Friday, 3 January 2014

Sinopsis Suspicious Housekeeper Episode 18 Part 2

Di rumah kakek, Na Young pamit pada ayahnya akan ke rumah kakak iparnya. Tapi kakek memintanya tunggu dulu. Kakek ingin tahu apa yang Bok Nyeo lakukan sekarang. Na Young tak tahu. Kakek pun menitip pesan untuk Na Young sampaikan ke Sang Chul, “Katakan pada pria itu, kali ini jangan kehilangan dia dan bawa dia.”


Na Young menarik nafas panjang. Kakek heran kenapa putrinya menarik nafas seperti itu. Na Young ingin tahu apa yang ayahnya sukai dari Bok Nyeo. Kakek bilang kalau ia menyukai Bok Nyeo bukan seperti seseorang yang ingin tinggal bersama. Ia mengatakan itu hanya untuk anak-anak. Na Young merasa kalau Bok Nyeo tak akan kembali ke anak-anak.
Gyul bersaudara akan ke rumah sakit menjenguk Bok Nyeo. Hye Gyul masuk ke kamar mengambil kotak batu keluarganya. Doo Gyul heran kenapa adiknya membawa kotak itu. Hye Gyul menunjukan batu Bok Nyeo yang ia ambil lagi setelah dibuang oleh Bok Nyeo. “Aku akan mengatakan padanya untuk memasukannya ke dalam kotak ini dan mengatakan padanya untuk tinggal bersama kita.” Kakak kakak Hye Gyul tersenyum mendengarnya.
Keempatnya sampai di kamar rawat Bok Nyeo. Tapi mereka terkejut tak melihat Bok Nyeo disana. Yang ada hanya seorang perawat yang lagi beres-beres. Han Gyul bertanya pada si perawat kemana pasien di kamar ini. Perawat mengatakan kalau si pasien sudah pergi beberapa waktu yang lalu. Anak-anak menunduk kecewa.
Sang Chul yang dalam perjalanan menuju rumah sakit menerima telepon dari Han Gyul. Han Gyul memberi tahu ayahnya kalau Bok Nyeo tak ada di rumah sakit.
Bok Nyeo ternyata ada di taman hiburan, duduk di tempatnya biasa ada disana dengan paket makanan di depannya yang sama sekali tak ia makan.
Bok Nyeo menatap foto suami dan putranya. Bok Nyeo teringat ketika putranya begitu bersemangat karena mereka akan ke taman hiburan. “Yeobo, Joon Ho… aku sangat merindukanmu.. aku sangat merindukan kalian…” batin Bok Nyeo.
Bok Nyeo janjian bertemu dengan Song Hwa di sebuah kafe. Bok Nyeo berterima kasih atas apa yang Song Hwa lakukan. Ia mendengar Song Hwa ke kantor polisi dan menyiapkan semuanya. Song Hwa mengatakan kalau pada saat itu ia melakukannya tanpa membawa bukti apapun dan ia sedikit takut, tapi sekarang tak ada yang ditakutkan.

Song Hwa bertanya apa sekarang Bok Nyeo merasa lebih baik. Bok Nyeo menjawab ya, ia mendengar kalau Song Hwa akan pergi menjadi relawan. Song Hwa mengatakan kalau ia akan pergi ketika kondisi perusahaan sedikit lebih tenang.

Ada sesuatu yang ingin Song Hwa tanyakan ke Bok Nyeo tapi ia sulit menanyakannya. “Bisakah aku memintamu menjadi ibu bagi anak-anak? Karena aku tak bisa. Tapi jika itu kau, aku bisa pergi dengan tenang. Aku minta maaf, aku sedikit diluar batas, kan? Pikirkanlah itu seperti aku menyukai Direktur Eun.” Bok Nyeo terdiam dengan permintaan Song Hwa.
Bok Nyeo kemudian mengatakan kalau ia takut, ia takut dirinya akan mencintai keluarga itu dan membuat orang yang dicintainya menderita lagi. Song Hwa berkata Bok Nyeo tak perlu mengkhawatirkan itu, bukankah Seo Ji Hoon ada di penjara. Setidaknya tak ada seorang pun yang akan mengganggu Bok Nyeo. 

Song Hwa : “Memangnya siapa yang tidak pantas bahagia? Menghindari kebahagiaan sendiri akan membuatmu menderita. Sekarang… lakukan apa yang diinginkan hatimu.”
Tiba-tiba Sang Chul sampai di kafe itu. Bok Nyeo terkejut melihatnya. Song Hwa mengatakan kalau ia yang menghubungi Sang Chul dan mengatakan kalau Bok Nyeo ada di kafe ini bersamanya.
Bok Nyeo dan Sang Chul pun bicara berdua. Sang Chul menanyakan keadaan Bok Nyeo, apa sekarang sudah merasa lebih baik. Bok Nyeo menjawab ya dan juga menanyakan keadaan Sang Chul. Sang Chul tersenyum mengatakan kalau ia juga baik-baik saja. Bok Nyeo merasa kalau Sang Chul pasti sudah lelah bekerja karena identitas palsu Seo Ji Hoon. Sang Chul mengatakan kalau ia dan beberapa pegawai Gatsby perlahan-lahan membereskan masalah perusahaan jadi Bok Nyeo tak perlu mengkhawatirkan itu.

Bok Nyeo menyadari kalau ia sudah menyusahkan keluarga Sang Chul. Sang Chul memberi tahu kalau anak-anak sudah cemas menunggu Bok Nyeo.

Sang Chul : “Ketika diatas panggung Han Gyul mengatakan kalau dia ingin melihatmu tersenyum. Doo Gyul sedang mencari sekolah tinggi seni kuliner. Se Gyul menginginkan pujianmu karena dia memenangkan kompetisi matematika. Dan Hye Gyul berjalan ke pintu setiap kali dia mendengar suara bel. Dia berpikir itu mungkin dirimu.”

Sang Chul tanya apa yang akan Bok Nyeo lakukan sekarang.
Sang Chul sampai di rumah, anak-anaknya sudah menunggu. Mereka ingin tahu apa ayahnya menemukan keberadaan Bok Nyeo. Sang Chul bilang kalau ia bertemu Bok Nyeo. Han Gyul cemas, bagaimana keadaan Bok Nyeo, apa dia baik-baik saja. Sang Chul mengangguk. Se Gyul bertanya apa Bok Nyeo bisa kembali bekerja di rumah ini. Sang Chul menjawab tidak. Anak-anak tertunduk lemas.

Han Gyul heran apa ayahnya membiarkan Bok nyeo melakukan itu, apa yang ayahnya katakan pada Bok Nyeo. Doo Gyul merasa kalau ayahnya seharusnya membawa Bok Nyeo kembali ke rumah ini. Sang Chul tahu bagaimana perasaan anak-anaknya terhadap Bok Nyeo, tapi ia tak bisa mengatakan itu pada Bok Nyeo. “Dia sudah melalui banyak hal, ayah tak tahu apa pantas meminta padanya untuk bekerja lagi pada kita.”

Hye Gyul : “Ayah, apa Bok Nyeo-nim tak akan pernah menemui kami lagi? Aku tak bisa hidup tanpa Bok Nyeo nim.”

“Aku juga.” sahut Se Gyul.

“Aku juga.” sambung Doo Gyul.

Han Gyul tanya lalu bagaimana Bok Nyeo akan hidup tanpa bekerja.
Bok Nyeo berada di sebuah kafe menunggu kedatangan seseorang. Ia teringat ucapan ibu mertuanya ketika suami dan anaknya meninggal. Ibu mertua dengan kejam memintanya untuk tidak tersenyum lagi sampai mati. Orang yang ditunggu pun datang, ibu mertuanya, Ny Jang.
Ny Jang tanya ada apa Bok Nyeo meminta bertemu dengannya, selama ini Bok Nyeo tak pernah memintanya bertemu. “Apa kau disini untuk memintaku meminta maaf padamu karena kau sudah mengungkapkan kebenarannya?”

Ny Jang mengatakan kalau ia juga dibohongi oleh Lee Tae Shik jadi Bok Nyeo jangan menyalahkannya. “Melihatmu ragu-ragu seperti ini, apa kau disini untuk meminta asuransi suamimu yang tidak kau terima?” 

Bok Nyeo menjawab bukan itu, “Bisakah anda memberitahu saya sekarang dimana suami saya dan Joon Ho?”
Anak-anak menemui Ny Hong. Ny Hong terkejut mereka tak menemukan Bok Nyeo di taman hiburan. Han Gyul mengatakan kalau ia dan adik-adiknya sudah ke taman hiburan selama beberapa hari ini tapi Bok Nyeo tak ada disana. Ny Hong merasa itu aneh karena Bok Nyeo selalu pergi ke taman hiburan ketika sedang tak bekerja.

Doo Gyul tanya apa mungkin ada tempat lain yang Bok Nyeo datangi. Ny Hong tak tahu, “Kemana lagi dia akan pergi? Aku tak tahu dimana dia kecuali di taman hiburan.”
Se Gyul ingat apa Ny Hong kenal dengan ibu mertuanya Bok Nyeo. “Aku rasa dia akan menemui ibu mertuanya karena kasusnya sudah selesai. Untuk meminta maaf padanya atau sesuatu.” Ny Hong menilai itu tak mungkin, wanita itu (Ny Jang) bukanlah tipe orang yang akan meminta maaf pada siapapun. Han Gyul merasa kalau Ny Jang sudah salah paham mengira Bok Nyeo yang membunuh anak dan cucunya. Tapi karena dia tahu itu tidak benar, dia seharusnya minta maaf pada Bok Nyeo.

Ny Hong : “Sejauh yang aku tahu, dia lebih suka menggigit lidahnya sampai mati daripada meminta maaf pada Bok Nyeo.”

Hye Gyul : “Kenapa? Guruku bilang jika kita menyadari kalau kita melakukan kesalahan, kita harus minta maaf.”

Ny Hong mengatakan kalau Ny Jang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan tapi tak pernah memberikan apa yang seharusnya dia berikan. “Sudah sejak lama sekali, dia rentenir di Apgujeong, orang yang meminjam uang darinya harus membayar 10 kali dan 100 kali dikemudian harinya. Tapi kalau dia yang meminjam 100rb won, dia akan mengembalikan 100rb won tak peduli apapun.”

“Apa maksudnya?” tanya Han Gyul.

Ny Hong : “Setelah suami dan anaknya Bok Nyeo meninggal, seseorang dari perusahaan asuransi datang menemui Bok Nyeo dan meminta Bok Nyeo menerima asuransi jiwa suaminya. Dia harus datang ke kantor untuk menerima uangnya. Tapi ibu mertuanya yang mengambil uang itu darinya. Bok Nyeo tak membutuhkan uang itu, dia hanya ingin tahu dimana suami dan anaknya disemayamkan. Jadi dia bertanya pada ibu mertuanya. Tapi begitu Ny Jang mengambil uang itu dari Bok Nyeo, Ny Jang berubah pikiran. Ny Jang mengatakan pada Bok Nyeo bahwa Bok Nyeo tak pantas melihat mereka dan bahkan jangan berpikir untuk mencari tahu.”

Han Gyul : “Lalu alasan kenapa dia pergi ke taman hiburan setiap waktu, apa karena dia tak tahu dimana suami dan anaknya disemayamkan?”

Ny Hong mengangguk sambil menitikan air mata. Doo Gyul menilai itu sangat kejam. Hye Gyul juga berpendapat sama, nenek itu sangat jahat. Se Gyul tanya apa Ny Hong tahu dimana tempat tinggal Ny Jang. Ny Hong tahu tapi apa yang anak-anak ini akan lakukan.
Empat bersaudara Gyul berdiri di depan rumah besar Ny Jang. Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumah itu.
Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam mobil. Ny Jang heran melihat ada empat anak di depan rumahnya. Han Gyul bertanya apa Ny Jang masih ingat pada mereka, ia mengatakan kalau ia anak-anak dari tempat Bok Nyeo bekerja. Apa Bok Nyeo datang kesini, tanya Han Gyul.

Ny Jang mengatakan kalau bok nyeo datang menemuinya tapi sekarang sudah pergi, kenapa Han Gyul bertanya. Han Gyul berkata itu karena mereka mengkhawatirkan Bok Nyeo. “Apa anda tahu dimana dia tinggal atau tempat yang mungkin dia datangi?” Ny Jang menjawab tak tahu dimana Bok Nyeo.
Ny Jang akan masuk ke rumahnya tapi masih ada yang ingin Han Gyul tanyakan, “Anda sudah mendengar kalau tersangka pembakaran itu sudah tertangkap, kan?”

Ny Jang : Lalu?

Han Gyul : “Anda minta maaf ke Bok Nyeo-nim, kan?”

Ny Jang malas membicarakan itu, ia akan segera masuk tapi Se Gyul berkata kalau Ny Jang harus menarik kembali ucapan yang sudah pernah Ny Jang ucapkan. “Anda menyuruh Bok Nyeo-nim jangan tersenyum sampai dia mati dan mengikuti mereka yang telah mati.”

“Apa aku mengatakan itu?” tanya Ny Jang.

Doo Gyul kesal, “Benar… Anda mengatakannya di depan kami.”

“Oh ya…. Aku tak ingat.” sahut Ny Jang tanpa rasa bersalah.

Han Gyul tak menyangka melihat sikap Ny Jang, “Apa anda benar-benar tak ingat atau pura-pura tak ingat?” Ny Jang berkata kalaupun ia mengatakan itu memangnya apa urusan keempat anak ini. Bukankah dia itu hanya pembantu.
Han Gyul menceritakan perihal ia menemui Ny Jang pada kakek dan tantenya. Na Young terkejut, “Benarkah? Apa dia bilang dia tak pernah mengatakan itu?” Han Gyul berkata kalau ia melihat sendiri Ny Jang menyumpahi Bok Nyeo di depan rumahnya pada malam itu. Na Young menilai menyuruh seseorang jangan tersenyum adalah kutukan yang buruk. Ditambah lagi yang mengutuk merasa tak ingat telah mengatakan itu.

Kakek paham hati Ny Jang pasti hancur ketika kehilangan seorang anak tapi bukankah seharusnya Ny Jang meminta maaf karena sudah berbuat salah. Kakek merasa kalau sekarang saatnya orang tua yang harus bicara dengan orang tua. Na Young bertanya apa Han Gyul belum mendengar kabar dari Bok Nyeo. Han Gyul menjawab belum itu sebabnya ia khawatir dan tak tahu apa yang Bok Nyeo lakukan sekarang.
Ny Jang ternyata memberi tahu dimana abu suami dan anak Bok Nyeo disemayamkan. Sekarang Bok Nyeo berada di rumah abu.
“Maaf yeobo… Joon Ho… ibu benar-benar minta maaf karena begitu terlambat mengunjungimu, ibu benar-benar minta maaf.” Air mata Bok Nyeo perlahan menetes. “Karena begitu terlambat mengungkapkan kebenarannya, ibu benar-benar minta maaf.” tangis Bok Nyeo pun pecah. Ia menangis penuh emosi meluapkan semua perasaan sedihnya.
Ny Jang diminta datang ke Happy Company. Ny Jang ingin tahu bagaimana Ny Hong bisa kenal dengan Eun Soo. Ny Hong mengatakan kalau ia lah yang membesarkan Eun Soo. Ny Jang merasa sejauh yang ia tahu Eun Soo sudah tak punya ibu. Ny Hong mengatakan ketika Eun Soo masih kecil ia bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga Eun Soo.
Ny Jang mencibir, “Oh aku bertanya-tanya dari mana asal keluarganya.” Ia beralih ke kakek, anda ini siapanya Eun Soo.

Kakek mengatakan kalau ia kakeknya anak-anak. “Aku mendengar semuanya dari anak-anak dan sepertinya kau sama sekali tak punya hati nurani. Kau menyuruh Bok Nyeo jangan tersenyum dan mengikuti orang mati tapi kau tak ingat sudah mengatakan itu.”

Ny Jang bekata kalau saat itu ia begitu marah pada Eun Soo jadi tak ingat apa yang ia katakan. “Jadi sekarang apa yang kau ingin aku lakukan?”

Kakek meminta Ny Jang menarik kembali ucapan buruk itu. “Jika kau manusia, hatimu mungkin akan merasa kasihan padanya. Jadi temui Bok Nyeo dan tarik kembali perkataan yang kau katakan padanya. Dan katakan padanya untuk menerima kebahagiaan yang datang padanya. Tak bisakah kau melakukan itu?”

Ny Jang bersikap masa bodoh, “Kenapa aku harus melakukan itu?”

Kakek tak menyangka dengan sikap Ny Jang, “Jika kau menuduh wanita tak bersalah sebagai tersangka kasus pembakaran, kau seharusnya minta maaf.”

Ny Jang : “Ada apa dengan kalian berdua? Apa kalian… Apa kau berencanaya menjadikannya ibu dari cucumu atau apa?”

Kakek : “Kenapa? Apa tak boleh? Jika Bok Nyeo menyetujui itu, aku juga setuju.”

Ny Jang : “Apa kau ini terlalu murah hati atau kau hanya tidak mengkhawatirkan sesuatu?”

Kakek : “Apa maksudmu?”

Ny Jang : “Dia membuat orang-orang di sekelilingnya mati dan menderita. Ayahnya, anakku, dan cucuku meninggal karena dia. Jika aku tak menjadikannya sebagai menantuku, aku tak akan menghabiskan hidupku dalam kesepian. Jadi akan lebih bijaksana untukmu dengan tidak menjadikannya sebagai keluargamu.”
Ny Hong tak terima Bok Nyeo disebut seperti itu. “Kau sudah mematahkan hatinya dan kau membuatnya hidup seperti orang mati. Dia hampir mati untuk mengungkapkan kebenaran tapi kau bahkan tak peduli tentang itu. Bagaimana mungkin ada wanita tak berperasaan sepertimu di dunia ini.”

Kakek meminta Ny Hong lebih tenang. Tapi Ny Hong sudah terlanjur emosi, “Ny Jang kau harus mengembalikan uangnya sekarang.” Ny Jang tanya apa itu tujuan Ny Hong memanggilnya datang. Ny Hong membenarkan, “Uang itu seharusnya menjadi milik Bok Nyeo tapi kau mengambilnya dari dia. Jika kau tak mengembalikan uang itu sekarang, pria ini (kakek) akan menyewa pengacara. Dia bahkan tak perlu pengacara karena dia seorang CEO.”

Ny Hong bertanya ke kakek bukankah Kakek punya pengacara perusahaan. Kakek menjawab tentu saja ia punya. Ia harus memberitahu pengacarnya untuk bersiap-siap. Ny Jang sedikit gentar dengan ancaman keduanya.
Keesokan harinya Kakek di kantornya menerima telepon dari Ny Jang. Kakek tanya apa pilihan Ny Jang, minta maaf atau memberikan uang asuransi itu.
Bok Nyeo dalam perjalanan menuju Happy Company. Sebelumnya Ny Hong menghubunginya memberi tahu kalau Ny Jang ingin minta maaf pada Bok Nyeo.
Doo Gyul, Se Gyul dan Hye Gyul bersiap-siap akan ke Happy Company. Ketiganya mengajak Han Gyul pergi bersama kesana. Han Gyul tanya apa Bok Nyeo akan datang. Se Gyul berkata kalau Bok Nyeo akan datang dan ibu mertua akan datang untuk meminta maaf pada Bok Nyeo. Han Gyul senang mendengarnya. Hye Gyul sudah tak sabar ingin bertemu Bok Nyeo dan mengajak kakak-kakaknya cepat berangkat.
Di Happy Company, Ny Hong memberikan kue yakgwa untuk Bok Nyeo. “Lihat wajahmu, karena kau sudah membuat Seo Ji Hoon tertangkap, kau seharusnya menikmati hidupmu.” ucap Ny Hong yang melihat wajah Bok Nyeo tampak muram. “Pria jahat itu akan membusuk di penjara dengan keiriannya.” Sambung Ny Hong.
Sang Chul sampai di Happy Company. Bok Nyeo terkejut melihat kedatangan Sang Chul. Ny Hong mengatakan kalau ia menelepon semuanya untuk datang. “Mereka harus ada disini ketika Ny Jang minta maaf padamu. Kau perlu dukungan agar kau bisa menceritakan semua yang ingin kau katakan. Bukankah kau juga berpikir begitu, ayah Han Gyul?” Sang Chul membenarkan, ia bertanya apa Bok Nyeo baik-baik saja. Bok Nyeo menjawab pendek ya.
Ny Jang pun datang. Bok Nyeo meletakan kue-nya untuk berdiri memberi salam pada Ny Jang. Ny Jang menyindir karena begitu banyak orang disekitar Bok Nyeo, “Aku pikir kau penyendiri yang tak punya keluarga tapi begitu banyak orang datang dan menggangguku. Beberapa dari mereka bahkan mengancamku untuk mengambalikan uangmu. Aku bisa melakukannya jika kau mau.”

Bok Nyeo bilang kalau itu tak usah. Ny Jang pun tahu kalau Bok Nyeo bukankah seseorang yang materialistis. Kakek dan anak-anak sampai disana.
Ny Jang melanjutkan ucapannya pada Bok Nyeo, “Kau pasti merasakan begitu banyak kesedihan sepanjang tahun ini. Kau mungkin ingin membuktikan ketidak bersalahanmu padamu. Aku minta maaf karena menuduhmu bersekongkol. Aku juga tertipu. Aku percaya kau bisa mengerti itu. Aku menarik kembali perkataanku yang menyuruhmu jangan tersenyum sampai kau mati dan menyuruhmu mengikuti anak dan cucuku.”
Anak-anak tersenyum senang mendengar ucapan permintaan maaf Ny Jang pada Bok Nyeo. Ny Hong bertepuk tangan saking gembiranya. Mata Bok Nyeo berkaca-kaca terharu.
Ny Jang : “Tapi aku punya permintaan, bisakah kau berjanji kalau kau tak akan memulai sebuah keluarga baru dan kau tak akan menjadi ibu atau istri dari seseorang di dunia ini.”

Mereka terkejut dengan permintaan Ny Jang.

Ny Jang : “Kau menguburkan suami dan anakmu menjadi tanah yang sangat dingin. Bagaimana kau bisa mencoba hidup dengan kehangatanmu sendiri? Kau tahu itu bukan kau tidak bertanggung jawab pada kematian suami dan anakmu. Anak-anak itu (anak keluarga Gyul) ayah mereka, dan kakek mereka. Mereka menganggapmu sebagai keluarga mereka. Kau tak akan mengikuti mereka, kan? Aku memintamu bertemu agar aku bisa minta maaf dan memintamu melakukan itu. Aku ingin tahu keputusanmu.”

Sang Chul ingin menyela tapi Ny Jang terus bicara pada Bok Nyeo. Ny Jang akan pergi sekarang dan percaya pada hati nurani Bok Nyeo yang akan memilih keputusan itu.
Kakek menghalangi Ny Jang yang akan pergi dari sana, “Apa yang kau lakukan?” Ny Jang mengatakan kalau ia tak menyuruh Bok Nyeo untuk hidup sendiri, ia hanya bilang bahwa ia percaya pada hati nurani Bok Nyeo. Kakek menilai itu sama saja.

Sang Chul merasa Ny Jang sudah keterlaluan mengucapkan permintaan seperti itu, “Bok Nyeo akhirnya bisa memulai hidup baru dan anda menyuruhnya jangan memulai sebuah keluarga? Apa anda ingin mengikat tangannya lagi?”

Ny Jang berbalik menatap Bok Nyeo tapi menjawab ucapan Sang Chul, “Jika dia mencintai anak dan cucuku, dia akan mengikat tangannya sendiri.”
Bok Nyeo tak sanggup mengatakan sepatah katapun hanya air matanya yang berlinang. Ny Jang pun pergi dari sana.
Anak-anak kembali ke rumah. Mereka tampak lemas setelah melihat apa yang terjadi di Happy Company tadi. Doo Gyul merasa tak ada solusi untuk menghadapi Ny Jang. Se Gyul heran bagaimana bisa Ny Jang melakukan itu, “Aku pikir dia datang untuk meminta maaf tapi dia malah lebih menekan Bok Nyeo-nim.” 

Han Gyul pun jadi bertanya-tanya, “Apa kita membuat situasi menjadi lebih buruk dan membuat Bok Nyeo semakin sulit.” Mereka tertunduk tak bersemangat.
Ny Hong menangisi nasib Bok Nyeo yang tak menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Bok Nyeo, apa yang akan dia lakukan sekarang?”
Sang Chul berada di kamarnya mengeluarkan formulir pendaftaran pernikahan yang Bok Nyeo serahkan padanya. Formulir itu sudah di cap stempel oleh Bok Nyeo tapi belum di cap olehnya. Ia pun teringat akan permintaan ibu mertua Bok Nyeo.
Han Gyul masuk ke kamar ayahnya, ia bertanya apa yang ayahnya lakukan. Sang Chul berkata kalau ia sedang memikirkan apa yang harus dilakukannya terhadap Bok Nyeo. Han Gyul berkata kalau ia tak bisa tidur jika memikirkan ibu mertuanya Bok Nyeo. “Aku memutuskan untuk tak memaksa ayah menikahi Bok Nyeo-nim setelah perkataan ayah tentang ibu di rumah sakit dan kami akan menunggu keputusan apapun yang ayah buat. Kami akan mendukung apapun keputusan ayah.”
Esoknya Sang Chul meminta pendapat Song Hwa. Song Hwa tanya kenapa harus Sang Chul yang bertanggung jawab terhadap Bok Nyeo. Sang Chul menyahut jadi menurut Song Hwa ia tak seharusnya bersikap begitu.

“Tidak.” jawab Song Hwa tegas. “Bok Nyeo-lah yang harus bertanggung jawab padamu dan anak-anak. Dia menggerakan hati anak-anak dan tak ada ruang buatku untuk masuk. Dan kau melindungi Bok Nyeo dengan mempertaruhkan nyawamu. Lalu sekarang saatnya, baginya untuk melindungimu. Mengatakan kau ingin membuatnya bahagia itu tak akan berhasil padanya. Karena dia merasa tak pantas bahagia. Mengatakan padanya untuk melaupakan masa lalu tidak akan berhasil juga. Itu terlalu menyakitkan untuk dilupakan.”
Malam harinya Sang Chul bicara berdua dengan Bok Nyeo. Keduanya duduk di bangku taman. 
Sang Chul : “Aku jadi bertanya-tanya jika ini cinta tak peduli seberapa keras aku memikirkannya, itu bukanlah cinta. Karena kau dan aku tidak berada dalam situasi dimana kita bisa jatuh cinta dengan seseorang. Ini bukan cinta dan kita bukan keluarga. Tapi kenapa aku mengkhawatirkanmu? Kenapa anak-anakku mencarimu hingga putus asa? Kau menjadi pembantu bukan karena keinginanmu. Aku sekarang menyadari kalau kau ingin menjalani hidupmu dengan melakukan apa yang orang lain ingin kau lakukan. Kau tak harus kembali sebagai pembantu……”
Sang Chul menoleh pada Bok Nyeo, “…..tapi kau harus kembali dengan keinginanmu. Kembalilah sebagai ibu anak-anak dan istriku.” (kyaaaaaaa Appa melamar Bok Nyeo)

Bok Nyeo menoleh terkejut mendengar Sang Chul mengatakan itu.
Sang Chul menunjukan formulir pendaftaran pernikahan yang sudah ia beri cap stempel dirinya. Keputusan apakah yang akan Bok Nyeo ambil?
Bersambung ke episode 19

8 comments:

  1. Huwaaaa... Yg pertama... Senangnya pas bangun tidur sdh ada bok nyeo :D makasih mbak, .͡▹ semangat (ง'̀⌣'́)ง eps selanjutnya :)

    ReplyDelete
  2. Semakin penasaran, ditunggu epsd 19. Thx mba anis

    ReplyDelete
  3. Dilanjut ya mba, fighting

    ReplyDelete
  4. Penasaran...udh beredar blm sih DVDnya?mksih ya mba buat updatetannya ;) fighting !!!!......

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah ada dvd-nya ...udah keluar lama...sejak the heirs juga diputar di korea.....hehe.....

      Delete
  5. Aishh aku terharu, sweet banget lamarannya si ayah..penasaran akut..ditunggu lanjutannya Ɣªª..

    ReplyDelete
  6. Mbak...lanjutan sinopsis prime minister and i......ada d mana

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...