilai kalau Ha Ryu tak memiliki bukti atas tuduhan itu.
Ha Ryu pun memulai penggeledahan dengan meminta ibu negara membuka brankas. Da Hae dengan senang hati akan membukakannya karena Ha Ryu memiliki surat perintah. Sambil membuka brankas Da Hae bertanya apa bisa Ha ryu menghalangi Presiden hanya dengan bermodalkan kecurigaan. Apa jawaban Ha Ryu. Ia mengatakan kalau ia tak peduli dengan presiden, ia hanya tertarik pada ibu negara. Da Hae memastikan kalau Ha Ryu akan menerima balasannya setelah mempermalukannya seperti ini. Ha Ryu mengatakan kalau itu tak akan berakhir hanya dengan dipermalukan. Kalau ibu negara yang dihormati oleh mayarakat ternyata seorang pembunuh.
Tubuh Da Hae menegang ketika ia berhasil membuka brankas dan mendengar apa yang dikatakan Ha Ryu. Ha Ryu mengungkapkan kalau satuan khusus hanyalah untuk mengatur panggung sementara pertunjukan sebenarnya baru akan dimulai sekarang. “Ibu negara adalah seorang pembunuh.”
Apakah isi brankas itu, uang, perhiasan, dokumen2 dan pistol.
“Kenapa kau dulu melakukannya? Kenapa kau membunuhku?” bentak Ha Ryu.
Da Hae mengambil pistol menodongkanya pada Ha Ryu. Ha Ryu tak gentar ia malah menantang apa ibu negara ini mau mencoba untuk membunuhnya lagi. Sambil tetap mendongkan pistol Da Hae menanyakan apa yang Ha Ryu inginkan. Dengan marah dan berkaca-kaca Ha Ryu mengatakan kalau ini bukanlah tempat Da Hae berada. “Kembalilah ke tempat asalmu. Ke tempat kumuh. Berjalan keluar dari sini dan kembali ke tempat asalmu.”
Kemudian terdengarlah suara pistol. Satuan pengaman ibu negara panik, mereka bersiaga. Mereka menembak pintu yang terkunci berusaha membuka kunci. Apa yang terjadi di dalam sana.
Pistol jatuh ke lantai, Ha Ryu memeluk tubuh Da Hae. Darah mengucur ke bawah membasahi lantai. Siapakah yang tertembak? Pintu dibuka oleh satuan pengaman dan flash back.....

12 tahun yang lalu
Ha Ryu tinggal di sekitar peternakan kuda. Dia tinggal dengan seorang ahjumma. Ia sangat akrab dengan ahjumma itu, Bibi Hong. Ha Ryu juga memiliki seorang teman yang bernama Taek Bae yang selalu ia temui di akhir pekan.
Ha Ryu memainkan dadu hitam putih yang selalu dibawanya. Ia menemui temannya. Ia melihat kawannya ini dipukuli, ia tak terima tapi temannya meminta Ha Ryu membiarkannya saja karena itu kesalahannya. Jelas disini kalau Ha Ryu orangnya emosian dan setia kawan.
Taek Bae meminjamkan uang pada seorang gadis tapi ketika ditagih gadis itu tak membayarnya. Ia belum pernah melihat gadis setangguh itu. Keduanya pun ke rumah kumuh gadis itu. Taek Bae mengingatkan temannya kalau ketika ia datang menagih minggu lalu ia dilempari barang-barang. Ha Ryu pun akan mengatasinya.
Ha Ryu yang masuk ke rumah itu terkejut melihat seorang gadis terduduk menunduk di depan sesuatu yang tertutup. Ha Ryu langsung mencium aroma tak sedap. Ia membuka penutup kain putih itu, yang ternyata ada mayat disana.
Ha Ryu jelas ketakutan, ia menyantuh tubuh gadis yang menunduk. Gadis itu setelah mendongakkan wajahnya, ia langsung pingsan. Ha Ryu memanggil Taek Bae untuk memanggilkan ambulance.
Di dalam ambulance Ha Ryu panik dan menggenggam dua dadu hitam putihnya. Apakah ia kenal dengan gadis ini.
Ini 7 tahun lalu sejak terakhir aku melihat Da Hae.
Ya, ia ternyata mengenali gadis itu sebagai seseorang yang pernah tinggal bersama di panti asuhan. Saat itu Da Hae harus meninggalkan panti karena Ibu kandung Da Hae menjemput dan ternyata Da Hae sudah punya ayah tiri dan Oppa tiri.
Ia pamitan pada Ha Ryu dan percaya kalau Ha Ryu pun bertemu dengan ibu seperti dirinya. Ia tahu kalau Ha Ryu oppa-nya memiliki dadu hitam maka ia pun memberikan dadu putih miliknya agar disimpan oleh Ha Ryu. Ia minta Ha Ryu menganggap dadu putih ini dirinya.
Ha Ryu tentu saja kecewa dengan perpisahan ini. Ia marah dan mendorong Da Hae. Tapi Da Hae tak marah, ia malah berpesan agar Ha Ryu oppa nya menjaga diri. Ha Ryu menangis dan langsung lari.
Taek Bae masih tak percaya kalau gadis itu Da Hae, seseorang yang pernah tinggal bersama di panti asuhan. Ha Ryu, walaupun itu sudah 7 tahun berlalu tapi ia bisa mengenali kalau itu Da Hae. Mereka bertanya-tanya apakah itu mayat ibunya Da Hae.
Ha Ryu tanpa sengaja mendengar penjelasan dokter ketika Da Hae sudah sadar. Ternyata Da Hae belum tidur dan makan selama 3 hari dan juga berada di samping mayat. Dokter menyarankan agar Da Hae menyiapkan pemakaman. Dokter tak mengerti bagaimana Da Hae bisa tinggal dengan mayat selama 3 hari. Tapi Da Hae akan membawa mayat ibunya kembali pulang, ia tak memiliki biaya untuk pemakaman ibunya dan juga ia tak punya uang untuk membayar rumah sakit. Ha Ryu yang mendengar itu akan membayar biayanya.
Ha Ryu tak menyangka kalau ia akan bertemu Da Hae dalam keadaan seperti ini. Ia mentraktir Da Hae makan, tapi gadis itu diam saja. Da Hae pun menanyakan apa Ha Ryu memiliki banyak uang. Kalau memang demikian ia ingin Ha Ryu membelinya, dengan begitu ia bisa menggunakan uang itu untuk biaya pemakaman ibunya dan Ha Ryu pun bisa menggunakan dirinya sesuka hati.

Ha Ryu yang tak menyangka kehidupan Da Hae seburuk ini pun mengatakan kalau ia akan membeli Da Hae maka dari itu mulai sekarang Da Hae harus mendengarkan apa perkataannya. Ia pun menyuruh Da Hae untuk menghabiskan makanan.
Ha Ryu meminta uang miliknya pada Bibi Hong ia sangat membutuhkan uang itu sekarang. Bibi Hong yang khawatir menebak apa Ha Ryu sedang terlibat masalah. Ha Ryu pun mengatakan kalau ia bertemu Da Hae. Bibi Hong pun memberikan uang itu tapi ia mengingatkan kalau ini adalah uang tabungan pendidikan Ha Ryu. Ha Ryu berjanji kalau ia akan menabung lagi.
Pemakaman ibu Da Hae. Ia selalu ingat apa yang ibunya katakan, akan lebih baik kalau kita semua mati. Bukan hanya ayah, tapi mereka bertiga labih baik mati pada saat itu. kapankah itu?
Ketika Da Hae kecil, lebih kecil dari 7 tahun lalu di panti asuhan. Da Hae terbangun dari tidur dan mencari ayah dan ibunya. Ia menangis ketika melihat kedua orang tuanya tak sadarkan diri di mobil yang terkunci. Ia menjerit menangis memanggil ibunya.

Seseorang melintas dan melihat kalau di dalam mobil ada sesuatu yang berasap, sepertinya keduanya keracunan atau sengaja diracun atau sengaja meracunkan diri. Pria itu langsung memecahkan kaca mobil dan mengeluarkan tubuh orang tua Da Hae. Da Hae menangis di depan tubuh kedua orang tuanya yang tak sadarkan diri.
Da Hae ingat pesan terakhir sebelum ibunya meninggal, jangan sampai kelaparan.
Ha Ryu dan Taek Bae mengantar Da Hae pulang. Da Hae membawa pulang abu ibunya. Da Hae akan tetap tinggal di rumahnya dan berencana melanjutkan pendidikannya lagi. Ia sudah memutuskan kalau ia akan belajar dan kuliah. “Ketika kau tak memiliki apa-apa, pendidikan adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.” Ia menyadari hal itu ketika menunggui mayat ibunya selama 3 hari. Ha Ryu tak bisa menerima kalau Da Hae akan tinggal sendirian. Ia pun memberikan ponselnya dan berpesan kalau terjadi seseuatu Da Hae bisa menghubungi Taek Bae.
Ketika Da Hae akan kembali ke rumahnya tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya. Da Hae kenal dengan orang itu, kakak tirinya. Joo Yang Hoon memberi kode agar Da Hae diam. Ia menoleh ke arah rumah Da Hae terlihat seorang pria paruh baya keluar dari rumah itu. Melihat pria itu Da Hae ketakutan. Yang Hoon membawa Da Hae pergi dari sana. Hmm pria itu ayah tiri Da Hae.
Da Hae tak mengerti bagaimana ayah tirinya bisa menemukan rumahnya, Yang Hoon mengatakan kalau kemungkinanan ayahnya mencari keberadaan Da Hae dan ibu setelah mendengar berita kematian ibu. Ia yang baru keluar dari penjara mengikuti kemana ayahnya pergi. Ia menyarankan agar Da Hae segera pindah. Da Hae ingin sekali membunuh ayah tirinya. Ia sangat menyesal karena dirinya Yang Hoon dipenjara. Tapi Yang Hoon tak setuju dengan niat adiknya karena hal itu akan membuat Da Hae masuk penjara seperti dirinya. (Hmm kenapa Yang Hoon bisa masuk penjara) Ayah tiri Da Hae menoleh kiri kanan mencari keberadaan Da Hae. Melihat pria itu keinginan Da Hae untuk membunuhnya pun semakin besar.
Da Hae berkemas, ia membereskan buku dan pakaiannya. Ia menyimpan di loker. Ia juga menyimpan abu ibunya disalah satu loker. Da Hae hanya memiliki sedikit uang sisa pemakaman ibunya, ia bingung haruskah menjual ponsel pemberian Ha Ryu.
Bibi Hong manyiapkan banyak makanan, ia berusaha mengingat berapa usia Da Hae ketika ibu kandung Da Hae membawanya kembali. 13 tahun jawab Ha Ryu. Dan ayah kandung Da Hae meninggal ketika Da Hae masih kecil dan ibunya menikah lagi, tebak Bibi Hong. Ha Ryu ingin memberikan makanan yang banyak untuk Da Hae ia meminta Bibi Hong untuk menambahkan kembali makanannya. Bibi Hong yang kesal bertanya apa Ha Ryu akan memberikan segalanya untuk Da Hae, kenapa tak sekalian saja membawa kotoran kuda untuk diberikan padanya. Hihi. Bibi Hong ingin tahu apa Da Hae memiliki keluarga lain. Ha Ryu merasa kalau Da Hae memiliki seorang kakak laki-laki (kakak tiri).
Ha Ryu mengantar makanan ke rumah Da Hae tapi sayang rumah itu kosong hanya tertinggal beberapa barang-barang yang berantakan. Ia tentu saja kecewa. Ia melihat seorang pria tua, ayah tiri Da Hae di sekitar rumah itu. Tapi ketika bertemu pandang dengan Ha Ryu ayah tiri Da Hae segera pergi. Ha Ryu kembali ke mobil milik peternakan, ayah tiri Da Hae melihat mobil itu dan sepertinya membaca tulisan nama peternakannya.
Da Hae berkunjung ke rumah temannya, Eun Soo. Ibu Eun Soo sepertinya tak begitu suka dengan Da Hae. Bahkan adik Eun Soo juga tak suka. Ibu Eun Soo melepas cincin dan meletakan di meja. Ternyata kedatangan Da Hae ini untuk menjadi guru privat adik teman Eun Soo yang bernama Yoon Joo.
Ketika memberikan les privas Da Hae mendapatkan perlakukan dingin dari Yoon Joo. Hingga ia pun harus mengambil kursi sendiri. Ketika akan mengambil kursi tanpa sengaja Da Hae mendengar percakapan Eun Soo dengan sang ibu. Ibu Eun Soo tak suka Da Hae berkunjung ke rumahnya salah satu alasannya karena Da Hae tak kuliah di perguruan tinggi bagaimana Da Hae bisa mengajar orang lain.

Tapi Eun Soo membela kalau Da Hae ini selalu mendapatkan peringkat 1 atau 2 di kelas dan alasan Da Hae tak masuk perguruan tinggi itu karena tak punya uang. Itulah yang ibunya maksud ia minta putrinya mencari guru pengajar yang baik dan yang masuk perguruan tinggi. Ia tak mau kesialan yang menimpa Da Hae akan berpindah ke keluarganya.

Da Hae langsung menemui si ibu, ia sadar diri kalau ia tak seharusnya berada disini. Dengan penuh kemarahan Da Hae keluar dari rumah itu.
Ibu Eun Soo kehilangan cincinnya dan menuduh Da Hae yang mencurinya. Apa benar Da Hae mengambilnya? Ya Da Hae mengambilnya, ia marah dan membuang cincin itu ke tempat sampah.
Da Hae berusaha mencari pekerjaan salah satunya ia ke bar karaoke. Taek Bae melihat Da Hae keluar dari sana. Ia pun langung menghubungi Ha Ryu. Ha Ryu yang tahu dimana keberadaan Da Hae langsung berlari kesana.
Da Hae menemui bos pemilik bar. Ia ingin bekerja karena ingin mendapatkan uang. Bos tak ingin seseorang yang berada di bawah umur, Da Hae mengatakan kalau ia berusia 20 tahun. Bos melihat kalau bentuk tubuh Da Hae yang cukup proporsiaonal dan diterima bekerja. Ia memberikan sejumah uang agar Da Hae melakukan perawatan terhadap rambut dan membeli beberapa pakaian.
Taek Bae menunjukan pada Ha Ryu dimana Da Hae berada. Ha Ryu langsung menemui Da Hae dan mengingatkan tempat apa ini. Da Hae tahu pasti tempat apa yang ia datangi karena itu ia datang ke tempat ini. Ha Ryu tak mengerti bukankah Da Hae mengatakan padanya kalau ingin masuk perguruan tinggi. Da Hae mengatakan kalau ia perlu uang dulu untuk kuliah, ia perlu uang untuk bertahan hidup baru kemudian ia bisa kuliah.
Da Hae menunjukan uang yang diterima dari bosnya. Ha Ryu merampas uang itu dan menilai kalau Da Hae sudah gila. Ha Ryu akan mengembalikan uangnya. Da Hae yang sudah tak ada jalan lagi untuk mendapatkan uang tak peduli ia bekerja dimana, bagaimana pun ia berusaha ia akan tetap ke tempat yang sama. Apa yang bisa Ha Ryu lakukan untuknya. Ia mendengar kalau kesialan bisa berpindah pada orang lain jadi ia harap Ha Ryu menjauh darinya. Tapi Ha Ryu tak peduli kalau ia juga ikut terkena sial, ia akan terus berada si samping Da Hae.
Ha Ryu pun mengembalikan uang itu pada si bos. Tapi si bos tak terima bukankah Da Hae datang padanya atas keinginan sendiri. Perkelahian diantara mereka pun tak terhindarkan. Ketika mendapatkan kesempatan kabur Ha Ryu menarik Da Hae untuk lari.
Ha Ryu meminta Da Hae berjanji untuk tak datang ke tempat seperti itu lagi. Sambil menempelkan plester ke luka di wajah Ha Ryu, Da Hae berjanji ia tak akan ke tempat seperti itu lagi. Ha Ryu mengingatkan bukankah ia meminta Da Hae untuk menghubunginya kalau ada seusatu. Kenapa ponselnya dimatikan, kenapa Da Hae tak menghubunginya. Da Hae pun mengembalikan ponsel Ha Ryu (ternyata ga dijual ya)
Ha Ryu ingin tahu alasan kenapa Da Hae berkemas dan pergi dari rumah malam-malam, apa Da Hae melarikan diri dari seseorang. Apa dari pria tua itu. Ia ingin tahu siapa pria tua itu. Da Hae memberi tahu kalau itu ayah tirinya, bukankah Ha Ryu juga pernah melihatnya ketika ibu kandungnya datang menjemput dari panti asuhan. Dan ketika di rumah ayah tirinya Da Hae mendapatkan perlakukan tak senonoh dari sang ayah tiri (wow pelecehan seksual)
Ha Ryu murka dan ingin sekali membunuh pria itu dengan tangannya sendiri. Da Hae merasa kalau ia mungkin akan membunuh ayah tirinya sebelum Ha Ryu yang melakukannya. Merasa Da Hae tak aman Ha Ryu pun mengajak Da Hae tinggal bersamanya.
Bibi Hong ikut berduka atas meninggalnya ibu Da Hae. Da Hae akan tinggal disini sampai ia masuk perguruan tinggi. Ia tidur di kamar sementara Ha Ryu di kursi dan meringkuk kedinginan dan terjatuh hehe.
Da Hae mulai giat belajar demi masuk perguruan tinggi. Ha Ryu sendiri bekerja lebih giat membuat sepatu kuda.
Da Hae berlari menemui Ha Ryu di peternakan. Ia memberi tahu kalau ia diterima di perguruan tinggi. Ha Ryu tentu saja senang bukan main dan berlari-lari di sekitar peternakan. Ia berteriak memberi tahu semua pekerja peternakan kalau Da Hae diterima di perguruan tinggi. (wahaha selebrasi kegembiraan Ha Ryu udah kayak pemain bola ngerayain Gol-nya hehe)
Tapi diterimanya Da Hae di perguruan tinggi membuat Ha Ryu khawatir darimana ia bisa mendapatkan biaya kuliah karena biayanya tak sedikit. Taek Bae menilai kalau Ha Ryu melepaskan sesuatu pasti akan mendapatkan sesuatu. Ha Ryu bingung memangnya apa yang ia lepaskan dan ia dapatkan. Taek Bae menawarkan apa Ha Ryu ingin pergi ke suatu tempat dengannya.
Taek Bae mengajak Ha Ryu ke bar. Keduanya melihat cowo-cowo memberi salam tersenyum manis pada para wanita (wow penghibur para wanita). Ha Ryu mencibir bagaimana bisa orang melakukan hal seperti itu walaupun di dunia ini tak ada lagi yang bisa dilakukan.

Taek Bae juga seperti itu pada awalnya tapi setelah beberapa waktu tidak seperti itu. Ha Ryu terkejut ternyata temannya sudah bekerja di tempat ini. Taek Bae mengatakan kalau ia sudah 2 bulan bekerja disini. Menurutnya itu tak akan masalah selama Ha Ryu mengesampingkan yang namanya harga diri. Ha Ryu belum memutuskan apa ia akan bekerja disini ia harus melihatnya lebih dulu sebelum memutuskan.
Dir Park pemilik tempat itu melihat penampilan Ha Ryu yang lebih tua 2 tahun dari Taek Bae. Ia bahkan memeriksa bentuk tubuh Ha Ryu. Kalau ia mendandani Ha Ryu sedikit, Ha Ryu akan terlihat lebih baik. Taek Bae mengatakan kalau Ha Ryu perlu uang muka sebelum bekerja. Dir Park menanyakan jumlah uang yang dibutuhkan Ha Ryu. 10 juta won Taek Bae yang menjawabnya. Tapi Dir Park akan memikirkanya lagi. Ia juga mencium aroma kuda di tubuh Ha Ryu. Taek Bae mengatakan kalau Ha Ryu memiliki gaya seperti kuda liar. Kuda hitam kata Dir Park. Plok.. Dir Park menggaplok anu-nya si Ha Ryu, kau punya potensial katanya. (Ya ampun haha)
Da Hae menunggu kepulangan Ha Ryu. Ketika Ha Ryu sampai, ia mengatakan pada Da Hae kalau ia keluar untuk mencari pekerjaan. Da Hae yang tahu pontang-pantingnya Ha Ryu mencari pekerjaan merasa kalau ia tak perlu masuk ke perguruan tinggi. Ia akan mencari pekerjaan dan mendapatkan uang.

Tapi Ha Ryu tak mau Da Hae menyerah begitu saja. Ia pun mengatakan kalau ia mendapatkan pekerjaan yang bagus. Ada bar besar dengan pemilik yang membiarkannya meminjam uang di muka. Ia bisa membayar uang kuliah Da Hae menggunakan uang itu. Ia juga bisa mencari tempat tinggal di dekat kampus. Ia bisa mendapatkan semua yang Da Hae butuhkan untuk kuliah. Ia ingin Da Hae fokus pada kuliah.

Da Hae pun tak menolak, ia akan menerima semua yang Ha Ryu berikan padanya. “Aku akan memberikan semuanya.” Bagi Ha Ryu kebahagaiaan Da Hae adalah segalanya.
Ha Ryu mengajak Da Hae jalan-jalan ke pantai. Di sana keduanya berteriak sepuas hati meluapkan kegembiraan. Keduanya yakin kalau nanti kehidupan mereka akan jauh lebih baik. Da Hae menangis terharu dan bahagia.
Keduanya merayakan kebahagiaan mereka dengan minum soju di warung tenda. Tapi Ha Ryu ga minum, ia malah menyarankan agar Da Hae jangan banyak minum. Apa alasan Ha Ryu ga minum, ia takut seandainya mabuk ia tak bisa melindungi Da Hae.
Ha Ryu pun menggendong Da Hae yang mabuk di punggungnya. Da Hae meminta turun, dan mencium Ha Ryu. Keduanya berciuman di bawah hujan salju.
Ha Ryu menunjukan foto masa kecilnya. Da Hae melihat ada tanda lahir di lengan kiri foto masa kecil Ha Ryu, ia pun ingin memastikannya. Tapi di lengan kiri Ha Ryu tak ada tanda lahir. Da Hae merasa aneh. Ha Ryu juga ga tahu ia mengira itu akan menghilang seiring ia bertambah besar.
Ketika Da Hae bangun tidur ia membaca pesan yang ditinggalkan Ha Ryu. Pesan yang memintanya keluar ke balkon. Dari balkon Da Hae melihat Ha Ryu selesai mengukir namanya di atas salju. Ia melihat Ha Ryu tampak kelelahan dan kedinginan. Ha Ryu berteriak memanggil nama Da Hae. Keduanya tersenyum ceria.
Ha Ryu dan Da Hae kembali ke peternakan kuda. Disana tak ada siapa-siapa. Bibi Hong meninggalkan pesan kalau mereka semua sedang pergi ke perternakan Baek San untuk makan daging babi. Bibi berpesan agar Ha Ryu dan Da Hae menyusul mereka. Ha Ryu mengajak Da Hae kesana tapi Da Hae tak suka tempat ramai. Ha Ryu pun akan menyusul Bibi Hong untuk mengambil daging babi untuk dimakan bersama Da Hae.
Dalam perjalanan menuju peternakan Baek San, Ha Ryu berpapasan dengan seorang pria tua, oh itu ayah tirinya Da Hae. Ha Ryu sama sekali tak curiga dan melanjutkan perjalanannya.
Ketika sedang membereskan botol-botol minuman Da Hae dikejutkan dengan kedatangan seseorang. Orang itu langsung menangkap tangan Da Hae. Botol-botol pecah dan Da Hae ketakutan ketika melihat ayah tirinya datang.

Di mobil Ha Ryu berusaha mengingat-ingat dimanakah ia pernah melihat pria tua itu. Ayah tiri Da Hae mengajak Da Hae ikut dengannya.

Da Hae yang ketakutan mendorong pria itu. Ia lari dan berusaha menghubungi seseorang menggunakan ponsel Ha Ryu yang tadi ditemukannya di meja. Tapi percuma, ia kalut dan melempar ponselnya. Ayah tirinya mengambil ponsel itu mematikan dan menyimpannya.
Ketika sampai di pintu masuk peternakan Baek San, Ha Ryu ingat siapa pria tua itu. Pria tua yang ia lihat di sekitar rumah Da Hae dan sebelumnya ia pun pernah melihat pria itu ketika Da Hae keluar dari panti asuhan. Ia ingat kalau pria itu ayah tiri Da Hae. Ha Ryu langsung memutar mobil dan kembali ke peternakan kuda.
Da Hae yang panik dan ketakutan berusaha sembunyi untuk menghindari kejaran ayah tirinya. Ia bersembunyi di sekitar kandang kuda. Da Hae menemukan sebilah pisau apa gunting ya, ia berfikir ulang apakah ia harus menggunakan benda tajam untuk melindungi diri. Ayah tiri Da Hae menemukan tempat persembunyiannya. Da Hae kaget bukan main ketika pria itu menyantuh bahunya.
Ha Ryu sampai di sekitar rumah dan merasa curiga begitu melihat barang-barang berantakan. Ia pun segera mencari Da Hae hingga ke kandang kuda. Ha Ryu mulai panik.
Ha Ryu melihat Da Hae bersama pria tua itu. Tapi tubuh pria tua itu tiba-tiba ambruk. Tangan Da Hae gemetaran memegang benda tajam yang berlumuran darah. Ha Ryu terkejut melihat Da Hae telah membunuh orang.

Komentar :

Sebelum drama ini airing, banyak yang berkomentar kalau alur drama ini mirip Nice Guy. Berhubung saya belum nonton jadi ga mau ngebanding-bandingin. Tapi yang pasti drama ini beda lah ya. Bahkan saya sendiri sudah menyiapkan diri untuk menonton ketika Kwon Sang Woo mengkonfirmasi akan bermain drama kembali dengan Soo Ae.

Banyak sekali pertanyaan di kepala tentang drama ini setelah menonton episode 1. Salah satunya yang membuat saya bermain tebak-tebakan adalah siapa yang tertembak di kamar. Ha Ryu atau Da Hae. Trus siapakah yang menjadi Presidennya.

Dan tebak-tebakan saya semakin bertambah ketika menonton episode 2. Huwaaaa.... Drama yang membuat saya galau setelah May Queen. Dan kita akan bertemu dengan pemuda yang satu ini, siapa? ini dia...
Menulis drama ini atas dasar keisengan semata, jadi jangan menuntut kapan ada postingan selanjutnya. Kekuatan menulis drama ini lebih besar ketimbang menulis School yang alurnya lambat. Jadi jangan kecewa kalau School terhambat atau bahkan terhenti wekeke. Dan kayaknya saya akan lebih mengedepankan Yawang sambil menyelesaikan May Queen hehe.

21 comments:

  1. sippp....mb Anis....ditunggu kelanjutan sinop quuen of ambition & may queen yah....ini film yg paling ditunggu ma saya tahun 2013 ini......KWON SANG WOO...gitu loh.....yg film daemul terakhirnya keren loh......udah nonton soalnya...hehe......FIGHTING !!!!!! tengkyu mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya sama ini juga drama yang aku tunggu di awal tahun... apalagi yang main Kwon sang woo...

      Delete
  2. ASiiik akhirnya ada yang bikin Sinop Yawang, mbak Anis pulsa yang bikin..

    tatapan mata Soo Ae emang tajem ya, keren lah mbak yang satu ini

    U-Know U-Know !!!

    Fighting mbak Anis, sinop manapun yang dibikin mbak tetep dibaca dan ditunggu :)

    graciasssss

    ReplyDelete
    Replies
    1. adeeuh typo *pula ya bukan pulsa :D

      Delete
    2. hehe tatapan mata Soo Ae emang cucok ye...

      jangan buru2 lah ngetiknya biar ga salah hahaa

      Delete
  3. Mampir kesini cari school eh ternyata nemu ini ...yg paling baru..
    Kayaknya motif si cewek itu yg mirip ama Nice Guy..tapi biarlah...klo udah suka kan tetep aja nonton^^
    Makasih ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... School nya kalau sempat aja deh... keburu jatuh hati sama drama ini...

      saya belum nonton nice guy sampai tamat jadi ga bisa ngebandingin n ga mau ngebanding-bandingin, lagi pula drama ini kan diangkat dari komik jadi pasti ada bedanya walaupun secara alur sedikit sama...

      Delete
  4. Salam kenal mba anis...

    Perkenalkan, saya pembaca setia yang br kali ini nulis komen. Maafkan~~

    Jujur aja ckp surprise loh mba anis bakal posting yawang. Br aja saya galau mw ngikutin sinopsisnya trus bikin reviewnya apa gak. Bis ya itu, pny feeling temanya bakal berat kyk nice guy.
    Ttg cewe yg demi ambisi keluar dr kemiskinan sampe ngorbanin cowonya yg ud begitu baik. Tp ending bs saja beda. Kalau tnyt pesan moralnya oke mgkin saya akan tulis reviewnya. Hehe..

    Ohya drama ini juga diangkat dr sekuel komik daemul kan ya?
    Anyhow, kenapa ya KSW demen bgt main di melodrama. Pgn liat dia main film yg ringan n kocak dhe~

    Sekali lagi terima kasih, salam kenal, dan kalau mba lagi sempat monggo mampir ke blog saya. Krn ga ada banyk waktu jd lbh memilih nulis review drama saja..

    Annyeong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga Mel, teng kyu udah jadi reader...

      saya sendiri juga surprise menulis sinopsis drama ini. tadinya niatnya hanya ingin nonton, tapi tangan jadi gatel hahaha.

      iya drama ini seperti daemul, diangkat dari komik pengarang komik nya pun sama.

      KSW emang spesialis melodrama, hmmm sama penasaran juga gimana seandainya KSW main romcom, mudah2an dia ambil proyek romcom untuk next drama...

      Delete
  5. asyiiiik,, anis bikin sinop yawang.. drama yg kek gini nih yg cocok dgn karakter anis. klo emang ternyata ga beda jauh dgn nice guy berarti nice guy pun masuk dlm playlist drama yg hrs anis tonton dong :)

    daemul jg bgs kok nis,,

    btw di yawang kim nam gil ikut isi ost nya kan? kenapa akang nam gil ga ikut maen jg ya? bs lbh seru kan jadinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih saya emang lebih suka drama yang beginian... tapi nonton nice guy belum sampai tamat ckckck...

      daemul juga bagus tapi sayang belum ditonton sampai end karena keburu DVD player rusak.

      ost part 1 Kim nam Gil menyumbang suara. wah wah ga tahu ya mungkin KNG belum siap buat kembali ke dramaland hehe... atau mungkin dia lagi nyiapin proyek barunya...

      Delete
  6. Kwong Sang Woo itu yg maen di Cinderella Man bkn ya? Yg brg Yoona?

    Oya.. Ntu si ganteng Yunho ya??

    Sepertinya emank rada mirip sm Nice Guy,, tp kita liat ajah selanjutnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak yg main Cinderela man. wah mbak woro ini tahu aja kalau ada yang ganteng ya hahaha...

      iya itu yunho, muncul di episode 2.

      Delete
  7. xixixi... Klu ada yg ganteng2 macam kya yunho ini mah lsg siaga 4 ... ^_^

    ReplyDelete
  8. udah lama ga mampir...walah tambah siiiip wae mbak anis yak, suka banget lah sama crita yang kayak gini...semangaaat ^^

    ReplyDelete
  9. kyaaaaa yunhooooooo..
    keren bgt nih film, huaaa saia penasaran kira2 siapa yg mati??

    ReplyDelete
  10. saya kira masih terkunci baru hari ini coba agi.. eh rupa nya bisa kebuka

    Baru Mulai baca nih mbak nish.... ep ! ^^.. mumpung libur..^^

    >><)Violin Cool)):>

    ReplyDelete
  11. nice sinopsis, ngikutin anak, jd ikutan suka film Korea, tp g sabaran ..mau th cerita, jg krn g completed nontonnya, ckp mengobati penasaran, ma kch ya ..de ..

    ReplyDelete
  12. cukup mengobati rasa penasaran ibu2 yg ikutan anaknye nh ..suka fil Korea, tp bingung alur crtanya .., krn bolong2 nontonnya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...