Sunday, 23 December 2012

Sinopsis May Queen Episode 25 Part 1

Hae Joo dan San berusaha menyelamatkan thruster dan blue print mereka yang dicuri oleh gerombolan pria bertopeng yang ternyata orang-orang suruhan Sekertaris Choi.

Melihat anak buahnya kesulitan melawan San dan Hae Joo, Sek Choi berniat membantu. Tapi Chang Hee melarang karena Sek Choi tak mengenakan penutup wajah. Hae Joo dan San akan lari sambil membawa thruster dan blue print yang sudah mereka dapatkan. Tapi Sek Choi yang tak mau pulang dengan tangan hampa menyalakan mesin mobil dan melaju cepat ke arah San - Hae Joo.
San yang menyadari ada mobil bergerak ke arahnya menarik Hae Joo. Chang Hee yang terkejut dengan tindakan gegabah Sek Choi membanting setir ke kiri. San pun terlempar oleh badan mobil, sementara Hae Joo terjatuh karena tarikan San. Sek Choi segera menjalankan mobilnya kembali, kabur. Orang-orang suruhannya mengambil thruster dan blue print yang terjatuh. Hae Joo yang masih sadar tak bisa mengejar mereka.
Hae Joo melihat San tergeletak tak sadarkan diri. Ia mengguncang-guncangkan tubuh san, ia cemas.
Hae Joo teringat kejadian ketika ayahnya ditabrak oleh mobil ketika menyelamatkannya. Ia cemas kalau hal yang terjadi pada ayahnya terjadi pula pada San.
Hae Joo menangis ketakutan, ia berteriak minta tolong. Tapi disana tak ada siapa-siapa. Hae Joo terus berusaha membangunkan San.
Sek Choi menyetir seolah tak terjadi sesuatu. Chang Hee tak mengerti bagiamana bisa Sek Choi pergi begitu saja setelah menabrak orang. Sek Choi malah menyahut apa Chang Hee mau kehilangan thruster yang ada tepat di hadapan Chang Hee.
Chang Hee yang marah mengingatkan kalau hal ini menimbulkan korban maka akan sangat berbahaya, karena ini berbeda dengan pencurian biasa. Kalau ada yang terluka maka situasinya bisa menyulitkan.
Dengan dingin Sek Choi berkata, “Aku... kalau ada yang mati. Kalau harus kulakukan maka akan kulakukan.” Ucapnya tanpa ada rasa penyesalan.
Hae Joo terus mengguncang-guncangkan tubuh San. Ia menghubungi 119 untuk memanggil ambulance. Tapi belum sempat ia bicara di telepon San perlahan sadar dari pingsannya. “Sang tae!” Ucap San.
Hae Joo yang sangat khawatir membantu San bangun. San merasakan sakit di kepalanya akibat berbenturan dengan aspal. Hae Joo cemas apa San baik-baik saja, apa ada yang sakit. San berkata kalau ia tak apa-apa (tapi jelas terlihat kalau San menahan sakit di kepalanya) Ia meminta Hae Joo segera menghubungi Sang Tae. Hae Joo pun segera menghubungi kakaknya tapi sayang ponsel Sang Tae tidak aktif. Dia mematikan ponselnya.
San menyuruh Hae Joo membawa motornya. Hae Joo tanya apa yang akan San lakukan dengan motornya. San berkata kalau ia harus mengejar orang-orang itu. Tapi Hae Joo tak tahu kemana mereka pergi.

San : “Bukankah menurutmu mereka hanya akan mengarah ke satu tempat? Cepat bawa motornya kemari!”
“Jangan-jangan, apa menurutmu ini ulah Cheon Ji?” Hae Joo menebak siapa dalang pencurian ini.
Thruster yang dicuri Sang Tae diserahkan pada Il Moon. Il Moon memperlihatkan benda itu pada Jo Min Kyung dan Asisten Yang. Yang heran thruster apa ini, ia menilai kalau yang dibawa ini bukankah azimuth thruster. Sang Tae diam saja karena memang ia tak tahu thruster apa itu.
Il Moon bertanya tentang blue print-nya. Jo Min Kyung berkata kalau apa yang dibawa Sang Tae tak ada yang berguna karena ia sangat yakin blue print yang dibawa ini untuk thruster lambung kapal dan thruster seperti ini di perusahaan juga sudah ada.
Il Moon marah dan membanting kertas yang ia pegang. Ia bertanya apa proporsi pencampuran bahan-bahannya tak tertera disitu. Jo Min Kyung diam.
Il Moon membuka buku catatan yang juga dibawa oleh Sang Tae dari kapal San. Ternyata itu buku resep masakan italia hahaha. Ia menatap marah Sang Tae, “Benda seperti ini apa kau menganggapnya informasi yang bisa kau bawa kesini?”
Sang Tae yang tak tahu apa-apa berkata bukankah Il Moon hanya menyebutkan tentang thruster dan blue print, apa Il Moon menjelaskan detail padanya, tidak kan. Bukankah ia sudah membawa apa yang Il Moon suruh, jadi apa masalahnya.
Il Moon jengkel, “Benar. Aku yang bodoh karena sudah percaya pada orang sepertimu!” Sang Tae meminta uang imbalannya bukankah Il Moon akan memberinya 50 juta won.

Il Moon marah dan memukul kepala Sang Tae, “Apa buku resep masakan italy seharga 50 juta won? Dasar brengsek, kenapa kau ini bodoh sekali. Kenapa?”

Il Moon mendorong-dorong kepala Sang Tae dengan telunjuknya. Sang Tae tak terima kenapa semua orang memukul kepalanya. Apa ada orang yang tidak memukuli kepalanya. Il Moon menyuruh Sang Tae pergi karena ia tak tahan melihat wajah bodoh Sang Tae yang tak berguna. 

Sang Tae ngotot minta 50 juta won-nya karena ia sudah melaksanakan tugas yang Il Moon berikan padanya. Il Moon kembali menatapnya marah dan akan memukul lagi, “Kau tak mau pergi ya?”

Sang Tae pun segara pergi. Il Moon menyuruh Jo Min Kyung untuk melihat blue print dan semua yang dibawa Sang Tae baik-baik karena siapa tahu ada yang bisa digunakan, “Kalau kau tak bisa menemukan sampai besok, bersiaplah untuk mati!”
Hae Joo mengendari motor. San membonceng. Keduanya menuju kantor Cheon Ji. Penjaga disana menghentikan keduanya. Ia menanyakan siapa San dan Hae Joo.

San mengatakan kalau ia kepala pengawas Ryan Kang, bukankah penjaga itu tahu dirinya. Penjaga itu melapor pada temannya, temannya berbisik kalau pintu tak boleh dibuka untuk Ryan Kang.
Penjaga minta maaf tak bisa mengizinkan San masuk karena yang namanya Ryan Kang sudah berhenti bekerja.
Hae Joo maju mengatakan kalau ia juga pegawai di Cheon Ji, Hae Joo menunjukan identitasnya. (apa mereka boleh masuk?)
Presdir Jang, Chang Hee dan Sek Choi sampai di kantor Dep Pengembangan & Penelitian. Presdir Jang meminta Il Moon membereskan barang-barang tak berguna yang dibawa Sang Tae.

Presdir Jang menugaskan Jo Min Kyung untuk memeriksa thruster dan blue print yang didapatkan oleh anak buah Sek Choi. Jo Min Kyung dan Asisten Yang memeriksanya.

Asisten Yang memeriksa thruster dan berkata kalau ini seperti model thruster, berbeda dengan model yang dibawa Sang Tae tadi (padahal yang bener menurutku yang dibawa Sang Tae deh) Jo Min Kyung juga membenarkan blue print-nya. Blue print yang ini adalah blue print dari azimuth thruster.
“Benarkah?” Presdir Jang tertawa senang. Il Moon protes bagaimana ini, karena ia juga mendapatkan thruster dan blue print yang juga dibuat oleh San dan Hae Joo.

Presdir Jang kesal dengan putranya, “Dasar bodoh. Apa kau pikir semuanya akan berjalan lancar? Benar-benar anak tak berguna.”
Hae Joo masih diluar ingin masuk tapi penjaga melarang walaupun ia sudah menunjukan identitasnya. Karena penjaga mengatakan tak ada pegawai yang bernama Chun Hae Joo.

Hae Joo heran bukankah ia jelas-jelas dipekerjakan kembali di perusahaan hari ini. Penjaga itu berkata kemungkinan data terbaru Hae Joo belum masuk padanya, ia menyuruh Hae Joo kembali besok. (Hmm sepertinya sudah ada instruksi agar Hae Joo dilarang masuk malam ini)

San yang pusing berdiri sempoyongan. Hae Joo bersikeras kalau ia harus masuk sekarang. Ia minta agar dihubungkan dengan tim perencanaan. Penjaga mengatakan kalau tak ada orang disini jadi lebih baik Hae Joo kembali lagi besok. San pun mengajak Hae Joo pergi.
Keduanya naik motor tapi tidak pergi. Kemana? Keduanya bukan kembali melainkan masuk ke kantor dengan mengendarai motor, menerobos penjaga. Penjaga itu berteriak pada rekannya agar menghubungi kantor depertemen pengembangan teknologi sekarang juga.
Hae Joo sampai di kantor tapi disana sepi. Hanya ada Chang Hee yang baru keluar dari ruangannya. (hmm sepertinya Chang Hee dihubungi penjaga terus mereka langsung bubar deh)

Chang Hee menanyakan apa yang Hae Joo dan San lakukan disini malam-malam. Hae Joo bertanya dimana azimuth thruster-nya. Chang Hee pura-pura tak tahu, ia pura-pura bingung apa yang Hae Joo bicarakan.
Hae Joo meninggikan suaranya, “Katakan yang sebenarnya. Kau sudah mencuri model azimuth thruster. Apa kau tahu apa yang kulalui demi membuat itu?”
Chang Hee pura-pura tak mengerti dan berkata kalau yang dilalui Hae Joo tak ada hubungannya dengan perusahaan. “Chun Hae Joo, tanpa adanya bukti kau tak bisa menuduh orang sembarangan. Apa kau tak diajarkan pendidikan?”
San menahan marah atas apa yang dikatakan Chang Hee. Ia minta Chang Hee berhati-hati kalau bicara. San menunjukan ponselnya, “Apa kau tahu apa ini? Sang Tae datang ke kapal dan mengambil thruster-nya.” Sang Tae jelas tertangkap kamera CCTV kapalnya. Kalau ia menemui Sang Tae sekarang, apa dia akan berkata sama.
“Itu urusanmu!” sahut Chang Hee santai. “Kenapa aku harus mengetahui kalau kakak dari pegawai adalah seorang pencuri.” Katanya sambil menatap sinis Hae Joo.

Chang Hee beralih menatap San, “Bukankah kau bukan lagi bagian dari Cheon Ji. Kau tak bisa sembarangan masuk ke perusahaan orang sesuka hatimu.”
Hae Joo tak menyangka kalau Chang Hee akan bertindak sejauh ini. San yang berusaha menahan marah mengajak Hae Joo pergi karena tak ada gunanya bicara dengan Chang Hee.
Setelah keduanya pergi, Chang Hee meluapkan emosi. Ia melempar map yang dibawanya.
San dan Hae Joo menemui Presdir Jang. Presdir Jang pura-pura terkejut dengan kedatangan keduanya yang larut malam ke kantor. San menyahut bukankah Presdir Jang juga masih bekerja sampai malam.
Presdir Jang beralasan bukankah San tahu kalau perusahaan perkapalannya sedang tak baik dan bukankah semua usaha itu harus dimulai dari dirinya. Presdir Jang pura-pura bertanya bagaimana perkembangan thruster yang sedang San kerjakan, apa berjalan lancar.
San dan Hae Joo menahan marah. Keduanya tahu kalau Presdir Jang berpura-pura bertanya. Presdir Jang berkata pasti pembuatan azimuth thruster tak mudah dibuat. Karena San sendiri bahkan sampai keluar dari Noble. “Berusahalah yang terbaik, ini kesempatanmu!”

Presdir Jang terus berbasa-basi, kenapa San harus keluar dari Noble. “Kau seharusnya berhenti menyakiti orang dengan perkataanmu di belakang mereka. Kemampuanmu bagus dan kau pandai melihat peluang. Apa kau pikir aku bisa menjadi partner yang baik. Aku benar-benar menyesal.”
San berkata kalau ia tahu itu. Ia bisa belajar banyak dari Presdir Jang. Ia juga sangat menyesal. “Bekerja selarut ini dan menyuruh pegawaimu bekerja juga selarut ini, Presdir, anda benar-benar memiliki kemampuan!” Presdir Jang pura-pura tak mengerti apa maksud perkataan San, tapi kalau San membutuhkan bantuan ia menyarankan San menguhubunginya. Ia akan membantu apapun.
Hae Joo yang dari tadi diam bertanya apa model azimuth thruster....... tapi belum sempat Hae Joo melanjutkan kata-katanya San memegang tangan agar Hae Joo tak mengatakan apapun.
San menatap Presdir Jang, “Kuperingatkan satu hal. Jangan berfikir kalau ini sudah selesai. Ini baru awal. Kalau begitu silahkan lanjutkan pekerjaan lembur anda, Presdir!”

Hae Joo dan San keluar dari ruangan. Presdir Jang tersenyum licik dan menghubungi penjaga untuk memastikan agar Hae Joo dan San sudah keluar dari gedung perusahaan. Ia juga memerintahkan untuk mengumpulkan semua orang.
San berjalan tertatih di belakang Hae Joo. Hae Joo berbalik bertanya apa keduanya sudah salah menuduh orang karena semua orang begitu yakin. Ia menerka mungkin ada orang lain selain Cheon Ji yang mengambil thruster-nya.
San menilai kalau Hae Joo ini sangat naif. Ia mengajak Hae Joo menemui Sang Tae.
Hae Joo dan San sampai di rumah. Hae Joo berteriak memanggil kakaknya. Ibu keluar dari dapur dan tersenyum senang ketika melihat San. Ia menyarankan seharusnya san lebih sering mampir ke rumahnya untuk makan malam. Hae Joo bertanya pada ibunya dimana Sang Tae. Ibu heran kenapa Hae Joo mencari Sang Tae. Yang dicari pun akhirnya keluar, “Kenapa kau mencariku?”
Hae Joo menanyai Sang Tae, “Oppa kemana kau pergi sebelum pulang ke rumah? Katakan sejujurnya!”
Sang Tae gelagapan, “Kemana lagi? aku bukan peminum yang kuat jadi aku pulang ke rumah untuk tidur.”
San memberikan ponselnya pada Hae Joo. Hae Joo memperlihatkan rekaman Sang Tae yang berada di dalam kapal San.
Sang Tae terperajat dan terduduk lemas karena apa yang dilakukannya di kapal San terekam jelas. Ibu pun melihatnya dan ingin tahu apa ini, apa yang dilakukan Sang Tae. Hae Joo meminta penjelasan kakaknya kenapa melakukan hal seperti ini. “Kau berikan pada siapa setelah kau mencurinya?”
“Mencuri...?” ibu terkejut. “Anak ini, apa yang kau lakukan?” Ibu menaboki Sang Tae, “Masalah apa lagi yang kau buat?” Young Joo dan Jin Joo yang mendengar keributan segera keluar.
Sang Tae memohon ampun dan maaf pada Hae Joo. Ia mengaku salah. Hae Joo yang marah kembali bertanya kenapa kakaknya melakukan hal seperti ini. Sang Tae mengatakan kalau ia menerima 5 juta won untuk melakukan itu. Hae Joo : “Apa? Apa kau mencurinya demi 5 juta won?”
Sang Tae menjelaskan kalau pada awalnya ia hanya diminta untuk memberi tahu kapan Hae Joo menyelesaikan thruster itu. Tapi pada akhirnya ia malah disuruh untuk mencurinya. Ia sudah menghabiskan uang itu. Kalau ia tak melakukannya ia harus mengembalikan uangnya, sementara ia sudah tak memiliki uangnya. Jadi ia tak punya pilihan.

Kang San yang juga marah berusaha menahan kesal. Ia juga menahan sakit di kepalanya. (Oh oh San Oppa ada apa denganmu?)

Ibu kembali menaboki Sang Tae, “Apa untuk alasan itu kau mencuri barang orang lain?” Sang Tae juga bingung apa yang bisa ia lakukan karena ia sendiri ternyata mencuri barang yang salah. Hae Joo menanyakan siapa yang menyuruh Sang Tae melakukannya, siapa yang memberi uang.

Sang Tae : “Il Moon bilang kalau dia akan memberiku 50 juta won kalau aku mencuri itu dan memberikan padanya!”
Ibu kembali menaboki Sang Tae. Sang Tae menghindar dan berdiri di belakang San. Hae Joo yang masih marah tak mengerti apa kakaknya ini sudah gila, bagaimana bisa kakaknya menerima uang dari Il Moon.

San yang dari tadi diam bertanya, apa Sang Tae tahu berapa harga benda yang dicuri itu. Satu benda itu setidaknya bernilai 3 milyar won.

Sang Tae terkejut, 3 Milyar? Ia mengumpat Il Moon, “Dasar Jang Il Moon brengsek hanya memberi 50 juta untuk mendapatkan barang seharga 3 Milyar?”

Plok... San mendorong kepala Sang Tae.

Ibu makin marah, “Ikut aku ke kantor polisi. Kau harus mencoba makanan di penjara.” Ibu menarik Sang Tae ke dalam rumah.
San mencoba menenangkan ibu tapi Hae Joo bilang tak apa-apa, “Kau lihat betapa angkuhnya orang-orang Cheon Ji.” Ia mengajak San ke kantor polisi dan menangkap si brengsek yang menyuruh kakaknya melakukan hal ini.
San mengingatkan kalau melakukan itu orang yang akan terluka adalah Sang Tae. Hae Joo bilang tak akan terjadi apa-apa. Meskipun kakaknya terluka, kakaknya harus merenungi kesalahannya. Dan lagi bagaimana keduanya membuat model thrusternya.

San yang sudah pusing karena sakit di kepala meminta Hae Joo tenang karena orang-orang itu jelas mengatakan kalau mereka tak mengambilnya. Mereka juga tak akan bisa membuat apapun dengan itu. Hae Joo tak mengerti apa maksud San.
Orang-orang yang dimaksud pun berkumpul. Presdir Jang tak mengerti bukankah blue print-nya benar kenapa Jo Min Kyung tak bisa membuatnya.
Jo Min Kyung mengatakan kalau bagian yang terpenting dalam pembuatan azimuth thruster tak ada disini. Masalahnya ini tidak dibuat dengan mesin.

Chang Hee tak mengerti tak dibuat dengan mesin bagaimana. Jo Min Kyung mencoba menjelaskan kalau ada rahasia dalam meningkatkan kekuatan thruster-nya dan ia tak bisa mengetahui bagian itu.
Chang Hee menarik kesimpulan itu artinya meskipun kita memberikan pada institusi penelitian tetap tak ada gunanya. Asisten Yang berkata sepertinya itulah masalah saat ini.
Il Moon tertawa menyindir kalau begitu apa yang dilakukan Chang Hee sama seperti dirinya, gagal. Il Moon mengambil model thruster dan berkata, apa gunanya mendapatkan benda ini kalau pada akhirnya hasilnya sama seperti dirinya, gagal.
Presdir Jang mendelik marah, Il Moon langsung menunduk diam. Presdir Jang jelas saja kesal, Si brengsek Kang San itu ada alasan untuk pelan-pelan mengatasi ini.
San akan pulang, Hae Joo mengantarnya sampai depan rumah. San mengatakan kalau proporsi bahan material yang optimal ada dipikiran kita, ditambah lagi mereka tak bisa menemukan seseorang yang memiliki tangan yang bagus seperti tangan Hae Joo.

Tapi Hae Joo merasa kalau mereka pasti bisa membuat thruster itu seperti yang ia buat bersama San. San meminta Hae Joo tak usah khawatir karena selama kita membuat ulang kembali dan mendaftarkannya menjadi hak paten semuanya akan tercapai.
Hae Joo : “Lalu kenapa kita mengikuti mereka seolah-olah hidup kita tergantung pada itu, kalau memang mereka tak bisa memproduksinya.”

San : “Itu karena itu adalah yang pertama kali kita buat dengan usaha kita bersama dan kita tak memiliki bahan material lagi untuk membuatnya.”
San sebenarnya berfikir untuk bekerja sama dengan perusahaan kapal yang lain. Hae Joo jadi bingung apa yang harus dilakukan sekarang. San mengangkat bahu dan mengatakan kalau sesuatu yang lain pasti akan berhasil, bukankah menurut Hae Joo begitu.
San meraih tangan Hae Joo dan mengelusnya, “Kita masih memiliki tangan yang indah ini!”
Hae Joo melirik kesal dan menjitak kepala San, “Ah kau ini selalu membodohiku ketika ada kesempatan.”
San merasakan sakit di kepalanya. Hae Joo tak percaya San kesakitan, San tak bisa membodohinya lagi dengan berpura-pura terluka. “Hei.. aku tak bercanda ini benar-benar sakit!” ucap San.

“Benarkah?” Hae Joo mulai khawatir. “Apa seharusnya kita ke rumah sakit?”
San bilang kalau sakitnya tak seburuk itu. Ia menyuruh Hae Joo masuk karena melihat sikap ibu yang marah seperti ini ia berfikir kalau Sang Tae pasti babak belur. Mendengar nama kakaknya Hae Joo jadi kesal, ia merasa kalau kakaknya itu pantas dipukuli habis-habisan. San tersenyum dan kembali menyuruh Hae Joo masuk, ia yakin ibu Hae Joo pasti marah besar.
Hae Joo tak mengerti kenapa San berfikir begitu padahal San sendiri sedang terluka. Hae Joo yang masih khawatir bertanya apa benar tak harus pergi ke rumah sakit.
“I am fine!” sahut San tersenyum dan pamit pada Hae Joo. Hae Joo berpesan agar San hati-hati di jalan.
San berjalan sempoyongan dan berpegangan pada dinding. Hae Joo yang akan masuk khawatir dengan kondisi San. San mencoba untuk berjalan, tapi ia tak kuat berdiri dan brukk... San tergeletak tak sadarkan diri.
Hae Joo melihatnya, ia terkejut dan cemas. Ia mengguncang-guncangkan tubh San, “Oppa ada apa?” Sadarlah!” San pingsan.
Presdir Jang, Il Moon dan Chang Hee sampai di depan rumah. Chang Hee berjanji kalau ia akan memikirkan lagi cara lain untuk mendapatkan thruster-nya. Presdir Jang dan Il Moon masuk ke rumah.
Chang Hee sampai di rumahnya dan disambut penuh senyuman oleh ayahnya dan In Hwa. In Hwa menanyakan kenapa Chang Hee tak menjawab telepon. Ia dan Gi Chul sampai belum makan karena menunggu kedatangan Chang Hee. Gi Chul mengatakan pada putranya kalau In Hwa membuatkan makan malam untuk Chang Hee.
Chang Hee mengatakan kalau ia bekerja lembur jadi tak bisa menjawab telepon In Hwa. Bukankah sudah larut seharusnya In Hwa dan ayahnya makan duluan.
In Hwa berkata kalau ini pertama kali baginya ia ingin memberi Chang Hee kejutan. Ia menyuruh Chang Hee membersihkan diri. Ia akan memanaskan kembali sup-nya. “Bersiap-siaplah untuk terkejut!” In Hwa ke dapur. Chang Hee masuk ke kamarnya diikuti ayahnya.
Gi Chul memberi tahu kalau In Hwa membuat banyak makanan yang cukup untuk memenuhi meja makan kecil mereka. “Haruskah kita membeli meja makan yang baru?” ia juga mengatakan kalau sebenarnya lauk yang lain dibuat oleh Bibi pembantu sementara In Hwa hanya membuat sup kacang kedelai saja. “Rasanya tidak enak tapi bagaimana pun juga kau harus memakannya dengan semangat dan berkata kalau itu enak.”
Ketiganya berada di meja makan. Chang Hee mencicipi sup buatan In Hwa. Ekspresi Chang Hee aneh hahaha. In Hwa penasaran bagimana rasanya. “Terlalu asin!” kata Chang Hee.
Gi Chul ikut mencicipi, ekspresi wajahnya lebih aneh lagi haha. “Kenapa? Ini rasanya enak kok.” Gi Chul berusaha menyenangkan In Hwa.
“Apa kau memasukan garam pada sup-nya?” Tanya Chang Hee. In Hwa membenarkan, ia memasukan garan untuk memberikan rasa. Memangnya kenapa, haruskah ia memambahkan gula. Chang Hee : “Kau seharusnya menggunakan pasta kacang untuk memberi rasa pada sup.”
In Hwa : “Oh begitu. Tapi kenapa masakan lain dibumbui dengan garam atau kecap asin? Tapi kenapa yang ini harus menggunakan pasta kedelai? Apa mungkin kalau aku memasak sup lain rasanya akan lebih enak?”
In Hwa sewot kalau masakannya tak sesuai selera lebih baik Chang Hee tak usah memakannya. Gi Chul memberi tahu itu karena Chang Hee terlalu pemilih rasa. Untuk masakan In Hwa menurutnya lumayan, katanya sambil mencoba lagi masakah In Hwa dan jelas sekali kalau ia berusaha menyenangkan hati In Hwa. Padahal ia sendiri ga tahan sama rasa asin masakan In Hwa.
In Hwa kembali bertanya pada Chang Hee, masakannya tidak terlalu parah kan. Chang Hee mencicipi lagi, “Kau tahu kalau aku tak bisa berbohong kan? Ini jauh dari enak. Mendapatkan rasa yang tepat untuk bumbu sup pasta kedelai itu tak mudah.”

In Hwa cemberut.
Geum Hee menyimpan bahan makanan ke kulkas. Ia mengatur suhu kulkasnya (kayaknya hehe)-(sponsor drama nih jadi scene-nya nampilin kulkas, beberapa kali scene yang memperlihatkan kulkas cuma kuabaikan hehe)
Il Moon memanggil ibunya dan bertanya apa In Hwa sedang pergi. Geum Hee menjawab kalau In Hwa belum pulang. Il Moon heran tapi mobil adiknya ada di luar rumah, kemana adiknya pergi. Geum Hee bingung mengatakanny, ia mengajak Il Moon bicara.
Il Moon terkejut mendengar kalau In Hwa sedang berada di rumah Chang Hee. Ia kesal ternyata adiknya masih belum sadar juga. Geum Hee mengatakan bukankah Il Moon tahu kalau In Hwa itu dari kecil sangat keras kepala.

Geum Hee : “Dia menyuruh bibi pembantu memasak malam ini dan membawanya untuk makan malam Chang Hee.”
Il Moon makin kesal mendengarnya. Geum Hee berkata itu sebabnya ia mengatakan ini pada Il Moon. Meskipun ia juga frustasi tapi ia minta Il Moon biarkan saja In Hwa dan Chang Hee menikah.
Il Moon marah, ia protes. Geum Hee mengerti betul perasaan Il Moon tapi bukankah Chang Hee sudah membantu Il Moon keluar dari penjara. Kalau bukan karena Chang Hee bagaimana ia bisa bertemu dengan Il Moon seperti sekarang.
Il Moon berkata kalau ibunya ini hanya tahu setengah ceritanya. Si brengsek Chang Hee itu, apa ibunya tak tahu kalau dia ingin menangkap ayahnya. Geum Hee tak mengerti apa maksud perkataan Il Moon.

Il Moon mengatakan kalau Chang Hee datang ke Cheon Ji. Dia sendiri yang memborgol ayahnya dan membawa ke kantor kejaksaan. Geum Hee yang tidak tahu bertanya apa itu benar. Il Moon tahu ibunya sulit mempercayai ini tapi ibunya bisa menanyakan hal ini pada Sek Choi karena Sek Choi ada disana ketika ayahnya ditahan.
Il Moon : “Chang Hee, si brengsek itu, untuk mendapatkan posisi direktur dia menangkap ayahku. Setelah ayah dibebaskan, dia langsung masuk ke Cheon Ji dan aku diturunkan menjadi Ketua Tim.”

Il Moon mempengaruhi ibunya kalau Chang Hee bukanlah orang baik. Karena Chang Hee ingin menjadi penerus ayahnya dan menikahi In Hwa itu hanya cara untuk mencapai tujuan Chang Hee.
Geum Hee masih tak percaya bagaimana bisa Chang Hee bertindak sejauh itu. Il Moon meyakinkan ibunya, bahkan ayahnya pun tak tahu ini. Ayahnya malah percaya pada perkataan Chang Hee dan memperlakukan dirinya seperti orang bodoh. Chang Hee sudah mempengaruhi ayahnya dan menjebaknya. Ayahnya bahkan tak tahu itu. Il Moon menangis mencari simpati ibunya.
Geum Hee minta maaf karena ia tak tahu hal ini. Ia memeluk berusaha menghibur Il Moon yang menangis, wekeke tangis palsu.
In Hwa mengikuti Chang Hee ke kamar. Ia bertanya apa rasa masakannya seburuk itu. Chang Hee mengatakan kalau masakan yang lain enak kecuali buatan In Hwa.
In Hwa cemberut, ia mengaku kalau ia tak bisa memasak dengan baik karena ini pertama kali baginya. Ia merasa sedih karena Chang Hee mengucapkan itu padanya.
Chang Hee tersenyum, “Aku tahu. Memangnya dimana kau bisa menemukan orang yang bagus dipercobaan pertama? Terima kasih untuk ketulusanmu.”
Chang Hee bergerak maju tapi In Hwa mundur, ia gugup. “Tutup matamu!” pinta Chang Hee.
In Hwa makin gugup dan menatap Chang Hee, kenapa menyuruhnya menutup mata. Chang Hee kembali menyuruh In Hwa cepat menutup mata.
In Hwa pun menutup matanya, Chang Hee mengeluarkan sesuatu, jepit rambut. Ia menyelipkan jepit rambut itu ke rambut In Hwa.
In Hwa membuka mata dan menyentuh apa yang Chang Hee selipkan dirambutnya, apa ini? Chang Hee mengatakan kalau ia melihat benda itu di toko samping jalan jadi ia membelinya. "Ini sama sepertimu, berkilau."

In Hwa senang menerimanya, sekarang kalau ia tersentuh dengan sikap Chang Hee bukankah tak apa-apa.
Chang Hee menarik In Hwa ke pelukannya. In Hwa tersenyum bahagia. Tapi tidak dengan Chang Hee. Senyum yang ia perlihatkan pada In Hwa tadi dengan cepat segera menghilang.
Hae Joo yang membawa San ke rumah sakit mendengarkan penjelasan dokter yang mengatakan kalau otot lutut San terluka dan ada sedikit gegar otak. Mungkin untuk sementara karena gegar otak San akan mengalami pusing atau mual. Jadi San harus beristirahat. Doker keluar dari ruangan San.
Hae Joo yang sangat khawatir menilai San ini sungguh bodoh. Dengan tubuh yang terluka kenapa San masih sibuk pergi kesana kemari. San berkata kalau ia merasa lebih sakit lagi ketika Hae Joo memukulnya tadi.
San : “Dan lagi kau selalu memukul kepalaku. Itu penyebab gegar otaknya. Bukan karena mobilnya.” Hahaha udah sakit kayak gini masih bercanda aja. Hae Joo jelas kesal karena San masih bisa bercanda dalam situasi seperti ini.
Hae Joo menyentuh dahi San. San tentu saja menggunakan kesempatan ini untuk mendekatkan dirinya pada Hae Joo.
Hae Joo merasa kalau San sedikit demam, ia menyarankan seharusnya menghubungi kakek. Tapi San melarang karena kakek akan khawatir. Hae Joo mita maaf, karena dirinya San terluka seperti ini. San meyakinkan kalau ia terluka bukan karena Hae Joo tapi karena azimuth thruster.

Hae Joo berkata kalau apa yang San lakukan tadi membuatnya teringat pada ayahnya. Ia berpesan agar San jangan melakukannya lagi. Ia sangat ketakutan. San mengangguk mengerti.
Hae Joo bertanya haruskah ia tetap disini bersama San, kalau-kalau San merasa bosan sendirian. San bilang tak usah dan membolehkan Hae Joo pergi.

Hae Joo : “Kenapa?”

San : “Keluargamu sedang kebingungan, bukankah kau seharusnya pulang dan membereskannya?”

Tapi Hae Joo tak tega meninggalkan San sendiri di rumah sakit. Apa nanti akan baik-baik saja. San bilang tak apa-apa, lagi pula ini bukan cidera yang serius. Hae Joo pun berpesan kalau San merasa sakit atau membutuhkan sesuatu, San harus langsung menghubunginya. San tersenyum mengangguk. Hae Joo akan pergi tapi ia tetap tak tega. San tersenyum mengangguk meyakinkan kalau ia akan baik-baik saja.
San menatap Hae Joo yang pergi, padahal ia ingin Hae Joo tetap disini bersamanya. Ia mengumpat dirinya sendiri, “Ah dasar bodohnya aku.” katanya menghentak-hentakan kepalanya ke bantal. “Kenapa aku menyuruhnya pergi? Kenapa?”
San merasakan sakit di kepala dan mual karena hentakannya. “Aduh aduh aduh...” hehe.
Sang Tae dihukum ibu. Pakaiannya dilucuti dan jongkok di luar rumah yang dingin. Ia kedinginan. Ibu melemparkan tas padanya. Sang Tae berkata kalau ia tidak melakukannya dengan sengaja, ia juga sudah dibohongi.
Ibu berkata kalau yang namanya kebodohan adalah dosa. Itu sebabnya bawa semua ini dan pergi. Ibu marah, “Aku sebenarnya ingin kau pergi telanjang dan mengusirmu keluar. Tapi karena aku melahirkanmu dan memakan sup rumput laut, setidaknya hanya ini yang bisa kulakukan.”
Sang Tae memohon, ”Ibu karena aku akhirnya menyadari kesalahanku. Tolong maafkan aku sekali ini!” Sang Tae menyentuh kaki ibunya, tapi ibu kadung marah ia menyingkirkan tangan Sang Tae.
Hae Joo sampai di rumah. Melihat adiknya datang Sang Tae langsung mengaku bersalah. Ia minta maaf, bukankah Hae Joo tahu sifatnya. Meskipun ia sering menimbulkan masalah tapi ia sama sekali tak berniat buruk. Sang Tae mengatakannya sambil menggigil kedinginan.

Hae Joo meminta ibu memberikan pakaian pada Sang Tae. “Penampilan apa ini? dia kan sudah dewasa?” Ibu bilang kalau Sang Tae harus ditiup angin dingin supaya sadar. Hae Joo memberi tahu meskipun itu yang Sang Tae berikan pada mereka. Mereka tetap saja tak bisa membuatnya.

Sang Tae lega, “Ibu kau dengar itu. bukankah bagus sekali!”

Ibu masih marah, “Tutup mulutmu. Apa menurutmu yang kau katakan itu masuk akal.” Ibu akan menabok Sang Tae.
Sang Tae yang menyesali perbuatannya berkata kalau ia juga ingin menjadi orang baik. Karena Il Moon akan memberinya 50 juta won, ia berfikir dengan itu ibunya tak perlu lagi membuka warung malam di pinggir jalan. Ia juga ingin membayar uang pendidikan Young Joo dan dipandang sebagai kepala keluarga yang pantas. Ia ingin keluarganya hidup nyaman.

Sang Tae menangis meyakinkan kalau hanya hal itu yang ia pikirkan, tidak lebih. Ia hanya ingin menjadi orang yang berguna untuk keluarganya. Hae Joo mengerti dan mengajak kakaknya masuk karena cuaca sangat dingin. Ibu berusaha menahan sabar, ia menepuk dadanya.
Bong Hee berada di tempat karaoke, menyanyi sendirian. Nyanyi n joget-joget sendirian.
Tapi tiba-tiba musiknya berhenti, ia pun terheran-heran. Pelayan masuk dan memberi tahu kalau waktunya sudah habis. Bong Hee tak mengerti bukankah ia sebagai pelanggan masih berada di ruangan, apa masuk akal kalau pelayan menghentikan musiknya. Berikan aku bonus waktu.

Pelayan mengatakan kalau ia sudah memberi Bong Hee pengecualian sebanyak tiga kali. Bong Hee tak mau tahu, ia tak mau pergi. Bong Hee duduk di kursi tak mau meninggalkan ruangan karaoke.
Bong Hee bersikap manis pada pelayan, “Ahjussi sekali lagi saja ya!” Pintanya. “Tambahkan sekali lagi saja. Ini bukan karena aku tak punya uang, aku seperti ini karena aku ingin menyanyikan sebuah lagu, ya ya boleh ya!” Hmm.. pelayan itu menunduk lemas dan membolehkannya.
Bong Hee kembali menyanyi, kali ini lagunya sedih dan membuatnya menangis. Bener2 lagu yang menggambarkan perasaannya. Huwaaaaaa tante kasihan... sedih banget deh liatnya....

Bersambung ke Part 2

Komentar :
Topeng Chang Hee sangat indah di depan In Hwa. Lihat senyum palsu Chang Hee di depan In Hwa terasa manis banget namun palsu. Kasihan In Hwa.

di Facebook ada yang menanyakan siapa yang somplak diantara Kim Jae Won Di May Queen dan Park Shi Hoo di Cheongdam Dong Alice. Jujur kujawab Park Shi Hoo, karena perannya gila, stres tuh orang haha.

Tapi Kang San lain, dia bersikap nyeleneh terutama di depan Hae Joo hanya karena ia ingin bermanja-manja apalagi Hae Joo wanita yang dicintainya. Kita tahu kalau San sejak kecil tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang wanita, tentu saja San merindukan itu dan pada Hae Joo lah ia bermanja-manja.

4 comments:

  1. makasih mba udh post sinopsis nya,,iya y mba topeng changhee bgus bgt pura''senyum n muji inhwa tpi pas pelukan keliatan bgt sikap n tatapan matanya changhee ke inhwa dingin bgt hahahaaa...

    ReplyDelete
  2. terima kasih ya sinopsisnya, ta tunggu episode selanjutnya......

    ReplyDelete
  3. canghe dia kasiaaann...karena gichul jd ia menderita

    ReplyDelete
  4. Lama-lama nasipnya Oppa San kog yaa mbulet yaa.
    menderita dibalik senyum dan sikaapnya yang konyol.
    :)

    Thanks mbak buat sinopnya.
    SEMANGAT !!!!

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menjadi reader blog ini...
Jika ingin men-share link silakan...
Tidak perlu bertanya kapan episode selanjutnya, kalau memang sudah selesai pasti akan langsung diupdate...
DAN MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPYPASTE SINOPSIS DARI BLOG INI...